Narasi

Sisi gelap airsoft gun di mata hukum

Terhitung sejak 2012 Airsoft gun dimasukan ke dalam kategori senjata api untuk olah raga. Dengan munculnya peraturan Kapolri No. 8 tahun 2012 ini konsekuensinya setiap kepemilikan airsoft gun harus memiliki izin.

Apa latar belakang kepolisian memasukan airsoft gun ke dalam kategori senjata? Disinyalir unit-unit airsoft gun banyak digunakan untuk melakukan tindak kejahatan. Kepolisian merujuk beberapa kasus macam penembakan halte busway hingga menyebabkan kacanya pecah sebagai penyalah gunaan airsoft gun.

Hal ini ditentang keras oleh para penggemar airsoft gun. Mohamad Nizam Farizki editor Reload, majalah khusus airsoft gun menyebutkan telah terjadi kesalahpahaman dimasyarakat tentang perbedaan antara airsoft gun dan air gun. Kedua unit meski serupa bentuk ini namun sejatinya memiliki perbedaan mendasar.

Pertama, dari kecepatan lontaran peluru atau biasa disebut dengan FPS. Airsoft gun hanya mampu melontarkan peluru dengan rata-rata FPS 450. Bandingkan dengan Air gun yang bisa melontar hingga 1000 FPS.

Perbedaan ini terjadi karena Airsoft gun hanya menggunakan gas propane yang bertekanan 8-12 bar. Sementara Airgun menggunakan gas CO2 dengan tekanan hingga 22 bar.

Kemudian perbedaan paling mendasar ada pada proyektil peluru. Airsoft gun menggunakan bola plastik seukuran 6 mm. Sementara Air gun menggunakan proyektil besi atau bola besi gotri dengan ukuran yang sama. Bisa dipastikan tumbukan yang dihasilkan jelas jauh berbeda.

Airsoft gun hanya bisa menyebabkan bentol-bentol merah dibadan jika terkena serangan langsung tanpa perlindungan. Sementara Air gun punya daya rusak macam proyektil yang memecahkan kaca halte busway tadi.

Nah, disinilah Kepolisian diminta para penggiat airsoft gun untuk bijak menyikapi perbedaan diantara keduanya. Jangan sampai harga unit airsoft gun yang sudah tergolong premium ini, makin selangit karena harus dibeli dengan ijin senjata. Ujungnya, alternatif olah raga makin sedikit.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Mandi Keringat Ala Pemain Airsoft Gun | Yomamen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Gol Bunuh Diri, Berbuah Kematian Dini

Ungkapan klise ‘manusia tidak ada yang sempurna’ tidak hanya merujuk kepada kehidupan di dunia saja, melainkan itu juga terjadi di lapangan hijau. Andres Escobar mungkin salah satu mendiang yang pas disematkan dengan ungkapan tersebut. Pemain bertahan Kolombia ini adalah sosok yang sempurna di lini belakang. Terbukti saat membawa negara tercinta ke kancah Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Namun gol bunuh diri yang dilakukan dalam turnamen akbar empat tahunan tersebut, adalah buah kesalahan kecil dalam karirnya yang tak sebanding dengan menghilangkan nyawanya. Yap, Escobar mesti meninggal lebih dulu dari takdir yang dituliskan, setelah ditembak oleh seseorang saat hendak pulang dari klub malam bersama temannya. Pemicu terbesar kematiannya, adalah gol bunuh diri saat melawan tuan rumah.

Padahal sepak terjang Escobar membawa Kolombia ke jalur Piala Dunia cukup solid, bung tak percaya? coba simak saja ceritanya

Pemimpin Elegan dan Gentleman Jadi Julukan Escobar Secara Permanen

Solidnya tim Kolombia tak akan berjalan sempurna tanpa kehadiran Escobar. Sosok pemimpin bertalenta yang piawai menghalau serangan. Gaya permainan yang elegan, selalu tenang meskipun digempur serangan dan mengambil takel bersih di lapangan membuat pemain ini mendapat julukan Caballero del Futbol atau Gentleman of Football. Pemain kelahiran 13 Maret 1968 ini memiliki karir cemerlang tak hanya di tim nasional, karena ia sempat berkarier di klub BSC Young Boys di Swiss meskipun untuk periode yang tidak begitu lama.

Datang Sebagai Penantang, yang Digadang Memberikan Perlawanan Garang

Salah satu kandidat negara yang bakal disebut bakal berbicara banyak di Piala Dunia 94 kala itu adalah Kolombia. Bukan sesumbar atau prediksi asal, Kolombia tak terkalahkan di fase kualifikasi Piala Dunia Grup A Amerika Selatan bung. Tim yang dimotori oleh Faustino Asprilla, Carlos Valderrama, Freddy Rincon, menjadi negara yang tak terkalahkan. Total dari enam laga, mereka berhasil membubukan empat kemenangan dan dua kali imbang.

Ditambah lagi, jawara sepakbola Amerika Selatan macam Argentina, dibantai habis dengan skor telak 5-0 di laga terakhir! membuat skuad tim tango harus menjalani partai play-off demi memastikan tampil di Piala Dunia. Ketangguhan Kolombia pun dapat dilihat secara statistik menjelang pagelaran akbar tersebut, dari total 26 pertandingan menuju Piala Dunia, Kolombia hanya sekali bertekuk lutut alias kalah. Kepiawaian tim ini tentu saja berkat Escobar yang saat itu menjabat sebagai kapten tim.

Dari Prediksi Pele Sampai Harapan, Hingga Menenangkan Ketegangan di Kolombia

Ekspetasi, sebuah kata yang menghantui skuad Kolombia di masa itu. Calon kuda hitam terkuat pun diberikan oleh para pengamat sepak bola. Legenda Brasil yang menjuarai Piala Dunia tiga kali, Pele, memberikan prediksi kalau Kolombia bakal menembus babak semifinal.

Rakyat Kolombia pun berharap atas kiprah negaranya, terlebih situasi saat itu tengah memanas setelah tewasnya sang dedengkot narkoba, Pablo Escobar. Pasalnya, pasca meninggal Pablo Escobar memicu perang antar geng untuk memuncaki kekuasaan tertinggi di jalur perdagangan barang haram tersebut. Alhasil Kolombia di Piala Dunia diharapkan memberi secercah kebahagiaan, dengan menjadi pemersatu perang antar geng. Lantas apakah bisa Kolombia menjawab harapan itu semua?

Jawabannya tidak. Sinyal buruk sudah menerpa Los Cafeteros, ketika takluk di tangan Romania di laga perdana oleh Maradona dari Carpathia alias Gheorghe Hagi. Skor ditutup dengan hasil telak 1-3. Dampak kekalahan memicu kerusuhan, penjudi yang berasal dari geng narkoba yang kalah, jadi penyebab utama. Mereka yang kalah judi memberi ancaman pembunuhan yang dilayangkan kepada para pemain termasuk sang manajer, Maturana.

Menjamu Tuan Rumah di Laga Kedua, Gol Bunuh Diri Jadi Awal Mula Dihabisi Nyawanya

Setelah kekalahan telak 1-3 dari Rumania, membuat Kolombia harus tertekan di laga kedua. Menjamu Amerika Serikat, selaku tuan rumah, dukungan publik Paman Sam pun menambah tekanan semakin mendalam. Dan di laga ini lah terjadi momen yang mana sosok Escobar melakukan gol bunuh diri.

Turun sebagai starter, Escobar coba bermain rapih dengan menghalau serangan lawan. Selaku tuan rumah permainan menekan sesekali ditunjukan. Tepat di menit ke-35, umpan silang  dilepaskan oleh John Harkes  ke mulut gawang Kolombia. Bola tersebut coba dipotong oleh Escobar dengan menggunakan kakinya, bola tersebut memang terhalau namun naas malah masuk ke gawang sendiri. Lantaran Escobar merentangkan kakinya dalam posisi menghadap gawang sendiri.

Penjaga gawang Kolombia mati langkah. Alhasil skor pun berubah 0-1 untuk Amerika Serikat. Diakhir laga Kolombia harus takluk 1-2. Kans buat lolos pun semakin suram dengan dua laga dijalani dengan kekalahan. Dan terbukti, meskipun di laga terakhir Kolombia menang lawan Swiss, di pertandingan lain Rumania mengalahkan AS. Prediksi pele pun berhenti, dengan kenyataan Kolmbia tersingkir sebagai juru kunci.

Simpang Siur Cerita, Antara Ditembak Karena Dianggap Biang Kesalahan Atau Pelampiasan Kalah Perjudian

Usai tak bisa berbicara lebih banyak di Piala Dunia 94, Escobar kembali ke tempat kelahirannya, Medellin, Kolombia. Yang mana juga jadi tempat di mana ia menutup mata. Sebenarnya, Escobar sudah diperingatkan untuk tidak pulang, karena kondisi kota yang tidak kondusif. Tapi hasrat memanggilanya untuk pulang.

Mungkin untuk melupakan kesalahan atau meringankan beban yang dihantui, Escobar berkumpul bersama temannya di satu bar daerah Medllin. Setelah itu, mereka pun berpindah ke klub malam lainnya masih di daerah yang sama bernama El Indio. Escobar berpamitan dengan temannya lebih dulu untuk segera pulang, saat di parkiran ia terlibat perseteruan dengan beberapa orang yang menyebutkan kegagalan Kolombia di Piala Dunia adalah kesalahannya.

Setelah bersitegang, tiba-tiba salah seorang mengeluarkan pistol dan menembakkan ke arah Escobar sebanyak enam kali. Tiap tembakan, sang penembak berteriak “Gool!”. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, ia tetap tidak selamat. Dan harus meninggal lebih cepat. Selang beberapa hari dari kasus tersebut muncul sebuah nama, Humberto Castro Munoz yang diduga sebagai penembak.

Setelah dikulik lebih dalam ternyata ia adalah seorang supir dan bodyguard dari gembong narkoba bersaudara Kolombia, Peter David Gallon dan Juan Santiago Gallon.  Munoz pun diringkus dan ditetapkan sebagai tersangka. Meskipun beredar beberapa versi tentang kematian Escobar, namun hingga sekarang alasan terkuat ia dibunuh adalah perjudian. Antara sang majikan yang kalah judi, atau Munoz sendiri.

Di pemakamannya, lebih dari 120 ribu orang datang dan mengantar kepergiannya. Kematiannya mencoreng nama Kolombia di publik internasional, dan beberapa pemain timnas memutuskan pensiun dini untuk menghindari hal serupa.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Mandi Keringat Ala Pemain Airsoft Gun | Yomamen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Tak Hanya Pelatih Ole Gunnar Solskjaer Saja, Beberapa Pesepakbola Bermain Gim untuk Mengenali Lawannya

Kegagalan Mourinho dalam membawa tim besar macam Manchester United berjaya, membuatnya tergeser dan digantikan oleh sang legenda Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer. Sejauh ini peran Solskjaer cukup membawa performa Setan Merah meningkat. Tapi apakah bung tahu, kalau Solskjaer mempelajari cara pelatih sepakbola lewat video gim seperti Football Manager?

Gim virtual tersebut membuat para pemainnya berperan sebagai seorang manajer. Kita akan mengatur menu latihan, memilih staf, mengatur transfer hingga meracik taktik. Dengan data pemain yang cukup akurat. Tentu gim ini dibentuk dengan sangat serius, bahkan menjadi gim virtual yang paling relate dengan sepakbola. Solskjaer mengakui kalau persiapannya sebelum melatih dengan memainkan gim tersebut.

Dilansir dari Tirto, sebuah perusahaan analisis sepakbola  bahkan pernah menggabungkan data yang dimiliki dengan data yang dipunya Football Manager guna melakukan analisis terhadap pemain sepakbola sejagad raya. Mungkin ini jadi alasan tepat kenapa Solksjaer memainkan gim ini karena tidak berbeda jauh dengan sepakbola yang ada di dunia nyata. Selain Football Manager, beberapa gim lain yang masih bergenre sama pun menjadi bahan pertimbangan pesepakbola dalam mengambil keputusan.

Mempelajari Skill di Lapangan dengan Melihat Teknik dari Gim Sepakbola

Punggawa Arsenal Alex Iwobi, juga memiliki cerita unik antara dia dengan gim sepakbola. Dilansir dari New York Times, ia mengatakan kalau gim sepakbola membantunya untuk mengecek lawan yang akan dihadapinya. Dari segi taktik, formasi bahkan sampai pemain. Tidak sampai di situ bung, ia juga menambahkan bahwa ia mencontek skill sepakbola lewat gim sepakbola, salah satunya gocekan khas pemain sayap Irlandia Aiden McGeady, yakni McGeady Spin.

“Dia memiliki satu gocekan khas, setelah melihat dan memperhatikannya saya akan pergi ke taman dan mempelajarinya,” ungkap Alex Iwobi.

Mengenali Rekan Satu Tim Memang Penting, Apabila Tidak Mengenali Tengok Saja Lewat Playstation

Kalau bung masih asing dengan nama Krzysztof Piatek, coba tengok daftar pencetak gol terbanyak sementara di Serie A musim ini. Karena penyerang yang berseragam Genoa asal Polandia ini berhasil membubuhkan 13 gol. Tanpa gim sepakbola seperti FIFA, mungkin torehan golnya tidak sebanyak itu.

Lantaran sebagai pemain baru ia tidak begitu mengenali siapa saja rekan barunya di Genoa. Tidak kehabisan akal, ia memainkan Playstation dan memainkan gim FIFA untuk membantu ia mengenal rekan barunya di Genoa.

“Aku tidak tahu siapa rekan-rekanku sewaktu pertama kali datang. Maka, aku menyalakan PlayStation dan melihat nama-nama mereka di gim FIFA,” ujar Piatek dilansir dari BBC.co.uk

Mepelajari Ronaldinho Lewat Gim, Membuatnya Berhasil Menahan Sepakan Penalti

Saat itu seperti bermain melawannya di Playstation. Dia memiliki run-up yang sama, itu sangat aneh,” ujar Marco Amelia kepada BBC.co.uk

Pada tahun 2008 saat Marco Amelia masih bermain untuk Palermo, ia berhasil menjadi penyelamat. Setelah AC Milan mendapatkan hadiah tendangan penalti, kemudian Ronaldinho pun diberikan kepercayaan sebagai eksekutor. Tapi karena Playstation, Amelia sudah hafal bagaimana cara Ronaldinho ambil ancang-ancang dan mengarahkan tendangan. Kemudian, ia pun berhasil menghalau bola.

Bahkan Guna Mengatasi Kejenuhan di Lapangan, Egy Maualana Menjadi Video Gim Sebagai Penenang Pikiran

“Semua pemain bola tidak asing dengan permainan video gim FIFA. Fokus kami tak hanya bermain bola saja, ketika ada waktu free, kami memanfaatkan waktu dengan bermain video gim. Kami tentu juga butuh refreshing untuk menyegarkan fisik dan otak,” ujar Egy dilansir dari Tirto.

Tidak hanya Egy Maulana Vikri, saja yang mendaulat vieo gim seperti FIFA sebagai kegiatan refreshing di lapangan. Witan Sulaeman pun juga melakukan hal yang sama. Karena baginya, permainan tersebut dapat mengisi waktu luang, bersenang-senang sekaligus membunuh rasa jenuh.

Video Gim Macam Sepakbola Bagus Untuk Pelatihan Bagi Para Pelakunya

Ketika seseorang bermain banyak video game, mereka mungkin menjadi sangat baik pada apa yang kita sebut metakognisi dari apa yang mereka lakukan,” ungkap Amy Price adalah pelatih sepakbola dan direktur program Lisensi UEFA untuk pendidikan jasmani dan olahraga di Universitas St. Mary di London dilansir dari BBC.co.uk 

Amy Price saat melatih Fulham FC, ia mengatakan pendekatan permainan video digital untuk pelatihan. Ia mengatakan konteks ini, metakognisi adalah ide yang digunakan dalam pendidikan untuk merujut ketika seorang siswa berpikir. Secara sederhana ini membuat siswa untuk menganilisis proses yang membantu mereka belajar dan untuk dapat menggunakan pengetahuan itu untuk memecahkan masalah lagi di masa depan.

Dalam kasus ini, berarti ada keuntungan khusus bagi para atlit sepakbola yang memainkan gim sepakbola. Karena itu membantu para pemain untuk belajar dalam memecahkan masalah di lapangan. Seperti yang diutarakan Alex Iwobi, Marco Amelia dan Krzysztof Piatek.

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Mandi Keringat Ala Pemain Airsoft Gun | Yomamen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Keperkasaan Liverpool Disudahi oleh Tangan Wolverhampton Wanderers di Piala FA

Liverpool sangat perkasa di Liga Inggris musim ini, karena baru menelan satu kali kekalahan dari 21 pertandingan yang dilakoni saat bermain tandang melawan Manchester City di lanjutan Liga Inggris. Nyatanya, di pertandingan selanjutanya pada laga putaran ketiga Piala FA, Wolverhampton Wanderers mampu menumpaskan Liverpool dengan skor tipis 1-2.

Kekalahan tersebut membuat Liverpool tersingkir di Piala FA. Kekalahan ini diyakini karena pelatih Jurgen Klopp melakukan rotasi pemain dengan memainkan para pemain lapis kedua. Tiga di lini depan yakni Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane. Klopp menempatkan Daniel Sturridge dan Divock Origi sebagai juru gedor.

Tanpa Salah, Firmino dan Mane, Liverpool gagal mengkreasikan serangan untuk menjebol barisan belakang Wolverhampton. Bahkan bola sepakan dari pemain Liverpool jarang ada yang mengarah ke tepat sasaran. Liverpool tertinggal lebih dulu lewat kaki Raul Jimenez di menit ke-38. Kemudian Liverpool menyamakan kedudukan di menit ke-51 lewat Divock Origi. Tak berselang lama, 4 menit kemudian Ruben Neves membawa Wolverhampton unggul.

Setelah pluit panjang dibunyikan, skuad Jurgen Klopp tidak mampu menahan imbang bahkan membalikkan keadaan sehingga mereka harus tersingkir di Piala FA.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Mandi Keringat Ala Pemain Airsoft Gun | Yomamen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top