Kisah

Tak Selamanya Belanja Pemain Mahal Sepadan Dengan Prestasi Bung

Belanja jor-joran pemain handal ditengarai dapat menjadi solusi untuk memperbaiki kondisi sebuah tim. Namun hal tersebut tidak selamanya berjalan praktis, seolah teori tersebut bisa memunculkan dua kemungkinan, yaitu berhasil atau gagal. Terlebih lagi bagi tim-tim medioker yang kerap kali empot-empotan untuk bersaing dengan tim besar di segala kompetisi. Hukum alam nampaknya berlaku juga di dunia sepak bola.

Meskipun ada lagi opsi lainya dengan mencari bibit unggul yang dipoles matang di akademi, guna menaikkan level sang pemain agar mampu bersaing secara ketat. Tetapi godaan investor atau yang disebut sugar daddy, selalu menggoda sebuah tim, terutama tim medioker, atau yang sedang sulit secara finansial yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan tim superior secara praktis. Tetapi hal tersebut tidak selalu sejalan dengan prestasi. Buruknya lagi, kedatangan pemain-pemain top dan berkelas tidak mudah untuk disatukan sebagai sebuah tim menjadi satu ganjalan tersendiri.

Valencia Menjajal Strategi Invetasi Pemain Besar-Besar, Tetapi Hasil yang Diraih Malah Kecil-Kecilan

Tim yang berlambang kelalawar ini pernah mencicipi kesuksesan di tahun 2000-an awal. Bahkan sempat melaju ke partai final Liga Champions di tahun 1999. Sayang tim sekelas Real Madrid harus menghancurkan mimpi tersebut lewat lesatan Raul Gonzalez. Singkat cerita ke musim 2015/2016, Valencia kedatangan ayah baru bernama Peter Lim yang coba menjalankan teori belanja pemain berbuah prestasi.

Beberapa nama seperti Andre Gomes, Joao Cancelo, Rodrigo, Alvaro Negredo didatangkan ke Valencia belum lagi kiper Brighton dan Hove Albion, Mathew Ryan bergabung dengan Valencia dari Club Brugge, Santi Mina dari Celta Vigo, Zakaria Bakkali dari PSV, Danilo dan Aderlan Santos dari Braga, dan Aymen Abdennour dari AS Monaco. Dengan total pembelanjaan yang mencapai € 131m ternyata hasil diraih adalah urutan 12 di La Liga Spanyol, tersingkir di babak penyisihan grup Liga Champions sekaligus kalah agregat 8-1 dari Barcelona di Piala Liga. Jelas saja hal ini menjadi pembelanjaan yang sia-sia bagi Peter dan Valencia.

Menjual Pemain Anyar Untuk Mendapatkan Pemain yang Lebih Menjanjikan

Everton dalam beberapa tahun belakangan menjadi tim medioker yang mampu menjegal tim besar. Di tahun 2014, The Toffes hampir saja masuk ke Liga Champions, sayang ia hanya mampu finish di peringkat ke-5 sampai dengan akhir musim. Tak mau lagi terulang dengan kesialan yang sama, di musim ini sang striker asal Belgia dilego ke Manchester United dengan harga £ 75.

Tanpa pikir panjang lagi, hasil penjualan pun dijadikan pengeluaran untuk membangun tim dengan merekrut beberapa pemain seperti Gylfi Sigurdsson, Michael Keane, Jordan Pickford, Davy Klaassen,dan Sandro Ramirez. Sekaligus memulangkan si anak hilang, Wayne Rooney, dan memboyong pemain tercepat, Theo Walcott.

Lagi-lagi, hasil yang diraih belum menjadi timbal balik sepadan. Dari 30 pertandingan yang dijalani Everton sementara hanya menduduki peringkat 9 dengan 10 kali kemenangan, 13 kali kekalahan, dan 7 kali imbang. Bahkan, mereka harus legowo karena di bawah tim sekelas Leicester City, dan juga Burnley.

Ketika Liverpool Mencoba Gas Pol Tetapi Prestasi Tetap Nol

Seketika Liverpool yang kerap menjadi bahan olokan dan cibiran di media sosial, hampir saja menjadi jawara Liga Inggris musim 2013-2014.  Namun sayang, beberapa kesialan atau memang bukan rezekinya Liverpool membuatnya gagal total. Padahal tangga juara sepertinya sudah melenggang halus bak kain sutra. Sampai-sampai muncul foto di Twitter, supporter Liverpool yang mencetak kaos “Liverpool Champions Premier League 2013-2014” secara optimis.

Gagal juara mungkin bisa diraih di tahun berikutnya, tetapi striker tajam milik The Reds, Luis Suarez, memutuskan pindah ke Barcelona. Sama seperti Everton, hasil penjualannya pun dibelanjakan dengan mendatangkan Rickie Lambert, Adam Lallana, Dejan Lovren, Emre Can, Lazar Markovic, Alberto Moreno, Divock Origi Lille, Javier Manquillo dipinjam dari Atletico Madrid, dan yang paling terkenal, Mario Balotelli dari AC Milan. Ya setali tiga uang dengan Everton, di musim 2014-2015 Liverpool hanya finis diperingkat keenam. Sakitnya lagi, laga terakhir menghadapi Stoke City harus diakhiri dengan kekalahan 1-6.

Mungkin Tottenham Belum Bisa Membuka Mata Liverpool Dan Everton Sebagai Pembelajaran

Sebelum Everton dan Liverpool yang memutuskan belanja pemain secara jor-joran, Tottenham lah yang pertama kali mempraktekkan. Setelah mejual Gareth Bale ke Real Madrid dengan biaya selangit, yakni £ 85 juta, Tottenham memutuskan memboyong tujuh pemain ke White Hart Lane. Paulinho, Nacer Chadli, Roberto Soldado, Etienne Capoue, Vlad Chiriches, Christian Eriksen, dan Erik Lamela adalah pemain yang didatangkan.

Agar makin matang, juru gedor baru pun didatangkan yakni Andre Villas-Boas yang di akhir musim 2013-2014 harus dipecat lantaran prestasi yang dihadirkan tak sesuai keinginan. Parahnya lagi tim yang baru dibangun tersebut dibantai habis oleh Liverpool, Manchester City, Chelsea, sampai West Ham. Meski dari hasil memalukan tersebut, Tottenham akhirnya menyelesaikan musim itu di posisi ke-6.

AC Milan Hampir Bernasib Sama Dengan Tim Liga Inggris Lainnya

Kedatangan pemilik baru asal Tiongkok dimanfaatkan tim yang tujuh kali juara Eropa tersebut dengan belanja pemain. Nama-nama matang seperti Leonardo Bonucci, Andre Silva, Hakan Calhanoglu, Mateo Musacchio, Ricardo Rodriguez, Lucas Biglia, Andrea Conti, Franck Kessie, Fabio Borini, dan Nikola Kalinic pun jadi penghuni baru. Pada pertengahan musim Milan pun sudah terseok-seok dalam melakoni Liga Italia, sampai bongkar pasang pelatih pun dilakukan. Untungnya mantan pemain Gennaro Gattuso, mampu menyelamatkan Milan dengan perlahan meraih kemenangan dan merangsek naik ke urutan 6 dibawah tim sekota Inter Milan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Ingin Lakukan Pendekatan, Ucapkan Selamat Pagi Agar Berkesan dan si Nona Mau Membalas Pesan

Untuk urusan pendekatan pada seorang perempuan, tidak dibalasnya pesan bisa mengindikasikan bung tidak menarik di mata nona. Dan bisa dibilang juga kalau bung sudah gagal. Benarkan?

Eits, tunggu dulu bung! Sebenarnya kalau mau berfikir positif, banyak alasan kenapa nona tidak mau membalas pesan. Dia mungkin sedang sibuk atau tidak mengerti mau membalas apa. Namun ada cara terbaik untuk mengetahui apakah nona masih tertarik dengan bung, yakni dengan mengucapkan selamat pagi yang berkesan di keesokan harinya.

Ini salah satu cara membuat nona mau membalas pesan nanti. Itu salah satu cara ya bung, namun kalau mau lebih spesifik masih ada beberapa cara yang dilansir mantelligence.com bagi bung-bung sekalian yang berujung murung saat chatting dengan nona.

Tunggu Sebentar dan Jangan Panik, Nona Pasti Datang

Saat bung sedang asyik mengobrol dengan pemabahasan menarik kemudian nona tidak membalas dalam kurun waktu satu sampai dua jam, jangan terburu-buru berasumsi macam-macam. Hal pertama dan terpenting yang harus bung lakukan adalah jangan panik.

Bisa jadi ia sedang sibuk atau ada yang menelpon si nona, berikan nona waktu untuk menjawab ketika ia tidak membalas. Bahkan jika nona tidak merespon pun jangan langsung terpuruk dan berfiki hal-hal buruk. Ikuti saja ritme chat ini sampai bung tahu jawaban yang sebenarnya.

Tetap Keren Saat Bung Kembali Chat Nona, Jangan Terlihat Menyedihkan Karena Nona Tak Membalasnya

Saat nona tidak membalas pesan bung harus tetap keren saat ingin kembali mulai chat dengan nona. Karena bisa saja kan kalau nona sedang tarik ulur guna mengetahui seberapa niatnya bung kepadanya. Selain itu bersikaplah tenang saat kembali chat dan jangan membuka pertanyaan mengapa nona tidak membalas pesan bung.

Kirimkan Nona Sesuatu yang Lucu Mungkin Itu Merubah Paradigmanya Kepadamu

Untuk mendapatkan respon yang lebih baik saat bung mencoba kembali chat nona adalah mengirim sesuatu yang dapat membuatnya tertawa. Tak perlu membuat, karena banyak meme dan gifs banyak bertebaran di Internet. Mungkin dengan memancing rasa humor ia akan mulai perlahan terbuka kepadamu bung. Setelah bung melontarkan atau teks lucu, lihatlah bagaimana ia merespon.

Mulailah Dengan Memilih Topik yang Menarik

Sepandai-pandainya laki-laki dalam memulai chat dapat terlihat dari pemilihan topik yang menarik saat ngobrol dengan nona, itu bukan lagi suatu rahasia namun lebih kepada kreatifitas bung sendiri. Seperti membahas tentang masa kecilnya, musik atau film.

Rambah semua pop culture, siapa tau kalian akan menemukan satu perbedaan dan menjadi ingin mengetahui satu sama lain atau kalia menemukan persamaan dan menjadi nyambung saat ngobrol.

Kirimkan Pesan Apa yang Menjadi Kesukaannya

Saat ia kembali tidak membalas pesan, cobalah kamu lihat lagi chat bung sebelumnya apakah ia sempat membicarakan film atau film series favoritanya atau tentang musisi favoritnya. Apabila iya, coba bung minta the best album dari musisi favorit atau bisa juga dengan meminta DVD film tersebut.

Dengan cara ini menandakkan kalau bung memiliki minat seperti apa yang nona sukai. Selain itu lihatlah tanda-tanda setiap pesan yang ia kirimnya, apabila setiap pertanyaan pribadi ia tidak menjawab berarti ia tidak membuka pintu hatinya. Tetapi apabila ia ramah, mungkin ia sedang membuka ruang untukmu. Kita hanya perlu jeli membaca responnya bung!

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Lakukan Hal Baru Agar Tak Dapat Hasil yang Itu-itu Melulu

Kegilaan itu ketika melakukan hal yang sama terus menerus namun mengharapkan hasil yang berbeda. Demikian ungkapan yang pernah dikatakan oleh sang jenius Albert Einstein.

Sulit membantah pernyataan tersebut, sebab memang pastinya gila jika berpikir menghasilkan sesuatu yang berbeda dari sebuah tindakan yang sama. Meski begitu berapa banyak dari kita yang kerap melakukan hal ini? Mengeluh mendapatkan hal yang itu-itu melulu, tapi tidak melakukan hal yang berbeda.

Bisa jadi bukan karena tak mau melakukan hal baru. Tapi karena tak paham apa yang harus dilakukan untuk mengubah hal yang lama. Sesungguhnya ada beberapa hal yang bisa Bung lakukan dari sekarang.

Pergaulan Baru

 

Ini bukan berarti melupakan kawan-kawan lamamu. Tapi cobalah untuk memperluas pergaulanmu dengan bertemu orang-orang yang baru. Hal ini akan memberimu perspektif baru.

Bisa jadi Bung akan menemukan hal-hal keren yang selama ini Bung tidak pahami. Dari sini Bung akan mendapatkan ide-ide segar baru untuk menjalani kehidupan yang lebih seru. Dijamin rasa bosanmu akan hilang.

Pola Hidup Baru

Mungkin hal-hal yang menyangkut pola hidup ini terkesan remeh. Namun sesungguhnya jika Bung berani mengubahnya, bisa jadi Bung akan menemukan hasil yang berbeda dalam kehidupan.

Ambil contoh misalnya pola tidur. Mungkin Bung sudah terbiasa begadang dan bangun agak siang. Coba untuk mengubah pola ini. Tidur lebih cepat dan bangun lebih pagi. Dijamin Bung akan menemui nuansa yang berbeda.

Atau misalnya tak terbiasa berolah raga dan banyak berleha-leha. Coba untuk berolah raga sekedar jalan pagi atau lari pagi. Secara tak sadar tubuh akan lebih sehat, pikiran lebih fresh dan bonusnya tampilan postur bisa nampak lebih keren.

Gaya Hidup Baru

Model rambut itu-itu saja, warna dan model baju itu-itu saja. Bukan berarti Bung lantas berubah genit, tapi mengubah gaya hidup juga tak ada salahnya Bung. Ini bisa jadi stimulus untuk pola pikir yang lebih fresh.

Coba misalnya Bung tengok motor yang Bung gunakan sehari-hari. Sudah waktunya Bung beralih ke motor baru. Coba lihat motor Nex II keluaran Suzuki. Yup, mengusung tema #KerenCaraBaru, secara garis besar desain motor ini mengikuti tren yang ada saat ini.

Salah satu faktor yang membuat motor ini nampak modern dan futuristik, adalah tampilan headlamp yang berada di dalam fairing depannya. Sementara di samping lampu terdapat lubang udara kecil yang menunjang aerodimikanya. Floorboarding alias pijakan kakinya juga lebih luas sehingga membuat kaki lebih leluasa sepanjang perjalanan.

Suzuki Nex II sendiri mengusung mesin 115cc dengan teknologi SEP (Suzuki Eco Performance). Mesin ini mampu menyemburkan tenaga sebesar 6,7 KW pada 8000 RPM. Torsinya sendiri bisa mencapai 8,5 Nm di 6000 RPM. Kombinasi ini tentunya cocok untuk penggunaan harian. Cocok untuk menunjang gaya hidup Bung yang baru!

Keren Cara Baru, Bung Termasuk Di Dalamnya?

Nah, Bung termasuk yang berani untuk mencoba hal baru? Masih ingat hal menarik, lucu, inspiratif tentang semua perbedaan perilakumu dulu dibandingkan kini? Jangan Bung simpan sendiri, bagikan dengan yang lain! Karena di bulan oktober ini, Suzuki sedang ada kompetisi menarik nih dengan temanya #kerenmasakini.

Caranya mudah:

  1. Upload foto atau video di instagram Bung yang menggambarkan perilaku yang di masa lalu tidak bisa dilakukan dan hanya bisa dilakukan di masa kini
  2. Buat caption menarik yang bisa mendukung posting foto dan video tersebut
  3. Sertakan hastag #kerencarabaru #kerenmasakni
  4. Follow akun resmi Suzuki di @suzukiindonesiamotor @kerencarabaru
  5. Periode kompetisi berlangsung dari tanggal 1 hingga 31 Oktober 2018

Jadi, yuk ambil mesin waktumu, coba pikirkan lagi hal-hal yang dulu nggak ada atau nggak bisa Bung lakukan, tapi bisa ada dan nyata di masa sekarang. Udah, ikutan dulu aja. Nggak ada waktu lagi buat malu-malu. Ingat ya, Bung bisa mengirimkan lebih dari satu posting. Lengkapnya Bung bisa lihat di kerencarabaru.suzuki.co.id

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Tak Ada Jaminan Jebolan La Masia Bisa Merdeka di Barcelona

Deretan pemain Barcelona yang merupakan jebolan La Masia adalah pemain-pemain hebat bung! Argumen ini dapat dibuktikan dari beberapa pendahulunya seperti Lionel Messi, Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Victor Valdes dan Carles Puyol. Nama-nama tersebut mendulang kesuksesan besar di Barcelona. Sehingga pada era mereka Barcelona menjadi tim yang kuat dan memangkan deretan trophy dari skala liga lokal, Eropa dan antar benua.

Lewat nama-nama tersebut Barcelona merupakan salah satu bentuk tim yang ideal di mana pemain-pemain mudanya berhasil bersinar, sampai nama La Masia selaku akademi melambung tinggi dan punya banyak pemain berbakat. Meskipun begitu tak ada jaminan bagi jebolan La Masia dapat sukses di Barcelona, karena banyak juga pemain berbakat yang pada akhirnya gagal menuai ekspetasinya menjadi bagian proyek terhebat Barcelona.

Konsisten di Level yang Berbeda dan Bersinar di Barcelona Hanyalah Angan Senja

Victor Vazquez merupakan salah satu pemain yang mampu menunjukkan performa konsisten di level Barceona B, tetapi dirinya gagal ketika skuat Barcelona senior pada 2008. Minimnya kesempatan bermain yang dimiliki sekaligus tak mampu menggeser nama besar membuatnya hengka ke Club Brugge. Lantarna 3 muim bersama Barcelona Vazquez hanya bisa menorehkan tiga laga. Pemain yang kini menginjak usia 31 tahun hanya membela klub MLS.

Publik Menilai Bahwa Ada Pemain Muda Itu Dapat Bersinar

Dalam La Masia ada sebauh bagian dari Samuel Eto’o Foundation yang diisi oleh Jean Marie Dongou. Tergabung dalam skuat akademi Barcelona di usia 13 tahun, Dongou pun mendapatkan debutnaya bermain di Barcelona B saat usianya masih 16 tahun bung.

Melihat akan hal itu, publik pun memprediksikan kalau Dongou akan memiliki masa depan yang cerah di skuad Barcelona. Nyatanya? itu semua salah, ia hanya mampu bermain tiga laga sebelum memutuskan berkarir di Real Zaragoza di tahun 2016.

Siapa yang Bisa Menggeser David Villa di Era Keemasannya di Barcelona?

Sandro Ramirez salah satu talenta yang bisa dibilang tak bisa menggeser skuat senior karena saat itu David Villa masih matang walaupun usia tak lagi belia, selain itu hadirnya Luis Suarez ke Barcelona juga tak kalah ganasnya. Lantas apa yang bisa dilakukan oleh pemuda yang baru menginjak usia 19 tahun?

Debut seniornya dijalani pada musim 2013/14  tidak sukses karena tidak mendapatkan banyak menit bermain seperti pemain senior. Karena tak dapat menit bermain seperti yang diinginkan, alhasil ia memutuskan hengkang ke Malaga di tahun 2016.

Katanya Penerus Xavi Hernandez di Barcelona, Nyatanya Hanya 12 Laga yang dapat Ditorehakannya

Sandro Ramirez hanya cerita kecil dari La Masia, ada lagi pemain tengah bernama Sergi Samper yang digadang-gadang bisa jadi penerus Xavi Herndandez, sang maestro asli yang dibentuk di La Masia dan bersumbangsih bagi Barcelona.

Disandingkan bakal menjadi penerus nama besar tentu menjadi sebuah beban. Meskipun di Barcelona B ia tampil konsisten, tapi bukan berarti ia mendapatkan jalan mulus ke skuat senior. Ia hanya berhasil mencatatkan 12 laga bersama Blaugrana.

Isaac Cuenca yang Nyaris Menjadi Bagian dari Barcelona

Di musim 2011/12 nama Isaac Cuenca sudah mampu menjadi bagian skuat senior di usianya yang ke-22, dan pada musim debutnya ia memiliki kesempatan bermain cukup banyak yakni 30 laga dan menorehkan empat gol. Tetapi di musim berikutnya ia harus menyerah karena tak bisa beradu tempat dengan Lionel Messi.

Dipinjamkan ke Ajax Amsterdam di musim 2012/13 bisa jadi untuk menemukan kembali sentuhannya, namun itu semua tak membantu dirinya kemudian ia memilih hengkang ke Deportivo La Coruna.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top