Politik

Calon Presiden Prabowo Mengatakan Indonesia Setingkat Dengan Haiti

Prabowo Subainto menyebut Indonesia setingkat dengan negara miskin di Afrika, Haiti. Padahal bung, Haiti adalah salah satu negara di Amerika. Tetapi apakah iya Indonesia setingkat dengan Haiti?

Dikutip dari laman www.cia.gov, Haiti merupakan dengan perekonomian yang menganut pasar bebas. Negara ini memiliki akses bebas tarif ekspor ke Amerika dan biaya tenaga kerja yang cukup rendah. Bahkan dua perlima warga Haiti memiliki mata pencaharian sebagai petani skala kecil, selayaknya negara lain. Haiti memiliki masalah kemiskinan, korupsi sama bencana alam dan tingkat pendidikan negara ini sangat rendah dan menjadi masalah yang serius.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Haiti berada di angka 5,5% di tahun 2011, 60% masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan. Negara ini memang memiliki permasalahan yang serius dengan mencatatkan pertumbuhan ekonomi di bawah 2% pada 2015 dan 2016 akibat ketidapastikan politik.

Belum lagi menyusutnya bantuan dari pihak asing. Sumber utama devisa Haiti adalah transaksi remintansi yang menguasai hampir seperempat dari produk domestik bruto (PDB).  Saat ini pemerintah Haiti bergantung kepada pihak asing untuk pembiayaan negara, dari bantuan tak langsung hingga bantuan langsung. Penderitaan makin lengkap dengan kurangnya pembangunan infrastruktur terutama listrik.

Lalu menurut bung, dimana kira-kira letak persamaan Indonesia dengan Haiti?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Bertutur Kata Sopan Jadi Kunci Mendapatkan Lampu Hijau Dari Calon Mertua

Tindak tanduk laki-laki menjadi tinjauan setiap orang tua pasangan. Apakah ia cocok untuk disandingkan dengan anak perempuanya yang masih melajang. Dari sekian banyak hal yang harus disiapkan, terutama saat ingin meminta restu dari orang tua si nona. Satu hal yang harus bung utamakan yakni sikap yang sopan.

Yap, sopan, menjadi kunci untuk bisa meyakinkan orang tua pasangan, kalau bung bukan orang yang sembarangan atau urakan. Nah, perihal Sopan menyopan tidak hanya mengacu pada satu hal. Bisa dari verbal dan non verbal, termasuk pakaian. Maka dari itu utamakan kesopanan secara sikap menjadi hal utama selain kata-kata jitu yang akan dinyatakan kepada orang tua pasangan.

Perihal restu sangatlah sakral tuk didapatkan dan tidak mudah. Orang tua pasangan pasti akan memikirkan bebet dan bobot dari siapa yang berani datang mengetuk pintu rumahnya, guna melamar buah hatinya. Demi mempersiapkan hal itu semua bung harus memikirkan matang-matang. Tentang apa yang bung bawa untuk meyakinkan orang tua si nona.

Sebelum Memupuk Keberanian untuk Bertemu Orang Tua Pasangan, Pastikan Si Nona Mau Bung Pinang

Pacaran yang bung lakukan bertahun-tahun lamanya, tidak sejalan dengan ia mau untuk menikah lho. Ada beberapa perempuan yang masih memiliki keinginan sendiri, lantaran masih enggan untuk berumah tangga. Meskipun kami juga meyakini kalau laki-laki juga banyak yang memiliki persepsi semacam ini. Maka, sebelum melancarkan strategi untuk bertemu orang tua pasangan. Ada hal utama yang tak boleh bung lupakan yaitu memastikan si nona mau untuk bung bawa ke pelaminan.

Tapi beda kasus apabila si nona sendiri yang meminta kepastian kapan ia akan dilamar. Kalau kode semacam itu sudah diunggah oleh nona, berarti sudah tepat waktunya untuk berbicara kepada calon mertua. Tentu dengan catatan bung juga sudah siap mengemban tanggung jawab menjadi kepala rumah tangga.

Ketahui Tradisi Keluarga Pasangan, Supaya Semuanya Berjalan Aman

Di zaman modern semacam ini, nilai-nilai tradisi keluarga tidak akan luntur begitu saja. Tradisi semacam yang diturunkan secara turun-temurun harus bung ketahui agar tidak salah kaprah. Untuk mengetahui secara detail, gali informasi dari si nona dengan menanyakan apa saja yang perlu bung siapkan.

Jangan sampai bung gegabah dengan alasan, “Aku datang dengan niat baik, masa iya diperlakukan tidak baik”, karena pointnya bukan di situ. Intinya ketahui dulu medan seperti apa yang akan bung jalani sebelum memberanikan diri.

Yakinkan Diri Sendiri, Jangan Sampai Bung Menikah Karena Terbawa Emosi

Saat memantapkan diri untuk melamar si nona, pastikan diri bung juga telah siap berumah tangga. Jangan sampai bung bertindak gegabah saat memberanikan diri bertemu orang tua pasangan, lantaranbung emosi akibat ditekan terus menerus oleh sebuah pertanyaan “Kapan kamu nikahin aku?“.

Berumah tangga bukan urusan sepele seperti membina kehidupan berdua secara bersama-sama. Berumah tangga juga bukan urusan ranjang yang sebelumnya haram dilaksanakan kemudian berubah menjadi halal. Tetapi akan banyak ujian yang menguji rumah tangga.

Otomatis menyiapkan dan meyakinkan diri jangan sampai tidak dilaksanakan. Ambilah waktu sejenak, berkontemplasilah dengan memberikan pertanyaan kepada diri sendiri. Jangan sampai ada rasa tidak cocok dengan si nona hingga akhirnya memutuskan di tengah jalan.

Tentukan Waktu yang Tepat Untuk Menikahinya

Pikirkan waktu yang tepat untuk menikahi si nona menjadi sebuah estimasi yang tepat guna. Waktu tidak terasa cepat berlalu, penentuan waktu menikah juga menyesuaikan kesiapan bung untuk memikirkan tetek bengek seperti gedung, wedding organizer, catering sampai acara lamaran.

Mempersiapkan hal tersebut tidak bisa dadakan. Ingat, meskipun ini pernikahan kalian, orang tua  pasti akan meng-intervensi dengan kemauan dan tradisi mereka. Apakah pernikahan dengan cara adat atau tidak. Maka dari itu urusan estimasi waktu harus ditentukan.

Terlebih lagi, bung harus membicarakan masalah waktu dengan orang tua dan juga orang tua pasangan. Kondisi umum yang terjadi adalah para orang tua ingin digelar secepatnya. Lebih cepat lebih baik menurutnya. Sedangkan menunda akrab dengan kesan-kesan mitos semacam pamali atau terjadi hal yang tidak diinginkan.

Tetapi kalau bung mampu menjelaskan alasan yang masuk akal, tentu orang tua bisa mempertibangkan dan mendoakan agar berjalan tanpa hambatan.

Kenali Orang Tua Pasangan dan Datang Dengan Sopan

Seperti yang sudah kami bilang, bahwa kesopanan harus dijunjung tinggi saat berkunjung, terutama saat bertemu orang tua. Mulai dari bertutur kata sampai bersikap dihadapannya harus diatur sedemikian rupa. Kami tak menjadikan bung sebagai boneka dengan tidak bersikap asli seutuhnya saat dihadapan orang tua.

Tapi bung pikir saja, masa iya di hadapan calon mertua bung bersikap seenaknya? yang ada bung akan diusir dari rumahnya. Tentu sebelum bung melancarkan obrolan serius, pastikan bung telah melakukan obrolan sebelumnya guna membaca sikap orang tua sekaligus memperkenalkan diri bahwa bung yang ada di depannya sekarang adalah orang yang akan melamar nantinya.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Dalam Meminjam Barang Seperti Alat Perkakas, Bung Harus Tahu Batas

Kadang kala ada saatnya keinginan merawat kendaraan seperti mobil atau motor secara mandiri. Sebagai pemilik kendaraan sepertinya wajib dong untuk merawat kendaraanya supaya lebih awet dan terjamin saat di bawa dalam perjalanan. Meskipun bengkel selalu menyediakan jasa, kalau permasalahannya standar nggak perlu juga kan mengeluarkan biaya? Toh waktu dan tenaga masih tersedia untuk mengatasinya.

Biasanya dalam merawat kendaraan bung selalu terhalang dengan keterbatasan tool set untuk membongkar kendaraan. Alhasil bung coba meminjam kepada teman yang memiliki tool set lebih lengkap, seperti yang disarankan oleh akun Youtube, Humble Mechanic.

Namun ada kebiasaan buruk yang selalu mengakar kepada yang meminjam tool set. Padahal dalam tata cara meminjam ada etika dan batasan yang harusnya sudah diketahui di luar kepala sebelum memutuskan untuk meminjam.

Jangan Mengambil Seenaknya, Minta Izin Lah Kepada yang Punya

Saat meminjam alat tool set sudah sepatunya bung izin dahulu kepada yang punya. Jangan sampai bung mengambil seenaknya tanpa izin. Secara etika, meminjam adalah hal dasar yang sudah seharusnya bung lakukan. Perihal diizinkan atau tidak tergantung yang punya. Salah pula apbila bung menjustifikasi saat tidak dipinjamkan, karena bisa aja pemilik sedang memiliki kepentingan yang sama seperti bung.

Gunakan Barang Semestinya, Jangan Memakai Diluar Kemampuan Tool Set

Dalam Tool set tersedia bermacam alat seperti obeng dan deretan kunci berbagai tipe untuk membuat komponen-komponen baut. Sebagai seorang yang meminjam, menjaga kualitas barang sudah hal yang sepatutnya dilakukan. Seperti menggunakan obeng untuk mengencangkan dan mengendurkan baut. Jangan memaksa obeng untuk mengungkit barang berat atau dipakai yang tidak menjadi fungsinya.

Sebelum Dikembalikan, Jika Ada Noda-Noda Disekitaran Alat Segeralah Bersihkan

Hal wajar apabila dalam suatu alat perkakas terdapat noda dari kendaraan yang sedang bung rawat. Seperti oli yang bercucuran ke obeng atau kunci misalnya. Etikanya, dalam menjaga alat tersebut tidak hanya menjaga kelengkapan. Tetapi apabila ada noda di alat-alat otomatis bung harus membersihkan demi menghindari nyinyiran atau rasa enggan untuk meminjamkan kembali.

Komunikasikan Apabila Ada Alat yang Hilang atau Rusak Kepada Pemilik

Sebelum meminjam bung pastikan jumlah alat yang tersedia di dalam tool set. Apabila ada kurang, bung pastikan kepada pemilik kalau memang sebelum ia meminjam ada obeng atau kunci yang hilang. Lain cerita kalau obeng atau kunci mengalami rusak atau hilang saat bung meminjam. Gantilah kunci tersebut sekaligus meminta maaf kepada pemilik atas keteledoran dalam meminjam.

Kembalikan Apabila Sudah Selesai, Jangan Menunda Karena Itu Menyebalkan

Posisi ini akan berasa apabila bung yang memiliki tool set. Kemudian yang meminjam lama untuk membalikkan alat tersebut, akan terjadi ‘kejar-kejaran’ antara pemilik dan peminjam dan itu adalah kejadian yang menyebalkan. Untuk itu, saat bung meminjam segeralah memulangkan apabila pemakaian tool set telah selesai. Dari pada terjadi perselisihan yang bemula dari pinjam meminjam, tentu tidak lucu kan?

Etika dalam pinjam meminjam sebenarnya tidak hanya mengacu kepada tool set saja. Tetapi akan berbagai barang. Pahami etika dan batasan. Jangan sampai karena merasa diizinkan membuat bung lepas kendali dalam menggunakan. Alangkah baiknya lagi kalau bung membeli tool set.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Debat Pertama Capres dan Cawapres Tentang Kemistri Pasangan yang Sejalan dan Tak Sejalan

Debat seri pertama Capres dan Cawapres yang bertarung di Pilpres 2019 belum memberikan pemaparan gagasan yang membuat masyarakat tergugah. Sebagai calon pemilih masyarakat nampaknya harus dibuat nunggu lewat seri-seri debat berikutnya, untuk memanjakan telinga mereka dengan hal yang biasa.

Apalagi kalau bukan janji calon pemimpin. Janji atau bentuk gagasan tersebut diharapkan memiliki subtansi  mutakhir yang membuat masyarakat berfikir siapa yang layak memimpin lima tahun ke depan di Bumi Pertiwi.

Adapun debat di seri pertama ini kurang mendapat antusias publik. Terlebih KPU selaku badan yang mengurus pesta demokrasi, memberikan kisi-kisi dalam debat, seperti sedang melaksanakan ujian sekolah. Hal tersebut dijadikan alasan bahwa adanya kisi-kisi membuat debat berjalan tidak menarik. Salah orang yang kecewa adalah Rocky Gerung, yang membuatnya makin geram adalah meski sudah diberikan bocoran, kedua capres masih saja menyontek dalam menjawab.

“Sekali lagi ini barang yang sudah tidak layak ditonton dari awal karena sudah ketahuan ini bukan debat tapi acara menghafal pertanyaan dan menduga jawaban,” katanya.

Bagi Rocky debat itu diibaratkan sebagai konser musik jazz yang di dalamnya penuh eksplorasi nada, dan imporvisasi pada saat pemain melakukan kesalahan. Tapi untuk debat yang semalam baginya tak lebih dari sebuah konser musik klasik yang diatur salah satu EO, penuh aturan dan kaku.  

Moderator pun kaku. Kenapa gitu karena temanya dibikin sempit-sempit. (seharusnya) dibikin ngalir saja sehingga orang boleh pindah hukum ke korupsi, pindah ke terorisme,” imbuhnya.

Tidak hanya Rokcy gerung yang menganggap debat berjalan hambar dan basi. Salah satu anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Nusron Wahid juga berpendapat sama. Terlebih ia menyalahkan KPU yang patut bertanggung jawab atas debat semalam, yang  membuat acara debat benar-benar tidak menggigit untuk ditonton. Meskipun begitu ia tetap memaklumi apa yang dicoba oleh KPU demi menghadirkan suasana debat yang berbeda.

Dari kesuluran debat mungkin para pendukung masih yakin kalau debat semalam tidak bisa dijadikan patokan. Bahkan untuk menganggap kubu mana yang unggul, pasti akan dibantah, lantaran memiliki alasan masing-masing.

Namun salah seorang Pakar semiotika Universitas Padjadjaran, Kunto Adiwibowo menyatakan keunggulan debat semalam di menangkan oleh Prabowo-Sandi. Sikap tenang dan rileks menjadi peluru jitu bagi pasangan ini menjawab pelbagai pertanyaan.

“Prabowo-Sandi lebih unggul, karena lebih cair atau rileks. Sementara Jokowi-Ma’ruf terlihat tegang,” kata Kunto kepada CNNIndonesia.com.

Setali tiga uang dengan Rokcy dan Nusron, Kunto juga mengatakan kalau adanya skrip yang digunakan sebagai pembantu sangat merusak citra pasangan nomor urut 01. Meskipun secara elektabilitas ia yakin tidak turun secepat itu. Tetapi lewat hal ini sangat terlihat bahwa chemistry di pasangan nomor urut 01 tidak ada,

Chemistry pasangan nomor urut 01 seperti tidak ada, tidak tahu karena apa. Skrip sepertinya sangat mengganggu, kisi-kisi itu merugikan 01, sehingga Jokowi fokus sontekannya,” katanya.

Dibanding pasangan nomor urut 01. Pasangan nomor urut 02 lebih terlihat kekompakkanya. Baik Prabowo maupun Sandi cukup aktif dalam menjawab  berbagai pertanyaan yang diserang. Sedangkan di kubu sebelah Jokowi lebih terlihat berperang sendirian di medan perang. Membuat banyak jawaban yang dijawab tidak senada dengan subtansi pernyataan.

“Jokowi banyak jawab tak sesuai substansi, mungkin beban karena harus main sendiri di lapangan,” katanya.


 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top