Health

Ketika Tembakau Lebih Dari Sebuah Tanaman Dan Menjelma Menjadi Kebudayaan

Konon merokok sudah jadi kebiasaan, begitu kata beberapa kawan jika coba menjelaskan. Ya, rokok memang menjadi alasan suatu pertemanan terjalin, yang memang tak bisa ditampik. Berawal dari menawarkan rokok misalnya, barangkali itu jadi asal mula sebuah pertemanan.

Selain itu rokok pun kerap dijadikan patokan untuk waktu beranjak pergi, celotehan “sebatang (rokok) dulu baru cabut”, nampkanya akrab ditelinga bahkan bagi orang yang tidak merokok sekali pun. Maaf, maksudnya bagi pasif.

Dengan kata lain, rokok terlihat sebagai kebudayaan yang mengakar di Indonesia. Bahkan, kalau kita ingin mencoba berbalik sebentar. Pada tahun 1953 saat Haji Agus Salim menghadiri acara penobatan Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham, Inggris. Agus Salim menjadikan rokok sebagai bahan diplomasi.

Bahkan waktu itu beliau yang merokok kretek bak kereta-api alias tak putus-putus pernah mengasapi Pangeran Philip, seraya berkata “Inilah sebabnya (rokok kretek) 300 atau 400 tahun lalu negara paduka mengarungi lautan mendatangi negeri saya”, seperti dikutip dalam buku 100 tahun Haji Agus Salim.

Tembakau Menjadi Lambang Kehormatan Dalam Sistem Sosial Secara Kemasyarakatan

Bung secara sosial memang masyarakat Indonesia cukup akrab dengan namanya rokok. Pada agenda pengajian misalnya, makanan kerap berdekatan dengan secangkir gelas yang berisi rokok yang menjadi jamuan wajib bagi para tamu yang datang.

Bahkan, rokok disebut menjadi simbol rasa hormat penyelenggara kenduri kepada tamu, santri kepada kiai sampai kebiasaan menjadikan ‘oleh-oleh’ bung. Terutama pada era Presiden Soeharto dalam rapat di Bina Graha. Konon pada masa Soeharto lah pemaknaan rokok sebagai istilah korupsi mencuat dimasyarakat, yakni ‘uang rokok’. Hingga tak salah kalau tembakau bisa disebut sebagai kebudayaan yang mengakar di Indonesia.

Bentuk Relaksasi yang Dibawa Penjajah dari Dulu dan Eksis Hingga Kini

Tentu saja, rokok menjadi budaya Indonesia terdapat intervensi dari tangan pihak lain, yakni penjajah. Rokok pertama kali ditemukan oleh petualang Eropa saat menyandarkan kapalnya di Benua Amerika di abad ke-15. Bagi suku asli di Amerika, rokok dijadikan medium relaksasi yang sampai sekarang dikenal dengan nama rokok. Dalam bentuk Imperialisme, penjarahan secara menggerus sumber daya alam dan bentuk sistem pembudakan bukan hanya yang di bawa ke tanah jajahan.

Namun ada juga budaya yang ditularkan seperti rokok yang di bawa petualang Eropa ke belahan dunia. Saat kedatangan Portugis ke Indonesia, ini jadi moment pertama yang jadi asal mula ditularkannya budaya rokok. Setelah diketahui tanah Indonesia cocok untuk melestarikan tembakau, budaya tersebut menyertai tumbuhnya industri tanaman tembakau yang bernilai cukup tinggi dari segi ekonomi.

Rokok Menjelma Jadi Kebutuhan Pokok yang Mengakar Ibarat Sebuah Borok yang Susah Dihilangkan

Secara kasat mata pun, bung dapat melihat hampir semua lapisan masyarakat di Indonesia adalah perokok. Meskipun himbauan tentang penyakit gencar disuarakan hingga kaitan lain yang berdampak pada finansial sampai penyebab kematian, nampaknya tak membuat perokok gentar bung. Ironisnya, rokok ternyata banyak digandrungi oleh masyarakat yang justru berasal dari kalangan tak mampu.

Bukan sembarangan berkata, hal ini sesuai dengan Data yang diolah Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Dimana jumlah perokok dari kalangan keluarga miskin dalam enam sampai tujuh tahun terakhir meningkat dari 30 persen jadi 43 persen.

Bahkan dilansir dari Tirto, rokok bagi masyarakat tidak berkecukupan lebih penting dari pendidikan dan kesehatan. Lebih kronisnya lagi sampai telur dan tempe yang notabene protein yang berharga murah dapat dikalahkan oleh sebungkus tembakau.

Karena Indonesia Adalah Surga Bagi Pecinta Tembakau Yang Peraturannya Kerap Dinilai Kacau

Indonesia merupakan tanah yang subur untuk ditanami tembakau, sehingga penjajah melakukan bubidaya secara merajalela. Seiring waktu berjalan bahaya rokok tanpa menutup mata memang nyata bung, tetapi pemerintah seperti buta akan itu semua. Rokok jadi digandrungi oleh anak muda sebagai bentuk keren atau gaya hidup.

Bahkan harga rokok di Indonesia sangat murah seperti rokok premium bisa didapatkan Rp 1.000 per batang. Hingga di negara ASEAN Indonesia jadi negara ketiga termurah di Kamboja dan Vietnam. Tak lain dan tak bukan hal ini berasal dari kebijakan cukai yang rendah oleh pemerintah.

Namun, Apakah Indonesia Kerap Diam Saja Soal Tembakau yang Terlihat Jadi Budaya?

Ya ketika hadirnya banyak fakta dan sejarah bahwa rokok memang tumbuh di Indonesia, sebenarnya tak juga membuat masrayakat pasrah. Dengan menerima budaya dadakan ini tumbuh begitu saja. Meskipun banyak kalangan yang mengakui kebuntuan ide, kebosanan dan relaksasi diselesaikan dengan rokok.

Di mana setiap kepusan lembayung kenyamanan ini, menyisir segala kepenatan dalam aktivitas sehari-hari. Belum lagi adanya sistem eceran atau ketengan yang diberlakukan toko kelontong membuat rokok mudah di dapatkan. Bahkan menurut laporan WHO di tahun 2015 Indonesia negara empat terbesar konsumsi rokok di bawah Tiongkok, Rusia dan Amerika Serikat.

Akan tetapi justru seluruh responden di Indonesia (90,5) persen setuju terhadap adanya kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).  Lantas bung ada di posisi mana pro akan rokok, netral atau kontra?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Ketika Golongan Putih Memiliki Esensi Tak Memilih, Bukan Apolitis yang Tak Berpartisipasi

Dalam pesta demokrasi geliat partai atau calon presiden mengobral janji demi mendapatkan simpati. Namun, kadar skeptis yang tinggi membuat para calon pemilih malas untuk menaruh harapan. Politik memang berbicara harapan. Seperti halnya harapan yang selalu berujung tidak kepastian. Alhasil muncullah golongan putih atau golput yang dianggap sebagai jalan atau aksi yang menjadi bentuk protes akan pesta demokrasi. Istilah golput muncul menjelang pemilu pada tahun 1971.

Pemilih merupakan elemen penting dalam sebuah pesta demokrasi. Namun adanya golput, membuat para pemilih seperti memiliki nafas baru. Lantaran di era-era orde baru banyak tekanan yang mengharuskan semua orang harus memilih kepada satu partai atau koersif. Tetapi mengacu kepada era sekarang, banyak pergeseran makna yang terjadi perihal golput.

Pada saat muncul pertama kali, Dilansir dari majalah Ekspres edisi 14 Juni 1971 Golput adalah semacam movement untuk datang ke kotak suara dan menusuk kertas putih di sekitar tanda gambar, bukan gambarnya. Apabila itu dilakukan suara menjadi tidak sah. Dan para pemilih tetap berangkat ke bilik suara.

Lantas bagaimana golput dapat bertumbuh kembang di Indonesia?

Golput Lahir Sebagai Partai Generasi Muda

Membahas kapan golongan putih itu muncul, harus berbicara pemilu pertama di orde baru tahun 1971. Di mana terdapat 10 partai yang dinilai tidak memiliki harapan oleh pemuda saat itu.  Ketua Ikatan Mahasiswa Kebayoran, Imam Walujo Sumali muncul memberikan gagasan dalam artikel di harian KAMI yang bertajuk “Partai Kesebelas untuk Generasi Muda”.

Partai tersebut dinamakan partai putih dengan gembar putih polos. Apakah Partai Putih ada di kertas suara? tentu tidak, tetapi di tulisan tersebut Imam memberikan ajuran untuk yang memilih Partai Putih agar menusuk bagian putih yang ada di sela-sela atau antara kesepuluh tanda gambar Parpol dan Golkar. Di sini lah menjadi tercetus namanya Golput, yang kita kenal sampai sekarang.

Rezim Orde Baru Mengecap Golput Lahir Dari Aksi-Aksi Gagal Para Pemuda

Gerakan para pemuda  sejak sebelum jaman kemerdakaan memang sudah menghiasi negeri ini. Banyak aksi yang kerap berbicara akan perubahan dan revolusi. Saat golput muncul ke permukaan, rezim mulai melihat geliat-geliat pergerakan yang coba menyebar dari jalan ke jalan, rezim orde baru tak membiarkan.

Menteri Penerangan di era orde baru tahun 1971 saat itu, Budiarjo mengatakan kalau golput muncul setelah beberapa aksi yang coba dimunculkan gagal. Seperti Mahasiswa Menggugat (MM), Komite Anti Korupsi (KAK), Wartawan Generasi Muda, dan Komite Penegak Kedaulatan Rakyat (KPKR)

Lha itu, kan, orang-orangnya sama. Yang itu-itu juga. Itu, lho, seniman Balai Budaya, tempat yang selama ini digunakan untuk menentang pemerintah. Mereka adalah eks KAK atau MM,” kata Menteri Penerangan Budiardjo.

Bahkan Golput di Zaman Itu Memiliki Simbol yang Mencoba Melambangkan Apa Makna yang Diperjuangkan

Sumber : Foto Musiron/Republika

Tidak seperti sekarang, di mana golput cenderung tak memiliki lambang atau simbol. Golput di era sekarang lebih mengacu kepada “sikap” yang diambil para pemilih tanpa perlu berkoar-koar di depan banyak orang. Mungkin karena bersifat rahasia, jadi setiap orang berhak merahasiakan apa sikapnya.

Tetapi apabila napak tilas pada tahun 1971, di mana mahasiswa protes dengan penyelenggaraan pemilu, Golput dideklarasikan menjadi sebuah gerakan yang memiliki simbol. Kelompok pemuda tersebut membuat simbol bikin seniman Balai Budaya, yang dikatakan Budiarjo sebagai tempat menantang pemerintah.

Simbolnya pun mirip dengan simbol AURI, IPKI dan Golkar dengan di tengahnya mirip sebuah lukisan abstrak tanpa coretan, yakni cuma warna putih polos.

Diyakini Bakal Mati, Justru Golput Tumbuh Subur Tanpa Disirami

Semula pemerintah tidak menganggap golput sebagai ancaman, tapi tak berarti mereka tak melakukan tindakan. Rezim orba pernah mencokok rombongan golput yang sedang berjalan kaki dari degung Balai Budaya mennuju Bapilu Golkar.

Guna memberikan peringatan. Bahkan, Badan Koordinasi Intelijen (Bakin) saat itu menyatakan gerakan golput sebagai masalah kecil. Anggapan yang menganggap golput tak perlu diurus juga muncul dari Budiarjo sang Menteri Penerangan, ia pun dengan jumawa berujar kalau tanpa dilarang pun Golput akan habis dengan sendirinya.

Nyatanya? gerakan ini kiian meningkat dari Pemilu ke Pemilu.  Dilansir dari Tirto, Jumlah golput pada tahun 1977 sebagai 8,40 persen, kemudian di paska orde baru di tahun 1999 dan 2009 golput naik menjadi 10,4 persen. Di tahun 2009 sendiri untuk golput legislatif 29,01 persen dan pilpres 27,77 persen. Tentu fakta ini mematahkan asumsi Budiarjo saat itu, ternyata gerakan ini menjamur dan tumbuh subur.

Golput Kini, Menjadikan Tindakan Apolitis yang Tak Berpartisipasi

Golput yang dulu seperti diperjuangkan para pemuda, memang berbeda kalau berbicara apa yang terjadi hari ini. Setiap hari pemilu digelar, hari itu pula aktivitas kantor, sekolah sampai kuliah diliburkan. Barang tentu dengan alasan memberikan kesempatan setiap warga negara untuk memilih dan berpartisipasi di pesta demkorasi.

Tetapi, hal yang terjadi kini malah dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan lain. Seperti pergi ke bandara atau ke statiun kereta untuk berlibur jauh lebih penting dibanding pergi ke tempat pencoblosan, sikap apolitis diyakini sangat merugikan.

Tak lagi fakta yang ditutup-tutupi kalau surat suara yang tak terisi bisa jadi dimanfaatkan. Menurut Tirto, golput sekarang cenderus plastis dan lentur. Sehingga ini jelas berbeda dengan golput yang hadir di era 70-an lalu. Tetapi apakah salah bersikap macam itu? ya relatif dari sudut pandang bung sendiri.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Intan Hardja Membeberkan Kisah Hubungan Intim di Youtube Rey Utami & Benua

Memebeberkan kisah hubungan intim secara tersirat, dilakukan oleh presenter fenomenal Intan Hardja saat diwawancara di akun Youtube Rey Utami & Benua. Presenter acara gosip ini sempat membuat heboh publik lewat gayanya yang mengikuti Miley Cyrus saat itu. Kali ini ia menceritakan tentang kisah hubungan intim, yang ia lakukan di mobil bersama “Brondong Terkenal” yang menurutnya menjadi hubungan intim yang tak terlupakan.

Meskipun terbuka dalam menceritakan hidupnya dari video tersebut. Soal “Brondong Terkenal” tersebut Intan membiarkan orang menebak-nebak siapa dia. Dalam wawancara tersebut, Intan mengatakan bahwa ia salah satu sosok yang membuatnya tak bisa melupakan hubungan intim yang dilakukan di mobil saat itu bung.

Sebelum proses berhubungan itu terjadi, Intan mengakui kalau memang mendengar sekilas kabar kalau orang tersebut memiliki kemampuan hubungan intim yang sempurna, yang jelas membuatnya penasaran. Sampai suatu ketika mereka dipertemukan dalam acara bertajuk ulang tahun, di mana Intan dan sosok brondong tersebut hadir.

“Udah tuh lama (nggak ketemu). Lama pisan, hingga terjadilah suatu hal, kita kaya nongkrong bareng gitu kan. Terus setelah nongkrong bareng, waktu itu kita lagi doing some one night, kita kaya ngumpul bareng temen-temen, wine, karena memang lagi ada acara ulang tahun temen juga. Karena disitu ada dia, kita ngobrol segala macem, dan saling flirting juga,” ujar Intan Hardja dilansir dari Wartakota.

Setelah acara tersebut Intan mengaku pulang ke apartemennya pada pukul 03.00 dini hari, dan tak disangka-sangka setelah ia berbaring guna melepas lelah. Mendadak laki-laki tersebut menelpon dan mengatakan sudah ada di lobby apartemen. Intan yang kaget pun sontak merespon.

“Terus dia bilang aku ada di apartemen kamu, aku nggak mau pulang sebelum ketemu kamu. I was drunk, and he was drunk too. Jadi gw udah pulang sampe apart, gue juga ga tau gimana dia tahu rumah gua. Pokoknya dia tahu aja. 10 menit gua sampe, gua baru ganti baju, baru rebahan, terus dia telepon, dia bilang ada dibawah,” kata Intan Hardja.

Intan yang sudah mengenakan baju tidur dilapisi jaket kemudian menghampirinya. Meskipun masih muda di bawahnya, Intan mengaku kalau ia tipikal orang yang hormat dan respect. Selain terlihat sebagai sosok yang lugu dan pemalu.

Jadi waktu itu gue take kontrol banget gitu kan, terus dia kaya yang manja-manja gitu. Itu gua masuk dalam mobilnya dia. terus kita cari tempat parkir daripada ngobrol di depan lobi,” kata Intan Hardja.

Saat itulah hubungan intim yang tak terlupakan terjadi. Video yang diposting pada 5 November 2018 lalu memang memiliki judul yang ambigu, ‘Pakai Tangan atau Pakai Mulut, saat main dalam Mobil (PART 2). Sampai pada akhir wawancara tersebut Intan tak mebeberkan siapa orangnya, ia hanya memberikan petunjuk tentang brodong terkenal tersebut memiliki paras tampan dan bentuk tubuh yang bagus.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health

Jangan Kaget, Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Ketika Bung Berhubungan Intim

Mungkin bung benar, saat sedang berhubungan badan nampaknya tidak peduli apa yang terjadi di badan. Lantaran kenikmatan setiap detik membutakan segala hal yang ada. Di situasi secara umum, beberapa hal sering diungkapkan lewat beberapa istilah yang mungkin saja bung tidak peduli akan itu apa, tetapi tak berarti bung tidak penasaran apa yang dimaksud dari itu semua. lucunya lagi, penulis kami pernah bertemu dengan salah seorang laki-laki berusia dewasa, yang sudah mau kepala 30 tetapi tidak mengerti apa itu intercourse dan foreplay.

Bisa jadi sampai dengan saat itu iya belum berhubungan badan dengan salah. Bisa juga ia sudah pernah melakukan tapi tak tahu akan istilah tersebut. Cukup fair bukan? menurut kami sebagai laki-laki itu penting untuk mengetahui beberapa istilah tersebut.

Selain itu ada hal yang perlu kamu ketahui juga sekedar untuk menambah pengetahuan. Seperti halnya, apakah bung tahu zat apa ang masuk ke dalam otak sampai bung mengalami orgasme? Nah, untuk itu kami rasa menarik itu mengetahui beberapa hal dan istilah dalam berhubungan badan.

Sekujur Tubuh Memerah Semacam Aliran Darah yang Mengalir Di mana-mana

Sex flush sebuah istilah yang menggambarkan kondisi tubuh bung bewarna merah. Karena sedang terpoma darah saat sedang berhubungan seks. Ditengarai hal ini terjadi lantaran ada empat fase dalam hubungan seks loh. Dimulai dari fase bergairah, fase memuncak, fase orgasme dan fase resolusi.

Sebuah studi pun menunjukan kalau sex flush terjadi paling besar pada si nona yakni 50-75 persen, sedangkan pada laki-laki 25 persen. Meskipun itu tidak konsisten.

Antara Ereksi dan Lubrikasi? Apakah Bung Paham Kedua Hal Ini?

Istilah ini memang umum, seharusnya sih, tanpa kami jelaskan bung sudah tahu. Ereksi mengacu kepada momen ketika penis pria tegang. Dikarenakan adanya darah yang menyebar ke bagi penis melalui tiga area spons. Tentu beda dengan si nona.

Perempuan mendapatkan lubrikasi di mana alat kelamin memproduksi  cairan yang berlebih. Labia luar dan dalam si nona akan mengembang, memberikan tekanan kepada bartholins gland dan skene’s gland yang memproduksi cairan lubrikasi.

Sampai Kepada Bentuk Kelamin Memiliki Struktur yang Serupa

Yap, secara bentuk tentu bung mengetahui berbeda. Namun, sejujurnya antara klitoris dan penis memiliki bagian yang sama loh. Seperti terdapat glans, foreskin, erectile tissue dan shaft. Tetapi tidak seperti penis, lantaran fungsi dari klitoris yang dimiliki si nona dapat memberikan kenikmatan seks kepada para perempuan.

Perempuan Lebih Sulit Mencapai Titik Orgasme Dibanding Laki-laki

Sebuah survey mengatakan kalau dari 1.400 perempuan, hanya 21 sampai 30 persen saja yang dapat mengalami titik orgasme. Perlu diketahui juga nih, kalau orgasme di sini tidak dibantu oleh bantuan rangasan tangan sampai oral seks. Karena perempuan sangat membutuhkan rangsangan lebih dari sekedar penetrasi penis untuk menapai orgasme.

Fase Memuncak dari Setiap Hubungan Adalah Orgasme!

Orgasme adalah fase yang memuncak dalam berhubungan badan. Dalam orgasme, terdapat zat dopamine yang mensisntesi neuron yang teradapat di otak saat terjadi ejakulasi, yang mana memberikan kepuasan yang luar biasa kepada laki-laki seakan mendapat doping atau subtansi dari obat psikotropika.

Perempuan pun juga terdapat zat dopamine yang dirilis ke dalam otak, tetapi lebih sulit seperti yang sudah dijelaskan barusan.

Kira-kira dari semua hal dan istilah yang dibahas apakah bung sudah khatam?

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top