Inspiring Men

Jack Ma Bakal Marah apabila Bung Bilang Tak Bisa Sebelum Berupaya!

Di geliat zaman e-commerce seperti sekarang ini, sosok Jack Ma adalah salah seorang yang paling berpengaruh di Asia. Kisah inspiratifnya sangatlah memukau banyak orang, apalagi saat diwawancarai tentang masa lalunya yang penuh perjuangan. Kalau Bung belum tahu, Jack Ma pernah mendaftar menjadi pegawai di restoran cepat saji KFC di Hangzhou, dari 24 pelamar hanya ia sendiri yang ditolak. Namun, dirinya tidak menyerah saat itu, ia terus mengembangkan dirinya dan bisnisnya dengan mendirikan Alibaba.com dan menjadi toko online yang besar seperti sekarang.

Jack Ma pun menjelma salah satu orang terkaya di China. Kesuksesannya dilalui dengan banyak tantangan, Total kekayaan yang mencapai Rp 570 triliun tidak didapat semudah membalikkan telapak tangan. Salah satunya melawan rasa malas, yang tidak hanya hinggap pada diri Jack Ma, namun terhadap diri Bung juga. Ada beberapa hal yang Jack Ma benci, yakni orang yang kerap kali banyak alasan atas sesuatu kondisi. Dan dia pun akan mengecap orang tersebut sebagai pemalas yang klise.

Mereka yang Mengeluh Tak Punya Uang untuk Modal

“Aku tidak memiliki uang untuk modal,” adalah pernyataan yang salah bagi Jack Ma. Coba Bung pikirkan bagaimana dirimu sering membuang uang untuk kesenangan belaka. Seperti jalan-jalan, membeli berbagai macam makanan, sampai keinginan adalah hal yang berlebihan yang mana tidak akan mendatangkan perubahan.

Cobalah Bung alokasikan dana untuk diinvestasikan pada sesuatu yang lebih berharga di masa depan. Hanya mengandalkan gaji tiap bulan adalah tipikal orang yang berotak tumpul, Bung harus bisa pandai mengatur keuangan dan waktu.

Tak Ada yang Lahir dengan Kemampuan Bicara Handal

Di urutan kedua, Jack Ma bakal merasa kesal apabila Bung kerap berkata, “Aku tidak pandai berbicara!” Sebab tak ada seseorang pun di dunia ini yang lahir tanpa keahlian berbicara, meskipun ia adalah motivator. Sebenarnya mereka semua tidak terlahir dengan kemampuan berbicara yang hebat. Orang yang pintar berbicara itu butuh usaha dengan berlatih, berbicara di depan cermin berulang-ulang agar penyampaian materi, atau hal yang ingin disampaikan bisa diterima dengan baik oleh pendengar.

Apalagi Mengatakan kalau Bung Tidak Memiliki Banyak Waktu

Bagi Jack Ma, tidak sepantasnya manusia menyalahkan waktu. Karena sebenarnya kita sendirilah yang telah menyia-nyiakan waktu tersebut dengan berbagai kegiatan tidak penting yang kita lakukan. Mantengin sosial media berjam-jam, hingga menghabiskan waktu dengan marathon film. Padahal dibalik waktu Bung yang habis sia-sia tersebut, banyak orang diluar sana yang melatih diri sampai menggali potensi tanpa kenal lelah dan bosan.

Mood Tak Dapat Dijadikan Alasan untuk Bung Tidak Berkembang

Adakah yang mampu untuk tetap mempertahankan mood positif saat bekerja? Sepertinya sangat jarang Bung, lantaran good mood justru lebih mudah didapatkan ketika sedang bermain game, jalan-jalan, ataupun berpacaran. Jadi kata-kata, “Ah, aku sedang tidak mood!”, adalah alasan bagi seorang pemalas untuk tidak melakukan apa-apa.

Tidak Memiliki Kemampuan Adalah Hal Salah di Mata Jack Ma, Bung!

Tidak ada kemampuan yang tidak dapat dikuasai dengan belajar dan berlatih secara berulang-ulang. Karena potensi itu tidak muncul dengan sendirinya Bung, namun harus digali! Caranya dengan belajar dan berlatih yang giat. Banyak orang yang merasa dirinya sudah bisa dengan tidak menggali potensinya karena malas berlatih berulang-ulang. Apalagi pepatah mengatakan, “Hidup sampai tua dan belajar sampai tua”. Jadi jangan bilang, “Aku tidak memiliki kemampuan”, kecuali kalau Bung memang pemalas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Lebih Bahagia Di Tempat Kerja




Banyak faktor memang yang menyebabkan timbulnya stres di tempat kerja. Situasi kerja yang selalu berada di bawah tekanan, teman kerja yang tidak menyenangkan dan pimpinan yang tidak mau tahu dengan kondisi di lapangan akan semakin memicu munculnya stres di tempat kerja. Eits jangan buru-buru patah arang dan memutuskan resign! Tips ini akan mengubah jam kerjamu jadi terasa menyenangkan

Luangkan Waktu untuk Diam Sejenak dan Berkontemplasi

Cara ini ampuh untuk mengusir bosan dan melihat kembali hal-hal yang patut disyukuri. Jam-jam genting ketika bekerja itu biasanya pada siang hari. Usai makan, bukannya jadi produktif, tubuh malah jadi rentan mengantuk. Atau bisa juga karena sudah duduk berjam-jam, tubuh jadi malah mudah lelah.

Ada baiknya kalau sudah begini, kamu sediakan waktu selama 15-30 menit untuk berdiam diri sejenak dan menenangkan pikiran. Kesampingkan dulu pekerjaan dan notifikasi ponsel. Kamu bisa memikirkan kembali hal-hal apa saja yang patut disyukuri hari ini. Lambat laun, mood positif yang semula menurun jadi kembali baik.

Sempatkan Diri Berolahraga Agar Stamina Tubuh Tetap Terjaga

Mungkin belum banyak yang tahu kalau dengan berolahraga dapat membantu meningkatkan mood secara signifikan. Saat berolahraga, tubuh mengeluarkan zat neurokimia yang dapat memperbaiki suasana hati dan membuat kita merasa lebih baik.

Imbasnya, tubuh dan pikiran yang semula terasa tegang jadi lebih rileks. Tapi yang paling penting, tubuhmu pun jadi lebih bugar dari sebelumnya. Rasa bosan di tempat kerja pun akan hilang secara perlahan.

Jangan Sungkan Menyapa Rekan Kerja, Bukankah Menyenangkan Menciptakan Suasana yang Bahagia

Menyapa dan tersenyum kepada rekan kerja yang ada di sekelilingmu itu bukanlah sesuatu yang sulit bukan? Sebuah senyum kecil biasanya akan membawa pengaruh besar bagi suasana hatimu. Bahkan lebih besar lagi pengaruhnya bagi orang-orang di sekitarmu.

Di samping itu, kamu perlu tahu, kamu yang bisa tersenyum saat menghadapi situasi yang tak menyenangkan berarti kamu punya mental yang cukup kuat untuk menghadapi masalah sebesar apa pun. Jadi, jangan lupa tersenyum hari ini!

Buat Catatan Pencapaian Setiap Harinya Agar Ceria Ketika Pulang

Rasanya lelah sekali jika harus pulang ke rumah tapi kamu masih punya pekerjaan yang belum selesai pada hari itu. Entah apa penyebabnya, sampai rumah, kamu pun jadi suntuk dan pikiranmu jadi tak tenang.

Untuk mengatasinya, setidaknya kamu harus mulai disiplin untuk meluangkan sedikit waktumu untuk mencatat apa saja yang sudah kamu capai di hari itu. Ya, semacam daftar pencapaian kecil-kecilan yang bisa membantumu memantau progres harianmu.

Contohnya, sudah berhasil menghubungi klien A yang terkenal sulit, atau sudah berhasil merapihkan file yang semula berantakan, dan hal-hal kecil sejenis. Dengan mencatat macam ini, kamu akan lebih menghargai dirimu sendiri dan tentunya termasuk pekerjaanmu.

Coba Nikmati Perjalanan Menuju Kantor

Urusan satu ini memang harus diakui bukan perkara mudah. Apalagi untuk mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Urusan jalanan macet dan perkara tak tertibnya pengguna jalan lain jadi hal utama.

Tapi toh untuk apa berfokus pada hal negatif. Lebih baik kita mencoba membangkitkan suasana yang lebih positif. Agar tak bosan coba secara berkala ganti rute perjalanan menuju kantor. Pikiran akan dirangsang untuk terus aktif ketika melewati jalan baru.

Hal penting lainnya agar menikmati perjalanan ke kantor adalah memilih kendaraan yang nyaman. Ambil contoh misalnya Yamaha Nmax yang belum lama ini meraih penghargaan Good Design Indonesia (GDI) 2018 untuk kategori transportasi sepeda motor dari Kementerian Perdagangan.

Motor yang dilengkapi digital speedometer ini dinobatkan sebagai motor dengan Good Design Indonesia karena memiliki konsep desain “Active & Comfort Style” yang memberikan gaya berkendara baru. Nmax memiliki posisi berkendara yang nyaman dan enjoy yaitu dua posisi berkendara. Jadi kalau bosan dengan posisi kaki menekuk, tinggal julurkan kaki ke depan. Mengubah-ubah posisi berkendara ini, pastinya sangat berguna ketika menempuh perjalanan kantor yang tak singkat.

Apalagi Nmax mempunyai bagasi yang super besar dimana dapat menyimpan helm dan berbagai macam barang-barang lainnya. Jadi barang bawaan yang biasa menyertaimu ketika ke kantor bisa dimasukan saja ke bagasinya dan tubuh bisa lebih leluasa bergerak. Dan tak perlu khawatir motor amblas akibat barang bawaan berat, sebab shock belakang Nmax sudah menggunakan tipe sub tank suspension yang nyaman namun juga tangguh menopang bobot berat.

Kapasitas tangkinya juga besar yaitu 6,6 liter. Dengan begitu kita tak lagi bosan karena sering menghabiskan waktu hanya untuk mengantri di SPBU. Asyiknya tangki ini diletakan di tunnel tengah. Sehingga membuat motor lebih seimbang dan tak perlu turun ketika mengisi bahan bakar.


Beralih ke dapur pacu, mesin Yamaha Nmax ini menganut teknologi Blue Core yang membuat urusan konsumsi bahan bakar ini jadi lebih optimal. Sementara itu mesin ini juga mengadopsi sistem VVA (Variable Valve Actuation), yang menjaga tenaga dan torsi maksimum di setiap putarannya. Tentunya dengan paduan ini Nmax akan tetap lincah meliuk di tengah kepadatan kota.
Penasaran dengan motor ini? Lengkapnya bisa dilihat di laman Yamaha Nmax ini. Nah, dengan kombinasi di atas kamu akan terhindar dari bosan di tempat kerja dan pastinya akan lebih merasa bahagia bukan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


money

Jadikan Hasrat Berinvestasi Sejak Dini guna Pendongkrak Semangat dalam Bung Cari Rezeki

Rasa jenuh dalam bekerja pasti ditemui setiap orang, Bung. Penatnya rutinitas dan aktivitas yang Bung jalani terkadang membuat Bung merasa bosan. Meski begitu, peliknya kondisi yang Bung hadapi, sebisa mungkin tak boleh mempengaruhi Bung dalam berkarir.

Membangun karier butuh perjuangan yang panjang, tak heran bila setiap orang pasti pernah dilanda bosan menjalani hal yang menurutnya sangat tidak konstan itu. Terutama antara kehidupan dan pekerjaan, lebih banyak waktu buat bekerja. Sementara sisi kehidupan, seperti traveling, nongkrong, sampai berpacaran, tak bisa didapatkan secara nikmat. Karena tiap menit ada saja gangguan berbau pekerjaan.

Untuk meningkatkan rasa semangat dalam membangun karir dan mencari rezeki, yang Bung mesti lakukan adalah mensugesti diri, dan tanyakan kepada diri sendiri apa tujuan Bung dalam hidup. Bung harus memiliki tujuan jangka pendek dan panjang. Sayangnya, banyak dari calon kepala keluarga yang suka luput perhatian pada apa yang dikerjakan sekarang, padahal hal itu dapat menghambatnya dalam berkarir.

Lama Terperangkap pada Zona Nyaman

Menggali apa yang menjadi potensi di dalam diri sangatlah penting. Bisa saja sebenarnya Bung bisa melakukan pekerjaan di bidang lain, tapi Bung terlalu takut untuk mengambil resiko tersebut. Karena Bung sudah berada dalam waktu yang lama pada bidang yang Bung kerjakan sekarang dan sudah nyaman. Sikap yang seperti itu bisa menghambat kariermu Bung. Apalagi sebelum Bung menginjak usia 30 tahun, jangan ragu untuk mencoba role baru yang bisa menjadi langkah awal untuk keluar dari zona nyaman.

Kerap Membuang-buang Waktu Membuat Bung Bisa Terpuruk Suatu Waktu

Waktu itu tidak pernah kembali, sekali Bung sia-siakan ia akan menghilang dari hidupmu. Bung pasti ingin meraih kesuksesan di usia muda. Untuk itu jangan pernah membuang-buang waktu dan menganggap enteng pekerjaan. Saat Bung menunda untuk menyelesaikan pekerjaan kemudian ditumpuk menjadi satu akan membuat Bung mengalami stres. Selain itu, jalani hal yang memang punya potensi, jangan sampai Bung tertutup akan obsesi. Karena obsesi akan membutakan mata terhadap peluang yang ada. Ingat Bung jangan obsesif!

Hidup Mengalir bagai Air, tetapi Tak Punya Target dalam Karir

Untuk bersemangat mencari rezeki Bung harus memiliki target dalam berkarir. Ini akan membuat Bung dapat sukses di usia muda. Semisal Bung membuat daftar apa saja yang Bung butuhkan dalam jangka waktu satu tahun sampai lima tahun kedepan, sehingga Bung dapat meraih apa yang ingin dicapai.

Ingat! jangan jadikan target sebagai goal tetapi sebagai journey. Bung anggap karir ini sebagai perjalanan, sehingga buatlah daftar angan-angan sebanyak mungkin agar Bung selalu termotivasi mencari rezeki.

Tak Pernah  Menyiapkan Skenario Terburuk kala Merancanakan Karier

Rezeki sudah ada yang mengatur, begitu pula dengan alurnya. Bung yang sekarang merasa telah matang dalam karier dan tinggal tunggu waktu sampai menjadi yang berhasil, jangan anggap tak ada penghalangnya, Bung. Karena bisa saja tiba-tiba ada hal yang menghalangi dirimu dan dapat memperlambat jalur kesuksesan. Selalu siapkan skenario terburuk, dan memiliki plan B adalah hal yang harus kamu siapkan.

Luput Perhatian untuk Berinvestasi, padahal Itu Modal Penting Sejak Dini

Investasi sebenarnya menabung dalam jangka panjang. Namun, investasi lebih menguntungkan karena ada suatu barang atau wujud yang dibeli dan dapat bernilai apabila dijual nanti. Misalnya emas. Nah, bagi sebagian laki-laki investasi kerap luput dari pehatiannya, padahal itu sangat penting dan dapat menjadi pendongkrak semangat dalam mencari rezeki. Kalau Bung pandai mengelola keuangan dan investasi, bukan tak mungkin pada usia 30 Bung telah berjumpa dengan kesuksesan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Personality

Jangan Kendor apabila Atasan Bung Bersikap Kotor!

Meskipun jabatan Bung hanya seorang karyawan yang mengumpulkan uang hanya untuk makan dan menyambung hidup untuk satu bulan ke depan. Namun, persoalan harga diri tak bisa dikesampingkan apabila atasan kerap menginjak-injak Bung sebagai seorang bawahan. Tulisan ini tak mengajarkan Bung untuk melawan atasan, melainkan hanya memberikan beberapa saran dan cara untuk menghadapi atasan yang keras, lho.

Jangan kendor Bung, tak perlu pula overthinking apabila atasan bersikap semena-mena. Seperti tak mau tahu apa pun alasan Bung, yang ia tahu hanyalah pekerjaan harus diselesaikan tepat waktu. Bahkan, tak jarang atasan sampai mengeluarkan kata-kata kasar untuk memberikanmu peringatan. Ironisnya lagi, Bung harus lembur tanpa uang lembur. Apakah Bung pernah mengalami ini? Nah kalau begitu, kini Bung tengah membaca tulisan yang tepat, sebab berikut ini adalah kiat-kiat untuk menghadapi atasan yang kerap bertingkah seenaknya.

Fokuskan Pikiran terhadap Pekerjaan, Jangan Sampai Termakan oleh Luka Perasaan

Tanggung jawab Bung sebagai karyawan tentunya adalah menuntaskan pekerjaan yang ditugaskan. Apabila atasan bersikap seenaknya, lupakan dulu sejenak dan fokus untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Kerjakan dengan baik sesuai porsi Bung.

Jangan sampai perasaan terbawa dalam ranah pekerjaan, jadilah orang yang high context, dimana permasalahan pribadi tak terseret ke pekerjaan. Tetapi apabila atasan tetap berlaku seenaknya, mungkin Bung bisa bersikap tegas dengan mempertanyakan.

Ikuti Aturan yang Ada, Tetap Tenangkan Diri Bung

Jangan pernah berpikir untuk melakukan kekerasan fisik ataupun non fisik terhadap atasan yang selalu bersikap semena-mena Bung. Ketidaksukaan Bung kepadanya, tak harus membuat Bung melampiaskan emosi. Salah satu cara yang bisa Bung lakukan adalah ikuti aturan berlaku di tempat kerja, seperti jangan pernah datang terlambat. Karena permasalahan kala Bung melanggar beberapa aturan bisa membuka potensi masalah baru. Hindarilah masalah yang dapat membuat karir Bung rusak.

Lagi pula kalau Bung berhasil melampiaskan emosi secara fisik kepada atasan, yang ditakutkan adalah munculnya rekomendasi Bung sebagai karyawan yang buruk ke beberapa perusahaan. Hingga Bung sulit mendapatkan pekerjaan baru apabila resign.

Curahkan Perasaan pada Pihak Personalia Perihal Atasan Bung yang Belaku Seenaknya

Salah satu langkah yang mungkin bisa Bung tempuh apabila atasan bersikap kurang mengenakkan adalah berkonsultasi dengan pihak personalia. Lewat personalia Bung bisa menyampaikan keluh kesah sekaligus rasa kecewa terhadap atasan yang semena-mena.

Sebagai karyawan, Bung memiliki hak untuk menyampaikan keluhan tersebut, tentunya didukung dengan kinerja Bung yang memang baik. Tetapi apabila jalan yang ditempuh sedikit sulit, bisa Bung adukan kepada serikat pekerja.

Lebih Laki, Kalau Bung Sampaikan Langsung pada Atasan, Agar Dirinya Tahu apa yang Bung Keluhkan

Apabila memungkinkan, seperti ada rapat tahunan, evaluasi atau berbagai kegiatan discussion semacamnya, Bung bicarakan langsung mengenai perlakuannya. Utarakan di momen yang tepat, jangan sampai mengganggu pekerjaan Bung dan atasan. Bangun komunikasi yang baik dengan atasan, sampaikan bahwa Bung ingin bekerja dengan seoptimal mungkin. Maka dari itu, Bung bisa meminta pada atasan untuk menumbuhkan iklim yang baik bagi para pekerja supaya hasil yang dicapai maksimal.

Kalau Sudah Tidak Ada Perubahan, Resign-lah, Mungkin Itu yang Bung Butuhkan

Atasan yang baik tak selalu memarahi bawahannya, apalagi bersikap seenaknya sampai melukai perasaan. Untuk itu, kalau upaya seperti di atas tidak membantu. Lebih baik Bung ambil langkah untuk resign, daripada Bung tersiksa dengan nuansa pekerjaan yang selalu diselimuti emosi dan dibawah tekanan. Siapa tahu memang itu sebenarnya solusi terbaik yang Bung butuhkan. Jangan takut tak dapat pekerjaan, karena rezeki tak bakal ke mana. Percayalah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Personality

Membangun Karir dan Menjaga Keluarga Tak Mustahil Dilakukan Seirama, Orang-orang Ini Jadi Bukti Nyatanya

Menyembangkan antara karir dan keluarga bukan perkara mudah. Kendala terkadang menghadang keinginan kita yang mulia untuk menyelaraskan keluarga yang bahagia sekaligus hidup dalam kondisi finansial yang cukup. Waktu menjadi momok yang menakutkan, sebab waktu kita bisa habis buat mengejar karir, hingga pada akhirnya mengabaikan keluarga. Sehingga semua yang dilakukan pun rasanya serba salah.

Beberapa rekan atau teman Bung mungkin ada yang berhasil menjalankan. Meskipun kebanyakan dari mereka pasti hanya berhasil di salah satunya saja. Apalagi, karir di era cepat seperti sekarang membuat Bung harus siap dengan segala kondisi yang membuat keluarga ditinggalkan begitu saja. Namun, jangan menyerah karena semua orang bisa menjalankan keduanya dengan selaras dan seirama tanpa terabaikan salah satunya. Bung masih juga belum percaya? Sepak terjang orang-orang ini akan menjadi bukti nyatanya…

Menikah di Usia Belia, Mampu Menggabungkan Pendidikan dan Keluarga dengan Mapan

Untuk memberikan contoh yang semakin nyata untuk Bung contoh. Mungkin bisa menoleh pada jurnalis kawakan seperti Najwa Shihab. Bung pasti setuju kalau Najwa merupakan salah satu jurnalis yang cerdas dan kritis di Indonesia. Apalagi cara ia mengupas narasumber dalam acara talkshow-nya hampir selalu mengundang decak kagum banyak orang. Najwa, menjadi salah satu contoh orang yang mampu menyelaraskan antara karir dan keluarga.

Di usia 20 tahun, Najwa memutuskan untuk menikah, saat itu dirinya sedang mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Namun, hal itu tidak serta-merta membuat keluarganya berantakan. Najwa mampu menyeimbangkan antara keluarga dan kuliah. Bahkan ia pun kemudian membuktikan dirinya tetap mampu bekerja sembari mengurus keluarga.

Keluarga Tak Loyo Meskipun Pekerjaan Bergelar CEO

Seorang CEO perusahaan pastilah dihadapkan dengan jadwal yang padat, sebisa mungkin dapat menjalankan keluarga sehandal saat menjadi CEO. Christian Sugiono, merupakan orang yang berhasil di dua hal tersebut. Menjadi CEO perusahaan teknologi di Indonesia dan juga langgeng menjalankan hubungan pernikahan dengan Titi Kamal sampai dikaruniai orang anak, Bung. Laki-laki yang mengawali karir dari model hingga aktor ini, terkadang masih menerima pekerjaan di industri hiburan.

Demi Kesehatan Keluarga, pada Umur 15 Tahun Ia Sudah Harus Bekerja

Kesehatan itu mahal adalah salah satu kalimat yang pasti tak dibantah oleh Yasa Singgih, Di usia belia yakni 15 tahun di mana kita sedang asyik bermain video game. Yasa sudah harus melupakan hal itu semua untuk bekerja, lantaran kedua orangtuanya sakit sampai membutuhkan biaya yang mahal. Menjadi pembawa acara dan bermain musik merupakan dua pekerjaan yang ia lakoni.

Satu tahun berselang, ia memulai bisnis di bidang fashion. Asam garam dunia bisnis sudah dirasakan, salah satunya adalah pengalaman diremehkan. Namun niat baik yang diemban untuk menafkahi keluar menjadi berkah bahagia, brand yang ia bangun dengan nama Mens Republic pun berkembang hingga berpenghasilan.

Mengenali Diri Sendiri Dengan Mengurung Diri

Kania Anissa merupakan seseorang yang berhasil mendirikan usaha Chic & Darling. Hal itu berawal saat dirinya mengalami depreasi pasca melahirkan yang dialaminya. Depresinya pun hilang saat dia memutuskan untuk tidak berada di luar rumah dan menyibukkan diri dengan usahanya tersebut. Kania pun berhasil menjalankan tujuannya untuk merawat keluarga sekaligus menjalankan usaha dengan baik.

Memulai Usaha dengan Minim Pengalaman, Membawa Berkah Dalam Kehidupan

Bermula dari momen makan siang di kantor yang mengetuk dirinya untuk membuat bisnis katering secara online, perempuan yang akrab dipanggil Cynthia Tenggara ini memulai bisnis dengan pengalaman minim. Bahkan dia pun bukan seseorang yang pandai dalam urusan di dapur.

Dibalik kesuksesan sebuah usaha, selalu ada keluarga di belakanganya, hal ini terbukti dimana sang suami kerap mendukung Cynthia. Hingga pada tahun 2012 usahanya pun membuah kanhasil, ia berhasil menyediakan beragam jenis makanan yang dapat dipesan secara online. Meskipun sudah sukses, Cynthia tak pernah melupakan keluarganya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top