Inspiring Men

Bung Gata Mahardika, Tukang Gambar dari Jogja

Menyebut dirinya sebagai Astronot partikelir pada laman Instagram pribadinya, bung mungkin akan dibuat bingung. Sebab kalimat tersebut, jelas jauh dari gambaran sosoknya. Bung Gata bukanlah seorang astronot, bukan pula seseorang yang bekerja untuk Nasa. 

Agar tak semakin keliru, sedikit kami jelaskan, bung Gata adalah seorang Filmmaker, animator juga illustrator yang berasal dari Yogya. Disosial media instagram, sosoknya kerap berbagi beberapa hasil karya yang ia buat. Bahkan, karena ada beberapa pertanyaan yang kerap masuk di kolom komentar, pada laman instagram pribadinya di @gatagitu, ada satu konten yang memakai hastag #GatagituMenjawab. Disana bung bisa lihat, bagaimana bung menjawab hal-hal yang sering ditanyakan oleh beberapa followers kepadanya. 

Dan dari beberapa karyanya sebelumnya, baru-baru ini bung Gata, diminta sebagai pihak yang melukiskan setiap nuansa dan rasa pada setiap lagu di debut album pertama milik Gardikah Gigih, berjudul “Nyala”. Sekedar Informasi, Gardikah Gigih, adalah sahabat dari bung Gata yang juga seorang komposer dan pianis dari Jogja.

Konon, kawan bernama asli Gata Guruh Mahardika ini adalah salah satu orang yang pernah mengenyam pendidikan Arsitektur di Universitas Gadjah Mada. Tapi memilih kabur dari kampus, lalu menekuni profesi yang sekarang ia jalani. Lantas apa sebenarnya hal yang melatarbelakangi keputusan kaburnya tersebut? Demi mencari tahu jawabannya, ada beberapa pertanyaan yang sudah berhasil kami kirimkan pada bung Gata dan telah dijawab baik olehnya. 

Bisa diceritakan mengapa bung Gata terjun ke profesi sekarang, karena konon bung adalah lulus arsitek dari UGM?

Hmmm… pada dasarnya saya bukan tipe pembelajar yang bisa anteng di kelas, saya penganut seeing is believing, practicing is understanding, jadi saya sering bolos dan berkegiatan di luar. Nah, semesta membawa saya bertemu orang-orang yang berkecimpung di dunia kesenian, mulai dari seniman rupa, teater, musik, fotografer, dan praktisi seni terapan seperti ilustrasi dan video branding, jadilah sa sering membantu dan berguru pada orang-orang tersebut.

Saya bertapa di kawah candradimuka sambil mencari benang merah dari hal-hal yang saya pelajari, desain, estetika visual, musik, dramaturgi, kritik sosial, storytelling, dll. Eureka! Film!

p.s. saya nggak lulus loh, saya kabur dari kampus

Lalu apa yang lantas akhirnya mendorong bung hingga menjalani profesi sekarang ini?

Sa banyak bergaul dengan orang yang lebih tua, entah kenapa, mungkin kehendak semesta juga. Jadi, ketika saya di awal umur 20-an, teman-teman saya banyak yang mengalami quarter life crisis, yang akhirnya menular ke saya, saya mengalami quarter life crisis ketika seharusnya saya masih lalala di dunia yang indah ini. Krisis ini berakhir ketika saya mencapai simpulan “kalau saya tetap jadi arsitek, saya akan jadi arsitek yang biasa-biasa saja”.

Tapi ini bukan pelarian kan, karena merasa tak akan jadi arsitek yang handal?

Ini adalah pelarian, tapi nggak lari-lari banget sih. Pergaulan yang terlalu luas itu bisa nggak baik juga, pergaulan membawa wawasan baru, dan Gata muda masih terlalu hijau untuk menerima semua itu. Begini penjelasannya, saya sering ngobrol sama orang sosial dan arsitek yang lebih senior, entah mengapa, mereka ini enggak memposisikan saya sebagai mahasiswa, mereka melihat saya sebagai arsitek yang sudah berprofesi sepuluh tahun, jadi kami banyak ngobrol dan diskusi mengenai diskursus yang berat, wacana yang bukan makanan mahasiswa S1 arsitektur. Bla bla bla bla bla…

Akhirnya saya buntu, saya bisa menilai kesalahan setiap desain, tapi saya nggak bisa mbenerin, dan lalu setiap mendesain pasti nggak bisa selesai. Buntu.

Pada laman instagram pada bagian bio bung menulis “Astronot partikelir”, bisa dijelaskan apa maknanya?

Nggak ada maknanya, ngasal aja.
Kalo dicek di KBBI, partikelir itu artinya mirip dengan swasta, bukan yang di bawah pemerintah.
“saya astronot, tapi swasta”
“emang bisa gitu?”
“Enggak lah”
“jadi ngayal aja?”
“iya”

Konon selain beberapa proyek lukisan yang kemarin dipamerkan pada konser Gardikah Gigih, bung Gata juga pernah membuat karya animasi. Darimana itu dipelajari?

Ketika saya menasbihkan diri sendiri sebagai filmmaker, saya menemui banyak kerepotan, harus cari alat yang proper, harus cari aktor, harus cari lokasi, bla bla bla. Saya benci repot, saya power saving man. Saya lumayan bisa menggambar, kalau gambarnya bisa gerak bisa jadi film, ya sudah saya bikin animasi saja. Internet yang mulia adalah guru saya.

Dan kalau boleh tahu, untuk semua karya-karya yang sudah dihasilkan siapa sosok yang jadi panutan?

Wong Kar Wai, Michael Gondry, Wes Anderson, Woody Allen, Akira Kurosawa, Garin Nugroho, Hayao Miyazaki, dan pihak-pihak lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Kalau ingin flashback ke belakang, apa karya yang pertama kali bung hasilkan?

Kalau animasi sih video pendek judulnya Sky Sailor, ini video untuk promosi konsernya Bung Gardika Gigih tahun 2013 mungkin ya.
Kalau pameran pertama, judulnya Pertemuan Ke Dua, tempatnya di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja.
Kalau karya pertama banget, saya pernah bikin bendungan pakai pohon pisang di kali depan rumah yang akhirnya bikin saya dimarahi orang sekampung.

Dalam waktu dekat, adakah project yang sedang dikerjakan? Kalau memang ada, apa?

Ada banyak sekali proyek yang terbengkalai, ada video pendek saya bikin koreografi untuk karakter animasi, setengah jadi. Ada film pendek, masih bergelut di skrip. Ada film panjang, masih dalam proses riset. Yang sekarang sedang jalan adalah film pendek interaktif, mediumnya VR 360, ceritanya tentang refugee.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Agar Tak Menanggung Malu Karena Lupa Cukur Bulu Hidung

Penampilan tak hanya sebatas pakaian, celana sampai sepatu, persoalan bulu hidung dan telinga tak boleh luput perhatian. Rambut-rambut kecil ini memiliki fungsi menyaring partikel dari debu dan patogen, supaya membantu seseorang dalam kesehatan yang lebih baik. Namun hal ini mengganjal sebagai penampilan apabila bulu-bulu tersebut ke luar dari ring telinga dan kuping, tentu saja dilihat sebagai yang janggal bagi orang lain bahkan terkesan menggelikan.

Salah satu tindakan yang pasti dilakukan adalah dengan mencukur. Ini merupakan hal normal kok, lagi pula pasangan bahkan si Nona yang sedang bung dekati pasti akan risih melihat ini. Bayangkan saja saat bung berbicara dekat dengan nona, tiba-tiba ia menjauh dan fokus ke arah bulu hidungmu, tidakkah itu membuat bung malu? cara menghilangkan rambut-rambut kecil ini perlu perawatan. Perawatan yang baik dan bersih, sekaligus tidak glamor.

Gapai Gunting Kecil dan Cukur Daerah yang Tergapai

Cara untuk memangkas rambut-rambut kecil yang mengganggu adalah dengan mengambil gunting kecil yang bisa tergapai. Karena rambut kecil ini memiliki manfaat, jadi jangan mencukur terlalu dalam, sekiranya bung cukur yang terlihat dari luar saja. Caranya sih simple, pegang gunting di satu tangan dan gunakan cermina pembesar di tangan lainnya untuk melihat lebih dekat. Hindari godaan untuk mencukur terlalu dalam karena fungsi rambut kecil ini ada manfaatnya.

Bisa Juga Dengan Pisau Cukur Listrik Namun dengan Pisau Khusus

Kalau bung merasa bulu hidung atau kuping cepat tumbuh dan tebal, cobalah berinvestasi dengan pemangkas berkualitas atau pisau cukur listrik. Karena dapat mencukur sampai ke akarnya. Tapi harus hati-hati jangan memaksa mencukur terlalu dalam ikuti petunjuk yang terdapat di perangkat tersebut, dan bung harus bisa menilai apakah ini terasa nyaman atau tidak dengan cukurannya.

Ingat, Menghilangkan Rambut-Rambut Kecil di Hidung dan Telinga ada Risiko Peradangan!

Ini alasannya kenapa kami bilang menghilangkan rambut-rambut kecil ini  butuh perawatan. Lantaran metode apapun yang dilakukan, mencukur rambut kecil itu membuka pori-pori dan menempatkan diri pada risiko peradangan atau infeksi. Jadi gunakan alat bersih, kemudian alihkan alat yang memungkinkan saat berpindah dari telinga ke telinga atau dari telinga ke hidung. Alasannya untuk mencegah kontaminasi dan akan melokalisasi infeksi ke satu area, jika memiliki infeksi kami sarankan langsung ke dokter ya bung.

Apabila Terinfeksi, Tenang dan Tangani

Meskipun telinga dan hidung bagus saat mencegah infeksi, tetapi itu tidak berarti saat terinfeksi tidak dapat meningkat dengan cepat dan menyakitkan loh! apabila tanda peradangan di bagian ini sudah muncul harus ditangani dengan cepat. Rongga telinga dan hidung memang terkenal menciptakan berbagai macam gejala, seperti sakit telinga dapat dianggap sebagai sakit gigi. Kemudian infeksi sinus yang menyakitkan itu, dapat dianggap sebagai migrain. Jadi saat infeksi terjadi tenang dan tangani.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Berpakaian Sesuai Umur Agar Pesona Tak Lekas Luntur

Pernah melihat seseorang tidak pantas mengenakan pakaian tertentu karena mereka terlalu tua? kalau iya, berarti bung dihadapkan oleh salah satu contoh kalau berpakaian itu harus sesuai umur. Yap, setiap pakaian dibentuk tentu memiliki tujuan pasar yang ingin dirangkul, bisa anak-anak, remaja atau orang dewasa. Maka ada suatu anomali apabila pakaian anak-anak dikenakan oleh orang dewasa.

Di sisi lain ada yang berpendapat kalau orang tua memakai pakaian anak remaja bakal terlihat lebih muda. Padahal tidak juga, sesungguhnya anggapan itu lahir dari sebuah standar ganda. Kebetulan saja yang mengenakan pakaian tersebut adalah orang tua yang tampan maka pujian itu datang. Kalau orang tuanya biasa (Re : tidak ganteng) saja pasti anggapan itu tidak muncul ke permukaan. Pesona terpancar lewat persona, termasuk pakaiannya. Maka dari itu berpakaian lah sesuai umur agar pesona tidak luntur.

Ketahui Sebuah Brand Pakaian, Cari yang Sesuai Dengan Usia Bung Sekarang

Beragam jenis brand pakaian atau toko pakaian mendunia ternyata terbagi-bagi dalam kategori usia. Sebut saja H&M, Zara dan Topman yang cocok dikenakan di usia 20 dan 30-an. Karena secara gaya tidak terlalu muda, dan juga tidak terlalu tua. Namun makin usia bertambah, bung tak lagi cocok mengenakan brand tersebut. Sebut saja ketika sudah menginjak usia kepala 4 atau kepala 5, pilihan pakaian semakin sedikit seperti Uniqlo, Gap, J.crew, Ralph Lauren dan Suitsupply. Detail pemetaannya seperti tertera di bawah ini.

Maka dari itu bung harus mulai mengetahui tentang toko-toko pakaian populer, apakah mereka mempunyai katalog untuk usia bung atau tidak. Kalau berbicara usia, usia 20-an adalah usia terbebas dalam mengenakan pakaian apa saja. Lantaran hampir toko pakaian populer menyediakan katalog bagi mereka yang sedang tumbuh dewasa.

Jangan Terpaku Merek, Cari yang Berkualitas dengan Harga Pas

Ketika pakaian menyesuaikan usia, tentu memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam membelinya. Mulai dari memilih gaya, merek sampai motif, tapi hal utama yang harus didahulukan adalah kualitas. Seperti kualitas kain, memiliki daya tahan yang lebih baik dan pas dipakai. Karena percaya atau tidak, seiring bertambahnya usia seperti kepala 3 ke atas, investasi dalam pakaian adalah hal penting. Dengan mencari pakaian berkualitas yang dapat bertahan selama bertahun-tahun. Kalau mereka yang baru menapaki usia 20-an cenderung santai dan tidak khawatir akan kualitas. Seiring berjalannya waktu gaya dapat berubah dan selera  pun berubah.

Merambah Hal yang Antik Dengan Bung Mencari Barang Klasik

Membeli barang-barang klasik juga bagian dari peningkatan pesona sesuai usia. Terlebih, barang klasik selalu terlihat menarik. Mau bung sekarang menginjak usia kepala 2, kepala 3 atau selebihnya masih cocok untuk mengenakannya. Penampilan dapat meningkat kalau mengenakan barang klasik seperti  jins dark wash,  pakaian polos bewarna dasar hitam dan putih, sepatu kulit sederhana, jaket denim sampai jam tangan ciamik.  Jadi biarpun era semakin modern, hal klasik dan lawas masih pantas dijadikan barang pentas.

Jangan Ketinggalan Zaman, Perhatikan Tren Agar Makin Keren

Meskipun hal klasik menarik dikenakan serta membuat seseorang terlihat lebih unik. Tren tetap tidak boleh dilupakan, tren harus diikuti dan diperhatikan, bisa saja hal klasik kemudian bangkit karena berawal dari tren yang berkembang jaman sekarang. Maka dari itu perkembangan tren harus diikuti karena bisa memompa gaya setiap orang. Bung tak boleh egois dengan menutup mata dengan tren zaman sekarang dan bangga terjebak akan kebiaasaan.

Berani Berkesperimen Dengan Mencoba Hal Baru

Jangan mau terus-terusan bermain aman, seperti mengenakan kaos, jeans dan sneakers. Lama-lama itu membosankan! selagi masih pantas berkespresi, jangan pernah takut akan hal-hal baru. Siapa tahu justru bung malah menemukan formula ciamik berpakaian untuk pribadi. Mulai berkunjung ke toko perbelanjaan yang belum pernah dikunjungi, kemudian coba ambil sepasang sepatu dan jeans. Bercerminlah, apakah terlihat segar secara tampilan atau malah usang tak karuan.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Karena Jadi Hartawan Lebih Manjur Gaet Nona Dibanding Cuma Modal Rayuan

Sudah bukan lagi zamannya kaum hawa “Termakan” gombal rayuan, kini perempuan lebih sadar bahwa cinta itu sesungguhnya butuh modal bukan hanya gombal. Bukan mengkalsifikasikan bahwa perempuan mata duitan, melainka tamparan bagi laki-laki yang kerap merasa semua bisa didapat hanya modal bujuk halus bersangkar rayu. Kini laki-laki harus jadi sosok yang berarti dengan memiliki harta yang banyak dan itu cara yang tepat untuk mendapatkan hati si Nona.

Berbicara soal cinta memang terlalu absurd kalau tak ada upaya untuk hidup se-rumah dan membangun keluarga. Tapi membangun keluarga juga konyol kalau tak memiliki modal dan biaya. Apa cuma itu? tidak bung, kalau cinta harus memiliki rasa tanggung jawab, kesiapan untuk memiliki pasangan, mantap untuk menetap dan iklhas menerika keadaan. Kalau sudah memiliki itu semua barulah layak disebut cinta.

Kalau Saling Cinta dan Bung Ingin Bahagiakan Si Nona, Menikah Jadi Jawabannya

Eitss, kamu di situ tidak bilang secara penuh kalau menikah jadi pangkal kebahagiaan dalam berpasangan. Kami juga paham bahwasanya kerikil dalam rumah tangga lebih tajam, dibanding masa-masa berpacaran. Tapi kalau bung ingin bahagiakan si nona, bukan dengan kata-kata manis diselingi pujian dan membuat si Nona nggak kesepian. Namun jadikan ia pasangan yang diajak membangun dalam ruamh tangga. Sebelum ada di tahap itu, bung harus siapkan segalanya dengan penuh pemikiran matang.

Jangan Terlalu Banyak Gombal, Karena Kata-Kata Manis Tak Layak Dijual

Kosa kata dalam merayu tidak perlu diperbanyak karena tidak ada guna. Menjual rayuan kepada si nona adalah hal sia-sia. Bahkan baginya, bung tidak ada bedanya dengan pedagang asongan atau tukang kayu pinggir jalan yang biasa merayu demi dagangan laku. Jadi kalau benar-benar serius dengan pasangan jangan mengumbar cinta, karena cinta tidak mudah seperti saat diucapkan.

Tumbuh Sebagai Sosok Tegas, Siap Menikahi atau Menyudahi

Dalam menghadapi pasangan bung hanya dihadapkan dua pilihan, antara siap menikahi atau belum siap maka sudahi (dengan kondisi nona sudah siap dipinang). Konon si nona adalah sosok yang baik dan mengerti akan keputusan bijak yang dipilih oleh pasangannya. Rasa sedih pasti ada apabila disudahi, tapi nona sudah dewasa, rasa sedih itu akan terobati kala ia mengetahui bahwa memaksakan seseorang untuk menikah adalah hal yang menyulitkan bagi kedua sisi.

Berada di Posisi Siap dan Tidak Siap, Adalah Posisi yang Tak Bertanggung Jawab

Bung tahukah kalian kenapa si nona kerap kesal dengan laki-laki jaman sekarang? salah satu dari sekian jawaban adalah karena laki-laki sangat plin-plan dan tidak ada rasa tanggung jawab. Tanggung jawabnya berada di ambang antara siap dan tidak. Ia tidak tahu akan menghargai perasaan orang lain saat berada di posisi penuh tanya seperti si Nona. Pertanyaan “ini dia serius nggak ya?”, “Dia mainin aku ya?” , sudah ratusan kali melintas di kepala tanpa ada jawaban pasti.

Klise, Kata “Aku Padamu” Akan Kalah Dengan “Aku Melamarmu”

Ini merupakan istilah yang kerap jadi meme di sosial media. Intinya, yang basa-basi dan hanya modal janji bakal kalah dengan yang pasti. Sejujurnya geli sih, tapi itu benar terjadi. Alasan yang cuma menawarkan janji karena belum siap mulai dari mental dan finansial. Maka dari itu perbanyak skill pertinggi karir (meskipun kami tahu itu tak gampang kok bung). Bukan dengan asah skill gombal sana-sini.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top