Otomotif

Menggali Sisi Keren Lewat Motor Matic Suzuki Nex II

Untuk menjadi keren memang bisa melalui banyak opsi dan alternatif. Bung bisa memulai dari pakaian atau dari sikap. Namun, bagaimana kalau dimulai dari tunggangan? Bertanya-tanya soal motor, tunggangan yang keren memang beragam Bung. Mulai dari menunggangi motor sport atau motor ubahan seperti cafe racer dan sejenisnya.

Berbicara perkara keren di mata laki-laki bung, Suzuki yang baru saja memperkenalkan secara megah produk terbarunya, Suzuki Nex II, dalam ajang pameran IIMS beberapa waktu lalu. Kembali mengundang kami untuk memperdalam evelousi Nex ini, guna menjabarkan dapur pacu dan filosofi dari tampilan dalam lima varian. Oleh karena itu Suzuki coba menawarkan #KerenCaraBaru dengan memplot motor matik ini menjadi hal yang keren secara tampilan dan ketika dibawa jalan.

Suzuki Nex II adalah cara bernampilan lewat tunggangan dengan cara baru yang dimaksud Bung. Motor matic ini merupakan versi perubahan dari pendahulunya, Suzuki Nex. Suzuki Nex II baru saja diresmikan oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di ajang IIMS beberapa waktu lalu. Lewat matic keren ini, cara baru pun coba disampaikan dari Suzuki kepada para pelanggan.

Fitur Baru Memudahkan Motor untuk Dihidupkan

Elektrik starter yang dimiliki Suzuki Nex II menjadi fitur terbarukan guna membantu motor gampang dihidupkan. Lewat Suzuki Nex II, Bung tak perlu lagi mengalami kesulitan dalam menghidupkan roda dua, apalagi starter yang terdapat di Suzuki Nex II sangat mengandalkan baterai yang tidak perlu Bung khawatirkan apabila habis. Sehingga Bung tidak perlu lagi menyela motor atau mengalami macetnya starter hingga membuat Bung keringetan demi mengusahakan hidupnya roda dua, yang tentu saja bakal mengurangi daya kekerenan.

Mesin Memacu Roda Dua Menghadapi Ganasnya Ibu Kota

Menghadapi jalan yang macet dan tak bisa diprediksi kadang menjengkelkan ya, Bung? Meskipun Google Maps menyuruh lewat jalan pintas, ternyata macet pun tak dapat dilibas. Demi menangkal hal yang tidak keren sewaktu menaiki roda dua, Suzuki Nex II bisa menjadi jawabannya. Otomatis macet pun bukan lagi masalah serius Bung. Mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Jadi Bung, yang sedang didesak waktu untuk meeting atau jemput si nona pun tak lagi telat, karena telat adalah hal yang tidak keren.

Manuver Taktis Dan Lincah Tak Membuat Bung Goyah di Jalan

Bermanuver cantik bukan lagi mimpi bagi Bung, karena Suzuki Nex II menjawab hasrat dan birahi Bung yang suka bermanuver di jalan dengan tetap membawa rasa aman. Manuver yang dimiliki evolusi Suzuki Nex berkat perubahan Wheelbase yang semula 1.235 mm kemudian ditinggikan menjadi 1.260 mm di Suzuki Nex II. Bung percaya bukan kalau handal manuver di jalan bisa meningkatkan kekerenan? Bak pebalap Moto GP menikung di lintasan.

Body Terlihat Gagah Setelah Banyak Perubahan yang Dilakukan

Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertama, Nex memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Meskipun berukuran lebih besar dari pendahulunya, Nex II masih memiliki prinsip sebagai kendaraan roda dua yang berukuran kompak dan ramping. Jadi dari segi tampilan masih terlihat gagah meskipun ditunggangi oleh orang berbadan besar sekalipun.

Sekaligus Desain yang Tersemat Sangatlah Menawan dan Sedap Dipandang

Desain yang dirancang dengan cita rasa kekinian diyakini dapat membuat Bung nyaman guna berpergian ke mana saja. Apalagi varian yang ditawarkan banyak dan beragam seperti kesan sporty dan energik yang terdapat di Sporty Runner, kemudian ada Fancy Dynamic yang menonjolkan kedinamisan dan kreativitas generasi muda zaman sekarang yang makin stylish.

Untuk Bung yang memiliki karakter berkelas terdapat Elegant Premium. Selain itu ada pula varian Elegant dan Standard yang masing-masing menonjolkan sisi ekonomis tapi berkelas. Sisi keren ternyata tak hanya dapat dihasilkan oleh motor besar dan motor ubahan, tetapi bisa ditimbulkan lewat motor matic macam Suzuki Nex II.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Paketan Motor Sport yang Dicintai Dari Suzuki Memadukan Kecepatan Dan Melesatnya Penjualan

Pangsa penjualan otomotif khususnya di roda dua sebenarnya kurang tercapai dari segi target dalam skala nasional di tahun 2017. AISI selaku Asosiasi Industri Sepedamotor pun membenarkan hal tersebut. Penjualan di tahun lalu diharapkan mampu menyentuh angka 5,9 juta unit secara nasional tidak terealisasikan lantaran hanya menyentuh di angka 5.886.103 unit. Jumlah tersebut merupakan penurunan 0,76 persen. Di tahun 2016 penjualan roda dua berhasil mencapai 5.931.285.

Lantas bagaimana para perusahaan motor asal Indonesia menyikapinya bung? dari sekian perusahaan motor yang hadir di Indonesia, ternyata Suzuki merupakan pemain yang berhasil dengan mencatatkan penjualan tertinggi sebesar 27 persen. Dan menurut Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS, tahun lalu merupakan momen kebangkitan dari Suzuki.

“Tahun 2017, merupakan tahun kebangkitan bagi kami. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan konsumen setia Suzuki atas produk baru Suzuki. Di tahun 2018, kami akan menjawab ekspektasi konsumen dengan menghadirkan beberapa pilihan produk baru, program penjualan, pelayanan aftersales, serta event-event menarik lainnya,” ujar Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS.

Usut punya usut keberhasilan Suzuki untuk bangkit terletak pada kecanggihan dan kehandalan pada mekaniknya. Khususnya dalam mengeluarkan produk Suzuki GSX-R150 dan Suzuki GSX-S150. Khususnya GSX-R150 yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap penjualan Suzuki sebanyak 40% bung dengan jumlah 28.982 unit.

Sebagai pemain lama yang pernah mengecap kesuksesan di era 90-an, tentu saja perusahaan asal Jepang ini ingin kembali berada di era tersebut. Apalagi Suzuki merupakan pemain yang diperhitungkan di kelas motor sport. Contohnya saja seperti RGR yang menjadi “jagoan” di pasar motor berbaju dengan mengedepankan teknologi diantara kompetitor.

Berkat cerita dan sejarah yang pernah tertuang di tahun 90-an. Suzuki coba membangkitkan lagi ke era keemasannya. Untuk meramu dan menggarap kelas motor sport Suzuki pun melakukan percobaan secara serius dan matang. Mengingat motor RGR diminati lantaran teknologinya maju, dua motor sport GSX-R150 dan GSX-S150 pun dibekali fitur tercanggih dan terkini.

Mata mungkin bakal tertuju ke penampilannya yang sporty, tapi kalau lebih jeli lagi mata bung bakal disambut LCD Speedometer full digital. Di kelas Suzuki GSX-R150 fitur tanpa kunci atau Key-less Ignition System menjadi teknologi menarik. Lantaran bung sebagai pengendara tak perlu lagi memutar anak kunci di rumahnya. Dengan menekan tombol starter makan mesin akan hidup dengan mengantungi sensor. Fitur ini menjadi terdepan di kelasnya.

Dari dapur pacunya saja sudah dibekali mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. Sehingga duo GSX bisa meluapkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Salah satu yang digadang dapat diminati dari GSX pemilihan mesin berjenis over stroke atau Square. Dapur pacu GSX-R150 mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya 62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm). Over stroke hampir sama dengan mesin bore yang lebih kalem pada putaran bawah. Dengan menjadikan GSX-R150 ramah di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Berbicara soal kecepatan yang selalu jadi pemantik bung untuk memacu adrenalin, motor ini bisa melesat hingga 13.000 RPM dengan tenaga maksimal berada di 18,9 dk dengan torsi 14 NM. Sebagai catatan sifat asli over bore mulai terlihat pada putaran menengah dan atas dimulai di angka 7000 RPM.

Kecepatan yang tak main-main, begitupula dengan tampilan. Perkembangan warna dan tren yang dicintai warga tanah air membuat Suzuki GSX-R150 memberikan beberapa varian warna seperti Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

GSX-R150 dan GSX-S150 timbul menjadi primadona dan idola baru di kalangan otomotif. Tentu saja pihak Suzuki ingin tren ini tersebut belanjut di tahun ini. Hal ini pun disampakan Yohan yang mengharapkan penjualan dapat tumbuh melewati 100.000 unit.

“Meskipun pasar tidak bergerak naik, kami mengharapkan tetap mendapat bagian yang lebih. Yang kami kejar kenaikan tahun ini dari tahun lalu itu kurang lebih, mungkin 40 persen atau syukur bisa 50 persen,” pungkas Yohan.

Kecanggihan, kecepatan dan tampilan diramu secara menarik. Persuahaan yang telah berdiri sejak tahun 1909 ini nampaknya memiliki blue print yang mana dikeluarkan sebagai senjata ampuh guna menghempas kompetitornya. GSX Series menjadi bukti kalau Suzuki masih bertaji, jadi tak salah kalau GSX Series menjadi paketan motor sport yang dicintai.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Review

Berkelana Lewat Jalur Darat Serunya Tanpa Syarat

Ketika ditanya akan pakai moda transportasi apaa ketika traveling, banyak dari Bung yang mungkin menghindari jalur darat. Alasannya lantaran memakan waktu lebih lama dan dianggap melelahkan. Sedangkan Jalur udara alias pesawat menjadi opsi utama nan primadona,  karena memangkas waktu dan tenaga lebih banyak.

Padahal dibalik peliknya jalur darat banyak juga untungnya saat bung melakukan perjalanan, terutama baik bagi peremajaan mata dengan melirik pemandangan yang begitu segar dan asri. Sehingga mampu menyejukkan hati.

Selain itu jalur darat memang banyak rintangan dan halangan, seperti macet ataupun mogoknya kendaraan di jalan bisa menjadi sebuah kejutan. Kendati begitu kalau bung melakukan bersama teman, seperjalanan barang tentu hal seperti itu bakal menjadi sepenggal kisah yang nantinya menjadi unggahan cerita lucu antara bung dan teman-teman. Dibalik kalian yang kerap mencari promo tiket maskapai secara random di akhir pekan, lebih baik duduk manis biar kami jelaskan enaknya jalur darat guna menjadi teman perjalanan.

Merencanakannya Sudah Menjadi Keseruan Lantaran Banyak Hal yang  Harus Diperhatikan

Ini memang betul, dan tak maksud menakut-nakuti atau bersikap berlebihan. Karena ada beberapa hal krusial yang tidak boleh luput dari perhatian, seperti pemilihan rute, waktu istirahat, sampai kepada apa saja yang perlu dibawa selama perjalanan.

Untuk membicarakan hal seperti itu saja sudah mengudang seru dan penasaran, terutama rute lantaran itu bakal menjadi track bung nantinya guna melancong ke tempat tujuan. Kalau bisa pilihlah rute yang aman sekaligus yang menawarkan banyak pemandangan, sontak bung bakal terpukau dengan mengendurkan gas sembari menikmati alam ria yang menyambut mesra.

Terdorong Dapat Pengalaman Baru Karena Memahami Budaya Lokal

Sudah sewajarnya kalau bung lewat jalur darat pasti mampir ke suatu tempat. Celoteh berangkat tepat waktu rasanya jauh dari bayangan, kan? Rasa penasaran yang selalu hadir kala menengok ke kanan dan ke kiri membuat bung kerap menyambangi tempat baru satu per satu yang searah ke tempat tujuan.

Meskipun tidak lama, namun tetap saja bakal menyimpan banyak pengalamanan. Bisa dari pengalaman lidah yang begoyang kalah mencicipi masakan, ramahnya orang-orang tersebut sampai tradisi adat yang perlihatkan. Singkat namun berkesan, itulah jalan darat.

Setiap Liburan Akan Jadi Lebih Berarti

Memilih jalur darat dalam liburan, seperti menumbuhkan jiwa liburan itu sendiri lho bung. Perjalanan yang disuguhkan lewat lintasan dan riuhnya alam, kian menyambut bung sebagai pendatang. Meskipun banyak berjarak singkat atau tidak terlaalu, esensi perjalanan kian melekat.

Setiap tikungan dan lintasan serasa punya cerita, bung tak hanya terkesan jalan begitu saja tetapi sembari membangun kisah perjalanan antara rumah dan tempat wisata. Serasa memiliki koneksi dengan kota tersebut dan tak mau buru-buru pulang.

Sudah Pasti, Ada Pemandangan Indah yang Menemani

Pemandangan menjadi salah satu suguhan yang paling didamba-dambakan oleh seseorang yang kerap senang melakoni jalan darat. Pegunungan, sawah, hutan belantara sampai laut menjadi menu perjalanan yang tak bisa bung sia-siakan.

Mata pun menjadi segar meskipun badan sudah tak terlihat bugar lantaran sudah dihajar di jalan selama berjam-jam. Tetapi tak ada yang bisa mengobati secara sempurna rasa lelah perjalanan terkecuali lewat pemandangan.

Apalagi Memilih Touring Dengan Roda Dua Tentu Sensasi Berbeda

Berjalan dengan kuda besi ke tempat yang bung tuju sudah menjadi bumbu tersendiri bagi laki-laki. Touring, adalah agenda aktivitas dari kegiatan ini yang kerap dilakukan dalam perjalanan antar kota. Mau ada komunitas resmi ataupun hanya kalangan pertemanan saja. Tentu tak jadi masalah, yang penting perjalanan dapat bermakna, dengan kawan yang ada sekaligus saling menopang saat tempat mengalami kesusahan.

Soal kendaraan, kamu bisa mempercayakan kuda besi dari Suzuki yaitu Suzuki GSX-S150. Kamu jangan khawatir, tak hanya nyaman dipakai berkendara sehari-hari, motor ini pun tetap menunjukkan performa yang mumpuni untuk durasi perjalanan jauh.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

 

Tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Manajemen mesin GSX-S150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Nah dengan motor sekilas GSX -S150 bung semakin percaya kalau jalur darat tidak membosankan begitu saja, dengan kecepatan dan kenyamanan yang ditawarkan tentu perjalanan daratmu malah menjadi berkesan. Sampai bung ketagihan untuk melakukannya lagi dan lagi.  Jadi sudah jelaskan kala jalan darat anti boring bung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Modifikasi

Fenomena ‘Kabel Setan’, Sang Pendongkrak Daya Kecepatan Bagi Roda Dua

Membuat roda dua melaju lebih cepat kerap dilakukan lewat pengoprekan mesin dengan mengganti piston atau mengoprek ruang pembakarannya. Namun, tanpa perlu susah-susah seperti itu, ada kabel yang dapat membuat kuda besi makin lincah yakni dengan accent wire atau kabel setan sebagai kabel pengantar koil. Penggunaan kabel setan bisa menambahkan tenaga hingga menaikkan satu daya kuda.

“Sudah banyak yang pakai kabel setan, udah dicoba juga dyno tes pakai ini tenaga naik 1 HP lah,” ungkap Juki, mekanik R59 Matic Shop di wilayah Tangerang dilansir dari Kumparan.

Accent wire adalah kabel sepanjang kurang lebih 10 cm yang kedua ujungnya dapat disambungkan ke kabel koil. Dengan cara kabel plus koil dicabut, kemudian pasang ujung kabel setan ke kabel koil, sementara ujung kabel setan lainnya dipasangkan ke kabel koil yang dilepas tadi sehingga seperti kabel koil yang dipanjangkan.

Tak hanya tenaga saja yang ditingkatkan oleh kabel setan ini, penggunaan kabel ini juga dapat mengefisiensi bahan bakar. Bahkan, Juki, sang mekanik sudah menguji terlebih dahulu sebelum melepasnya ke pasaran.

Untuk pemasangan pun tidak sulit, hanya butuh plug and play. Kabel sepanjang kurang lebih 10 cm itu memiliki kedua ujung yang dapat disambungkan ke kabel coil. Caranya kabel plus koil dicabut, kemudian pasang ujung ‘laki’ kabel setan ke kabel koil, sementara ujung ‘perempuan’ kabel setan dipasangkan ke kabel koil lainnya yang dilepas tadi, sehingga seperti kabel koil yang dipanjangkan.

“Jadi sebelum kita pasang, ini dipakai ojek online, katanya tarikan lebih enteng sama irit. Vario 150 gue juga pasang kok, tarikan gasnya berasa aja dari bawah ke atas. Biasanya Ciputat ke Pulogadung pulang pergi pakai Pertamax Turbo sisa sedikit, ini pas pakai kabel setan tangki bensin masih banyak aja,” tuturnya sambil tertawa.

Kabel ini sendiri dibanderoli harga Rp 125 ribu dengan ongkos pasang. Dibalik namanya yang nyentrik, Juki pun beralasan karena tidak yang mengetahui komponen yang berada di dalam kabel tersebut hingga mampu mendongkrak tenaga dan bahan bakar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Ignis Semakin Tak Terkalahan, Sedangkan Datsun Cross Terjun Leluasa

Pasar otomotif khususnya citycar memang terus munculkan persaingan, meskipun secara pasar kalah dibanding segmen lain serupa LMPV atau SUV. Model baru city car yang hadir salah satunya adalah Datsun Cross.

Akan tetapi model tersebut tetap kalah dengan hadirnya Suzuki Ignis. Mobil ini dapat dibilang seperti raja di pangsa pasar city car yang penjualannya di bulan April 2018 sudah mencapai 766 unit, total untuk kuartal pertama saja sudah menyentuh 4.795 unit.

Sedangkan Datsun Cross mengalami penurunan yang signifikan. Terbukti pada bulan April, total hanya 13 unit terjual, padahal sebelumnya di bulan Maret model baru ini telah terjual sampai menyentuh angka 2.223 unit.

Tentu saja hal ini membuat Datsun berada dibawah penjualan city car versi lawas seperti Honda Brio yang terjual 685 unit di bulan April 2018, Nissan March sebesar 127 unit masih di bulan yang sama, dan yang terakhir Daihatsu Sirion dengan 70 unit penjualannya.

Sedangkan yang paling mengenaskan justru jatuh kepada Mitsubishi Mirage, yang pada bulan April lalu tidak mencatatkan penjualan sama sekali, Bung. Penjualan pun terjadi hanya di bulan Maret 2018, itu pun hanya 10 unit.

Kalau merujuk dari data Gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama empat bulan awal di tahun 2019, penjualan city car Tanah Air mampu menembus 13.320 unit. Bahkan angka ini lebih baik dibanding tahun lalu dengan penjualan yang hanya 8.716 unit. Meskipun angka tersebut juga masih belum dapat menyaingi segmen lain yang jelas lebih besar perolehan penjualannya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top