Dating & Relationship

Katanya Perempuan Tak Lihat Fisik Dan Cuma Lihat Hati, Tapi Yakin Mau Terima Dia Yang Lebih Pendek Darimu?

Seruan untuk mencintai tanpa memandang fisik, nampaknya jadi sebuah ucapan yang seksi. Apalagi jika itu didengar langsung oleh Bung yang memang kebetulan punya tampang pas-pasan. Tak lebih dan juga kurang. Padahal ini adalah upaya untuk berlindung dari kesan membeda-bedakan yang sering dilakukan si nona.

Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Rice University dan University of North Texas mengungkapkan, sebagian besar dari perempuan akan menaruh perhatian khusus pada laki-laki yang tinggi dibanding yang bertubuh pendek. Masih tak percaya Bung? Coba tanya siapa yang akan dipilih oleh mereka? Raditya Dika atau Ge Pamungkas, jelas Ge yang jauh lebih tinggi akan dijadikan pilihan.

Jika Fisik Jadi Masalah Utama Untuk Si Nona, Tampan Tak Selalu Soal Tinggi 

Kondisi fisik laki-laki dalam urusan tinggi, memang jadi sesuatu yang menambah kadar ketampanan. Akan tetapi kenyataannya, tinggi badan tak selalu selaras dengan ketampanan.

Faktanya penampilan fisik yang terlihat menarik, tak mutlak dinilai dari tinggi atau tidaknya seorang laki-laki. Karena laki-laki yang bertubuh tak tinggi juga kadang malah lebih tampan dari dia yang digadang-gadang si nona hanya karena lebih tinggi.

Masih tak percaya? Coba lirik aktor laga Tom Cruise, atau penyanyi Bruno Mars meski memiliki tubuh yang tidak terlalu tinggi, aura ketampanannya tak perlu dipertanyakan lagi.

Meski Tak Tinggi, Bung Pun Mampu Membuat Si Nona Bahagia

Sebuah penelitian dari beberapa ahli menyimpulkan bahwa perempuan memilih laki-laki yang lebih tinggi karena dinilai mampu memberikan perhatian dan kenyamanan lebih.

Bung yang memiliki tubuh tak tinggi mungkin memang sedikit menghadapi masalah dalam kehidupan sosial, susah beradaptasi atas banyaknya tekanan karena tinggi badan. Akan tetapi bukan berarti Bung tak mampu memperlakukan perempuan yang dicintai dengan istimewa bukan? Untuk perihal fisik dan tinggi badan mungkin kalah, tapi urusan kasih sayang dan membuat si nona nyaman, Bung jadi pihak yang bisa diandalkan.

Berdalih Ingin Memperbaiki Keturunan, Padahal Gen Juga Tak Selalu Jadi Patokan

Ini memang sediki terdengar sangat diskriminatif, seolah-olah badan yang pendek jadi sebuah musibah yang perlu dihindari. Dengan lapang dada Bung mungkin akan terima alasan si nona memilih dia. Tapi apakah pernyataan itu adil? Tentu saja tidak.

Seolah berpikir bahwa Bung itu manusia yang perlu dihindari, beberapa perempuan memakai jargon ini sebagai jurus pamungkas untuk melindungi diri. Jika gen jadi poin penting yang kata si nona perlu, bukankah dia sudah tinggi? Lantas kenapa harus khawatir. Tentu masih ada peluang kelak memiliki anak yang tinggi. Lagipula untuk urusan begini, genetik tak selalu jadi penentu tinggi atau tidaknya seseorang.

Dia yang Lebih Tinggi Terlihat Lebih Mangayomi, Sedangkan Bung Juga Bisa Melindungi

Tubuhnya yang tinggi memang cukup mumpuni. Dan benar saja Bung! Dia mampu merangkul si nona dengan baik ketika sedang berjalan. Tak kewalahan untuk menyeimbangkan posisi duduk dan berdiri saat berdua. Tapi apa iya melindungi selalu ditunjukkan dengan posisi itu saja? Tentu tidak.

Nampaknya kaum hawa harus coba berinovasi dalam hal memahami arti kata ‘melindungi’ dari laki-laki. Ada banyak hal lain yang mampu Bung upayakan untuk melindungi si nona. Bahkan Bung pun tak canggung berkorban demi melihat si nona senang. Hingga pada beberapa kejutan yang jadi obat pelindung dari rasa bosan.

Untuk Urusan Jalan Berdua yang Tinggi Katanya Menambah Percaya Diri, Artinya Bung Membuat Si Nona Tak Lagi Percaya Diri?

“Malulah, nanti kalau lagi jalan berdua bisa-bisa semua mata melihatku!”

Percaya atau tidak, ini hanyalah satu dari banyaknya alasan yang kadang dijadikan tameng untuk menghindar. Peranan orang lain memang selalu berpengaruh pada keputusan, dan salah satunya dalam hal memilih pasangan.

Sebagian orang memang akan merasa iba padanya, karena merasa telah menjatuhkan pilihan pada orang yang salah. “Masa laki-laki lebih pendek, nggak cocok!”. Vonis ini dijatuhkan tanpa merasa bersalah sama sekali. Ya memang begitulah masyarakat kita. Memakai alasan tak mau dijadikan pusat perhatian jika berjalan dengan laki-laki yang lebih pendek, padahal setiap hari dia kerap haus akan perhatian. Si nona harusnya berterus terang dengan bilang,“saya malu Tuan”.

Si Nona Mungkin Saja Mengaku Berpikiran Terbuka, Tapi Masih Saja Percaya pada Stereotip

Hal lain yang kadang bikin Bung geleng-geleng kepala adalah saat si nona berkata bahwa laki-laki sebenarnya sama saja. Penampilan dan fisik tak masuk dalam kriteria untuk memilih mereka, begitu katanya. Tapi saat urusan memilih pasangan, si laki-laki tinggi selalu mendapat perhatian lebih.

Bukan berniat tak percaya pada perempuan lain yang memang akan menerima pasangannya apa adanya. Bukan karena tinggi badan dan rupa menawan. Tapi percaya atau tidak, hampir semua perempuan nampaknya setuju jika kaum adam dengan tinggi badan lebih jauh terlihat menarik untuk dijadikan pilihan.

Padahal ada banyak kelebihan yang Bung miliki. Bahkan salah satu studi di Amerika yang mengatakan bahwa laki-laki dengan tinggi dibawah standar, hidup dua tahun lebih lama daripada mereka yang tinggi.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating

Kiat Pendekatan, untuk Bung yang Memang Hanya Ingin Cari (Teman Tidur) di Aplikasi Kencan

Ada banyak hal menggelitik memang di aplikasi kencan masa ini. Beberapa kawan menemukan istrinya disana, sedang yang lain mengaku hanya ingin mencari kesenangan saja, mengisi waktu luang, hingga teman tidur untuk semalam.

Tak ada yang salah, kalaupun bung ingin mencari seks di berbagai aplikasi kencan. Tapi sebelum menerawang lebih jauh, bung harus tahu jika ini tak bisa dilakukan dengan buru-buru. Segelas kopi dan mengajaknya menonton film, tak selalu jadi tiket gratis untuk bisa menutup malam diatas ranjang.

Bung haruslah bermain cantik, gunakan nalar untuk membangun chemistry. Bukan gegabah dan tiba-tiba menarik si nona untuk tidur bersama.

Tampang Tak Selalu Jadi yang Pertama, Si Nona Pasti Suka Jika Obrolan dengan Bung Berjalan Dua Arah

Kesalahan beberapa laki-laki yang kerap membuat perempuan ilfeel adalah terburu-buru dalam menyampaikan niat yang sebenarnya. Cobalah belajar untuk memainkan trik, memilih beberapa cara menarik yang bisa buat nona simpatik.

Bung bisa memulainya dengan beberapa percakapan ringan seputar hobi dan makanan kesukaan. Kalau memang si nona terlihat merespon, bisa bergerak ke ranah yang lebih lebar. Bung, hanya perlu menyentuh di posisi yang tepat. Tak terlalu pasif tapi juga tak telalu agresif. Biarkan obrolan menyalir, sampai ke arah yang memang menghantarkan kita pada niat yang sebenarnya.

Jika Sudah Dirasa Tepat, Coba Sampaikan Niat dengan Pelan Namun Cepat

Sudah terlihat nyaman atas beberapa obrolan, cobalah untuk memulai membuka topik yang lebih spesifik. Kalau memang nona juga hasrat yang serupa, tentu ia tak merasa ajakan itu adalah sebuah masalah. Sampaikan dengan pelan, bukan dengan kasar. Karena foreplay yang baik adalah kunci dari seks yang asyik.

Baca Reaksinya, Walau Tak Bersuara Bung Harus Bisa Membaca Gestur Tubuhnya  

Tak semua perempuan yang bung suka, mungkin punya rasa yang sama. Dan kenyataan seperti ini, jelas harus kita hargai. Setelah mendengar bung yang menyampaikan ajakan, biasanya nona akan bereaksi sebagai jawaban. Entah dia akan melempar senyum tipis sembari bermain mata ke arah bung atau justru buru-buru membuang mukanya, dan tak lagi memandang bung.

Situasi ini akan jadi kunci, apakah ajakan dari bung di terima atau tidak. Banyaklah untuk belajar membaca gestur tubuh. Karena kadang kala, si nona yang tertawa belum tentu mau. Dan jika memang bung tak bisa membaca reaksinya, tak apa jika ditanyakan langsung saja.

Si Nona Punya Hak Atas Dirinya, Jangan Dipaksa Kalau Memang Ia Tak Suka

Sebagaimana bung yang juga memilah-milah perempupan yang akan bung ajak senang-senang. Si nona, juga punya hak serupa. Untuk itu, jangan pernah bersikap semena-mena. Tak peduli siapa dia dan bagaimana latar belakangannya. Setiap perempuan berhak untuk menerima atau menolak ajakan dari kita.

Berita baik untuk bung yang disambut dengan gelak tawa dan anggukan tanda persetujuan. Tapi di lain situasi, selalu ada kemungkinan juga jika nona akan menolak dan menggelengkan kepala. Kalau sudah begini, bung harus bisa bersikap gentlement. Menerima keputusan si nona dan tak akan memaksanya.

Karena Memang Ini Hanya Akan Jadi Cerita Semalam, Hindari untuk Berekspektasi Terlalu Besar

Selanjutnya, selepas ena-ena. Ada berbagai macam rasa yang mungkin datang dan muncul begitu saja. Mendadak menaruh hati padanya atau merasa biasa-biasa saja. Seperti sedari awal, ajakan untuk bercumbu dalam semalam mungkin hanya akan terjadi sekali saja. Tapi bung dan nona selalu punya celah untuk mendiskusikan akan dibawa kemana, pertemuan ini selanjutnya. Berhenti atau diteruskan pada jenjang yang tak sekedar kencan semalam.

Aplikasi kencan online memang memberi dampak yang menyenangkan, dengan catatan bung harus tetap memahami aturan dan tak boleh mengajak tidur perempuan dengan sembarangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Ketika Golongan Putih Memiliki Esensi Tak Memilih, Bukan Apolitis yang Tak Berpartisipasi

Dalam pesta demokrasi geliat partai atau calon presiden mengobral janji demi mendapatkan simpati. Namun, kadar skeptis yang tinggi membuat para calon pemilih malas untuk menaruh harapan. Politik memang berbicara harapan. Seperti halnya harapan yang selalu berujung tidak kepastian. Alhasil muncullah golongan putih atau golput yang dianggap sebagai jalan atau aksi yang menjadi bentuk protes akan pesta demokrasi. Istilah golput muncul menjelang pemilu pada tahun 1971.

Pemilih merupakan elemen penting dalam sebuah pesta demokrasi. Namun adanya golput, membuat para pemilih seperti memiliki nafas baru. Lantaran di era-era orde baru banyak tekanan yang mengharuskan semua orang harus memilih kepada satu partai atau koersif. Tetapi mengacu kepada era sekarang, banyak pergeseran makna yang terjadi perihal golput.

Pada saat muncul pertama kali, Dilansir dari majalah Ekspres edisi 14 Juni 1971 Golput adalah semacam movement untuk datang ke kotak suara dan menusuk kertas putih di sekitar tanda gambar, bukan gambarnya. Apabila itu dilakukan suara menjadi tidak sah. Dan para pemilih tetap berangkat ke bilik suara.

Lantas bagaimana golput dapat bertumbuh kembang di Indonesia?

Golput Lahir Sebagai Partai Generasi Muda

Membahas kapan golongan putih itu muncul, harus berbicara pemilu pertama di orde baru tahun 1971. Di mana terdapat 10 partai yang dinilai tidak memiliki harapan oleh pemuda saat itu.  Ketua Ikatan Mahasiswa Kebayoran, Imam Walujo Sumali muncul memberikan gagasan dalam artikel di harian KAMI yang bertajuk “Partai Kesebelas untuk Generasi Muda”.

Partai tersebut dinamakan partai putih dengan gembar putih polos. Apakah Partai Putih ada di kertas suara? tentu tidak, tetapi di tulisan tersebut Imam memberikan ajuran untuk yang memilih Partai Putih agar menusuk bagian putih yang ada di sela-sela atau antara kesepuluh tanda gambar Parpol dan Golkar. Di sini lah menjadi tercetus namanya Golput, yang kita kenal sampai sekarang.

Rezim Orde Baru Mengecap Golput Lahir Dari Aksi-Aksi Gagal Para Pemuda

Gerakan para pemuda  sejak sebelum jaman kemerdakaan memang sudah menghiasi negeri ini. Banyak aksi yang kerap berbicara akan perubahan dan revolusi. Saat golput muncul ke permukaan, rezim mulai melihat geliat-geliat pergerakan yang coba menyebar dari jalan ke jalan, rezim orde baru tak membiarkan.

Menteri Penerangan di era orde baru tahun 1971 saat itu, Budiarjo mengatakan kalau golput muncul setelah beberapa aksi yang coba dimunculkan gagal. Seperti Mahasiswa Menggugat (MM), Komite Anti Korupsi (KAK), Wartawan Generasi Muda, dan Komite Penegak Kedaulatan Rakyat (KPKR)

Lha itu, kan, orang-orangnya sama. Yang itu-itu juga. Itu, lho, seniman Balai Budaya, tempat yang selama ini digunakan untuk menentang pemerintah. Mereka adalah eks KAK atau MM,” kata Menteri Penerangan Budiardjo.

Bahkan Golput di Zaman Itu Memiliki Simbol yang Mencoba Melambangkan Apa Makna yang Diperjuangkan

Sumber : Foto Musiron/Republika

Tidak seperti sekarang, di mana golput cenderung tak memiliki lambang atau simbol. Golput di era sekarang lebih mengacu kepada “sikap” yang diambil para pemilih tanpa perlu berkoar-koar di depan banyak orang. Mungkin karena bersifat rahasia, jadi setiap orang berhak merahasiakan apa sikapnya.

Tetapi apabila napak tilas pada tahun 1971, di mana mahasiswa protes dengan penyelenggaraan pemilu, Golput dideklarasikan menjadi sebuah gerakan yang memiliki simbol. Kelompok pemuda tersebut membuat simbol bikin seniman Balai Budaya, yang dikatakan Budiarjo sebagai tempat menantang pemerintah.

Simbolnya pun mirip dengan simbol AURI, IPKI dan Golkar dengan di tengahnya mirip sebuah lukisan abstrak tanpa coretan, yakni cuma warna putih polos.

Diyakini Bakal Mati, Justru Golput Tumbuh Subur Tanpa Disirami

Semula pemerintah tidak menganggap golput sebagai ancaman, tapi tak berarti mereka tak melakukan tindakan. Rezim orba pernah mencokok rombongan golput yang sedang berjalan kaki dari degung Balai Budaya mennuju Bapilu Golkar.

Guna memberikan peringatan. Bahkan, Badan Koordinasi Intelijen (Bakin) saat itu menyatakan gerakan golput sebagai masalah kecil. Anggapan yang menganggap golput tak perlu diurus juga muncul dari Budiarjo sang Menteri Penerangan, ia pun dengan jumawa berujar kalau tanpa dilarang pun Golput akan habis dengan sendirinya.

Nyatanya? gerakan ini kiian meningkat dari Pemilu ke Pemilu.  Dilansir dari Tirto, Jumlah golput pada tahun 1977 sebagai 8,40 persen, kemudian di paska orde baru di tahun 1999 dan 2009 golput naik menjadi 10,4 persen. Di tahun 2009 sendiri untuk golput legislatif 29,01 persen dan pilpres 27,77 persen. Tentu fakta ini mematahkan asumsi Budiarjo saat itu, ternyata gerakan ini menjamur dan tumbuh subur.

Golput Kini, Menjadikan Tindakan Apolitis yang Tak Berpartisipasi

Golput yang dulu seperti diperjuangkan para pemuda, memang berbeda kalau berbicara apa yang terjadi hari ini. Setiap hari pemilu digelar, hari itu pula aktivitas kantor, sekolah sampai kuliah diliburkan. Barang tentu dengan alasan memberikan kesempatan setiap warga negara untuk memilih dan berpartisipasi di pesta demkorasi.

Tetapi, hal yang terjadi kini malah dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan lain. Seperti pergi ke bandara atau ke statiun kereta untuk berlibur jauh lebih penting dibanding pergi ke tempat pencoblosan, sikap apolitis diyakini sangat merugikan.

Tak lagi fakta yang ditutup-tutupi kalau surat suara yang tak terisi bisa jadi dimanfaatkan. Menurut Tirto, golput sekarang cenderus plastis dan lentur. Sehingga ini jelas berbeda dengan golput yang hadir di era 70-an lalu. Tetapi apakah salah bersikap macam itu? ya relatif dari sudut pandang bung sendiri.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Intan Hardja Membeberkan Kisah Hubungan Intim di Youtube Rey Utami & Benua

Memebeberkan kisah hubungan intim secara tersirat, dilakukan oleh presenter fenomenal Intan Hardja saat diwawancara di akun Youtube Rey Utami & Benua. Presenter acara gosip ini sempat membuat heboh publik lewat gayanya yang mengikuti Miley Cyrus saat itu. Kali ini ia menceritakan tentang kisah hubungan intim, yang ia lakukan di mobil bersama “Brondong Terkenal” yang menurutnya menjadi hubungan intim yang tak terlupakan.

Meskipun terbuka dalam menceritakan hidupnya dari video tersebut. Soal “Brondong Terkenal” tersebut Intan membiarkan orang menebak-nebak siapa dia. Dalam wawancara tersebut, Intan mengatakan bahwa ia salah satu sosok yang membuatnya tak bisa melupakan hubungan intim yang dilakukan di mobil saat itu bung.

Sebelum proses berhubungan itu terjadi, Intan mengakui kalau memang mendengar sekilas kabar kalau orang tersebut memiliki kemampuan hubungan intim yang sempurna, yang jelas membuatnya penasaran. Sampai suatu ketika mereka dipertemukan dalam acara bertajuk ulang tahun, di mana Intan dan sosok brondong tersebut hadir.

“Udah tuh lama (nggak ketemu). Lama pisan, hingga terjadilah suatu hal, kita kaya nongkrong bareng gitu kan. Terus setelah nongkrong bareng, waktu itu kita lagi doing some one night, kita kaya ngumpul bareng temen-temen, wine, karena memang lagi ada acara ulang tahun temen juga. Karena disitu ada dia, kita ngobrol segala macem, dan saling flirting juga,” ujar Intan Hardja dilansir dari Wartakota.

Setelah acara tersebut Intan mengaku pulang ke apartemennya pada pukul 03.00 dini hari, dan tak disangka-sangka setelah ia berbaring guna melepas lelah. Mendadak laki-laki tersebut menelpon dan mengatakan sudah ada di lobby apartemen. Intan yang kaget pun sontak merespon.

“Terus dia bilang aku ada di apartemen kamu, aku nggak mau pulang sebelum ketemu kamu. I was drunk, and he was drunk too. Jadi gw udah pulang sampe apart, gue juga ga tau gimana dia tahu rumah gua. Pokoknya dia tahu aja. 10 menit gua sampe, gua baru ganti baju, baru rebahan, terus dia telepon, dia bilang ada dibawah,” kata Intan Hardja.

Intan yang sudah mengenakan baju tidur dilapisi jaket kemudian menghampirinya. Meskipun masih muda di bawahnya, Intan mengaku kalau ia tipikal orang yang hormat dan respect. Selain terlihat sebagai sosok yang lugu dan pemalu.

Jadi waktu itu gue take kontrol banget gitu kan, terus dia kaya yang manja-manja gitu. Itu gua masuk dalam mobilnya dia. terus kita cari tempat parkir daripada ngobrol di depan lobi,” kata Intan Hardja.

Saat itulah hubungan intim yang tak terlupakan terjadi. Video yang diposting pada 5 November 2018 lalu memang memiliki judul yang ambigu, ‘Pakai Tangan atau Pakai Mulut, saat main dalam Mobil (PART 2). Sampai pada akhir wawancara tersebut Intan tak mebeberkan siapa orangnya, ia hanya memberikan petunjuk tentang brodong terkenal tersebut memiliki paras tampan dan bentuk tubuh yang bagus.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top