Health

Gigi berlubang? Coba check jantung!

Meski belum ditemukan teori pastinya secara medis, tapi indikasi ini sudah dikenal di dunia kedokteran. Gejala radang gusi, gigi berlubang dan pembusukan gigi parah hingga Cuma menyisakan akar gigi dicurigai menjadi indikasi penyakit jantung.

Kewaspadaan terhadap kesehatan mulut dan jantung ini juga disuarakan oleh American Heart Association. Lembaga ini menemukan bahwa resiko penyakit jantung meningkat karena kesehatan mulut yang memprihatinkan.

 

Kendati belum dipastikan Rick Kellerman MD, Presiden AAFP (American Academy of Family Phisicians menuturkan “menurut perkiraan kami, bakteri atau radang akibat bakteri menjadi salah satu penyebab peradangan pada jantung”.

Diperkirakan bakteri yang ada pada gusi menghasilkan protein yang dapat memicu peradangan dan penyempitan jika masuk kedalam pembuluh darah . Sementara itu teori lain menyebutkan jika plak yang ada dalam mulut akan tertimbun pada pembuluh darah koroner dan menyebabkan penyempitan.

Berikutnya osteoporosis

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Gusi berdarah? Mungkin diabetes! | Yomamen

  2. Toko Mainan Surabaya

    September 25, 2015 at 1:40 pm

    Mitos atau fakta kah ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Ini Loh Bung Alasan Kulit Kering Saat Berpuasa

Kekurangan cairan selama berpuasa di bulan Ramadhan menyebabkan kulit kering. Tapi sayang banyak orang yang tidak menyadari sekaligus peduli terhadap kulit yang semakin kering. Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Litya Ayu Kanya Anindya, SpKK, FINS-DV mengatakan bahwa untuk mengurus kulit kering tak perlu menunggu sampai retak dan kekeringan. Secara kasat mata, ciri-ciri kulit kering sangat mudah dikenali.

Dari warnanya saja sangat tampak apabila kulit kering. Warnanya kusam. Meski pada dasarnya warna kulitnya terang atau putih, tapi sangat tidak bercahaya,” ungkap ujar dokter Litya Ayu dilansir dari Suara.com.

Kemudian segi tekstur dikatakan oleh dr. Litya akan terasa kasar dan ketika digaruk maka akan muncul garis putih semacam sisik. Di level yang parah, kulit akan pecah-pecah dan terlihat retak yang biasanya muncul di bagian telapak kaki khusunya di bagian tumit. Kalau sudah seperti itu, kulit berarti sangat kering sekali. Artinya tidak mendapat asupan air untuk menahan sel kulit mati.

Sebenarnya sangat wajar untuk orang Indonesia mengalami kulit kering karena tinggal di daerah iklim tropis. Suhu panas matahari tidak hanya menyebabkan kulit kering namun juga infeksi, seperti ekxim, jamur sampai kanker kulit.

Jadi perhatikan kesehatan kulit saat berpuasa, minum air putih yang banyak saat sahur dan berbuka bisa membantu mencegah kulit kering karena tidak mendapat asupan air yang cukup untuk menahan sel kulit mati saat seharian berpuasa.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Gusi berdarah? Mungkin diabetes! | Yomamen

  2. Toko Mainan Surabaya

    September 25, 2015 at 1:40 pm

    Mitos atau fakta kah ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Bebas Lemas Saat Berpuasa Itu Ada Caranya Lho Bung

Rasa lemas dan letih saat beraktivitas di bulan puasa pasti dirasakan oleh semua umat Muslim. Apalagi kondisi badan harus menahan lapar dan haus selama 13 jam, di sisi lain ada yang meyakini rasa lemas dan letih itu karena kondisi badan yang kaget akan perubahan yang dilakukan. Dengan kata lain setelah satu minggu berpuasa badan mulai beradaptasi dan tidak lagi kaget.

Mungkin ada benarnya, tapi bagi bung yang tetap merasa lemas bahkan sampai tak kuasa bekerja, permasalahannya adalah cara bung menjalani hidup sehari-hari. Jangan samakan bentuk aktivitas saat hari biasa dengan bulan puasa, karena ada perbedaan waktu khususnya ketika tubuh tak makan dan minum selama 13 jam!

Nah bagi bung yang masih merasakan lemas mungkin tips berikut ini dapat membantu.

Aktivitas yang Padat Seimbangkan dengan Waktu Istirahat

Menjalankan ibadah puasa di cuaca yang panas adalah cobaan yang tidak mudah. Dehidrasi pasti meningkat dan keingingan untuk makan dan minum pasti muncul, apalagi saat bung merasa capek dan stres. Nah salah satu tips yang bisa atasi untuk terhindar dari hal seperti ini adalah mengurangi aktivitas harian. Supaya kondisi tubuh tidak mudah lelah dan letih, selain itu seimbangkan dengan istirahat yang cukup agar tubuh tetap bugar.

Jangan Konsumsi Makanan Cepat Saji Karena Minim Gizi

Makanan cepat saji dijadikan hidangan untuk berbuka mungkin pas untuk para pekerja yang memilikir rutinitas kesibukan yang padat. Tapi meskipun pas, hidangan cepat saji adalah makanan yang tidak tepat karena tidak ada nilai kandungan gizi di dalamnya.

Bahkan untuk gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, jadi kalau mengkonsumsi makanan cepat saji terlalu lama dapat membuat seseorang jatuh sakit. Selain hindari makanan cepat saji, hindari pula makanan berminyak seperti gorengan. Agar kondisi badan selalu vit, gantilah hidangan tersebut dengan mengkonsumsi sayu, ikan segar, buah-buahan dan biji-bijian selama bulan puasa agar kadar gizi untuk tubuh terpenuhi.

Tetap Konsumsi Air Putih Delapan Gelas Per Hari

Kebiasaan minum manis saat berbuka, terkadang membuat seseorang lupa untuk konsumsi air putih sesuai anjuran. Per harinya seseorang harus mengonsumsi delapan gelas perhari agar saat menjalani puasa, agar tidak lemas.

Air putih juga membantu menyeimbangkan cairan di dalam tubuh terlebih ini sangat bagus bagi bung yang gemar konsumsi kopi dan teh yang mengandung banyak kafein. Sebaiknya sih, kurang konsumsi kopi dan teh selama berpuasa. Konsumsi air putih 2 gelas saat haru, 2 gelas saat berbuka dan 4 gelas di malam hari agar puasa tetap bertenaga.

Menghabiskan Weekend di Rumah

Terbiasa menjalani akhir pekan di luar rumah karena merasa suntuk akan pekerjaan selama satu pekan penuh, mungkin harus dibedakan saat di bulan puasa. Menghabiskan weekend di rumah jauh lebih menyenangkan dan nyaman.

Akan ada banyak keuntungan yang bung dapat, seperti bisa santai sepuasanya, beres-beres rumah sebelum berbuka, menggeluti hobi yang terabaikan karena kerja. Bahkan tak ada godaan untuk buka di siang bolong karena terhindar dari godaan. Dengan cara ini, puasa pun jadi lebih lancar dan terlewati dengan baik.

Tidak Terburu-Buru Saat Sahur

Membiasakan tidur dan bangun lebih awal saat berpuasa terutama saat sahur, dapat membantu bung tidak tergesa-gesa saat santap sahur. Proses makan berjalan tenang dan dapat memberi energi maksimal untuk beraktivitas sehari penuh.

Makan-makanan yang bergizi, mengonsumsi buah antioksidan sampai memenuhi kebutuhan air putih dengan minum dua gelas. Bandingkan kalau bung bangun tidur dengan waktu imsak yang mepet, pasti makan pun kelimpungan dan buru-buru.

Tidak sempat minum buah sampai-sampai sahur hanya minum air putih saja. Segala sesuatu yang dilakukan terburu-buru, termasuk sahur dapat membuat energi yang berasal dari makanan akan terkuras habis karena kinerja tubuh meningkat dua kali lipat.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Gusi berdarah? Mungkin diabetes! | Yomamen

  2. Toko Mainan Surabaya

    September 25, 2015 at 1:40 pm

    Mitos atau fakta kah ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Kecemasan Bisa Terjadi Karena Kebiasaan Sebelum Tidur di Malam Hari

Ternyata rasa cemas itu dapat dipengaruhi lewat kebiasaan yang dilakukan sebelum tidur. Kebiasaan tersebut ternyata memiliki pengaruh terhadap kesehatan. Terlebih bagi seseorang yang memang memiliki gangguan kecemasan. Hal ini diutarakan langsung oleh para ahli, apa yang bung lakukan di malam hari bisa memperburuk rasa cemas di esok hari.

Sebelum Anda tidur harus ada waktu untuk relaks dan merasa tenang. Cobalah untuk melakukan olahraga relaksasi sebelum tidur. Fokus pada pernapasan dan biarkan stres serta ketegangan meninggalkan tubuh Anda,” ungkap psikiater dan pendiri Saranga Comprehensive Psychiatry, Reshmi Saranga.

Lakukan kegiatan apa saja yang membuat bung nyaman sebelum tidur. Salah satu caranya dengan meredupkan lampu kamar atau menggunakan lilin aroma terapi yang membut diri tenang.

Melakukan Rutinitas yang Selalu Sama

Melaksanakan rutinitas yang begitu-begitu saja mungkin membuat bung nyaman, tetapi hal ini tidak baik apabila terlalu tegas terhadap diri sendiri karena dapat mempengaruhi kesehatan mental. Hingga rasa cemas selalu datang keesokan paginya yang membuat kepikiran.

Hal ini dapat meningkatkan rasa cemas, karena jika seseorang dengan rasa cemas tidak melakukan hal yang biasa dilakukan maka mereka akan merasa tidak stabil, gagal atau bahkan merasa kalah. Rasa cemas akan meningkat dan muncul perasaan bahwa mereka harus menebusnya di esok hari,” ujar pekerja sosial klinis berlisensi (LCSW) Charese L Josie.

Lekaslah Tidur Daripada Memikirkan Sesuatu yang Buntu

Seseorang yang dilanda cemas memang butuh waktu tenang untuk tidur. Memaksa diri untuk langsung tidur juga sulit. Apalagi terlalu fokus tentang apa yang harus bung lakukan di malam hari bakal mempengaruhi kecemasan. Maka dari itu cobalah untuk berhenti melakukan tugas apapun 30 menit sebelum tidur. Dengan mendedikasikan waktu tersebut, bung bisa mendapat ketenangan.

Kurangi Mengkritik Diri Sendiri

Kadar stres terkadang terjadi di lingkungan kerja, terutama mengenai situasi yang tidak kondusif dengan rekan kerja. Membuat kita selalu mengkritik diri sendiri dan merasa tidak memiliki kapablitas yang mumpuni. Alangkah baiknya tidak berfikiran hal-hal semacam itu dan tempatkan diri di sisi yang positif. Psikoterapis dan LCSW juga mengungkapkan bahwa memikirkan semua ketakutan sebelum tidur dapat memperparah rasa cemas.

Hindari Bacaan Bertema Thriller atau Berbau Misteri

Kebiasaan membaca sebelum tidur memang menyenangkan, tapi perhatikan juga jenis buku apa yang bung baca. Lebih baik hindari bacaan bertema thriller atau misteri psikologi, mungkin ini lebih baik untuk membantu bung lebih rileks.

Karena buku non-fiksi seperti itu mengaktifkan otak kiri untuk belajarm analisis dan penyelesaian masalah saat mencoba untuk membaca. Justru yang disarankan dapat membaca novel fantasi yang menggunakan imajinasi.

Memasuki dunia fiksi sebelum tidur dapat menurunkan tingkat stress, meningkatkan pandangan serta kreativitas kita,” kata Master Certified Life Coach Natalie Miller.

Tidur Dalam Kondisi Gelap Lebih Baik Daripada Kondisi Terang

Lampu yang terang di malam hari memiliki dampak negatif terhadap rasa cemas seseorang. Kondisi mematikan lampu jadi cara terbaik seseorang untuk berisitrahat dan itu dapat membuat seseorang lebih tenang.

Gunakanlah lampu dengan sinar ‘hangat’ dibandingkan dengan sinar yang terlalu terang saat matahari terbenam untuk memberikan sinyal yang konsisten pada tubuh bahwa waktu tersebut merupakan waktu untuk tidur,” kata Natalie Miller.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Gusi berdarah? Mungkin diabetes! | Yomamen

  2. Toko Mainan Surabaya

    September 25, 2015 at 1:40 pm

    Mitos atau fakta kah ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top