Health & Personality

Ini 5 Penyesalan Hidup Yang Kerap Disembunyikan Oleh Laki-laki

Penyesalan selalu datang teralambat. Pepatah yang telah sangat akrab di telinga itu memang benar adanya. Meski  telah sering diperingatkan, nyatanya semua orang pasti pernah menyesali hal yang telah terjadi.  Entah itu untuk perkara kecil atau besar. Hidup yang dijalani memang akan selalu menghadirkan hal-hal baru yang kadang tidak sesuai rencana.

Banyak hal yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan tapi tiba-tiba hadir untuk mengisi hari hingga kepada hal-hal yang diinginkan malah berjalan tidak sesuai keinginan. Kecewa lalu menyesal untuk kemudian belajar melupakan, mungkin semuanya memang terlihat baik-baik namun dibalik semua itu sebenarnya ada banyak hal yang berhasil membuat laki-laki menyesal. Berbalik untuk menghitung kembali apa saja kejadian yang menjadi penyesalan dalam hidup mungkin tidak akan merubah apapun, akan tetapi setidaknya melakukan hal itu bisa membuat manusia belajar dari pengalaman. Begitu pun yang terjadi pada laki-laki.

Tidak Bisa Menunjukkan Jati Diri Yang Sebenarnya  Menjadi Hal Pertama Yang Kami Sesali

Untuk hal yang satu ini tentu pernah terjadi pada beberapa aspek kehidupan yang kami jalani. Ada beberapa hal yang mungkin kami lakukan dengan berperan sebagai orang lain. Meski hasil yang kami dapatkan menjadi sesuatu pencapaian besar dimata orang lain dan patut dibanggakan, toh kami tetap tak merasa senang. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang kami inginkan, bukan pula pencapaian yang harus diagungkan.

Sebab kami sadar bahwa kami melakukannya bukan untuk diri sendiri. Bukan karena memang suka dan ingin melakukannya tapi karena ada beberapa faktor yang memaksa kami untuk melakukannya. Seberapa baik hasil yang kami terima akan tetap terasa tidak berarti karena hal itu bukanlah diri sendiri yang sebenarnya. Bukankan memang tak ada satu pun yang layak dibanggakan saat kita hanya bisa berpura-pura menjadi orang lain?

Ada Beberapa Mimpi Dan Cita-Cita Yang Belum Berhasil Dicapai, Sementara Kesempatan Tak Lagi Seluas Dulu

Siapa pun tentu memiliki daftar hal-hal yang menjadi mimpi dan cita-cita dalam hidup, demikian pula dengan laki-laki. Diberi kesempatan untuk bisa merasakan semua hal yang ada di dunia ini membuat kami berusaha keras untuk memanfatkan  waktu dengan sebaik-baiknya. Mulai merencanakan banyak mimpi dan cita-cita apa saja yang akan dilakukan dalam hidup. Betul bahwa ungkapan “Kita hanya berencana, selebihnya Tuhan yang menentukan” akan sangat membantu untuk mengurangi sedikit rasa sesal tiap kali ada sesuatu yang tidak bisa tergenapi. Meski demikian semua rasa kecewa yang datang tidak akan langsung hilang dengan begitu saja. Hal ini akan menjadi sesuatu yang akan terkenang sepanjang masa, mencari-cari kesalahan diri untuk suatu kemungkinan yang bisa jadi akan menjadi alasan untuk penyesalan seumur hidp.

Menghabiskan Separuh Waktu Yang Di Miliki Untuk Bekerja Telah Membuat Kami Kehilangan Banyak Waktu Bersama Keluarga

Tercipta sebagai sosok yang berperan menjadi tulang punggung keluarga kadang membuat kami harus belajar mengabaikan banyak hal. Kesibukan bekerja yang terfokus untuk mendapat sesuatu yang akan bisa membahagiakan keluarga justru kadang mendapat hasil yang tidak sebanding. Mungkin kami memang akan disebut “hebat” karena mampu menghidupi keluarga dengan segala sesuatu tanpa merasa kekurangan. Namun disisi lain ada sesuatu yang tidak mampu kamu berikan kepada keluarga di rumah. Hal berharga itu disebut “waktu”.

Mencurahkan sebagian besar waktu kami untuk bekerja adalah salah satu hal yang membuat kami menyesal. Coba bayangkan sudah berapa banyak waktu yang kami habiskan untuk bekerja dan terlewati begitu saja tanpa merasakan kehangatan di tengah-tengah keluarga.Hingga waktu telah berlalu begitu cepat. Ketika satu persatu orang yang pernah berjasa membasarkan kamu telah pergi atau anak-anak kami telah tumbuh dengan begitu cepat kami hanya bisa menyesali hal itu.

Pun Merasa Belum Jadi Anak Yang Berbakti Pada Orangtua Menjadi Salah Satu Penyesalan Kami

Mendapati kenyataan bahwa ternyata kami belum bisa dikatakan sebagai anak yang berbakti kepada orangtua terlebih kepada sosok ibu menjadi salah satu penyesalan berat dalam hidup. Biar bagaimanapun mereka tidak akan pernah berkata demikian, justru rasa ini sering timbul saat kami mulai merenungi segala sesuatu yang telah diperbuat dalam hidup. Kesadaran itu kadang membuat kami berpikir bahwa apa yang telah kita lakukan pada orang tua masih belum seberapa bila dibandingkan dengan curahan kasih sayangnya dari dulu hingga sekarang.

Mungkin mereka akan selalu merasa bahwa sesuatu yang diberikan anaknya telah lebih dari cukup. Kasih sayang orang tua yang tak terbatas membuat mereka hanya ingin memberi  kebahagiaan pada anaknya. Tak heran bila mereka tak menuntut apapun dari  anak nya. Oleh karena itu, selagi orang tua masih ada, kami berusaha sebaik mungkin untuk memperjuangkan kebahagiaanya . Sebab orang tua tak akan hidup selamanya bukan?

Belum Sempat Mengungkapkan Perasaan Dan Isi Hati Kepada Seorang Wanita Bisa Membuat Kami Menyesal Seumur Hidup

Terlihat sepele karena mungkin hanya masalah hati tapi nyatanya hal ini bisa jadi penyesalan yang akan terkenang sepanjang hayat. Kami bisa saja memantapkan hati dengan seseorang yang juga memiliki perasaan yang sama, tapi bayang-bayang akan seseorang yang pernah kami cintai namun belum pernah tersampaikan akan selalu jadi hal yang membuat diri menyesal. Hingga kepada banyak kemungkinan yang harusnya bisa terjadi jika kami lebih sedikit berani untuk mengungkapkan perasaan menjadi bayang-bayang yang akan semakin membuat hati menyesal. Sementara itu dilain sisi kami juga pasti pernah menyesal akan sesuatu yang seharusnya kami sampaikan kepada orang lain demi tujuan menghindar dari perselisihan. Lalu kami pun jadi lebih sering berbohong hanya untuk menyenangkan orang lain yang justru akan menjadi penyesalan berat bagi diri sendiri.

Bersikap kuat untuk terlihat baik-baik saja dihadapan orang lain bisa saja kami lakukan termaksud untuk membohongi diri sendiri, namun untuk menutupi semua penyesalan tersebut pada diri sendiri adalah sesuatu yang tidak mungkin kami lakukan.

2 Comments

2 Comments

  1. abid abdullah

    July 15, 2017 at 4:25 pm

    Yang jelas isi hati pria lebih mudah dipahami daripada wanita, mungkin kalau ini artikel bahas penyesalan wanita bakal nggak kelar-kelar nih tulisan, hehehe, just kidding

  2. syuhada

    July 16, 2017 at 4:35 pm

    Bisa jadi pembelajaran buat lelaki yang belum ngalamin penyesalan ini.Jangan sampai gue juga ngalamin yang terakhir deh, hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Ketika Beli Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 Kini Berhadiah Jaket Sporty

Sukses menghadirkan Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 ke hadapan publik Indonesia hingga akhirnya menjadi trend setter baru motor sport 150cc pada saat ini, kini PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali memberikan program terbaik yang berlaku mulai bulan Oktober 2017. Setiap konsumen yang melakukan pembelian Suzuki GSX-R150 maupun GSX-S150 akan langsung mendapatkan jaket sporty berdesain keren dan penuh gaya masa kini.

“Tidak terasa Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 sudah memasuki periode semester kedua dari peluncurannya, dan penerimaan kehadirannya dinilai sangat baik bahkan hingga saat ini” ungkap Yohan Yahya – Sales & Marketing 2W Dept. Head PT. SIS

Melihat dari perkembangan dan semakin banyaknya pemilik Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 yang selalu tampil bergaya dengan pakaian dan perlengkapan berkendara yang modis, SIS berinisiatif untuk melengkapi konsumen baru Suzuki GSX dengan jaket sporty secara cuma-cuma yang bisa menambah pesona sang pengendara. Jaket sporty tersebut berdesain race fit dan dilengkapi dengan full protector untuk perlindungan. Pengguna akan tetap nyaman menggunakan jaket tersebut ketika bergerak, dan langsung mengisyaratkan bahwa jaket tersebut berkualitas tinggi. Bahan yang dipergunakan pun telah water proof sehingga aman dari tetesan air.

“Sebagai rasa terima kasih, kami ingin menciptakan komunitas pengguna sepeda motor Suzuki menjadi lebih besar kembali, khususnya untuk model GSX-R150 dan GSX-S150 ini melalui program hadiah jaket sporty secara langsung bagi konsumen yang baru akan melakukan pembelian mulai bulan Oktober 2017. Bagi yang belum memiliki Suzuki GSX, segeralah mengunjungi jaringan dealer Suzuki dan jangan sampai melewatkan kesempatan baik ini.” sebut Yohan Yahya menambahkan.

Fitur-fitur moderen dan canggih tersemat di GSX-R150, seperti keyless ignition system yang telah terbukti mampu meminimalisir tindak kejahatan pencurian sepeda motor. Untuk kenyamanan berkendara dengan performa mesin yang besar pun bisa dinikmati dengan tipe GSX-S150. Keduanya dibekali mesin 150cc berteknologi DOHC (Double Over Head Camshaft) dan fuel injection yang canggih, sehingga pengendara akan terpuaskan setiap saat. Posisi duduk yang rendah dan total bobot yang ringan dirancang sesuai dengan postur tubuh orang Indonesia dan Asia pada umumnya, sehingga tidak akan menjadi masalah untuk dikendarai setiap hari.

Berlaku serentak mulai bulan Oktober 2017, Suzuki memberikan harga yang berbeda dari sebelumnya. Kini GSX-R150 dibanderol dengan harga Rp 28.900.000,- (On The Road DKI Jakarta) dan GSX-S150 sebesar Rp 24.400.000,- (On The Road DKI Jakarta). Harga promo periode ke-2 tersebut masih berada di bawah harga normal yang pernah disiarkan sebelumnya. Suzuki masih menjadi pilihan terbaik dan terjangkau bagi konsumen Indonesia pada saat ini, sehingga semakin banyak konsumen yang bisa menjadi pusat perhatian dan menjadi bagian dari tren saat ini.

2 Comments

2 Comments

  1. abid abdullah

    July 15, 2017 at 4:25 pm

    Yang jelas isi hati pria lebih mudah dipahami daripada wanita, mungkin kalau ini artikel bahas penyesalan wanita bakal nggak kelar-kelar nih tulisan, hehehe, just kidding

  2. syuhada

    July 16, 2017 at 4:35 pm

    Bisa jadi pembelajaran buat lelaki yang belum ngalamin penyesalan ini.Jangan sampai gue juga ngalamin yang terakhir deh, hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Kalau Tak Ingin Dicap Om-om, Jangan Buka Kancing Kemeja Cuma Buat Pamer Bulu Dada

Kecuali Bung memang sudah siap dipanggil ‘Om’ oleh sekumpulan cewek-cewek yang ada di sekitar Bung, ya tidak apa-apa kalau Bung mau bertingkah bak om-om parlente. Tapi sebentar, di mata cewek itu biasanya om adalah sosok pria yang memang seumuran dengan ayah mereka. Memangnya Bung sudah setua itu? Belum kan?

Dipanggil ‘om’ oleh keponakan yang masih balita mungkin sah-sah saja. Tapi coba bayangkan kalau si nona atau mungkin anak millenials di sekitarmu malah merasa penampilan Bung memang seperti om-om. Bung perlu tahu, karakteristik pria yang dikategorikan om-om itu jelas sekali terlihat. Bukan hanya dari penampilan, tapi juga tingkah lakunya. Duh, sepertinya ada yang perlu dirombak nih.

Bung Masih Suka Pakai Kemeja dengan Kancing Terbuka? Sekarang Sudah Bukan Zamannya Pamer Bulu Dada Bung!

Bung, coba rombak dulu bacaan atau referensi soal fesyen. Barangkali memang ada yang perlu dikoreksi dari situ. Walau sehari-hari Bung mungkin bekerja dengan setelan rapi, lebih baik biarkan apa adanya. Jangan sekali-kali melepas dua hingga tiga kancing kemeja sampai bulu dada Bung menyembul. Mungkin di benak Bung, hal itu bisa mendompleng tingkat kekerenan. Duh, tidak sama sekali. Justru yang ada cuma bikin ilfeel cewek-cewek.

Rapi Itu Bukan Berarti Culun, Masa Iya Pakai Polo Shirt dengan Gaya Pakai Kemeja

Apa yang paling terlihat dari style om-om? Gaya fesyennya yang kurang up-to-date dan cenderung kaku. Misalnya, ada cowok pakai Polo Shirt tapi ujung kaosnya dimasukkan ke celana. Bung seperti ini? Wah, bukan apa-apa, tapi style yang satu ini kelewat old-fashioned banget Bung. Pantas saja Bung dikira om-om.  Kalau mau pakai Polo Shirt ya yang normal-normal saja ya Bung. Yang penting, Polo Shirt itu harus rapi dan disetrika. Supaya lipatan-lipatan di permukaan kaos (mungkin efek digiling di mesin cuci) jadi lenyap dan kaos pun terlihat rapi.

Boleh Saja Pakai Cincin, Asal Jangan yang Berukuran Besar Atau Cincin Batu Akik Bung

Lagi pula, memangnya masih zaman ya cincin batu akik? Coba tanya si nona, kira-kira dia risih atau tidak kalau Bung pakai cincin tersebut? Kalau si nona bilang tak masalah, Bung boleh bersyukur. Sayangnya, cewek seperti itu mungkin skalanya 1:1000. Bung ini masih muda, masih bisa bereksplorasi dengan gaya fesyen yang lain. Tak perlu batu akik atau cincin berukuran besar juga. Kalau memang suka dan ingin pakai cincin, yang lazim-lazim saja. Bergayalah sesuai umurmu Bung!

Kalau Ada Kalung Emas Panjang nan Menjuntai di Leher Bung, Sudahlah, Bung Memang Berjiwa Om-om

Jadi, sekali lagi, selain batu akik, Bung juga harus lebih hati-hati dalam mix-and-match aksesoris. Jangan sampai kalung emas berukuran besar yang hits di era ayah Bung (mungkin), justru Bung pakai demi terlihat necis. Alih-alih terlihat demikian, yang ada si nona malah memicingkan mata atau mungkin menahan tawa.

Simpan Saja Gawai di Kantongmu, Tak Perlu Sampai Memasang Tempat HP Kulit Khas Bapak-bapak

Bung boleh cinta dengan ayah Bung, tapi soal gaya, coba agak visioner. Sadarilah Bung dengan ayah Bung lahir di zaman yang berbeda. Cara tampil dan menjaga penampilan pun berbeda. Sudah bukan zamannya lagi membeli tempat gawai berbahan kulit dan memasangnya di gesper bung. Itu namanya Bung sedang membuat diri Bung jauh lebih tua dua dekade. Coba bayangkan kalau sedang berdiri di tempat umum dan ada si nona yang Bung incar. Bisa jadi si nona malah takut dengan Bung karena mengira Bung ini semacam om-om yang hobi menggoda perempuan muda.

2 Comments

2 Comments

  1. abid abdullah

    July 15, 2017 at 4:25 pm

    Yang jelas isi hati pria lebih mudah dipahami daripada wanita, mungkin kalau ini artikel bahas penyesalan wanita bakal nggak kelar-kelar nih tulisan, hehehe, just kidding

  2. syuhada

    July 16, 2017 at 4:35 pm

    Bisa jadi pembelajaran buat lelaki yang belum ngalamin penyesalan ini.Jangan sampai gue juga ngalamin yang terakhir deh, hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Walau Bung Ngaku Pemalu, Sesekali Mengasah Diri Jadi Pusat Perhatian Itu Perlu

Bung, akhir pekan ada rencana pergi ke mana? Masih betah duduk diam di rumah? Memangnya ada apa di rumah Bung sampai tak ada rencana pergi kemana-mana? Sesekali bolehlah Bung pergi mencari suasana baru daripada hanya duduk di dalam rumah.

Memangnya Bung tak bosan, bekerja di hari kerja, lalu berdiam diri di akhir pekan. Begini Bung, alih-alih hanya berdiam diri dan mengamini kalau Bung ini pemalu, mengapa tak coba cari keseruan lain? Jadi pusat perhatian misalnya. Bukan maksudnya untuk mengajak caper, tapi menjadi pusat perhatian itu sesekali perlu. Setidaknya untuk aktualisasi diri sejenak. Siapa tahu ternyata nanti ada cewek yang terpukau dengan pesona Bung. Tak ada salahnya kok Bung!

Mulailah dengan Aktif Ngumpul di Tongkrongan dan Sesekali Traktir Teman-teman Bung Paling Tidak di Angkringan

Kapan terakhir kali Bung mentraktir teman? Kalau dirasa sudah lama sekali, mungkin ini saatnya Bung menyisihkan uang untuk sekadar membuat acara traktiran. Tak perlu mahal-mahal, masih ada angkringan yang biasanya menawarkan menu dengan harga kaki lima.

Sesekali Bung memang perlu melakukannya, selain demi solidaritas, setidaknya teman-teman Bung pasti akan senang berteman dengan Bung. Bukan tentang traktirannya ya, tapi lebih tentang niat Bung kala mentraktir mereka.

Mulailah Membuka Diri dengan Orang Baru, Sok Asik Itu Kadang Perlu Daripada Terus Malu-malu

Kalau bertemu dengan orang baru dan sepertinya potensial untuk dijadikan teman, Bung tak usah malu-malu. Segeralah ajak ngobrol dan cari topik ringan misalnya seputar olahraga atau hobi lainnya yang terasa relevan untuk dijadikan bahan obrolan. Sesekali jadi sosok yang sok asik itu perlu. Alih-alih dicap sok-kenal-sok-dekat, setidaknya ini cara Bung melatih diri jadi pusat perhatian.

Kalau Ada Rencana Kumpul atau Reuni, Tawarkan Bantuan untuk Cari Tempat dan Memesannya

Mengapa acara kumpul hanya sering jadi wacana? Karena tidak semua orang mau ‘berkorban’ untuk sekadar cari tempat. Teman-teman Bung pasti demikian, sibuk bekerja atau sibuk mengurusi keperluan yang lain sudah jadi alasan yang umum dilontarkan.

Daripada jengkel sendiri, mengapa Bung tak coba tawarkan bantuan. Ya, Bung bisa menawarkan diri untuk mencarikan tempat untuk reuni. Mungkin semasa di bangku sekolah atau kuliah, Bung tak begitu dikenal. Tapi kalau sudah mau melibatkan diri dalam acara semacam ini, pasti penilaian teman-teman lama Bung jelas akan berubah. Bung yang semula dikenal pemalu, kini ternyata pandai bergaul.

Berbaik Hatilah dengan Menawarkan Tebengan. Semakin Bung Terbiasa Melakukan Tindakan yang Baik, Maka Orang Lain Pasti Akan Respek dengan Keberadaan Bung

Poin yang dimaksud kali ini bukan untuk mendikte Bung agar menjadi seseorang yang baik demi perhatian orang banyak. Jelas bukan seperti itu, tapi bagaimana tindakan Bung selama ini. Sudahkah Bung menolong orang lain dengan rasa ikhlas dan hati yang tulus?

Jika mungkin dirasa perlu memperbaiki motivasi Bung selama ini, mungkin Bung bisa mencobanya lewat hal kecil semacam: memberikan tebengan, menawarkan bantuan, atau apa pun itu yang membuat orang lain bisa menyadari kalau dia tidak sendiri.

Jadi Pusat Perhatian Itu Bisa Dimulai Saat Bung Sukses Melawak dan Meninggalkan Sejuta Kesan

Bung, jangan lupa, asah kemampuan Bung dalam melawak ketika berkumpul dengan teman-teman. Penting sekali poin ini. Mengapa? Karena orang yang jadi pusat perhatian adalah mereka yang mampu tampil menyenangkan. Haram hukumnya bikin suasana sekitar jadi awkward Bung. Kalau Bung sudah bisa membuat suasana asyik dengan melemparkan beberapa guyonan sederhana, sudah pasti di Bung akan meninggalkan sejuta kesan di kepala mereka.

2 Comments

2 Comments

  1. abid abdullah

    July 15, 2017 at 4:25 pm

    Yang jelas isi hati pria lebih mudah dipahami daripada wanita, mungkin kalau ini artikel bahas penyesalan wanita bakal nggak kelar-kelar nih tulisan, hehehe, just kidding

  2. syuhada

    July 16, 2017 at 4:35 pm

    Bisa jadi pembelajaran buat lelaki yang belum ngalamin penyesalan ini.Jangan sampai gue juga ngalamin yang terakhir deh, hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Cinta Lokasi Diatas Jok

Perihal mencuri hati si nona, memang bisa dilakukan dengan berbagai upaya. Tak melulu lewat kencan romantis dengan biaya fantastis. Salah satu modal utama yang kerap membuat laki-laki merasa bangga adalah menjadi tukang ojek langganan untuk si nona yang jadi incaran.

Terlihat remeh dan dipandang sebelah mata, Bung mungkin sedikit merasa tak percaya diri. Karena masih berusaha memenangkan hati dengan kuda besi, sedang laki-laki di luar sana bisa jadi sudah pakai mobil mewah yang mampu menggaet hati perempuan mana saja.  

Terlepas dari rasa rendah diri karena kendaraan yang Bung tunggangi, mari kembali bernostalgia dengan hal-hal yang Bung rasakan bersama motor kesayangan dalam upaya memenangkan hati perempuan kesayangan.

Konon Kontak Tubuh Jadi Pemicu Rasa Sayang yang Cepat Bertumbuh, Jok Motor Jadi Saksi Untuk Itu

Tunggu dulu Bung, jangan berfantasi terlalu jauh. Ini bukan tentang menjamah tangan atau merengkuh bahunya. Tapi bagaimana Bung dan si nona duduk berdua di atas jok yang sama. Sadar atau tidak, di sepanjang perjalanan, bakal ada beberapa kejadian yang mau tak mau membuat si nona merapatkan tubuhnya lebih dekat pada Bung. Bahkan tanpa diminta.

Hal-hal kecil lain yang bagi Bung mungkin terlihat remeh, di mata si nona justru sangat berarti. Mulai dari memastikan dirinya duduk dengan nyaman, hingga mengajaknya bercerita akan pengalaman berkendara dengan motor tercinta.

Hasilnya, sang pujaan bisa tahu seberapa kuat Bung memastikan dirinya selamat sepanjang perjalanan. Cerita-cerita yang Bung sampaikan pun akan membuat si nona terkesan.

Mulai dari Berteduh Bersama Si Nona Saat Hujan, Hingga Harus Berjalan Kaki Karena Paku di Jalan

Semilir angin menyegarkan saat berkendara, tak jadi satu-satunya hal yang akan membuat Bung senang. Karena faktanya ada hal lain yang tak perlu dijelaskan, bagaimana romantisme pasangan yang sedang menikmati hujan.

Berhenti untuk sekedar menepi, hingga obrolan-obrolan kecil yang tak membuat suasana mati. Selepas hujan, jalanan terasa lebih istimewa dari biasanya. Tak hanya karena si nona yang sedang duduk manis di belakang, tapi juga karena suasana romantis seusai hujan.

Bahkan sesekali si nona tak segan untuk memeluk dari belakang. Karena dingin yang masih disisakan hujan. Sederhana memang, tapi akui saja, Bung kerap tersenyum sendiri tiap kali mengingatnya bukan?

Berdua Di Dalam Mobil Mungkin Lebih Leluasa, Tapi Bercerita Di Atas Motor Jauh Lebih Berarti

 

 

Tak bisa ditampik lagi, pesona dari para laki-laki dengan mobil mewahnya memang masih mengungguli. Tapi faktanya sebagian besar perempuan lebih mudah menjatuhkan pilihan pada mereka yang datang bak ojek langganan. Tak hanya soal efisiensi waktu, laki-laki yang naik motor pun dinilai lebih bersahabat dan kuat.

Keturunan adam yang lain mungkin akan dengan bangga menggandengnya masuk ke dalam mobil. Duduk berdua pada kursi yang berdampingan, pun bisa leluasa meliriknya.

Namun Bung harus tahu bahwa dia tak pernah tahu bagaimana rasanya berteriak untuk mengulangi ucapan karena tak terdengar. Hingga bercerita akan hal-hal romantis untuk masa depan. 

Hingga Pada Aktivitas Curi Pandang Lewat Kaca Spion di Sepanjang Jalan

Cinta kadang datang dari hal-hal yang tak terkira, bahkan hanya dengan menatap wajahnya saja sudah membuat hati semakin bahagia. Merasa malu dan tak enak hati saat tertangkap basah telah menikmati wajahnya, si nona malah membalas dengan perlakuan yang semakin membuat hati tak karuan. Tersenyum tipis sembari mendaratkan cubitan di lengan, misalnya.

Jika boleh berkata jujur, meski nyatanya cubitannya kadang menyisahkan nyeri entah kenapa hati malah memintanya untuk mengulanginya lagi. Selain merasa lebih dekat, ulahnya itu malah membuat Bung kian melambung bahagia.

Tak Ada Gengsi yang Harus Dibuat-buat. Lewat Kuda Besi Kesayangan, Bung Jadi Diri Sendiri

sumber: instagram @gojekindonesia

Selain merasa lebih dekat karena duduk dengan bersentuhan. Cerita-cerita manis yang bergulir di atas jok membuat Bung sadar, bahwa kebahagian bisa datang dari hal-hal yang sederhana.

Naik motor berdua ke mana-mana membuat Bung menyadari bahwa tak hanya sekedar rasa sayang semata, apa yang Bung dan dirinya tunjukkan jadi bentuk lain ketulusan. Mulai dari berjalan kaki untuk mendorong motor berdua, kepanasan di bawah terik matahari, hingga basah-basahan karena air hujan jadi bukti bahwa untuk bahagia dan jatuh cinta bisa datang dari hal-hal sederhana.

Dan Aktivitas Bersandar yang Kerap Si Nona Lakukan Setiap Kali Lelah, Jadi Kenangan Manis yang Membuat Hati Melambung

 

Bohong jika Bung bilang ini tak menganggu!

Akan tetapi terlepas dari rasa lelah karena menahan kepalanya di bahu Bung, ada rasa bahagia yang sedang memenuhi jiwa. Karena biar bagaimana pun, ketika dirinya sudah berani untuk merebahkan kepala, titik terang untuk kejelasan perasaan terasa kian dekat.

Tak perlu merasa malu, jika Bung masih akan menjemputnya dengan roda dua. Biar bagaimana pun perempuan tak hanya jatuh cinta pada apa yang Bung kendarai saja. Namun bagaimana Bung bisa menunjukkan sikap untuk mengungkapkan rasa sayang kepadanya.

Dan perihal eksekusi untuk menyampaikannya, motor masih jadi juaranya!

 

2 Comments

2 Comments

  1. abid abdullah

    July 15, 2017 at 4:25 pm

    Yang jelas isi hati pria lebih mudah dipahami daripada wanita, mungkin kalau ini artikel bahas penyesalan wanita bakal nggak kelar-kelar nih tulisan, hehehe, just kidding

  2. syuhada

    July 16, 2017 at 4:35 pm

    Bisa jadi pembelajaran buat lelaki yang belum ngalamin penyesalan ini.Jangan sampai gue juga ngalamin yang terakhir deh, hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top