Sport

Peta Kekuatan MotoGP 2018 Semakin Dipanaskan Dengan Kehadiran Alumni Moto2

Peta kekuatan adu cepat kuda besi alias MotoGP di tahun 2018, digadang-gadang akan semakin seru lantaran banyak nama-nama baru jebolan Moto2 yang akan memanaskan persaingan untuk hinggap di podium. Sebanyak 19 seri balap akan dilakoni 24 pembalap selama satu musim. Meskipun nama baru banyak bermunculan, dari hasil jejak pendapat yang dilakukan #PorraMotoGP2018 di media sosial, nama Marc Marquez tetap masih dijagokan menjadi jawara di MotoGP 2018.

Bahkan nama Marc Marquez mengungguli nama-nama lain, seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa dalam sesi polling di media sosial. Namun, para rookie yang berasal dari Moto2 seperti Franco Morbidelli dan Thomas Luthi pun diprediksi bakal tampil maksimal pada seri balap musim ini. Sedangkan sang jawara 9 kali, Valentino Rossi, tidak melakukan persiapan yang begitu serius, hanya saja ia sedang bekerja sama dengan ahli gizi dengan menghindari makanan cepat saji. Karena Rossi merupakan salah pebalap terjangkung dan sekaligus terberat.

MotoGP 2018 akan digelar perdana pada bulan Maret di Sirkuit Losail, Qatar dan ditutup di Sirkuit Ricardo Tomo, Di Valencia, Spanyol pada bulan November.

Sang Jawara Moto2 2017 Sekaligus Anak Didik Valentino Rossi Bakal Mendobrak Persaingan

Sumber : Ciliandra.net

Nama rookie yang paling digadang-gadang dapat berbicara banyak di pentas ini adalah Franco Morbidelli. Bukan karena ia juara Moto2 tahun lalu saja, pembalap yang berusia 22 tahun ini akan bersaing dengan kawan sekaligus guru, Valentino Rossi. Karena Franco merupakan jebolan akademi balap milik Rossi, yakni VR46 Riders. Banyak juga yang mengatakan bahwa Franco adalah pewaris tahta dari Rossi, meskipun ia sendiri merasa aneh ketika disebut seperti itu.

Yang saya tahu, saya belajar soal balapan dari dia dan juga rekan-rekan dia,” ungkapnya. Meski begitu, ia juga merasa tersanjung disebut sebagai pewaris Rossi. “Namun itu tidak benar, bagi saya Rossi tidak tergantikan. Dia adalah sosok spesial dalam balap motor. Seandainya Rossi pensiun nanti, tak ada yang bisa menggantikannya.” kata Franco seperti dikutip dari Motoplus.co

Runner-Up Moto2 Juga Tidak Ingin Kalah Dengan Rekan Satu Timnya

Sumber :Beritaberitamotogp.com

Selain nama Franco Morbidelli, masih ada runner-up Moto2 tahun 2017, Thomas Luthi. Seorang pembalap asal Swiss yang usianya tidak lagi muda seperti Franco, 31 tahun. Meski begitu dirinya berhasil mendapat predikat Rookie Of The Year 2017. Pada MotoGP 2017, ia dapat tampil di seri Valencia bulan November. Namun sayang Bung, kecelakaan yang dialaminya di Sirkuit Sepang, Malaysia membuatnya harus bersabar untuk melakukan pemulihan. Nama Luthi tentu akan menyemarakkan kelas MotoGP yang memang diramaikan oleh pebalap Moto2. Ia pun tergabung dalam Marc VDS bersama Franco Morbidelli. Pasangan juara dan runner-up ini jelas tak bisa dianggap remeh.

Saya menerima tantangan ini. Berkat kesuksesan dan banyak pekerjaan yang saya lakukan, saya datang sejauh ini untuk bisa naik kelas ini. Saya tidak datang untuk kemudian kembali menghilang,” ujar Luthi, seperti dilansir Speedweek.

Bos LCR Honda Optimis Dengan Pembalap Moto2 Asal Jepang

Sumber : Bikersrepublic.com

Sedangkan tim LCR Honda menggaet Takaaki Nakagami untuk menemani satu pembalap lainnya, Cal Cruthclow, dalam musim Moto GP tahun ini. Hal yang mendasari Nakagemi direkrut dari Moto2 adalah gemilang penampilannya sepanjang musim Moto2 2017. Nakagami berada di posisi tujuh klasemen dengan mengoleksi 79 angka. Bos LCR, Lucio Cecchinello, yang optimis pada kelihaiannya kemudian mengajak Nakagami untuk memanaskan aspal MotoGP 2018 .

Kami sangat senang setelah mengonfirmasi Taka sebagai anggota baru tim kami. Dengan adanya Taka, tim ini telah menunjukkan bahwa kami memiliki amunisi penuh untuk olahraga ini. Saya sangat senang, saya rasa semua orang di tim juga merasakannya,” ujar Cecchinello, mengutip dari Motorcycle.

Dominasi Pembalap Moto2 Menggeser Pembalap Tim Aprilia Gresini Asal Inggris

Sumber : Motorcyclenews.com

Pertukaran justru terjadi antara Scott Redding dan Sam Lowes, lantaran Sam Lowes yang tampil buruk sepanjang musim MotoGP 2017 harus berada di dasar klasemen. Sementara untuk menggantikan posisi pembalap asal Inggris ini, tim Aprilia Gresini yang merupakan tim Sam Lowes, mengajak Scott Redding untuk memacu mesin Aprilia untuk menempatkannya di posisi terbaik. Di Moto2, Redding memperkuat Pramac Racing Ducati dan menempati posisi ke-15 klasemen. Sang manajer Aprilia Racing, Romano Albesiano, menyambut hangat pembalap 24 tahun tersebut.

“Saya rasa, talenta yang dimilikinya akan melanjutkan perkembangan dari RS-GP yang memungkinkan tim dan dia mencapai hasil yang penting. Motor kami telah berkembang secara konsisten dan bersaing demi balapan. Tujuan untuk bersaing dan stabil di posisi 10 besar telah sering dicapai,” sanjung Albesiano pada Redding.

Hanya Ada Seorang Pembalap Promosi yang Dihantui Rasa Pesimis

Sumber : Motorcyclenews.com

Berbeda dari beberapa rekannya yang promosi dari Moto2 dengan rasa optimis. Pembalap Xavier Simeon malah khawatir tidak dapat tampil memukau di MotoGP 2018, karena pada perolehannya di akhir musim Moto2 2017, ia hanya dapat menduduki posisi ke-23. Dirinya dapat promosi ke MotoGP 2018 karena mendapat sponsor dari tim Reale Avintia Racing. Rasa pesimisnya makin menjadi kala menjalani pascamusim di Jerez ketika catatan waktunya tertinggal 2 detik dari Andrea Dovizioso.

Posisi saya saat tes Jerez tidak bagus. Namun, saya tahu itu tidak akan mudah diperbaiki. Saya mengalami musim yang sangat sulit sebelumnya. Secara mental saya sangat menderita,” kata pembalap yang akan memperkuat Avianti Ducati ini.

Simeon sendiri menambahkan akan melakukan banyak hal untuk memperbaiki penampilannya agar dapat menjadi tandem terbaik dengan Tito Rabat. Berikut ini adalah daftar para pebalap MotoGP 2018 beserta tim yang dibela.

Repsol Honda
Marc Marquez
Dani Pedrosa

Ducati
Andrea Dovizioso
Jorge Lorenzo

Movistar Yamaha
Maverick Vinales
Valentino Rossi

Suzuki
Andrea Iannone
Alex Rins

KTM
Bradley Smith
Pol Espargaro

Monster Yamaha Tech 3
Jonas Folger
Johann Zarco

Pramac Ducati
Jack Miller
Danilo Petrucci

Aspar Ducati
Karel Abraham
Alvaro Bautista

Avintia Ducati
Tito Rabat
Xavier Simeon

Aprillia Gresini
Aleix Espargaro
Scott Redding

Marc VDS Honda
Franco Morbidelli
Thomas Luthi

LCR Honda
Cal Crutchlow
Takaaki Nakagami.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Komunitas

Suzuki Menggandeng Komunitas Agar Acara Berkualitas

Acara memang tak akan meriah bila tidak diisi dengan kelompok yang sumringah. Salah satunya komunitas motor yang hadir di acara Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di international Circuit Sentul. Sebanyak 63 klub turut berkontribusi dan bekerjasama dengan Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Dengan tema “Born To Ride, Live To Rock’, SIS mengajak seluruh bikers Suzuki untuk tetap kompak sekaligus bersemangat. Terbukti komunitas yang hadir menstimulus acara menjadi berkualitas dengan keriuhan sekaligus aksi mereka dengan ekspresi bersama tunggangannya.

Tidak hanya klub motor atau komunitas Suzuki saja yang turut serta dalam acara ini sebanrnya tapi secara pengunjung umum. Diperkirakan ada 3.000 bikers yang datang dan memadati sentul tidak hanya untuk berkasi dan berkspresi. Tetapi acara ini juga menjadi ajang silaturahmi.

Dari berbagai kota tetap menyempatkan untuk datang pada acara jambore ini. Berbagai model motor keluaran satria melebur menjadi satu menjadi satuan yang murni tanpa dicampur.

Seperti Pak Tugimin, yang datang bersama komunitas GSX Tanggerang Kota. Ia mengaku jalan pagi-pagi buta untuk menghadiri acara Jambore lantaran menjadi ajang pertemuan yang jarang dilakukan komunitas yang tidak terjangkau jaraknya.

Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department mengatakan bahwa semangat para bikers tentu menjadi pelecut bagi PT Suzuki Indomobil Sale seperti yang dikatakan Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department.

“Awal tahun ini kita tunjukan kekompakan dan kekuatan bersama lewat kolaborasi Suzuki dengan puluhan komnunitas motor Suzuki. Seluruh konten yang diadakan di Suzuki Bike Meet 2018 merupakan ide dan kreatifitas yang bersumber dari mereka,” ujar Yohan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Baby NMAX Resmi Dikeluarkan Yamaha Guna Menyaingi Pasar Honda

Yamaha nampaknya sedang berniat menggeser pasar Honda di pasaran. Memang tak bisa dipungkiri motor keluaran Honda selalu berada di jajaran atas penjulan di Indonesia. Yamaha sebagai kompetitor tak tinggal diam, setelah mengeluarkan NMAX untuk menjadi pesaing PC, sekarang Yamaha mengeluarkan Lexi untuk menyaingi Vario 125.

Memang keunggulan Vario dikelas matic seperti tidak ada pesaingnya, namun dengan keluarnya Yamaha Lexi nampaknya akan membuat situasi berubah. Yamaha Lexi  atau yang kerap disebut Baby NMAX karena body-nya yang sama namun lebih ramping (sedikit) ini, bakal dibandrol dengan harga 20 jutaan. Lebih lanjut Yamaha Lexi disebutkan sebagai prodak trendi yang menawarkan kepraktisan sekaligus fitur canggih guna menarik pelanggan.

Sederet Fitur Canggih Membuat Pengendara Nyaman Bersama Lexi

Sumber : Antara.com

Bersama Yamaha Lexi, pengendara pasti akan nyaman ketika berkendara. Lantaran beberapa fitur canggihnya memanjakan pengendaranya selama perjalanan. Seperti electric power socket yang membuat pengendara dapat men-charger gawai pintarnya agar tetap terhubung tanpa kehabisan baterai.

Selain itu adanya Smart Key System menjadikan motor ini terkesan mewah dan elegan, ditambah adanya Immobilizer dan Answer Back System yang memudahkan Bung untuk mencari kendaraan di parkiran. Namun untuk fitur ini hanya tersedia di tipe Yamaha Lexi S.

Body-nya Pun Terasa Lebih Ramping Dari Induknya, NMAX

Sumber : Antaranews.com

Guna melengkapi beberapa seri sebelumnya seperti NMAX, XMAX, TMAX dan AEROX 155, Lexi pun diperkenalkan di tahun 2018. Kalau melihat secara mata telanjang dari segi body memang mirip NMAX, namun lebih ramping dan keliatan seksi. Selain itu bobot dari Lexi pun lebih ringan dari pada pendahulunya. Sehingga nyaman untuk digunakan beraktivitas harian terutama bagi Bung yang kerjanya mobile.

Baby NMAX Siap Terjun Ke Aspal Dengan Torsi Merata Di Setiap Putaran Mesin

Sumber : Merdeka.com

Siap meluncur di pasaran tentu Yamaha tidak melepaskan dagangannya begitu saja tanpa kualitas yang mumpuni. Setelah dimanjakan lewat fitur-fitur canggih yang tersedia, untuk urusan mesin juga sama baiknya. Karena motor Yamaha Lexi mengusung mesin Blue Core 125cc LC4v, yang juga dimiliki pesaingnya Vario 125.

Lewat mesin Blue Core 125cc LC4V, dilengkapi dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat torsi merata disetiap putaran mesin sehingga tenaga yang dipacu pun akan maksimal. Itu pun masih dilengkapi dengan Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Memacu Kecepatan Dengan Matang, Tapi Bensin Tetap Irit Untuk Perjalanan Panjang

Sumber : Tribunnews.com

Memadukan mesin berteknologi canggih, VVA, yang mampu membuat kinerja torsi secara maksimal tentu akan berimbas kepada kecepatan dari tunggangan. Jika Bung bergumam dalam hati, “Wah, bensin pasti boros nih!”, santai Bung, karena Lexi memiliki fitur terbaru yang dapat membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih irit.

Sebab, Lexi telah dibekali fitur Stop & Start System yang membuat mesin mati saat berhenti lebih dari 5 detik, seperti saat sedang macet di jalan atau bertemu lampu merah. Tak perlu stater untuk menyalakan kembali. Saat tuas gas diputar, motor sudah dapat kembali beraksi. Fitur ini mengurangi risiko bahan bakar terbuang percuma saat motor sedang berhenti.

Berkendara dengan Lexi jelas lebih irit karena memiliki fitur STOP & START SYSTEM yang membuat mesin STOP/Mati saat berhenti lebih dari 5 detik dan START/Menyala kembali saat tuas gas diputar. Fitur ini mengurangi risiko bahan bakar terbuang percuma saat motor sedang berhenti.

Warna Menarik Tersemat Pada Produk Anyar Yamaha Lexi

Sumber : Tribunnews.com

Desain Lexi yang mewah dan elegan diselaraskan dengan tampilan warna yang atraktif guna menguatkan kesan elegan. Warna matte menjadi pilihan dasar warna di Baby NMAX, seperti Matte Red, Matte Grey dan White. Sedangkan Yamaha Lexi-S memiliki varian Matte Blue, Matte Grey dan Bronze.

Selain itu dengan lampu depan Grand LED membuat Lexi menjadi terlihat berkelas sebagai motor matic, ditambah Digital Speedometer yang modern dan informatif akan memudahkan pengendaranya. Keberadaan lampu Hazzard pun akan meningkatkan keamanan apabila pengendara mengalami mogok atau ban bocor yang berguna sebagai tanda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiring Men

Elders Garage: Pembuat Motor Jokowi Yang Awalnya Tukang Tambal Ban

Penggila modifikasi khususnya Chopper sepertinya masih terkesima ketika Presiden Jokowi memamerkan sepeda motor berwarna emasnya. Dengan menggunakan mesin Royal Enfield 350cc, motor itu dibuat oleh tangan-tangan terampil khas anak negeri.

“Saya baru saja membeli motor hasil modifikasi Chopperland dari bengkel ‘Elders Garage’,” demikian tulisan Presiden Jokowi di akun twitternya ketika itu.

Sontak banyak mata langsung tertuju pada Elders Garage. Siapa mereka dan semewah apa bengkelnya hingga mendapat kehormatan membangun motor milik seorang presiden?

Dulunya Hanya Bengkel Tambal Ban

Adalah Andrianka salah satu yang mengawali kelahiran Elders Garage. Tapi jangan segera berpikir ia mengawalinya dengan bengkel mentereng dan kocek tebal. Angka begitu ia biasa disapa, mengawali membuka bengkel bersama kawan-kawannya.

source:instagram/elders_garage/

Sebuah bengkel bertajuk Krisda motor dibuka di daerah Kebon Jeruk. Sebuah bengkel sederhana shanya seluas 4×4 meter yang menerima service ringan dan terutama tambal ban. Yup, Angka dulu hanya berkutat seputar tambal ban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Film

Mari Bung Mengenali Motor Yang Ditunggangi Dilan Di Dalam Filmnya

Belakangan ini film Dilan 1990 menjadi perbincangan berbagai kalangan. Terutama anak muda yang kepincut alur cerita cinta antara Dilan dan Milea, buah karya dari novelis Pidi Baiq. Setelah di angkat ke layar lebar, film ini berhasil tembus hingga lebih dari 3 juta penonton. Menariknya, Dilan yang diceritakan sebagai panglima tempur geng motor menaiki sebuah motor lawas. Motor itu adalah Honda CB 100 atau yang dikenal dengan Honda Gelatik.

Sutradara Dilan 1990, Fajar Bustomi mengatakan kalau motor CB 100 yang dipakai shooting ada dua. Satu motor punya dia, dan satunya lagi milik PH Falcon Pictures. Tidak banyak modifikasi dari Honda CB 100 yang digunakan ini, ubahannya pun hanya sebatas sepatbor, knalpot dan nomor plat yang dicopot demi menyamakan dengan karakter Dilan yang badung di era 90-an.

Meski Motor Tua Tapi Akselerasi Masih Muda

Sumber : Fncounter.com

Motor keluaran tahun 70-an ini sudah tak lagi dapat dibilang muda, bahkan beberapa sparepart originalnya bisa dikatakan mulai langka. Meskipun tua tapi untuk soal akselerasi motor ini masih mumpuni lho Bung. Lantaran mesin yang dimiliki sangat bagus walaupun hanya 100 cc, tetapi untuk akselerasi motor ini masih oke kok Bung. Apa lagi kalau Bung mempunyai kocek lebih, motor ini bisa dioprek untuk mendapatkan tenaga yang gahar hingga dapat bersaing dengan motor baru saat ini.

Perawatannya Pun Relatif Mudah Dan Terjangkau Bung

Sumber : Sayonaracycles,com

Meskipun sparepart orisinilnya sukar ditemukan, bukan berarti membuat motor ini sulit dirawat. Malah kebalikannya, dibanding motor klasik atau lawas lain motor ini termasuk dalam kategori mudah dirawat. Jadi Bung yang berniat mencari motor ini agar terlihat badung tapi keren seperti Dilan, tak perlu mengkhawatirkan soal perawatannya. Lebih baik kerahkan tenaga Bung untuk mencari aksesoris bagi motor tua ini saja.

Dibalik Modelnya Yang Klasik Dan Elegan, Honda CB 100 Sangat Mudah Dimodifikasi

Sumber : Kissfmmedan.com

Pasti banyak diantara Bung yang berburu Honda CB 100 lantaran sangat mudah dimodifikasi. Kalau berbicara modifikasi Honda CB 100, banyak jenis yang dapat diaplikasikan pada motor ini. Seperti gaya cafe racer, bobber, jap style hingga beberapa gaya modifikasi lainnya. Semua gaya yang diaplikasikan dapat disesuaikan dengan selera pribadi dari sang penunggang besi tentunya.

Harga Jual CB 100 Pun Tetap Dapat Bertahan Bung, Meski Eranya Sudah Dimakan Zaman

Ketika seseorang membeli sebuah kendaraan, pertimbangannya tidak hanya dari model namun juga dari harga jual. Lantaran harga jual menjadi pertimbangan apabila sang pemilik jenuh dengan tunggangannya. Namun, Honda CB 100 termasuk motor lawas yang harga jualnya tidak turun, beda dengan motor jaman sekarang yang harganya dapat anjlok di pasaran. Apa lagi kalau Bung memiliki motor CB 100 dengan sparepart yang masih orisinil. Otomatis harga jual bisa mahal. Untuk harga CB 100 tahun 1970  saja dihargai 5 juta, sedangkan keluaran tahun 71 dan 72  berada di harga 4,5 juta dan 4 juta. Untuk motor CB 100 yang sudah dimodifikasi bisa mencapai 10 juta Bung.

Lantas Kenapa Dinamakan Honda Gelatik?

Honda CB 100 merupakan motor yang langka di zaman sekarang. Lantaran sudah tidak lagi diproduksi oleh produsennya, Honda. Untungnya mesin yang dimiliki Honda CB 100 sangat kuat hingga dapat bertahan hingga sekarang. Oleh karena itu Honda CB 100 pun dinamakan Honda Gelatik karena keberadaannya yang kini langka.

Gelatik lebih dikenal sebagai jenis burung di areal sawah dan ladang yang suka menyantap biji-bijian, buah dan serangga. Karena perburuan liar dan menyusutnya habitat hidup membuat burung ini sulit ditemukan. Selain itu bentuk dari Honda CB 100 pun diasosiasikan seperti burung gelatik dengan spot warna putih sekaligus kepala (headlamp) berwarna hitam yang merupakan ciri kisah burung tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top