power

Pria-pria Dengan Profesi Ajaib

Coba kita ingat sewaktu guru sekolah dasar kita bertanya tentang cita-cita. Nyaris semua punya jawaban seragam. Untuk anak laki-laki jawabannya tidak jauh-jauh dari profesi presiden, polisi dan pilot. Kalaupun ada yang nyeleneh paling banter menjawab mau jadi Superman.

Tapi nyatanya saat ini kita tidak serta merta kebanjiran profesi polisi atau pilot. Kabar terakhir bahkan perbandingan jumlah polisi dan masyarakat justru memprihatinkan. Apalagi untuk posisi presiden, sama seperti dulu, kita cuma punya satu presiden.

Faktanya, memang bukan semata soal cita-cita masa kanak-kanak yang sering kali melenceng jauh. Tapi kondisi industri dan perekonomian secara umum juga berpengaruh terhadap makin beragamnya pilihan profesi.

Coba kita tengok kebelakang sebentar. Di era orde lama misalnya pilihan profesi belumlah begitu beragam. Ada beberapa profesi yang dinilai cemerlang pada era ini. Diantaranya Politisi, Dokter, Tentara dan guru. Wajar karena ini adalah era kebangkitan politik Indonesia pasca kemerdekaan dan ketahanan negara jadi isu utama. Sementara untuk dokter dan guru saat itu diposisikan sebagai profesi bergengsi.

Di era orde baru lain lagi. Konsentrasi ekonomi besutan eyang Soeharto mengarah pada pembangunan konstruksi fisik. Tak mengherankan jika profesi macam arsitek dan sipil jadi idaman. Selain itu berkembangnya jaminan negara terhadap pegawai negeri juga mendorong banyaknya pekerja yang terjun menjadi abdi negara alias pegawai negeri.

Masuk di era reformasi yang paling kentara adalah makin derasnya informasi. Lalu lintas dan akses informasi yang dulu dibatasi kini terbuka luas seiring jatuhnya sang rezim penguasa. Tak heran jika kemudian profesi seputar komunikasi, media massa dan sejenisnya memasuki masa bulan madu. Tak sedikit pemodal besar pemilik media masuk hingga ke kampus-kampus untuk menyaring bibit muda. Perusahaan jenis lain pun punya pilihan profesi komunikasi beragam yang bisa dimasuki.

Tapi toh era itu tak berlangsung lama. Satu per satu media massa gulung tikar. Seleksi alam pun terjadi. Lantas apa yang kemudian booming?

Sampai sejauh ini belum begitu jelas terlihat. Bahkan nampaknya ragam pilihan profesi makin bersifat sporadis dan unik. Karena itu kami mencoba mengangkat profesi-profesi unik beberapa pria yang bahkan lima tahun lalu belum ada dibenak pria Indonesia atau masyarakat umumnya. Berikut beberapa diantaranya.

Bisa jadi tidak semua orang paham ketika Ernest Prakasa memutuskan berhenti bekerja dan memilih sebagai comic. Bahkan mungkin tidak semua orang paham apa itu comic. Maklum saja meski di luar negeri sudah lama menjamur, stand up comedy baru muncul di tahun 2011. Baca selengkapnya…

Lain lagi dengan Yosef Ardi. Ketika orang lain hanya menjadikan blog sebagai pengganti diary berisi curahan hati, ia justru menjadikan blognya sebagai mata pencaharian. Profesi sebagai problogger ini memang baru muncul sekitar pertengahan 2005. Bagaimana ia bergelut dibidang ini? Baca selengkapnya…

Sejatinya Apple memang sudah ada sejak 1976. Tapi profesi Developer Apple seperti yang dijalani Dimas Andhana mungkin baru dikenal beberapa tahun belakangan di Indonesia. Maklum saja, serbuan produk-produk besutan Steve Jobs itu baru terasa masif sekitar 5 tahun terakhir. Lantas bagaimana Dimas bisa memutuskan berkonsentrasi di bidang ini? Dan bagaimana pula hingga ia akhirnya bisa mendirikan perusahaan Beetle box? Baca Selengkapnya…

Tiga pria di atas hanya merupakan contoh dari makin beragamnya pilihan profesi di Indonesia saat ini. Ketiga pria itu memang menginspirasi kita untuk memilih profesi berdasarkan apa yang kita suka.

Namun toh keadaannya memang kadang tidak semanis itu. Menurut Feberina Melva Irene Siahaan, konsultan di konsultankarir.com, memilih profesi biasanya dibayangi oleh keputusan akan karir atau calling.

Karir menurut wanita yang biasa disapa Feby ini berkaitan dengan hal pemenuhan urusan perut atau status harga diri yang lebih tinggi. Sementara calling adalah sebuah pilihan profesi yang mendasarkan pada keinginan pribadi.

Di sinilah biasanya dilema yang dihadapi para pria. Tuntutan sosial di masyarakat mengharuskan pria untuk menjadi kepala keluarga yang dapat menanggung kebutuhan istri mau pun anaknya. Wajar jika kebanyakan pria mengesampingkan unsur calling dibandingkan dengan unsur karir.

Tapi dari ketiga pria di atas kita bisa belajar bagaimana mereka menyeimbangkan kedua faktor ini dan berusaha survive ditengah gugatan ekonomi yang makin kapitalis.

1 Comment

1 Comment

  1. MT

    July 9, 2013 at 11:24 am

    tadi pagi di perjalanan mbuka yomamen via smartphone tapi gagal komen. katanya terlalu pendek komennya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Laki-Laki Juga Berhak Pakai Beragam Warna, Karena Hal Itu Menentukan Karakter!

Dari penelitian, secara statistik warna biru adalah yang paling banyak difavoritkan oleh orang. Termasuk juga warna yang paling banyak dipilih mayoritas laki-laki. Sementara perempuan paling banyak memilih warna hitam. Sementara warna yang paling sedikit difavoritkan adalah warna kuning. Hanya 5 persen orang yang memilih warna ini sebagai kesukaan. Itu pun semakin menua, mereka yang tadinya memilih kuning akan beralih ke warna orange.

Dalam cabang ilmu psikologi, warna ini tak cuma dianggap angin lalu. Ada cabang keilmuan psikologi khusus yang mempelajari hal ini. Disebut pemilihan warna dipengaruhi oleh karakter. Lantas apa kata ilmu tersebut mengenai warna pilihanmu?

Biru Itu Tenang Dan Senang Keteraturan

 

Biru itu serupa warna lautan. Seringnya di asosiasikan dengan ketenangan. Mereka yang memfavoritkan warna biru biasanya gemar mencari kedamaian dan keteraturan dimanapun dia berada. Biasanya penyuka warna biru mudah bergaul dan sangat bisa diandalkan.

Merah Itu Senang Menjadi Pusat Perhatian Dan Ingin Terlihat Menarik

Meski belum ditemukan sebabnya, namun sejumlah studi menyebut bahwa warna merah cenderung lebih menarik perhatian dibandingkan warna yang lain. Beberapa menyebut hal ini berkaitan dengan insting dasar biologis tubuh yang cenderung memanas dan memerah jika merasa tertarik. Bahkan sejumlah penelitian juga menyebut, laki-laki yang menggunakan warna merah tingkat kegantengannya akan bertambah.

Meski tanpa sengaja, orang yang menyukai warna merah umumnya berasal dari kesadaran ini. Mereka merasa lebih diperhatikan jika menggunakan warna merah. Keinginan untuk selalu mendapat perhatian inilah yang kemudian mendorong seseorang menyukai warna merah.

Hijau Itu Sangat Memperhatikan Keuangan, Keamanan Dan Kesejahteraan

Hijau memang sering dikaitkan dengan alam dan lingkungan. Namun menurut psikologi warna, mereka yang memilih hijau umumnya adalah orang-orang yang mengutamakan kestaabilan keuangannya, sangat ingin mendapatkan rasa aman dan mengutamakan kesejahteraan.

Orange Itu Pembawaannya Santai Dan Mudah Bersahabat

Merka yang gemar warna oranye atau orange umumnya juga gemar menjadi pusat perhatian. Cenderung bersifat flamboyan dan sedikit playboy. Punya banyak teman dan tak senang sesuatu yang serius. Konon katanya penyuka warna oranye ini cenderung menunda pernikahan loh bro!

Abu-Abu Itu Senang Kebebasan Dan Sulit Berkomitmen

 

Warna ini berada diantara hitam dan abu-abu. Seperti warnanya yang “tak jelas”, karakter penyukanya juga tak terlalu senang komitmen. Menurut psikologi warna, penggemar warna ini hanya punya sedikit emosi, mudah bosan dan tak mau terikat.

Mereka tak punya sesuatu yang benar-benar disukai atau sesuatu yang benar-benar dibenci. Semua biasa saja untuk mereka. Hidupnya yang bebas dan tak mau terikat biasanya justru membuat penasaran banyak orang.

Hitam Itu Moody, Tak Mau Ribet Namun Inginnya Yang Berkelas

Para penyuka hitam ini tidak mau berhadapan dengan segala keribetan. Mereka selalu ingin hal-hal yang berkualitas dan berkelas. Ujungnya karakternya cenderung moody alias mudah berubah-ubah jika menemui hal yang kurang disukainya. Biasanya dipilih oleh orang yang tidak maau kehidupan terlalu aneh-aneh.

Putih Itu Menganggap Dirinya Polos

Putih itu sering dikaitkan dengan suci dan kepolosan. Namun sesungguhnya penyuka warna putih itu tak begitu polos-polos amat. Namun mereka ingin meyakinkan orang lain bahwa diri mereka polos. Sementara sebetulnya mereka sama sekali tidak polos dan cenderung “pintar”.

Kuning Itu Idealis Dan Perfeksionis

Penyuka warna kuning itu cenderung idealis dan bahkan perfeksionis. Mereka juga punya optimisme yang di atas rata-rata. Sayangnya keinginan untuk segala sesuatu itu selalu sempurna mendorong orang dengan karakter ini jadi mudah cemburu dan iri.

Jadi Pilihan Warnamu Apa? Coba Sesuaikan Dengan Kendaraanmu!

Guna memperkuat karaktermu tentunya pas kalau kendaraan sehari-hari yang digunakan warnanya sesuai dengan yang kamu favoritkan. Seolah menjawab tantangan ini, Suzuki mengeluarkan Suzuki Address Playful.

Motor model baru tersebut merupakan pilihan tambahan dari Suzuki Address FI yang telah eksis sebelumnya.Namun kini dilengkapi dengan 10 pilihan warna aksesoris panel bodi menarik dan penuh gaya yang dapat disesuaikan dengan karakter kamu.

Yup, kamu tak salah baca memang ada 10 pilihan warna. Motor yang dilepas seharga 15,4 juta ini punya warna Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange dan Ice Silver.

Selain warnanya yang menarik motor ini cocok untuk penggunaan harian karena dimensi bodinya yang mungil dengan dimensi pas dan seimbang. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dan ramping hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Skutik ini juga nyaman karena didukung suspensi depan dan belakang yang tangguh. Untuk bagian depan menggunakan suspensi tipe Telescopic Coil Spring Oil Damped. Sedangkan untuk belakang Suzuki Address Playful menggunakan suspensi tipe Swingarm Coil Spring Oil Damped.

Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Jadi kamu pilih yang mana?

1 Comment

1 Comment

  1. MT

    July 9, 2013 at 11:24 am

    tadi pagi di perjalanan mbuka yomamen via smartphone tapi gagal komen. katanya terlalu pendek komennya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Berhemat Bukan Cuma Urusan Perempuan Bro

Masih jadi penganut aliran jadul yang berpikir cuma perempuan yang musti mengurusi keuangan? Ini sudah jaman kapan bro. Lagi pula laki-laki itu tugasnya tak berhenti sekedar cari nafkah, bagaimana uang itu dihabiskan juga menjadi tanggung jawab kita.

Buat yang sudah berpasangan, dalam hal mengatur keuangan, jiwa laki-laki yang kuat berpikir akan menjadi penyeimbang perempuan yang kuat merasa. Peran kita akan membuat perencanaan keuangan bersama pasangan menjadi lengkap.

Sebetulnya kenapa sih kita harus melakukan penghematan? Kenapa kita harus menabung? Toh kita selama ini mampu membayar kebutuhan kita, kenapa pulak kita harus repot menyisihkan penghasilan untuk menabung?

Ingat bro boleh saja sekarang gagah perkasa bisa berpenghasilan dengan lancar. Tapi kondisi kita tidak akan selalu sama seperti sekarang ini. Kita tidak selalu bisa seproduktif seperti saat ini.

Coba bayangkan saja kalau kita sakit, tentunya kita tidak akan bisa bekerja seperti biasanya. Atau nanti ketika tua kita juga sudah tak lagi bisa menghasilkan seperti ketika muda. Padahal kita diharapkan jadi tulang punggung keluarga. Nah, pada saat itulah kita akan menuai hasil penghematan yang kita lakukan saat ini.

Masalahnya, yang bikin para pria enggan berhemat itu karena mengasosiasikan dengan hidup susah dan tak menyenangkan. Padahal penghematan itu juga bisa dilakukan dengan cara keren.

Berhemat Itu Bukan Karena Tak Punya Uang, Tapi Justru Ketika Sedang Berkelimpahan Uang

Hal yang membuat berhemat tak terlihat keren, karena umumnya penghematan dan menabung itu dilakukan oleh kita belakangan. Saat-saat ketika uang yang tertinggal hanya sisa remah-remah akhir bulan. Jika seperti itu tentunya berhemat jadi tak menyenangkan karena terasa seperti keharusan karena kehabisan uang. Ditambah lagi cara ini sering kali gagal.

Untuk itu cobalah untuk melakukan penghematan itu di depan. Rencanakan semua pengeluaran itu sebelum bulan berjalan. Jadi yang kita lakukan adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran, bukan melakukan pengetatan ikat pinggang karena kekurangan uang. Tentukan dulu sedari awal prosentase uang yang ingin kita hemat setiap bulannya.

Irit Itu Tak Perlu Rumit, Menabunglah Menggunakan Rumus 80-20!

Tenang bro, tak perlu mengernyitkan dahi dulu berpikir berapa porsi yang harus kita sediakan untuk menabung. Sudah ada ahli yang membuat perhitungan ini.

Seorang pemikir manajemen bisnis bernama Joseph M. Juran memperkenalkan konsep menabung 80-20. Konsepnya dari rumus ini sangat sederhana. Kita hanya perlu menabung sebesar 20% dari pendapatan bersih yang telah kita peroleh. Kemudian gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Sebesar 50% dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan 30% sisanya dipakai untuk membeli apa yang kita inginkan.

Berhemat Itu Bukan Berarti Menghapus Mimpi Bro, Semua Bisa Tetap Dilakukan Asal Dengan Perencanaan

Berhemat dan menabung itu bukan berarti menghapus impian kita selama ini. Justru  Sikap “yang penting punya tabungan” biasanya sumber dari kegagalan menabung. Karena kita tak akan punya motivasi jelas kenapa harus berhemat.

Karena itu cobalah untuk membuat daftar impian kita terlebih dahulu dan kenapa kita harus berhemat karenanya. Misalnya, berhemat karena ingin mengganti smartphone terbaru dengan harga tertentu, ingin membeli sepatu merk tertentu yang harganya tak murah, ingin menabung untuk penghasilan di hari tua, berhemat untuk dana darurat ketika sakit, dan tujuan spesifik lainnya.

Dengan membagi tujuanmu secara rinci manajemen keuangan kita juga akan lebih baik. Dan tentunya kita akan punya banyak pos keuangan yang tidak saling tumpang tindih.

Barang Yang Keren, Tak Selalu Idientik Dengan Boros

Kita keliru kalau berpikir barang-barang yang hemat itu tak bagus. Dan sebaliknya barang-barang yang keren itu harus boros. Coba ambil contoh misalnya lampu LED yang hemat energi. Bentuk dan nyala lampunya jauh lebih baik dari lampu biasa. Pendingin ruangan juga punya karakteristik yang sama. AC dengan teknologi low watt punya bentuk yang lebih langsing dan jauh lebih bisa disesuaikan dengan tampilan interior rumah.

Tunggangan Motor Yang Hemat Pun Bahkan Bisa Bikin Kita Tampil Elegan

Sementara untuk kendaraan kita bisa menengok Suzuki Nex. Motor satu ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit. Ketika pemecahan rekor mampu mencapai 109,8Km/L. Hal ini dimungkinkan karena Suzuki Nex dibekali mesin SOHC 113cc dengan teknologi SUPER FI (Suzuki Performance Fuel Injection) dan mesin berkonsep LeaP (Light, Efficient and Powerful) yang telah terbukti menghasilkan tenaga besar secara presisi dan minim gesekan sehingga mampu mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Tapi meski lekat dengan irit dan hemat bukan berarti Nex akan membuat kita jadi tampil seadanya. Karena Suzuki menawarkan rasa elegan dan mewah pada skutik yang dibandrol Rp12,6 juta ini. Pilihan warna misalnya disediakan Matt Titanium Silver, Matt platinum Silver dan Matt Black. Warna-warna yang masuk kategori berkelas.

Desainnya sendiri juga berkelas dengan lampu depan model V dengan bodi keseluruhan yang ramping. Nah, terkait dengan dimensi, pada Suzuki Nex Reborn ini memiliki ukuran dimensi dengan panjang 1850 mm, lebarnya 665 mm, dan jarak sumbu rodanya memanjang sepanjang 1235 mm serta memiliki berat hingga 87 Kg saja.

Suzuki pun juga melengkapi Suzuki Nex ini dengan velg Casting Wheel berukuran 14 inci yang akan terbalut ban berukuran 70/90-14 M/C 34P untuk bagian roda depan dan 80/90-14 M/C 46P untuk roda bagian belakang. Sebuah tampilan yang tentunya elegan sekaligus sporty.

Jadi siap berhemat dengan dengan gaya bro?

1 Comment

1 Comment

  1. MT

    July 9, 2013 at 11:24 am

    tadi pagi di perjalanan mbuka yomamen via smartphone tapi gagal komen. katanya terlalu pendek komennya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sudah Mau Tahun Baru Lagi Bro, Sudah Siapkan Apa Yang Baru?

Tak sadar bulan sudah menginjak Oktober, sebentar lagi sudah masuk tahun baru lagi. Terasa cepat? Mungkin karena kita menikmati tahun ini. Ya, kata orang waktu seolah cepat terbang ketika kita bersenang-senang.

Meski kemarin bersenang-senang, di tahun yang baru sewajarnya kita mempersiapkan hal-hal yang baru pula. Penting agar hidup tak monoton dan itu-itu saja. Dari sekian banyak hal, apa yang mau kamu siapkan?

Penampilan Baru Bro? Sekedar Potongan Rambut Baru Atau Sampai Urusan Perbesar Otot

Sudah berapa lama sejak berganti penampilan diri? Kapan terakhir menjajal model rambut yang baru? Mecukur rambut mungkin rutin. Tapi kapan terakhir mencoba penampilan rambut yang lain? Kenapa tidak merasakan sensasi perubahan penampilan karena urusan rambut, ini akan memberikan energi baru di tahun yang baru.

Atau mau menempuh jalan yang lebih ekstrem? Menjalankan diet ketat untuk lebih sehat dan punya penampilan oke misalnya. Atau malah ingin tampil dengan fisik yang lebih oke, dan kemudian menjajal olah raga yang selama ini belum sempat dilaksanakan. Menjadi lebih sehat tentunya sebuah resolusi tahun baru yang baik bukan?

Hobi Baru? Coba Hal Yang Selama Ini Tak Terpikirkan

chef Andrian Ishak

Punya hobi itu resep paling mujarab untuk menghalau stres. Selain itu, hobi baru biasanya akan berujung pada bertemu dengan orang-orang baru. Karena itu di tahun yang baru, tak ada salahnya untuk mencoba hobi baru. Lagi pula salah satu fungsi baik dari hobi, bisa membuat pikiran lebih kreatif.

Bingung mencari hobi? Coba ingat kembali masa-masa kecil dan remaja. Hal apa yang ketika itu kita minati. Mungkin banyak hal yang dulu tak bisa dilaksanakan dan sekedar impian, namun saat ini sudah bisa dilaksanakan.

Bisa jadi dulu ingin melakukan traveling tapi usia dan kondisi keuangan tidak memungkinkan misalnya. Atau dulu gemar melihat-lihat motor besar tapi tak bisa mencicipi karena belum punyaa SIM. Hal-hal macam ini yang bisa mendorong kita menemukan hobi.

Pekerjaan Baru? Siap Meninggalkan Zona nyaman

Sudah berapa lama di kantor lama bro? Masih betah di posisi yang itu-itu saja? Mungkin di tahun yang baru ini saatnya untuk menjajal petualangan di tempat baru. Tak mudah memang, karena mungkin sudah nyaman di tempat sebelumnya. Tapi tak juga salah kalau mulai coba melirik-lirik peluang besar lainnya ya.

Ilmu Baru? Belajar Tak Cuma Berhenti Di Bangku Sekolah

 

Mumpung ada momen perpindahan tahun, saatnya mengupgrade diri jadi lebih baik. Caranya dengan mencari ilmu baru. Bukan berarti proses belajar berhenti ketika kita meninggalkan bangku sekolah terakhir bukan?

Mereka yang lulusan SMA bisa memikirkan ke jenjang S1. Sementara S1 bisa ke S2 dan seterusnya. Di luar itu juga kita bisa mengambil kursus atau ilmu-ilmu nonformal lainnya yang bisa menambah wawasan dan kreativitas.

Kendaraan Baru? Ada Year End Promo Suzuki Nih

Nah, coba tengok ke garasi. Sudah berapa lama usia kendaraan yang menemani beraktivitas seharian. Jangan-jangan ini sudah waktunya untuk dipensiunkan. Bukan hanya karena soal kondisi motor, tapi tentunya menggunakan kendaraan baru untuk berpergian akan membuat kita lebih semangat menghadapi tahun yang baru.

Kamu bisa menjajal tawaran menarik dari Suzuki. Periode 1 – 31 Oktober 2017 ini Suzuki punya Year End Promo. Setiap pembelian motor GSX series akan mendapatkan hadiah jaket sporty full protector. Jadi bukan hanya kendaraan yang baru, tapi penampilan berkendara juga baru.

GSX yang akan menemanimu di tahun baru itu memang jadi penanda makin kuatnya Suzuki di kelas motor sport. Melalui dua model GSX S150 dan GSX R150 Suzuki terlihat tak main-main menggarap segmen ini. Pasalnya dua variannya kali ini diklaim telah dipersenjatai oleh fitur tercanggih dan terkini. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 dan GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan. Batas maksimum putaran mesin pun masih dapat dipacu hingga batas 13.000 RPM.

Tak Cuma urusan dapur pacu yang digarap serius. Tampilan juga menjadi perhatian serius Suzuki. Mengikuti perkembangan tren warna yang disukai oleh publik Indonesia, Suzuki GSX-R150 hadir dalam 5 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

Dengan penampilan motor macam ini tentunya tahun baru makin semangat bro. Jadi sudah siap berubah di tahun yang baru?

1 Comment

1 Comment

  1. MT

    July 9, 2013 at 11:24 am

    tadi pagi di perjalanan mbuka yomamen via smartphone tapi gagal komen. katanya terlalu pendek komennya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top