Narasi

Maju di Pilpres 2019, Prabowo Tak Mau Kekayaan Nasional Hanya Dikuasai Asing dan Segelintir Orang

Kita harus mengamankan kekayaan nasional kita. Kita harus hentikan kebocoran yang tiap tahun mengalir ke luar, dan untuk itulah saya maju di 2019 yang akan datang,” ucap Prabowo.

Salah satu capres Prabowo Subianto menganggap kalau kekayaan nasional selama ini dikuasai oleh asing, sampai-sampai rakyat tak mendapatkan apa yang menjadi bagiannya karena juga dikuasai oleh segelintir orang. Sehingga alasan ia maju adalam demi mengamankan kekayaan nasional.

Hal ini diutarakan Prabowo dalam sambutan Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta. Dalam sambutannya Prabowo menjabarkan pandangannya tentang ekonomi Indonesia dengan panjang lebar, salah satu kekayaan alam mineral yang merupakan modal untuk menjadi negara industri yang terkemuka. Andaikan ini dapat dimanfaatkan otomatis kesejahteraan bakal merata bagi seluruh masyarakat Indonesia ucapnya.

Saya persilakan saudara-saudara untuk menilai apakah apa yang saya sampaikan masuk akal atau tidak,” ucap Prabowo.

“Apakah jalan keluar yang saya tawarkan masuk akal atau tidak yaitu jalan keluarnya adalah bahwa kekayaan nasional adalah bumi air dan semua kekayaan alam harus dikuasai negara dan dipergunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat,” imbuhnya Prabowo.

Di mata prabowo sistem ekonomi Indonesia sekarang tidak sesuai dengan kehendak pasal 33 UUD 1945, karena kekayaan alam seharusnya dikuasai oleh negara demi kemammuran rakyat sebesar-besarnya, jadi ironis apabila dikuasai oleh segilintir pihak. Ketua Umum Partai Gerindra ini menjanjikan apabila ia menang dalam Pilpres 2019 ia akan menjalankan pengelolaan eknomi sesuai pasal tersebut.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kiprah Menarik Suzuki di MotoGP 2019 yang Perlu Bung Ketahui

Dunia balap bergengsi roda dua yakni MotoGP nampaknya masih menjadi minat Suzuki. Kiprahnya di MotoGP terlihat serius dengan membentuk Suzuki Racing Company yang dibentuk secara khusus menyambut musim ini bung. Tidak hanya sampai di situ, Suzuki pun banyak melakukan perubahan terutama dari segi penunggang dan tunggangan. Alhasil ini makin memperkuat kalau Suzuki ingin bertaji dalam dunia pacu kecepatan roda dua.

Suzuki sempat melempem dalam dunia balap MotoGp seperti tak meminati. Pada akhir tahun 2011 saja, Suzuki sempat vakum dari MotoGP lho, membuat aura kecepatan ‘Si biru’ lewat GSX-RR tak muncul di beberapa sirkuit kenamaan. Akhirnya, Suzuki memutuskan untuk kembali empat tahun lalu. Sayang di musim debutnya tersebut GSX-RR yang memiliki performa garang tampak terbantahkan. Bahkan pengembangannya saja mengalami stagnansi.

Namun di musim balap tahun 2019, Suzuki membawa aroma perubahan dengan melakukan perombakan di beberapa sektor balap. Dan ini wajib bung ketahui bagaimana kiprahnya yang menarik untuk diikuti.

Alex Rins Dari yang Kedua Kini Menjadi yang Utama

Kedatangan ke tim Suzuki Ecstar pada mulanya menjadi pendamping dari Andrea Iannone di tahun 2017. Setelah kontrak co-patriotnya tersebut tidak diperpanjang tim Suzuki, Alex Rins pun dirpomosikan menjadi pembalap nomor satu ‘Si Biru’. Davide Brivio selaku bos Tim Suzuki juga membawa aura optimis kalau Alex Rins dinyatakan siap untuk menjadi nomor satu di timnnya.

Bukan sekedar retorika basi bahwa Alex Rins dinyatakan “siap” menjadi yang utama. Terbukti, tahun lalu ia mampu menorehkan catatan emas dengan lima kali naik podium dan menduduki peringkat lima klasemen. Kekuatan pebalap berusa 23 tahun, pasti akan merepotkan para bintang besar di lintasan.

Menjadi Tandem Baru, Joan Mir Diharapkan Menjadi Penerus Schwantz

Sumber : Bola.net

Setelah Andrea Iannone pindah ke Aprillia, Otomatis Alex Rins membutuhkan satu tandem untuk membantunya berjibaku demi memawa nama tim Suzuki Ecstar. Nama Joan Mir yang berusia 21 tahun pun didapuk sebagai tandem balap dari Rins di musim ini. Nampaknya Suzuki kecanduan memakai talenta muda seperti saat ia membesarkan nama Kevin Schwantz yang merupakan juara dunia GP500 1993, dan menjadi salah satu ikon yang tak lekang oleh waktu bung. Suzuki berharap bahwa Joan Mir mampu menjadi pembeda di tim Suzuki.

Rins dan Joan Jadi Dua Pebalap Termuda di MotoGp 2019

Rins baru mencicipi MotoGp di tahun 2017 sedangkan Joan yang usianya dua tahun lebih muda dari Rins, baru genap setahun di Moto2 usai menjuarai Moto3 2017. Kedua pebalap ini tentu masih sedikit jam terbang. Banyak yang menilai seharusnya Rins membutuhkan tandem yang lebih dewasa guna mendampinginya seperti saat ia bersama Iannone. Namun Suzuki justru menggaet pebalap yang lebih muda, Joan Mir.

Bagi Davide Brivio, alasan ia membawa Joan Mir sebagai rencana proyek jangka panjang Suzuki. Dengan mengharapkan stabilitas performa sampai beberapa tahun mendatang. Bahkan, sang manajer atau bos tim Suzuki Ecstar ini merasa baik Rins maupun Joan mampu menjadi ujung tombak pengembangan GSX-RR.

Musim Berganti, Motor Balap Suzuki Berevolusi

Menyambut musim baru sudah sepantasnya tim besar macam Suzuki melakukan evolusi pada tunggangan. Hal itu dijawab lewat digital melalui kanal Youtube Suzuki. Awal bulan Februari 2019 mereka meluncurkan GSX-RR 2019 yang akan dipakai pada MotoGp 2019. Perbedaan paling mencolok terlihat dari bagian fairing depan yang telah disematkan fairing internal yang menjorok ke depan. Dengan berubahnya bagian depan, membuat GSX-RR 2019 terlihat makin garang sekaligus aerodinamis. Untuk livery Suzuki tetap mempertahankan warna biru khasnya dengan goresan tulisan Suzuki di bodynya.

Departemen Balap Suzuki Tanda Serius ‘Si Biru’ Ingin Lebih Bertaji di MotoGp

Sumber : MotorSport

Seperti sudah kita bahas di paragraf pembuka bung, pembentukan Suzuki Racing Company (SRC) secara khusus menandakan ‘Si Biru’ serius tidak hana di MotoGp tapi dunia balap! Nantinya, tim-tim balap Suzuki di berbagai kejuaraan akan menjadi divisi yang independen dan memiliki biaya balap yang lebih tertata. Nantinya SRC akan mengurus organisasi balap mereka di kejuaraan lain semacam FIM Endurance World Championship (EWC) dan kejuaraan superbike nasional Amerika Serikat, dan MotoAmerica.

Di musim ini Suzuki nyaris saja menurunkan tim satelit alias tim independen seperti keinginan SRC. Sayang hasil negosiasi dengan Marc VDS Racing terkendala masalah internal hingga harus mundur dari kelas tertinggi. Satu-satunya harapan Suzuki adalah Avintia Racing yang menjadi tim satelit kedua Ducati Corse. Brivio berharap di tahun 2020 mereka sudah bisa menurunkan tim satelit.

Meskipun Bukan Pebalap, Bung Dapat Merasakan Aura MotoGp Lewat GSX-R150

Bukan Suzuki namanya kalau tidak bisa memuaskan hasrat para pelanggannya. Menelisik GSX-RR yang diturunkan khusus untuk MotoGp otomatis membuat bung yang pecandu adrenalin ingin menikmati. Alhasil, aura motor balap tersebut dapat bung nikmati lewat GSX-R150!

Dengan harga Rp 29 juta bung mendapatkan tampilan garang khas GSX, sampai fitur canggih seperti keyless ignition system, full digital speedometer, sampai mesin yang responsif yang dibekali untuk GSX-R150 yakni  DOHC 4-Valve 150cc.

Mesin overbore Suzuki Suzuki GSX-R150 ini, mengadopsi DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, motor ini menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Tak cuma mesin gahar dan fitur, tampilannya pun sangat khas motogp dengan desain yang agresif. Apalagi terdapat grafis khas tim Suzuki. Karena itu motor ini cocok untuk Bung penggemar sejati MotoGP

Jadi gimana bung, siap merasakan aura MotoGp?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Putus Nyambung Dengan Pasangan Adalah Tanda Keabadian Dalam Hubungan

Dalam memiliki hubungan ideal memang akan melewati beberapa fase, salah satunya adalah fase putus nyambung. Hal ini tidak lah buruk apalagi kalau bung dan non sudah menjalin hubungan dalam waktu yang lama.

Apabila bung sering dan sedang mengalami ini, jangan berkecil hati. Karena hal semacam ini dapat memperkokoh hubungan bung jadi makin solid dan abadi. Karena banyak yang mengalami hal semcam ini. Tapi di akhir cerita, mereka malah tumbuh membangun keluarga kecil bersama.

Padahal, dua orang yang dulunya saling curiga dan sering lempar pernyataan putus saat bertengkar tak pernah berpikir bisa bersama.

Lantas kenapa bisa ya bung?

Setiap Hubungan Ada Pertengkaran, Tapi Kalian Terus Berjuang Untuk Selalu Berhubungan

Pertengkaran yang membedakan pacaran bung dan nona dengan anak SMA adalah komitmen. Orang dewasa memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai suatu hal, salah satunya dengan tidak menyerah dalam hubungan. Berantem, beda pendapat, pertengkaran adalah hal biasa, yang semua orang pun mengalaminya.

Di sisi lain, terdapat satu alasan kenapa bung dan nona tetap bertahan meskipun sering bertengkar adalah ada anggapan kalau hubungan patut dan layak diperjuangkan. Jadi apapun masalahnya, bung selalu berjuang untuk tetap berhubungan.

Setelah Putus Hanya Si Nona yang Kamu Cari, Tidak Ada Orang Lain Lagi

Bung telah mengnanggap si nona sebagai sosok yang spesial. Sekedar untuk melupakannya pun tak gampang, dalam suatu kondisi seperti tak lagi bersama muncul rasa rindu akan dirinya. Seolah bung tidak mudah untuk melupakan atau melepaskannya. Apalagi bung selalu berpikiran bahwa tidak ada orang lain sepertinya.

Alhasil ungkapan putus yang baru saja dilontarkan, menjadi penyesalan. Balikan menjadi opsi masuk akal. Kejadian ini tak berarti kamu plin plan dalam menjalani hubungan. Tetapi memberikan pelajaran antara bung dan si nona dalam menjalani hubungan.

Segudang Introspeksi Terjadi Saat Hubungan Putus Nyambung Kerap Terjadi

Putus terus balikan, putus terus balikan, pola semacam ini mungkin kalau difikirkan sangat menjenuhkan. Tapi ketahuilah bung, proses saling introspeksi diri terjadi dalam masa-masa seperti ini. Saat salah satu dari kalian mengungkapkan ‘putus’ itu adalah tanda kalau kalian sedang dihantui rasa emosi belaka.

Tetapi tak berselang lama dari pisahnya kalian dengan pasangan membuat ada proses introspeksi terjadi dan menghasilkan keputusan untuk balikan lagi.  Dalam fase tersebut bung akan berfikir tidak hanya kelebihan dan kekurangan diri sendiri melainkan si nona juga.

Belajar Mengatasi Segala Macam Persoalan Terkait Hubungan Kalian

Diterpa segala macam bentuk masalah tak membuat bung berasa gerah. Putus nyambung pun bukan suatu masalah, yang ada segala macam bentuk tersebut menjadikan kalian pasangan yang kuat dan tangguh. Lantaran setiap persoalan yang berkaitan dengan hubungan berhasil diatasi tanpa melihat satu sisi saja. Melainkan kedua sisi.

Alhasil ada proses timbang kesalahan terjadi secara adil. Seperti kenapa si nona marah akan kejadian ini, dan bagaimana kalau bung di posisi si nona saat kejadian terjadi. Dengan proses semacam ini menjadikan kalian terus membangun hubungan yang kuat. Karena belajar menyikapi masalah secara dewasa.

Menjamin Masa Depan Dengan Pasangan Adalah Dengan Tidak Menyia-nyiakan Harapan

Ukuran berhubungan seseorang dewasa tidak lagi hanya sekedar senang-senang belaka. Terkecuali memang kalian hidup di lingkungan yang mengadopsi gaya hidup yang santai. Tapi secara umum, omongan tentang “kamu mau menikahi aku kapan?” adalah hal yang tidak tabu, justru malah setiap pasangan bertujuan akan itu. Maka dari itu ketika permasalahan tiba, bung tidak pasrah akan kondisi ini begitu saja.

Tetapi coba mendalami permasalahan dengan berkontemplasi. Apabila sudah mantap untuk terus bersama, tentu bayangan akan masa depan dengan membangun keluarga dengan si nona harus dijaga. Asa tersebut harus dipelihara tak bisa padam begitu saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Presiden Jokowi Minta Mafia Bola Dihabisi!

Pengaturan skor menjadi isu hangat yang sedang dibicarakan. Apalagi acara talk show macam ‘Mata Najwa’ yang terus membicarakan ini lewat beberapa agenda acaranya yang sampai sekarang sudah masuk jilid 4. Apalagi saat kepolisian membentuk Satgas Antimafia bola sudah bergerak dan menindak beberapa pelaku pengaturan skor. Bahkan Presiden Joko Widodo pun memerintahkan untuk habisi mafia sepak bola di Indonesia yang dikatakan oleh Dewan Pembina PSSI lewat Maruar Sirait.

Sejauh ini pihak kepolisian sudah menetapkan 15 tersangka kasus pengaturan skor, termasuk mantan anggota Exco PSSI, Johar Lin End dan Dwi Irianto alias Mbah putih. Tak hanya itu Plt Ketua Umum Joko Driyono juga ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan perusakan barang buti beberapa waktu lalu.

Menurut Maruar ia mendapatkan mandat dari Presiden Joko Widodo guna mengawal pemberantasan mafia sepak bola.

“Pengaturan skor ini harus diusut sampai tuntas. Saya sempat bertemu dan bertanya pada presiden soal sikapnya terhadap PSSI. Pak Jokowi bilang, Habisi!” ujarnya dalam acara Mata Najwa.

Perintah ini disambut baik oleh Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo yang siap menjalankan perintah presiden.

“Polisi tidak ragu-ragu untuk menghabisi,” ujar Hendro.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top