Sport Update

Pemain Yang Semula Dicibir Hingga Bikin Fans Tak Habis Pikir, Namun Kini Malah Jadi Buah Bibir

Tak semua pemain yang didatangkan ke klub besar disambut suka cita plus karpet merah. Tak semua juga berstatus selebriti macam Neymar waktu datang ke PSG dari Barca. Banyak pemain justru didatangkan dengan adem ayem bahkan cenderung mendapat cibiran.

Bisa jadi karena penampilan di club sebelumnya yang tak terbukti mentereng. Atau statusnya yang didatangkan memang hanya sekedar pemain pelapis. Namun menyandang status bukan pilihan utama justru tak menyurutkan semangat beberapa pemain.

 

Berikut ada beberapa daftar beberapa pemain yang tak diduga-diduga melakukan permainan cemerlang di musim ini. Kira-kira dari bebrapa nama tersebut adakah yang bung tahu dan perhatikan?

Mungkin Memang Yang DiButuhKan Arsenal Adalah Pemain Belakang Yang Tangguh Seperti Sead Kolasinac

Sumber : Arsenal TV

Banyak fans sepak bola yang kurang paham dengan Arsene Wenger ketika  waktu itu ia rela untuk mendatangkan Sead Kolasinac dari Schalke menuju Arsenal walaupun dengan status bebas biaya transfer.  Memang bung, lini belakang Arsenal sungguh kronis karena memang kurang solid di beberapa musim belakangan. Namun pilihan mendatangkan Pemain muda yang berumur 24 tahun sempat dipertanyakan beberapa pihak.

Namun ketika pemain ini datang ke Emirates stadium, malah terbukti mampu membantu lini belakang Arsenal dengan baik, Dilansir dari halaman Squawka, Sead Kolasinac mampu memenangkan duel dengan petarung-petarung lini depan lawan sebanyak 47%. Tak heran jika kini Sead banyak dilirik para fans Arsenal.

Nemanja Matic Memberikan Warna Baru di Kubu Setan Merah

Pemain tengah asal Serbia ini nampaknya kalah saing di lini tengah The Blues. Sehingga membuat dirinya pindah ke Manchester United. Ada beberapa rumor yang mengatakan bahwa Nemanja Matic tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan Antonio Conte. Padahal musim lalu Chelsea tampil dengan trengginas bung, sampai-sampai klub asal kota London ini menjadi juara liga inggris musim lalu.

Setelah Chelsea keluar sebagai jawara, tak disangka-sangka Nemanja Matic malah memilih pindah ke kubu setan merah. Jelas saja kedatangan Matic diragukan untuk dapat mendongkrak performa klub besutan Jose Mourinho. Wong di club sebelumnya saja tak dipakai.

Namun siapa sangka pemain ini malah memberikan performa yang ciamik. Bahkan beberapa orang ada yang menyamakan peran Matic dengan salah satu legenda Jerman yang juga sempat berseragam Manchester United, yakni Bastian Schweinsteiger. Matic sendiri memiliki ketepatan operan sebesar 84% di pertengahan musim ini.

Mariano Diaz Terbuang Di Madrid Sukses Di Lyon

Sumber : www.fullmatchesandshows.co

Mungkin pemain ini tidak begitu terkenal diantara beberapa nama yang hadir. Ia adalah Mariano Diaz, striker jebolah akademi Real Madrid ini, sempat dipercaya Zidane untuk tampil di skuad utama sebanyak 8 kali dan hanya mencetak sebiji gol di musim 2016/2017.

Akhirnya pada jendela transfer 2017, ia memutuskan untuk hengkang dari Santiago Bernabeu ke Groupama Stadium, yang dikenal sebagai markas dari tim Olympique Lyon. Hasilnya? Pemain yang hanyak mengahabiskan waktu di tim junior Real Madrid ini tampil impressive dengan menorehkan 13 gol dari 18 penampilannya. Bahkan torehan goalnya melebehi Neymar bung!

Simone Zaza: Lupakan Penaltiku Tapi Lihat Jasaku Sekarang

Sumber : La Liga

 

Mungkin sebagian dari kalian apabila mendengar nama Zaza, hanya teringat dengan cara pemain berkepala pelontos ini dalam mengeksekusi tendangan penalti. Dengan langkahnya yang pelan-pelang menghanyutkan, membuat nama Zaza cukup terkenal apalagi ketika ia gagal menjadi eksekutor dalam babak adu penalti ketika Itali bertemu Jerman di piala eropa lalu.

Tapi bung, kita tidak ingin membicarakan soal tendangan eksekusi penalti Zaza. Namun tentang perannya dalam membawa Valencia yang sekarang bertengger di peringkat kedua La Liga. Zaza nampaknya memang kepincut dengan Valencia. Di musim lalu ketika bergabung dengan Valencia sebagai pemain pinjaman, ia mampu mencetak 6 gol dari 20 penampilannya. Itu meruapakan torehan yang lumayan sebagai pemain pinjaman. Ya kan bung?

Dengan mencetak 10 goal 14 penampilannya di musim ini. Tidak ada kata lain lagi, selain mengucapkan kata spesial kepada Zaza. Karena Valencia yang 3 tahun belakangan belum pernah lagi menginjak di kasta tinggi La Liga. Sekarang mereka berada di posisi kedua, walaupun hanya sementara.

Paulinho Kembali Merumput Eropa Adalah Hal Biasa Baginya

Sumber : Viva FC Barcelona

Salah satu pemain yang tidak diuga-duga sukses adalah Paulinho. Gelandang Box-to-Box atau yang akrab disebut gelandang pengangkut air oleh komentator di sepakbola Indonesia. Berhasil tampil baik bersama Barcelona. Memang pemain ini sempat mencuat namanya ketika bergabung dengan Tottenham di musim 2013.

Entah karena godaan uang atau memang ingin mencoba menghirup udara Asia Timur. Paulinho rela dari Tottenham untuk pindah ke klub kaya tiongkok yakni Guangzo Evergrande. Setelah menghabiskan dua musim di liga tiongkok. Tiba-tiba nama Paulinho kembali hadir pada jendela transfer ketika ia pindah ke klub raksasa Barcelona, ia pindah dengan total transfer sebesar 40 juta Poundsterling. Harga yang terlalu mahal sebenarnya untuk seorang Paulinho. Tapi sabar dulu bang nampaknya harga sebanding dengan pelayanannya

Peran cukup menjanjikan ditawarkan Paulinho bung, dengan rata-rata operan sebesar 89% ia sukses menjadi sayap dan membantu serangan Barcelona. Lionel Messi dan Luis Suarez nampaknya mendapatkan servis yang matang dari pemain asal Brazil ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

6 Kiat Berkendara dengan Motorsport

Yang namanya berkendara dengan motorsport memang agak tricky. Selain harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima—lantaran bobot body motor semacam ini pastinya di atas motor skuter matic, menunggangi kuda besi yang satu ini tak seperti naik motor lainnya. Pasalnya, ada tips khusus yang perlu diketahui agar tubuh tetap nyaman selama berkendara dan motor pun tetap dalam kondisi baik setibanya di tujuan seusai berkendara.

1.Biasakan Melakukan Cek Secara Menyeluruh Sebelum Berkendara

Sebelum memulai perjalanan, biasakan mengecek motor apakah motor dalam kondisi prima, mulai dari ban, rem, kopling, hingga sektor lampu. Jika semua aman, baru cari riding position alias posisi duduk yang menurutmu paling nyaman sehingga saat berkendara pun bisa santai namun tetap hati-hati.

2.Pastikan Sudah Tahu Posisi Badan yang Benar Saat Hendak Berkendara

Jangan karena mengejar gagah-gagahan lantas Bung memposisikan badan jauh dari stang sampai tangan lurus dan kaku. Karena ini bukan motor skuter matic, maka badanmu justru harus sedikit menunduk dengan posisi lenganmu sedikit menekuk.

Kenapa harus begitu? Karena lengan yang menekuk ini akan membantumu meredam rebound alias tendangan balik peredam kejut pada stang saat motor menghantam lubang. Kalau posisi sudah mantap, barulah mulai berkendara.

3.Jangan Asal Naik, Posisi Kaki pun Harus Stabil

Untuk posisi kaki, penempatannya harus pas karena ruangnya tak sebanyak di motor skutik yang menggunakan deck lebar. Motorsport hanya punya sedikit footstep tempat meletakan kaki. Lalu paha harus menempel ke tangki motor dengan posisi menjepit. Kendati begitu bukan berarti diam dengan tegang dan kaku. Kakimu harus tetap dalam kondisi relaks.

Posisi ini akan mempermudah untuk melakukan antisipasi bila Bung akan melakukan manuver ekstrem seperti hendak menghindari tabrakan. Dengan paha yang menempel ke tangki, Bung bisa mempertahankan posisi duduk agar tidak tergeser ke kanan kiri dan dapat mengeliminir risiko terpental dari motor.

4.Carilah Posisi yang Senyaman Mungkin untuk Tangan saat Menggenggam Stang

Untuk posisi tangan, perhatikan posisi tangan ketika menekan tuas kopling dan rem depan. Usahakan ketika mengoperasikan tuas rem depan atau kopling yaitu dengan cara menekan ujung tuas supaya ringan. Menekan tuas kopling bisa menggunakan dua jari yang sekiranya dianggap paling nyaman bagi pengendara.

5.Kenali Bentuk Motor Yang Bung Kendarai

Banyak orang meremehkan hal ini dan langsung saja betot gas ketika menunggangi kuda besinya. Padahal bentuk motor yang berbeda akan membuat pengendalian yang berbeda pula. Ambil contoh misalnya GSX-R150 dan GSX-S150. Dua motor Suzuki ini punya DNA yang sama, namun bentuknya berbeda sehingga handlingnya pun akan berbeda.

GSX-R150 dengan fairing tentunya punya body depan yang lebih lebar jika dibanding saudaranya tipe S yang bertipe naked bike. Tentunya butuh ruang lebih lebar jika merambah kemacetan.

Hal lainnya misalnya spion GSX-R150 yang ditanam di body depan sementara GSX-S150 berada di tangki. Ini akan membuat perbedaan karena GSX-S150 spionnya akan bisa ikut menyelip jika stang dimainkan ketika beraksi diantara kendaraan lain, sementara tipe R butuh perhitungan sebelumnya karena spionnya tang tak bergerak.

6.Kenali Juga Karakter Motormu Agar Tepat Mengambil Kesimpulan Di Jalan

Bung harus mengenali karakter motormu dengan tepat. Mulai dari karakter mesin hingga karakter berkendaranya. Coba kita ambil contoh GSX-S150. Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Karakternya jinak diputaran bawah sehingga membuatmu tak repot kalau mengendalikannya di RPM rendah.Tapi jangan lantas anggap remeh tenaganya. Kenali dulu, karena ketika diputaran menengah dan atas kalau tak siap, Bung akan dibuat terkejut dengan ledakan tenaganya.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup besar untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90. Tentunya cukup lebar untuk membuatmu tetap stabil di jalan lurus, namun cukup lincah untuk melakukan manuver.

Nah dengan kiat-kiat macam itu tentunya Bung akan lebih aman dan nyaman mengendari motorsport milikmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Tim yang Dicap Kerdil Oleh Sir Alex 9 Tahun Lalu, Kini Kembali Juara Liga Inggris Ke-5 Kalinya

Manchester City berhasil mengunci gelar sebagai kampiun Liga Inggris musim ini. Setelah saudara sekota yang mana menjadi rival sekaligus membuntuti di posisi kedua kembali tampil inkonsisten setelah kalah 0-1 dari West Bromwich Albion. Alhasil, perolehan poin City tak bakal mampu dikejar oleh pesaing-pesaingnya seperti Manchester City, Liverpool, dan Tottenham.

Selamat bagi City memang harus diucapkan, meskipun Bung bukan pendukung atau pecinta Liga Inggris. Tampil ganas sejak awal dan kerap dilabeli sebagai tim “gaib” membuat City harus menyudahi perburuan gelar lebih cepat dari jadwal yang sudah ditentukan. Dengan mengoleksi 87 poin dari 28 kemenangan, 3 seri, dan 2 kali kalah sudah cukup membuat City untuk menjadi yang terbaik dengan mengoleksi 5 gelar sepanjang berlaga di sepak bola Inggris.

Tetangga yang Berisik Kini Kembali Berulah Dan Membuat Rival Terusik

Sumber : ESPN.com

Manchester City dicap sebagai tetangga berisik oleh pendukung Setan Merah. Lebih tepatnya bermula dari mulut sang Ayah yang telah pensiun, Sir Alex Fergusson. Pada Derby musim 2009/2010, Sir Alex berkata “Terkadang Anda punya tetangga yang berisik. Anda tak bisa melakukan apa pun soal itu. Mereka akan selalu berisik,” begitu bunyinya. Semenjak itu cap sebagai tetangga berisik selalu mengarah kepada City yang sejak musim itu sudah kedatangan sugar daddy, Syeikh Mansour dari Timur Tengah.

Lagi-lagi tetangga yang berisik kembali berulah dengan mengunci gelar ke-5 kalinya. MU pun mesti terdiam, bahkan bisa juga berisik, dengan membuat cuitan tentang memberi cap City sebagai tim baru “kaya”. Mungkin Citizen tidak memperdulikan. Karena apa pun yang terjadi juara tetaplah juara. Jadi ingat, kalau Sir Alex juga pernah berkata pada awal musim 2009/2010 bahwa, “Mereka (Manchester City) adalah kesebelasan kecil dengan mentalitas yang kerdil.” Berarti si kerdil sekarang telah bangkit menjadi tim besar ya Bung?

Menyamai Rekor Manchester United dan Everton, Jadi Bukti Level Permainan City Sudah Sekuat Beton

Rekor disamakan tim lain mungkin rasanya biasa saja. Tetapi ketika disamakan oleh tim rival seperti Manchester City, adalah proses kiamat dunia kedua. Manchester City tak bisa dipungkiri memang tampil fantastis musim ini. Dengan gaya permainan yang coba diberi pelatih sekelas Pep Guardiola berhasil diterapkan dengan baik.

Terlebih lagi memastikan gelar dengan menyisahkan lima laga, membuat The Citizen sejajar dengan Manchester United dari segi rekor yang pernah dibuat Setan Merah. Bahkan United pernah menorehkannya di dua musim yakni 1907/1908 dan 2001/2002. Selain itu Everton pun pernah membuat rekor yang sama di musim 1984/1985.

Sekali Dipucuk Tetaplah Dipucuk

Pep pun tak bisa berada di posisi ini apabila pemain yang dibesutnya tidak tampil baik seusai arahannya. Ketika apa yang djalankannya sukses, ia pun tak lupa memberikan sepatah dua patah pujian kepada para punggawanya lewat situs resmi Manchester City.

“Para pemain sangat fantastis, menakjubkan, mereka luar biasa. Klub ini sungguh luar biasa di semua aspek,” begitu kata pelatih bergaya casual ini. Kebanggaan pun wajar dilontarkannya Bung. Bagaimana tidak, tim asuhannya tidak tersentuh selama 240 hari di puncak klasemen Liga Inggris. Torehan yang luar biasa bukan?

Pep Guardiola Menjadi Pelatih yang Bahagia Sekaligus Sukses Selama Membesut Tim Di Tiga Liga Berbeda

Sosok yang satu ini memang banjir tawaran melatih di mana-mana, lantaran gaya permainan yang diterapkan mengesankan hingga peringkat terburuknya selama melatih sepak bola hanyalah berada di peringkat 3, itu pun terjadi di musim lalu kala menangani Citizen.

Kalau dirunut lewat catatan per musim selama melatih Barcelona empat musim Pep berhasil mengantarkan tim tersebut 3 kali meraih gelar juara dengan sekali menjadi runner-up, kemudian vakum satu tahun sebelum mengantarkan Bayern merebut gelar Bundesliga 3 kali berturut-turut. Setelah itu, pelatih berkepala pelontos ini berlabuh ke Inggris dengan menjadi pelatih Manchester City. Maka wajar kalau Pep Guardiola didaulat sebagai pelatih tim terbaik di dekade ini.

Akankah di Musim Depan Pep Guardiola Bakal Mengulanginya?

Sumber : ESPN.com

Melatih di tiga klub besar dengan iklim kompetisi berbeda tentu tidak mudah. Apalagi tensi dan permintaan supporter sekaligus pemilik klub tentu saja menginginkan prestasi yang tinggi. Mungkin, iklim Liga Inggris lah yang paling berbeda.

Liga yang sering disebut sebagai liga terbaik ini, dihuni oleh para pelatih kawakan dan berkelas seperti Jose Mourinho, Antonio Conte, Arsene Wenger, dan Jurgen Klopp. Tentu saja secara kompetitif di ranah pelatih, hal ini menjadi pertandingan taktik dan ujian yang bakal diuji setiap musim. Setelah Pep berhasil mengembangkan tiki-taka, yang kemudian dianggap usang oleh sebagian orang. Akankah Pep kembali mengembangkan strategi jitu lainnya?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Jupp Heynckes Secara DNA Adalah Ayah Bagi Bayern Munchen

Hasil imbang yang diterima Bayern kala menjamu Sevilla di leg kedua perempat final Liga Champions, sudah cukup mengantarkan mereka ke semi-final. Pencapaian yang diterima oleh Bayern lebih ditengarai oleh kehadiran sang “ayah” yang baru saja turun gunung, yakni Jupp Heynckes. Heynckes resmi menggantikan Carlo Ancelotti sejak akhir tahun lalu, lantaran tidak kondusifnya ruang ganti hingga rentetan dosa yang dilakukannya tidak bisa diterima pemain, salah satunya kalah 0-3 dari Paris Saint Germain di babak fase grup Liga Champion 2017/2018.

Ancelotti memang dikenal bukan sebagai pelatih matang yang mampu meracik tim hingga masa jabatannya habis. Secara pasti ia bakal didepak saat kontraknya masih menyisahkan satu atau dua tahun lagi. Hal ini sudah terjadi semenjak ia memutuskan menjadi pelatih saat menukangi Parma, Juventus, AC Milan, Chelsea, PSG, Madrid, hingga Bayern Munchen.

Di saat tim besar sekelas Bayern tengah kelimpungan untuk memburu banyak gelar, Jupp Heynckes, yang pernah memberikan Treble Winner kembali dipanggil. Meskipun ia sudah menyatakan pensiun di tahun 2012. 5 tahun berselang, Heynckes harus kembali ke rumahnya lagi, dengan menjalankan suatu misi suci yakni menghapus dosa-dosa skala mikro yang ditimbulkan Ancelotti yang dulu digadang sebagai suksesor FC Hollywood.

Pelatih Kehilangan Wibawa Di Ruang Ganti, Menjadi Bukti Tidak Adanya Sinkronisasi

Kalau dilihat secara statisik selama Bayern di bawah kepemimpinan Ancelotti memang tidak buruk. Dari 60 laga, Bayern berhasil membubuhkan 42 kemenangan, 9 kali imbang, dan 9 kali kalah. Tetapi apa yang membuat Bayern harus memecat Ancelotti karena terdapat 5 pemain secara terang-terangan tidak mau mendukungnya lagi. Salah satunya adalah winger terbaik mereka, Arjen Robben.

Otomatis secara hubungan vertikal, antara pemain dan pelatih tidak ada kesamaan dan benang merah, apabila dipaksakan, hal seperti ini bakal berakibat buruk bagi internal tim. Sama kasusnya seperti musim terakhir Jose Mourinho bersama Madrid yang mana ada gap antara beberapa pemain. Ayah datang, semuanya tenang, begitulah lakon yang coba dimainkan Heynckes di ruang ganti Bayern Munchen yang mana dijawabnya dengan baik. Karena dia mampu mengontrol hingga kondusif.

Perbedaan Karakter Kedua Pelatih Ibarat Air dan Api

Ancelotti terkenal sebagai pribadi yang santai seperti tidak ada kemauan keras untuk menopang prestasi secara mumpuni ketika diberikan amanat untuk menjadi kepala di sebuah tim. Tentu saja, hal ini tidak bisa diterima baik oleh Bayern yang mana ingin menjajaki diri sebagai tim terbaik di Eropa, bahkan dunia.

Di awal musim ini, Bayern sempat terseok-seok untuk menjalani liga, kemudian kurang baiknya performa di Liga Champions, tentu membuat presiden Bayern, Uli Hoeness geram, sehingga ia memanggil Heynckes sang RED (Retired Extremely Dangerous) untuk kembali bangun dari tidurnya. Alhasil semuanya pun dibenahi dengan kembalinya Bayern bertengger di pucuk sampai bisa melangkah ke semi-final Liga Champions.

Jupp Heynckes Memecut Kembali Pemainnya Untuk Mengerti, Kalau Menjadi Jawara Itu Tidak Bisa Santai-santai Sejak Dini

Watak keras yang dimiliki Heynckes membuat para punggawa Bayern terlucuti semangatnya. Ia kembali berpacu dan bergerak bagaikan kuda yang dipecut penunggangnya. Agar pemain kembali panas, seperti membangkitkan aroma semangat yang pernah tercipta saat menjadi jawara Eropa, Liga Lokal, dan Piala Liga. Terlebih lagi sebagian besar pemain yang ada saat ini pernah merasakan teknik kepelatihannya hingga mudah untuk Heynckes membangkitkan semangat tanpa perlu pendekatan lantaran hubungan sudah cukup erat.

Menghilangkan Standar Kepuasan Sejak Dini Seperti yang Diterapkan Ancelotti

Bentuk permainan yang dibangun Ancelotti memang berbeda. Permainan dibangun secara taktis hingga memaksimalkan serangan, dengan mencoba memetik keunggulan secara cepat terlebih dahulu. Ketika sudah unggul dengan selisih tiga gol, biasanya Munchen mulai merubah permainan cenderung bertahan dengan mencoba mengambil counter-attack.

Hal ini justru sangat disayangkan, ketika Bayern sedang panas-panasnya untuk menyerang malahan disuruh bertahan, sehingga timbul rasa cepat puas sedari dini. Pola pikir di lapangan seperti ini coba dirubah oleh Heynckes dengan mengutamakan kolektivitas bukan kemampuan individu pemain.

Saat Jupp Heynckes Datang, Bayern Kembali Senang. Suatu Hal Positif atau Negatif?

Berbicara soal positif dan negatif kedatangan orang kepercayaan memang sulit. Bagi Bung yang belum nyambung dengan maksud judul ini. Coba tengok tim macam Manchester United, yang kerap berjaya selama diasuh Sir Alex, Kemudian terseok-seok setelah gonta-ganti pelatih mulai dari David Moyes, Louis Van Gaal sampai Jose Mourinho belum mendapatkan formula ciamik yang membuat setan merah tampil konsisten.

Memang MU memiliki segudang pemain mumpuni tetapi tidak ada pelatih hingga saat ini yang mampu menggabungkan dan membangkitkan permainana seperti dulu lagi. Apabila hal ini terjadi kepada Bayern Munchen tentu bakal disayangkan bukan? Justru hal ini harus menjadi perhatian serius bagi Bayern Munchen, lantaran memilih orang tepat itu sulit, jangan sampai bayang-bayang kejayaan hanya bisa dikenang namun tidak dilanjutkan.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Apakah Wajar Bila Pesepakbola Membenci Sepakbola?

Bagaimana seseorang membenci profesinya sendiri? padahal profesi yang dilakoni pun, cukup digemari mayoritas laki-laki yakni sepakbola. Lantas, apakah wajar bila pesepakbola membenci olahraga yang mengantarkan namanya menjadi tekenal bahkan berkecukupan secara finansial?

Dibalik wajar atau tidaknya, tentu hal ini menjadi pergunjingan bagi sebagian orang yang notabene adalah netizen. Sederetan nama-nama yang bakal disebutkan ada yang dari underrated sampai yang sudah tidak asik ditelinga. Bahkan, ada salah satu pemain yang mengatakan semakin banyak mendapatkan uang dari sepakbola, semakin ia membencinya. Dilansir dari sportskeeda.com berikut ini adalah nama pemain yang anomali malah benci sepakbola.

Kegagalan Eksekusi Penalti Menjadi Biang Bagi Pemain Ini Untuk Membenci Sepakbola

Pernah berseragam Leeds, Blackburn dan Newcastle tak ayal membuat pemain ini dipanggil ke tim nasional Inggris, bahkan ia menjadi bagian Three Lions pada saat berlaga di Euro 1992 dan FIFA World Cup 1998. Karirnya sepanjang 18 tahun pada mulanya berjalan manis, David Batty kemudian didaulat menjadi biang kegagalan lantaran gagal menjadi eksekutor penalti saat meladeni Argentina di ajang 4 tahunan untuk mencari negara terbaik dalam sepakbola.

Di tahun 2007 David Batty pun membuat pernyataan yang membingungkan banyak orang saat ia bosan bermain bersama tim nasional. Hal ini jelas dipandang sebagian pemain sebagai bentuk nasionalisme. Lucunya lagi, David Batty, sejak kegagalan penalti ia tidak pernah menonton sepak bola lagi.

Bukan Penggemar Sepakbola Sejati Tapi Karirnya Cukup Melonjak Tinggi

Nama Bobby Zamora pasti tidak asing bagi bung yang kerap menonton liga Inggris. Lantaran pemain berkepala pelontos ini telah malang melintang membela klub-klub medioker di kasta tertinggi liga tersebut. Seperti Brighton & Hove Albion, Bristol Rovers, West Ham, Tottenham, Queens Park Rangers dan pernah tergabung dengan tim nasional Inggris sebanyak dua kali. Sebelum memutuskan untuk menggantung sepatu di tahun 2016.

Kilas balik ke tahun 2012 beberapa pertanyaan menghujam dirinya tentang apa yang bakal dilakukan setelah tidak lagi merumput di lapangan hijau. Secara tegas, Zamora menjawab tidak lagi ingin tergabung dalam dunia sepakbola. Bahkan, pemain ini mengatakan bahwa ia bukan penggemar sepakbola sejati selayaknya pemain lain. Kemudian selama berkarier pun, ia juga jujur kalau jarang melihat tim lain bahkan timnya sendiri selama bertanding.

Tak Puas Di Lapangan Hijau Beranjak Ke Ring Tinju

Menjadi pemain pesepakbola profesional nampaknya kurang begitu menyalurkan hasratnya. Curtis Woodhouse adalah pesepakbola yang merumput dari tahun 1997 sampai 2006. Di usianya yang memasuki umur 26 tahun ia memutuskan untuk berganti profesi sebagai petinju profesional.

Setelah itu, Curtis pernah kembali menjadi pesepakbola paruh waktu ketika menandatangani dengan Rushden dan Diamonds di bulan November 2006 sampai akhirnya ia memutuskan benar-benar pensiun di tahun 2012 di Sheffield United. Mantan pemain timnas Inggris U-21 ini pun pernah mengeluarkan pernyataan aneh ketika ia mengatakan bahwa semakin banyak ia mendapat uang dari sepakbola, ia semakin membenci sepakbola. Logis kah bung?

Bolos Timnas Agar Bisa Berduaan Dengan Kekasih, Anomali Terhadap Dedikasi Profesi

Ketika sekian pesepakbola profesional mendambakan memakai kostum timnas untuk dikenakan dan dibela lewat keringat sekaligus perjuangan. Stephen Ireland justru sebaliknya, pemain yang “gagal” bersinar di Manchester City ini lebih dikenal saat bermain di Stoke City sebagai gelandang serang.

Ireland pun pernah mangkat dari timnas Irlandia dengan alasan Neneknya meninggal padahal ia berduaan dengan kekasihnya. Selain itu, entah karena depresi atau tekanan, Ireland pernah curhat lewat sosial medianya ketika mengatakan jika sepakbola itu hanyalah omong kosong dan menyesal karena terjebak di dalam sepak bola itu sendiri.

Sepakan Luar Biasa Miliknya, Justru Tak Ingin Dikenang Banyak Orang

Batistuta mungkin dapat dibilang Tuhannya sepakbola beberapa dekade lalu. Julukan Batigol dan El Angel Gabriel, terwakilkan lewat sepakan kilatnya menghiasi layar kaca di mana gawang lawan menjadi korban bombardir. Memang gelar trophy secara tim yang didapatkan tidak sementereng Lionel Messi.

Tetapi di zamannya ia sangat disegani dan dihormati, bahkan ia termasuk pencetak gol terbanyakan tim nasional Argentina sebelum dirontokkan Lionel Messi di tahun 2016. Alessandro Rialti selaku penulis otobiografinya  mengatakan bahwa Batigol merupakan permain profesional yang tidak terlalu menyukai sepakbola. Lanjutnya, Batistuta ingin menjadi orang biasa yang tidak ingin terkait lagi dengan sepakbola saat keluar dari lapangan hijau.

Sepakbola memang dapat mendongkrak nama orang biasa menjadi berbeda, mereka yang tercekik finansial bisa tampil spesial ke depannya. Bahkan, banya warga Afrika yang mengadu nasib di Sepakbola demi mendapatkan kehidupan yang layak dan berbeda. Janggal, ketika mengetahui ada beberapa pesepakbola yang membenci Sepakbola. Itu semua pilihan, meskipun tak wajar karena mereka terkenal dan dikenal karena sepakbola. Tetapi balik lagi, membenci dan menyukai adalah pilihan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top