money

Muda Foya-Foya, Tua kaya Raya

Mati masuk surga. Begitu idiom setengah bercanda yang dulu sering kita dengar dan dengungkan sesama kawan. Tapi benarkah hal tersebut bersifat utopis dan tak terjangkau akal?

Soal masuk surga memang tak bisa kita prediksi. Tapi soal muda foya-foya dan tua kaya raya bukanlah sebuah hal yang jauh panggang dari api. Dengan rencana yang tepat, kita bisa tetap memenuhi kebutuhan di hari tua meski sudah tidak lagi beraktivitas.

Tapi kenapa kita perlu merencanakan hari tua? Sebagai laki-laki kita tetap dituntut bisa memenuhi kebutuhan pribadi serta pasangan kita hingga nanti. Pensiun hanya status dari aktivitas bekerja, sementara tuntutan kemampuan memberikan nafkah akan tetap melekat sebagai tanggung jawab laki-laki hingga renta sekalipun.

Masalahnya masih sedikit dari kita yang sadar akan hal ini. Berapa persen dari penghasilan kita sekarang yang benar-benar dikonsentrasikan untuk menghidupi kita di hari tua? Belum ada? Jangan panik jika memang demikian. Karena dengan strategi yang tepat kita masih bisa mengejar ketertinggalan untuk memenuhi kebutuhan di hari tua nanti. Apa saja strateginya?

investasi pensiun

Mulai dari sekarang

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah menunda perencanaan pemenuhan kebutuhan dihari tua. Alasannya biasanya berkutat di seputar kebutuhan saat ini yang juga masih menumpuk. Padahal dengan memulai sesegera mungkin, justru kita hanya perlu menyisihkan sedikit uang saat ini. Jadi konsep “muda foya-foya” tadi masih bisa terpenuhi tanpa harus melupakan kebutuhan di hari tua.

Tentukan usia pensiun

“Baru juga kerja berapa tahun masa iya harus sudah mikirin pensiun”

Mungkin begitu pikiran yang melintas. Namun ini justru bagian penting dari strategi persiapan masa pensiun dimasa datang. Pikiran “let it flow” ini tidak bisa diberlakukan dalam perencanaan hari tua. Benar rejeki memang ada yang mengatur, tapi cerdas mengelola adalah bagian yang tak kalah penting.

Karena itu cobalah menyisihkan sedikit waktu untuk merenung dan berencana. Kapan kiranya kita ingin pensiun. Pada usia berapa, kita sudah tak lagi mau atau mampu beraktivitas. Angka yang paling umum adalah usia 55 tahun. Tapi ini sangat relatif. Mengingat beberapa orang berencana untuk pensiun diusia yang lebih muda, sementara sebagian lagi memilih terus beraktivitas setidaknya hingga sekitar 65 tahun.

Coba kita asumsikan angka moderat 60 tahun sebagai usia pensiun. Kemudian jika saat ini kita berusia 30 tahun, berarti tersisa sekitar 30 tahun untuk menyiapkan keuangan yang akan digunakan dimasa tua nanti. Sisa tahun inilah yang akan kita gunakan untuk perhitungan nantinya.

Tentukan berapa sisa usia kita

Okay, hal ini mungkin terdengar menakutkan. Atau mungkin sebagian berteriak bahwa kapan mati merupakan ranah yang tak boleh dijamah manusia. Tapi sejatinya ini bukanlah perhitungan yang ingin mendahului kehendak Yang Kuasa.

Perhitungan ini hanya merupakan perkiraan tentang berapa lama kita akan menghabiskan hidup setelah kita pensiun. Taruhlah jika contoh di atas, usia pensiun ditetapkan pada usia 60 tahun. Maka jika kita berandai-andai akan hidup hingga usia 80 tahun. Berarti akan ada 20 tahun usia kita yang tidak lagi berpenghasilan. Artinya pula, masa 20 tahun itulah yang harus ditanggung oleh 30 tahun sisa usia produktif yang tersisa.

Hitung pengeluaran di masa pensiun

Nah, kita sudah perkirakan bahwa kita akan hidup 20 tahun setelah masa pensiun. Sekarang masalahnya berapa kebutuhan yang harus dipenuhi diusia pensiun nanti. Gaya hidup seperti apa yang kita inginkan?

Pastinya pengeluaran tidaklah sebesar saat ini. Tidak ada lagi beban biaya sekolah anak misalnya. Rumah dan apartemen juga sudah lunas tercicil. Sementara Ducati atau harley davidson tak lagi butuh pembaharuan berarti. Artinya biaya hidup sudah jauh berkurang.

Angka yang moderat untuk pensiunan kelas menengah perkotaan berkisar diangka 4 juta hingga 10 juta rupiah. Tentunya angka ini bisa lebih bervariasi jika penghasilan sobat yomamen saat ini dan gaya hidup masa tua ingin lebih glamor dan bling-bling.

Jangan menabung
Loh kenapa jangan menabung? Coba kita buka lagi hitungan tadi. Usia saat ini 30 tahun, ingin pensiun diusia 60 tahun, berencana hidup hingga 80 tahun dengan kebutuhan perbulan 4 juta. Faktanya, angka 4 juta per bulan ketika kita pensiun nanti tidaklah 4 juta per bulan.

Dengan perkiraan nilai inflasi mencapai 12 persen, kebutuhan per bulan ini akan berkali-kali lipat. Sementara jika kita hanya menyisihkan uang untuk ditabung di bank, bunga yang didapat hanyalah berkisar dari 9 persen hingga 12 persen. Berarti apa yang kita tabung itu lah yang kita dapat.

Nah, seandainya penghasilan saat ini 4 juta rupiah, bagaimana mungkin kita bisa menyisihkan 4 juta rupiah untuk ditabung dan digunakan di masa tua nanti? Berarti pula masa muda tak berfoya-foya bukan? Masa iya di usia muda dan produktif kita mau hidup susah demi mengencangkan ikat pinggang?

Inilah saatnya kita berkenalan dengan instrumen investasi yang lain. Bentuknya beragam dari pasar uang, pasar saham, surat hutang negara dan bentuk lainnya yang beragam. Dengan berinvestasi, kita bisa mendapatkan return yang tinggi. Hingga bisa memenuhi kebutuhan pokok yang telah kita hitung tadi.

Dengan perkiraan macam tadi, taukah sobat yomamen berapa banyak uang yang harus disisihkan melalui pola investasi jika ingin hidup nyaman 4 juta per bulan selama 20 tahun setelah pensiun diusia 60 tahun? Jawabnya tak lebih dari 150 ribu rupiah. Mudah bukan?

Tertarik untuk menghitung-hitung sendiri? Silahkan download perhitungan pensiun ala yomamen pada link berikut ini. Ingat, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga!

1 Comment

1 Comment

  1. Bijeh

    April 16, 2015 at 11:06 pm

    Rumusnya gak salah tuh min??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

6 Kiat Berkendara dengan Motorsport

Yang namanya berkendara dengan motorsport memang agak tricky. Selain harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima—lantaran bobot body motor semacam ini pastinya di atas motor skuter matic, menunggangi kuda besi yang satu ini tak seperti naik motor lainnya. Pasalnya, ada tips khusus yang perlu diketahui agar tubuh tetap nyaman selama berkendara dan motor pun tetap dalam kondisi baik setibanya di tujuan seusai berkendara.

1.Biasakan Melakukan Cek Secara Menyeluruh Sebelum Berkendara

Sebelum memulai perjalanan, biasakan mengecek motor apakah motor dalam kondisi prima, mulai dari ban, rem, kopling, hingga sektor lampu. Jika semua aman, baru cari riding position alias posisi duduk yang menurutmu paling nyaman sehingga saat berkendara pun bisa santai namun tetap hati-hati.

2.Pastikan Sudah Tahu Posisi Badan yang Benar Saat Hendak Berkendara

Jangan karena mengejar gagah-gagahan lantas Bung memposisikan badan jauh dari stang sampai tangan lurus dan kaku. Karena ini bukan motor skuter matic, maka badanmu justru harus sedikit menunduk dengan posisi lenganmu sedikit menekuk.

Kenapa harus begitu? Karena lengan yang menekuk ini akan membantumu meredam rebound alias tendangan balik peredam kejut pada stang saat motor menghantam lubang. Kalau posisi sudah mantap, barulah mulai berkendara.

3.Jangan Asal Naik, Posisi Kaki pun Harus Stabil

Untuk posisi kaki, penempatannya harus pas karena ruangnya tak sebanyak di motor skutik yang menggunakan deck lebar. Motorsport hanya punya sedikit footstep tempat meletakan kaki. Lalu paha harus menempel ke tangki motor dengan posisi menjepit. Kendati begitu bukan berarti diam dengan tegang dan kaku. Kakimu harus tetap dalam kondisi relaks.

Posisi ini akan mempermudah untuk melakukan antisipasi bila Bung akan melakukan manuver ekstrem seperti hendak menghindari tabrakan. Dengan paha yang menempel ke tangki, Bung bisa mempertahankan posisi duduk agar tidak tergeser ke kanan kiri dan dapat mengeliminir risiko terpental dari motor.

4.Carilah Posisi yang Senyaman Mungkin untuk Tangan saat Menggenggam Stang

Untuk posisi tangan, perhatikan posisi tangan ketika menekan tuas kopling dan rem depan. Usahakan ketika mengoperasikan tuas rem depan atau kopling yaitu dengan cara menekan ujung tuas supaya ringan. Menekan tuas kopling bisa menggunakan dua jari yang sekiranya dianggap paling nyaman bagi pengendara.

5.Kenali Bentuk Motor Yang Bung Kendarai

Banyak orang meremehkan hal ini dan langsung saja betot gas ketika menunggangi kuda besinya. Padahal bentuk motor yang berbeda akan membuat pengendalian yang berbeda pula. Ambil contoh misalnya GSX-R150 dan GSX-S150. Dua motor Suzuki ini punya DNA yang sama, namun bentuknya berbeda sehingga handlingnya pun akan berbeda.

GSX-R150 dengan fairing tentunya punya body depan yang lebih lebar jika dibanding saudaranya tipe S yang bertipe naked bike. Tentunya butuh ruang lebih lebar jika merambah kemacetan.

Hal lainnya misalnya spion GSX-R150 yang ditanam di body depan sementara GSX-S150 berada di tangki. Ini akan membuat perbedaan karena GSX-S150 spionnya akan bisa ikut menyelip jika stang dimainkan ketika beraksi diantara kendaraan lain, sementara tipe R butuh perhitungan sebelumnya karena spionnya tang tak bergerak.

6.Kenali Juga Karakter Motormu Agar Tepat Mengambil Kesimpulan Di Jalan

Bung harus mengenali karakter motormu dengan tepat. Mulai dari karakter mesin hingga karakter berkendaranya. Coba kita ambil contoh GSX-S150. Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Karakternya jinak diputaran bawah sehingga membuatmu tak repot kalau mengendalikannya di RPM rendah.Tapi jangan lantas anggap remeh tenaganya. Kenali dulu, karena ketika diputaran menengah dan atas kalau tak siap, Bung akan dibuat terkejut dengan ledakan tenaganya.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup besar untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90. Tentunya cukup lebar untuk membuatmu tetap stabil di jalan lurus, namun cukup lincah untuk melakukan manuver.

Nah dengan kiat-kiat macam itu tentunya Bung akan lebih aman dan nyaman mengendari motorsport milikmu.

1 Comment

1 Comment

  1. Bijeh

    April 16, 2015 at 11:06 pm

    Rumusnya gak salah tuh min??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Logika yang Perlu Bung Sampaikan, Pada Si Nona yang Minta Segera Dihalalkan

Beberapa istilah yang menandakan kode memang sudah sering nona tunjukkan, tapi bukan berarti kami tak sayang dan ingin segera melamar. Sebab sejatinya ada berbagai macam prahara yang patut untuk dipertimbangkan.

Nona jangan buru-buru melongos karena merasa tak terima, hal ini dikatakan bukan tanpa alasan. Bung boleh saja risau, takut kalau-kalau pujaan hati akan berpindah pada laki-laki lain. Maka demi menghindari hal itu terjadi, cobalah bantu ia untuk mengerti. Sampaikan pada dirinya, jika bung punya alasan logis untuk menunda (sementara waktu) urusan menikah.

Tak Sebatas Ijab Kabul Semata, Kita Tentu Butuh Materi Untuk Menggelar Pesta

Tanpa harus dijelaskan, harusnya sang nona sudah paham paham. Melangsungkan penikahan bukanlah sesuatu yang bisa kita anggap remeh. Sebab selain proses sakral yang memang bukanlah sebuah permainan, ada materi yang juga perlu dipersiapkan.

Meski katanya menikah adalah perkara kata sah dimata agama dan negara, agaknya kurang pas juga jika tak menggelar pesta. Dan nona pun, agaknya tak akan mau jika begitu.

Dan tak hanya perihal biaya pesta saja, ada perintilan lain yang juga bung harus siapkan tentunya. Katakanlah entah itu mahar untuk si dia, cincin kawin, seserahan hingga biaya lain yang sudah pasti tak sedikit. Bersabarlah nona, lelaki mu ini juga sedang berusaha.

Agar Tidak Membebani Orang Tua, Barangkali Bung Sedang Mengumpulkan Dananya

Tak ingin jadi tanggung jawab orang tua, sudah saatnya kita memang harus mandiri. Suatu waktu pada momen tertentu, cobalah bung ajak si Nona bicara empat mata. Jelaskan padanya jika saat ini bung masih berusaha. Memenuhi pundi-pundi rupiah agar segera mensahkan hubungan dengannya.

Jangan khawatir ia akan marah, sebab perempuan yang memang tulus cinta bung, tentu akan memahami usaha yang sedang bung kerjakan. Bukan malah menuntut buru-buru dilamar.

Masih Ada Cita-cita yang Ingin Dijadikan Nyata, Untuk Hidup Bahagia Bersama si Nona Nantinya

Karir dan gambaran hidup mapan dengan kebutuhan yang tercukupkan tentulah impian semua orang. Dan itu pula yang bung inginkan. Barangkali masih ada janji pada diri sendiri, perihal keinginan yang ingin dicari hingga mimpi lain yang belum terpenuhi.

Saat ini bung mungkin masih ingin fokus pada upaya dalam penitian karir. Sebab ini akan jadi modal bila nanti akan datang melamar ke rumah sang nona. Agar tak dinilai sedang berkelit lidah, bung bisa jelaskan bagaimana duduk masalahnya.

Tentang usaha apa yang masih ingin dijadikan nyata hingga mimpi apa saja yang akan dilakukan sebelum nanti akan menikah.

Bukan sedang berpikir bahwa menikah akan menghalangi semua mimpi, namun jika bisa dijadikan menjadi nyata sebelum menikah, lantas kenapa harus ditunda?

Lagipula Menikah Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan, Kehidupan Setelahnya Pun Patut Untuk Dipersiapkan

Dengan menikah semuanya lantas selesai, tentu tidak bung!

Justru ini akan jadi babak baru dengan medan yang lebih terjal lagi. Cerita baru dengan status yang berbeda akan terasa bahagia, namun akan ada pula cobaannya. Jika masih tak percaya, bung boleh berkaca pada teman yang lebih dulu melakoninya.

Bandingkan bagaimana kehidupan setelah menikah, antara mereka yang memang berencana dengan matang dengan yang melenggang tanpa perencanaan. Tentulah berbeda.

Laki-laki mana yang tak ingin membuat sang istrinya nanti bahagia, untuk itu katakan pada si nona jika bung sedang mempersiapkan kehidupan layak untuknya.

Bukan Mengulur-ngulur Waktu, Jika Memang Benar-benar Sudah Ingin Ajaklah Si Nona Untuk Berupaya Bersama

Dibalik sikap menghindar yang kerap kita tunjukkan, tentu ada keinginan yang sama dengan yang si nona katakan. Ya, kita pun tentu ingin segera menikahinya.

Maka agar semakin segera, bung boleh mencoba untuk berkompromi dengannya. Menawarkan kerja sama untuk semua persiapan, sebelum nanti akan melangsungkan pernikahan. Sebab jika memang berjodoh dengannya, tentu semua akan dilancarkan.

1 Comment

1 Comment

  1. Bijeh

    April 16, 2015 at 11:06 pm

    Rumusnya gak salah tuh min??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Ketika Si Nona Melakukan Kesalahan Ini, Bung Hanya Bisa Terdiam Tanpa Tindakan

Nampaknya si nona memiliki hak veto dalam hal pembenaran setiap sikapnya yang kerap kali salah mengambil tindakan. Padahal si nona sudah sering kali mengutarakan janji untuk tidak akan mengulanginya lagi. Tapi setiap kali, janji si nona lebih mirip sebuah omongan tanpa isi yang tak bisa dipegang atau pun diamalkan. Bung yang merasakan kesal dan jengkel pun, sampai tidak tega untuk menegur atau memarahinya.

Padahal kalau Bung tidak memarahai dan tidak mengingatkannya, si nona tidak bisa berpegang pada prinsipnya. Kalau ini terus berjalan begitu saja tentu dapat menjadi hal yang buruk bagi dirinya sendiri. Sedikit berbeda dengan Bung yang sudah berapa kali dituntut berubah saat melakukan kesalahan pada si nona, dan Bung pun segera introspeksi sembari menata diri kembali.

Menyelesaikan Masalah Tanpa Pikir Panjang, Membuat Si Nona Ujung-ujungnya Geram

Ketika masalah mencuat dengan segala kepelikannya di setiap sisi, membuat si nona panik dan juga emosi. Begitu emosi mulai melanda hati, si nona pun terburu-buru mencari solusi. Tanpa basa-basi ia langsung melancarkan solusi tersebut hingga ujung-ujungnya menyesal lantaran tidak berpikir panjang. Anehnya, tak cuma sekali tetapi berkali-kali. Bung pun selalu mengingatkan sedari awal untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Namun si nona pun tak mendengarkan, hingga akhirnya Bung angkat tangan, meski kadang jadi sasaran korban kekesalannya.

Si Nona Kerap Mengecap Bung Tidak Peka. Padahal Ketika Ditanya Ada Masalah, Si Nona Selalu Menggelengkan Kepala

Ya begitulah si nona, selalu menghadirkan teka-teki yang buat laki-laki untuk berpikir sendiri. Ibarat ujian tanpa kisi-kisi, Bung harus mengerjakannya sekuat tenaga dan hati. Si nona pernah dirundung masalah hingga mukanya ngedumel lecek yang membuat Bung bertanya-tanya ada apa. Seraya dengan halus ia menjawab, “Tidak ada apa-apa”, meskipun Bung tahu ada masalah tetapi mengoreknya menjadi hal yang sia-sia. Ketika emosinya sudah mencapai ubun-ubunnya, lagi-lagi Bung jadi korbannya dengan mendapat cap sebagai laki-laki tidak peka.

Selalu Mendengarkan Omongan Orang Lain Meskipun Kenyataan Yang Terjadi Sangatlah Berbeda. Tapi Apa Daya, Si Nona Tetap Teriris Hatinya

Ketika kehidupannya kerap dijadikan bahan omongan beberapa orang hingga sampai kepada telinganya, tentu membuat si nona tak enak badan. Maaf, maksudnya tak enak hati. Kejadian itu membuat si nona down dan kerap menangis karena terkenal syndrom social justice. Padahal Bung bilang, abaikan saja, ibarat anjing menggonggong kafilah berlalu. Tapi bagi si nona kutipan bijak itu tak dapat menjadi jawaban. Intinya, omongan orang pasti ada, lebih baik tak usah didengarkan. Karena hidup itu kita yang jalani tapi orang lain yang pusingi.

Perihal Diet Menjadi Aksara Kambuhan Yang Kerap Tak Bisa Dilakukan

Untuk urusan makanan, Bung selalu bisa melahap apa saja karena badan Bung tidak gampang melar. Beda halnya dengan si nona, yang bisa terbuka perutnya hingga kelihatan gemuk dari biasanya. Menjadi gendut tentu hal yang tidak disukai oleh wanita. Alhasil program diet pun dijalankan, namun programnya tak berjalan karena selalu beringas kalau melihat makanan. Ketika Bung coba mengingatkan, si nona malah sentimen, dengan senjata andalannya si nona berkata, “Kamu harus mencintai aku apa adanya!”. Padahal apabila tubuh si nona bagus, tentu dia juga bakal suka.

Kerap Membicarakan Pernikahan Dan Pelaminan Namun Tak Bisa Menabung, Karena Kalap Melihat Diskonan

Ada dua hal yang saling berkaitan dengan si nona, yakni belanja. Belanja nampaknya menjadi momok yang sulit dihindarkan sehingga si nona tak dapat memisahkan mana yang harus dibeli dan tidak. Namun hal yang tidak perlu dibeli seketika ingin dimiliki saat ada diskonan yang menarik hati. Tak pelak, Bung selalu mengingatkan tentang janji dan ikatan pernikahan yang kerap kali diucapkan setiap telponan. Tetapi si nona bilang, “Ini terakhir, besok aku mulai nabung,”. Ya sudahlah Bung, lebih baik dengarkan dan berdoa saja agar si nona dapat disadarkan.

1 Comment

1 Comment

  1. Bijeh

    April 16, 2015 at 11:06 pm

    Rumusnya gak salah tuh min??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Money & Power

Jangan Lakukan Kebiasaan Remeh Ini Bila Kamu Ingin Disukai Rekan Kerjamu Bro!

Setiap orang tentu ingin diterima di lingkungannya. Hal itulah yang sebenarnya poin penting yang akan menentukan kenyamanan. Begitu juga di lingkungan kerjamu, kamu tentu ingin diterima dengan tangan terbuka. Sebab tanpa rasa nyaman, mustahil kamu bisa bekerja dengan optimal. Tak heran bila kamu berusaha sekuat tenaga agar bisa diterima di kantor dan memperoleh kenyamanan saat bekerja.

Sayangnya ada beberapa hal-hal kecil yang sebenarnya krusial namun malah luput dari perhatianmu. Khawatir melakukan kesalahan besar justru membuat kamu melakukan kebiasaan kecil yang bisa mengakibatkan hancurnya reputasi kamu. Tentu kamu tak ingin hal ini terjadi pada dirimu bukan? Berikut daftar kebiasaan-kebiasaan yang bisa membuat kamu tidak disukai rekan kerjamu.

Meski Kamu Anggap Sepele, Tidak Ada Satu Orang Pun Yang Suka Berdekatan Dengan Pembohong!

Jangan berbohong untuk alasan apapun. Bahkan berbohong untuk alasan kebaikan pun sebaiknya kamu hindari. Sangat sulit untuk mengandalikan kebohongan yang terlanjur dilakukan. Bahkah kebohongan tersebut akan jadi menyebar dan kamu hanya tinggal bisa menerima konsekuensinya saja. Ingat, tidak ada satupun orang yang ingin menerima kebohongan. Lagi pula berbohong hanya akan membuatmu kehilangan wibawa yang sudah dibangun dengan susah payah itu.

Jangan Jadi Pengecut Yang Hanya Berani Menikam Dari Belakang Bro!

Menikam dari belakang jelas bukan perbuatan terpuji. Ini mengindikasikan sikap mental yang minus. Bahkan prilaku ini bisa menimbulkan konflik di tempat kerja. Tidak ada orang yang ingin ditusuk dari belakang. Pengkhianatan selalu menimbulkan luka. Menikam dari belang artinya kamu dengan sengaja telah menyakiti orang lain. Ini sama sekali bukan prilaku terhormat. Laki-laki sejati seharusnya malu melakukan ini. Tidak heran dengan melakukan tindakan ini, kamu tidak akan disukai oleh rekan kerjamu.

Hobi Bergosip Di Tempat Kerja Hanya Akan Membuatmu Terlihat Buruk!

Bergosip tidak akan membuat anda terlihat lebih baik. Ini jelas bukan sikap yang baik. Lagi pula sangat tidak pantas bila laki-laki suka bergosip. Apalagi bila kamu menggosipkan rekan kantor anda sendiri. Bukan tidak mungkin hal itu akan sampai pada telinga yang bersangkutan. Kalau sudah begini, hanya akan tinggal menunggu bom waktu meledak. Jangan heran kalau sikap mereka yang menjadi objek gosip anda jadi berubah. Ingat, tidak  ada satu orang pun yang suka digosipkan. Lagi pula kantor adalah tempat untuk  bekerja, bukan untuk bergosip. Buang-buang waktu saja Bro!

Kamu Penyuka Petai Dan Jengkol? Boleh Kok, Namun Pastikan Dulu Kamu Sudah Bebas Bau Ketika Berangkat Ke Kantor Ya!

Tidak nyaman rasanya bekerja di lingkungan yang kurang bersih. Idealnya kantor adalah tempat yang selalu bersih dan tidak berbau. Jangan hanya karena egomu untuk memakan makanan yang berbau, kamu membuat seisi ruangan tidak nyaman. Idealnya kamu memang jangan memakan makanan yang meninggalkan bau saat berangkat bekerja. Jika kamu terpaksa melakukan ini, bersihkan dirimu atau kamu bisa menggunakan parfum untuk menghilangkan jejak bau makanan tersebut. Petai dan jengkol adalah jenis makanan yang biasanya menjadi pangkal masalah ini. Bukankah selalu tampil rapi dan wangi akan membuat rekan kantor lebih menhargaimu?

Mengeluarkan Pernyataan Bahwa Kamu Tidak Menyukai pekerjaanmu Adalah Bukti Dari Tanggung Jawabmu Yang Rendah!

Memperkerjakan orang yang tidak bisa mensyukuri pekerjaannya adalah pilhan terakhir. Terus berkoar bahwa kamu tidak menyukai pekerjaanmu hanya akan membuatmu terlihat buruk. Kalau sudah begini kamu pun tak lagi terlihat antusias dalam bekerja. Sikap kerja seperti ini akan segera ditangkap oleh atasanmu. Kamu bisa dicap memberi pengaruh buruk pada rekan-rekan kerjamu. Alih-alih memberi kompensasi pada tim kerjamu, kamu hanya akan menjadi benalu yang menghambat prestasi kerja. Tak heran bila rekan-rekan kerjamu tak menyukaimu. Melakukan hal itu hanya akan menjadi bumerang untuk kariemu. Jika kamu terus seperti ini, siap-siap saja dicopot oleh atasanmu.

1 Comment

1 Comment

  1. Bijeh

    April 16, 2015 at 11:06 pm

    Rumusnya gak salah tuh min??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top