Lifestyle & Fashion

Karir Yang Gemilang Tak Mustahil Bung Capai, Asal Bung Bisa Mengatasi Hambatannya

Membangun karir tidaklah susah seperti yang dibayangkan, asalkan Bung mampu mengatasi beberapa hal yang menjadi penghambatnya . Hal-hal tersebut salah satunya adalah zona nyaman. Zona yang bisa membuat karir jadi stagnan. Mengembangkan karir juga harus didukung dengan sikap yang mumpuni.

Terlebih lagi Bung, mereka yang dapat mengembangkan karir adalah orang yang tahan banting. Tidak mudah putus asa ketika sedang menghadapi masalah besar, dan juga tidak cepat puas dengan pencapaian. Apa lagi bagi laki-laki berumur 25-an, yang berobsesi dapat hidup mapan sebelum menuju usia 30. Dengan rentang waktu yang terbatas, individu tersebut harus memacu diri agar dapat mencapai tujuan.

Jangan Terjebak Zona Nyaman Yang Sesungguhnya Tak Aman

Terjebak di zona nyaman memang sangat menyulitkan. Sulit untuk meninggalkan karena sudah betah dan terbiasa, kemudian takut pula untuk melangkah karena tidak memiliki gambaran masalah yang menghadang. Terkadang ketika memiliki gambaran pun juga tetap takut. Karena itu, tanpa disadari zona nyaman dapat mengekang. Saat Bung sudah merasa nyaman, otomatis pantang untuk singgah ke hal lain.

Namun, melawan zona nyaman adalah keharusan untuk Bung yang ingin mengembangkan karir. Melawan zona nyaman dapat mengembangkan diri di tempat bekerja yang baru, bisa jadi menjadi tempat yang lebih berkualitas dan memiliki masalah yang pelik. Kalau Bung sudah dapat melewati zona nyaman, pasti jalan ke depannya akan terasa lebih mudah.

Sisihkan Uang Saku Untuk Investasi Agar Hidup Sejahtera Selalu

Menabung juga merupakan faktor untuk mengembangkan karir. Karena selama berkarir tidak semuanya berjalan dengan aman dan tentram. Bisa saja ada satu kondisi yang membuat Bung tertahan, selayaknya cobaan. Kalau urusan tabungan di masa depan aman, maka karir dapat dibangun dengan gampang. Salah satu bentuk menabung yang dianjurkan adalah investasi. Karena berinvestasi  akan mendatangkan banyak bermanfaat.

Uang saku dari gaji cobalah dikelola dengan bijak. Dengan menyisihkan ke dalam bentuk tabungan investasi. Walaupun sedikit menyiksa karena harus menahan diri untuk membeli barang yang diinginkan, tapi berinvestasi akan sangat berguna.

Harus Ada Ide Cadangan Agar Karir Bung Melaju Tak Tertahan

Ketika membangun karir, ide yang dimiliki harus banyak. Kalau bisa Bung tidak boleh kehabisan ide setiap harinya. Oleh karena itu Bung harus memiliki ide cadangan, sebagai langkah preventif seandainya karir yang dibangun mandek di tengah jalan. Adanya ide cadangan akan membantu memberikan solusi ketika hal-hal yang tidak diinginkan mulai terjadi.

Ide cadangan yang dimiliki sebisa mungkin dari hasil dari riset mendalam, yang tentu saja dilakukan oleh Bung secara pribadi. Ketika beberapa ide sudah dikumpulkan, coba lah Bung pilah-pilah mana yang sekiranya cocok untuk dijalankan dan berprospek besar. Meskipun gagal, Bung jangan pernah menyerah  begitu saja.

Selagi Ada Waktu, Kerjakan. Jangan Meremehkan!

Urusan pekerjaan tak boleh ditunda-tunda. Menunda pekerjaan akan membuat Bung keteteran sehingga target yang dikejar pasti akan ngaret selesainya. Kalau Bung ingin segera mapan, ya otomatis maksimalkan waktu yang ada. Kerap membuang-buang waktu bisa membuat Bung menjadi malas dan keenakan.

Menunda pekerjaan sama saja dengan meremehkan. Kenapa? Karena pada dasarnya pikiran untuk menunda pekerjaan datang karena merasa pekerjaan tersebut mudah diselesaikan. Sehingga ketika waktunya masih lama, Bung hanya berleha-leha ria. Padahal bisa jadi menjelang deadline, pekerjaan yang tadinya dianggap remeh itu akan membuat Bung stres dan kewalahan.

Tentukan dan Kejar Target. Jangan Segan Berpeluh Untuk Mencapainya Bung!

Pada dasarnya hidup akan jauh lebih bermakna kalau memiliki target. Tentukan beberapa target yang Bung ingin capai dalam jangka pendek dan panjang. Setelah target ditentukan, Bung bisa mulai fokus untuk mewujudkannya. Kalau Bung hidup tanpa target seperti tak memiliki pegangan. Karir yang ingin dicapai harus ditargetkan, agar tidak salah kaprah. Untuk itu, Bung harus rela memeras otak dan berpeluh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

6 Kiat Berkendara dengan Motorsport

Yang namanya berkendara dengan motorsport memang agak tricky. Selain harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima—lantaran bobot body motor semacam ini pastinya di atas motor skuter matic, menunggangi kuda besi yang satu ini tak seperti naik motor lainnya. Pasalnya, ada tips khusus yang perlu diketahui agar tubuh tetap nyaman selama berkendara dan motor pun tetap dalam kondisi baik setibanya di tujuan seusai berkendara.

1.Biasakan Melakukan Cek Secara Menyeluruh Sebelum Berkendara

Sebelum memulai perjalanan, biasakan mengecek motor apakah motor dalam kondisi prima, mulai dari ban, rem, kopling, hingga sektor lampu. Jika semua aman, baru cari riding position alias posisi duduk yang menurutmu paling nyaman sehingga saat berkendara pun bisa santai namun tetap hati-hati.

2.Pastikan Sudah Tahu Posisi Badan yang Benar Saat Hendak Berkendara

Jangan karena mengejar gagah-gagahan lantas Bung memposisikan badan jauh dari stang sampai tangan lurus dan kaku. Karena ini bukan motor skuter matic, maka badanmu justru harus sedikit menunduk dengan posisi lenganmu sedikit menekuk.

Kenapa harus begitu? Karena lengan yang menekuk ini akan membantumu meredam rebound alias tendangan balik peredam kejut pada stang saat motor menghantam lubang. Kalau posisi sudah mantap, barulah mulai berkendara.

3.Jangan Asal Naik, Posisi Kaki pun Harus Stabil

Untuk posisi kaki, penempatannya harus pas karena ruangnya tak sebanyak di motor skutik yang menggunakan deck lebar. Motorsport hanya punya sedikit footstep tempat meletakan kaki. Lalu paha harus menempel ke tangki motor dengan posisi menjepit. Kendati begitu bukan berarti diam dengan tegang dan kaku. Kakimu harus tetap dalam kondisi relaks.

Posisi ini akan mempermudah untuk melakukan antisipasi bila Bung akan melakukan manuver ekstrem seperti hendak menghindari tabrakan. Dengan paha yang menempel ke tangki, Bung bisa mempertahankan posisi duduk agar tidak tergeser ke kanan kiri dan dapat mengeliminir risiko terpental dari motor.

4.Carilah Posisi yang Senyaman Mungkin untuk Tangan saat Menggenggam Stang

Untuk posisi tangan, perhatikan posisi tangan ketika menekan tuas kopling dan rem depan. Usahakan ketika mengoperasikan tuas rem depan atau kopling yaitu dengan cara menekan ujung tuas supaya ringan. Menekan tuas kopling bisa menggunakan dua jari yang sekiranya dianggap paling nyaman bagi pengendara.

5.Kenali Bentuk Motor Yang Bung Kendarai

Banyak orang meremehkan hal ini dan langsung saja betot gas ketika menunggangi kuda besinya. Padahal bentuk motor yang berbeda akan membuat pengendalian yang berbeda pula. Ambil contoh misalnya GSX-R150 dan GSX-S150. Dua motor Suzuki ini punya DNA yang sama, namun bentuknya berbeda sehingga handlingnya pun akan berbeda.

GSX-R150 dengan fairing tentunya punya body depan yang lebih lebar jika dibanding saudaranya tipe S yang bertipe naked bike. Tentunya butuh ruang lebih lebar jika merambah kemacetan.

Hal lainnya misalnya spion GSX-R150 yang ditanam di body depan sementara GSX-S150 berada di tangki. Ini akan membuat perbedaan karena GSX-S150 spionnya akan bisa ikut menyelip jika stang dimainkan ketika beraksi diantara kendaraan lain, sementara tipe R butuh perhitungan sebelumnya karena spionnya tang tak bergerak.

6.Kenali Juga Karakter Motormu Agar Tepat Mengambil Kesimpulan Di Jalan

Bung harus mengenali karakter motormu dengan tepat. Mulai dari karakter mesin hingga karakter berkendaranya. Coba kita ambil contoh GSX-S150. Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Karakternya jinak diputaran bawah sehingga membuatmu tak repot kalau mengendalikannya di RPM rendah.Tapi jangan lantas anggap remeh tenaganya. Kenali dulu, karena ketika diputaran menengah dan atas kalau tak siap, Bung akan dibuat terkejut dengan ledakan tenaganya.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup besar untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90. Tentunya cukup lebar untuk membuatmu tetap stabil di jalan lurus, namun cukup lincah untuk melakukan manuver.

Nah dengan kiat-kiat macam itu tentunya Bung akan lebih aman dan nyaman mengendari motorsport milikmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top