Kisah

Tak Selamanya Belanja Pemain Mahal Sepadan Dengan Prestasi Bung

Belanja jor-joran pemain handal ditengarai dapat menjadi solusi untuk memperbaiki kondisi sebuah tim. Namun hal tersebut tidak selamanya berjalan praktis, seolah teori tersebut bisa memunculkan dua kemungkinan, yaitu berhasil atau gagal. Terlebih lagi bagi tim-tim medioker yang kerap kali empot-empotan untuk bersaing dengan tim besar di segala kompetisi. Hukum alam nampaknya berlaku juga di dunia sepak bola.

Meskipun ada lagi opsi lainya dengan mencari bibit unggul yang dipoles matang di akademi, guna menaikkan level sang pemain agar mampu bersaing secara ketat. Tetapi godaan investor atau yang disebut sugar daddy, selalu menggoda sebuah tim, terutama tim medioker, atau yang sedang sulit secara finansial yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan tim superior secara praktis. Tetapi hal tersebut tidak selalu sejalan dengan prestasi. Buruknya lagi, kedatangan pemain-pemain top dan berkelas tidak mudah untuk disatukan sebagai sebuah tim menjadi satu ganjalan tersendiri.

Valencia Menjajal Strategi Invetasi Pemain Besar-Besar, Tetapi Hasil yang Diraih Malah Kecil-Kecilan

Tim yang berlambang kelalawar ini pernah mencicipi kesuksesan di tahun 2000-an awal. Bahkan sempat melaju ke partai final Liga Champions di tahun 1999. Sayang tim sekelas Real Madrid harus menghancurkan mimpi tersebut lewat lesatan Raul Gonzalez. Singkat cerita ke musim 2015/2016, Valencia kedatangan ayah baru bernama Peter Lim yang coba menjalankan teori belanja pemain berbuah prestasi.

Beberapa nama seperti Andre Gomes, Joao Cancelo, Rodrigo, Alvaro Negredo didatangkan ke Valencia belum lagi kiper Brighton dan Hove Albion, Mathew Ryan bergabung dengan Valencia dari Club Brugge, Santi Mina dari Celta Vigo, Zakaria Bakkali dari PSV, Danilo dan Aderlan Santos dari Braga, dan Aymen Abdennour dari AS Monaco. Dengan total pembelanjaan yang mencapai € 131m ternyata hasil diraih adalah urutan 12 di La Liga Spanyol, tersingkir di babak penyisihan grup Liga Champions sekaligus kalah agregat 8-1 dari Barcelona di Piala Liga. Jelas saja hal ini menjadi pembelanjaan yang sia-sia bagi Peter dan Valencia.

Menjual Pemain Anyar Untuk Mendapatkan Pemain yang Lebih Menjanjikan

Everton dalam beberapa tahun belakangan menjadi tim medioker yang mampu menjegal tim besar. Di tahun 2014, The Toffes hampir saja masuk ke Liga Champions, sayang ia hanya mampu finish di peringkat ke-5 sampai dengan akhir musim. Tak mau lagi terulang dengan kesialan yang sama, di musim ini sang striker asal Belgia dilego ke Manchester United dengan harga £ 75.

Tanpa pikir panjang lagi, hasil penjualan pun dijadikan pengeluaran untuk membangun tim dengan merekrut beberapa pemain seperti Gylfi Sigurdsson, Michael Keane, Jordan Pickford, Davy Klaassen,dan Sandro Ramirez. Sekaligus memulangkan si anak hilang, Wayne Rooney, dan memboyong pemain tercepat, Theo Walcott.

Lagi-lagi, hasil yang diraih belum menjadi timbal balik sepadan. Dari 30 pertandingan yang dijalani Everton sementara hanya menduduki peringkat 9 dengan 10 kali kemenangan, 13 kali kekalahan, dan 7 kali imbang. Bahkan, mereka harus legowo karena di bawah tim sekelas Leicester City, dan juga Burnley.

Ketika Liverpool Mencoba Gas Pol Tetapi Prestasi Tetap Nol

Seketika Liverpool yang kerap menjadi bahan olokan dan cibiran di media sosial, hampir saja menjadi jawara Liga Inggris musim 2013-2014.  Namun sayang, beberapa kesialan atau memang bukan rezekinya Liverpool membuatnya gagal total. Padahal tangga juara sepertinya sudah melenggang halus bak kain sutra. Sampai-sampai muncul foto di Twitter, supporter Liverpool yang mencetak kaos “Liverpool Champions Premier League 2013-2014” secara optimis.

Gagal juara mungkin bisa diraih di tahun berikutnya, tetapi striker tajam milik The Reds, Luis Suarez, memutuskan pindah ke Barcelona. Sama seperti Everton, hasil penjualannya pun dibelanjakan dengan mendatangkan Rickie Lambert, Adam Lallana, Dejan Lovren, Emre Can, Lazar Markovic, Alberto Moreno, Divock Origi Lille, Javier Manquillo dipinjam dari Atletico Madrid, dan yang paling terkenal, Mario Balotelli dari AC Milan. Ya setali tiga uang dengan Everton, di musim 2014-2015 Liverpool hanya finis diperingkat keenam. Sakitnya lagi, laga terakhir menghadapi Stoke City harus diakhiri dengan kekalahan 1-6.

Mungkin Tottenham Belum Bisa Membuka Mata Liverpool Dan Everton Sebagai Pembelajaran

Sebelum Everton dan Liverpool yang memutuskan belanja pemain secara jor-joran, Tottenham lah yang pertama kali mempraktekkan. Setelah mejual Gareth Bale ke Real Madrid dengan biaya selangit, yakni £ 85 juta, Tottenham memutuskan memboyong tujuh pemain ke White Hart Lane. Paulinho, Nacer Chadli, Roberto Soldado, Etienne Capoue, Vlad Chiriches, Christian Eriksen, dan Erik Lamela adalah pemain yang didatangkan.

Agar makin matang, juru gedor baru pun didatangkan yakni Andre Villas-Boas yang di akhir musim 2013-2014 harus dipecat lantaran prestasi yang dihadirkan tak sesuai keinginan. Parahnya lagi tim yang baru dibangun tersebut dibantai habis oleh Liverpool, Manchester City, Chelsea, sampai West Ham. Meski dari hasil memalukan tersebut, Tottenham akhirnya menyelesaikan musim itu di posisi ke-6.

AC Milan Hampir Bernasib Sama Dengan Tim Liga Inggris Lainnya

Kedatangan pemilik baru asal Tiongkok dimanfaatkan tim yang tujuh kali juara Eropa tersebut dengan belanja pemain. Nama-nama matang seperti Leonardo Bonucci, Andre Silva, Hakan Calhanoglu, Mateo Musacchio, Ricardo Rodriguez, Lucas Biglia, Andrea Conti, Franck Kessie, Fabio Borini, dan Nikola Kalinic pun jadi penghuni baru. Pada pertengahan musim Milan pun sudah terseok-seok dalam melakoni Liga Italia, sampai bongkar pasang pelatih pun dilakukan. Untungnya mantan pemain Gennaro Gattuso, mampu menyelamatkan Milan dengan perlahan meraih kemenangan dan merangsek naik ke urutan 6 dibawah tim sekota Inter Milan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Yang Harus Kamu Siapkan Sebelum Pergi Nobar Piala Dunia




Menonton gelaran olah raga besar macam Piala Dunia yang dihelat sejak 14 Juni 2018 lalu memang akan lebih seru dinikmati dalam suasana nonton bareng. Pergi bersama kawan-kawan sambil membahas detail tentang permainan. Aksi saling mendukung dan berbagi kesenangan memang terasa lebih maksimal jika dinikmati bersama-sama.

Yup, Indonesia boleh dikata sedang menyaksikan pergesaran sosial dari sepak bola. Dari sekedar olah raga yang dinikmati secara langsung, bergeser menjadi ajang interaksi sosial. Sepak bola digunakan oleh banyak orang Indonesia untuk mengisi waktu senggangnya dan mencari kesenangan lewat interaksi sosial yang berkisar di soal olah raga bola.

Sepak bola menjadi alat tukar sosial untuk diperbincangkan bagi para pecintanya. Munculah kemudian budaya kontemporer “nonton bareng alias nobar”. Karena ajang ini menjadi media paling tepat untuk pertukaran interaksi sosial tadi. Fenomena ini sendiri mulai marak sejak pertelevisian Indonesia mulai menyajikan tayangan liga-liga sepak bola Eropa. Dan mencapai puncaknya ketika ada gelaran macam Piala Dunia saat ini.

Nah, itulah mengapa setiap ada aksi nonton bareng tak lagi terbatas hanya perkara soal siapa menang kalah di lapangan. Tapi banyak hal yang umumnya dipersiapkan agar interaksi dengan kawan dan kerabat menjadi lebih seru.

Mencari Tempat Nyaman Dan Mendukung Suasana Nonton Bareng

Hal ini penting! Karena jangan sampai kita salah memilih tempat menonton. Ketika sedang ajang Piala Dunia macam ini biasanya nyaris setiap restoran atau tempat nongkrong memasang tayangan Piala Dunia. Namun bukan karena ada tayangan lantas kita bisa merasakan atmosfer nobar.

Pilih lah tempat yang memang secara khusus mengadakan nobar. Jadi mereka sudah siap menampung orang lebih banyak, sekaligus juga menampung adrenalin para penonton. Tak ada pengunjung tempat itu yang akan tergagap-gagap ketika kita dengan lantang meneriakan kata GOL!!

Cari Informasi Terbaru Sebelum Hari Pertandingan

Karena ini soal interaksi sosial tentunya kamu tak mau jadi orang yang minim informasi bukan? Sebelum berangkat nobar akan lebih seru jika kamu mencari informasi seputar tim yang akan bertanding.

Siapa perkiraan starting elevennya, bagaimana prediksinya, bagaimana sejarah pertemuan keduanya. Nantinya bahan-bahan ini akan berguna ketika dalam suasana menuju pertandingan. Interaksimu akan terasa menyenangkan jika bisa saling bertukar informasi bukan?

Gunakan Jersey Untuk Memperkuat Identitas

Ini salah satu keseruan dari interaksi sosial tadi. Kesamaan maupun persaingan akan lebih terasa ketika kita menggunakan salah satu jersey dari tim yang sedang bermain. Karena berbeda dengan menonton langsung di stadion yang area antar pendukung dibedakan, ketika nobar umumnya para pendukung akan bercampur baur.

Dengan menyatakan tegas lewat jersey kita mendukung siapa, maka kita juga akan dilatih dewasa ketika memenangkan pertandingan sekaligus legowo ketika kalah. Sebuah energi yang tidak kita dapatkan kalau hanya menggunakan pakaian “bebas”. Kalau tidak ada jersey timnas negara yang bertanding tak ada salahnya juga menggunakan jersey dari liga negara tersebut. Atau menghias wajah dengan nuansa tim yang bertanding

Bangun Energi Sporty Sejak Berangkat

Seperti dijelaskan sebelumnya, nobar bukan hanya soal siapa kalah menang di lapangan. Ini soal budaya kontemporer tempat mengisi waktu senggang mencari kesenangan. Karena itu akan lebih seru jika kita membangun energi itu sejak berangkat dari rumah.

Misalnya boyong kendaraanmu yang punya aura sporty untuk mendukung energi ini. Salah satu yang mengusung tema ini adalah Yamaha Aerox 155VVA R-Version. Scooter MAXI Yamaha yang satu ini menyematkan dua warna baru, Matte Silver yang terinspirasi dari Yamaha YZF-R1M dan Racing Yellow yang terinspirasi dari warna livery legendaris Yamaha di MotoGP. Coba bayangkan kamu pendukung brasil yang lekat dengan warna kuning datang dengan Aerox Racing Yellow!

Dan layaknyaa pemain bola profesional, motor satu ini tak hanya tampilannya yang sporty, karena Yamaha Aerox 155VVA didukung mesin 155cc generasi terbaru dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA) yang diklaim membuat tarikan mesin lebih bertenaga. Semua tipe Aerox 155VVA sudah dilengkapi teknologi Blue Core sehingga performa mesin kian maksimal namun tetap irit bahan bakar.

Aerox pun didukung Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Nah, berbeda dengan versi standar, Yamaha Areox R Version ini sudah menganut sistem subtank berwarna emas untuk shock breaker belakangnya.

Ditambah lagi R Version ini dilengkapi cakram depan berbentuk gelombang dengan ukuran 230mm. Kombinasi ini tentunya akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih stabil dan maksimal. Masih penasaran sama motor yang satu ini, Yuk tengok detailnya di halaman ini!

Jadi yuk kita nobar, kamu mau ajak siapa?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Personality

Hilang Motivasi Membuat Bung Tak Tentu Arah, Cari Tahu Penyebabnya Agar Tidak Kebablasan

Saat Bung ingin menggapai sesuatu, Bung biasanya menaruh motivasi agar semangat selalu tetap ada dan rasa putus asa tak mampir ke dalam diri. Namun tak dinyana, motivasi yang Bung pupuk bisa menghilang begitu saja. Bukan tanpa sebab, melainkan ada beberapa alasan yang membuat Bung kehilangan motivasi. Hal ini bakal berpengaruh dengan hal yang sedang dikerjakan atau yang ingin Bung gapai.

Kerap membandingkan diri dengan orang lain, ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi Bung memang bisa menjadikan hal itu sebagai suatu motivasi lantaran yang Bung bandingkan memiliki torehan lebih baik. Tapi siapa bilang kalau membandingkan diri dengan orang lain tidak dapat membuat Bung down? Apabila sama-sama berada dalam satu bidang, tetapi torehan dia selalu lebih bagus. Lambat laun rasa gelisah dan putus asa pasti muncul.

Tak menutup kemungkinan kata hati akan bersuara, “Umur kita sama, namun ia selalu lebih sukses dan unggul.”, lewat nada seperti itulah yang membuat Bung bakal kehilangan motivasi. Oleh karena itu sebaiknya kurangi untuk membandingkan diri dengan orang lain agar motivasi tetap terjaga dengan baik. Selain itu, masih ada beberapa alasan kenapa motivasi dapat hilang dari dalam diri.

Jangan Menjadikan Upah sebagai Patokan

Suatu pemikiran yang salah apabila Bung hanya berpikir bahwa tujuan bekerja adalah gaji. Gaji tidak dapat Bung taruh sebagai patokan dan motivasi dalam bekerja. Bisa saja Bung bertindak sembrono atau tidak sesuai aturan dengan alasan, yang penting kelar dan uang akan datang. Kalau Bung terus-terusan seperti ini Bung bakal hancur dengan sendirinya. Tantanglah diri Bung untuk mengerjakan sesuatu dengan lebih baik setiap harinya. Dan lihatlah apakah ada kemajuan dari apa yang Bung kerjakan.

Terlalu Fokus dengan yang Namanya Kesalahan

Secara klise Bung tidak dapat menghindar dari yang namanya kesalahan. Setiap pekerjaan yang bung kerjaan pasti ada saja sisi salahnya. Skala mikro maupun makro, apa pun bisa terjadi. Kalau kesalahannya skala mikro ya Bung mungkin dapat menyelesaikannya. Tetapi kalau skala makro bisa menjadi beban pikiran hingga apa yang Bung kerjakan selalu dihantui akan kesalahan.

Mental dan Fisik Dapat Runtuh, kalau Bung Bekerja Tanpa Mengenal Waktu

Kerja keras lembur bagai kuda, itu adalah jargon yang sering dilontarkan beberapa bulan belakangan setelah salah satu iklan melantunkan kata tersebut dengan pengucapan bahasa Arab. Kerja dengan keras dapat membuat Bung kehilangan motvasi, justru Bung harus perhatikan apa kondisi fisik masih mampu untuk diajak berlari atau meminta istirahat sejenak sekedar mengembalikan tenaga dan motivasi.

Terbiasa untuk Menunda, Bukan Bersegera

“Ah nanti saja, masih lama ini deadline-nya,” Kerap kali Bung memiliki waktu luang yang sebenarnya dapat dimaksimalkan untuk bekerja, tetapi Bung malah memilih untuk menunda. Sering kali menunda pekerjaan bakal membuat Bung malas dalam bekerja. Sehingga motivasi pun hilang saat Bung berusaha mengerjakannya. Rasa malas telah menghantui membuat effort untuk berkerja seakan sudah mati ditelan bumi.

Takut Akan Namanya Kegagalan

Siapa sih orang yang mau gagal? Sebenarnya orang yang gagal adalah dia yang tidak mau mencoba. Padahal, berapa kali Alexander Graham Bell pun gagal dalam melakukan penelitian hingga akhirnya dia berhasil dengan membuat telepon berkembang seperti sekarang.

Jangan lantaran takut akan gagal membuat Bung menjadi ciut. Tidak ada hal yang dikerjakan tanpa dihadang dengan ujian dan kegagalan. Justru itu menjadi resiko yang harus Bung tanggung dan hadapi. Kalau Bung terus takut akan kegagalan, maka Bung akan ragu untuk melakukan sesuatu sehingga tak ada satu pun yang berhasil Bung kerjakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Sesungguhnya Si Nona Itu Diciptakan untuk Dibawa ke Pelaminan, Bukan Penghias Malam Mingguan Bung

Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan namanya pacaran. Akan tetapi hal yang tak berujung kepastian di usia dewasa, sangatlah riskan. Waktu menjadi hal yang sangat berharga yang tak dapat disia-siakan. Apabila penyatuan dua insan sebagai hubungan hanya untuk main-main atau sekedar mencari kesenangan adalah hal yang sayang untuk dilakukan. Apalagi di usia Bung dan si nona sekarang.

Pelaminan, menjadi satu-satunya kenapa setiap lawan jenis berhubungan. Pacaran adalah jembatan untuk mengenal satu sama lain atau dengan kata lain mencari kecocokan. Selain itu, si nona pun memiliki beberapa alasan kuat kenapa mereka lebih menghargai orang yang ingin memperjuangkan dia ke pelaminan daripada yang kerap mengajak malam mingguan.

Kalau Bung Benar-benar Cinta, Buktikan pada Si Nona. Ajak Dia Menikah dan Menatap Masa Depan Bersama

Cinta memang dapat diungkapkan lewat kata-kata. Namun, kalau sebatas kata saja yang dapat Bung terjemahkan, tak dapat membuat si nona bahagia. Si nona bukan lagi remaja labil yang bisa tersenyum saat Bung mengatakan cinta. Mengajaknya menikah dan menatap masa depan adalah hal yang jauh membuat si nona bahagia. Lagi pula, kalau Bung memang cinta, kenapa soal pernikahan mesti ditunda? Apa Bung hanya ingin berkutat dengan agenda malam minggu saja dibanding malam pertama?

Tak Ada Perempuan Dewasa yang Tingkat Kebahagiaannya Hanya sampai Berpacaran Saja

Si nona tahu dimana kapasitasnya sekarang, apalagi kini usianya telah melewati angka 20, cara pandangnya telah berubah. Baginya, pacaran bukanlah hal yang ditinggikan, sehingga menjadi sesuatu yang harus dikejar saat tidak ada. Pacaran hanya sebuah masa perkenalan lebih dalam, yang menjadi proses penjajakan. Bukan lagi seperti anak remaja, yang memandang pacaran sebagai salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan.

Mengikat Si Nona Tidak dengan Cara Posesif, Melainkan dengan Membawanya ke Pelaminan

Sikap posesif yang Bung usung pada diri si nona agar ia tak berpindah ke lain hati, bukanlah cara yang tepat. Rasa ingin melindungi dengan cara mengekang ruang gerak si nona adalah sesuatu hal yang tidak tepat alasannya. Posesif tak membuat si nona tersadar hingga menjaga jarak dengan lawan jenis. Tetapi bawalah si nona menuju pelaminan, lantas ia pun akan sadar kalau dirinya harus menjaga tali kesetiaan dengan Bung. Sebab Bung kini telah jadi suaminya, bukan lagi sebatas pacar.

Memberikan Kepastian di Masa Depan Lebih Indah daripada Memberikan Seikat Bunga Saat Malam Mingguan

Segala hal berbentuk janji, coklat, baju, sampai bunga yang coba Bung bungkus dengan indah kemudian diberikan saat berada di sisinya, mungkin dapat membuat si nona terkesima. Namun sayang, sebab itu hanya bertahan sesaat saja. Karena perintilan hal seperti itu tak lagi berarti saat si nona sudah dewasa. Kepastian tentang tanggal pernikahan menajdi hal yang sangat istimewa di mata si nona. Membuatnya ia sadar, kalau ternyata selama ia diperjuangkan selayaknya seorang ratu yang ingin dipinang raja.

Cintailah Si Nona Sebagaimana Bung Mencinta Ibu di Rumah

Tak ada beda si nona dengan ibu kandungmu Bung, dua-duanya sama-sama kaum hawa. Bagi Bung yang kerap menyakiti hati si nona, deangan sikap dan perilaku lebih baik pikirkan lagi. Bagaimana kalau posisinya ditukar, si nona yang Bung sakiti adalah ibu kandungmu sendiri? Rasa tidak pantas dan naluri receh yang dimiliki seorang laki-laki harusnya dapat membuat Bung malu. Maka dari itu, sudah seharusnya Bung menjaga si nona selayaknya Bung menjaga ibu sendiri.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Narasi

Pemenang Lotre Rp 223 Miliar yang Terkerangkeng Kemewahan, Kini Hidup Sederhana Jadi Tukang Sampah

Tak ada yang menyangka kalau mengundi nasib ternyata bisa mengundang bahagia dengan hidup bergelimang harta. Iya bahagia Bung, meskipun hanya awalnya saja, karena akhiran hidupnya seperti tertera di kata terakhir judul artikel ini. Mungkin laki-laki bernama Michael Carroll sendiri tak percaya kalau 16 tahun lalu dirinya berhasil merubah nasibnya tanpa perlu kerja keras, hanya bermodalkan keberuntungan. God bless dewi fortuna!

Pasalnya Carrol memenangkan sebuah lottere sebesar 15,5 dollar AS atau setara Rp 223 miliar! Saking banyaknya uang yang ia raup, Carroll pun bingung, lantaran dalam hidupnya baru kali ini ia ketiban uang sebanyak itu. Mungkin terlalu banyak mengonsumsi gaya hidupnya seperti dalam film-film Hollywood, Caroll pun merangkum hidupnya dalam sebuah pesta dan berfoya-foya.

Peralihan Hidup dari Orang Biasa Menjadi Si Kaya Raya

Masa transisi yang dijalani oleh seseorang memang terasa asing. Sama halnya ketika Bung dari bujang kemudian beranjak berstatus suami. Ada beberapa hal yang harus Bung telaah matang-matang guna mengetahui apa yang harus Bung lakukan, persiapkan, dan tidak boleh dilakukan.

Sama seperti Carroll, masa transisi dari orang biasa menjadi orang kaya sangat sulit dipahami. Carroll dulunya bekerja sebagai pengemas biskuit dan hanya dibayar 204 poundsterling atau Rp 3 juta per minggu. Di usia yang belia, yakni 19 tahun, ia pun belum mempunyai cara untuk mengelola keuangan, apalagi mencapai miliaran rupiah seperti itu. Otomatis hanyalah kesenangan yang ada di benaknya. Sehingga muncul sebuah sumpah serapah dari mulutnya, “Aku akan menyia-nyiakan uang lotre ini!

Berevolusi Menjadi Pecandu Kokain dan Menjelma Jadi Si Taat Pesta

Sumpah serapah yang diucapkan Carroll bukanlah isapan jempol belaka. Ia sungguh-sungguh melakukan itu semua. Apalagi saat ia berubah menjadi pecandu kokain. Membayangkannya, sama seperti Al Pacino dalam film Scarface (1993) yang mana selalu menghisap kokain secara rutin.

Lantaran Dailymail melaporkan di tahun 2003, Carroll bisa mengeluarkan 3.000 dollar AS atau Rp 43 juta setiap hari demi menghirup senyawa memabukkan tersebut. Kokain pun berada di setiap sudut di rumahnya, tinggal Carroll saja yang memilih sudut mana yang ia ingin hisap sekarang. Bahkan, ia teratur menghabiskan Rp 7 miliar untuk mengadakan pesta-pesta yang memanjakan di rumahnya.

Menghamburkan Uang dengan Membeli Barang untuk Disia-siakan

Carroll semakin mengukuhkan dirinya sebagai seseorang yang tajir, bahwa uang yang dimilikinya tak berseri (dibaca : tak ada habisnya). Mungkin ini tabiat buruk apabila anak muda mempunyai uang banyak, tanpa memiliki pendalaman yang mumpuni. Awalnya, ia berlaku cukup normal dengan membeli sebuah rumah di dekat Swaffham, Norfolk.

Kemudian ia menghabiskan jutaan dollar untuk membeli mobil dan helikopter, yang mana membuat dirinya semakin dekat dengan gaya hidup kaum jetset, Bung. Tapi tabiat buruknya muncul saat mobil mewah yang ia miliki ditabrakkan ke arena pacuan kuda buatannya sendiri dengan sengaja. Istri dan anak perempuannya pun menjadi korban dengan diusir dari rumahnya. Sebagian besar harta yang dimiliki habis untuk membeli obat-obatan dan pelacur yang selalu ia nikmati sampai penghujung malam.

Kelalaiannya Membuat Carroll Menjadi Miskin Seketika, Pertanda Kenyataan Telah Datang

Pesta telah berakhir dan kembali ke kenyataan,” kata Carroll kepada Daily Mail pada tahun 2010. Setelah menikmati hidup bak aktor Hollywood, yang menjalankan adegan dalam sebuah film bertajuk narkoba, pesta dan seksual, hidupnya berubah 180 derajat dan kembali terpuruk. Keadaan rumah yang kumuh dan tak dirawat membuatnya menerima kerugian sebesar 600.000 poundsterling atau setara Rp 8 miliar.

Pagar dan jendela yang hancur dan puing-puing di kebun seperti sebuah semiotika bahwa inilah akhir hidup sang milliuner. Padahal kalau ia mau merawat propertinya ia bisa mendapatkan Rp 10 Millliar dari penjualannya. Namun sayang,  rasa acuh terhadap rumahnya tersebut membuat ia mengalami kerugian sebesar Rp 8 Milliar.

Akhir Kisah Sang “Lotto Out”

Apabila Bung sedang berselancar di dunia maya, Bung dapat mengetik nama Michael Carroll dan ia akan muncul dalam kolom wikipedia sebagai The Lottery Winner. Fenomena yang dirasakan Carroll mungkin membuat banyak orang iri dan juga belajar kalau uang dapat menjadi kebahagiaan sekaligus cobaan.

Tetapi ia tetap menjadi legenda dalam dunia perundian nasib, di Inggris pun ia dikenal sebagai Lotto Lout.  Sekarang kisahnya telah usai. Carroll hidup terpuruk dengan penghasilan 67 dollar AS atau setara Rp 900 ribu per minggu sebagai tukang sampah. Laki-laki yang kerap menyewa pekerja seks dan mengonsumsi kokain ini juga mendapat tunjangan pengangguran dan kembali ke gaya hidup sederhana yang ia klaim sangat cocok untuknya.

“Saya sudah tidak punya dua sen untuk digosok bersama dan itulah yang saya suka. Saya merasa lebih mudah untuk hidup dengan 67 dollar AS.” ketus Carrol di laman yang sama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top