Health & Personality

Sebenarnya yang Bung Butuhkan Itu Hanyalah Camping, Bukan Pendamping!

Akan semakin menambah perkara, jika bung berpikir bahwa hidup dikala sepi itu butuh pendamping. Namun, bisa saja bung salah memperkirakan. Memang hidup itu butuh pendamping, tapi kalau bung hanya merasakan bosan bisa jadi yang bung butuhkan hanya liburan.

Tidak ada jaminan adanya nona di saat bung sedang sepi seperti sekarang dapat menyelesaikan masalah. Karena yang dibutuhkan sebenarnya hanya berisitrahat dengan liburan saja. Bung pasti pusing dengan masalah kerjaan yang ada, sehingga membuat hidup kian melelahkan. Berpikir memiliki pacar adalah sebuah solusi? mungkin itu hanyalah hasrat yang menggebu, yang tidak bung fikir secara jernih.

Tak Usah Berangan-angan Berpergian Bersama Pasangan, Kalau Bung Masih Doyan Hidup Sendirian

Enak kali ya kalau ke Bandung, Bali atau Lombok bersama pasangan. Padahal diwaktu lain, toh bung masih bisa beepergian sendiri atau dengan teman, tanpa adanya pasangan. Itu tak menjadi penanda kalau bung membutuhkan nona dalam setiap detik di hidupmu.

Bung pun sudah menandakan kalau sedang asyik dan nyaman bersama teman. Jadi kalau berandai-andai ingin memiliki pasangan cobalah untuk berkaca lebih dulu, sebelum mengutarakan lantang.

Memboyong Tenda Di Punggung,  Menggali Peta dan Tentukan Tempat Mana yang Akan Dituju

Camping itu menyenangkan. Bercumbu dengan alam di posisi yang berbeda. Mungkin lebih ke arah sini yang bung butuhkan bukan soal pendamping. Karena yang bung butuhkan adalah ketenangan, udara bebas, dan jauh dari keramaian. Bukan bermaksud puitis seperti pujangga akhir pekan yang berseliweran di sosial media sambil mendengarkan musisi folk favoritnya. Kurang lebih, seperti itulah rasanya bung.

Panggilah Banyak Teman Untuk Merayakan Semuanya Di Alam, Rakit Camping dan Kebahagiaan

Di gunung, lereng bukti atau pantai sekali pun sama saja. Semuanya cocok untuk dijadikan tempat menjauh dari realita yang amat pahit kalau dibuka setiap lembarannya. Enaknya apabila bung membawa hammock dan menggantungnya di antara pohon kemudian berayun sambil menikmatinya. Setiap detiknya amat terasa, bahkan dapat mengalahkan saat kamu coba iseng stalking Instagram nona. Karena nuansa dan kenikmatannya berbeda bisa merangsek sampai ke dalam dada.

Tanpa Gawai dan Sosial Media, Enyahkan Saja Karena Instagram Tak Membuat Hidupmu Bahagia

Apalagi pergi ke tempat terpencil di mana tidak ada koneksi di gawai mu. Yang ada hanya kamu, tenda dan kicauan burung yang bersaut pilu. Kurang lebih sepilu penderitaan akan rutinitasmu yang jenuh. Ada kalanya bung harus melepaskan hidup dari sosial media. Bersosialah secara nyata dengan mereka yang ada di depan mata. Temuilah mereka yang sedang membangun tenda, pergilah untuk berbicara apa saja, carilah teman sebanyak-banyaknya. Karena itu bisa membuat hidup bung lebih berfaedah. Human Humaniora, Memanusiakan manusia.

Datanglah Ke Konser Di Mana Idola Mu Sedang Berbagi Rasa, Kalau Tak Sempat Cek Youtube Saja

Apabila Camping tidak begitu mempang coba nikmati setiap alunan. Berbagi energi lewat kekuatan musik mungkin dapat membangkitkan rasa sepimu menjadi bahagia. Lets music speak with instruments, toh alunan distorsi atau pun syahdu yang bung cintai bisa jadi pemantik menjalani hidup untuk lebih bersemangat lagi. Tak perlu ada nona disamping saat kamu sedang melihatnya, cukup sendiri, nikmati dan rasakanlah semua hal yang kau keluh kesahkan bakal tertuang di sana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Pinjaman Online Disebut Jebakan Setan, Akibatnya Seorang Supir Taksi yang Bunuh Diri

Maraknya pinjaman online bagi beberapa orang mungkin sebagai suatu aplikasi yang dapat membantu. Karena dapat pinjam duit dengan mudah dengan bermodalkan aplikasi. Tapi, ini tidak berlaku bagi Zulfadi, seorang warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang baru saja tewas gantung diri karena faktor ekonomi.

Zulfadli yang berusia 35 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tak layak karena ada dugaan ia terlilit hutang. Laki-laki yang sehari-harinya bekerja sebagai supir taksi ini, menyempatkan menulis surat wasiat yang menyebut kalau pinjaman online sebagai jebakan setan. Menurut kami, alasan Zulfadli menuliskan hal tersebut karena ada beberapa risiko yang dirasakan apabila bung melakukan pinjam online terutama biaya administrasi sampai plafond kecil.

Rekan Zul bernama Nardi mengatakan kepada polisi kalau Zulfadli datang ke tempat kosnya pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 dengan niat menginap. Lantaran ia tidak dapat tidur lelap di mess supir Bluebird. Nardi pun membiarkan ia berada di kamar kosnya, sementara malam itu ia bekerja sebagai tukang cuci mobil pada perusaahn taksi berlambang burung biru.

Setelah kembali keesokan paginya, pintu kostnya terkunci dan tidak dapat dibuka. Akhirnya pintu didobrak dan Nardi menemukan Zulfadli sudah dalam keadaan gantung diri di pintu kamar mandi Kost. Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan Iptu Anton Prihartono menerangkan, menurut kesaksian saksi korban datang dalam keadaan wajar dan sehat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Apakah Bung Berani, Menyatakan Diri ‘Ganteng’ di Hadapan Kawan Lelaki?

Kalau tidak, kenapa? apa takut mendapat justifikasi ‘sok ganteng’? atau tidak merasa ganteng?

Ini wajar sih bung. Karena bicara masalah ganteng memang agak tabu bagi laki-laki. Tak seperti nona yang malah wajar untuk memuji cantik satu sama lain. Perbedaan ini tentu menjadi perhatian yang menarik bagi produk  Men’s grooming terkemuka seperti Axe, lewat sebuah survey yang mereka lakukan bersama laki-laki di lima kota besar di Indonesia ternyata baru 3 dari 10 laki-laki Indonesia yang berani menyatakan bahwa diri mereka ganteng lho bung!

Di sisi lain, obrolan ini menunjukkan bahwa pada dasarnya kaum adam butuh untuk dinilai ‘ganteng’. Hal ini diamini pula oleh Raditya Beer selaku Senior Brand Manager Axe, yang mengatakan kalau ada suatu tekanan kenapa seseorang tidak percaya diri untuk mengatakan dirinya ganteng. Terutama pada barometer kegantengan laki-laki yang dinilai harus memiliki fisik sempurna seperti perut sixpack, rahang kotak sampai berambut klimis.

Lewat sebuah diskusi kami dengan seorang pengamat gaya hidup laki-laki, salah satu penyebab masalah ini adalah banyaknya streotip lama tentang standar ganteng seorang laki-laki, yang ternyata masih dihubungkan dengan tampilan fisik serta pembawaan yang super macho. Akhirnya stereotip semacam ini menuntut kaum adam berubah menjadi orang lain demi diterima oleh lingkungan,” ujarnya.

Dengan menyesuaikan standar ganteng yang ditetapkan lingkungan atau sosial. Membuat seseorang mengejar untuk mencapai kepada titik tersebut, seperti rajin berolahraga, melakukan perawatan sampai totok aura! padahal menurut Radit, pencapaian itu semua akan berakhir sia-sia kalau tidak ada rasa kepercayaan diri yang di bawa dalam diri seorang laki-laki.

Saya rasa 3 dari 10 laki-laki yang nggak merasa ganteng dan menarik padahal punya penampilan menarik, karena nggak percaya diri. Padahal ganteng itu dari dalam diri. Ya mungkin fisik kita biasa-biasa aja nggak seganteng Jefri Nichol atau Ganindra Bimo (Brand Ambassador Axe). Cuma intinya apa yang kita rasain di dalam. Kalau kita ngerasa yakin, kita percaya diri, kita ganteng, pada dasarnya itu semua akan menunjukkan secara alami,” jelas Radit.

Kepercayaan diri seseorang yang terpancar dalam diri, mungkin bisa dibilang seperti inner beauty dari perempuan. Mungkin dalam laki-laki kita bisa bilang sebagai inner handsome ya bung? lantaran ini berkaitan dengan apa yang ada di dalam diri. Seseorang yang memiliki tampilan sempurna, tapi masih minder dengan dirinya mungkin kadar kegantengannya tidak akan muncul seperti mereka yang percaya diri. Mungkin tipe laki-laki semacam itu.

Namun Raditya sendiri percaya kalau di Indonesia terdapat dua tipe laki-laki. Pertama, laki-laki yang merasa dirinya ganteng atau laki-laki yang tidak merasa ganteng sama sekali. Hal ini pula yang memancing Axe meluncurkan gerakan baru #GantengCaraGue diselingi peluncuran produk terbaru seperti body spray, body wash, facial wash dan harirstyling yang digelar di Livespace, SCBD, Jakarta Selatan pada hari Jumat, 8 Februari 2019 lalu.

Patut disayangkan lebih banyak laki-laki yang nggak ngerasa dirinya ganteng. Itu yang sebenarnya mindsetnya ingin kita rubah, makanya #GantengCaraGue ini lebih ngomongin kepada laki-laki yang belum ngerasa ganteng. Untuk sama-sama stereotipe-nya kita pecahin, biar semua laki-laki indonesia sadar dan ngerasa jadi lebih ganteng,” jelas Radit soal gerakannya.

#GantengCaraGue menjadi sebuah komitmen panjang yang bakal dijalankan Axe. Isinya akan berisi edukasi grooming khusus laki-laki. Lantaran Radit sadar kalau laki-laki Indonesia tidak memiliki referensi yang banyak. Edukasinya yang dicontohkan pun akan bekerjasama dengan Barber dengan membuat konten yang beruhubungan dengan rambut. Intinya campaign #GantengCaraGue akan membuat laki-laki lebih percaya diri dengan penampilan mereka.

Setelah melebarkan produk Axe ke beberapa body spray, body wash, facial wash dan harirstyling. Radit mengatakan kalau produk grooming yang paling banyak dicari adalah hairstyling dan facial wash.

“Karena modal laki-laki ganteng itu dari leher ke atas (dibaca : muka). Seiring dengan peningkatan barber di Indonesia yang semakin menjamur, laki-laki mulai berkesperimen dengan gaya rambut dan mulai sadar juga untuk merawat wajah. Karena kita tahu memang kalau muka nggak dijaga kan, rasa percaya dirinya jadi berkurang,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Petisi Untuk Nike Air Max 270 Lantaran Ada Lafadz Allah di Bagian Sol Sepatu

Produk olahraga teranyar Nike sedang menjadi pembicaraan hangat di sosial media. Karena ada dugaan menyematkan lafadz Allah pada sol Nike Air Max 270. Tulisan yang diduga lafadz Allah tersebut ditulis dengan font khusus. Merasa hal itu benar dilakukan oleh Nike, para Netizen pun mempertanyakan kepada Nike dan ada yang sampai membuat petisi.

Saiqa Noreen salah seorang muslim yang resah dengan keadaan tersebut. Ia membuat petisi supaya Nike menarik penjualan sepatu Nike Air Max 270 dari peredaran dan mengganti desain tersebut. 8000 orang menandatangani petisi tersebut dan menjadi hal yang viral.

Kami juga memohon pengawasan ketat pada produk (Nike) sebelum memasuki pasar. Saya mendorong semua muslim dan setiap orang yang respek dengan kebebasan beragama untuk menandatangani petisi ini,” tulis Saiqa Noreen dalam petisi tersebut.

Ini bukan kali pertama Nike dihujat karena ada tulisan lafadz Allah di sepatunya bung. Kilas balik ke tahun 1997, produk Nike Air Bakin GS juga menjadi perhatian hangat karena dugaan yang sama. Menurut pihak Nike, tulisan itu adalah ‘Air’ dengan kreasi font yang dibuat seperti tulisan Arab. Tetapi karena hujatan cukup keras dari umat muslim, Nike pun menarik penjualan Nike Air Bakin GS dari Penjualan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top