Otomotif

Kembalinya Si Elang Ke Tanah Garuda

Tahun 2016 lalu bisa jadi salah satu memori tak menyenangkan produsen motor besar Harley-Davidson di Indonesia. Pasalnya, Mabua yang menjadi pemegang merek motor ini di tanah air, menutup total operasinya pada Februari 2016. Kala itu meroketnya pajak kendaraan mewah dituding sebagai penyebab melempemnya penjualan Harley yang berujung pada mundurnya Mabua sebagai ATPM.

Namun ternyata penggemar dan pemilik motor gede yang sering dilekatkan dengan logo elang ini tak perlu menunggu lama hiatusnya Harley-Davidson. Karena memasuki 2017, pabrikan motor asal Milwaukee Amerika Serikat ini kembali ke Indonesia. Apa yang berbeda? Dan Strategi apa yang kini digunakan untuk masuk pasar Indonesia?

Untuk Pertama Kali Harley-Davidson Hadir Di GIIAS

Kalau sebelumnya Harley-Davidson lebih bergerak di bawah radar dalam pemasarannya. melalui komunitas penggemar setianya. Kali ini HD mengambil langkah berbeda. Mereka ingin hadir mendekatkan diri ke banyak kalangan.

Seolah ingin memperkuat strategi ini, motor yang akrab dengan skema mesin V kembar tersebut pun hadir di GIIAS 2017. Hal ini tercatat sebagai keikutsertaan pertama kalinya Harley selama GIIAS dihelat di Indonesia.

Peter Mackenzie Managing Director Harley-Davidson China & Asia Emerging Markets, mengungkapkan, Pagelaran otomotif terbesar di Indonesia itu, dijadikan HD sebagai ajang untuk menunjukan eksistensinya.

“Kehadiran kami di GIIAS merupakan komitmen kepada masyarakat Indonesia agar lebih mudah di akses dan dekat dengan mereka,” kata Peter, di ajang GIIAS, ICE BSD, Tangerang, Kamis 10 Agustus 2017.

Harley-Davidson Street Rod Dark Custom Di Boyong Untuk Menyasar Pengguna Harian

 

Karena fokus untuk merambah pasar yang lebih luas. Pada GIIAS kali ini Harley memboyong varian Street Rod Dark Custom. Tipe ini dipilih karena cocok untuk penggunaan harian dan perjalanan di dalam kota. Bentuknya yang lebih kompak tentunya akan cocok dengan postur orang Indonesia dan lebih bersahabat dengan jalanan perkotaan.

Harley-Davidson Street Rod Dark Custom sendiri menggunakan mesin High Output Revolution X 750 V-win terbaru dari pabrikannya. Kapasitasnya ‘hanya’ berkubikasi 749cc, lebih kecil dibanding motor Harley yang umum dikenal di Indonesia sebelumnya.

Kendati lebih kecil, Mesin ini sendiri menghasilkan torsi yang cukup besar yaitu 65 Nm. Tampilannya pun masih gagah dengan dibekali kaki kaki yang gambot, ban depan motor ini memiliki profil 120/70 R17 sedangkan sisi belakangnya berprofil 160/60 R17.

Buat Penggemar Setia, Harley-Davidson Road King Special Bisa Jadi Pilihan

Menyasar pasar baru, bukan berarti melupakan penggemar Harley-Davidson yang sebelumnya. Untuk Itu dikenalkan pula tipe Harley-Davidson Road King Special. Motor yang lebih cocok untuk perjalanan jarak jauh dan luar kota.

Motor ini membawa mesin Milwaukee-Eight 107 yang memiliki kapasitas besar khas HD yaitu 1.745cc. Bobotnya sendiri mencapai 355 kg dengan torsi mesin mencapai
150 Nm.

Untuk kaki-kaki, jelas Harley-Davidson Road King Special lebih besar dari sang adik, Street Rod. Motor ini menggunakan profil 130/60 R19 di depan dan 180/55 R18 di sisi belakangnya. Keistimewaan lainnya, stangnya sudah mengadopsi model semi ape hanger alias posisi berkendara dengan tangan menggantung.

Tak Lagi Mengadopsi Sistem ATPM, Harley-Davidson Masuk Indonesia Menggandeng Sejumlah Dealer

Berbeda dengan sebelumnya yang menganut sistem Agen Tunggal Pemegang Merek yang dipegang oleh Mabua. Kali ini Harley-Davidson hadir di Indonesia dengan cara menggandeng beberapa dealer. Tak tanggung-tanggung, empat dealer langsung digandeng untuk memasarkan dan menjamin kualitas custom serta layanan after sales Harley-Davidson di Indonesia. Yaitu, Nusantara Harley-Davidson Jakarta, Anak Elang Harley-Davidson Jakarta, Sumatera Motor Harley-Davidson Medan, dan Sarana Harley-Davidson Bali.

“Kehadiran empat dealer ini untuk mempertegas keinginan kita mendekatkan diri dengan masyrakat Indonesia. Mereka (para dealer) lebih memahami karakteristik unik pelanggan mereka masing-masing. Sehingga Harley-Davidson bisa lebih dekat dengan masyarakat Indonesia. Kami juga menyediakan hingga 10 ribu part custom yang bisa disesuaikan dengan masing-masing pribadi pengguna Harley-Davidson” Tegas Peter.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Komunitas

Suzuki Menggandeng Komunitas Agar Acara Berkualitas

Acara memang tak akan meriah bila tidak diisi dengan kelompok yang sumringah. Salah satunya komunitas motor yang hadir di acara Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di international Circuit Sentul. Sebanyak 63 klub turut berkontribusi dan bekerjasama dengan Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Dengan tema “Born To Ride, Live To Rock’, SIS mengajak seluruh bikers Suzuki untuk tetap kompak sekaligus bersemangat. Terbukti komunitas yang hadir menstimulus acara menjadi berkualitas dengan keriuhan sekaligus aksi mereka dengan ekspresi bersama tunggangannya.

Tidak hanya klub motor atau komunitas Suzuki saja yang turut serta dalam acara ini sebanrnya tapi secara pengunjung umum. Diperkirakan ada 3.000 bikers yang datang dan memadati sentul tidak hanya untuk berkasi dan berkspresi. Tetapi acara ini juga menjadi ajang silaturahmi.

Dari berbagai kota tetap menyempatkan untuk datang pada acara jambore ini. Berbagai model motor keluaran satria melebur menjadi satu menjadi satuan yang murni tanpa dicampur.

Seperti Pak Tugimin, yang datang bersama komunitas GSX Tanggerang Kota. Ia mengaku jalan pagi-pagi buta untuk menghadiri acara Jambore lantaran menjadi ajang pertemuan yang jarang dilakukan komunitas yang tidak terjangkau jaraknya.

Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department mengatakan bahwa semangat para bikers tentu menjadi pelecut bagi PT Suzuki Indomobil Sale seperti yang dikatakan Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department.

“Awal tahun ini kita tunjukan kekompakan dan kekuatan bersama lewat kolaborasi Suzuki dengan puluhan komnunitas motor Suzuki. Seluruh konten yang diadakan di Suzuki Bike Meet 2018 merupakan ide dan kreatifitas yang bersumber dari mereka,” ujar Yohan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Baby NMAX Resmi Dikeluarkan Yamaha Guna Menyaingi Pasar Honda

Yamaha nampaknya sedang berniat menggeser pasar Honda di pasaran. Memang tak bisa dipungkiri motor keluaran Honda selalu berada di jajaran atas penjulan di Indonesia. Yamaha sebagai kompetitor tak tinggal diam, setelah mengeluarkan NMAX untuk menjadi pesaing PC, sekarang Yamaha mengeluarkan Lexi untuk menyaingi Vario 125.

Memang keunggulan Vario dikelas matic seperti tidak ada pesaingnya, namun dengan keluarnya Yamaha Lexi nampaknya akan membuat situasi berubah. Yamaha Lexi  atau yang kerap disebut Baby NMAX karena body-nya yang sama namun lebih ramping (sedikit) ini, bakal dibandrol dengan harga 20 jutaan. Lebih lanjut Yamaha Lexi disebutkan sebagai prodak trendi yang menawarkan kepraktisan sekaligus fitur canggih guna menarik pelanggan.

Sederet Fitur Canggih Membuat Pengendara Nyaman Bersama Lexi

Sumber : Antara.com

Bersama Yamaha Lexi, pengendara pasti akan nyaman ketika berkendara. Lantaran beberapa fitur canggihnya memanjakan pengendaranya selama perjalanan. Seperti electric power socket yang membuat pengendara dapat men-charger gawai pintarnya agar tetap terhubung tanpa kehabisan baterai.

Selain itu adanya Smart Key System menjadikan motor ini terkesan mewah dan elegan, ditambah adanya Immobilizer dan Answer Back System yang memudahkan Bung untuk mencari kendaraan di parkiran. Namun untuk fitur ini hanya tersedia di tipe Yamaha Lexi S.

Body-nya Pun Terasa Lebih Ramping Dari Induknya, NMAX

Sumber : Antaranews.com

Guna melengkapi beberapa seri sebelumnya seperti NMAX, XMAX, TMAX dan AEROX 155, Lexi pun diperkenalkan di tahun 2018. Kalau melihat secara mata telanjang dari segi body memang mirip NMAX, namun lebih ramping dan keliatan seksi. Selain itu bobot dari Lexi pun lebih ringan dari pada pendahulunya. Sehingga nyaman untuk digunakan beraktivitas harian terutama bagi Bung yang kerjanya mobile.

Baby NMAX Siap Terjun Ke Aspal Dengan Torsi Merata Di Setiap Putaran Mesin

Sumber : Merdeka.com

Siap meluncur di pasaran tentu Yamaha tidak melepaskan dagangannya begitu saja tanpa kualitas yang mumpuni. Setelah dimanjakan lewat fitur-fitur canggih yang tersedia, untuk urusan mesin juga sama baiknya. Karena motor Yamaha Lexi mengusung mesin Blue Core 125cc LC4v, yang juga dimiliki pesaingnya Vario 125.

Lewat mesin Blue Core 125cc LC4V, dilengkapi dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat torsi merata disetiap putaran mesin sehingga tenaga yang dipacu pun akan maksimal. Itu pun masih dilengkapi dengan Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Memacu Kecepatan Dengan Matang, Tapi Bensin Tetap Irit Untuk Perjalanan Panjang

Sumber : Tribunnews.com

Memadukan mesin berteknologi canggih, VVA, yang mampu membuat kinerja torsi secara maksimal tentu akan berimbas kepada kecepatan dari tunggangan. Jika Bung bergumam dalam hati, “Wah, bensin pasti boros nih!”, santai Bung, karena Lexi memiliki fitur terbaru yang dapat membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih irit.

Sebab, Lexi telah dibekali fitur Stop & Start System yang membuat mesin mati saat berhenti lebih dari 5 detik, seperti saat sedang macet di jalan atau bertemu lampu merah. Tak perlu stater untuk menyalakan kembali. Saat tuas gas diputar, motor sudah dapat kembali beraksi. Fitur ini mengurangi risiko bahan bakar terbuang percuma saat motor sedang berhenti.

Berkendara dengan Lexi jelas lebih irit karena memiliki fitur STOP & START SYSTEM yang membuat mesin STOP/Mati saat berhenti lebih dari 5 detik dan START/Menyala kembali saat tuas gas diputar. Fitur ini mengurangi risiko bahan bakar terbuang percuma saat motor sedang berhenti.

Warna Menarik Tersemat Pada Produk Anyar Yamaha Lexi

Sumber : Tribunnews.com

Desain Lexi yang mewah dan elegan diselaraskan dengan tampilan warna yang atraktif guna menguatkan kesan elegan. Warna matte menjadi pilihan dasar warna di Baby NMAX, seperti Matte Red, Matte Grey dan White. Sedangkan Yamaha Lexi-S memiliki varian Matte Blue, Matte Grey dan Bronze.

Selain itu dengan lampu depan Grand LED membuat Lexi menjadi terlihat berkelas sebagai motor matic, ditambah Digital Speedometer yang modern dan informatif akan memudahkan pengendaranya. Keberadaan lampu Hazzard pun akan meningkatkan keamanan apabila pengendara mengalami mogok atau ban bocor yang berguna sebagai tanda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiring Men

Elders Garage: Pembuat Motor Jokowi Yang Awalnya Tukang Tambal Ban

Penggila modifikasi khususnya Chopper sepertinya masih terkesima ketika Presiden Jokowi memamerkan sepeda motor berwarna emasnya. Dengan menggunakan mesin Royal Enfield 350cc, motor itu dibuat oleh tangan-tangan terampil khas anak negeri.

“Saya baru saja membeli motor hasil modifikasi Chopperland dari bengkel ‘Elders Garage’,” demikian tulisan Presiden Jokowi di akun twitternya ketika itu.

Sontak banyak mata langsung tertuju pada Elders Garage. Siapa mereka dan semewah apa bengkelnya hingga mendapat kehormatan membangun motor milik seorang presiden?

Dulunya Hanya Bengkel Tambal Ban

Adalah Andrianka salah satu yang mengawali kelahiran Elders Garage. Tapi jangan segera berpikir ia mengawalinya dengan bengkel mentereng dan kocek tebal. Angka begitu ia biasa disapa, mengawali membuka bengkel bersama kawan-kawannya.

source:instagram/elders_garage/

Sebuah bengkel bertajuk Krisda motor dibuka di daerah Kebon Jeruk. Sebuah bengkel sederhana shanya seluas 4×4 meter yang menerima service ringan dan terutama tambal ban. Yup, Angka dulu hanya berkutat seputar tambal ban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Film

Mari Bung Mengenali Motor Yang Ditunggangi Dilan Di Dalam Filmnya

Belakangan ini film Dilan 1990 menjadi perbincangan berbagai kalangan. Terutama anak muda yang kepincut alur cerita cinta antara Dilan dan Milea, buah karya dari novelis Pidi Baiq. Setelah di angkat ke layar lebar, film ini berhasil tembus hingga lebih dari 3 juta penonton. Menariknya, Dilan yang diceritakan sebagai panglima tempur geng motor menaiki sebuah motor lawas. Motor itu adalah Honda CB 100 atau yang dikenal dengan Honda Gelatik.

Sutradara Dilan 1990, Fajar Bustomi mengatakan kalau motor CB 100 yang dipakai shooting ada dua. Satu motor punya dia, dan satunya lagi milik PH Falcon Pictures. Tidak banyak modifikasi dari Honda CB 100 yang digunakan ini, ubahannya pun hanya sebatas sepatbor, knalpot dan nomor plat yang dicopot demi menyamakan dengan karakter Dilan yang badung di era 90-an.

Meski Motor Tua Tapi Akselerasi Masih Muda

Sumber : Fncounter.com

Motor keluaran tahun 70-an ini sudah tak lagi dapat dibilang muda, bahkan beberapa sparepart originalnya bisa dikatakan mulai langka. Meskipun tua tapi untuk soal akselerasi motor ini masih mumpuni lho Bung. Lantaran mesin yang dimiliki sangat bagus walaupun hanya 100 cc, tetapi untuk akselerasi motor ini masih oke kok Bung. Apa lagi kalau Bung mempunyai kocek lebih, motor ini bisa dioprek untuk mendapatkan tenaga yang gahar hingga dapat bersaing dengan motor baru saat ini.

Perawatannya Pun Relatif Mudah Dan Terjangkau Bung

Sumber : Sayonaracycles,com

Meskipun sparepart orisinilnya sukar ditemukan, bukan berarti membuat motor ini sulit dirawat. Malah kebalikannya, dibanding motor klasik atau lawas lain motor ini termasuk dalam kategori mudah dirawat. Jadi Bung yang berniat mencari motor ini agar terlihat badung tapi keren seperti Dilan, tak perlu mengkhawatirkan soal perawatannya. Lebih baik kerahkan tenaga Bung untuk mencari aksesoris bagi motor tua ini saja.

Dibalik Modelnya Yang Klasik Dan Elegan, Honda CB 100 Sangat Mudah Dimodifikasi

Sumber : Kissfmmedan.com

Pasti banyak diantara Bung yang berburu Honda CB 100 lantaran sangat mudah dimodifikasi. Kalau berbicara modifikasi Honda CB 100, banyak jenis yang dapat diaplikasikan pada motor ini. Seperti gaya cafe racer, bobber, jap style hingga beberapa gaya modifikasi lainnya. Semua gaya yang diaplikasikan dapat disesuaikan dengan selera pribadi dari sang penunggang besi tentunya.

Harga Jual CB 100 Pun Tetap Dapat Bertahan Bung, Meski Eranya Sudah Dimakan Zaman

Ketika seseorang membeli sebuah kendaraan, pertimbangannya tidak hanya dari model namun juga dari harga jual. Lantaran harga jual menjadi pertimbangan apabila sang pemilik jenuh dengan tunggangannya. Namun, Honda CB 100 termasuk motor lawas yang harga jualnya tidak turun, beda dengan motor jaman sekarang yang harganya dapat anjlok di pasaran. Apa lagi kalau Bung memiliki motor CB 100 dengan sparepart yang masih orisinil. Otomatis harga jual bisa mahal. Untuk harga CB 100 tahun 1970  saja dihargai 5 juta, sedangkan keluaran tahun 71 dan 72  berada di harga 4,5 juta dan 4 juta. Untuk motor CB 100 yang sudah dimodifikasi bisa mencapai 10 juta Bung.

Lantas Kenapa Dinamakan Honda Gelatik?

Honda CB 100 merupakan motor yang langka di zaman sekarang. Lantaran sudah tidak lagi diproduksi oleh produsennya, Honda. Untungnya mesin yang dimiliki Honda CB 100 sangat kuat hingga dapat bertahan hingga sekarang. Oleh karena itu Honda CB 100 pun dinamakan Honda Gelatik karena keberadaannya yang kini langka.

Gelatik lebih dikenal sebagai jenis burung di areal sawah dan ladang yang suka menyantap biji-bijian, buah dan serangga. Karena perburuan liar dan menyusutnya habitat hidup membuat burung ini sulit ditemukan. Selain itu bentuk dari Honda CB 100 pun diasosiasikan seperti burung gelatik dengan spot warna putih sekaligus kepala (headlamp) berwarna hitam yang merupakan ciri kisah burung tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top