Kisah

Dari Pahalawan Menjadi Beban, Jadi Kendala Setiap Pemain di Lapangan

Ketika di lapangan sepakbola apapun bisa terjadi, yang semula mendapat sambutan meriah, beberapa menit kemudian bisa mendapat cacian macam minyak curah. Untuk itu penting bagi setiap pemain menjaga performa secara matang, dan meminimalisir kesalahan yang diperbuat. Lantaran ada kemungkinan mereka semua yang berlaku hero bisa turun kasta menjadi zero.

Buruknya performa di lapangan dari salah seorang pemain bisa berimbas kepada tim. Kamu yang mencetak gol sekarang ini, beberapa menit kemudian kamu bisa membawa malapetaka dengan mencetak gol ke gawang sendiri. Apakah ada pemain yang tampil seperti ini? jawabannya banyak bung!

Cristiano Ronaldo

Pemain sekelas Cristiano Ronaldo pun, pernah menjadi Hero to Zero, saat ia masih membela Real Madrid dalam babak knock out Liga Champions melawan Bayern Munchen. Leg pertama skuad Cristano cs tertinggal 1-2, alhasil Real Madrid hanya butuh menang dengan selisih dua gol atau 1-0 pun cukup demi memastikan langkah ke ke Final Champions League 2011/12.

Semuanya tampak mudah setelah Ronaldo mencetak sepasang gol dalam 15 menit pertama. Sebelum Arjen Robben menyamakan kedudukan di menit ke-27 lewat titik putih. Hingga perpanjangan waktu, skor masih 2-1 dan harus ditentukan lewat babak adu penalti. Ronaldo ditunjuk sebagai eksekutor pertama, tetapi ia gagal mencetak gol setelah ditepis Manuel Neuer. Real Madrid pun tersingkir setelah kalah 2-3 di babak adu penalti.

Jamie Vardy

Leicester City dan Manchester City harus bertemu di babak perempat final League Cup 2017/18. Jamie Vardy hampir senasib dengan kisah Ronaldo yang bertemu Bayern Munchen. Pasalnya Vardy menyelamatkan muka The Foxes, dengan gol penaltinya di penghujung waktu normal.

Padahal Leicester turun dengan skuat utama, sedangkan Manchester City dengan lapis kedua. Pertandingan pun harus ditentukan lewat babak adu penalti, Gagalnnya Vardy menjadi eksekutor membuat Leicester tersingkir dari League Cup.

Leonardo Bonucci

Bonucci pun senasib dengan Vardy dan Ronaldo, kala ia membela panji-panji Itali di Euro 2016. Di babak semifinal Italia bertemu dengan lawan kuat Jerman, sempat unggul lewat gol Mesut Ozil. Leonard Bonucci pun mampu menyeimbangkan lewat sepakan 12 pas.

Laga pun harus diteruskan hingga babak adul penalti karena kedudukan sama kuat bertahan sampai babak tambahan dimainkan. Bonucci gagal mengeksekusi dengan baik alhasil Italia tersingkir, kegagalannya berkontribusi dalam kekalahan 6-7.

Timnas Italia gagal melaju ke semifinal Euro 2016 setelah dikalahkan Jerman lewat adu penalti di babak delapan besar. Sempat tertinggal lewat gol Mesut Ozil, Leonardo Bonucci berhasil menyeimbangkan kedudukan lewat titik putih pada menit ke-78. Laga pun diteruskan hingga babak adu penalti.

Michel Platini

Michel Platini memang menjadi pemain legendaris yang kini menjabat sebagai Presiden UEFA, menjadi pemain legendaris tak berarti ia sempurna. Karena Platini pernah mengalami momen buruk dalam karirnya pada babak perempat final Piala Dunia 1986 lalu, saat menghadapi Brasil. Platini menjadi pemecah kebuntuan dengan membuat skor imbang 1-1.  Namun sayangnya, pada babak adu penalti, Platini  gagal sehingga Prancis pun tersingkir.

Zinedine Zidane

Mungkin ini menjadi moment yang paling diingat jutaan pasang mata Sepakbola. Ketika Zinedine Zidane yang berhasil mencetak gol dari titik putih saat menghadapi Italia di babal Final Piala Dunia 2006. Harus dihukum kartu merah karena berselisih dengan Marco Materazzi sehingga ia menanduk pemain Inter Milan tersebut sampai tersungkur.

Alhasil Perancis  harus berjuang dengan 10 pemain, dan harus kalah dari Italia lewat babak adu penalti. Kejadian ini membuat Zidane memutuskan untuk pensiun.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Mereka yang tak pernah minta maaf, ternyata benci diri mereka sendiri

Berteman dengan orang yang tidak pernah meminta maaf terkadang membuat kita bingung dan sering terluka. Sulit untuk berteman dengan orang-orang yang berpikir bahwa mereka selalu benar.

Untuk semua orang yang memiliki teman seperti itu, sebuah penelitian menyimpulkan bahwa orang yang lebih jarang meminta maaf tidak menyukai diri mereka sendiri. Bukannya mereka merasa begitu sempurna sehingga sulit untuk meminta maaf, tetapi mereka biasanya malu dengan kesalahan mereka sehingga mereka menghindari masalah.

“Bahkan jika mereka benar-benar harus meminta maaf, mereka tetap tidak mau. Penelitian ini sangat menarik karena dapat membantu kita menentukan faktor-faktor yang memudahkan kita untuk meminta maaf,” kata Anna Vazeou-Nieuweinhuis, mahasiswa pascasarjana psikologi. di University of Pittsburgh dan peneliti utama studi ini.

Mereka bukannya tanpa rasa malu atas kesalahan mereka, meskipun seringkali mereka tidak pernah mau menunjukkan rasa malunya. Nah, disinilah faktor yang menunjukan bagaimana orang yang tak pernah minta maaf itu tidak percaya diri.

Karena orang yang percaya diri akan merasa malu namun tidak akan menghindari masalah. Setidaknya ada tiga elemen inti yang dimiliki oleh orang yang percaya diri. Pertama, Kemampuan untuk tetap bersikap ramah meski dalam kesulitan. Dua, selalu memahami bahwa manusia memang terkadang melakukan kesalahan. Ketiga, orang yang percaya diri punya kemampuan untuk mengenali saat berbuat kesalahan dan mengamati pikiran dan perasaan tanpa menghakimi saat terjadi kesalahan tersebut.

Orang dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dapat menghindari sikap negatif yang dapat menyebabkan masalah dan kegagalan, dan mereka dapat mengatasi masalah ini tanpa perlu menghindar dari masalah yang dihadapi. Pada saat yang sama, orang yang kurang percaya diri cenderung lebih sering memikirkan hal-hal dan perasaan yang memalukan, dan akhirnya membuat mereka tak mau kelihatan buruk dengan mengakui kesalahan.

Selain menegaskan bahwa orang yang percaya diri lebih mungkin untuk meminta maaf daripada orang yang tidak percaya diri, temuan ini juga mengungkapkan proses psikologis di balik perilaku yang dapat membangun atau menghancurkan hubungan.

Vazeou-Nieuwenhuis menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mencegah orang meminta maaf, dan punya kepercayaan diri dapat mencegah hal ini

Lantas bagaimana dengan orang yang minta maaf tapi tidak tulus? Yup, betul, ada juga yang meminta maaf, tapi tidak tulus. Temuan ini menimbulkan pertanyaan apakah rasa percaya diri berhubungan dengan kesediaan untuk meminta maaf.

Vazeou-Nieuwenhuis mengatakan, ketika orang merasa sangat defensif, mereka biasanya meminta maaf dengan asal saja.

“Dalam penelitian berukutnya, kami berharap untuk menyelidiki lebih lanjut apakah kepercayaan diri yang lebih tinggi akan membuat seseorang lebih serius saat meminta maaf” ujarnya melanjutkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Mobil Ini Paling Murah Di Indonesia, Fiturnya? Ya…

Pilihan mobil memang sudah banyak saat ini. Tapi tak semua cocok dengan kantong. Mimpi boleh saja setinggi langit tapi terkadang isi dompet juga yang menentukan. Tak mengapa Bung, yang penting toh fungsinya. Sejauh tidak memaksakan Bung punya keuangan, bisa jadi mobil ini paling cocok.

Ini dia Daihatsu Ayla 1.0 D yang merupakan mobil baru termurah yang dijual di Indonesia saat ini. Ingat Bung, ini versi 1.0 tipe D ya. Mobil ini memang memiliki harga yang paling terjangkau di antara berbagai produsen mobil saat ini. Orang Indonesia sudah bisa memiliki mobil seharga 103,3 juta rupiah.

Tapi ya, ada harga ada rupa ya Bung. Jangan berharap lebih. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama dari segi keamanan dan kenyamanan. Sejak peluncurannya, Daihatsu Ayla 1.0 D tidak dibenamkan fitur pendingin udara atau air conditioner (AC). Juga tidak ada fitur entertainment audio pada mobil berkapasitas 5-penumpang ini

Sebagai model termurah, Ayla 1.0 D M/T juga tidak dilengkapi lampu LED, dan bodinya tidak memiliki hiasan krom sehingga terlihat tampil sederhana. Pelek yang digunakan bertipe kaleng menggunakan ukuran 13 inci. Itu pun belum menggunakan Dop alias penutup pelek. Bagian belakang juga tidak dilengkapi wiper.

Namun sesuai harga yang murah, performa Daihatsu Ayla 1.0 D MT tentunya juga irit bahan bakar. Karena mobil ini dicangkokkan mesin 998 cc 3 silinder berkode 1KR-DE, DOHC mampu menyemburkan tenaga 65 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 86 Nm pada 3.600 rpm. Cukup lah menemani berkendara di dalam kota.

Beberapa keunggulan yang diberikan Daihatsu Ayla 1.0 D antara lain panel door trim, moulded headliner, sun visor dan B-pillar trim. Kemudian kursi baris pertama dan kedua dilengkapi dengan sabuk pengaman tiga titik dan side impact beam. Kemudian jok depan juga bisa diatur untuk sliding dan reclining.

Meski terkesan sederhana, namun setelah tiga tahun diluncurkan, Daihatsu Ayla 1.0 D masih memiliki penggemar. Fakta membuktikan bahwa mobil ini mengirimkan hingga 125 kendaraan pada tahun 2016. Kendati begitu jumlahnya memang terus mengalami penurunan. Daihatsu Ayla 1.0 D hanya ada 10 kendaraan yang dikirimkan selama tahun 2017, sebagai perbandingan penjualan model D+ mencapai 885 kendaraan. Tahun 2020 lalu malah hanya ada 5 unit yang berhasil terjual.. Kemudian antara Januari dan Juni 2021, hanya 12 Ayla 1.0 D yang dibagikan.

Dibandingkan dengan merek lain saat ini, Daihatsu Ayla 1.0 D MT merupakan mobil ramah lingkungan (LCGC) termurah. Sebagai perbandingan, Honda Brio Satya S M/T seharga 151,4 juta rupiah, Suzuki Karimun Wagon R 122 juta rupiah, dan Toyota Agya 144,9 juta rupiah.

Jadi bagaimana Bung siap bergaya sesuai kantong? Atau justru sedang cari mobil bahan untuk modifikasi?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Tampilan Nakal Modifikasi Benelli PE 250 Long Fork Chopper

Bung pastinya sudah sering menengok Benelli Patagonian Eagle 250 yang dimodifikasi alias dicustom. Maklum, motor satu ini memang asyik jadi bahan para modifikator. Karena tampilan serta suara mesin yang gahar ala motor empat silinder.

Salah satunya adalah Benelli PE garapan bengkel Circus Local Custom (CLC). Di wawancarai oleh Okky Adam dalam channel youtubenya, pemilik CLC mengaku terinspirasi dari chopper ala Amerika.

 

Inspirasi ini paling kentara dilihat dari tampilan shockbreaker depan yang menganut springer dengan tipe long fork. Tipikal peredam kejut panjang maam ini memang digemari para penggila chopper negeri paman sam yang ingin mengulang era 70-an.

Tak berhenti di situ catnya juga mengamini era ol skul ini. Dibalur warna hitam dengan jilatan lidah api menjulur dari mulai tangki hingga spakbor bagian belakang. Lidah api ini sengaja dipilih dengan grafis yang tegas untuk menegaskan era tersebut.

Aslinya Benelli PE 250 ini menganut sistem knalpot 2:2. Alias dua silinder keluar kedua pipa knalpot. Uniknya, di motor ini konsep tersebut diubah nyeleneh dengan menambahkan lagi 2 pipa knalpot. Posisinya juga dibuat terangkat ke atas.

Asiknya lagi, rangka dari motor Patagonian Eagle ini tidak mengalami pemotongan. Kendati demikian konsepnya tetap menganut rigid. Untuk “mengakali” digunakan strut bar dari besi sebagai pengganti shockbreaker bagian belakang.

Bagi para pengguna chopper pasti sudah memahami bahwa konsep rigid begini akan mengurangi kenyamanan berkendara. Tapi tujuan dari custom motor ini memang bukan ke arah sana. Utamanya adalah menonjolkan aura gahar dari motor Benelli PE yang menggendong mesin lumayan gambot 250cc tersebut.

Nah motor ini bisa Bung jadikan inspirasi jika ingin memiliki chopper bernuansa ol skul era 70-an. Lengkapnya bisa disaksikan di video di bawah ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top