Sosial

Berseberangan Pendapat Politik Membuat Bung Bermusuhan, di Momen Lebaran Cobalah untuk Bermaafan

Mungkin telat untuk mengingatkan, karena sekarang Bung sudah kehilangan banyak teman karena perbedaan pandangan. Politik beberapa tahun lalu, menjadi arena perseteruan dua pasangan, alhasil kubu terbagi dua dan saling serang secara politis pun dilakukan. Media sosial sampai kedai kopi yang biasanya menjadi tempat gelak tawa, tiba-tiba berubah jadi arena debat kusir. Antara Bung sebagai pendukung nomor 1 dan rekan Bung yang mendukung nomor 2, saling sikut sampai pembicaraan berakhir kemelut. Persahabatan yang harmonis kini berakhir tragis.

Di segala arus media sosial, Bung dan rekan sudah tak saling kenal. Pertama, Bung muak lantaran ia selalu mendewakan politisi favoritnya. Kedua, ada saja yang selalu dibicarakan padahal kondisi sudah berlalu dengan tenang. Ketiga, kerap menyayangkan orang yang beda dengannya, bahkan sampai mencibir dengan ungkapan.

Namun, tak bisakah Bung dan teman kembali bersahabat? Sikapi perbedaan pandangan dewasa, lebih baik buat arena diskusi dari pada arena debat. Apalagi menyambut bulan penuh rahmat yang sudah bakal berakhir. Masa iya kalian masih mau bertengkar hebat. Sudah saatnya saling memaafkan, dengan memanfaatkan hari lebaran. Bisa saja Bung gengsi minta maaf duluan karena dianggap kalah berdebat, kan? Dibalik itu semua sudah saatnya perseteruan ini diakhiri karena kalau terus begini tidak baik untuk kehidupan bersosialisasi.

Perbedaan Politik Sah-sah Saja, Tetapi Kalau Sampai Tak Saling Kenal Itu Berbahaya

Dalam memandang politik memang setiap orang berbeda-beda. Ada yang pro dan kontra itu biasa, kalau semuanya pro bisa jadi tak ada yang namanya pemilu. Karena semua setuju dengan satu pasangan saja. Kalian yang saling serang dengan segala macam bentuk berita dari yang fakta sampai yang hoax, ada baiknya mulai meredam itu semua. Bukan bermaksud mengajarkan menjadi orang yang apolitis. Tapi sedikitlah bersikap etis, mengkritik boleh tapi jangan mencibir yang bakal memancing debat kusir. Kalau terus begitu, bisa jadi teman Bung bakal berkurang satu per satu.

Jangan Terlalu Fanatik, Tanggapi dengan Biasa dan Kenali Dulu Masalahnya

Sumber : Buletinindonesia.com

Dibalik maaf-maafan yang sudah Bung selenggarakan dengan teman. Mulailah untuk berhenti menjadi seseorang yang fanatik dengan memposting atau men-share berita politik tentang pasangan favorit, mulai dari A sampai Z. Lantaran itu membuat orang lain bakalan muak dan jenuh. Kalau Bung suka dengan politisi tersebut, ya sukailah dengan biasa. Jangan terlalu mengagung-agungkan, karena politik itu penuh dengan manuver yang belum tentu bakal setuju ke depannya.

Memaafkan Atas Semua yang Dilakukan Dengan Bung Mulai Duluan

Hal yang paling sulit di dunia ini salah satunya adalah meminta maaf duluan. Gengsi, harga diri menjadi alasan mengapa seseorang sukar untuk melakukan. Padahal tidak ada salahnya kok, justru lebih gentle orang yang ingin meminta maaf duluan. Karena itu sikap yang dewasa. Dibalik siapa yang salah dan benar, orang yang meminta maaf lebih dulu tak bakal berpikir seperti itu. Baginya, yang penting semua sudah kembali kondusif seperti sedia kala dan tak ada lagi dendam.

Bermaafan di Hari Lebaran Adalah Nuansa Dimulainya Kembali Hubungan Persahabatan

Jangan lagi ada perseteruan setelah saling berkunjung dalam rangka lebaran, atau sudah saling chatting dengan mengucapkan minal `aidin wa al-faizin. Mulai kembali persahabatan yang dulu pernah terjalin lama namun rusak sebab politik belaka. Karena yang paling indah adalah berdamai antara semua orang. Kalau itu yang Bung inginkan, segera kabari orang yang sempat berbeda pandangan dan mulai kembali persahabatan.

Pemilu Tahun Depan, Jangan Kembali Terulang

Tahun depan sudah kembali kita bakal ditemui dengan pemilihan presiden kembali. Jangan sampai momentum perpecahan itu kembali. Berkaca dari kejadian yang lalu-lalu, Bung harus menjaga situasi agar kondusif. Agar satu sama lain tak saling tersinggung dan saling menghormati perbedaan pandangan.

Kalau ada yang tetap berlebihan lebih baik kasih tahu saja. Sekedar memberikan sepatah dua patah kata untuk mengingatkan menjaga persatuan. Kalau ia tak mau mendengarkan, lebih baik Bung ucapkan maaf karena telah mengganggu dan pergi begitu saja. Karena sudah tidak perlu lagi berantem akan hal seperti itu lagi. Mulai dari sekarang, saatnya Bung memafkan dan meminta maaf. Memangnya tak kangen bercanda ria bersama dengannya?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Ketika Bung dan Si Nona, Tak Sejalan Karena Pandangan Politik yang Berbeda

Pasangan yang identik dengan kesamaan, melakukan berbagai macam kegiatan dan keputusan secara seragam. Tampak beda sebenarnya tidak apa-apa, asalkan tidak mencolok bagi kedua belah pihak, ya sah-sah saja. Toh selama masih berada dalam koridor yang bisa dimengerti dan dimaklumi, salah satu dari pasangan pasti akan memahami.

Tetapi sulit untuk mengerti dan memahami dalam ruang lingkup politik. Pertanyaanya, bagaimana kalau pandangan politik membuat pasangan bersebrangan? apakah akan mengganggu jalan kemaslahatan rumah tangga sampai hubungan?

Banyak banget yang aku korbanin (untuk jadi caleg), salah satunya… putus dari mantan aku yang beda partai,” ucap Febri Wahyuni Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia, lewat sebuah video yang diunggah di Facebook partai tersebut.

Yap, sepertinya politik bisa menjadi pemantik perpecahan. Toh banyak baliho pinggir jalan yang ungkapannya berbunyi “Meskipun Beda Piliham Kesatuan Harus Tetap Dijaga”, seolah kejadian ini sudah diprediksi kalau beda kubu sama dengan musuh, mungkin seperti itu persepsi politik jaman sekarang.

Balik ke ruang lingkup pasangan yang beda pandangan (politik). Sulit sebenarnya bisa berkolaborasi akan perbedaan. Febri pun sudah mencapai tahap dan tidak berhasil, karena ia mengakui cukup demokratis.

“Sama-sama memberikan ruang, nggak mau mengikat. Karena kita beda pilihan, takutnya nanti ke depan akan berseberangan. Aku sih sebenarnya sangat menghargai perbedaan, cuman ketika perbedaan bisa berkolaborasi itu lebih bagus. Tapi karena tidak memungkinkan untuk berkolaborasi, jadi kami sama-sama ngalah, sama-sama lebih fokus dulu ke kegiatan masing-masing,” ungkapnya.

Pesta Demokrasi itu Bisa Toleransi, Tapi Antara Bung Dengan Si Nona? Kira-kira Bisa Nggak ya?

Kalau melihat kasus Febi yang sempat jadi pembahasan netizen di tahun lalu. Mungkin alasan mengapa ia sulit berkolaborasi karena Febi terjun langsung ke kolam politik. Untuk itu, perbedaan pun bakal berimbas pada hubungan yang dijalani.

Lantas bagaimana dengan yang berbeda pandangan terutama dalam hal sebatas memberikan dukungan? Memang tidak ada ilmu yang secara saklek bilang kalau pasangan akan tetap bertahan meskipun beda dukungan politik.

Karena takutnya, perihal perlakuan pun akan terpancing karena laki-laki kubu A sedangkan si perempuan kubu B. Pesta demokrasi memang bisa bertoleransi, tetapi kalau antar pasangan? tergantung masing-masing yang menjalani sih. Kalau santai ya tetap berjalan, kalau ter-trigger ya putus tengah jalan.

Jangan Memaksa Pasangan Untuk Menyetujui Pandangan yang Bung Pegang

Tidak bisa dipungkiri kalau ada rasa ingin mendominasi dalam suatu hubungan bisa terbawa dalam hal semacam ini. Ketika si nona mendukung kubu B, dan bung mendukung kubu A. Secara bawah alam sadar bung menganggap nona keliru, salah kaprah sampai tak bisa mengkaji fakta. Seolah-olah nona termakan mentah-mentah akan janji politik yang semu.

Sedangkan bung secara pretensius meyakini kalau pilihan bung adalah yang paling benar. Otomatis hal ini akan membuat bung terus meracuni pasangan untuk menyetujui pandangan sekaligus menariknya untuk merubah pandangan. Kalau hal ini selalu tersaji setiap kencan kalian, kami rasa putus menjadi salah satu santapan yang dipilih si nona karena pelik apa yang ia rasa.

Tak Ada Batasan Dalam Berbedat, Membuat Pertengkaran Merambat Hebat

Debat kusir pun tidak hanya dipetontonkan di televisi dengan tajuk acara debat. Hal ini bisa terjadi di dalam hubungan bung yang memiliki beda pandangan politik. Debat dengan tujuan membenarkan pilihan sampai pandangan tanpa ada batasan, akan merembet ke arah pertengkaran. Bung dan nona tidak akan bisa berdamai secara begitu saja, karena ego yang diiliki sama-sama kuat dalam memegang pandangan politik.

Apalagi dalam kasus Pilpres kali ini, di mana kalian sebagai pemilih hanya akan dihadapkan dua pilihan. Otomatis tak punya pembanding lagi dengan pasangan lain. Sedangkan coba membandingkan dengan Presiden terdahulu dianggap tidak relevan, mau tidak mau membandingkan dengan kubu sebelah kan?

Maka dari itu, kalau mau hubungan tetap adem ayem dengan toleransi, harus ada batas dalam berdebat. Jangan sampai isi makan malam kalian di restoran mewah pusat perbelanjaan nanti hancur karena saling membela pandangan politik yang dipercaya.

Sampai-Sampai Sudah Ada yang Memutuskan Diam, Salah Satu Dari Antara Kalian Tetap Berorasi Dengan Tajam

Ini adalah hal yang paling berbahaya. Ketika bung atau si nona sudah mulai diam, dengan alasan tidak ingin hubungan jadi korban pertengkaran karena politik. Masih ada saja diantara kalian yang tetap bersuara untuk membicarakan hal tersebut.

Padahal seseorang yang telah diam sudah melihat kalau hal ini akan berujung ke hal yang tidak menyenangkan. Di sisi lain, seseorang yang masih saja berkoar-koar politik merasa harus membagikan fakta atau pandangannya karena merasa seseorang yang diam sudah tidak memiliki amunisi dalam perdebatan.

Kalau sudah sejauh ini, ya salah satu dari kalian terlalu over dalam mengkomunikasikan politik dalam hubungan.

Kalau Sudah Seperti Ini, Coba Kenang Kembali Hubungan Indah yang Pernah Bung Jalani

Perbedaan pandangan politik dengan pasangan memang menyebalkan. Selain membuat hubungan berjalan hampa, pertengkaran akan hal tidak penting pun terjadi. Kalau sudah sampai tahap di mana kalian saling menggerutu dan menyimpan kekesalan satu sama lain.

Cobalah bung kenang momen indah kalian, di mana kalian saling menyayangi dan mencintai. Dengan cara ini bung dapat mengesampingkan ego untuk tetap bersama dan berfikiran untuk tidak terlalu membahas politik sedalam ini dengan pasangan. Peluklah si nona dan ucapkan maaf.

Perbedaan pandangan dalam politik sah-sah saja. Sesungguhnya kalian juga memiliki hak dan kebebasan dalam berpendapat politik, seperti dengan pasangan. Akan tetapi lihat juga kondisi dan keadaan, jangan sampai kalian terlalu ngotot dan merasa paling benar. Sampai rela berpisah hanya karena pandangan politik. Sungguh, itu adalah kondisi yang tidak cerdik.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Mengobati Sepi Lewat Sebuah Seni

Sepi berarti tak ada lagi secercah harapan, untuk bisa kembali meraih kebahagiaan. Secara lebay-nya sih seperti itu. Berbicara kesepian tak serta merta berbicara tentang kesendirian. Kalau bung menganggap sepi adalah kondisi di mana seorang sendirian itu tidak dibenarkan kok.

Karena para ahli sepakat kalau kesepian merupakan keadaan mental, bukan fisik. Buktinya saat bung pernah merasakan atau menemukan teman yang merasa sendiri di tengah keramaian. Itu salah satu contoh pasti kalau sepi merupakan keadaan mental.

Kesepian merupakan situasi yang tidak bisa dihindari, rasa itu datang secara gerilya menyerang ke ranah mental. Seperti rasa pengucilan, perceraian pasangan sampai kematian orang terdekat dapat membuat seseorang merasa kesepian. Kesepian juga bisa timbul dalam diri seseorang apabila ia memandang rendah diri sendiri akibat tak memiliki kepercayaan diri. Kondisi semacam itu dapat menumbuhkan kesepian.

Namun, setiap hal yang ada di dunia pasti memiliki obat penawar. Seperti rasa sepi yang bisa bung hakimi lewat sebuah seni. Dihimpun dari Bustle, seni dapat membunuh sepi. Selain itu ada beberapa cara lainnya yang dapat membantu mendepak sepi dari dalam diri.

Seni Bukan Pengalihan Kesepian, Tetapi Penyembuhan

Seorang Psikiater Gene Beresin menjelaskan lewat situs Bustle, bahwa seni bukan sekedar pengalihan namun memiliki sifat penyembuhan. Bahkan saat bung menikmati seni sebagai penyembuhan rasa sepi terdapat sebuah bonus. Terutama ketika bung merasa terhubung dengan orang lain yang juga menyukai seni. Nilai dari seni memang abstrak, cara menikmatinya pun berbeda-beda. Namun dengan terbawa ke alur paparan visualnya, akan membuat hati terasa bahagia.

Ketika kita membaca buku yang bagus, menonton film yang menarik, atau sangat menikmati musik atau mengamati karya seni visual, suasana hati kita bisa membaik dan kita merasa lebih baik,” ujar Beresin.

Syukuri Apa yang Bung Miliki dan Nikmati, Niscaya Sepi Tidak Akan Datang Lagi

Setiap orang selalu memberi ungkapan, “Jangan lupa bahagia”, sebagai sebuah frasa motivasi terhadap orang lain yang mulai mengeluh akan rutinitas harian. Padahal orang tidak pernah lupa cara bahagia, tapi yang mereka lupa adalah bagaimana berysukur apa yang ia punya. Merasa kurang, membuat seseorang tak pernah menikmati apa yang dimiliki. Sehingga utamakan bersyukur. Karena salah satu khasiatnya adalah dapat menikam rasa kesepian jadi kebahagiaan.

Sebuah studi di Eropa Journal of Psychology, menunjukkan rasa syukur dan menghargai sesuatu dalam kehidupan sehari-hari dapat membantumu memerangi perasaan keterasingan, tidak punya hubungan dengan orang lain, dan tidak punya teman. Soalnya rasa bersyukur mendorong keinginan seseorang untuk berosialisasi.

Carilah Hewan Peliharaan dan Rawatlah Tuk Mengundang Rasa Senang

Kondisi emosional seseorang saat merasa kesepian sangatlah tidak karuan. Mood dapat berantakan. Hasrat untuk beraktifitas jadi terhambat. Pasti bung pernah mendapatkan suatu kondisi mager (malas gerak) untuk keluar rumah, nongkrong sama teman sampai bekerja. Rasa kesepian yang menyeimuti membuat emosional tidak sejahtera. Beresin pun menyarankan untuk memelihara hewan peliharaan untuk memancing rasa senang.

Hubungan antara manusia dan binatang peliharaan bisa melepaskan oksitosin, yang timbul dari rasa keterikatan,” kata Beresin.

Ditambah lagi pengalaman yang menyenangkan saat memiliki hewan peliharaan menurut Beresin adalah saat merawatnya.

“Hewan peliharaan memberikan dukungan dan koneksi emosional. Mereka juga membutuhkan kita untuk merawat mereka. Merawat hewan peliharaan adalah pengalaman yang menyenangkan,” ujar Beresin.

Komunikasi Tatap Muka Menjadi Obat Utama Kesepian yang Mungkin Bung Derita

Bertatap muka dan melakukan pembicaraan dengan orang lain seputar apa saja, dapat menyingkirkan rasa kesepian secara perlahan. Hal ini pun didukung oleh pernyataan Psikolog Klinis, Madeline William. Ia menyatakan rasa cemas bisa saja timbul saat seseorang berencana menelpon. Karena metode komunikasi tersebut dirasa mengurangi kedekatan hubungan, maka dari itu temuilah mereka dan berbicaralah secara langsung.

Namun, jika kamu merasa bahwa mengirim pesan atau menggunakan metode lain yang kurang langsung untuk berkomunikasi mengurangi kedekatan hubungan, kamu mungkin akhirnya merasa kesepian,” imbuhnya.

Oleh karena itu komunikasi tatap muka jadi solusi atas rasa kesepian.

Terjun Jadi Relawan Sosial, Guna Melepas Belenggu Kesepian yang Menghantam Badan

Journals of Gerontology : Social Sciences menyatakan kalau menjadi relawan setidaknya dua jam seminggu dapat meringankan perasaan kesepian serta isolasi sosial. Psikiater Gene Beresin menambahkan dalam kasus relawan, bahwa berbicara dengan orang lain adalah kunci untuk memerangi kesepian.

Menjadi relawan sosial banyak hal yang bisa bung lakukan, terlebih sederet komunitas yang bergerak di bidang sosial dapat bung temukan di internet. Tinggal bung saja yang menentukan, mau bentuk komunitas sosial seperti apa. Siapa tau ini menjadi kebiasaan baik yang dapat bung jalani nantinya selepas rasa sepi itu sudah tiada.

Proses (relawan sosial) ini tidak hanya membantu menjauhkanmu dari perasaan diasingkan secara fisik, tetapi rasa bersyukur yang kamu dapatkan karena berbagi dan bisa berinteraksi dengan orang lain juga meringankannya,” imbuh Beresin.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Bertutur Kata Sopan Jadi Kunci Mendapatkan Lampu Hijau Dari Calon Mertua

Tindak tanduk laki-laki menjadi tinjauan setiap orang tua pasangan. Apakah ia cocok untuk disandingkan dengan anak perempuanya yang masih melajang. Dari sekian banyak hal yang harus disiapkan, terutama saat ingin meminta restu dari orang tua si nona. Satu hal yang harus bung utamakan yakni sikap yang sopan.

Yap, sopan, menjadi kunci untuk bisa meyakinkan orang tua pasangan, kalau bung bukan orang yang sembarangan atau urakan. Nah, perihal Sopan menyopan tidak hanya mengacu pada satu hal. Bisa dari verbal dan non verbal, termasuk pakaian. Maka dari itu utamakan kesopanan secara sikap menjadi hal utama selain kata-kata jitu yang akan dinyatakan kepada orang tua pasangan.

Perihal restu sangatlah sakral tuk didapatkan dan tidak mudah. Orang tua pasangan pasti akan memikirkan bebet dan bobot dari siapa yang berani datang mengetuk pintu rumahnya, guna melamar buah hatinya. Demi mempersiapkan hal itu semua bung harus memikirkan matang-matang. Tentang apa yang bung bawa untuk meyakinkan orang tua si nona.

Sebelum Memupuk Keberanian untuk Bertemu Orang Tua Pasangan, Pastikan Si Nona Mau Bung Pinang

Pacaran yang bung lakukan bertahun-tahun lamanya, tidak sejalan dengan ia mau untuk menikah lho. Ada beberapa perempuan yang masih memiliki keinginan sendiri, lantaran masih enggan untuk berumah tangga. Meskipun kami juga meyakini kalau laki-laki juga banyak yang memiliki persepsi semacam ini. Maka, sebelum melancarkan strategi untuk bertemu orang tua pasangan. Ada hal utama yang tak boleh bung lupakan yaitu memastikan si nona mau untuk bung bawa ke pelaminan.

Tapi beda kasus apabila si nona sendiri yang meminta kepastian kapan ia akan dilamar. Kalau kode semacam itu sudah diunggah oleh nona, berarti sudah tepat waktunya untuk berbicara kepada calon mertua. Tentu dengan catatan bung juga sudah siap mengemban tanggung jawab menjadi kepala rumah tangga.

Ketahui Tradisi Keluarga Pasangan, Supaya Semuanya Berjalan Aman

Di zaman modern semacam ini, nilai-nilai tradisi keluarga tidak akan luntur begitu saja. Tradisi semacam yang diturunkan secara turun-temurun harus bung ketahui agar tidak salah kaprah. Untuk mengetahui secara detail, gali informasi dari si nona dengan menanyakan apa saja yang perlu bung siapkan.

Jangan sampai bung gegabah dengan alasan, “Aku datang dengan niat baik, masa iya diperlakukan tidak baik”, karena pointnya bukan di situ. Intinya ketahui dulu medan seperti apa yang akan bung jalani sebelum memberanikan diri.

Yakinkan Diri Sendiri, Jangan Sampai Bung Menikah Karena Terbawa Emosi

Saat memantapkan diri untuk melamar si nona, pastikan diri bung juga telah siap berumah tangga. Jangan sampai bung bertindak gegabah saat memberanikan diri bertemu orang tua pasangan, lantaranbung emosi akibat ditekan terus menerus oleh sebuah pertanyaan “Kapan kamu nikahin aku?“.

Berumah tangga bukan urusan sepele seperti membina kehidupan berdua secara bersama-sama. Berumah tangga juga bukan urusan ranjang yang sebelumnya haram dilaksanakan kemudian berubah menjadi halal. Tetapi akan banyak ujian yang menguji rumah tangga.

Otomatis menyiapkan dan meyakinkan diri jangan sampai tidak dilaksanakan. Ambilah waktu sejenak, berkontemplasilah dengan memberikan pertanyaan kepada diri sendiri. Jangan sampai ada rasa tidak cocok dengan si nona hingga akhirnya memutuskan di tengah jalan.

Tentukan Waktu yang Tepat Untuk Menikahinya

Pikirkan waktu yang tepat untuk menikahi si nona menjadi sebuah estimasi yang tepat guna. Waktu tidak terasa cepat berlalu, penentuan waktu menikah juga menyesuaikan kesiapan bung untuk memikirkan tetek bengek seperti gedung, wedding organizer, catering sampai acara lamaran.

Mempersiapkan hal tersebut tidak bisa dadakan. Ingat, meskipun ini pernikahan kalian, orang tua  pasti akan meng-intervensi dengan kemauan dan tradisi mereka. Apakah pernikahan dengan cara adat atau tidak. Maka dari itu urusan estimasi waktu harus ditentukan.

Terlebih lagi, bung harus membicarakan masalah waktu dengan orang tua dan juga orang tua pasangan. Kondisi umum yang terjadi adalah para orang tua ingin digelar secepatnya. Lebih cepat lebih baik menurutnya. Sedangkan menunda akrab dengan kesan-kesan mitos semacam pamali atau terjadi hal yang tidak diinginkan.

Tetapi kalau bung mampu menjelaskan alasan yang masuk akal, tentu orang tua bisa mempertibangkan dan mendoakan agar berjalan tanpa hambatan.

Kenali Orang Tua Pasangan dan Datang Dengan Sopan

Seperti yang sudah kami bilang, bahwa kesopanan harus dijunjung tinggi saat berkunjung, terutama saat bertemu orang tua. Mulai dari bertutur kata sampai bersikap dihadapannya harus diatur sedemikian rupa. Kami tak menjadikan bung sebagai boneka dengan tidak bersikap asli seutuhnya saat dihadapan orang tua.

Tapi bung pikir saja, masa iya di hadapan calon mertua bung bersikap seenaknya? yang ada bung akan diusir dari rumahnya. Tentu sebelum bung melancarkan obrolan serius, pastikan bung telah melakukan obrolan sebelumnya guna membaca sikap orang tua sekaligus memperkenalkan diri bahwa bung yang ada di depannya sekarang adalah orang yang akan melamar nantinya.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top