Dating & Relationship

Selalu Gagal Jika Menjalin Hubungan, Konon Bisa Dipengaruhi Masa Kecil Kita

Selalu kandas dalam menjalani hubungan tak berarti bung dapat kutukan. Menggundulkan kepala dengan alasan ‘buang sial’ juga bukan jawaban. Gagal dalam menjalani hubungan dengan selalu merasa cemas dan tidak aman, mungkin ada kaitan dengan masa kecil. Hal ini dibeberkan langsung oleh Psikolog Relationship bernama Dr Marny Lishman.

Beliau mengatakan kalau ada 4 tipe yang menggambarkan tentang bagaimana perasaan seseorang berinteraksi serta berperilaku dalam suatu ikatan atau hubungan. Dr Marny juga menambahkan kalau pada masa anak-anak adalah awal mula sebuah gaya dalam berhubungan itu berasal, diawali dari bagaimana anak-anak dan pengasuh saling melakun interaksi.

“Pola-pola asuh tertentu yang dimainkan dalam interaksi dengan orangtua, maka saat dewasa Anda  akan mencari pola yang mirip dalam menjalani hubungan. Sebab, itu merupakan hal yang secara tidak sadar kita pelajari,” tambahnya.

Bentuk Interaksi Sampai Perasaan Dipengaruhi Saat Bung Masih Kecil

Mungkin bung tidak menyadari kalau hal yang bung jalani semasa kecil, terutama dalam hal berinteraksi sangat berikaitan saat bung sudah dewasa dalam menjalin hubungan. Nyatanya, Dr Lishmann mengatakan demikian, kalau beberapa gaya yang memiliki kaitan dengan interaksi, perilaku sampai perasaan seseorang dalam menjalani hubungan dipengaruhi secara psikologis oleh masa kecil.

Mungkin itulah sebabnya kalau bung mencari sosok nona yang tidak jauh beda dengan orang tua bung atau pengasuh bung kala itu dalam bentuk interaksinya.

Tipe yang Merasa Aman Dengan Pasangan

“Mereka yang merasa aman dengan pasangan adalah orang-orang yang cenderung lebih puas dalam hubungan mereka, bahkan ketika hubungan itu tidak berjalan sempurna,” kata Dr Lishman.

Satu dari empat tipe tersebut adalah tipe aman. Kemungkinan masa kanak-kanak mereka merasa aman, nyaman dan mendapat dukungan dari orang yang mengasuh. Sehingga hal ini terbawa saat mereka menjalin hubungan percintaan di usia dewasa. 60 persen orang memiliki gaya keterikatan ini, memungkinkan mereka merasa terkoneksi secara intim dengan pasangan.

Merasa Takut dan Sulit Untuk Mempercayai Orang Lain

Mereka mungkin menjadi penuntut dan takut ditinggal oleh pasangan. Ini bisa disebabkan oleh masa kecil dimana orang tua kerap tidak ‘hadir’ atau tidak konsisten ada untuk mereka. Kecemasan terus-menerus ini sering menyebabkan hubungan mereka putus,” jelasnya.

Terbayang akan masa kecil di mana selalu ditinggal, dan orang tua jarang hadir di samping mereka. Membuat orang tipe cemas ini, kerap merasa tidak aman dan takut. Parahnya lagi tipe cemas, kerap sulit untuk mempercayai orang lain sebagaimana ia yang selalu percaya orang tuanya selalu ada, tapi kenyataanya? malah sebaliknya.

Merasa Tidak Dapat Asuhan yang Penuh Membawa Orang Tersebut Menjadi Tipe Penghindar

“Gaya keterikatan penghindaran cenderung berlaku pada mereka yang secara emosional jauh ‘masuk’ dalam hubungan tetapi memiliki kesulitan berhubungan dengan orang lain,” kata Dr Lishman.

Masa kecil orang tersebut pasti tidak mendapatkan pengasuhan yang sesuai. Kemungkinan ini terjadi lantaran pengasuhannya di masa kecil tidak mendapat cukup perhatian. Meskipun ia selalu berada dalam dekapan si pengasuh.

Alhasil hampa adalah hal yang dirasakannya. Saat dewasa ia pun jadi sulit untuk berhubungan dengan orang lain lantaran tidak mengerti cara berinteraksi, dan cenderung menghindar apabila ada masalah menjadikan orang tersebut masuk dalam tipe penghindar

Tidak Mengerti Apa yang Sebenarnya Diinginkan Karena Kebingungan

“Hubungan mereka dapat menjadi sangat disfungsional. Ini dipengaruhi oleh kekacauan yang ada di diri mereka sendiri,” jelasnya.

Mereka memiliki gaya keterikatan yang tidak teratur. Masa kanak-kanaknya selalu kacau dan tidak ada alasan pasti mengapa ia seperti ini. Bisa jadi karena interaksi dengan orang tua dan pengasuh yang kurang interaktif, sehingga ia tidak bisa mengungkapkan apa yang ia mau.

Orang yang berada pada tipe tidak teratur ini, akan selalu merasa kebingungan. Seolah-olah tidak punya tujuan yang jelas dari apa yang ia jalani. Saat menjalani hubungan ia selalu tidak mengerti apa yang ia inginkan bersama pasangan, dan merasa bingung dengan status yang diemban.

Meskipun begitu, tipe-tipe ini bisa menjadi bahan pertimbangan bung sekaligus untuk bahan kontemplasi. Terutama soal hubungan yang dijalani. Lambat laun kedewasaan akan membawa bung untuk bisa belajar dan merubah hal-hal tersebut.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Siapapun Presidennya Kita Bukan Anaknya

Aroma pesta demokrasi memang belum sepenuhnya usai, karena surat suara masih banyak yang terbengkalai. Masing-masing calon pun mengklaim kemenangan berdasarkan hitung cepat yang dilakukan lembaga survey. Walaupun itu belum valid, karena data resmi hanya keluar dari KPU. Tapi kedua kubu pendukung masih saling berkoar mengutarakan perlawanan, meskipun hanya tersirat tanpa secarik dendam yang kuat. Lantas kapan perseteruan kedua pendukung ini selesai?

Seharusnya Kita Semua Sudah Santai, Karena Pemilu Telah Usai

Kalau dipikir-pikir kembali bung, sesungguhnya pilpres itu sudah selesai pasca pencoblosan. Yang perlu dilakukan saat ini hanyalah menunggu hasil siapa pemenang. Tanpa perlu lagi ada perdebatan apalagi sampai sikut-sikutan.

Masa iya, masih terus saling bermusuhan? sekarang bukan saatnya lagi saling membanggakan paslon favorit masing-masing. Tapi sekarang adalah waktu yang tepat untuk keluar dari nuansa politik bersebrangan dengan kembali menjalankan aktivitas harian.

Perdebatan dengan Emosi, Memperkeruh Silaturahmi

Dalam setiap obrolan politik warung kopi, apalagi yang melibatkan kedua pendukung pasangan calon nomor urut 1 dan 2, pasti berujung pada perdebatan. Beberapa orang cukup sebal akan debat karena memicu pertengkaran. Tapi bung, di sisi lain Psychology Today berkata sebaliknya. Dengan mengatakan konflik dan pertengkaran memfasilitasi pembicaraan dan kesadaran akan perspektif orang lain, bermanfaat bagi kesehatan hubungan pertemanan dan hubungan romantis.

Lalu bagaimana dengan mereka yang terlibat adu mulut, sampai berujung baku hantam? Seorang pakar Psikologi Jennifer  A. Samp mengatakan kalau itu semua terjadi karena mereka yang berdebat saat emosi terlalu mentah. Disebabkan karena mereka tidak mau terbuka untuk mendengarkan masalah dari orang lain.

Ingat, Pertengkaran Tak Akan Muncul Ke Permukaan, Apabila Salah Satu Pihak Tidak Memulai Serangan

Nampaknya hal paling sulit itu bertoleransi, toleransi akan perbedaan pemimpin. Fanatisme akan satu pemimpin sesungguhnya tidak salah kok bung, asalkan bung masih mau “waras” saja untuk coba terbuka akan semua hal yang ada. Bukan malah menghindar atau mengkultuskan hoax akan satu informasi tanpa ada bukti, demi meremehkan pilihan orang lain yang tak bung senangi.

Selain itu jangan coba untuk membagikan hal-hal yang menyudut salah satu pemimpin. Toh, itu akan memicu pertengkaran, apabila salah satu temanmu ada yang bersebrangan. Lain cerita kalau teman bung masih “waras”, yang tidak terbawa emosi. Tapi yang paling aneh adalah mereka yang merasa terhina padahal yang merasa dihina pun, tidak ada ikatan darah dengannya.

Hidup Kita Panjang, Tak Baik Dihabiskan Dengan Permusuhan

Hidup itu panjang, tak habis saat pemilu telah usai. Kini sudah tak perlu lagi membahas hal sensitif yang menyangkut kedua belah pihak pasangan. Berhentilah saling mencela seolah-olah pemimpin favoritmu itu dewa, dan yang diserang hanya manusia biasa.

Hal paling menjijikan bagi kami adalah jika perbedaan calon pemimpin, membuat hubungan pertemanan selesai. Karena itu adalah pertengkaran yang tidak penting untuk dibawa serius. Lebih baik bung kembali berteman, kalau malu untuk memulai rekonsiliasi, tenang, manfaatkan bulan ramadhan untuk basa-basi.

Jalani Hidup Seperti Biasa. Antara Bung, Dia, dan Pemimpin Favoritnya Semua Punya Kehidupan Berbeda

Secara realistis, kehidupan terus berjalan, kehidupan tak sebegitu cepat berubah saat pemimpin berganti. Ada proses dibalik semua itu. Di sisi lain, sayang apabila tenaga kalian habis untuk urusan yang tidak begitu penting. Seperti berdebat dengan emosi hebat, saling mencari kesalahan pemimpin lain, bahkan sampai niat membuat meme tapi untuk serius, bukan untuk iseng belaka atau bercanda.

Lebih baik bung manfaatkan sekumpulan tenaga yang dipunya untuk menjalani aktivitas masing-masing. Karena itu akan menentukan perubahan dalam dirimu, sebelum mempercayakan perubahan kepada pemimpin negeri ini. Lima tahun yang dicanangkan belum tentu ada perubahan yang signifikan bakal dirasakan. Tapi kalau bung yang berusaha sekuat tenang, pasti ada perubahan, bahkan sebelum 5 tahun, perubahan tersebut sudah dapat dirasakan.

Lagi pula buat apa membela sehebat-hebatnya pemimpin pilihan kita, sampai saling mencela. Sampai mengorbankan persahabatan. Yang tadinya asik jadi terusik. Selayaknya hubungan, orang tua akan selalu peduli dan ingat hanya kepada anak dan istrinya, kan? Jadi kalau pemimpin favoritmu terpilih belum tentu ingat denganmu bung, karena bung bukan siapa-siapa. Lebih baik jalani hidup seperti biasa, kan? karena siapapun presidennya kita bukan anaknya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Gol Bunuh Diri, Berbuah Kematian Dini

Ungkapan klise ‘manusia tidak ada yang sempurna’ tidak hanya merujuk kepada kehidupan di dunia saja, melainkan itu juga terjadi di lapangan hijau. Andres Escobar mungkin salah satu mendiang yang pas disematkan dengan ungkapan tersebut. Pemain bertahan Kolombia ini adalah sosok yang sempurna di lini belakang. Terbukti saat membawa negara tercinta ke kancah Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Namun gol bunuh diri yang dilakukan dalam turnamen akbar empat tahunan tersebut, adalah buah kesalahan kecil dalam karirnya yang tak sebanding dengan menghilangkan nyawanya. Yap, Escobar mesti meninggal lebih dulu dari takdir yang dituliskan, setelah ditembak oleh seseorang saat hendak pulang dari klub malam bersama temannya. Pemicu terbesar kematiannya, adalah gol bunuh diri saat melawan tuan rumah.

Padahal sepak terjang Escobar membawa Kolombia ke jalur Piala Dunia cukup solid, bung tak percaya? coba simak saja ceritanya

Pemimpin Elegan dan Gentleman Jadi Julukan Escobar Secara Permanen

Solidnya tim Kolombia tak akan berjalan sempurna tanpa kehadiran Escobar. Sosok pemimpin bertalenta yang piawai menghalau serangan. Gaya permainan yang elegan, selalu tenang meskipun digempur serangan dan mengambil takel bersih di lapangan membuat pemain ini mendapat julukan Caballero del Futbol atau Gentleman of Football. Pemain kelahiran 13 Maret 1968 ini memiliki karir cemerlang tak hanya di tim nasional, karena ia sempat berkarier di klub BSC Young Boys di Swiss meskipun untuk periode yang tidak begitu lama.

Datang Sebagai Penantang, yang Digadang Memberikan Perlawanan Garang

Salah satu kandidat negara yang bakal disebut bakal berbicara banyak di Piala Dunia 94 kala itu adalah Kolombia. Bukan sesumbar atau prediksi asal, Kolombia tak terkalahkan di fase kualifikasi Piala Dunia Grup A Amerika Selatan bung. Tim yang dimotori oleh Faustino Asprilla, Carlos Valderrama, Freddy Rincon, menjadi negara yang tak terkalahkan. Total dari enam laga, mereka berhasil membubukan empat kemenangan dan dua kali imbang.

Ditambah lagi, jawara sepakbola Amerika Selatan macam Argentina, dibantai habis dengan skor telak 5-0 di laga terakhir! membuat skuad tim tango harus menjalani partai play-off demi memastikan tampil di Piala Dunia. Ketangguhan Kolombia pun dapat dilihat secara statistik menjelang pagelaran akbar tersebut, dari total 26 pertandingan menuju Piala Dunia, Kolombia hanya sekali bertekuk lutut alias kalah. Kepiawaian tim ini tentu saja berkat Escobar yang saat itu menjabat sebagai kapten tim.

Dari Prediksi Pele Sampai Harapan, Hingga Menenangkan Ketegangan di Kolombia

Ekspetasi, sebuah kata yang menghantui skuad Kolombia di masa itu. Calon kuda hitam terkuat pun diberikan oleh para pengamat sepak bola. Legenda Brasil yang menjuarai Piala Dunia tiga kali, Pele, memberikan prediksi kalau Kolombia bakal menembus babak semifinal.

Rakyat Kolombia pun berharap atas kiprah negaranya, terlebih situasi saat itu tengah memanas setelah tewasnya sang dedengkot narkoba, Pablo Escobar. Pasalnya, pasca meninggal Pablo Escobar memicu perang antar geng untuk memuncaki kekuasaan tertinggi di jalur perdagangan barang haram tersebut. Alhasil Kolombia di Piala Dunia diharapkan memberi secercah kebahagiaan, dengan menjadi pemersatu perang antar geng. Lantas apakah bisa Kolombia menjawab harapan itu semua?

Jawabannya tidak. Sinyal buruk sudah menerpa Los Cafeteros, ketika takluk di tangan Romania di laga perdana oleh Maradona dari Carpathia alias Gheorghe Hagi. Skor ditutup dengan hasil telak 1-3. Dampak kekalahan memicu kerusuhan, penjudi yang berasal dari geng narkoba yang kalah, jadi penyebab utama. Mereka yang kalah judi memberi ancaman pembunuhan yang dilayangkan kepada para pemain termasuk sang manajer, Maturana.

Menjamu Tuan Rumah di Laga Kedua, Gol Bunuh Diri Jadi Awal Mula Dihabisi Nyawanya

Setelah kekalahan telak 1-3 dari Rumania, membuat Kolombia harus tertekan di laga kedua. Menjamu Amerika Serikat, selaku tuan rumah, dukungan publik Paman Sam pun menambah tekanan semakin mendalam. Dan di laga ini lah terjadi momen yang mana sosok Escobar melakukan gol bunuh diri.

Turun sebagai starter, Escobar coba bermain rapih dengan menghalau serangan lawan. Selaku tuan rumah permainan menekan sesekali ditunjukan. Tepat di menit ke-35, umpan silang  dilepaskan oleh John Harkes  ke mulut gawang Kolombia. Bola tersebut coba dipotong oleh Escobar dengan menggunakan kakinya, bola tersebut memang terhalau namun naas malah masuk ke gawang sendiri. Lantaran Escobar merentangkan kakinya dalam posisi menghadap gawang sendiri.

Penjaga gawang Kolombia mati langkah. Alhasil skor pun berubah 0-1 untuk Amerika Serikat. Diakhir laga Kolombia harus takluk 1-2. Kans buat lolos pun semakin suram dengan dua laga dijalani dengan kekalahan. Dan terbukti, meskipun di laga terakhir Kolombia menang lawan Swiss, di pertandingan lain Rumania mengalahkan AS. Prediksi pele pun berhenti, dengan kenyataan Kolmbia tersingkir sebagai juru kunci.

Simpang Siur Cerita, Antara Ditembak Karena Dianggap Biang Kesalahan Atau Pelampiasan Kalah Perjudian

Usai tak bisa berbicara lebih banyak di Piala Dunia 94, Escobar kembali ke tempat kelahirannya, Medellin, Kolombia. Yang mana juga jadi tempat di mana ia menutup mata. Sebenarnya, Escobar sudah diperingatkan untuk tidak pulang, karena kondisi kota yang tidak kondusif. Tapi hasrat memanggilanya untuk pulang.

Mungkin untuk melupakan kesalahan atau meringankan beban yang dihantui, Escobar berkumpul bersama temannya di satu bar daerah Medllin. Setelah itu, mereka pun berpindah ke klub malam lainnya masih di daerah yang sama bernama El Indio. Escobar berpamitan dengan temannya lebih dulu untuk segera pulang, saat di parkiran ia terlibat perseteruan dengan beberapa orang yang menyebutkan kegagalan Kolombia di Piala Dunia adalah kesalahannya.

Setelah bersitegang, tiba-tiba salah seorang mengeluarkan pistol dan menembakkan ke arah Escobar sebanyak enam kali. Tiap tembakan, sang penembak berteriak “Gool!”. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, ia tetap tidak selamat. Dan harus meninggal lebih cepat. Selang beberapa hari dari kasus tersebut muncul sebuah nama, Humberto Castro Munoz yang diduga sebagai penembak.

Setelah dikulik lebih dalam ternyata ia adalah seorang supir dan bodyguard dari gembong narkoba bersaudara Kolombia, Peter David Gallon dan Juan Santiago Gallon.  Munoz pun diringkus dan ditetapkan sebagai tersangka. Meskipun beredar beberapa versi tentang kematian Escobar, namun hingga sekarang alasan terkuat ia dibunuh adalah perjudian. Antara sang majikan yang kalah judi, atau Munoz sendiri.

Di pemakamannya, lebih dari 120 ribu orang datang dan mengantar kepergiannya. Kematiannya mencoreng nama Kolombia di publik internasional, dan beberapa pemain timnas memutuskan pensiun dini untuk menghindari hal serupa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Lewat Aroma Kopi, Bung Bisa Mengecek Bau Badan Sendiri

Saat berada di tempat umum, hal yang paling menjengkelkan adalah ketika kita berada dekat dengan orang yang memiliki bau badan mengganggu. Di saat itu juga, kita ingin menghindar atau berharap ia pergi. Namun ada baiknya kita berkaca sebelum menjustifikasi, dengan mengecek diri sendiri. Apakah kita memiliki bau badan yang mengganggu seperti orang tersebut atau tidak.

Masalahnya bukan hal mudah untuk mengetahui aroma tubuh sendiri, kan bung? sebab sistem penciuman kita tidak sensitif pada aroma spesifik seperti tubuh sendiri. Pamela Dalton Ph.D., M.P.H., dari Monell Chemical Senses Center juga mengatakan hal demikian, walau begitu ia membeberkan beberapa cara untuk mengetahui apakah bau badan kita mengganggu atau tidak.

Salah satunya dengan mencium aroma kopi selama beberapa menit, setelah itu bung cium aroma ketiak atau area tubuh lainnya yang sangat berpotensi bau. Hal ini bekerja karena saat mencium aroma kopi indra penciuman sedang dinetralkan, supaya mudah untuk mendeteksi bau badan. Kalau bung ingin lebih pasti lagi, coba membaui area tubuh yang dipenuhi kelenjar apokrin seperti ketiak dan selangkangan, karena area tersebut memproduksi keringat berbau yang bercampur dengan bakteri pada kulit.

Di sisi lain laki-laki juga tak handal dalam mengidentifikasi bau dibanding perempuan. Karena perempuan akrab dengan aktivitas yang beraroma seperti memasak dan berbelanja. Hal ini membuat kaum hawa sangat peka dalam mencium aroma sekitar dibanding laki-laki.

Ketika mencium aroma, mereka (laki-laki) tidak secara aktif mencari tahu siapa yang memancarkan aroma di lingkungan tersebut,” kata Dalton.

Nah, apakah bung sendiri siap mendeteksi aroma tubuh sendiri?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top