money

Muda Foya-Foya, Tua kaya Raya

Mati masuk surga. Begitu idiom setengah bercanda yang dulu sering kita dengar dan dengungkan sesama kawan. Tapi benarkah hal tersebut bersifat utopis dan tak terjangkau akal?

Soal masuk surga memang tak bisa kita prediksi. Tapi soal muda foya-foya dan tua kaya raya bukanlah sebuah hal yang jauh panggang dari api. Dengan rencana yang tepat, kita bisa tetap memenuhi kebutuhan di hari tua meski sudah tidak lagi beraktivitas.

Tapi kenapa kita perlu merencanakan hari tua? Sebagai laki-laki kita tetap dituntut bisa memenuhi kebutuhan pribadi serta pasangan kita hingga nanti. Pensiun hanya status dari aktivitas bekerja, sementara tuntutan kemampuan memberikan nafkah akan tetap melekat sebagai tanggung jawab laki-laki hingga renta sekalipun.

Masalahnya masih sedikit dari kita yang sadar akan hal ini. Berapa persen dari penghasilan kita sekarang yang benar-benar dikonsentrasikan untuk menghidupi kita di hari tua? Belum ada? Jangan panik jika memang demikian. Karena dengan strategi yang tepat kita masih bisa mengejar ketertinggalan untuk memenuhi kebutuhan di hari tua nanti. Apa saja strateginya?

investasi pensiun

Mulai dari sekarang

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah menunda perencanaan pemenuhan kebutuhan dihari tua. Alasannya biasanya berkutat di seputar kebutuhan saat ini yang juga masih menumpuk. Padahal dengan memulai sesegera mungkin, justru kita hanya perlu menyisihkan sedikit uang saat ini. Jadi konsep “muda foya-foya” tadi masih bisa terpenuhi tanpa harus melupakan kebutuhan di hari tua.

Tentukan usia pensiun

“Baru juga kerja berapa tahun masa iya harus sudah mikirin pensiun”

Mungkin begitu pikiran yang melintas. Namun ini justru bagian penting dari strategi persiapan masa pensiun dimasa datang. Pikiran “let it flow” ini tidak bisa diberlakukan dalam perencanaan hari tua. Benar rejeki memang ada yang mengatur, tapi cerdas mengelola adalah bagian yang tak kalah penting.

Karena itu cobalah menyisihkan sedikit waktu untuk merenung dan berencana. Kapan kiranya kita ingin pensiun. Pada usia berapa, kita sudah tak lagi mau atau mampu beraktivitas. Angka yang paling umum adalah usia 55 tahun. Tapi ini sangat relatif. Mengingat beberapa orang berencana untuk pensiun diusia yang lebih muda, sementara sebagian lagi memilih terus beraktivitas setidaknya hingga sekitar 65 tahun.

Coba kita asumsikan angka moderat 60 tahun sebagai usia pensiun. Kemudian jika saat ini kita berusia 30 tahun, berarti tersisa sekitar 30 tahun untuk menyiapkan keuangan yang akan digunakan dimasa tua nanti. Sisa tahun inilah yang akan kita gunakan untuk perhitungan nantinya.

Tentukan berapa sisa usia kita

Okay, hal ini mungkin terdengar menakutkan. Atau mungkin sebagian berteriak bahwa kapan mati merupakan ranah yang tak boleh dijamah manusia. Tapi sejatinya ini bukanlah perhitungan yang ingin mendahului kehendak Yang Kuasa.

Perhitungan ini hanya merupakan perkiraan tentang berapa lama kita akan menghabiskan hidup setelah kita pensiun. Taruhlah jika contoh di atas, usia pensiun ditetapkan pada usia 60 tahun. Maka jika kita berandai-andai akan hidup hingga usia 80 tahun. Berarti akan ada 20 tahun usia kita yang tidak lagi berpenghasilan. Artinya pula, masa 20 tahun itulah yang harus ditanggung oleh 30 tahun sisa usia produktif yang tersisa.

Hitung pengeluaran di masa pensiun

Nah, kita sudah perkirakan bahwa kita akan hidup 20 tahun setelah masa pensiun. Sekarang masalahnya berapa kebutuhan yang harus dipenuhi diusia pensiun nanti. Gaya hidup seperti apa yang kita inginkan?

Pastinya pengeluaran tidaklah sebesar saat ini. Tidak ada lagi beban biaya sekolah anak misalnya. Rumah dan apartemen juga sudah lunas tercicil. Sementara Ducati atau harley davidson tak lagi butuh pembaharuan berarti. Artinya biaya hidup sudah jauh berkurang.

Angka yang moderat untuk pensiunan kelas menengah perkotaan berkisar diangka 4 juta hingga 10 juta rupiah. Tentunya angka ini bisa lebih bervariasi jika penghasilan sobat yomamen saat ini dan gaya hidup masa tua ingin lebih glamor dan bling-bling.

Jangan menabung
Loh kenapa jangan menabung? Coba kita buka lagi hitungan tadi. Usia saat ini 30 tahun, ingin pensiun diusia 60 tahun, berencana hidup hingga 80 tahun dengan kebutuhan perbulan 4 juta. Faktanya, angka 4 juta per bulan ketika kita pensiun nanti tidaklah 4 juta per bulan.

Dengan perkiraan nilai inflasi mencapai 12 persen, kebutuhan per bulan ini akan berkali-kali lipat. Sementara jika kita hanya menyisihkan uang untuk ditabung di bank, bunga yang didapat hanyalah berkisar dari 9 persen hingga 12 persen. Berarti apa yang kita tabung itu lah yang kita dapat.

Nah, seandainya penghasilan saat ini 4 juta rupiah, bagaimana mungkin kita bisa menyisihkan 4 juta rupiah untuk ditabung dan digunakan di masa tua nanti? Berarti pula masa muda tak berfoya-foya bukan? Masa iya di usia muda dan produktif kita mau hidup susah demi mengencangkan ikat pinggang?

Inilah saatnya kita berkenalan dengan instrumen investasi yang lain. Bentuknya beragam dari pasar uang, pasar saham, surat hutang negara dan bentuk lainnya yang beragam. Dengan berinvestasi, kita bisa mendapatkan return yang tinggi. Hingga bisa memenuhi kebutuhan pokok yang telah kita hitung tadi.

Dengan perkiraan macam tadi, taukah sobat yomamen berapa banyak uang yang harus disisihkan melalui pola investasi jika ingin hidup nyaman 4 juta per bulan selama 20 tahun setelah pensiun diusia 60 tahun? Jawabnya tak lebih dari 150 ribu rupiah. Mudah bukan?

Tertarik untuk menghitung-hitung sendiri? Silahkan download perhitungan pensiun ala yomamen pada link berikut ini. Ingat, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga!

1 Comment

1 Comment

  1. Bijeh

    April 16, 2015 at 11:06 pm

    Rumusnya gak salah tuh min??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


money

Pernyataan “Uangku Ke Mana Saja Ya? Kok Sudah Habis” Adalah Tanda Hidup Boros

Ada sebuah ungkapan umum yang mengatakan kalau orang penduduk negara-negara maju seperti Eropa, Amerika Utara dan Jepang lebih cermat mengatur pengeluaran. Sedangkan kita orang Indonesia, yang miskin maupun yang kaya relatif lebih boros. Dr. Sarlito Wirawan seorang psikolog, ekonom dan peminat sejarah dilansir dari intisari.id mengatakan kalau hal itu ada benarnya terlihat dari sekeliling kita.

Seperti teman kantor bung yang memaksakan membeli mobil saat uangnya tidak cukup, sampai seorang istri yang tak kuasa menolak tukang kredit untuk membeli furniture sampai vacuum cleaner. Beda dengan orang luar yang lebih cermat menyisihkan uang. Mereka hidup lebih sistematis dan tertata rapih.

Ada pula kecenderungan hidup boros yang tidak disadari, orang-orang seperti ini biasanya terkejut saat di pertengahan bulan ketika duitnya habis entah kemana kan bung? mereka merasa sudah mengerem pengeluaran padahal tidak. Karena tidak menyadari kalau sebenarnya mereka itu hidup boros.

Bung Suka Bertanya-tanya, “Uangku Ke Mana Saja ya?”

Tanpa disadari pernyataan, “uangku ke mana saja ya, kok sudah habis“, membuktikan bahwa bung boros dalam mengatur pengeluaran. Hal ini terjadi biasanya saat melihat ATM dan mengetahui kalau saldo sudah tiris, padahal gajian masih dua minggu lagi.

Maka dari itu kamu harus memiliki bujet pengeluaran untuk mengetahui alur uang yang masuk dan keluar, agar bisa merinci dan menekankan diri bahwa kamu harus hemat. Saat ungkapan itu muncul itu menandakan kalau kamu sering mengeluarkan uang tanpa sebab. Pasalnya orang boros tidak pernah tahu untuk apa aja uangnya dikeluarkan.

Ingat! Kartu Kredit itu Utang, Bukan Uang Tambahan Bung!

Kebiasaan menggunakan kartu kredit dari pada debit sama dengan membiasakan hidup boros. Pola pikir kartu kredit adalah uang tambahan membuat seseorang merasa aman untuk membelanjakan apa saja. Padahal saat bung menggunakan kartu kredit berarti bung sedang meminjam uang.

Kami pun tak menyalahkan fasilitas ini. Kartu kredit sangat berguna apabila digunakan dengan bijak. Tapi jika digunakan untuk membeli sesuatu berdasarkan hawa nafsu (dibaca : barang yang tidak berguna) sama saja dengan bunuh diri. Seperti saat kamu kencan dengan si nona saat pergi ke bioskop dan ngopi, itu sama saja kamu menjalani gaya hidup boros.

Tidak Memiliki Tabungan Adalah Kesalahan yang Tak Bisa Disepelekan

Salah satu cara yang mudah untuk mendeteksi apakah bung hidupnya boros atau tidak adalah bung tidak memiliki tabungan. Parahnya lagi, bung sudah bekerja lebih dari 2 sampai 4 tahun. Tidak memiliki tabungan apalagi alasannya selain boros.

Sayangnya, banyak orang yang menolak dikatakan boros karena memiliki alasan gajinya kecil. Padahal tabungan tidak perlu besar, kuncinya adalah menyisihkan sebagian dengan konsisten. Alhasil apabila ada keperluan yang mendesak bung tidak perlu pusing untuk minjem uang ke sana ke mari.

Berbelanja Barang yang Tidak Dibutuhkan

Istilah bagi orang Indonesia adalah laper mata, di mana bung selalu ingin membeli barang tertentu karena unik, sedang diskon atau menarik, padahal barang tersebut tidak dibutuhkan. Meskipun harga barang hanya sekitar 200 sampai 300 ribu, sangat berharga apabila ditabungkan. Beda kasus kalau bung mempunyai handphone tapi sudah tidak layak pakai dan kemudian bung membeli baru.

Agar Keuangan Tertata Rapih, Buatlah Bujet Pengeluaran

Dr. Salito Wirawan juga mengatakan kecenderungan orang Indonesia hidup boros karena gengsi. Semisal rekan karyawan bung memiliki motor baru, dan bung merasa tersaingi akhirnya terpancing untuk membeli motor baru juga ketika motor lama masih kondisi sehat buat jalan.

Rasa gengsi ini seharusnya tidak perlu ditumbuhkan, dengan pemikiran yang dewasa, seseorang harus lebih tahu apa prioritasnya. Bukan gengsinya. Cara untuk mengatatur pengeluaran adalah dengan menganggarkan segala keperluan, apabila tidak kamu akan tenggelam ke lubang utang piutang.

Budgeting semua keperluan bung mulai dari Internet, pulsa, listrik dan lain-lain secara mendetail. Sehingga bung tahu berapa jumlah uang yang harus bung keluarkan.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Bijeh

    April 16, 2015 at 11:06 pm

    Rumusnya gak salah tuh min??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


money

Rutinitas Pekerjaan Membosankan, Atasi Dengan Bangun Bisnis yang Awet untuk Puluhan Tahun Ke Depan

Bekerja di korporat itu kadang menjenuhkan. Segala rutinitasnya membuat bung harus rela duduk di kursi dari pagi ketemu pagi. Sampai-sampai lupa dengan makan nasi karena banyak mengonsumsi kopi. Tak pelak terbesit untuk menjalani bisnis murni pun terjadi.

Tak ada salahnya bung lagipula di zaman modern seperti sekarang tipe-tipe bisnis banyak sekali. Bentuknya pun, banyak yang dimodifikasi sampai yang inovasi. Contoh gampangnya adalah bisnis cemilan bung, dengan banyaknya deretan jajanan dengan toping-toping menarik. Bisnis bukan perkara gampang, banyak orang yang bisa membuat tapi sukar untuk membangun dan akhirnya gagal.

Nah, dilansir dari MoneySmart.id, ada beberapa bentuk bisnis yang bisa bung jalani yang terbukti abadi dilakukan selama puluhan tahun ke depan.

Bisnis Makanan Sangat Menjanjikan dan Dicari Banyak Orang

Meskipun sudah menjamur dan ada di mana-mana. Bisnis makanan memang menjanjikan untuk dijalankan. Di tahun lalu saja, banyak jenis makanan yang viralnya sampai ke medsos. Karena inovasi dari makanan tersebut yang diracik oleh para pelaku bisnis, salah satunya adalah Es Kepal Milo.

Apabila bung memiliki ide makanan yang menarik, coba dibuat tester-nya dan dibagikan ke temanmu. Apabila mendapatkan nilai yang sempurna coba jalankan bisnisnya. Kalau tak dicoba, bagaimana bisa tahu hasilnya?

Bangun Usaha Laundry Dengan Sistem Berbeda dari Pendahulu

Sesungguhnya menarik kalau rumah kamu berada di kawasan yang ramai seperti kampus atau kos-kosan di daerah perkantoran. Secara jitu, bung dapat membangun usaha laundry dan dijamin pasti akan ada banyak orang yang membutuhkan ini.

Tetapi demi membedakan usaha laundry bung dengan yang lainnya, berlakukan sistem antar jemput demi meraup pelanggan dan customer sebanyak-banyaknya. Ini akan jadi pengingat bagi mereka, dan menarik perhatiannya untuk kembali datang lagi.

Jual Baju Secara Online dengan Desain Menarik dapat Membius Pembeli dan Tertarik

Tabiat setiap orang untuk membuat dirinya menjadi menarik itu selalu ada. Apalagi bidang fashion, salah satu bidang yang tidak pernah mati. Mungkin karena termasuk kebutuhan hidup ya bung? tetapi melihat geliat orang di zaman sekarang yang tidak mau ribet dan mau dilayani, kayaknya secara tidak langsung membuat mereka haus untuk berbelanja baju atau celana secara online.

Bung bisa memulai usaha fashion kecil-kecilan dulu, pasarkan di sosial media dan buatlah sistem pemblian secara online yang bisa menarik perhatian para pembeli.

Travelling Selalu Jadi Obat di Saat Orang Merasa Pusing Akan Rutinitas

Travelling sama seperti fashion yakni tidak pernah mati. Setiap orang selalu ingin bertualang dan melepas kepenatan dengan memeluk alam. Pekerjaan membuat orang merasa perlu untuk liburan, lantaran kerap marah-marah dan stress kerap dicap sebagai orang yang kurang piknik.

Maka, membuka usaha jadi agen biro perjalanan menjadi bisnis yang bisa bung jalankan, selain mempromosikan lewat media sosial bikin video travelling upload di Youtube dapat mendongkrak citra agen perjalanan bung.

Zaman Boleh Berubah, Tapi Jadi Agen Sembako Pun Layak Dicoba

Ide bisnis semacam ini akan terus berjaya, meskipun banyak mini market yang menjamur di berbagai tikungan jalan sampai masuk ke areal perumahan. Tetap saja agen sembako tetap di hati para masyarakat bung. Karena tak mungkin untuk bung membeli mie instan dua bungkus harus rela ke mini market kan? atau beli satu sachet sampoo? itu menjadi kunci dan alasan kenapa agen sembako tetap bakal berjaya bung.

Dari sekian banyak usaha yang ditawarkan di atas, mana yang kira-kira bung bakal jalankan untuk membunuh rutinitas pekerjaan?

 

1 Comment

1 Comment

  1. Bijeh

    April 16, 2015 at 11:06 pm

    Rumusnya gak salah tuh min??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


money

Kiat-Kiat Menghindari Utang Kartu Kredit di Musim Liburan

Gesek saja dulu, masalah bayar pikirkan nanti!

Ketahuilah bung, cara seperti ini mampu membuat bung kelimpungan nantinya, lantaran utang kartu kredit kian membengkak. Dilansir dari Mens Health, The National Retail Federation memperkirakaan kalau orang Amerika akan menghabiskan lebih dari 1.000 Dolla AS untuk musim liburan tahun ini.

Hutang kartu kredit jelas bukan penyakit musiman bung. Lantaran setiap orang kerap ingin memudahkan karena tidak ingin ribet soal liburan. Hal itu perlu digaris bawahi karena menjadi landasan kenapa seseorang kerap enteng untuk menggunakan kartu kredit dalam setiap transaksi.

Meskipun begitu bukan berarti bung tidak boleh menggunakan kartu kredit. Seorang analisis industri untuk CreditCards.com, Ted Rossman memiliki petuah untuk bung yang memiliki kartu kredit di musim liburan ini.

Kapan pun Anda dapat membayar tagihan secara penuh, saya pikir itu ide yang baik untuk menggunakan kartu. Alasannya adalah bahwa ada peluang hadiah besar dan perlindungan konsumen yang lebih baik pada kartu kredit daripada kartu debit.” ucapnya.

Intinya dalam menggunakan kartu kredit tidak boleh sembarang, harus ada tanggung jawab dan ada pula yang dipikirkan. Masih dilansir dari laman yang sama, ini ada beberapa cara tentang membelanjakan kartu kredit secara bertanggung jawab.

Apabila Bung Menggunakan Saat Liburan, Bayar Tepat Waktu Jangan Kelupaan

Banyak orang mengalami masalah dengan tenggang waktu pembayaran. Bisa membeli tapi tak bisa melunasi. Katakanlah bung membuat tagihan di bulan liburan yakni Desember. Nah, tagihan yang muncul tentu akan ada pada awal Januari, kemudian bung memiliki beberapa minggu masa tenggang untuk membayar.

Bersyukur kalau bung bisa melunasi dengan tepat waktu tanpa terkena tenggang waktu dan bunga, tetapi akan menjadi masalah kalau bung tidak membayar tepat waktu. Saat itulah kartu kredit benar-benar membuat hidup bung kacau!

Kami melihat bahwa rata-rata tarif kartu kredit adalah sekitar 17 persen, dan itu termasuk yang terendah,” kata Rossman.

Hindari Store Cards, Karena Itu Jebakan!

Selama musim liburan ketika bung berbelanja di toko perihal membeli oleh-oleh , pasti bung akan mendapat godaan dari seorang kasir yang menanyakan, “apakah bung ingin menghemat 10 persen pada pembelian hari ini?” kemudian kasir akan menunjukan kredit Store Cards.

Tentu bung harus menolaknya. Menurut penuturan Rossman, pemilihan store cards sangatlah tidak seimbang bagi keuangan, karena tingkat suku bunga store cards sangat tinggi. Tetapi para konsumen biasanya terjebak karena store cards menawarkan kredit yang lebih rendah.

Bermain Dengan Point Kartu Kredit

Jika anda dapat membayar tagihan kartu kredit, maka gunakan hadiah sebagai keuntungannya” ujar Rossman.

Kalau bung pengguna kartu kredit tentu paham banyak point yang dapat bung mainkan sebagai keuntungan, sebagai ganjaran bung merupakan pengguna kartu kredit dalam kategori baik alias tidak pernah menunggak pembayaran. Beberapa point tersebut biasanya menawarkan belanja liburan.

Tetapi tetap saja ini bergantung kepada bung, apakah bung punya uang lebih untuk memenuhi tagihan secara tepat waktu.

Agar Tak Kelilit Utang, Tandai Email Tagihan

Pasti bung mendapatkan tagihan di email, karena kalau tagihan dikirim di kantor atau rumah pasti akan mengalami keterlambatan yang membuat bung juga terlambat membayar tagihan kartu kreditnya. Bagi pegawai bank, keterlambatan membayar karena surat yang datang terlambat dibilang sebagai alasan klasik.

Jadinya bung pastikan untuk membintangi tagihan lewat email dan mencatat untuk buat pengigat agar bung dapat membayar sesuai tanggal.

Simpanlah Uang dan Berhematlah

Pasti bung paham, saat berlibur banyak permintaan oleh-oleh dari berbagai rekan kerja sampai orang di rumah. Dari pada bung mendapati tagihan yang membuat pala pusing dan dompet kosong. Alangkah baiknya bung menghemat pengeluaran, dengan mengerem saat melakukan pembelanjaan lewat kartu kredit.

Terutama pada beberapa hal yang tidak begitu penting untuk bung belanjakan, lantaran terlena akan kemauan untuk beli ini itu, dapat berbuah petaka ketika tagihan tidak dapat bung penuhi. Oleh karena itu, berhematlah dan simpan uang anda.

1 Comment

1 Comment

  1. Bijeh

    April 16, 2015 at 11:06 pm

    Rumusnya gak salah tuh min??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top