Otomotif

Tak Tampil Slebor Meski Memilih Naik Motor

Meski mobil menawarkan kenyamanan lebih, namun sebagian pria tetap memilih motor sebagai kendaraannya. Alasannya beragam, mulai dari sesederhana menghindari jalanan macet atau memang hobby menggunakan motor.

Masalahnya banyak yang terkesan ala kadarnya dalam berpenampilan ketika menggunakan motor. Malah sering ada yang salah kaprah menyamakan kegiatan berkendara menggunakan mobil dengan motor. Padahal beberapa hal harus diperhatikan jika kita memilih untuk menggunakan motor.

Naik motor pakai baju apa?

Nah, untuk menjawab pertanyaan ini kita harus menjawab pertanyaan sebelumnya. Kita naik motor untuk apa? Sekedar hobby di weekend atau kendaraan rutin untuk menemani kerja? Karena banyak yang salah kaprah memilih pakaian untuk naik motor.

Referensi yang digunakan adalah pengguna motor di luar negeri. Sayangnya tidak semua fashion cocok diaplikasikan di Indonesia. Apalagi jika kita menggunakan motor untuk beraktivitas sehari-hari.

Di negara-negara sub tropis banyak pengendara motor tidak menggunakan jaket. Mereka hanya berbalut kaos oblong dan jeans. Atau misalnya untuk para scooteris italia yang berpakaian rapi kemudian hanya menyematkan rompi minim di luar pakaiannya.

Masalahnya situasi dan kondisi jauh berbeda di Indonesia. Sebagai negara tropis kita punya suhu mencapai kisaran 37 derajat celcius. Sangat konyol jika kita naik motor di udara terbuka hanya bermodalkan kaos lengan pendek.

Situasinya bertambah rumit ketika di daerah perkotaan. Meski gesit, tak jarang pengendara motor juga tetap harus berjibaku dengan kemacetan. Pertarungan ini masih diperparah dengan tingkat polusi yang gila-gilaan. Maklum saja bus umum dan angkot yang tidak terawat masih bebas berkeliaran membuang asap hitam knalpotnya.

Karena itu jaket adalah asesoris wajib jika memilih untuk naik motor. Setidaknya kulit tidak akan gosong dan perih terbakar matahari. Selain itu Jaket juga berfungsi untuk melindungi pakaian kita dari bau asap knalpot yang menyengat. Boleh saja motor oke, dandanan pun asik tanpa dihiasi jaket, tapi apa gunanya ketika bertemu klien baju kita ternyata bau knalpot?

Helm keren itu yang seperti apa?

Helm bukan lagi sekedar pelindung kepala. Ia sudah menjelma menjadi salah satu aksesoris fashion di kalangan pengguna motor. Tapi dengan alasan yang sama seperti di atas kita harus cermat dalam memilih helm.

Mungkin tidak masalah jika rooling thunder menggunakan motor kesayangan di weekend kita menggunakan helm half face tanpa penutup. Tapi jangan coba-coba menggunakan helm favorit biker cafe racer ini anda gunakan beraktivitas sehari-hari.

Sekali lagi, ini negara tropis banyak debu dan asap knalpot. Dijamin muka langsung menghitam jika berjibaku langsung tanpa penghalang kaca di helm. Lagi pula dengan kondisi mayoritas jalanan Indonesia yang masih belum terawat, menggunakan helm tanpa penutup bisa mengundang bahaya. Tak terbayang batu krikil terlontar langsung ke muka kita dalam kecepatan tinggi.

Hal penting lainnya adalah siapkan minimal dua helm untuk dipakai bergantian setiap hari. Keringat dari kepala yang bersarang di helm bisa menimbulkan bau yang kurang sedap. Karena itu kita harus punya jadwal harian untuk menjemur bagian dalam helm diterik matahari. Jika anda pengguna motor harian, langkah ini hanya mungkin dilakukan jika anda punya dua helm kan?

Pilih motor sesuai fisik

Tidak akan terlihat perbedaanya ketika kita menyetir mobil ferarri yang super pendek dengan mobil off road yang jangkung. Maklum saja kita berada dalam kerangkeng body mobil. Paling banter orang hanya bisa mengintip dari balik jendela.

Beda cerita dengan motor. Semua fisik kita akan dengan bebas dipertontonkan di jalanan. Sayangnya banyak pria yang tidak sadar diri dengan kondisi fisik. Akan aneh terlihatnya jika fisik mungil tapi memaksakan naik motor bongsor.

Tapi sebaliknya, banyak juga pria berfisik besar yang terkesan memaksakan menggunakan motor matic yang diperuntukan bagi konsumen wanita. Hal ini diperparah dengan pilihan warna atau grafis yang terlalu manis untuk fisik sang pengendara.

Karena itu pilihlah kendaraan yang sesuai dengan fisik kita. Salah satu yang pantas dilirik adalah All New Satria F150. Modelnya yang hyperunderbone terlihat ramping namun tanpa meninggalkan kesan laki-laki.

Gaharnya tampilan ini ditunjang juga dengan tampilan mesin tegak berpendingin air. Dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 1150 cc DOHC 4 valve. Semburan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3.

Apalagi All New Satria F150, tampil dengan grafis tampilan baru. Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Untuk Bung yang mungkin senang terlihat berkelas dan bersih, Brillian White yang tampilan warna putihnya kini lebih mendominasi dari seri sebelumnya, mungkin bisa dijadikan pilihan. Sedangkan yang senang menjadi pusat perhatian Stronger Red dengan warnanya yang lebih menyala mungkin tentu layak jadi tunggangan. Mereka yang gemar elegan bisa memilih Titan Black.

Ditambah lagi ada dua warna spesial, yang juga tak kalah hebatnya. Bagaimana tidak, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue, identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Sehingga membantumu menunjukkan sisi kejantanan yang ingin Bung tunjukkan.

Jas Hujan Itu Harus

Selain panas matahari, kendala yang harus dihadapi pengendara motor di Indonesia adalah hujan. Dan seiring berjalannya waktu keadaan cuaca agak sulit untuk diprediksi. Karena itu menyediakan rain coat atau jas hujan adalah sebuah keharusan.

Jangan sampai kita terlambat tiba ditujuan hanya karena harus berteduh dari hujan. Atau untuk mengejar waktu kita memaksakan menembus hujan dan tampil basah kuyup dilokasi aktivitas.

Hal penting yang patut diperhatikan adalah jangan membeli dan menggunakan jas hujan yang hanya berbentuk ponco. Pertama, jenis ini tidak melindungi kita sepenuhnya dari terpaan air hujan. Kita masih bisa basah terutama untuk di bagian kaki. Kedua, jas hujan jenis ini sudah banyak memakan korban jiwa. Bentuknya yang memanjang dan menjulur ke bawah riskan untuk terlilit di roda motor.

Sedikit informasi, di beberapa minimarket dijual jas hujan berbahan plastik. Bentuknya tidak lebih tebal dari buku tulis anak sekolah dasar. Sangat cocok untuk diselipkan dibagasi motor.

Potong rambut pendek, gunakan deodoran

Sekedar saran, jika sehari-hari beraktivitas menggunakan motor maka sebaiknya rambut tdak dibiarkan panjang. Apalagi jika harus dirapikan menggunakan Gel. Karena pastinya repot harus bolak-balik membalurkan gel rambut setelah melepas helm.

Lalu untuk tetap menjaga kesegaran tubuh, usahakan menggunakan deodoran. Hal ini untuk mencegah keringat berlebih. Tentunya kita tidak mau kan muncul dengan baju yang basah oleh keringat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Review

Karena Urusan kunci motor pun soal selera Bung

Tersematnya teknologi Keyless Ignition System sebelumnya pada Suzuki GSX-R150 memang memberikan suatu dobrakan dan fenomena di industri motor sport 150cc. Mengingat teknologi itu pertama di kelasnya ketika itu. Namun Terlepas dari hal tersebut, SIS selaku produsen Suzuki juga mendengar dan memenuhi permintaan dari konsumen lain yang memiliki karakter berbeda, dengan menyediakan Suzuki GSX-R150 menggunakan Shuttered Key System.

 

SIS melihat adanya celah permintaan pasar yang dapat dipenuhi oleh Suzuki GSX-R150 Shuttered Key System, dimana hal tersebut diamati dari kebiasaan dan suara konsumen yang masih lebih memilih menggunakan metode pengaman dengan sistem anak kunci yang lebih sederhana dan bekerja secara mekanis. Meski demikian, tuntutan terhadap jaminan kemanan tetap diprioritaskan demi ketenangan dan kenyamanan memiliki motor sport DOHC 150cc yang sedang digandrungi tersebut.

Sambil menemani keberadaan penjualan Suzuki GSX-R150 varian Keyless Ignition System saat ini, SIS memproduksi varian Shuttered Key System dengan komposisi secara khusus sebanyak 15% dari total produksi GSX-R150 setiap bulan. Dengan demikian, calon konsumen bisa memiliki pilihan lebih banyak sebelum memutuskan pilihannya.

Secara spesifikasi sendiri tidak ada perbedaan antara GSX-R150 varian Keyless Ignition System dan varian Shuttered Key System, kecuali hanya pada sistem kunci pengaman dan ketersediaan pilihan warna saja. Alhasil, SIS memberikan pilihan produk yang lebih terjangkau bagi calon konsumen yang sudah tidak sabar ingin memiliki Suzuki GSX-R150, yaitu dengan harga Rp 28.900.000,- (On The Road DKI Jakarta). Terdapat 3 warna menarik yang dapat dipilih sesuai selera konsumen, antara lain Brilliant White, Stronger Red/Titan Black dan Solid Black/Gloss. Sebagai bonus pembelian, SIS juga melengkapi anak kunci GSX-R150 dengan keyholder Suzuki.

“GSX-R150 dengan Shuttered Key System yang kami luncurkan ini menjadi penanda keseriusan Suzuki untuk terus memperbanyak pilihan varian maupun model sepeda motor Suzuki lainnya di tahun 2018 ini. Kami mencoba untuk menjawab satu-per-satu permintaan konsumen Suzuki yang berada di wilayah-wilayah lain, dimana menjadi pangsa pasar utama untuk GSX-R150 Shuttered Key System ini. Dengan harga lebih ekonomis, konsumen tetap bisa memiliki Suzuki GSX-R150 yang berkualitas dan menjadi pilihan bikers masa kini.” tutup Yohan Yahya – Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Baby NMAX Resmi Dikeluarkan Yamaha Guna Menyaingi Pasar Honda

Yamaha nampaknya sedang berniat menggeser pasar Honda di pasaran. Memang tak bisa dipungkiri motor keluaran Honda selalu berada di jajaran atas penjulan di Indonesia. Yamaha sebagai kompetitor tak tinggal diam, setelah mengeluarkan NMAX untuk menjadi pesaing PC, sekarang Yamaha mengeluarkan Lexi untuk menyaingi Vario 125.

Memang keunggulan Vario dikelas matic seperti tidak ada pesaingnya, namun dengan keluarnya Yamaha Lexi nampaknya akan membuat situasi berubah. Yamaha Lexi  atau yang kerap disebut Baby NMAX karena body-nya yang sama namun lebih ramping (sedikit) ini, bakal dibandrol dengan harga 20 jutaan. Lebih lanjut Yamaha Lexi disebutkan sebagai prodak trendi yang menawarkan kepraktisan sekaligus fitur canggih guna menarik pelanggan.

Sederet Fitur Canggih Membuat Pengendara Nyaman Bersama Lexi

Sumber : Antara.com

Bersama Yamaha Lexi, pengendara pasti akan nyaman ketika berkendara. Lantaran beberapa fitur canggihnya memanjakan pengendaranya selama perjalanan. Seperti electric power socket yang membuat pengendara dapat men-charger gawai pintarnya agar tetap terhubung tanpa kehabisan baterai.

Selain itu adanya Smart Key System menjadikan motor ini terkesan mewah dan elegan, ditambah adanya Immobilizer dan Answer Back System yang memudahkan Bung untuk mencari kendaraan di parkiran. Namun untuk fitur ini hanya tersedia di tipe Yamaha Lexi S.

Body-nya Pun Terasa Lebih Ramping Dari Induknya, NMAX

Sumber : Antaranews.com

Guna melengkapi beberapa seri sebelumnya seperti NMAX, XMAX, TMAX dan AEROX 155, Lexi pun diperkenalkan di tahun 2018. Kalau melihat secara mata telanjang dari segi body memang mirip NMAX, namun lebih ramping dan keliatan seksi. Selain itu bobot dari Lexi pun lebih ringan dari pada pendahulunya. Sehingga nyaman untuk digunakan beraktivitas harian terutama bagi Bung yang kerjanya mobile.

Baby NMAX Siap Terjun Ke Aspal Dengan Torsi Merata Di Setiap Putaran Mesin

Sumber : Merdeka.com

Siap meluncur di pasaran tentu Yamaha tidak melepaskan dagangannya begitu saja tanpa kualitas yang mumpuni. Setelah dimanjakan lewat fitur-fitur canggih yang tersedia, untuk urusan mesin juga sama baiknya. Karena motor Yamaha Lexi mengusung mesin Blue Core 125cc LC4v, yang juga dimiliki pesaingnya Vario 125.

Lewat mesin Blue Core 125cc LC4V, dilengkapi dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat torsi merata disetiap putaran mesin sehingga tenaga yang dipacu pun akan maksimal. Itu pun masih dilengkapi dengan Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Memacu Kecepatan Dengan Matang, Tapi Bensin Tetap Irit Untuk Perjalanan Panjang

Sumber : Tribunnews.com

Memadukan mesin berteknologi canggih, VVA, yang mampu membuat kinerja torsi secara maksimal tentu akan berimbas kepada kecepatan dari tunggangan. Jika Bung bergumam dalam hati, “Wah, bensin pasti boros nih!”, santai Bung, karena Lexi memiliki fitur terbaru yang dapat membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih irit.

Sebab, Lexi telah dibekali fitur Stop & Start System yang membuat mesin mati saat berhenti lebih dari 5 detik, seperti saat sedang macet di jalan atau bertemu lampu merah. Tak perlu stater untuk menyalakan kembali. Saat tuas gas diputar, motor sudah dapat kembali beraksi. Fitur ini mengurangi risiko bahan bakar terbuang percuma saat motor sedang berhenti.

Berkendara dengan Lexi jelas lebih irit karena memiliki fitur STOP & START SYSTEM yang membuat mesin STOP/Mati saat berhenti lebih dari 5 detik dan START/Menyala kembali saat tuas gas diputar. Fitur ini mengurangi risiko bahan bakar terbuang percuma saat motor sedang berhenti.

Warna Menarik Tersemat Pada Produk Anyar Yamaha Lexi

Sumber : Tribunnews.com

Desain Lexi yang mewah dan elegan diselaraskan dengan tampilan warna yang atraktif guna menguatkan kesan elegan. Warna matte menjadi pilihan dasar warna di Baby NMAX, seperti Matte Red, Matte Grey dan White. Sedangkan Yamaha Lexi-S memiliki varian Matte Blue, Matte Grey dan Bronze.

Selain itu dengan lampu depan Grand LED membuat Lexi menjadi terlihat berkelas sebagai motor matic, ditambah Digital Speedometer yang modern dan informatif akan memudahkan pengendaranya. Keberadaan lampu Hazzard pun akan meningkatkan keamanan apabila pengendara mengalami mogok atau ban bocor yang berguna sebagai tanda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiring Men

Elders Garage: Pembuat Motor Jokowi Yang Awalnya Tukang Tambal Ban

Penggila modifikasi khususnya Chopper sepertinya masih terkesima ketika Presiden Jokowi memamerkan sepeda motor berwarna emasnya. Dengan menggunakan mesin Royal Enfield 350cc, motor itu dibuat oleh tangan-tangan terampil khas anak negeri.

“Saya baru saja membeli motor hasil modifikasi Chopperland dari bengkel ‘Elders Garage’,” demikian tulisan Presiden Jokowi di akun twitternya ketika itu.

Sontak banyak mata langsung tertuju pada Elders Garage. Siapa mereka dan semewah apa bengkelnya hingga mendapat kehormatan membangun motor milik seorang presiden?

Dulunya Hanya Bengkel Tambal Ban

Adalah Andrianka salah satu yang mengawali kelahiran Elders Garage. Tapi jangan segera berpikir ia mengawalinya dengan bengkel mentereng dan kocek tebal. Angka begitu ia biasa disapa, mengawali membuka bengkel bersama kawan-kawannya.

source:instagram/elders_garage/

Sebuah bengkel bertajuk Krisda motor dibuka di daerah Kebon Jeruk. Sebuah bengkel sederhana shanya seluas 4×4 meter yang menerima service ringan dan terutama tambal ban. Yup, Angka dulu hanya berkutat seputar tambal ban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Film

Mari Bung Mengenali Motor Yang Ditunggangi Dilan Di Dalam Filmnya

Belakangan ini film Dilan 1990 menjadi perbincangan berbagai kalangan. Terutama anak muda yang kepincut alur cerita cinta antara Dilan dan Milea, buah karya dari novelis Pidi Baiq. Setelah di angkat ke layar lebar, film ini berhasil tembus hingga lebih dari 3 juta penonton. Menariknya, Dilan yang diceritakan sebagai panglima tempur geng motor menaiki sebuah motor lawas. Motor itu adalah Honda CB 100 atau yang dikenal dengan Honda Gelatik.

Sutradara Dilan 1990, Fajar Bustomi mengatakan kalau motor CB 100 yang dipakai shooting ada dua. Satu motor punya dia, dan satunya lagi milik PH Falcon Pictures. Tidak banyak modifikasi dari Honda CB 100 yang digunakan ini, ubahannya pun hanya sebatas sepatbor, knalpot dan nomor plat yang dicopot demi menyamakan dengan karakter Dilan yang badung di era 90-an.

Meski Motor Tua Tapi Akselerasi Masih Muda

Sumber : Fncounter.com

Motor keluaran tahun 70-an ini sudah tak lagi dapat dibilang muda, bahkan beberapa sparepart originalnya bisa dikatakan mulai langka. Meskipun tua tapi untuk soal akselerasi motor ini masih mumpuni lho Bung. Lantaran mesin yang dimiliki sangat bagus walaupun hanya 100 cc, tetapi untuk akselerasi motor ini masih oke kok Bung. Apa lagi kalau Bung mempunyai kocek lebih, motor ini bisa dioprek untuk mendapatkan tenaga yang gahar hingga dapat bersaing dengan motor baru saat ini.

Perawatannya Pun Relatif Mudah Dan Terjangkau Bung

Sumber : Sayonaracycles,com

Meskipun sparepart orisinilnya sukar ditemukan, bukan berarti membuat motor ini sulit dirawat. Malah kebalikannya, dibanding motor klasik atau lawas lain motor ini termasuk dalam kategori mudah dirawat. Jadi Bung yang berniat mencari motor ini agar terlihat badung tapi keren seperti Dilan, tak perlu mengkhawatirkan soal perawatannya. Lebih baik kerahkan tenaga Bung untuk mencari aksesoris bagi motor tua ini saja.

Dibalik Modelnya Yang Klasik Dan Elegan, Honda CB 100 Sangat Mudah Dimodifikasi

Sumber : Kissfmmedan.com

Pasti banyak diantara Bung yang berburu Honda CB 100 lantaran sangat mudah dimodifikasi. Kalau berbicara modifikasi Honda CB 100, banyak jenis yang dapat diaplikasikan pada motor ini. Seperti gaya cafe racer, bobber, jap style hingga beberapa gaya modifikasi lainnya. Semua gaya yang diaplikasikan dapat disesuaikan dengan selera pribadi dari sang penunggang besi tentunya.

Harga Jual CB 100 Pun Tetap Dapat Bertahan Bung, Meski Eranya Sudah Dimakan Zaman

Ketika seseorang membeli sebuah kendaraan, pertimbangannya tidak hanya dari model namun juga dari harga jual. Lantaran harga jual menjadi pertimbangan apabila sang pemilik jenuh dengan tunggangannya. Namun, Honda CB 100 termasuk motor lawas yang harga jualnya tidak turun, beda dengan motor jaman sekarang yang harganya dapat anjlok di pasaran. Apa lagi kalau Bung memiliki motor CB 100 dengan sparepart yang masih orisinil. Otomatis harga jual bisa mahal. Untuk harga CB 100 tahun 1970  saja dihargai 5 juta, sedangkan keluaran tahun 71 dan 72  berada di harga 4,5 juta dan 4 juta. Untuk motor CB 100 yang sudah dimodifikasi bisa mencapai 10 juta Bung.

Lantas Kenapa Dinamakan Honda Gelatik?

Honda CB 100 merupakan motor yang langka di zaman sekarang. Lantaran sudah tidak lagi diproduksi oleh produsennya, Honda. Untungnya mesin yang dimiliki Honda CB 100 sangat kuat hingga dapat bertahan hingga sekarang. Oleh karena itu Honda CB 100 pun dinamakan Honda Gelatik karena keberadaannya yang kini langka.

Gelatik lebih dikenal sebagai jenis burung di areal sawah dan ladang yang suka menyantap biji-bijian, buah dan serangga. Karena perburuan liar dan menyusutnya habitat hidup membuat burung ini sulit ditemukan. Selain itu bentuk dari Honda CB 100 pun diasosiasikan seperti burung gelatik dengan spot warna putih sekaligus kepala (headlamp) berwarna hitam yang merupakan ciri kisah burung tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top