Sport

Pertarungan El Clasico (Memang) Sarat Gengsi, Tapi Apa Iya Masih Kompetitif?

Hegemoni kedua tim ini memang sarat gengsi. Apalagi baru saja Real Madrid baru memperoleh trophy antar klub terbaik di dunia. Ini membuat torehan mereka di piala terbaik sedunia itu menjadi sama dengan Blaugrana, yakni tiga kali menjadi jawara FIFA Club World Cup.

Berkaca dari itu memang sekilas persaingan mereka begitu kompetitif dengan saling membuktikan siapa yang terbaik di berbagai level. Tetapi Bung, dalam partai El Clasico sabtu nanti yang ada hanyalah sebuah gengsi kalau menang adalah harga mati. Soal kompetitif? Nanti dulu.

Barcelona Terlalu Asik Berada Di Puncak, Sementara Madrid Hanyalah Musuh Yang Tak Kasat Mata

Sumber : facebook.com/FIMDBIMD/

Madrid keset Barcelona! Ungkap netizen pembela Lionel Messi dkk. Sebutan yang berlebihan memang, tapi tak juga seratus persen salah. Tak perlu lah Bung jauh-jauh mengulik strategi baru mereka, atau mengintip bagaimana peran Luis Suarez dengan Lionel Messi di lini depan ketika mengacak-ngacak tim lawan.

Cukup menoleh singkat ke arah papan klasmen. Kita pun akan menemukan sebuah jawaban. Kalau La Blaugrana sedang asik di puncak dengan torehan 42 point tanpa pernah kalah dari 16 pertandingan berturut. Pasukan  Zinedine Zidane sedang “terseok” di posisi keempat dengan perolehan 31 point. Terpaut selisih 11 point antara kedua tim membuat Madrid harus bekerja ekstra untuk dapat kembali menduduki takhta tertinggi.

Penolakan Barca Memberi Penghormatan Ke Madrid Bisa Jadi Bara Di Pertandingan Nanti

Sumber : facebook.com/FIMDBIMD/

Kesuksesan Madrid memperoleh piala dunia antar klub berarti pula tambahan jejeran trofi musim ini. Total Madrid sudah meraup 5 trophy. Atas prestasi ini Sang mega bintang, Cristiano Ronaldo, secara terang-terangan meminta Barcelona membentuk Guard Of Honur pada laga El Clasico. Yakni membentuk barisan dua sisi kemudian menyambut sang pemenang masuk ke stadion dengan bertepuk tangan.

Tetapi  hal seremonial tersebut ditolak langsung oleh direktur Barcelona, Guilermo Amor. Dengan alasan, bahwa Guard Of Honour diberikan kepada jika klub tersebut sama sama bersaing di satu kompetisi. Seremonial tersebut memang pernah dilakukan Xavi dan Iniesta pada musim 2007/2008. Kala itu Barca memberikan penghormatan kepada Sergio Ramos, Iker Casillas dan Raul Gonzalez. Tapi memang ketika itu Guard of Honour diberikan sebagai penghormatan kepada Madrid jawara La Liga tempat kedua tim bernanung sebelum memasuki akhir musim.

Meski beralasan, namun bukan lantas Madrid bisa serta merta menerima penolakan ini. Bukan tak mungkin El Clasico akan dijadikan ajang pelampiasan kekesalan mereka terhadap Barcelona.

El Clasico Masih Sarat Gengsi Karena Masih Jadi Ajang Pembuktian Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

Sumber : facebook.com/FIMDBIMD/

Ya tak bisa dipungkiri lagi bung, perseteruan kedua pemain ini memanas sejak tahun 2008 sampai dengan sekarang. Hampir satu dekade persaingan, perseteruan dan pembuktian mereka menjadi bahan tontonan dan perdebatan setiap orang.

El Clasico kali ini bisa jadi makin panas, karena Ronaldo baru dianugrahi Ballon D’Or. Artinya menyamai rekor messi. Jadi wajar kalu Messi akan ngotot pamer dominasinya di tanah matador, sementara Ronaldo akan bekerja keras membuktikan dirinya pantas menyandang gelar pemain terbaik dunia tahun ini.

Memang El Clasico Partai Yang Bergengsi, Namun Partai Ini Bisa Jadi Tidak Akan Menentukan Apapun

Sumber : facebook.com/RealMadrid/

Sebagai partai yang syarat gengsi dan juga emosi. El Clasico pernah dianggap oleh sebagian orang sebagai partai penentu juara dari La Liga dan beberapa musim ke belakang. Dengan ucapan sesumbar, banyak yang mengatakan secara kultus bahwa yang memenagkan El Clasico akan keuar menjadi jawara La Liga pada akhir musim.

Memang liga baru berjalan setengah musim dan belum bisa ditentukan juaranya sedari dini. Karena masih banyak kejuatan yang bisa saja terjadi. Sang professor lapangan tengah dari Barcelona, Andreas Iniesta, juga menyatakan hal demikian. Dilansir dari Soccerway, Iniesta mengatakan El Clasico tidak dapat menjadi patokan. Karena perburuan gelar akan tetap berjalan. Tapi berkaca dari selisih poin yang cukup jauh, tak juga salah kalau mengatakan El Clasico kali ini tak bakal menentukan apa-apa di akhir musim nanti.

Malah Bisa Jadi Madrid Lain Lah Yang Siap Menerkam Barcelona

Sumber : facebook.com/AtleticodeMadrid/

Jalan panjang menuju tangga juara musim ini memang masih jauh. Sejauh mata memandang masih banyak hal yang memungkinkan terjadi. Bisa saja Barcelona melempem dan kemudian terseok-seok sampai akhir musim. Tapi yang mengancam ketat di belakang justru bukan Los Blancos.

Masih sekota tapi justru Atletico Madrid, yang berpotensi untuk menggeser Barcelona di puncak. Cuma selisih 6 poin jelas tak bisa bikin Barca tidur dengan tenang.  Bagi fans Cristiano Ronaldo Cs  hal itu lebih baik dari pada rival abadi mereka yang juara. Karena membiarkan Barcelona berpesta adalah hal yang haram, dan begitu juga sebaliknya. Mungkin saja El Clasico nanti merupakan bantuan tak langsung Real Madrid untuk Atletico.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Bayangkan apabila Tim Luar Biasa Ini Tidak Berpencar Punggawanya, Pasti Kini Sudah Besar

Sebuah dongeng perihal upaya merangkai tim berlabel debutan, atau kuda hitam namun menjelma menjadi kekuatan baru mungkin dapat Bung temui lewat sebuah film Damned United, yang menceritakan tentang kisah nyata dari Brian Clough kala membuat Nottingham Forest menjadi jawara di Eropa era 80-an. Setelah dua tahun back to back champions di Liga Champuons, kisah tentang Nottigham Forest tenggelam. Tak ada lagi tim yang dulu berlabel raja Eropa di era sekarang. Keperkasaan pun hanya tinggal kenangan.

Nottingham Forest hanyalah satu dari sekian contoh, kalau setiap tim punya potensi untuk jadi luar biasa, tak hanya yang dinobatkan sebagai tim besar macam Real Madrid, Juventus, Manchester United, sampai Barcelona. AS Monaco pun sempat  menunjukan taji di musim 2016/17 saat mampu tembus semi-final dan mampu bersaing dengan PSG, sebuah tim yang kaya raya.

Namun setahun berselang para pemain andalan pindah. Bernardo Silva, Benjamin Mendy, Tiemoue Bakayoko, dan Kylian Mbappe hijrah ke Manchester City, Chelsea, dan PSG. Tiga klub terboros di Eropa. Andai pemain andalan ini tetap mempertahankan loyalitasnya di Monaco, mungkin Monaco bisa menjadi tim hebat yang menjadi kekuatan baru di Eropa. Sampai-sampai muncul akun @ASMonaco_Indo di Twitter seking kepincutnya. Namun tak hanya Monaco saja, banyak tim lain yang nasibnya tak jauh berbeda.

AS Monaco Musim 2003/04

Kepergian beberapa bintang Monaco, ternyata  pernah dilakukan era 2000-an. Kala itu AS Monaco diisi pemain berkualitas seperti Patrice Evra, Fernando Morientes, Jerome Rothen, dan Ludovic Giuly. Secara mengejutkan di musim Liga Champions musim 2003/04 mereka berhasil menembus babak final Liga Champions, namun sayang harus ditundukkan oleh FC Porto dengan skor meyakinkan 3-0 (kala itu FC Porto diasuh oleh Jose Mourinho).

Keempat pemain pun pergi setelah kekalahan tersebut, hanya Evra saja yang bertahan. Jerome Rothen berlabuh ke PSG, Morientes pindah ke Liverpool, Ludovic Giuly dijual ke Barcelona. Sejak saat itu AS Monaco benar-benar kehilangan taji sebagai tim besar. Meskipun tidak bubar.

Ajax Musim 2003/04

Jika menyebut tim Belanda yang sukses di Eropa, otomatis tertuju kepada Ajax Amsterdam. Di era 90-an Ajax merupakan klub yang layak diperhitungkan karena filosofi permainanya mampu meluluhlantahkan lawan. Jelas saja, kejayaan dapat diraih dengan sempurna. Tetapi masalah besar sekaligus anomali terjadi di generasi berikutnya.

Dihuni oleh Zlatan Ibrahimovic, Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart, Jari Litmanen, Nigel de Jong, Thomas Vermaelen, Maxwell, dan Hatem Trabelsi tapi tak mampu berbicara banyak khususnya di Eropa. Semuanya dimulai dengn kepergian Ibrahimovic ke Juventus di tahun 2004, membuat ambisi mereka untuk meraih kesuksesan satu dekade lalu telah sirna. Di tahun-tahun berikutnya, Sneijder bergabung di Real Madrid di tahun 2007 dan hanya menyisahkan Vermaelen.

Parma Musim 1998/99

Mungkin bagi Bung yang tumbuh seiring Serie A Italia sebagai tontonan sepakbolanya, pasti mengenal Parma sebagai tim yang memiliki segudang talenta. Wajar saja keberhasilannya membuatnya berhasil meraih gelar Piala UEFA di tahun 1999. Bayangkan saja Parma melahirkan pemain terbaik seperti Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Lilian Thuram. Juan Sebastian Veron, dan Hernan Crespo, komunal para pesepakbola hebat di Eropa saat itu.

Keberhasilannya terlihat dari pencapiannya di luar klub. Thuram berhasil  memenangi Piala Dunia bersama Perancis. Selang beberapa tahun kemudian Cannavaro dan Buffon melakukannya bersama Italia. Crespo menjadi striker termahal dan Veron menjadi gelandang tengah yang dikagumi. Setelah itu Parma tak pernah lagi mendulang kesuksesan sepeninggalan mereka.

Borrusia Dortmund 2012/13

Asuhan Jurgen Klopp kepada Dortmund di musim itu sangat populer meskipun harus mengakhiri Liga Champions tahun 2013 di posisi runner up. Jadi tak ada cara fans untuk mengenang tahun itu seperti saat Dortmund juara kompetisi di tahun 1997.

Jahatnya setelah Bayern Munich berhasil unggul di laga All Germany Final tersebut, Die Rotern justru mencomot beberapa pemain andalan Dormun seperti Robert Lewandowski dan Mario Gotze. Setelah itu, Dortmund tak lagi berjaya meskipun Nuri Sahin, Marco Reus, dan Ilkay Gundogan telah memenuhi tim ini secara potensial.

West Ham Musim 2000/01

West Ham tak bisa dilewatkan dari daftar ini, karena tim inilah yang melahirkan algojo-algojo Inggris di masa depan. Sebuta saja Rio Ferdinand, Frank Lampard, Michael Carrik, Joe Cole, dan Jermain Defoe sudah menampilkan puncak permainanya kala di West Ham. Tetapi torehan kesuksesannya diraih di tim liga Inggris lainya.

Ferdinand dan Carrick memenangi Liga Champions 2008 bersama Manchester United; Lampard di tahun 2012 bersama Chelsea, dan di klub yang sama Joe Cole sukses menjadi finalis. Sementara Defoe membuktikan dirinya sebagai striker tajam di Premier League dan juga tim nasional Inggris.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Panen Emas dari Pencak Silat Bagi Indonesia Dikeluhkan Iran Sebagai ‘Hadiah’ Dewan Olympiade Asia

Panen emas yang diperoleh Indonesia dari ajang pencak silat membuat Indonesia menggeser Iran dalam perolehan medali. Iran pun angkat bicara dengan menanggap pengakuan terhadap pencak silat di Asian Games sebagai ‘hadiah’ dari Dewan Olympiade Asia untuk Indonesia. Presiden Komite Olympiade Nasional Iran (NOC), Reza Salehi Amiri, salah seorang yang paling vokal dan mengecam pengakuan pencak silat.

Reza pun berujar bahwa pencak silat adalah cabang olahraga yang tak dikenal dan hanya dipraktikkan oleh sekelompok kecil negara di Asia. Dengan alasan itu NOC bakal mengajukan keberatan resmi dalam perolehan medali dari cabor pencak silat kepada OCA. Lebih lanjut lagi mengakui pencak silat dan perolehan medali dari cabang olahraga tersebut di klasemen akhir Asian Games sebagai keputusan yang tidak rasional dan sangat tidak adil seperti dilansir oleh kantor berita Mehr.

Namun, Iran mengecam soal pencak silat sebelum Asian Games digelar. Ditujukan langsung kepada Presiden OCA, heikh Ahmed al-Fahad al-Ahmed al Sabah. Saat itu Salehi yang menemui Sheikh Ahmed menanyakan tentang keberadaan pencak silat di Asian Games.

Saat itu dia menjawab “keistimewaan ini juga akan didapat Iran jika menjadi tuan rumah Asian Games.” Salehi lalu menampik jawaban tersebut tidak meyakinkan.

Di Asian Games tuan rumah panen emas dari cabang pencak silat dengan perolehan 9 dari 16 medali emas yang tersedia. Dengan pencapaian tersebut Indonesia mencatat rekor perolehan medali di Asian Games yang kini berjumlah 27 dari sebelumnya 4 medali emas di Asian Games 2014, Incheon.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Kejanggalan dan Kecurangan Ajang Pencak Silat Terlihat Sejak Hari Pertama Digelar

“Saya kecewa di mana sejak hari pertama kecurangan untuk wasit juru agak terlihat. Kami sudah memberitahu bahwa jangan ada yang coba berat sebelah, harus konsisten, clear, dan transparan. Tapi di sini saya melihat, tidak hanya dari Singapura, tapi dari negara lain juga, ada yang janggal, banyak,” ujar Sheik Alauddin Yacoob Marican selaku Presiden Federasi Pencak Silat Asian.

Dominasi Indonesia di beberapa nomor cabang olahraga pencak silat, membawa angin segar bagi kontingen Indonesia terutama perolehan emas yang semakin bertambah. Ternyata dominasi Indonesia bagi Sheik Alauddin adalah sebuah kejanggalan yang dirasakan oleh beberapa negara. Penudingan ada kecurangan di cabor ini dilontarkan terutama dari sisi wasit juru. Sheikh yang juga manajer tim pencak silat Singapura hanya mampu membawa timnya mendapatkan dua perak dan tiga perunggu di ajang ini. Apalagi perolehan nilai yang sangat timpang membuatnya bertanya-tanya letak sisi profesionalitas.

“Saya bicara soal seninya saja ya. Ini kan profesional. Maksudnya atlet-atletnya sudah latihan begitu lama. Kalau mau jauh pun poinnya 5, 10, untuk jaraknya. Ini sampai 20 lebih. Gila. Ini profesional,” cetus dia.

Pesilat Malaysia pun juga melancarkan protes keputusan juri setelah keputusan juror agak berat sebelah dalam penilaian. Alhasil Pesilat beernama Mohd Al Jufferi Jamari itu melakukan walk out, luapan kekesalannya pun dilakukan dengan merusak pembatas bilik yang ada di venue tersebut.

“Asian Games seharusnya dipikirkan lagi untuk bagaimana ada lagi. Karena rencananya pencak silat akan dipertandingkan di Asian Games 2022 China. Kalau begini China akan berpikir, kenapa mau memasukkan pencak silat di sana, sedangkan mereka tidak bisa menang. Seharusnya yang dipikirkan adalah masa depan olahraga ini,” tutur juara dunia pencak silat 1990 dan 1994 ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top