Sport

Legenda Pesepakbola Inggris Mengecam Wasit dan VAR di Laga Final Piala Dunia 2018

Kemenangan Perancis atas Krosia memang mengundang sedikit kontroversi. Salah satunya adalah saat wasit Nestor Pitana asal Argentina yang memberikan penalti dengan mengecek VAR terlebih dahulu. Kehadiran teknologi ini memang membantu untuk wasit yang suka keliru dalam mengambil keputusan. Alhasil kedudukan pun berubah menjadi 2-1 setelah Antonie Griezmann berhasil menjadi eksekutor.

Pitana terbilang cukup lama dalam memperhatikan VAR sebelum memutuskan terjadi penalti. Keputusan yang diambilnya pun, mengundang kegeraman dari legenda pesepakbola asal Inggris sekaligus Newscastle, yakni Alan Shearer.

Semuanya berjalan terlalu baik! Keputusan konyol. TIDAK, TIDAK, TIDAK, VAR #FRACRO #Worldcup2018Russia,” tulis Shearer melalui akun Twitter pribadinya, @alanshearer.

Kegeraman dan kekesalan yang diutarakan Alan Shearer pun disambut oleh Jamie Carragher. Legenda Liverpool tersebut pun senada dengan Shearer bahkan ia menyebut apa yang dilakukan oleh wasit adalah sebuah kesalahan.

Shearer pun tidak hanya berkoar lewat media sosial saja. Saat dirinya diundang untuk mengisi sebuah acara di salah satu stasiun TV di Inggris, BBC. Shearer pun kembali mengutarakan unek-uneknya, yakni dengan mengatakan kalau Krosia tidak pantas mendapatkan kekalahan itu. Kekalahan itu terjadi lantaran keputusan wasit salah menurutnya.

“Kroasia sangat brilian. Mereka tidak memberi Perancis ruang dan mereka kalah di pertandingan ini dari tendangan bebas yang seharusnya tidak terjadi, dan dari penalti yang juga seharusnya tidak terjadi,” tambah Shearer.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Jersey Neymar Tak Ada di Toko Ofisial Klub, Isyarat Telah Pindah?

Karir Neymar di PSG nampaknya tidak menuai jalan panjang. Setelah jersey dari pemain berkebangsaan Brasil ini tidak dijual lagi di toko ofisial klub. Fenomena semacam ini biasanya terjadi meliputi bursa transfer pemain bola. Kedatangan pemain bisa diketahui ketika tiba-tiba ada jersey pemain sudah dijual padahal belum ada pengumuman, begitu pula dengan kepergian pemain yang belum diumumkan tiba-tiba penjualan jersey sudah tidak ada.

Kabar yang berhembus bintang kontroversial ini akan kembali ke mantan klubnya Barcelona. PSG juga tidak menghalang-halangi niatan pergi dari Neymar. Makin santer kepergian pemain ini setelah laga pembuka League 1 tidak ada Neymar di sana. Bahkan para supporter menyerukan protes untuk meminta Neymar angkat kaki dari Paris.

Dilansir Mirror, PSG dikatakan sengaja menghapus jejak Neymar diĀ  toko ofisial klub. Kostum tidak terpampang dan foto tidak terpajang. Intinya tidak ada Neymar di dalam toko. Justru aneh, kan? padahal nama pemain ini sangat laris sekaligus menjual di dunia sepakbola.

Marcelo Bechler, jurnalis asal Brasil mengunggah sesuatu di media sosial Twitter, dengan menunjukkan gambar jelas toko resmi PSG. Beberapa pemain top seperti Kylian Mbappe dan Cavani disuguhkan, tapi tidak dengan Neymar. Nampaknya pemain ini mencoba segala cara dengan meninggalkan klub. Terlebih hubungan Neymar dengan beberapa pemain sempat tidak harmonis bisa jadi itu alasan ia tidak nyaman di PSG. Kemudian pemain ini selalu dirudung cidera.

Bursa transfer Prancis dan Spanyol baru ditutup tanggal 2 September, masih ada waktu bagi PSG untuk mempertimbangkan tawaran menarik dari klub seperti Barcelona.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Tugas Utama Maguire Membuktikan Kelayakan Sebagai Bek Termahal

Manchester United baru saja kedatangan pemain anyar yang menjabat di lini belakang. Kedatangan pemain yang satu ini menghebohkan dunia sepakbola. Bukan karena dia menyandang nama besar, tetapi karena ia dibanderol dengan harga yang sangat mahal ! bahkan melebihi harga bek termahal musim lalu asal Liverpool, Virgil van Dijk.

Harry Maguire, menjadi bek termahal mengalahkan van Dijk setelah dibanderolĀ  Setan Merah sebesar 80 juta poundsterling. Kini ia memikul beban berat setelah meyandang gelar tersebut. Tidak hanya pendukung Setan Merah, para pecinta sepakbola di penjuru dunia juga tak sabar ingin menyaksikan aksi dari Maguire. Sekaligus ingin melihat apa seorang Maguire layak dibayar semahal itu.

Apa yang dirasakan Maguire, pernah dirasakan juga oleh Virgi Van Dijk. Di mana penampilannya tidak memuaskan membuatnya sempat diragukan. Bahkan saat itu Liverpool sempat dicemooh karena mendatangkan pemain yang salah. Namun dari beberapa laga yang tersisa di musim itu dimanfaatkan oleh Van Dijk untuk pembuktian, salah satunya menyumbangkan trophy Liga Champiosn

Analis Premier League, Stan Collymore percaya Maguire harus meniru langkah Van Dijk jika ingin dianggap sebagai pembelian tepat. Van Dijk terbukti layak bernilai 75 juta pounds, sebab itu tugas utama Maguire saat ini adalah membuktikan kelayakannya sebagai bek bernilai 80 juta pounds.

Harga jualnya berarti sekarang dia [Maguire] sudah melampaui Van Dijk, yang pernah menjadi bek termahal di dunia ketika dia bergabung dengan Liverpool dari Southampton pada Januari 2018 lalu untuk 75 juta pounds,” ujar Collymore dikutip dari Express.

Namun, harga itu terbukti layak. Saya ingat orang-orang berbicara tengan Van Dijk di Celtic dan menyebutnya sebagai Rolls Royce (pemain berharga).”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Dua Kali, Manchester City ‘Usir’ Liverpool dalam Perebutan Juara

Musim 2018-19, menjadi musim-nya Manchester City di tanah Inggris. Semua trophy disabet oleh tim berjuluk The Citizen. Piala Carabao, Piala FA, dan Liga Premier Inggris sukses berada di lemari trophy Manchester City. Menariknya dari peburuan gelar atau perebutan juara (baik liga atau piala liga) di musim 2018-19, Liverpool jadi tim pesakitan. Setelah dua kali ‘diusir’ oleh City hingga berakhir gagal juara.

Perburuan sebagai tim terbaik di Inggris selalu menarik disimak, salah satunya adalah perebutan juara Liga Premier Inggris. Liverpool sedang mendapat ‘angin segar’ setelah Firminho, Salah, serta Mane berada di puncak penampilan terbaik. Ketiga orang ini selalu memporak-poranda pertahanan lawan, sehingga disebut sebagai calon juara Liga Premier Inggris musim ini. Tapi itu semua dipatahkan oleh Manchester City, yang berhasil tampil taktis dan konsisten sepanjang musim.

Setelah satu kali terusir dari perebutan juara, tentu Liverpool tak mau terjadi kedua kalinya. Kedua tim ini dijadwalkan berjumpa pada minggu 4 Agustus 2019 kemarin dalam ajang FA Community Shield, sebagai tanda dibukanya musim 2019-20. Alasan Liverpool menjadi lawan City karena di musim lalu ia menjadi runner-up liga. Hukum ini berlaku bilang sang juara Liga Premier League juga jawara Piala FA.

Alih-alih ajang Community Shield sebagai panggung balas dendam skuad Jurgen Klopp, justru The Reds kembali bertekuk lutut. Setelah kalah dari Manchester City lewat drama adu penalti. Di mana babak normal berlangsung imbang 1-1. City unggul lebih dulu lewat gol Sterling di menit 12 sebelum dibalas Matip pada menit 77.

Manchester City kembali jadi juara FA Community Shield setelah tahun lalu anak asuh Guardiola telah berhasil melakukannya. Ini jadi ancaman bagi Liverpool dan tim lain. Bahwa City siap untuk beraksi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top