Sport

Mantan Pesepakbola Indonesia Memilih Melatih Tim Usia Dini, Demi Terhindar Dari Praktik Kotor

Sudah bukan kasus baru sebenarnya apabila berbicara tentang isu suap sampai pengaturan skor di kompetisi persepakbolaan kita bung. Praktik kotor seperti terus mengumpat dibalik tabir-tabir bendera fair play yang kerap berkibar. Pasalnya praktik kotor ini tidak hanya menyerang pemain, namun bisa juga pelatih sampai jajaran official tim.

Mungkin karena alasan itu lah, mantan striker Indonesia di era 2000-an yang memiliki julukan Si Piton, Budi Sudarsono. Menghindari melatih beberapa klub yang berkecimpung di kompetisi agar menjauhkan dari praktik kotor. Budi justru melatih pemain usia dini semacam SSB. Lantaran klub profesional yang berkiprah di kompetisi resmi di Indonesia kerap melakukan praktek kotor.

Beberapa tahun terakhir sepak bola kita sangat kotor. Saya tahu kondisi ini dari diskusi dengan sesama mantan pemain atau saat jadi asisten pelatih di Kalteng Putra. Makanya, saya lebih baik menjauh. Saya melatih anak-anak kecil saja,” katanya dikutip dari Bola.com

Mantan striker Timnas Indonesia yang memiliki lisensi B AFC pernah menjabat jadi asisten Kas Hartadi di Kalteng Putra yang berkiprah di Liga 2. Kini mantan pemain Persik dan Persija pun menyayangkan apa yang terjadi sekarang. Bahkan ia membandingkan persepakbolaan era dirinya dengan yang sekarang.

Saat era klub boleh pakai dana APBD, sepak bola kita bersih. Kami bermain sportif, karena kami mengejar iming-iming bonus dari pengurus, bukan dari bandar. Klub-klub tak butuh bandar, karena semua klub punya dana melimpah,” ungkapnya.

“Saat itu klub jorjoran memberikan bonus kepada pemain. Tiap pemain tampil habis-habisan mengejar bonus itu. Kalau kami kalah benar-benar kecewa, karena bonus hilang. Jika menang, kami senang sekali,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Edy Rahmayadi : Saya Tak Mau Mundur Dari PSSI

Kekecewaan para pecinta sepakbola akhir memaksa mereka meneriakkan Edy out beberapa waktu lalu. Hal ini semakin santer terdengar sentara buruknya penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Timnas gagal lolos ke babak semifinal dan itu membuat pendukung kecewa. Menanggapi hal tersebut Edy justru menyatakan bertahan sampai 2020. .

Saya tak mikirin itu, yang penting Anda tak menyuruh saya mundur ajalah. Kalau kalian pun nyuruh mundur, saya tak mau mundur. Tolong kalian buat “Edy bertahan sampai 2020”. Sampai pada kongres berikutnya,” kata Edy Rahmayadi dikutip dari CNNIndonesia.

Edy mengaku cinta dengan PSSI, jadi desakkan publik yang menyuruhnya mundur tidak akan mempengaruhinya. Saat menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Edy menyatakan telah membuat rencana jangka panjang agar PSSI berjalan lebih baik. Kemudian kongres juga telah dilakukan.

Saya tak mau mundur dari PSSI. Karena saya cinta dengan PSSI. Kita punya manajemen. Ada waktu kegiatan kongres tahunan, ada kegiatan evaluasi, setiap periode ada jadwalnya. Jadi di mana pun Ketua PSSI berada itu tak masalah. Tapi ini harus berjalan semuanya. Di PSSI ini lengkap ada pengkaji disiplin, kepala staf, sekjen. Semua ini tak bisa memutuskan satu persoalan karena ada statuta yang mengaturnya,” tutur Edy.

Sebelumnya Edy sempat berpikiran untuk mundur dari ketua umum yang mengurus persepakbolaan Indonesia. Tetapi rencana tersebut kemudian tidak direalisasi. Alasan kenapa Edy ingin mundur karena ia tidak ingin menjadi sasaran bully dari berbagai pihak.

Memang ada di benak saya akan mundur, iya, tapi bukan karena saya tak bisa menangani ini, bukan itu persoalannya. Tapi karena kepentingan pribadi saya. Saya kepengin santai, tak ingin di bully-bully,” ucap Edy memberikan penjelasan.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Kapten Sriwijaya FC Mengungkap Sisi Gelap Sepakbola Indonesia Saat Dirinya Disuap 400 Juta

Belakangan ini isu tentang mafia pengaturan skor yang terjadi di sepakbola sedang ramai diperbicangkan berbagai kalangan, mulai dari masyarakat sampai petinggi federasi sepakbola Indonesia. Sampai-sampai Yuu Hyunkoo pun buka suara terkait kasus ini. Saat itu ia pernah ditawari uang sebesar Rp 400 juta oleh oknum yang ingin merekayasa skor pertandingan.

Pertama kali kasih uang ke saya 400 juta, tapi dia mau kasih bagi pemain lain. Kamu mau pemain siapa-siapa apakah kiper, pemain belakang. Saya bilang saya ga mau. Tapi dia bilang ada mau ketemu saya. saya ga mau. Karena saya mau pemain bola bukan saya pemain mafia,” ujarnya dilansir BolaSport.com

Sebagai pesepakbola yang jujur dan kapten dari suatu tim, Yuu Hyunkoo secara gamblang mengatakan tidak ingin menikmati uang dari mafia tersebut. Secara jujur, ia mengaku kerap mendapat ancaman dan tekanan dari oknum tersebut. Mafia pengaturan skor dalam sepakbola memang mengerikan, dua teman dari kapten Sriwijaya FC ini sampai bunuh diri karena tak kuat kerap ditekan.

“Terjadi pernah 3 tahun lalu terjadi seperti itu. Teman-teman saya banyak yang dimasuki seperti itu, dua teman saya bunuh diri karena ada aturan seperti itu,” tuturnya.

Nama Yuu Hyunkoo saat ini dianggap sosok yang bertanggung jawab karena membuat Sriwijaya FC terserok ke posisi buncit klasemen, pasalnya ada dugaan pemain ini terlibat dalam pengaturan skor. Meskipun ia langsung membantah dengan mengutarakan langsung kepada manajer Sriwijaya FC.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Fakhri Husaini : Nama Vigit Waluyo Diketahui Semua Pemain dan Pelatih di Indonesia

Dalam sebuah acara di salah satu televisi di Indonesia yang mengupas tuntas polemik praktik kotor sepakbola tanah air. Ada satu nama yang kerap disebut sebagai salah satu dalam pengaturan skor sepak bola nasional. Vigit Waluyo adalah satu nama yang kerap dijadikan pembicaraan oleh para narasumber di acara tersebut.

Fakhri Husaini pelatih timnas U-16 Indonesia yang membawa juara Garuda Muda pada ajang Piala AFF U-16 beberapa waktu lalu, tak ketinggalan membicarakan nama yang satu ini. Vigit ditengarai pernah membawahi Deltras Sidioarjo. Fakhri pun menjelaskan kalau semua pemain dan pelatih tahu siapa itu Vigit.

“Semua pemain bola dan pelatih di Indonesia pasti tahu Vigit itu siapa,” kata Fakrhi Husaini.

Sebelum itu, Bambang Suryo menyatakan kalau Vigit sebagai salah satu dalang pengaturan skor di sepak bola Tanah Air. Bahkan Bambang sudah mengenal sosok Vigit sejak era Galatama. Jadi ia pun tak heran kalau Vigit menjadi aktor utama. Kini Vigit masuk dalam jajarang manajemen klub Liga 2. Konon ia berada di PS Mojokerto Putra.

Firman Efendi selaku Presiden Mojokerto Putra, merespon dengan melakukan perombakan internal apabila benar ada praktir kotor dalam tubuh tim. Karena sejauh ini nama klub kebangaan kota Mojokerto tersebut kencang dengan keterlibatan pengaturan saat sosok Vigit Waluyo berada di sana.

“Ke depan saya akan mengevaluasi semua jajaran terkait hal itu. Jika memang ada permainan kami tidak bisa gunakan lagi di tahun 2019. Harus dibongkar semua,” tegasnya dikutip dari Bolasport.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top