Lifestyle & Fashion

Jurang Kelam Menghampiri Marko Simic, Dapatkah Dia Bangkit?

Super Simic! Adalah sebutan untuk seorang punggawa Persija yang begitu dielu-elukan Jakmania dalam beberapa bulan belakangan. Sukses mengantarkan Persija juara paruh musim di dua ajang berbeda, Piala Presiden 2018, dan Boost SportsFix Super Cup, membuat dirinya menjadi bintang di ibu kota sebagai pesepakbola. Namun satu bulan belakangan dirinya dihadiri banyak masalah yang nampaknya dapat berimbas terhadap performanya.

Apalagi Persija sekarang sedang terseok-seok menatap Liga 1, yang tadinya sempat memuncaki klasemen, sekarang berada di dasar klasemen. Marko Simic sebagai juru gedor tentu merasa memiliki tanggung jawab besar akan performa timnya. Tentang bagaimana caranya kembali membawa timnya kembali berjaya. Meskipun tidak ada yang tahu, apakah Simic dapat mengatasi semua masalah yang sedang menerpanya sekarang.

Bakal Absen di 4 Pertandingan Karena Mendapatkan Hukuman

Marko Simic terlibat perseteruan dengan pemain Persipura Jayapura, Ian Louis Kabes dalam laga lanjutan Liga 1. Komdis PSSI pun menyatakan Simic bersalah karena terbukti menyikut bek Persipura. Sanksi pun baru keluar pada Sabtu lalu, tepat pada tanggal 2 Juni 2018. Persija yang sedang membutuhkan tenaga ekstra justru makin dipersulit lantaran pemain andalannya di musim ini harus absen.

Alhasil Simic hanya akan duduk di bangku penonton saat Persija menghadapi Persebaya, PS Tira, PSM Makassar dan Sriwijaya FC. Namun, ia dapat bermain saat melakukan lawatan menghadapi Persib Bandung dan Perseru Serui karena dua laga tersebut adalah pertandingan tunda. Simic pun angkat bicara soal dirinya yang mendapati hukuman dari Komdis PSSI.

“Saya benar-benar tidak mengerti dengan sanksi ini. Sebab, apa yang terjadi di lapangan dengan dia itu normal dalam sepak bola. Saya melakukan apa yang dilakukan pemain lain ketika berduel. Tak ada maksud apa pun,” pungkas Simic dikutip dari Bola.net.

Pundi-pundi Gol Menurun, Apakah Ini Kualitas Simic yang Sebenarnya?

Apabila membandingkan performa Simic pada pramusim dengan musim ini, sepertinya tidak terlalu menyenangkan. Keganasan yang diperlihatkan tidak lagi muncul saat sekarang. Simic pun baru menyumbangkan lima gol dari sembilan laga yang sudah dilakoni bersama Persija.

Padahal di pramusim saja, pemain ini sudah mencetak 14 gol bahkan mendapatkan gelar top scorer di ajang Piala Presiden. Mantan pemain Melaka United ini pun kian diragukan karena tidak dapat tampil konsisten selama satu musim. Padahal Persija sedang membutuhkan Simic yang dulu untuk mendongkrak performa tim ibu kota.

Namanya Semakin Menggema Setelah Diduga Melakukan Pelecehan Lewat Instagram

Setelah Simic menyikut pemain Persipura, masalah yang menerpanya tidak sampai disitu saja. Mungkin sanksi Komdis PSSI yang memberikan hukuman 4 pertandingan, tidak lebih parah dari sanksi sosial yang menyerangkan sekarang. Pemain yang pernah satu tim dengan Ivan Rakitic saat membela Kroasia di tim junior tersangkut dugaan pelecehan terhadap penyanyi dangdut, Via Vallen.

Pesan sensual yang dikirimkan kepada pelantun “Sayang” ini, langsung diunggah Via Vallen lewat Instagram Stories, lantaran perlakukan yang tidak menyenangkan tersebut. Sosok pengirim pesan tersebut menginstruksikan Via Vallen untuk bernyanyi di atas ranjang kamar tidur. Selain itu, ia juga disuruh mengenakan pakaian seksi. Memang dugaan ini belum dapat dibenarkan, apakah betul yang mengirim pesan tersebut adalah Marko Simic atau bukan.

Namun, Vallen menuliskan dalam Instagram Stories-nya kalau yang melakukan adalah pemain bola terkenal saat ini di Indonesia. Tidak adanya klarifikasi dari Simic atau jawaban membuat suasana makin panas. Tuduhan yang mengarah kepadanya pun semakin tak terelakkan. Bahkan ada pula Sandra Olga, seorang aktris berdarah Jerman yang mengakui mendapat perlakuan serupa dari yang terduga, Simic.

Dipulangkan ke Kroasia Agar Dapat Mengembalikan Performa Serta Berkumpul Dengan Keluarga

“Simic pulang dulu. Kami minta dia untuk berlibur dan berkumpul dulu bersama keluarganya. Untuk apa dia terus ada di sini jika ia tidak bisa bermain, lebih baik dia habiskan waktu bersama keluarganya,” ujar Gede Widiade selaku Direktur Utama Persija.

Kepulangan Simic bukan karena sedang mendapatkan hukuman secara internal. Melainkan memang sudah mendapatkan izin, apalagi dirinya juga terkenal sanksi Komdis PSSI. Semua punggawa Persija pun diliburkan sampai tanggal 18 Juni nanti.

“Simic baru kembali ke Kroasia kemarin (Selasa). Semua pemain Persija yang lain juga akan diliburkan untuk Idul Fitri. Semua pemain termasuk Simic akan kembali berkumpul pada 18 Juni,” ungkap Dirut Persija itu.

Akankah Simic Dapat Kembali Bertaji Seperti Biasa?

Untuk mengembalikan performa seperti biasa memanglah sulit. Banyak pemain bola yang tak bisa mempertahankan performanya, sebut saja Karim Benzema atau Andy Carrol sewaktu di Liverpool. Bagaimana dengan Simic? akankah dirinya dapat kembali setelah masalah bertubi-tubi menyerang dirinya secara pribadi?

Kalau dilihat dari porsi masalah yang menerpa, mungkin sulit. Tapi kita semua tidak tahu kepribadian Simic seperti apa, mungkin saja ia dapat kembali bergelora, Bung. Tentu itu akan luar biasa. Tinggal menunggu waktu, akankah ia bisa kembali bertaji seperti sedia kala. Atau terbenam dengan masalah yang ada.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Setelah Satu Abad Berdiri Baru Bisa Bermain Kompetisi Tertinggi

Salah satu kisah heroik terukir di Italia lewat tim bernama Atalanta. Sebuah tim yang berjuang sampai akhir dan pada akhirnya merasakan atmoser bermain di kompetisi antar klub tertinggi Eropa atau Liga Champions Eropa. Setelah di laga pamungkas tim ini berhasil mengunci kemenangan 3-1 dan mengamankan diri berada di Liga Chmapions setelah finish di posisi ketiga.

Sejak berdiri pada 17 Oktober 1907, Atalanta baru kali ini bakal tampil di Liga Champions! sedangkan prestasi terbaik yang di selama berada di ajang antar klub Eropa adalah meraih menembus parai perempat final Piala UEFA (Saat ini bernama Liga Europa) musim 1990/1991 dan semifinal piala Winners musim 1987/1988.

Kalau di kancah domestik, Atalanta tidak pernah berbicara banyak maklum tim medioker ini memang bisa apa? toh duit tak ada dan materi pemain begitu saja. Yang jelas Atalatan pernah juara Coopa Italia ada 1962/1963 dan enam kali juara Serie B Italia. Di musim ini nama penyerang Duvan Zapata dan gelandang Josip Ilicic membuat tim berjuluk La Dea tampil mengganas. Zapata bahkan mencatatkan namanya di posisi kedua daftar top skor Liga Italia dengan mengoleksi 23 gol di bawah penyerang Sampdoria Fabio Qualiarella dengan 26 gol.

Pemain asal Kolombia itu juga mengalahkan Krzysztof Puatek dari AC Milan (22 gol) dan bintang Juventus Cristiano Ronaldo (21 gol) di daftar top skor Liga Italia.

Ilicic juga terbilang cukup produkti untuk urusan gol sebagai gelandang. Ia mengemas 12 gol di Liga Italia musim ini.Intinya selamat buat Atalanta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Setelah Berpisah, Kompany Kembali Ke Klub Pertama yang Ia Bela

Musim menghebatkan yang dijalani Manchester City musim ini meninggalkan sedikit cerita sedih, di mana sang kapten tim Vincent Kompany memutuskan untuk berpisah setelah 11 tahun berseragam Manchester Biru dengan mengoleksi 12 trofi juara. Untuk liga yang ketat macam Inggris itu adalah hasil yang terbaik bagi karir seorang pemain.

Kompany mengumumkan ia berpisah saat selebrasi kejuaraan di depan pendukung dan segenap pemain sekaligus official. Vincent Kompany dibeli dari Hamburg SV pada tahun 2008. Kontribusi pemain jangkung berkebangsaan Belgia ini ternyata diakui Pep Guardiola sebagai sosok yang luar biasa. Namun pelatih berkepala pelontos tersebut yakin kalau ia akan kembali ke Manchester City suatu saat nanti.

Saya pikir kami bakal sangat merindukannya. Saya pun akan kangen dengan dirinya, tetapi Vincent bakal bertemu dengan kami. Karena itu, cepat atau lambat ia pasti kembali” tutur Guardiola, seperti dilansir dari laman Goal.

Pelatih berusia 48 tahun juga menganggap keputusan yang diambil Kompany juga tepat dengan mengucapkan perpisahan setelah mengakhiri musim 2018-2019 dengan memenagi empat gelar, yakni gelar Community Shield, Piala Liga Inggris, Liga Inggris, dan Piala FA.

Selepas meninggalkan The Citizen, Kompany bakal kembali ke Anderlecht klub pertama yang dibela dalam kurun waktu 2000-2006. Ia akan bermain dua peran di sana sebagai pelatih dan pemain dengan kontrak tiga musim.

 “Ia adalah kapten yang sesungguhnya, Vincent begitu banyak membantu kami,” pungkas Guardiola lagi.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Jersey Baru Juventus yang Berubah Hanya Demi Fulus

Menjelang akhir musim, di mana para juara sudah ditentukan di setiap liga hal yang paling ditunggu adalah jersey. Sebuah kostum perang yang akan dipakai untuk bertarung musim depan biasanya sudah diperkenalkan. Tim-tim besar biasanya merombak motif untuk terlihat menarik. Tapi tidak dengan tim si Nyonya Tua.

Juventus bakal tampil beda musim depan. Masih bertahan dengan motif hitam putih yang sudah dikenakan sejak 1903 akan lebih berwarna dengan ada strip tipis berwarna merah muda di bagian depan. Pembicaraan para penggiat sepakbola tertuju kepada logo dengan bentuk yang lebih sederhana. Yang katanya diganti hanya demi kepentingan bisnis. Bahkan hal ini sudah berjalan ketika mereka mendatangkan mega bintang Cristiano Ronaldo.

Datangkan Ronaldo Demi Trophy dan Juga Bisnis

Cristiano Ronaldo memang menjadi magnet bagi beberapa klub. Bukan hanya karena jasanya yang masih gemilang meskipun di usianya sudah mau memasuki usia 34 tahun, namun geliat bisnis akan dirinya masih diminati banyak orang. Pada bursa transfer musim panas 2018 lalu, Juve mendatangkan Ronaldo dengan bandrol 100 juta Euro yang dikontrak selama empat tahun. Faktor bisnis menjadi incaran dari Juventus. Kemudian, tim asal Italia ini rindu untuk menjuarai Liga Champions yang dinikmati terakhir kali pada tahun 1995-1996. Ronaldo merupakan salah satu sosok yang paling akrab dengan Liga Champions, setidaknya asa untuk juara lebih terjaga apabila ada dirinya dalam tim.

Ronaldo Adalah Lumbung Duit Dalam Sebuah Klub

Sumber : Goal.com

Berbicara sponsor, Juventus hanya mendapatkan uang 40 juta Euro per tahun dari Adidas serta Jeep yang logonya tertempel di jersey. Apakah nilai tersebut bisa naik? sangat bisa bung, dengan catatan jersey harus laris agar kesempatan menaikkan nilai kontrak semakin terealisasi. Dilansir dari Business Insider, 22 Juli 2018 hanya butuh waktu 1 hari untuk mengumpulkan uang 60 juta dolar AS dari penjualan jersey Ronaldo. Angka yang fantastis, bahkan nilainya hampir setengah harga yang dibayarkan Juventus ke Real Madrid. Kemungkinan untuk sponsor menaikkan harga menjadi 50 bahkan 60 juta Euro nampaknya tinggal tunggu waktu saja.

Namun Hak Siar Televisi Tak Didapat Meskipun Ronaldo Telah Merapat

Sumber : Beinsports.com

Wajar kok kalau kedatangan Ronaldo tak membuat hak siar televisi tak berubah bagi Juventus. Pamor Serie-A harus diakui memang tak seindah tahun 2000-an awal. Di mana Liga Italia menjadi tontonan yang menarik dan bergengsi. Kini mereka kalah dengan Premier League dan La Liga. Dilansir dari Financial Times, sampai musim 2020-2021 nanti setiap musim Serie A hanya mendapatkan angka 1,4 miliar Euro. Angka ini di bawah Premier League dengan 3,3 juta miliar Euro dan La Liga 2 miliar Euro. Ditambah Ronaldo tak begitu menghibur di lapangan seperti dulu, terkait usia yang telah uzur. Ronaldo sekarang lebih kepada mesin pencetak gol.

Demi Ekspansi ke Amerika Tradisi Didobrak Begitu Saja

Eitss, bagi kalian pendukung Juventus, harus tahu kalau beberapa mengatakan wajah baru jersey kandang mengundang kontroversi, dan melanggar tradisi yang sudah berjalan satu abad lebih. Football-Italia misalnya, menduga kalau Juventus mengincar pasar Amerika Serikat. Maka dari itu perubahan motif dilakukan karena mereka yakin dengan ekspansi ke Amerika prospek makin besar. Meskipun pamor American Football masih “wangi” di sana dibanding sepakbola.

Apa hubunganya berganti motif yang sudah jadi tradisi dengan ekspansi ke Amerika? begini bung, orang Amerika tidak menyukai jersey dengan motif strip putih dan hitam karena dikenakan wasit dalam American Football, salah satu profesi yang dibenci dalam sejarah American Football.  Dari tahun 1920 motif hitam putih sudah dipakai wasit American Football yang semula berwarna putih polos, sayangnya hingga kini motif tersebut dibenci oleh publik.

Jadi tak heran kalau demi pundi-pundi uang di pasar Amerika yang penduduknya 300 juta, Juventus mendobrak tradisi demi ekspansi. Apakah berhasil?

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top