Lebih Tahu

Setiap Perselingkuhan di Rumah Tangga, Anak Selalu Jadi Korbannya

Perselingkuhan memang melibatkan suami dan istri, namun imbas dari itu semua bisa ke buah hati. Kedewasaan dalam menjalani hubungan harus selalu terjaga, seperti saat suami dan istri sedang bertengkar begitu hebatnya. Ketika pertengkaran terjadi, suami dan istri suka lupa untuk meredam ego mereka. Sampai-sampai adu mulut pun tersaji di depan mata buah hati. Secara jelas itu bukan saat yang tepat untuk bertengkar, apalagi mengingat si anak yang masih kecil yang belum tahu pahitnya dunia.

Anak akan mengalami beberapa dampak yang buruk, termasuk dalam pengembangan dirinya menuju dewasa. Namun baik suami atau istri, suka lupa akan soal ini bung. Mereka hanya berkutat kepada permasalahan mereka saja, padahal mereka tidak tahu dibalik masalah yang mereka ributkan terdapat anak yang harus menanggung akibat bukan dari perbuatannya.

Psikis Anak Terkikis, Karena Keluarga Bahagia Hanya Ada dalam Bayang-bayangnya Saja

Ini adalah hal miris yang harus terjadi bung, saat sebuah keluarga terpisah karena perceraian. Anak adalah pihak yang merasakan dampak amat berat, apalagi di kala usia masih kecil, di mana masih membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tua.

Dampak psikis merupakan bukti nyata, anak cenderung mengalami beban mental akibat perceraian. Gejala ini muncul karena anak yang masih kecil belum bisa mengekspresikan emosi, maka yang timbul hanya rasa cemas. Menyendiri, mengompol, mengisap jempol, bermimpi buruk dan emosi yang tak stabil. Hal ini terjadi karena ada ketakutan dalam diri mereka, bahwa kebahagian keluarga akan sirna.

Merasa Tidak Nyaman Berada di Rumah, Karena Orang Tua Tak Harmonis Seperti Keluarga Cemara

Tontonan keluarga cemara, sebuah sinetron yang eksis di era 90-an sampai diangkat ke layar lebar, adalah penggambaran keluarga sederhana yang harmonis. Meskipun berkecukupan tapi keharmonisan keluarga bisa melawan rasa tersebut.

Di sisi lain, perceraian dapat membuat seorang anak menganggap rumah bukan lagi tempat huni yang nyaman. Apalagi, saat orang tua bertengkar. Mereka memilih untuk minggat, bahkan menginap di rumah saudara atau temannya. Bisakah bung bayangkan, ketika mereka belum bisa hidup sendiri, tapi berada di rumah yang penuh perkara membuat mereka tidak betah. Karena yang tersaji hanyalah duka, bukan kasih sayang kedua orang tua seperti yang didapat teman-temannya.

Muncul Rasa Amarah, Merasa Dikhinati Oleh Orang Tua Sendiri

Muncul rasa amarah karena merasa dikhianati oleh orang tua sendiri. Adalah bentuk ekspresi anak yang sudah dewasa akan kekesalannya. Psikolog anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani dilansir Tirto, pernah menyampaikan hal ini, ketika anak memergoki perselingkuhan orang tuanya ia akan merasa bingung. Dan kejadian ini berimbas kepada akademik, seperti penurunan prestasi belajar, kurang rasa percaya diri, depresi sampai berlaku kasar.

Semisal ia memergoki perselingkuhan ayahnya, akan ada perasan bingung sekaligus bimbang. Seperti mau cerita ke ibunya atau tidak, kalau ia cerita, pasti ibunya merasa sedih dan keutuhan keluarga dipertaruhkan. Tapi kalau ia tidak bercerita maka ini akan menjadi beban mental.

Anak Akan Sulit Mempercayai Orang Lain, Seperti Saat Ia Sulit Percaya Orang Tua yang Selingkuh

Efek dari seorang anak berada di keluarga yang bermasalah atau broken home, adalah mulai skeptis akan orang lain. Rasa ini muncul karena ia merasa kecewa saat percaya kepada orang tuanya, namun orang tuanya malah mendua dengan lawan jenis yang lain.

Otomatis rasa ini akan terus terekam di memorinya, sampai-sampai ia sulit percaya kepada orang lain, terutama saat ia menjalin hubungan. Karena terbayang akan perselingkuhan yang dilakukan salah satu orang tua.

Takut Membina Hubungan Karena Terbayang Pernikahan Orang Tua yang Tak Lagi Berjalan

Ini merupakan efek jangka panjang apabila anak tetap menyimpan amarah kepada salah satu orang tua yang berselingkuh bung. Karena ia akan merasa trauma, terutama saat membina hubungan di usia dewasa. Rasa trauma tersebut tak jarang membuat anak malas untuk berhubungan.

Penelitian yang dilakukan psikolog klinis Ana Nogales juga menunjukkan kalau perselingkuhan orang tua mengkibatkan 80 persen anak takut membina hubungan. Kemudian 75 persen anak merasa dikhianati dan 70 persen sulit percaya orang lain.

Lantas dengan beberapa efek ini, dapat menjadi pelajaran bagi bung dengan si nona, terutama dalam menjalin hubungan. Guna mengingat, perselingkuhan itu bukan masalah orang tua saja namun juga masalah anak. Apalagi salah satu orang tua yang bercerai karena selingkuh, jangan hanya menganggap dirinya sebagai korban, karena korban sebenarnya adalah anak. Yang mana hasil buah cinta sebuah keluarga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Ternyata Laki-laki yang Sudah Menikah Lebih Sehat Dari Pada yang Melajang

Bagi bung yang sampai sekarang masih melajang jangan terburu digulung emosi membaca judul. Karena ini dikatakan dalam sebuah survey terhadap 127.545 orang dewasa Amerika, yang mengatakan laki-laki menikah lebih sehat dari yang tidak pernah menikah atau pernikahan berakhir perceraian. Memiliki pasangan dinilai dapat hidup lebih lama dan mempertahankan penikahan maka semakin besar keuntungan kelangsungan hidup yang didapat.

Laman health.harvard.edu sejumlah penelitian dilakukan selama 150 tahun terakhir dan menujukkan pernikahan mempengaruhi penyakit tertentu seperi kardiovaskular dan kanker. Penelitian mengevaluasi 3.682 orang dewasa dalam peridode 10 tahun dengn memperhitungkan faktor risiko kardivaskular utama mulai dari usia, lemak tubuh, merokok, tekanan darah, diabetes, kolesterol. Faktor tersebut menunjukkan kalau laki-laki yang telah menikah memiliki tingkat kematian rendah sebesar 46%. Orang menikah juga lebih bahagia dan sedikit stres karena kedua pihak memainkan peran besar menjaga kesehatan tubuh.

Stres dan depresi merusak kesehatan psikologis, yang merembet ke kesehatan fisik,” kata Susan Brown, co-direktur Pusat Nasional untuk Penelitian Keluarga dan Perkawinan di Bowling Green State University di Ohio.

Bagaimana dengan yang menikah tapi tidak bahagia? untuk masalah stres karena perkawinan dikaitkan dengan penebalan ruang pemompa utama jantung. Kalau kanker jadi masalah yang berbeda. Para peneliti dari Universitas Harvard dilansir mensjournal.com menyatakan mereka yang menikah secara signifikan terdeteksi awal kanker prostat, paru-paru, kolorektal, dan bentu kanker lain supaya mendapat perawatan dibanding laki-laki lajang.

Studi tersebut menunjukkan orang menikah kecil kemungkinan untuk mati karena kanker. Meskipun manfaat kesehatan perkawinan akan berkurang jika hubungan tidak sejahtera. Brow mengatakan pernikahan kontroversial dan tidak bahagia berisiko merusak kesehatan kedua pasangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Terdapat Penjelasan Secara Ilmiah Kenapa Laki-laki Susah Move On

Hubungan asmara memang tak selalu berujung manis dan terus bersama-sama. Pahit, apabila perpisahan ternyata jadi ujung dari perjalanan cinta. Dari dua gender yang saling berbagi kasih yakni laki-laki dan perempuan, ternyata pihak laki-laki yang dianggap paling kuat adalah sosok yang paling susah move on. Padahal dalam setiap kesempatan, laki-laki adalah sosok tegar yang mampu menangani tekanan.

Dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan, sosok laki-laki lebih mengutamakan logika dari pada hati. Setiap perselisihan atau masalah yang melibatkan antara dirinya dan pasangan, logika selalu dikedepankan untuk mengkaji setiap masalah. Lantas bagaimana bisa laki-laki menjadi pihak yang susah move on dibanding perempuan yang dominan memakai perasaan?

Nyatanya Si Nona Lebih Cepat Lekas Sembuh Soal Putus Cinta

Menurut penelitian yang dilakukan Craig Eric Morris, seorang antropolog dari Binghamton University, perempuan lebih cenderung melakukan refleksi setelah puts cinta serta lekas move on. Bahkan ketika mereka curhat ada kalimat yang menegaskan kalau para perempuan sudah tidak lagi merasakan sakit hati, dengan berbicara “kejadiannya sudah lama sih” atau “Aku sih belajar dan ini hikmahnya”. Dengan kata lain menandakan kalau mereka sudah move on atas kejadian pahit tersebut.

Selain itu para perempuan jarang sekali mengatakan “Dia lelaki terbaik dalam hidupku dan aku belum bisa berdamai dengan kenyataan bahwa kami putus,”, Intinya mereka sangat enteng melupakan masa lalu meski prosesnya perlahan.

Sedangkan Laki-laki Terlihat Lebih Menyesali

Menyesal akan kegagalan, lebih terliat dari setiap responden laki-laki menurut Morris. Hal ini dinilai dari cara mereka menuturkan semua proses asmara yang telah dilewati. Jarang sekali ada yang mengatakan “Ah itu sih udah lewat, sekarang aku jadi cowok yang lebih baik,“. Terlebih lagi mereka sering berangan-agan kalau mengatakan mantan adalah kekasih terbaik yang  pernah dimiliki.

Apakah Lazim Menyesali Hubungan yang Gagal?

Ketika Morris ditanya apakah lazim menyesali percintaan yang kandas? jawabannya iya dan lebih lazim dan intens dibanding jenis penyesalan lain. Para psikolog manusia dari kebangsaan manapun mengamini hal ini. Tak jarang, kegagalan dalam berhubungan tersebut mempengaruhi ke aspek-aspek kehidupan lain seperti karir dan sosial.

Dalam salah satu penelitiannya, 90 persen responden yang diteliti mengaku mengalami trauma emosional seperti marah, depresi, dan cemas. Sampai mengalami trauma fisik seperti pusing, insomnia dan penurunan berat badan. Mayoritas ini dialami oleh laki-laki.

Penyesalan, Selalu Berimbas dengan Menengok ke Belakang

Atas alasan apa laki-laki dikategorikan sebagai pihak susah move on memang diliputi banyak faktor. Salah satunya adalah saat diterpa ujian hidup. Penyesalan akan timbul dan mulai menapak tilas ke belakang seperti menyesal ketika remaja malah banyak melakukan hal nakal. Namun penyesalan akan hilang seiring waktu berjalan dan berkat tumbuhnya kedewasaan seseorang, di mana mereka mencari hikmah dan memetik pelajaran.

Saat manusia dihadapkan dengan pertanyaan mencari pasangan baru atau sedang berusaha bahagia dengan pasangan tatkala hidup sedang berat, kita mulai tergoda menengok ke masa lalu dengan mengingat sosok mantan. Sosok mantan akan diobjekkan sebagai ‘Seseorang yang seharusnya hidup bersama kita(saat ini)’. Sekaligus dianggap parthner yang ideal untuk masalah yang dihadapi saat ini.

Di Sisi Lain Penyesalan Adalah Cara Pandang Sehat Tentang Cinta

Pasti saat mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan, mulai timbul ungkapan seperti “coba saja dulu enggak melakukan ini – itu” dengan mengaitkan efek-efek yang terjadi sekarang. Dalam kajian psikologi hal itu disebut sebagai “counter-factional thinking.

Guru besar psikologi dari Ohio University yang mendalami counter-factional thinking menilai ada perbedaan antara fantasi kangen mantan dengan rasa marah. Sesungguhnya dalam penyesalan ada kaitan dengan hubungan asmara di mana setiap orang memiliki nostalgia yang indah. Pola mikir macam itu bisa jadi bagian dari cara pandang sehat tentang cinta.

Orang biasanya berpura-pura menyesel setelah hubungan percintaan mereka kandas. Mereka biasanya berangan-angan dan sengat sentimental. Yang mereka miliki adalah kerinduan mendalam dan nostalgia. Kenangan macam ini kadang bisa menguntungkan kok,” pungkas Markman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Kehilangan Teman Dekat Akan Bung Rasakan Saat Menjadi Ayah

Selain perkara usia yang membuat lingkungan pertemanan makin kecil dan lambat laun menghilang. Masa transisi menjadi seorang ayah juga dapat membuat seseorang kehilangan teman dekat. Khususnya seorang ayah baru. Mereka jadi memiliki tanggung jawab dan tak memiliki waktu lagi untuk berkumpul bersama teman-teman.

Ini bukan sebuah asumsi tak berdasar, namun dibuktikan lewat sebuah survei yang menemukan kalau satu dari lima laki-laki di Inggris benar-benar kehilangan teman dekat mereka satu tahun saat menjadi seorang Ayah. Tentu siklus ini cukup mengkhawatirkan. Para Ayah baru bakal menjalani hidup tanpa teman baik dan akan berjuang lebih keras menghadapi tekanan. Seperti yang dialami Ikenna Lewis-Miler, seorang laki-laki yang berusia 38 tahun.

Ikenna sendiri mengatakan sulit menemukan waktu untuk untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya setelah kelahiran putra pertama yakni Yesaya.

Adalah ide bagus untuk mencari teman yang sama-sama baru saja menjadi ayah. Banyak dari mereka akan berani menghadapi berbagai hal dan tidak akan memberi tahu siapa pun walaupun mereka merasa sulit,” kata Ikenna, dilansir Metro.

Bahkan dalam survei yang dilakukan oleh Ipsos Mori ditemukan kalau seperempat Ayah baru mengatakan kalau mereka merasa terisolasi dan tiga perempatnya mengatakan tingkat stres mereka meningkat di tahun pertama menjadi seorang ayah. Owen Sharp CEO Movember Foundation menyatakan kalau menjadi seorang Ayah adalah pengalaman berharga tapi sulit untuk menjalani transisi.

Menjadi seorang ayah adalah salah satu pengalaman hidup yang paling berharga, tetapi sampai saat ini belum diakui betapa sulitnya transisi itu bagi ayah baru, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental,” ujarnya.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa peran teman dekat sangat penting untuk masa transisi seseorang menjadi Ayah baru. Teman dekat dapat memperhatikan dan bertindak sebagai penyangga terhadap tekanan. Bagi seorang Ayah baru menghabiskan waktu bersama teman juga dapat mengisi ulang atau mengisi ulang baterai baik untuk orang tersebut serta keluarga.

Movember Foundation mensurvei 4.000 laki-laki yang dilakukan menjelang Men’s Health Week pada 10-16 Juni dan Hari Ayah pada 16 Juni. Di Inggris sendiri, satu dari delapan laki-laki memiliki masalah kesehatan mental yang sama dan bunuh diri menjadi penyebab paling umum kematian bagi laki-laki berusia 20-49 tahun di Inggris dan Wales. Secara tidak langsung penting untuk laki-laki untuk berbicara terbuka tentang kesehatan mental mereka.

Hubungan pertemanan laki-laki dapat menjadi dukungan yang tak ternilai. Jadi bung, saat memiliki teman yang menjadi ayah sebaiknya mengetahui bagaimana keadaanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top