Inspiring Men

Dimas Andhana: iOS Developer Yang Tak Punya Banyak Kompetitor

Sejatinya Apple memang sudah ada sejak 1976. Tapi profesi pembuat aplikasi untuk produk Apple atau biasa disebut Developer platform Apple seperti yang dijalani Dimas Andhana mungkin baru dikenal beberapa tahun belakangan di Indonesia. Maklum saja, serbuan produk-produk besutan Steve Jobs itu baru terasa masif sekitar 5 tahun terakhir.

Lantas bagaimana Dimas bisa memutuskan berkonsentrasi di bidang ini? Dan bagaimana pula hingga ia akhirnya bisa mendirikan perusahaan Beetlebox? Ayo kita simak dalam bentuk wawancara.

Sejak kapan memutuskan untuk mengembangkan bisnis di platform apple dan Kenapa akhirnya memilih untuk berkonsentrasi di platform Apple?

Sejak tahun 2009. Ada dua faktor yang membuat kami memutuskan untuk mengembangkan bisnis di bidang iPhone App developer(saat ini disebut iOS Developer), pertama karena faktor merasa rugi apabila devices apple yang mahal hanya digunakan sebagai gaya-gayaan, jadi kami memilih untuk lebih produktif bersama apple devices. Kedua adalah peluang besar untuk berbisnis bersama apple. Pada saat itu, market mobile device di dunia internasional sudah mulai dikuasai oleh iPhone 1st gen. Sedangkan market Indonesia masih terpana dengan teknologi blackberry. Oleh karena itu Kami melihat potensi yang cukup besar di development iPhone App.

Di Indonesia sendiri kapan profesi ini muncul dan berkembang?

Yang saya ketahui pada tahun 2009 ketika kami membentuk beetlebox, pada saat itu kami hanya memiliki satu kompetitor iPhone developer asal rusia yang berdomisili di Indonesia. Juni 2010, apple merilis ‘iOS’ dimana os tersebut running pada iPhone dan iPad. Kurang lebih satu tahun setelahnya, iOS developers mulai bermunculan di Indonesia.

Kenapa profesi ini akhirnya muncul di Indonesia?

Ada beberapa faktor, mulai dari Apple meresmikan apple id asal indonesia bisa download aplikasi di app store, kemudian Telkomsel mulai melakukan bundling paket data di Indonesia, device iPad yang laris manis di pasar Indonesia.

Bagaimana peluangnya? Secara global maupun lokal?

Pada tahun 2009 yang lalu, peluang justru memang banyak dari market global. Untuk peluang di Indonesia sendiri, iOS developer masih tidak sebanyak android developers/programmers. Sehingga demandnya cukup banyak.

Apa syaratnya jika orang ingin menggeluti bisnis ini?

Syaratnya pertama punya apple device, karena rasanya sulit untuk menjalani bisnis ini tanpa merasakan user experience yang khas ala apple, untuk development juga hanya bisa dilakukan dengan menggunakan apple devices. Kedua join dan mengerti tata cara apple development program.

Saat ini Dimas punya perusahaan bernama Beetlebox, Bagaimana awal terbentuknya? apa sejak awal ketika memutuskan berkembang di platform apple sudah membentuk perusahaan ini?

Bersama dua teman saya, Finan dan Obet. Kami sejak awal memang memfokuskan beetlebox menjadi iOS App developers. Awal terbentuknya adalah karena kami apple users dan melihat potensial bisnis yang ada didalamnya. Saat ini alhamdulillah sudah berkembang menjadi 10 pegawai.

Beberapa berpendapat apple terlalu eksklusif, menurut Dimas?

‘Terlalu’ selalu identik dengan hal yang negatif. Menurut pandangan saya eksklusifitas apple tidak menuju ke arah yang negatif, Apple cukup konsisten dengan pasarnya dan selalu menjaga experience user tetap pada level yang tinggi. Tentu hal ini menjadi pembeda dengan kompetitor yang memiliki target market disemua lini, yang kemudian harus mengorbankan kenyamanan user experience.

Dalam sebuah artikel, perusahaan Beetlebox pernah ditawar untuk diakuisisi, bagaimana ceritanya dan kenapa ditolak?

Jujur memang banyak akuisisi yang kami tolak, namun kami juga pernah kok diakuisisi oleh VC (venture Capital: pemodal dengan latar belakang perusahaan-Red-). Dan karena ketidak sepahaman dengan vc tersebut akhirnya akuisisi telah berakhir, dan saat ini beetlebox kembali running sebagai developers yang independen.

Apa kaitan paling signifikan antara profesi pengembang apple dengan kehidupan personal?

Hmmm Mungkin jika ingin dikait-kaitkan, sebagai iOS developers kami selalu mengkedepankan user experience dan lebih mementingkan ‘proses’ development ketimbang sekedar development yang asal-asalan. Kami selalu menjaga tingkat kenyamanan user selalu pada tempatnya. Hal ini terbawa ke kehidupan personal, dimana dalam keseharian saya tidak ingin mengerjakan sesuatu setengah-setengah, serta lebih menghargai dan menjaga karya orang lain. Karena baik ataupun buruk suatu karya orang tersebut, telah ada proses yang terjadi sebelumnya.

Beberapa profesi jadi enggan melakukan kegiatan yang berkaitan profesinya jika sedang libur, misalnya pegawai bank enggan bicara perbankan, chef jadi malas masak dirumah, apa ini juga terjadi pada dimas dalam artian jadi malas menyentuh Ipad, mac atau Iphonenya?

Hahaha Justru sebaliknya, device apple hampir selalu cocok dengan segala situasi. Namun demikian, saya malas atau enggan menggunakan device tersebut ketika sedang menghabiskan waktu bersama keluarga.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Pria-pria dengan profesi ajaib | Yomamen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top