Sport

Perlakuan Tidak Adil Terhadap Khabib Nurmagomedov dan Tim, Apakah UFC Pilih Kasih?

Buntut perkelahian pada pertarungan UFC kelas ringan antara juara bertahan Khabib Nurmagomedov dan Conor McGregor ternyata berakhir dengan  perkelahian massal kedua tim di T-Mobile Arena, Las Vegas. Namun ada perlakuan tidak adil yang sepertinya dirasakan oleh kubu Khabib, dengan munculnya ancaman dari Presiden UFC, Dana White kepada Zubaira Tukhugov dengan melarangnya tanding dari pertarungan UFC setelah ia terlibat perkelahian dengan McGregor. Zubaira Tukhugov sendiri memiliki rekor bertanding 18-4.

Ancaman yang menyerang tim Khabib tersebut, justru membuat Khabib geram dan mengancam UFC lewat unggahan di akun Instagramnya. Bahkan ia tak keberatan untuk keluar dari UFC apabila Tukhugov benar-benar mendapat sanksi. Ketidakadilan dirasakan Khabib lewat kasus ini, di mana ia merasa menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas buntut perkelahian massal tersebut. Ia pun mengungkit masalah McGregor yang menyerang bus rombongan UFC beberapa waktu silam sampai soal penghinaan yang dilayangkan kepada dirinya.

Aku ingin berbicara dengan UFC. Kenapa kalian tidak memecat satu orang pun ketika tim mereka melakukan penyerangan terhadap bus dan melukai beberapa orang? Penyerangan itu bisa membuat seseorang terbunuh. Dan mengapa pula tidak ada omongan apa-apa soal penghinaan terhadap tanah airku, agamaku, bangsaku, dan keluargaku?” tulis Khabib di akun sosial media pribadinya.

Akibat perkelahian massal tersebut hadiah yang diberikan kepada Khabib pun harus ditunda. Sampai sekarang, Komisi Atletik Nevada masih belum membayarkan uangnya sebesar 2 juta dolar dengan alasan sedang menginvestigasi lewat kasus tersebut. Karena ada kemungkinan petarung asal Rusia ini mendapatkan larangan bermain sampai denda. Tapi Khabib tak gentar, ia malah menyatakan sindiran terkait hadiah tersebut.

Silakan makan uangku yang masih kalian pegang. Kayanya kalian cuma sibuk dengan itu dan aku harap uang itu tidak tersangkut di kerongkongan kalian. Kami telah mempertahankan harga diri kami dan itulah yang terpenting. Kami akan berjuang sampai akhir,” pungkas Khabib.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Sejauh Mana Bung Tahu Tentang Teknologi Kaos Sportswear yang Dikenakan?

Bung gemar berolahraga? kalau iya, tentu memiliki sportswear yang kerap dipakai, kan? dan sejauh mana bung tahu tentang teknologi yang terkadung di sportswear tersebut? Bagi bung yang masih awam untuk soal pakaian olahraga pasti alasan memilih adalah demi kenyamanan. Atau agar keringat lebih mudah terserap. Tak jarang juga alasan lainnya seperti supaya tampilan jauh lebih ‘keren’. Tidak salah juga kok, karena bagi sebagian orang yang berolahraga penampilan juga penting.

Namun kalau bung penasaran dengan teknologi yang terkadung, sebaiknya bung membaca ulasannya di bawah ini. Terutama tentang tag yang sering ditemui bertuliskan AIRism, Dry ex atau Dri fit. Karena dibalik tag tersebut mungkin ada teknologi yang sebenarnya kalian cari selama ini saat berolahraga.

AIRism

Kalau kalian mencari produk sportswear yang nyaman beraktivitas serta yang memiliki masalah bau badan sangat cocok untuk memakai sportswear dengan tag AIRism. Material ini memang dibuat khusus untuk masalah bau badan karena ada fitur anti bau dan anti apek. Jadi bung tak perlu khawatir kalau bau badan bakal tercium ke mana-mana. Selain itu, produk berlabel tag AIRism sangat ringan, cepat kering dan halus di tubuh. Teknologi ini pun digunakan oleh Uniqlo oleh produk-produk sporstwear.

Airism Seamless

Kalau desain yang terdapat pada Airism Seamless berbeda dengan AIRism. Sportswear ini didesain khusus untuk menjaga kulit agar tidak mengalami iritasi dan gatal ketika bergesekan dengan kulit. Apabila diperhatikan pakaian yang memiliki tag Airism Seamless tidak memiliki jahitan dan lipatan pada pinggiran bahan. Tentu cocok bagi kalian yang suka merasakan iritasi saat berolahraga karena pakaian.

Block Tech

Kecanggihan dari produk sportswear berlabel Block Tech memiliki teknologi khusus agar si pemakai tetap merasa nyaman. Sekaligus membuat pakaian ini anti air dan anti angin. Kalau bung pernah memakai pakaian luar seperti parka dan jaket merek Uniqlo, nah kira-kira hampir sama seperti itu. Tentu saja teknologi tersematkan agar aktivitas olahraga tidak terganggu.

Dry Ex

Terdapat teknologi pengering khusus dalam produk berlabel Dry Ex jadi tetap naman dipakai meskipun berkeringat. Bahan yang cepat kering dan biasanya dipakai saat melakoni olahraga berat yang mana mudah berkeringat. Lagi-lagi teknologi juga terdapat dalam brand Uniqlo seperti Dry Ex Crew Neck T-Shirt dan Dry Ex Knee Lenght Pants.

Dri Fit

Kalau bung yang gemar sepakbola pasti akrab dengan tag Dri Fit di jersey klub favorit kalian yang terbuat dari Nike. Bahan lembut, nyaman dan atasan pakaian lari yang sangat ringan sekaligus stylish. Teknologi yang dipopulerkan oleh Nike ini memiliki lubang ventilasi di bawah ketiak dengan grommet menambah kemampuan untuk bernapas. Jadi keringat dari tubuh ke permukaan bahan menguap dengan cepat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Kailani Johnson, Perempuan Pertama Indonesia yang Turut Serta di Liga Selancar Dunia

Bali kembali terpilih jadi tuan rumah Liga Selancar Dunia atau World Surf League (WSL) tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun yang jadi pembeda kali ini adalah turut serta peselancar wanita bernama Kailani Johnson, sekaligus menjadi peselancar perempuan pertama asal Indonesia yang berhasil lolos Liga Selancar Dunia.

Perempuan berusia 17 tahun kelahiran 15 Maret 2002 ini memang memiliki bakat dalam berselancar. Pada tahun lalu saja, ia memegang peringkat pertama untuk Women’s qualifying series 2018. Pencapaiannya didapat atas dedikasi. Kai, panggilan akrabanya, mengaku sering berselancar setiap akhir pekan. Saking serius dijalur ini, perjalanan pendidikan ditempuh secara online dari Amerika lantaran banyaknya kompetesi selancar.

Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya ingat 11 tahun yang lalu, melamun mewakili Indonesia dengan berkompetisi dalam acara-acara kejuaraan selancar dunia. Saya juga melihat kesempatan ini untuk menginspirasi para wanita Indonesia,” kata Kailani.

Kompetisi WSL Dianggap Pengalaman yang Baru , Bahkan Sebagai Debut

Sumber : Instagram.com/Kalianijohnson

Berkiprah dalam ajang bergengsi macam WSL akan menjadi debut pertama Kailani, sekaligus ia jadi perempuan Indonesia yang berkompetisi di ajang Championship Tour. Sebelumnya, perempuan yang lahir dan besar di Bali ini pernah juga berlaga di ajang Krui Pro. Dalam ajang tersebut, Kailani meraih peringkat sembilan dan dianugerahi wildcard sebagai peselancar Indonesia yang memiliki peringkat tinggi yang bersaing dalam 2019 Qualifying Series (QS).

Meskipun bermodalkan pengalaman dalam acara QS di masa lalu, ia merasa masih kurang. Bahkan menganggap kompetisi dalam acara WSL sebagai pengalaman yang sama sekali baru.

Kaliani Dikenal Sebagai Pelancar Goofy Foot

Sumber : Instagram.com/Kalianijohnson

Sebagai catatan tambahan ia dikenal sebagai ‘goofy foot’ atau yang biasa berselancar dengan backhand alias tubuh menghadap jauh dari muka ombak menuju pantai. Banyak yang memprediksi kalau teknik ‘goofy foot’ bakal digunakan untuk menghadapi para pesaing dari Kaliani, khususnya sang juara dunia tujuh kali, Stephani Gilmore, peselancar asal negeri Kangguru dan Nikki Van Dijk. Teknik andalannya ini diyaini bakal membirakn imbas yang luar biasa bagi performanya nanti.

Ayah, Sosok Pertama yang Memperkenalkan Surfing Kepadanya

Sumber : Instagram.com/Kalianijohnson

Kaliani Kusuma Johnson merupakan sosok peselancar yang tumbuh di Bali Selatan. Proses perkenalan dirinya dengan papan surfing berasal dari orang terdekatnya, yakni sang ayah. Bahkan ia berujar masih ingat bagaimana ayah pertama kali mengajari dengan cara berselancar di antara batu karang. Kemudian Kaliani memberanikan diri dengan maju dan merasakan gelombang yang lebih berongga bahkan kuat.

Masuknya Kaliani ke ajang WSL Menjadi Perhatian Penyelenggara

Sumber : Instagram.com/Kalianijohnson

Tidak hanya disambut baik oleh publik tanah air saja ketika ada peselancar Indonesia yang turut serta di kompetisi dunia. Ternyata para penyelenggara WSL juga memperhatikan kiprah dari Kaliani. Jessi Miley-Dyer selaku WSL Tours and Competition adalah salah satu contohnya, ia menyatakan kalau penting bagi WSL untuk mendukung perempuan di komunitas ini.

Sangat menarik memberi kesempatan seseorang seperti Kailani bersinar di tempat kelahirannya,” kata WSL Tours and Competitions Jessi Miley-Dyer.

Pantai Keramas Menjadi Tempat Istirahat Bagi Kaliani

Sumber : Instagram.com/Kalianijohnson

WSL sendiri bertajuk Corona Bali Protected yang bakal digelar di Pantai Keramas, Gianyar, Bali yang bermitra dengan HasCar Gorup APM atau agen pemegan merek resmi jeep. Pantai Keramas bukanlah pantai yang asing bagi Kaliani. Bahkan ia menaganggap Keramas sebagai tempat isitarahat. Lantaran di awal tahun 2019 ia pindah lokasi tempat tinggal yang jaraknya hanya lima menit dari Pantai Keramas.

Kaliani adalah pesalancar yang jadi salah satu peraih wildcard Corona Bali, selain peselancar pria asal Australia Jacob Willcox. WSL sendiri telah dimulai pada tanggal 13 – 25 Mei 2019. Indonesia menjadi salah satu tempat dari 11 seri lomba kejuaraan selancar dunia WSL. Liga ini dimulai dari Australia, Indonesia, Brazil, Afrika Selatan, Amerika Selatan, Amerika Utara, Prancis, Eropa, dan berakhir di Hawaii.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Gol Bunuh Diri, Berbuah Kematian Dini

Ungkapan klise ‘manusia tidak ada yang sempurna’ tidak hanya merujuk kepada kehidupan di dunia saja, melainkan itu juga terjadi di lapangan hijau. Andres Escobar mungkin salah satu mendiang yang pas disematkan dengan ungkapan tersebut. Pemain bertahan Kolombia ini adalah sosok yang sempurna di lini belakang. Terbukti saat membawa negara tercinta ke kancah Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Namun gol bunuh diri yang dilakukan dalam turnamen akbar empat tahunan tersebut, adalah buah kesalahan kecil dalam karirnya yang tak sebanding dengan menghilangkan nyawanya. Yap, Escobar mesti meninggal lebih dulu dari takdir yang dituliskan, setelah ditembak oleh seseorang saat hendak pulang dari klub malam bersama temannya. Pemicu terbesar kematiannya, adalah gol bunuh diri saat melawan tuan rumah.

Padahal sepak terjang Escobar membawa Kolombia ke jalur Piala Dunia cukup solid, bung tak percaya? coba simak saja ceritanya

Pemimpin Elegan dan Gentleman Jadi Julukan Escobar Secara Permanen

Solidnya tim Kolombia tak akan berjalan sempurna tanpa kehadiran Escobar. Sosok pemimpin bertalenta yang piawai menghalau serangan. Gaya permainan yang elegan, selalu tenang meskipun digempur serangan dan mengambil takel bersih di lapangan membuat pemain ini mendapat julukan Caballero del Futbol atau Gentleman of Football. Pemain kelahiran 13 Maret 1968 ini memiliki karir cemerlang tak hanya di tim nasional, karena ia sempat berkarier di klub BSC Young Boys di Swiss meskipun untuk periode yang tidak begitu lama.

Datang Sebagai Penantang, yang Digadang Memberikan Perlawanan Garang

Salah satu kandidat negara yang bakal disebut bakal berbicara banyak di Piala Dunia 94 kala itu adalah Kolombia. Bukan sesumbar atau prediksi asal, Kolombia tak terkalahkan di fase kualifikasi Piala Dunia Grup A Amerika Selatan bung. Tim yang dimotori oleh Faustino Asprilla, Carlos Valderrama, Freddy Rincon, menjadi negara yang tak terkalahkan. Total dari enam laga, mereka berhasil membubukan empat kemenangan dan dua kali imbang.

Ditambah lagi, jawara sepakbola Amerika Selatan macam Argentina, dibantai habis dengan skor telak 5-0 di laga terakhir! membuat skuad tim tango harus menjalani partai play-off demi memastikan tampil di Piala Dunia. Ketangguhan Kolombia pun dapat dilihat secara statistik menjelang pagelaran akbar tersebut, dari total 26 pertandingan menuju Piala Dunia, Kolombia hanya sekali bertekuk lutut alias kalah. Kepiawaian tim ini tentu saja berkat Escobar yang saat itu menjabat sebagai kapten tim.

Dari Prediksi Pele Sampai Harapan, Hingga Menenangkan Ketegangan di Kolombia

Ekspetasi, sebuah kata yang menghantui skuad Kolombia di masa itu. Calon kuda hitam terkuat pun diberikan oleh para pengamat sepak bola. Legenda Brasil yang menjuarai Piala Dunia tiga kali, Pele, memberikan prediksi kalau Kolombia bakal menembus babak semifinal.

Rakyat Kolombia pun berharap atas kiprah negaranya, terlebih situasi saat itu tengah memanas setelah tewasnya sang dedengkot narkoba, Pablo Escobar. Pasalnya, pasca meninggal Pablo Escobar memicu perang antar geng untuk memuncaki kekuasaan tertinggi di jalur perdagangan barang haram tersebut. Alhasil Kolombia di Piala Dunia diharapkan memberi secercah kebahagiaan, dengan menjadi pemersatu perang antar geng. Lantas apakah bisa Kolombia menjawab harapan itu semua?

Jawabannya tidak. Sinyal buruk sudah menerpa Los Cafeteros, ketika takluk di tangan Romania di laga perdana oleh Maradona dari Carpathia alias Gheorghe Hagi. Skor ditutup dengan hasil telak 1-3. Dampak kekalahan memicu kerusuhan, penjudi yang berasal dari geng narkoba yang kalah, jadi penyebab utama. Mereka yang kalah judi memberi ancaman pembunuhan yang dilayangkan kepada para pemain termasuk sang manajer, Maturana.

Menjamu Tuan Rumah di Laga Kedua, Gol Bunuh Diri Jadi Awal Mula Dihabisi Nyawanya

Setelah kekalahan telak 1-3 dari Rumania, membuat Kolombia harus tertekan di laga kedua. Menjamu Amerika Serikat, selaku tuan rumah, dukungan publik Paman Sam pun menambah tekanan semakin mendalam. Dan di laga ini lah terjadi momen yang mana sosok Escobar melakukan gol bunuh diri.

Turun sebagai starter, Escobar coba bermain rapih dengan menghalau serangan lawan. Selaku tuan rumah permainan menekan sesekali ditunjukan. Tepat di menit ke-35, umpan silang  dilepaskan oleh John Harkes  ke mulut gawang Kolombia. Bola tersebut coba dipotong oleh Escobar dengan menggunakan kakinya, bola tersebut memang terhalau namun naas malah masuk ke gawang sendiri. Lantaran Escobar merentangkan kakinya dalam posisi menghadap gawang sendiri.

Penjaga gawang Kolombia mati langkah. Alhasil skor pun berubah 0-1 untuk Amerika Serikat. Diakhir laga Kolombia harus takluk 1-2. Kans buat lolos pun semakin suram dengan dua laga dijalani dengan kekalahan. Dan terbukti, meskipun di laga terakhir Kolombia menang lawan Swiss, di pertandingan lain Rumania mengalahkan AS. Prediksi pele pun berhenti, dengan kenyataan Kolmbia tersingkir sebagai juru kunci.

Simpang Siur Cerita, Antara Ditembak Karena Dianggap Biang Kesalahan Atau Pelampiasan Kalah Perjudian

Usai tak bisa berbicara lebih banyak di Piala Dunia 94, Escobar kembali ke tempat kelahirannya, Medellin, Kolombia. Yang mana juga jadi tempat di mana ia menutup mata. Sebenarnya, Escobar sudah diperingatkan untuk tidak pulang, karena kondisi kota yang tidak kondusif. Tapi hasrat memanggilanya untuk pulang.

Mungkin untuk melupakan kesalahan atau meringankan beban yang dihantui, Escobar berkumpul bersama temannya di satu bar daerah Medllin. Setelah itu, mereka pun berpindah ke klub malam lainnya masih di daerah yang sama bernama El Indio. Escobar berpamitan dengan temannya lebih dulu untuk segera pulang, saat di parkiran ia terlibat perseteruan dengan beberapa orang yang menyebutkan kegagalan Kolombia di Piala Dunia adalah kesalahannya.

Setelah bersitegang, tiba-tiba salah seorang mengeluarkan pistol dan menembakkan ke arah Escobar sebanyak enam kali. Tiap tembakan, sang penembak berteriak “Gool!”. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, ia tetap tidak selamat. Dan harus meninggal lebih cepat. Selang beberapa hari dari kasus tersebut muncul sebuah nama, Humberto Castro Munoz yang diduga sebagai penembak.

Setelah dikulik lebih dalam ternyata ia adalah seorang supir dan bodyguard dari gembong narkoba bersaudara Kolombia, Peter David Gallon dan Juan Santiago Gallon.  Munoz pun diringkus dan ditetapkan sebagai tersangka. Meskipun beredar beberapa versi tentang kematian Escobar, namun hingga sekarang alasan terkuat ia dibunuh adalah perjudian. Antara sang majikan yang kalah judi, atau Munoz sendiri.

Di pemakamannya, lebih dari 120 ribu orang datang dan mengantar kepergiannya. Kematiannya mencoreng nama Kolombia di publik internasional, dan beberapa pemain timnas memutuskan pensiun dini untuk menghindari hal serupa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top