Otomotif

Deretan Mobil Bermesin Bandel meskipun Telah Menempuh Jarak Ratusan Ribu Kilometer

Generasi Kelima SUV Honda Tak Mau Ketinggalan Untuk Bertaji Lebih Dalam

Honda CR-V yang masuk dalam keluarga Honda, menjadi generasi kelima dari pabrikan Jepang dalam merilis mobil tipe SUV. Mobil semi-sport ini atau yang dikenal dengan nama jip di Indonesia, bukan merupakan mobil murah nan biasa. Harganya saja bisa mencapai setengah milliar rupiah bung! Honda coba menyasar pasar kelas menengah dengan merilis Honda CR-V, karakter kelas menengah di Indonesia yang cenderung menyukai mobil berkarakter mesin bandel, nampaknya diamini lewat kemunculan Honda CR-V.

Untuk segi mesin, mobil tipe ini memiliki dua varian, yaitu mesin 2.0 liter standar dipadukan dengan varian mesin turbo yang berkapasitas 1.5 liter, yang memiliki besaran tenaga yang sangat gahar. Jadi tak salah bila tipe ini disebut-sebut memiliki mesin yang bandel, sebab meski sudah mencapai ratusan ribu kilometer tenaganya masih tetap bernyali.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Paketan Motor Sport yang Dicintai Dari Suzuki Memadukan Kecepatan Dan Melesatnya Penjualan

Pangsa penjualan otomotif khususnya di roda dua sebenarnya kurang tercapai dari segi target dalam skala nasional di tahun 2017. AISI selaku Asosiasi Industri Sepedamotor pun membenarkan hal tersebut. Penjualan di tahun lalu diharapkan mampu menyentuh angka 5,9 juta unit secara nasional tidak terealisasikan lantaran hanya menyentuh di angka 5.886.103 unit. Jumlah tersebut merupakan penurunan 0,76 persen. Di tahun 2016 penjualan roda dua berhasil mencapai 5.931.285.

Lantas bagaimana para perusahaan motor asal Indonesia menyikapinya bung? dari sekian perusahaan motor yang hadir di Indonesia, ternyata Suzuki merupakan pemain yang berhasil dengan mencatatkan penjualan tertinggi sebesar 27 persen. Dan menurut Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS, tahun lalu merupakan momen kebangkitan dari Suzuki.

“Tahun 2017, merupakan tahun kebangkitan bagi kami. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan konsumen setia Suzuki atas produk baru Suzuki. Di tahun 2018, kami akan menjawab ekspektasi konsumen dengan menghadirkan beberapa pilihan produk baru, program penjualan, pelayanan aftersales, serta event-event menarik lainnya,” ujar Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS.

Usut punya usut keberhasilan Suzuki untuk bangkit terletak pada kecanggihan dan kehandalan pada mekaniknya. Khususnya dalam mengeluarkan produk Suzuki GSX-R150 dan Suzuki GSX-S150. Khususnya GSX-R150 yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap penjualan Suzuki sebanyak 40% bung dengan jumlah 28.982 unit.

Sebagai pemain lama yang pernah mengecap kesuksesan di era 90-an, tentu saja perusahaan asal Jepang ini ingin kembali berada di era tersebut. Apalagi Suzuki merupakan pemain yang diperhitungkan di kelas motor sport. Contohnya saja seperti RGR yang menjadi “jagoan” di pasar motor berbaju dengan mengedepankan teknologi diantara kompetitor.

Berkat cerita dan sejarah yang pernah tertuang di tahun 90-an. Suzuki coba membangkitkan lagi ke era keemasannya. Untuk meramu dan menggarap kelas motor sport Suzuki pun melakukan percobaan secara serius dan matang. Mengingat motor RGR diminati lantaran teknologinya maju, dua motor sport GSX-R150 dan GSX-S150 pun dibekali fitur tercanggih dan terkini.

Mata mungkin bakal tertuju ke penampilannya yang sporty, tapi kalau lebih jeli lagi mata bung bakal disambut LCD Speedometer full digital. Di kelas Suzuki GSX-R150 fitur tanpa kunci atau Key-less Ignition System menjadi teknologi menarik. Lantaran bung sebagai pengendara tak perlu lagi memutar anak kunci di rumahnya. Dengan menekan tombol starter makan mesin akan hidup dengan mengantungi sensor. Fitur ini menjadi terdepan di kelasnya.

Dari dapur pacunya saja sudah dibekali mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. Sehingga duo GSX bisa meluapkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Salah satu yang digadang dapat diminati dari GSX pemilihan mesin berjenis over stroke atau Square. Dapur pacu GSX-R150 mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya 62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm). Over stroke hampir sama dengan mesin bore yang lebih kalem pada putaran bawah. Dengan menjadikan GSX-R150 ramah di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Berbicara soal kecepatan yang selalu jadi pemantik bung untuk memacu adrenalin, motor ini bisa melesat hingga 13.000 RPM dengan tenaga maksimal berada di 18,9 dk dengan torsi 14 NM. Sebagai catatan sifat asli over bore mulai terlihat pada putaran menengah dan atas dimulai di angka 7000 RPM.

Kecepatan yang tak main-main, begitupula dengan tampilan. Perkembangan warna dan tren yang dicintai warga tanah air membuat Suzuki GSX-R150 memberikan beberapa varian warna seperti Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

GSX-R150 dan GSX-S150 timbul menjadi primadona dan idola baru di kalangan otomotif. Tentu saja pihak Suzuki ingin tren ini tersebut belanjut di tahun ini. Hal ini pun disampakan Yohan yang mengharapkan penjualan dapat tumbuh melewati 100.000 unit.

“Meskipun pasar tidak bergerak naik, kami mengharapkan tetap mendapat bagian yang lebih. Yang kami kejar kenaikan tahun ini dari tahun lalu itu kurang lebih, mungkin 40 persen atau syukur bisa 50 persen,” pungkas Yohan.

Kecanggihan, kecepatan dan tampilan diramu secara menarik. Persuahaan yang telah berdiri sejak tahun 1909 ini nampaknya memiliki blue print yang mana dikeluarkan sebagai senjata ampuh guna menghempas kompetitornya. GSX Series menjadi bukti kalau Suzuki masih bertaji, jadi tak salah kalau GSX Series menjadi paketan motor sport yang dicintai.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Mobil Bekas Untuk Mudik Sudah Menjadi Perburuan, Meskipun Lebaran Masih Menyisahkan Dua Pekan

Tradisi pulang kampung untuk bermaaf-maafan dan sungkem kepada orang tua serta sanak saudara menjadi gambaran yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Biasanya, demi mengarungi perjalanan pulang, mobil dipilih sebagai opsi yang paling memungkinkan. Bukan mobil baru, tapi mobil bekas lah yang kerap menjadi buruan.

Pemilihan mobil bekas bukan tanpa alasan, melainkan karena bisa langsung digunakan tanpa perlu menunggu segala macam regulasi seperti turunnya nomor polisi layaknya bila Bung membeli mobil baru. Hal inilah yang membuat mobil bekas meningkat penjualannya sampai 15 persen.

“Kita melihatnya bahwa 15% konsumen ingin menukar mobilnya di mobil88 untuk berlebaran atau mudik. Hampir setiap tahun kenaikan sama-lah, 15% atau di bawah 20%. Kecuali empat tahun lalu, tahun 2014 bisa sampai 20%. Dua tahun ini terasa penjualan otomotif (baru) stagnan, kita di mobil bekas ikut merasakan juga,” kata Fischer Lumbantoruan, Chief Operating Officer mobil88 dikutip dari Liputan 6.

Dengan asas bisa langsung pakai membuat pasar mobil bekas kerap menjadi perburuan ketika menjelang lebaran. Karena menjalani mudik lebaran kerap dilakukan walaupun pemberitaan macet dari tahun ke tahun bakal membuat orang segan untuk pulang.

Adapun jenis mobil bekas yang paling banyak dicari orang adalah mobil jenis keluarga yang dapat muat banyak. Seperti Avanza, Xenia, serta Innova yang memiliki kisaran harga Rp 130 juta hingga Rp 200 juta. Dengan ini dapat tergambarkan kalau mobil keluarga tetap menjadi pilihan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Beberapa Aksesoris Mobil yang Sebenarnya Tak Perlu Dipasang Dikendaraan Kepunyaan Bung

Mempercantik mobil memang kegiatan yang sah-sah saja, apalagi aktivitas ini sudah menjadi kegiatan yang umum dan dilakukan banyak pemilik mobil. Guna terlihat beda dan meningkatkan kadar kekerenan dari mobil yang dimilikinya. Sampai-sampai banyak yang rela merogoh kocek dalam guna mempercantik mobil, baik interior maupun eksteriornya. Intinya, asalkan terlihat berbeda dan keren, apa saja rela dilakukan.

Namun, dibalik itu semua, ternyata ada beberapa aksesoris yang tak boleh dipasang di mobil, Bung. Bukan tanpa alasan, dilansir dari situs resmi Nissan, bahwa pemasangan beberapa aksesoris yang bakal disebutkan ini bisa berbahaya dan mengganggu berkendara.

Menggelapkan Bagian Kaca Agar Privasi Terjaga, Diam-diam Bisa Menjadi Bahaya

Kaca film memang diperlukan demi melindungi privasi ,ataupun demi meminimalisir sinar matahari yang masuk sehingga mengganggu saat berkendara. Namun tahukah Bung, dibalik manfaat yang tersedia, kaca film sesungguhnya termasuk dalam aksesori yang berbahaya. Kaca film dapat menjadi aksesori berbahaya apabila terlalu tebal, sebab hal itu akan berdampak ada jarak pandang Bung sebagai pengendara yang akan jadi terbatas. Kurang beruntungnya, mobil di dekat Bung pun jadi tak dapat terlihat hingga bisa saja berujung kecelakaan.

Penggantian Lampu Menjadi Berwarna Putih

Demi mendongkrak penampilan roda empat, lampu ditengarai dapat membuat kendaraan lebh terlihat eksklusif. Salah satunya yakni dengan pemasangan lampu HD. Lampu terang bewarna putih ini ternyata memiliki dampak buruk bagi pengendara lain yang terkena sorotnya, lantaran pancaran sinarnya dapat mengaburkan mata pengendara lain dan sangat mengganggu, sehingga bisa berimbas pada kecelakaan.

Memiliki Banyak Pajangan di Kabin Tak Bisa Dibenarkan, lho!

Demi mempercantik interior terkadang pemasangan pajangan berupa boneka atau sejenisnya di bagian kabin menjadi salah satu pilihan. Memang pemasangan dua hal tersebut di kabin tidak salah, akan tetapi apabila terlalu ramai bakal membuat bahaya. Lagi-lagi jarak pandang yang mana menjadi kunci dalam berkendara, bisa terganggu, lho. Adapun kalau Bung ingin menghiasi kabin, sangat dianjurkan jangan terlalu ramai.

Alih-alih Ingin Menambah Hiburan, yang Ada Malah Menjadi Kerugian

Macet di jalan sungguh tak mengenakkan, dan itu pula menjadi salah satu dari sekian alasan kenapa mobil dilengkapi TV terutama di bagian dashboard. Meskipun harga yang dijangkau terbilang mahal, para pengendara rela untuk merogoh koceknya. Bagi Bung yang berkeinginan atau sudah memasang, alangkah baiknya dihindari ataupun dicopot. Fokus pengendara terhadap jalan dapat terdisktraksi dengan tayangan televisi sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi.

Apakah Perlu Menghias Mobil Agar Tampil Beda?

Itu semua secara klise dapat dibilang tergantung selera. Tidak ada keharusan pemilik mobil untuk menghias kendaraanya agar terlihat lebih keren ataupun menarik. Namun, apabila ada keinginan, lebih baik pikirkan secara matang apakah hiasan di kendaran tersebut bakal merugikan atau mengacaukan fokus sang pengemudi. Kalau misalkan iya, lebih baik jangan.

Misalnya, pemasangan speaker yang menggelar di sebuah mobil kerap dilakukan beberapa orang agar senasi dalam mendengarkan lagu lebih poll, namun hal tersebut juga bisa mengganggu pengendara lain akibat kebisingan. Nah Bung, lewat beberapa contoh di atas, harusnya membuat Bung kini lebih bijaksana dalam memilih aksesoris untuk roda empat kesayangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Bung Pemilik Alphard? Toyota Meminta Bung Menyambangin Bengkel Resmi Mereka!

Toyota sedang melakukan kampanye penarikan kenadaaran bung, terutama bagi pemilik Alphard, Fortuner, Hilux, Corolla Altis, Innova keluaran Mei 2015 – Januari 2016 untuk segera menghubungi bengkel servis resminya. Bukan dapat promo gratis servis ataupun jasa perkara mesin mobil. Tetapi kampanye ini berguna bagi keselamatan bung selama berkendara.

Program yang sedang dijalankan oleh Toyota Indonesia ini, menindaklanjuti informasi global yang dikumandangkan oleh Toyota Motor Corporation (TMC) yang memanggil model-model produk Toyota yang ditengarai bermasalah pada sistem airbag-nya.

Bukan kali pertama bagi Toyota namun ini sudah kedua kalinya kasus yang berkutat pada soal balon keselamatan atau air bags. Pada akhir tahun lalu persoalan airbag takata pun menjadi perhatian bagi Toyota. Untuk sekarang letak masalahnya terjadi pada airbag inflator bung.

Sebenarnya program recall airbag inflator sudah dijalankan sejak tahun 2015 silam dan sampai saat ini program tersebut masih dijalankan guna menyaring para pemilik yang belum menyambangi bengkel resmi. Total sudah ada 117.117 unit yang sudah berhasil ditangani Toyota terkait ketidaknyamanan pelayanan ini. Bahkan data ini lebih banyak dari yang dikumpulkan sebenarnya dengan total 97.980 unit.

Jumlah tersebut terbagi atas Toyota Alphard produksi tahun 2010—2014, NAV1 produksi 2012—2013, Camry produksi 2002—2004, Corolla produksi 2001—2013, Vios produksi 2006—2013, dan Yaris produksi 2006—2013. Sampai pada bulan April lalu sebanyak 14.918 unit sudah memperbaiki inflator airbagnya di bengkel resmi Toyota.

Nah, bagi bung pemilik mobil seperti yang disebut diatas apabila ada indikasi yang tidak biasa pada airbag maupun perangkat lain, Toyota sangat menyarankan agar bung segera menuju bengkel guna ditindaklanjuti. Karena hal ini bagian program resmi ya tentu saja bebas biaya, dengan catatan syarat dan ketentuan tetap berlaku bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top