Lifestyle & Fashion

Kalau Tak Ingin Dicap Om-om, Jangan Buka Kancing Kemeja Cuma Buat Pamer Bulu Dada

Kecuali Bung memang sudah siap dipanggil ‘Om’ oleh sekumpulan cewek-cewek yang ada di sekitar Bung, ya tidak apa-apa kalau Bung mau bertingkah bak om-om parlente. Tapi sebentar, di mata cewek itu biasanya om adalah sosok pria yang memang seumuran dengan ayah mereka. Memangnya Bung sudah setua itu? Belum kan?

Dipanggil ‘om’ oleh keponakan yang masih balita mungkin sah-sah saja. Tapi coba bayangkan kalau si nona atau mungkin anak millenials di sekitarmu malah merasa penampilan Bung memang seperti om-om. Bung perlu tahu, karakteristik pria yang dikategorikan om-om itu jelas sekali terlihat. Bukan hanya dari penampilan, tapi juga tingkah lakunya. Duh, sepertinya ada yang perlu dirombak nih.

Bung Masih Suka Pakai Kemeja dengan Kancing Terbuka? Sekarang Sudah Bukan Zamannya Pamer Bulu Dada Bung!

Bung, coba rombak dulu bacaan atau referensi soal fesyen. Barangkali memang ada yang perlu dikoreksi dari situ. Walau sehari-hari Bung mungkin bekerja dengan setelan rapi, lebih baik biarkan apa adanya. Jangan sekali-kali melepas dua hingga tiga kancing kemeja sampai bulu dada Bung menyembul. Mungkin di benak Bung, hal itu bisa mendompleng tingkat kekerenan. Duh, tidak sama sekali. Justru yang ada cuma bikin ilfeel cewek-cewek.

Rapi Itu Bukan Berarti Culun, Masa Iya Pakai Polo Shirt dengan Gaya Pakai Kemeja

Apa yang paling terlihat dari style om-om? Gaya fesyennya yang kurang up-to-date dan cenderung kaku. Misalnya, ada cowok pakai Polo Shirt tapi ujung kaosnya dimasukkan ke celana. Bung seperti ini? Wah, bukan apa-apa, tapi style yang satu ini kelewat old-fashioned banget Bung. Pantas saja Bung dikira om-om.  Kalau mau pakai Polo Shirt ya yang normal-normal saja ya Bung. Yang penting, Polo Shirt itu harus rapi dan disetrika. Supaya lipatan-lipatan di permukaan kaos (mungkin efek digiling di mesin cuci) jadi lenyap dan kaos pun terlihat rapi.

Boleh Saja Pakai Cincin, Asal Jangan yang Berukuran Besar Atau Cincin Batu Akik Bung

Lagi pula, memangnya masih zaman ya cincin batu akik? Coba tanya si nona, kira-kira dia risih atau tidak kalau Bung pakai cincin tersebut? Kalau si nona bilang tak masalah, Bung boleh bersyukur. Sayangnya, cewek seperti itu mungkin skalanya 1:1000. Bung ini masih muda, masih bisa bereksplorasi dengan gaya fesyen yang lain. Tak perlu batu akik atau cincin berukuran besar juga. Kalau memang suka dan ingin pakai cincin, yang lazim-lazim saja. Bergayalah sesuai umurmu Bung!

Kalau Ada Kalung Emas Panjang nan Menjuntai di Leher Bung, Sudahlah, Bung Memang Berjiwa Om-om

Jadi, sekali lagi, selain batu akik, Bung juga harus lebih hati-hati dalam mix-and-match aksesoris. Jangan sampai kalung emas berukuran besar yang hits di era ayah Bung (mungkin), justru Bung pakai demi terlihat necis. Alih-alih terlihat demikian, yang ada si nona malah memicingkan mata atau mungkin menahan tawa.

Simpan Saja Gawai di Kantongmu, Tak Perlu Sampai Memasang Tempat HP Kulit Khas Bapak-bapak

Bung boleh cinta dengan ayah Bung, tapi soal gaya, coba agak visioner. Sadarilah Bung dengan ayah Bung lahir di zaman yang berbeda. Cara tampil dan menjaga penampilan pun berbeda. Sudah bukan zamannya lagi membeli tempat gawai berbahan kulit dan memasangnya di gesper bung. Itu namanya Bung sedang membuat diri Bung jauh lebih tua dua dekade. Coba bayangkan kalau sedang berdiri di tempat umum dan ada si nona yang Bung incar. Bisa jadi si nona malah takut dengan Bung karena mengira Bung ini semacam om-om yang hobi menggoda perempuan muda.

1 Comment

1 Comment

  1. om mu

    February 6, 2018 at 3:38 am

    bung karno, bung hatta, dan bung kusan.
    om om banget cara lu nyapa kita2
    yomamen, call us MEN. bye om

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Menempuh Ribuan Kilometer Demi Mempelajari Tradisi Potong Rambut Tanah Air

Berkecimpung dalam dunia bisnis Man’s Grooming ternyata membawa hasrat penasaran bagi kakak beradik Fatsi Anzani dan Oky Andries. Untuk mengetahui tentang peradaban pangkas rambut yang ada di Indonesia. Kurang lebih dua bulan perjalanan ia lakoni dari Sabang sampai Merauke lewat jalur darat dan udara demi menyelami dalam dunia cukur rambut di bumi pertiwi.

Bukti-bukti sejarah tradisi potong rambut berhasil dikumpulkan. Bak kepingan puzzle yang terpisah, semuanya terangkai satu per satu. 8.000 kilometer menjadi jarak yang ditempuh kurang lebih, alhasil bung kedua pelaku industri barber ini bertemu langsung dengan para juru cukur tertua yang masih tersisa di pelosok Indonesia.

Salah satunya adalah Koh Edi dari Barbershop Shin Hua yang berdiri selama 1 abad lebih 7 tahun di Surabaya. Koh Edi menjadi generasi kedua dari Barbershop Shin Hua, tempat ini dulunya sangat laris didatangi para tamu ujarnya.

“Sekitar tahun 60-an, saya masih ingat di mana toko ayah saya (Barbershop Shin Hua) itu per hari bisa kedatangan 100 tamu untuk dicukur rambutnya,” ujar Koh Edi yang hadir dalam acara peluncuran buku ‘Peradaban Rambut Nusantara’ karya Fatsi Anzani dan Oky Andries di Perpusatakaan Nasional, Jakarta pada 18 Februari 2019.

Perjalanan kakak beradik dalam mempelajari sejarah dunia cukur di Indonesia dirangkum dalam sebuah buku bung yang bertajuk ‘Peradaban Rambut Nusantara’. Buku setebal 259 halaman tersebut tidak hanya berbicara soal sejarah penataan rambut di Indonesia yang sudah ada turun temurun sejak abad ke-7 masehi.

Tetapi kedua kaka beradik yang memiliki brand Chief Company ini juga berbagai ilmu tentang branding. Telebih 5 tahun terakhir mereka mendapat ganjaran sebuah penghargaan seperti Jakarta Best Barbershop 2015 dan Best Hair Pomade 2016 dari Majalah Men’s Health USA. Tidak hanya buku, sebuah film dokumenter bertajuk ‘On A Mission Discovering The Origin’ juga digarap oleh mereka.

Awalnya mau bikin film dokumenter saja karena anak milenials sekarang sangat suka visual, kan? tetapi banyak penyampaian yang kurang kalau hanya sebuah film dokumenter saja. Alhasil kami pun membuat sebuah buku,” ujar  Fatsi Anzani.

Lewat sebuah perjalanan tersebut, mereka pun mencatat bahwa ada empat etnis yang menjadi pelopor seni cukur rambut secara turun temurun di Indonesia. Fatsi juga mengklaim kalau buku ini menjadi pertama dan satu-satunya yang mencatat sejarah cukur rambut di Indonesia.

Perjalanan kami mencatat ada 4 etnis yang menjadi pelopor seni cukur rambut secara turun temurun di Indonesia. Mereka adalah suku Minang, Garut, Madura dan Tionghoa. Di buku ini kami mengungkap kunci keberhasilan mereka yang bertahan lintas generasi, berdampingan dengan barber muda yang mencoba bertahan di tengah kuatnya persaingan antar barber modern saat ini“, paparnya selaku sebagai Director Chief Company.

Lewat buku ini pula, kakak beradik ini yakin bahwa yang membuat bisnis pangkas rambut dapat terus bertahan sekian lama adalah karena menjaga nilai-nilai budaya.

Buku ini merupakan langkah kecil Chief Company dalam memetakan perjalanan masa depan industri barbershop yang kami geluti saat ini. Kami berharap buku ini bisa menggambarkan kepada seluruh pelaku industri barber bukan hanya dari sisi bisnis tetapi nilai budaya dan tradisi pangkas rambut di Indonesia”, pungkas Oky.

Apakah bung pensaran tentang rekam jejak dunia tata rambut yang ada di Indonesia?

1 Comment

1 Comment

  1. om mu

    February 6, 2018 at 3:38 am

    bung karno, bung hatta, dan bung kusan.
    om om banget cara lu nyapa kita2
    yomamen, call us MEN. bye om

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Pekan Ini Jokowi Meminta Seluruh Maskapai Turunkan Tarif Tiket

Bukan hanya warga yang berteriak imbas dari tingginya tarif tiket pesawat, namun kalangan industri seperti perhotelan dan restoran juga mengalami hal yang sama. Karena hal ini Jokowi pun mengimbau masakapai supaya seluruh maskapai turuntkan tarif tiket pesawat pekan ini karena banyaknya keluhan.

Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kalau pemerintah optimis tarif tiket bisa turun karena sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah maskapai nasional. Hanya saja pemerintah tidak dapat memastikan tarif tiket pesawat akan benar-benar kembali turun sesuai harga semula pada akhir 2018 lalu.

Pemerintah juga masih membuka ruang bagi maskapai untuk menaikkan tarif tiket pesawat dengan level yang rendah yakni sekitar 10 persen – 20 persen dari rata-rata tarif tahun lalu. Tak seperti sekarang yang dikeluhkan banyak pihak karena harga tiket naik sampai berada di kisaran 40 persen sampai 60 persen yang dikeluhkan banyak pihak.

Kami balance, jadi kami pikirkan semuanya. Airline dipikirkan, tapi masyarakat juga,” tekannya dilansir dari Kompas.

Sebelumnya, tarif tiket pesawat dikeluhkan banyak pihak, salah satunya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menduga tingginya tarif tiket pesawat disebabkan oleh tingginya harga avtur yang dijual PT Pertamina (Persero).

 

1 Comment

1 Comment

  1. om mu

    February 6, 2018 at 3:38 am

    bung karno, bung hatta, dan bung kusan.
    om om banget cara lu nyapa kita2
    yomamen, call us MEN. bye om

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Pinjaman Online Disebut Jebakan Setan, Akibatnya Seorang Supir Taksi yang Bunuh Diri

Maraknya pinjaman online bagi beberapa orang mungkin sebagai suatu aplikasi yang dapat membantu. Karena dapat pinjam duit dengan mudah dengan bermodalkan aplikasi. Tapi, ini tidak berlaku bagi Zulfadi, seorang warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang baru saja tewas gantung diri karena faktor ekonomi.

Zulfadli yang berusia 35 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tak layak karena ada dugaan ia terlilit hutang. Laki-laki yang sehari-harinya bekerja sebagai supir taksi ini, menyempatkan menulis surat wasiat yang menyebut kalau pinjaman online sebagai jebakan setan. Menurut kami, alasan Zulfadli menuliskan hal tersebut karena ada beberapa risiko yang dirasakan apabila bung melakukan pinjam online terutama biaya administrasi sampai plafond kecil.

Rekan Zul bernama Nardi mengatakan kepada polisi kalau Zulfadli datang ke tempat kosnya pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 dengan niat menginap. Lantaran ia tidak dapat tidur lelap di mess supir Bluebird. Nardi pun membiarkan ia berada di kamar kosnya, sementara malam itu ia bekerja sebagai tukang cuci mobil pada perusaahn taksi berlambang burung biru.

Setelah kembali keesokan paginya, pintu kostnya terkunci dan tidak dapat dibuka. Akhirnya pintu didobrak dan Nardi menemukan Zulfadli sudah dalam keadaan gantung diri di pintu kamar mandi Kost. Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan Iptu Anton Prihartono menerangkan, menurut kesaksian saksi korban datang dalam keadaan wajar dan sehat.

 

1 Comment

1 Comment

  1. om mu

    February 6, 2018 at 3:38 am

    bung karno, bung hatta, dan bung kusan.
    om om banget cara lu nyapa kita2
    yomamen, call us MEN. bye om

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top