Lifestyle & Fashion

Kalau Tak Ingin Dicap Om-om, Jangan Buka Kancing Kemeja Cuma Buat Pamer Bulu Dada

Kecuali Bung memang sudah siap dipanggil ‘Om’ oleh sekumpulan cewek-cewek yang ada di sekitar Bung, ya tidak apa-apa kalau Bung mau bertingkah bak om-om parlente. Tapi sebentar, di mata cewek itu biasanya om adalah sosok pria yang memang seumuran dengan ayah mereka. Memangnya Bung sudah setua itu? Belum kan?

Dipanggil ‘om’ oleh keponakan yang masih balita mungkin sah-sah saja. Tapi coba bayangkan kalau si nona atau mungkin anak millenials di sekitarmu malah merasa penampilan Bung memang seperti om-om. Bung perlu tahu, karakteristik pria yang dikategorikan om-om itu jelas sekali terlihat. Bukan hanya dari penampilan, tapi juga tingkah lakunya. Duh, sepertinya ada yang perlu dirombak nih.

Bung Masih Suka Pakai Kemeja dengan Kancing Terbuka? Sekarang Sudah Bukan Zamannya Pamer Bulu Dada Bung!

Bung, coba rombak dulu bacaan atau referensi soal fesyen. Barangkali memang ada yang perlu dikoreksi dari situ. Walau sehari-hari Bung mungkin bekerja dengan setelan rapi, lebih baik biarkan apa adanya. Jangan sekali-kali melepas dua hingga tiga kancing kemeja sampai bulu dada Bung menyembul. Mungkin di benak Bung, hal itu bisa mendompleng tingkat kekerenan. Duh, tidak sama sekali. Justru yang ada cuma bikin ilfeel cewek-cewek.

Rapi Itu Bukan Berarti Culun, Masa Iya Pakai Polo Shirt dengan Gaya Pakai Kemeja

Apa yang paling terlihat dari style om-om? Gaya fesyennya yang kurang up-to-date dan cenderung kaku. Misalnya, ada cowok pakai Polo Shirt tapi ujung kaosnya dimasukkan ke celana. Bung seperti ini? Wah, bukan apa-apa, tapi style yang satu ini kelewat old-fashioned banget Bung. Pantas saja Bung dikira om-om.  Kalau mau pakai Polo Shirt ya yang normal-normal saja ya Bung. Yang penting, Polo Shirt itu harus rapi dan disetrika. Supaya lipatan-lipatan di permukaan kaos (mungkin efek digiling di mesin cuci) jadi lenyap dan kaos pun terlihat rapi.

Boleh Saja Pakai Cincin, Asal Jangan yang Berukuran Besar Atau Cincin Batu Akik Bung

Lagi pula, memangnya masih zaman ya cincin batu akik? Coba tanya si nona, kira-kira dia risih atau tidak kalau Bung pakai cincin tersebut? Kalau si nona bilang tak masalah, Bung boleh bersyukur. Sayangnya, cewek seperti itu mungkin skalanya 1:1000. Bung ini masih muda, masih bisa bereksplorasi dengan gaya fesyen yang lain. Tak perlu batu akik atau cincin berukuran besar juga. Kalau memang suka dan ingin pakai cincin, yang lazim-lazim saja. Bergayalah sesuai umurmu Bung!

Kalau Ada Kalung Emas Panjang nan Menjuntai di Leher Bung, Sudahlah, Bung Memang Berjiwa Om-om

Jadi, sekali lagi, selain batu akik, Bung juga harus lebih hati-hati dalam mix-and-match aksesoris. Jangan sampai kalung emas berukuran besar yang hits di era ayah Bung (mungkin), justru Bung pakai demi terlihat necis. Alih-alih terlihat demikian, yang ada si nona malah memicingkan mata atau mungkin menahan tawa.

Simpan Saja Gawai di Kantongmu, Tak Perlu Sampai Memasang Tempat HP Kulit Khas Bapak-bapak

Bung boleh cinta dengan ayah Bung, tapi soal gaya, coba agak visioner. Sadarilah Bung dengan ayah Bung lahir di zaman yang berbeda. Cara tampil dan menjaga penampilan pun berbeda. Sudah bukan zamannya lagi membeli tempat gawai berbahan kulit dan memasangnya di gesper bung. Itu namanya Bung sedang membuat diri Bung jauh lebih tua dua dekade. Coba bayangkan kalau sedang berdiri di tempat umum dan ada si nona yang Bung incar. Bisa jadi si nona malah takut dengan Bung karena mengira Bung ini semacam om-om yang hobi menggoda perempuan muda.

1 Comment

1 Comment

  1. om mu

    February 6, 2018 at 3:38 am

    bung karno, bung hatta, dan bung kusan.
    om om banget cara lu nyapa kita2
    yomamen, call us MEN. bye om

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

1 Comment

1 Comment

  1. om mu

    February 6, 2018 at 3:38 am

    bung karno, bung hatta, dan bung kusan.
    om om banget cara lu nyapa kita2
    yomamen, call us MEN. bye om

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Personality

Bung, Mari Rancang Kesan Pertama dengan Baik, Agar Tak Dipandang Terbalik

First Impression itu sangat amat penting, tidak hanya dalam dunia percintaan saja, persahabatan sekaligus dalam lingkungan kerja itu juga sama. Sebuah pepatah mengatakan kalau, hanya ada satu kesempatan di mana  seseorang dapat membuat kesan pertama.

Tanpa harus ada persiapan, bung harus siap menunjukkan kesan pertama yang terbaik sepanjang waktu. Secara tiba-tiba bung bisa saja dikenalkan orang penting, yang mengharuskan bung harus menggunakan intuisi secara berani bahwa ini merupakan pertukaran kesan yang penting.

Pertukaran kesan biasanya diawali dengan perkenalan dan jabat tangan. Jangan heran kalau ada orang yang menilai secara tidak akurat atau istilahnya menilai dari cover-nya saja. Tak kenal maka tak sayang, adalah istilah yang tepat untuk mereka yang menilaimu dengan salah. Meskipun begitu, tak berarti bung harus acuh terhadap kesan pertama, tetapi bung harus menyiapkan kesan pertama dengan baik.

Agar Efektif Kesan Pertama Harus Dibuka Dengan Senyuman

Satu senyum tulus sejuta kebaikan, namun satu senyum tulus juga bisa sejuta kenangan dan kesan. Psikolog James McConell pun mengatakan bahwa senyuman dapat menciptakan dan membuat kesan pertama berjalan efektif. Serta merta juga menunjukan rasa bahagia.

Karena hal pertama yang diperhatikan saat berkenalan dengan orang adalah ekspresi wajah. Itu hal yang terjadi ketika membuat penilaian awal. Tentu penting untuk terlihat senang dan ramah, menurut Dale Carnegie, motivator pengembangan diri dari Amerika Serikat. Kesan pertama yang baik adalah menunjukkan kalau kita senang saat bertemu orang lain, mengharapkan mereka senang bertemu dengan kita.

Rancang Bahasa Tubuh yang Sesuai

Mimik wajah yang penuh dengan senyum tak serta merta membuat kesan pertama berjalan sukses. Mungkin sebagai pembuka topik perkanalan itu sukses, tetapi bung tidak pernah tahu sampai kapan topik perkenalan ini usai. Bisa jadi hanya menjabat tangan kemudian dua tiga obrolan, perkenalan pun usai dan semua selesai.

Tetapi bisa juga topik perkenalan menjadi obrolan yang panjang. Dalam perkenalan bahasa verbal memang berperan, lantas bagaimana dengan bentuk nonverbal? sebuah riset mengatakan 60 sampai 90 persen menyatakan komunikasi terjadi dalam bentuk nonverbal.

Perhatikan bahasa tubuh saat bertemu seseorang untuk pertama kali penting, seperti jaga postur tubuh agar tetap tegak dan rileks. Jangan lupa untuk memberi isyarat dengan tangan saat kita berbicara.

Paling Penting Untuk Mengingat Nama

Setiap pertama kali mengenal orang lain pasti selalu diawali dengan perkenalan, dan setiap perkenalan tersebut menurut Dale Carnegie sangat penting  untuk mengingat nama orang yang baru saja ditemui. Karena mengingat nama orang lain, adalah bentuk paling krusial dan merupakan bentuk akrab.

Seseorang yang diingat namanya pasti akan mendapat kesan yang istimewa. Meskipun sangat sulit untuk mengingat nama orang yang baru sja ditemui, namun berusaha mengingat akan membantu dalam sebuah percakapan.

Utarakan Niat dengan Jelas Saat Berkenalan

Ada suatu energi yang harus dikeluarkan dalam suatu interaksi, yakni niat. Apa yang menjadi niat awal bung untuk berinteraksi harus bung keluarkan saat obrolan diutarakan dengan orang yang pertama kali bertemu. Selain itu, informasi apa yang ingin bung bagikan dalam setiap keadaan adalah hal yang paling utama, sekaligus mesti tulus saat berdiskusi adalah kunci.

Selanjutnya, Berusaha Terlihat Bijaksana Dengan Tindakan yang Bermakna

Paling penting dalam perkenalan agar dipandang baik adalah bertindak lebih bermakna daripada sekedar berkata-kata, tentu lakukan sesuatu dengan baik sangat mungkin untuk mencurahkannya penuh perhatian. Secara wajib, bung mempraktikan bagaimana bertemu seseorang yang tidak dikenal dengan cara baik, ketika bung bersikap dengan terlihat lebih bijaksana ini dapat membuat kesan pertama yang bung curahkan tak terlupakan.

1 Comment

1 Comment

  1. om mu

    February 6, 2018 at 3:38 am

    bung karno, bung hatta, dan bung kusan.
    om om banget cara lu nyapa kita2
    yomamen, call us MEN. bye om

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating

Trik Klasik Untuk Mendapatkan Si Dia yang Menjadi Pujaan Anda

Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan untuk mendapatkan si dia. Demi merenggut hati si nona beberapa laki-laki merasa kebingungan, karena merasa jurus yang dimiliki tidak mempan. Padahal tak perlu cara yang spesifik loh demi mendapatkan nona, yang penting bagaimana bung implementasi. Cara tercanggih pun, kalau yang menjalankannya tidak becus, maka semuanya akan sia-sia juga.

Tetapi setiap perempuan itu berbeda, bung tak bisa menyamaratakan tentang bagaimana mendekati si nona dalam satu kamus saja. Nah, dibalik itu semua tetap ada celah di mana bung bisa manfaatkan untuk masuk ke dalam hidupnya. Dilansir dari mantelligence, terdapat beberapa cara yang ‘mematikan’ sampai nona pun tak mungkin untuk menolak, selain mengiyakan. Apakah bung siap?

Datang Sebagai Pahlawan Dengan Mengisi Kekosongan

Si nona yang menjadi pujaan anda mungkin masuk dalam kategori sosok perempuan yang sedang malas menjalin hubungan, atau ia sedang menikmati kesendirian. Tetapi, kala ia menikmati tak berarti ia mengurangi intensitas bercengkramah lawan jenis seperti anda bung.

Hmm, mungkin dalam kasus seperti ini tidak pas juga anda bilang bahwasanya ini adalah kencan saat pendekatan, namun anggap saja seperti itu. Nah, guna mendapatkan si nona cobalah bawa dia sedikit kembali ke belakang, tepat ke masa-masa ia berpacaran.

Apabila ia mengutarakan beberapa bocoran kenapa ia berpisah, atau hal apa yang ia eluhkan, seperti pacarnya pemalas atau kurang bisa bersenang-senang. Celah ini bisa bung manfaatkan dengan secara lihai dong, seperti, “Aku sangat bisa kok diajak bersenang-bersenang”, “Aku malah suka pegal tuh kalau terlalu malas”.

Selaraskan Masa Depan, Sebagai Tanda Kalau Ada Kecocokan

Membayangkan masa depan? wah ini sih menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu bung. Selayaknya anak kecil, yang gemar berimajinasi ingin membuat apa sampai membayangkan apa. Hal ini nggak jauh beda kok. Coba berbagi bagaimana kegininan anda di masa depan, ingin mempunyai rumah di lereng gunung atau ingin berkeliling India.

Apabila ia tertarik atau bahkan juga ikut share tentang masa depan yang ia inginkan. Tentu bung mendapatkan kalau nona memiliki kesamaan dalam soal merangkai masa depan

Berusaha Menjadi Apa yang Nona Mau, Bukan Berarti Mesti Menjadi Satu Dalam Segala Arti

Kalau bung belum paham, mari kami bantu jelaskan. Tentu nona memiliki beberapa kegemaran yang tidak bisa sama dengan bung, seperti nona suka drama korea belum tentu bung menyukainya dan tidak perlu juga bung jadi tiba-tiba demam drama korea.

Tetapi saat ia membicarakan tentang apa kesukaanya, laki-laki seperti apa yang ia idamkan. Bung bisa membuktikan lewat beberapa sikap dan perlakuan, bisa jadi bung tunjukan tanda penasaran dengan bertanya seputar drama korea. Saat nona mendapati orang yang ngin tahu apa yang jadi kesukaanya.

Menurutnya itu sudah jauh lebih cukup menghargai dari pada menjadi palsu dengan membeli puluhan DVD Korea, namun tak ada satupun yang ditonton hanya demi dipandang olehnya.

Jangan Sampai Tersesat Hanya Karena Mengejar Nona, Sebab Itu Bukanlah Langkah yang Tepat!

Agak menjijikan sekaligus aneh, saat seseorang mengejar perempuan yang ia suka. Ia secara rela merubah dirinya menjadi yang disukai oleh perempuan tersebut. Menghapus semua tentang dirinya, menjadi orang yang benar-benar beda (padahal ia tidak suka dengan peran yang ia mainkan sekarang).

Ayolah bung, mengejar nona dengan merubah siapa jati diri anda bukanlah yang ia mau. Justru nona ingin mencari seseorang yang mampu dijadikan patokan atau pemimpin di masa depan (tentu dalam ruang lingkup keluarga).

Kalau bung saja masih labil dan suka berubah-ubah, tentu itu akan membuatnya bingung bahwa ia berpacaran dengan seseorang yang tak punya pendirian.

Dan Menjaga Jati Diri Bukan Berarti Menolak Adaptasi

Berbicara soal laki-laki dengan perempuan memang rumit dan juga trikcy. Tentu saja, bung memiliki kadar kejantanan yang tak ingin pudar meski ketemu dengan seseorang yang dapat membuat bung luluh sekalipun. Sampai-sampai bung bisa berpikiran rela memakai baju warna pink, demi menuruti kemauan si nona.

Tetapi beradaptasi bukan berarti bung tidak memiliki sikap, yang dimaksud dengan adaptasi adalah bung mampu berbaur dengan lingkungan si nona, coba mengerti apa yang ia inginkan. Ingat bung, di luar sana banyak laki-laki yang memiliki pekerjaan bagus lebih dari anda, sampai ada yang badanya lebih atletis dari anda.

Tapi tak ada yang tau bagaimana cara mendekati perempuan pujaan seperti bung yang sehabis menghafal beberapa tips ini.

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. om mu

    February 6, 2018 at 3:38 am

    bung karno, bung hatta, dan bung kusan.
    om om banget cara lu nyapa kita2
    yomamen, call us MEN. bye om

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Personality

Sukses Tak Mesti di Usia Muda, Karena Setiap Orang Memiliki Jalan Hidup yang Berbeda

Percayalah, tak selamanya usia bisa menjadi patokan untuk menuju kesuksesan. Bahagialah mereka yang sukses di usia belia, tetapi jangan menyerah bagi mereka yang sudah menyentuh kepala tiga sampai seterusnya, namun merasa “kok hidup gini-gini aja ya”.  Ada yang usia 18 tahun sudah membanggakan seperti Kylian Mbappe yang membawa Prancis juara Piala Dunia atau macam Mark Zuckerberg yang sudah membikin sosial media yang laris manis di dunia maya, Facebook.

Orang sukses yang bung kenal pun, tak selamanya mereka mendulang emas saat usia muda. Tak percaya? J.K Rowling di usia 31 tahun saja masih sulit mencari  penerbit untuk maha karyanya tentang dunia sihir, Harry Potter. Amancio Ortega juga sama di usianya masih 30 tahun, pendiri toko pakaian ternama yakni Zara, masih menjadi karyawan di toko baju. Lantas apakah bung masih berekspetasi kalau orang sukses itu di bawah usia 30-an?

Ingat, Sukses Tak Memandang Usia Namun Usaha

Usaha yang gigih pasti akan menghasilkan sesuatu yang indah, bukan perih. Oleh karena itu, bagi bung yang usianya sudah terbilang tua tetaplah berusaha, jangan pernah menganggap kalau saat ini bung telat telat atau bung salah start. Asalkan usaha yang bung lakukan benar maka hasil yang bung bayangkan pasti bisa direalisasikan kok.

Selain berusaha, perbanyak lah sharing dengan teman atau orang-orang yang berkompeten, mungkin bakal menambah inovasi terutama dalam mengembangkan usaha bung atau karir. Jadi jangan pernah underistimate akan keadaan, tetapi cobalah membalik keadaan yang mana secara umum orang bakal remehkan.

Rangkai Goals dengan Berjangka Agar Semua Bisa Terlaksana

Goals jadi acuan bagi bung yang sedang berusaha, coba rangkai beberapa tujuan yang bung inginkan dengan membagi ke dua periode, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Urutkan beberapa tujuan tersebut untuk mengarah ke tujuan yang lebih besar, sehingga bung sudah memiliki jadwal yang teratur.

Adapun alasan merangkai tujuan jangka kecil ke jangka panjang agar bung tidak kehilangan semangat di tengah jalan. Sehingga tak lagi merasakan  bingung saat satu tujuan  sudah diselesaikan. Selain itu, beragam tujuan diyakini menghilangkan rasa bosan dari ketidaktauan akan melakukan apalagi ketika satu tujuan rampung diselesaikan.

Bangun Koneksi Lebih Besar, Ceritakan Tentang Masalah dan Kendala yang Bung Terima

Demi tercipta iklim usaha yang baik dan karir yang makin meningkat. Coba bangun koneksi dengan beberapa pihak penting. Bung bisa menggali atau mencontoh hal-hal apa saja yang sudah diterapkan olehnya. Karena koneksi sangat membantu ke depannya, terutama saat bung terkendala akan suatu masalah.

Jadi beramah-ramahlah di tempat kerja, jangan mencari musuh ataupun pesaing, meskipun persaingan memang ada tetapi bersainglah secara sehat. Karena sering kali terjadi ‘musasi’ atau musti saling sikut, ehmm.

Membarakan Semangat Hingga ke Puncaknya!

Semangat harus diberi pupuk, agar terus subur di dalam diri! kalau bung merasa kehilangan semangat lantaran mengusahakan sesuatu namun hasilnya nihil, cobalah berkaca dari semangat Colonel Sanders, yang memulai bisnis KFC di usianya yang sudah seharusnya pensiun, dan menikmati masa tua, 62 tahun! Lalu coba bayangkan kalau bung sekarang sudah malas-malasan, memangnya tidak malu dengan Opa Sanders?

Segala Sesuatu Sudah Disiapkan Dengan Tepat di Waktu yang Tepat?

Sebagai manusia yang memeluk kepercayaan, tentu kontribusi Tuhan dalam kehidupan sudah diwariskan dalam garis takdir. Nah, bung pasti percaya kan bahwa rezeki sampai jodohnya sudah diatur oleh-Nya. Maka dari itu tetap berusaha dan bersabar bung, jangan karena melihat teman sudah merasakan jerih payahnya, bung jadi terpancing dan buru-buru ingin menyicip moment emas tersebut.

Percuma bung, kalau kata Tuhan belum waktunya, bung tidak bisa mewujudkannya. Akan tetapi lain cerita kalau Tuhan mau merubahnya. Jadi setiap kesuksesan orang sudah ada jalannya masing-masing bung, tidak bisa diubah kalau memang takdirnya. Intinya tetap berusaha dan percayalah bahwa setiap usaha yang bung lakukan pasti ada hasil dan hikmahnya.

1 Comment

1 Comment

  1. om mu

    February 6, 2018 at 3:38 am

    bung karno, bung hatta, dan bung kusan.
    om om banget cara lu nyapa kita2
    yomamen, call us MEN. bye om

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top