Entertainment

Killers: Inilah Genre Film Slasher!

killers feature

Tak banyak orang Indonesia yang paham apa itu genre film slasher. Wajar, sebab tak banyak yang menggarap segmen film ini. Karena itu, beberapa sedikit keliru mengkategorikan film Indonesia Killers yang sedang tayang dibioskop ini sebagai thiller, suspens, bahkan horor.

Sebenarnya apa itu film slasher? Slasher adalah genre film yang mengkhususkan bercerita tetang pembunuh psikopat. Lantas apa yang membedakan dengan film umum macam silence of the lamb atau hanibal yang juga bercerita tentang psikopat? Tokoh utama slasher umumnya adalah sang pembunuh itu sendiri, bukan polisi atau orang baiknya. Dan sudut pengambilan kamera menggunakan teknik POV alias sudut pandang dari pelakunya.

Inilah yang kita peroleh ketika menonton film Killers yang dibintangi Oka Antara dan Kazuki Kitamura. Film dibuka dengan adegan di tengah hutan. Musik diisi dengan nada rendah sedikit sumbang. Sangat khas film slasher.

Di film macam ini, scoring alias musik bukan sekedar pemanis. Nada-nada rendah sumbang dengan bas dirancang maksimal itu secara psikologis akan membuat perasaan orang tertekan. Secara fisik suara-suara ini akan otomatis membangkitkan bulu-bulu halus pada tubuh. Dan kengerian pun terbangun secara alam bawah sadar.

Dari nada rendah itu kita akan dilemparkan pada musik klasik berlatar biola atau piano secara bolak-balik. Hasilnya lonjakan dari keadaan depresi ke tenang kemudian ke depresi lagi akan makin membuat perasaan tertekan. Slasher memang dirancang untuk membangkitkan perasaan negatif yang tidak bisa kita peroleh di kehidupan pribadi.

film killers indonesia 2014

Killers juga menampilkan cerita yang sangat tipikal film slasher. Oka Antara seorang jurnalis asal Indonesia, terhubung lewat internet pada seorang pembunuh psikopat asal Jepang. Mereka saling berkomunikasi melengkapi kemampuan dan kepuasan membunuh mereka. Dimana letak kekhasan film slasher?

Jalan ceritanya dibuat berputar dan meloncat-loncat. Kita terduduk diam sembari bertanya-tanya dalam diri kearah mana jalan cerita ini akan berakhir. Penonton akan dibiarkan merangkai sendiri cerita dimaksud dan bisa jadi frustasi karena gagal paham. Diantara cerita-cerita ini, adegan-adegan eksplisit akan dipaparkan. Seeksplisit apa? Sangat eksplisit.

Yup, Inilah film slasher. Harus diakui ceruk pasar jenis film ini sangatlah kecil. Apalagi di Indonesia yang dulunya punya lembaga sensor film super ketat. Masyarakat tak terbiasa menonton film jenis ini.

Jika coba disusun, mungkin hanya film Rumah Dara yang punya genre sejenis. Sebelum dan sesudahnya, baru ditemui lagi pada film Killers ini. Sebagai informasi, Killers disokong oleh The Mo Brothers yang juga membuat film Rumah Dara.

Lantas apa kelebihan film ini sampai diunggulkan diajang sundance festival dan membuat para penonton di Jepang rela antri? Ada titik berbeda pada film killers ini. Slasher umumnya, dibuat dengan tokoh utama super jahat. Namun dalam Killers ini tokoh jahat dan baik sangatlah tipis. Bahkan dibeberapa adegan secara tak sadar kita seolah “menginginkan” pembunuhan itu terjadi.

Terakhir sebelum memutuskan menonton film yang juga dibintangi ray shaetaphy dan lunamaya tersebut, kami berpesan sekali lagi bahwa Killers adalah film slasher. Sebuah setting yang diniatkan untuk membangkitkan perasaan depresi dan negatif. Genre semacam ini memang tidak untuk semua orang.

Sebagai gambaran, ketika kami di theater kurang dari setengah jam beberapa penonton beranjak dari kursinya untuk keluar karena pusing dan tak kuat menahan depresi. Karena ini film slasher!

6 Comments

6 Comments

  1. Ahmed Tsar

    February 11, 2014 at 12:02 pm

    Slasher, baca tulisan ini jadi ingat film serial Dexter atau film American Psycho, dua film itu tokoh utamanya juga psikopat.. bedanya sosipat dengan psikopat apa ya?

  2. gardino

    February 11, 2014 at 12:35 pm

    Kalo Dexter rasanya belum termasuk slasher bro. Masih film biasa, apalagi serial ditelevisi tak mungkin eksplisit. Jalan ceritanya pun masih runut dan jelas. Beda dengan slasher yang ceritanya berloncatan kesana-sini

  3. cucukakek

    February 11, 2014 at 12:54 pm

    Pengakuan dari Sutradaranya sendiri film Killers merupakan genre Thriller bukan slasher, bro

  4. gardino

    February 11, 2014 at 12:57 pm

    Iya sob, the mo bro bisa jadi mengambil jalur aman dengan “tak mengakui” ini film slasher. Bisa-bisa gak tembus LSF kalau diaku sebagaimana adanya 😀

  5. embi

    February 12, 2014 at 8:13 am

    film G30S itu termasuk slasher gak? 😀

  6. ric

    July 2, 2016 at 11:56 pm

    Di imdb ini crime bang.yang slasher rumah dara sama air terjun penngantin ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

6 Comments

6 Comments

  1. Ahmed Tsar

    February 11, 2014 at 12:02 pm

    Slasher, baca tulisan ini jadi ingat film serial Dexter atau film American Psycho, dua film itu tokoh utamanya juga psikopat.. bedanya sosipat dengan psikopat apa ya?

  2. gardino

    February 11, 2014 at 12:35 pm

    Kalo Dexter rasanya belum termasuk slasher bro. Masih film biasa, apalagi serial ditelevisi tak mungkin eksplisit. Jalan ceritanya pun masih runut dan jelas. Beda dengan slasher yang ceritanya berloncatan kesana-sini

  3. cucukakek

    February 11, 2014 at 12:54 pm

    Pengakuan dari Sutradaranya sendiri film Killers merupakan genre Thriller bukan slasher, bro

  4. gardino

    February 11, 2014 at 12:57 pm

    Iya sob, the mo bro bisa jadi mengambil jalur aman dengan “tak mengakui” ini film slasher. Bisa-bisa gak tembus LSF kalau diaku sebagaimana adanya 😀

  5. embi

    February 12, 2014 at 8:13 am

    film G30S itu termasuk slasher gak? 😀

  6. ric

    July 2, 2016 at 11:56 pm

    Di imdb ini crime bang.yang slasher rumah dara sama air terjun penngantin ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top