Lebih Keren

Melirik Mobil Bekas Murah, Bisa Dipakai Mudik Untuk Lebaran Sampai Mejeng di Akhir Pekan

Menjelang lebaran yang masuk dalam hitungan hari, beberapa kendaraan bekas tetap jadi incaran untuk dipakai untuk pulang kampung saat mudik lebaran. Namun mendekati musim mudik, membeli mobil baru tentu prosesnya sangat memakan waktu dan tidak mudah, tidak secepat membeli mobil bekas. Duit ada, barang siap, kunci dipegang, mudik pun siap tancap gas dan jalan!

Nah lewat situs Otoasia ada beberapa mobil bekas yang masih bagus untuk ditawarkan kepada bung, yang kepingin memiliki roda empat. Tidak hanya buat mudik. buat mejeng di akhir pekan pun mobil ini masih layak.

Permasalahan membeli mobil baru sungguh amat ribet lho. Jika mobil tidak dalam status ready stock, maka bung harus inden terlebih dahulu dengan menunggu masa pemesanan mobil yang bisa memakan waktu satu sampai dua bulan. Belum lagi urusan surat menyurat sampai TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) yang resmi diterbitkan.

Maka dari itu kondisi waktu sudah sedikit mepet seperti sekarang bisa jadi alternatif. Ya memang membeli mobil bekas itu cocok-cocokan tergantung pembeli, tapi tak serumit membeli mobil baru. Model mobilnya harus disesuaikan dengan budget, setidaknya untuk urusan surat-menyurat tak perlu menunggu proses panjang seperti membeli mobil baru.

Nah disitus tersebut, pilihan mobil bekas sangat beragam dan tak mungkin bung tidak kepincut, minimal satu! yang harus dilakukan pembeli hanya teliti saat membeli dan melihat harga sekaligus kondisi mobil. Lantas apa saja yang ditawarkan?  Mulai dari Toyota Vios, Kia Picanto, Mercedes Benz E-Class, Merecedes Benz C-Class, Nissan Grand Livinan, Honda Stream sampai Honda Jazz. Banyak kan bung? perlu diketahui semua mobil ini bekas dan dibanderol dengan harga di bawah Rp 100 juta.

Bung siap memilihnya?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Model Tuas Transmisi Bermodel Zig-Zag Diciptakan Untuk Keamanan

Model tuas transmisi mobil otomatis bermodel zig-zag diciptakan bukan karena soal desain lho tapi lebih ke masalah safety berkendara. Percaya atau tidak transmisi mobil yang tinggal menarik garis lurus cenderung ada kesalahan. Ketika ingin mundur di posisi R malah berada di posisi D. Nah untuk meminimalisir hal ini terjadi maka diciptakan transmisi bermodel zig-zag.
Transmisi bermodel zig-zag dibuat dengan alur dan bertingkat. Mungkin bagi pengendara yang sudah biasa dengan transmisi yang konvensional tak begitu masalah dengan kasus salah transmisi. Tapi bagi yang baru berkendara atau belajar, transmisi zig-zag berguna bagi pengendara pemula.
Justru dengan tuas model bertahap atau gate lebih aman digunakan pengemudi awal atau yang baru beralih dari manual ke matik. Dengan adanya tingkatan, membuat pengendara harus melihat dan memperhatikan bila tuas sudah dipindahkan pada posisi yang tepat, tidak hanya berdasarkan perasaan saja,” kata HR. Muhammad Suarabaya Andreas Totok kepala bengkel Auto 2000 dikutip dari Kompas.

Ketepatan bukan menjadi satu-satunya alasan diciptakan model ini. Adapun untuk memastikan kalau posisinya tidak mudah bergeser. Kecenderungan pengendara mobil manual yang meletakan tangan pada tuas persneling biasanya terbawa saat membawa matik. Kalau tuasnya lurus maka ada kemungkinan bergeser. Jadi sangat dilarang perilaku tersebut terbawa di mobil matik.

Karena masalah kebiasaan tangan kiri di tuas transmisi, saat mengendari mobil matik potensi tergesernya tuas tanpa disadari bisa terjadi. Tapi kalau model tuasnya zig-zag, itu kan kecil sekali potensi tergesernya, atau bisa dibilang tak mudah bergeser ketika tak sengaja tersenggol saat berkendara,” ucap Totok.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Lakukan Pengecekan Ringan Terhadap Mobil Sehabis Mudik Lebaran

Tak terasa Lebaran sudah berjalan satu minggu dan beberapa keluarga melaksanakan mudik sudah kembali untuk beraktivitas seperti biasa. Bagi bung yang melakoni mudik dengan mobil jangan lupa mengecek kondisi agar tetap prima. Selain di bawa ke bengkel bisa dilakukan dengan pengecekan ringan. Lantas bagian apa saja yang seharusnya di cek setelah mudik?

Dilansir dari Suara.com, Senior Division Head Auto 2000, Ricky Martawijaya, terdapat empat komponenen yang bisa dicek sendiri dengan sifat pengecekan dasar. Bagian pertama adalah ban, tugasnya berat setelah melakukan perjalanan beratus-ratus kilometer saat mudik. Menopang muatan dalam orang dalam jumlah besar juga jadi tugasnya kemarin. Cek ulang tekanan angin apakah sesuai yang direkomendasikan. Disusul dengan cek fisik bang, mulai dari telapak ban hingga dinding. Menempuh jarak yang jauh bakal berpengaruh pada ketebalan ban yang harus dipastikan tidak ada cacat fisik.

Oli mesin, Ricky menyarankan lakukan pengecekan takaran oli mesin via dipstick. Tambah apabila kurang dan perhatikan kondisi fisik, apabila berwarna keruh, coklat dan kental segeralah mengganti.

Jika volume oli mesin berkurang banyak dan terjadi perubahan fisik, segera bawa mobil ke bengkel resmi untuk pemeriksaan lebih dalam,” terangnya.

Setelah oli mesin berlanjut ke kaki-kaki mobil. Area kaki-kaki memiliki 4 komponen penting sekaligus sistem kemudi, suspensi, rem, dan penggerak roda. Periksa lah ika terjadi kebocoran pelumas, karet getas atau sobek. Lakukan spooring dan balancing agar mobil prima kembali. Terakhir bagian cairan mobil dengan mengecek air radiator, air aki basah, minyak rem, minyak kopling manua, freon AC, oli transmisi otomatis sampai air wiper.

Tambah sesuai takaran dan periksa apakah ada kebocoran atau kerusakan lainnya. Jangan abaikan jika ada sesuatu yang mencurigakan,” tutup Ricky.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Bagi Pemudik, Penting Membuka Kaca Setiap Satu Jam Sekali

Kemacetan saat mudik memang menyebalkan tapi hal ini sudah menjadi tradisi dan kemacetan seolah menjadi tantangan. Bagi bung yang membawa kendaraan pribadi sangat dihimbau mewasapadi risiko keracunan udara di dalam mobil. Hal ini disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), risiko paparan gas berbahaya di dalam mobil bisa muncul dari kebocoran gas di dalam kendaraan atau produksi karbondioksida oleh penumpang saat bernapas.

Kalau dia terlalu lama macet, CO2 akan terakumulasi di dalam kabin. Bisa menyebabkan keluhan ngantuk, pusing kalau di mobil dalam waktu lama. Diimbau saat macet lama, menggunakan mode AC recirculate agar udara di luar tidak masuk,” ujar dr. Agus dilansir dari Suara.com

Mode AC recirculate dihimbau kepada para penumpang untuk membuka jendela kendaran setiap satu jam sekali selama lima menit dengan tujuan menurunkan kadar karbondioksida yang dibuang saat bernapas bung. Tujuannya agar udara di dalam kabin dan luar bercampur kembali. Bahaya mengintai apabila tidak melakukan hal tersebut seperti terjadi lemas dan sesak napas karena menghirup racun karbondioksida di dalam mobil.

Karbondioksida juga berbahaya kalau berlebihan di kabin, bisa menyebabkan lemas bahkan sesak napas. Bisa membuat orang kekurangan oksigen. Jadi tetap dibuka setiap satu jam, sedikit saja, lima menit lalu tutup kembali,” tandasnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top