Kisah

Inisiator Piala Dunia Menyampaikan Pesan Mulia Sepak Bola Lewat Klub Buatannya

Tidak banyak yang tahu kalau sepak bola di Paris bukan hanya milik Paris Saint Germain semata. Kedatangan pengusaha kaya dari Timur Tengah yang menggelontorkan dana, membuat PSG menjadi tim penuh kejutan dan dijadikan lambang kota Paris dari segi bal-balan. Padahal secara sejarah, Paris bukan hanya sebuah kota yang diwakilkan oleh satu klub saja, melainkan ada beberapa klub yang terlahir di kota mode ini.

Dari sekian nama klub yang terlahir seperti Athletic Club de Boulogne-Billancourt, FCM Aubervilliers, Club Francais, Gallia Club Paris, Paris FC, Maccabi Paris, The White Rovers, hingga US Suisse Paris, tak ada yang menarik dan memiliki cerita panjang layaknya Red Star Paris atau Red Star Football Club. Tidak seperti klub yang disebutkan sebelumnya yang mana beberapa diantaranya ada yang karam, Red Star merupakan tim yang hingga hari ini tetap eksis.

Tidak terlalu berjaya lantaran hanya mengoleksi 5 trophy Coupe De France (piala liga) dan dua kali jadi jawara Ligue 2, membuat Red Star kurang begitu dikenal publik dunia. Namun, kalau Bung mau mengetahui lebih dalam, salah seorang yang mendirikan Red Star adalah mantan orang nomor satu di FIFA yang menjadi pelopor adanya Piala Dunia.

Jules Rimet Menjadi Otak Dibalik Hadirnya Red Star di Paris

Sumber : FootballNostalgia.com

Jules Rimet adalah mantan orang nomor satu FIFA yang mencanangkan adanya kompetisi Piala Dunia. Saat masih muda, Rimet hanya seorang putra pemilik toko kelontong. Awalnya, Julies Rimet semasa dewasanya adalah seorang pengacara sampai pada akhirnya dia mengurusi sepak bola. Padahal secara latar belakang sangat berbeda, lantaran Rimet merupakan orang yang malah kerap bermain anggar serta lari.

Namun, ia memiliki alasan mulia kenapa memilih sepak bola sebagai bidang yang ditekuninya. Sebab Rimet percaya kalau dengan sepak bola, dunia dapat disatukan. Ia pun coba mewujudkannya dan dimulai dengan membentuk Red Star. Salah satunya dengan menolak diskriminasi anggotanya berdasarkan kelas. Lantaran bagi Rimet semua orang berhak memberikan kontribusi terhadap klub.

Keluh Kesah Dialami Dengan Menjajaki Bermacam Kancah Lewat Berbagai Kasta

Sumber : WikimediaCommons.com

Setelah Rimet menjadi orang nomor wahid di federasi sepak bola dunia menjadi masa jayanya Red Star, tepatnya pada tahun 1920-an, dengan memenangkan empat gelar Coupe de France. Sampai kejayaan itu membuat Red Star dapat disandingkan atau disejajarkan dengan klub Perancis seperti Nice, Rennes, sampai Sochaux yang membuat kompetisi tingkat utama.

Red Star nampaknya belum bisa mengimbangi iklim sepak bola tersebut, sehingga tim ini tampil secara kelabakan dan kerap terdegradasi. Bahkan Red Star merupakan klub yang selalu bolak-balik di kasta sepak bola Perancis. Di tahun 2003 tim ini mengalami kendala finansial dengan turun ke kasta ke-6. Tiga tahun berselang, perlahan tapi pasti tim besutan Jules Rimet ini pun bangkit, hingga bercokol di Ligue 2 pada tahun 2015.

Menyelaraskan Klub dengan Budaya dan Nilai Kesenian

Sumber : Footyheadlines.com

David Bellion, mantan penyerang Setan Merah ditunjuk menjadi Direktur Kreatif Red Star, yang mengemban tugas untuk menghubungkan Red Star dengan budaya, seni, sampai gaya hidup. Bahkan menurut David, Red Star bukanlah sebuah mesin tim yang difokuskan kepada kemenangan melainkankan sebagai simbol kebebasan dan kreativitas.

Ide-ide yang dituangkan David pun sangat cemerlang, salah satunya dengan mengadakan Red Star Lab yang bertujuan mengedukasi anak-anak akademi Red Star pada bidang lain Bung, seperti fotografi, jurnalistik, memasak, sampai menari. Bagian paling kerennya lagi adalah ketika klub ini meneken kontrak sponsor dengan media hipster milenials asal Kanada, VICE, pada musim 2017-2018.

Red Star Menjadi Bukti Bahwa Tak Ada yang Namanya Diskriminasi

Sumber : Hans Lucas

Red Star memiliki pendukung yang unik, bahkan mereka terlibat secara total dalam ruang lingkup sosial seperti membantu orang dalam kesulitan. Aktif secara politik yang bertujuan menumbuhkan toleransi terhadap semua orang. Kalau di tribun mereka bernyanyi tanpa henti meskipun papan skor memberikan isyarat kalau timnya sedang dalam kondisi kritis.

Lewat langkah-langkah yang dilakukan internal klub membuat Red Star kebanjiran penonton di akhir pekan. Bukan hanya dari fans saja tetapi berbagai lapisan masyarakat seperti anak-anak, keluarga, imigran, dan perempuan. Sepak bola seperti bukan olahraga biasa bagi mereka tetapi perihal keberagaman dan kebersamaan sosial.

Menggelorakan Mimpi-mimpi Sederhana, Dibalik Potret Kejayaan Klub Lain Berkat Suntikan Dana

Sumber : ProperMag.com

Ketik banyak klub yang hidup dan berjaya dengan suntikan dana sebenarnya mereka mengemban tanggung jawab besar yakni sebuah kejayaan. Ada duit, ada barang, itu istilah sederhananya dan apabila dicocokan kepada kondisi klub-klub baru kaya sekarang, ya memang masuk akal. Sebab tak mungkin juga ada orang menggelontorkan dana besar tanpa memberikan jaminan.

Dibalik riuhnya sugar daddy yang berkeliaran ternyata masih ada klub sederhana macam Red Star Paris, yang menjadi cerita unik dibalik peliknya persaingan sepak bola. Red Star memang masih berkompetisi secara sportif dengan mengincar kasta tertinggi, sebagaimana klub biasa lainnya, tapi yang paling penting adalah amanat Jules Rimet yakni Red Star harus hadir guna menyatukan perbedaan dan menghapus diskriminasi tanpa membeda-bedakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menggodanya Warna Merah Yang Membuat Perempuan Tertarik Sekaligus Tampil Lebih Menarik




Sebentar lagi peringatan HUT RI ke-73, pasti kamu sudah turut melihat dan merasakan euforia jelang peringatan Hari Kemerdekaan di sekitarmu. Paling terasa pasti urusan warna yang di bulan Agustus ini di dominasi warna bendera merah dan putih. Tapi sebentar, kamu sendiri masih ingat makna kedua warna tersebut? Yup! Merah identik dengan keberanian, sementara putih melambangkan kesucian.

Bicara soal warna merah dan kaitannya dengan keberanian, sebenarnya warna yang satu ini juga punya makna dan asosiasi lainnya lho. Beberapa makna warna merah ini bahkan didukung penjelasan ilmiah dan sejumlah penelitian di belakangnya.

Merah Selalu Punya Makna Filosofis Tersendiri di Berbagai Budaya Negara di Dunia

Bung sudah tahu, kalau di Indonesia, merah itu berani. Tapi bagi orang Tiongkok, warna merah dimaknai berbeda. Merah diasosiasikan sebagai warna yang membawa keberuntungan di negara tirai bambu ini. Bahkan pengantin perempuan di negara tersebut pun diharapkan agar selalu memakai busana berwarna merah dengan harapan kehidupan rumah tangganya kelak selalu dipenuhi oleh keberuntungan.

Sementara di Spanyol urusannya jadi lain. Warna merah diartikan sebagai unsur yang punya stimulus kuat. Tak heran kalau kamu sering melihat aksi matador yang ‘bermain’ dengan banteng, pasti tak asing dengan kain warna merah yang dipakai matador untuk menarik perhatian banteng.

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa warna merah? Sebagian menjelaskan warna ini dipilih untuk menyamarkan jika terjadi sesuatu dengan si matador yang mengakibatkan terluka.

Namun di samping itu menurut sains, sejatinya hewan ternak seperti banteng memang hanya bisa mengenali warna-warna terang seperti merah, hijau, dan biru. Dari ketiga warna tersebut, warna merah yang paling kuat. Dalam penelitian lainnya menyebut, kendati banteng bisa saja ‘marah’ saat diberi stimulus dengan warna yang lain, tapi daya serangnya akan lebih kuat kalau dipancing memakai benda yang berwarna merah. Hal ini bahkan sudah dibuktikan oleh peneliti asal Spanyol, José M. R. Delgado, dari Yale University.

Laki-laki pun Akan Terlihat Lebih Menarik Kalau Pakai Warna Merah

Okay, Bung, ada cara mudah untuk terlihat lebih menarik tanpa usaha lebih. Gunakan saja warna merah! Sebab berdasarkan penelitian terbaru dari Journal of Experimental Psychology, badan sixpack dan tatapan tajam memang membuat perempuan jatuh hati, tapi laki-laki yang berani tampil dalam busana berwarna merah pun ternyata dinilai atraktif bahkan bisa membangkitkan gairah seksual perempuan lho!

Menariknya, para peneliti mengungkapkan, dalam benak perempuan saat melihat laki-laki tampil dalam busana berwarna merah menandakan kalau laki-laki tersebut mapan, kariernya bagus, dan gajinya besar. Hal ini didasari karena sebenarnya warna merah pun diasosiasikan pada tubuh yang sehat dan jiwa yang tentram, bahkan juga serta simbol kejayaan. Lihat saja, kalau ada acara bergengsi pasti para tamu undangan VIP akan berpose di atas red carpet, bukan?

Nah Untuk Para Nona, Kami Para Lelaki pun Sejujurnya Tertarik Dengan Perempuan Beratribut Merah

Sebagian Nona masih ragu menggunakan warna merah? Mari kita bisikan satu rahasia: “perempuan yang menggunakan warna merah terlihat lebih menarik loh di mata laki-laki”. Ini bukan omong kosong. Kembali lagi soal stimulus, penelitian Adam Pazda, seorang psikolog sosial asal University of Rochester di New York mengklaim bahwa perempuan yang mengenakan busana warna merah dianggap punya daya tarik tersendiri dan terlihat lebih seksi.

Bahkan jauh sebelum penelitian ini dibuat, sebuah lagu berjudul The Lady in Red milik Chris de Burgh bisa sedikit menjelaskan kenapa laki-laki suka melihat perempuan berpakaian merah. Menurut Pazda ditemukan kalau warna yang dipilih perempuan ternyata memang menentukan penilaian lawan jenis terhadap dirinya. Saat perempuan memakai warna merah, biasanya pihak laki-laki akan tertarik secara seksual.

Atribut Warna Merah Tak Cuma Soal Pakaian

Ketika bicara soal atribut, ini tak dimaksudkan hanya soal pilihan busana ya. Karena istimewakan dirimu melalui warna merah bisa dilakukan lewat beragam hal. Ambil contoh misalnya kendaraan yang digunakan sehari-hari. Kita bisa melirik warna baru dari Yamaha New Fino 125 Blue Core varian Grande yaitu warna Luxury Red.
Merahnya tak sekedar merah. Karena pilihan warna merahnya sangat unik. Berbekal matte colour, merah yang disematkan pada motor ini menjadi nuansa eksklusif. Nampaknya merah macam warna Luxury Red ini yang dibicarakan dalam penelitian di atas tadi. Apalagi warna matte tersebut berpadu apik dengan jok bertipe double seat yang berdesain berkelas. Sementara dari depan, cover berwarna merahnya tampak stylish dengan lampu LED yang juga elegan.

Tak cuma urusan tampilan yang bikin penasaran. Mesin Blue Core yang disematkan pada motor ini diklaim 50% lebih irit. Apalagi motor ini juga sudah punya fitur indikator irit bahan bakar untuk berkendara lebih ekonomis dan aman.Tentunya makin lengkap dengan fitur stop & start system yang membuat mesin mati saat berhenti 5 detik dan otomatis menyala kembali jika gas diputar.

Asiknya lagi motor ini sangat praktis. Ban tubelessnya yang lebar membuatnya lebih nyaman dikendarai karena tidak mudah oleng. Dan ketika menghadapi turunan atau tanjakan, Smart Lock System akan membantu mengunci rem agar tak dirundung was-was motor akan meluncur. Sementara, ketika mencari motor di tempat parkir, cukup tekan sekali Advance Key System-nya untuk menemukan Fino-mu dan tekan lebih lama untuk membuka penutup kuncinya.
Dengan kombinasi warna dan fitur macam itu, para perempuan yang menggunakan motor merah satu ini dijamin akan bikin mata kami para lelaki melirik. Penasaran sama motor satu ini? Yuk simak detail lengkap Yamaha New Fino 125 Blue Core di sini!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport Update

Sosok Menawan dari Pesepakbola Perempuan Asal Indonesia yang Mencuri Perhatian

Timnas wanita Indonesia akan berlaga di Asian Games 2018. Dibalik persiapan yang telah dilakukan demi memberi raihan positif, ada sosok yang mencuri perhatian bernama Dhanielle Daphne yang berposisi sebagai gelandang serang. Tak hanya dikaruniai dengan skill yang mumpuni, tetapi paras cantik dan imut menjadi daya tarik tersendiri bagi pesepakbola yang baru menginjak usia 17 tahun itu.

Selama lima bulan terakhir, DD sapaan akrab dari Dhanielle Daphne, sibuk menekuni porsi latihan yang berat agar timnas Indonesia bisa tampil maksimal. Pelatihannya dipusatkan di daerah Sawangan, Depok, dan sekitaran Jawa Barat. Rekam jejak DD sebagai pesepakbola dimulai saat ia memperkuat tim nasional U-12.

Kemampuannya juga diasah dengan melakoni turnamen di luar negeri saat usianya belum mencapai 15 tahun. DD sendiri terpilih memperkuat timnas wanita Indonesia sejak Maret 2018 saat dipilih oleh PSSI ketika tampil di Pertiwi Cup tahun lalu. Kini ia pun tak sabar untuk mengerahkan segala kemampuannya guna mengharumkan nama bangsa Indonesia di tingkat Asia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Klub Kaya Asal London Dibenci Sejagat Inggris untuk Saat Ini

Persepakbolaan Inggris memang tak sebanding dengan liganya yang sangat kompetitif, bahkan persaingan setiap tim pun merata. Lantaran banyak klub yang bertaji buat juara. Turunnya Sir Alex Ferguson dari kursi kepelatihan Setan Merah beberapa tahun lalu, membuat persaingan lebih beragam. Meskipun yang mendominasi papan atas adalah tim terkuat (dibaca: secara finansial) seperti Manchester City, Chelsea, Arsenal, Tottenham, Liverpool, dan Manchester United.

Persaingan sengit antara tim-tim tersebut secara natural melahirkan rasa benci sesama suporter. Sebuah situs asal Inggris, Mirror pun penasaran ingin mengetahui tolak ukur klub mana yang paling dibenci di seluruh Inggris dengan melakukan survey. Merangkum sebanyak 20 tim, Huddersfield menjadi klub yang paling sedikit dibenci dengan persentase 9,7%.

Hegemoni Liga Inggris yang didominasi oleh Manchester United, ternyata tak membuatnya menjadi klub yang paling dibenci. Liverpool yang jawara Eropa di Inggris pun juga tidak, begitu pula dengan tim yang mendapatkan suntikan dana macam Manchester City. Akan tetapi tim dari kota London lah yang paling banyak dibenci. Sebelum mengetahui tim tersebut Bung, berikut tim yang paling dibenci di Inggris dari urutan kelima sampai kesatu.

Meriam London Ternyata Berada di Urutan Kelima yang Dibenci

Arsenal sebenarnya merupakan tim pesakitan dan apes dalam beberapa musim. Apalagi seringkali tim ini sepertinya yakin untuk menjadi juara saat awal Liga dimulai namun melempem di pertengahan musim. Permasalahan mulai dari cidera pemain sampai kedalaman skuat yang kurang bisa melapis yang utama.

Tak disangka-sangka, tim yang sering menjadi bahan olokan di media sosial ini berada di urutan kelima yang dibenci di Inggris dengan persentase 46,2 %. Di urutan keenam dan ketujuh sendiri diisi oleh Tottenham dan Manchester City. Apakah Arsenal sebegitu dibencinya lebih dari Tottenham dan City, Bung?

Disusul oleh The Hammers, Sang Seteru Millwall

Siapa sangka ternyata ada nama West Ham United diurutan keempat klub yang dibenci di tanah Inggris. Tim yang memiliki fans cukup militan ini memperoleh persentase 47,6%. West Ham sendiri seperti diketahui, performanya sangat fluktuatif di persepakbolaan Inggris, hingga membuat tim ini kerap terjatuh ke Divisi Championship meskipun kerap kembali ke Premier League.

Sang Jawara Eropa di Tanah Inggris

Di atas West Ham, ada nama besar Liverpool yang musim ini berhasil menjadi finalis Liga Champions, sayang gelar ke-6 yang dirindukan publik Anfield harus sirna ditangan Benzema dan Gareth Bale. Tim berlambang bangau ini dibenci dengan torehan persentase 52,8% Bung, yang membuatnya berada di urutan ketiga.

Memang sih, beberapa fans Liverpool bagi sebagian orang agak mengesalkan, konon katanya suka membanggakan sejarah sehingga membuat jengah untuk mendengarnya. Tetapi sekarang ada jagoan baru bernama Mohamed Salah, nampaknya Liverpool pun siap berjaya lagi.

Setan Merah yang Sangat Menyebalkan, Membuat Suporter Lain Geram

Wajar bukan kalau nama Manchester United berada di urutan kedua dalam hal klub yang dibenci di Inggri?. Secara persentase ada di angka 68,1%. Mungkin faktor-faktor yang membuat klub ini dibenci adalah kedigdayaannya dalam Liga Inggris, yang mungkin membuat orang bosan dengan dominiasi total yang dikukuhkan oleh klub ini, ditambah para suporternya yang menyebalkan. Ya bagaimana sih Bung, wong mendukung tim hebat, otomatis bergaya jumawa juga tak apa, ‘kan?

London Biru Menjadi Klub Nomor Satu yang Dibenci di Inggris, Bung!

Ini dia juaranya, Chelsea, yang secara torehan sangat dibenci oleh publik Inggris menurut hasil survey yang dilakukan oleh Mirror. Namun perbedaan angka antara Chelsea selalu diurutan pertama dengan Manchester United, sangatlah beda tipis yang hanya beda 0,6 % saja. Lantaran The Blues berada di angka  68,7%. Padahal bisa dibilang, Chelsea dan Manchester City hampir serupa karena sama-sama mendapatkan suntikan dana untuk membangun klub lebih matang hingga secara perlahan mampu menurunkan dominasi Manchester United.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Yang Harus Kamu Siapkan Sebelum Pergi Nobar Piala Dunia




Menonton gelaran olah raga besar macam Piala Dunia yang dihelat sejak 14 Juni 2018 lalu memang akan lebih seru dinikmati dalam suasana nonton bareng. Pergi bersama kawan-kawan sambil membahas detail tentang permainan. Aksi saling mendukung dan berbagi kesenangan memang terasa lebih maksimal jika dinikmati bersama-sama.

Yup, Indonesia boleh dikata sedang menyaksikan pergesaran sosial dari sepak bola. Dari sekedar olah raga yang dinikmati secara langsung, bergeser menjadi ajang interaksi sosial. Sepak bola digunakan oleh banyak orang Indonesia untuk mengisi waktu senggangnya dan mencari kesenangan lewat interaksi sosial yang berkisar di soal olah raga bola.

Sepak bola menjadi alat tukar sosial untuk diperbincangkan bagi para pecintanya. Munculah kemudian budaya kontemporer “nonton bareng alias nobar”. Karena ajang ini menjadi media paling tepat untuk pertukaran interaksi sosial tadi. Fenomena ini sendiri mulai marak sejak pertelevisian Indonesia mulai menyajikan tayangan liga-liga sepak bola Eropa. Dan mencapai puncaknya ketika ada gelaran macam Piala Dunia saat ini.

Nah, itulah mengapa setiap ada aksi nonton bareng tak lagi terbatas hanya perkara soal siapa menang kalah di lapangan. Tapi banyak hal yang umumnya dipersiapkan agar interaksi dengan kawan dan kerabat menjadi lebih seru.

Mencari Tempat Nyaman Dan Mendukung Suasana Nonton Bareng

Hal ini penting! Karena jangan sampai kita salah memilih tempat menonton. Ketika sedang ajang Piala Dunia macam ini biasanya nyaris setiap restoran atau tempat nongkrong memasang tayangan Piala Dunia. Namun bukan karena ada tayangan lantas kita bisa merasakan atmosfer nobar.

Pilih lah tempat yang memang secara khusus mengadakan nobar. Jadi mereka sudah siap menampung orang lebih banyak, sekaligus juga menampung adrenalin para penonton. Tak ada pengunjung tempat itu yang akan tergagap-gagap ketika kita dengan lantang meneriakan kata GOL!!

Cari Informasi Terbaru Sebelum Hari Pertandingan

Karena ini soal interaksi sosial tentunya kamu tak mau jadi orang yang minim informasi bukan? Sebelum berangkat nobar akan lebih seru jika kamu mencari informasi seputar tim yang akan bertanding.

Siapa perkiraan starting elevennya, bagaimana prediksinya, bagaimana sejarah pertemuan keduanya. Nantinya bahan-bahan ini akan berguna ketika dalam suasana menuju pertandingan. Interaksimu akan terasa menyenangkan jika bisa saling bertukar informasi bukan?

Gunakan Jersey Untuk Memperkuat Identitas

Ini salah satu keseruan dari interaksi sosial tadi. Kesamaan maupun persaingan akan lebih terasa ketika kita menggunakan salah satu jersey dari tim yang sedang bermain. Karena berbeda dengan menonton langsung di stadion yang area antar pendukung dibedakan, ketika nobar umumnya para pendukung akan bercampur baur.

Dengan menyatakan tegas lewat jersey kita mendukung siapa, maka kita juga akan dilatih dewasa ketika memenangkan pertandingan sekaligus legowo ketika kalah. Sebuah energi yang tidak kita dapatkan kalau hanya menggunakan pakaian “bebas”. Kalau tidak ada jersey timnas negara yang bertanding tak ada salahnya juga menggunakan jersey dari liga negara tersebut. Atau menghias wajah dengan nuansa tim yang bertanding

Bangun Energi Sporty Sejak Berangkat

Seperti dijelaskan sebelumnya, nobar bukan hanya soal siapa kalah menang di lapangan. Ini soal budaya kontemporer tempat mengisi waktu senggang mencari kesenangan. Karena itu akan lebih seru jika kita membangun energi itu sejak berangkat dari rumah.

Misalnya boyong kendaraanmu yang punya aura sporty untuk mendukung energi ini. Salah satu yang mengusung tema ini adalah Yamaha Aerox 155VVA R-Version. Scooter MAXI Yamaha yang satu ini menyematkan dua warna baru, Matte Silver yang terinspirasi dari Yamaha YZF-R1M dan Racing Yellow yang terinspirasi dari warna livery legendaris Yamaha di MotoGP. Coba bayangkan kamu pendukung brasil yang lekat dengan warna kuning datang dengan Aerox Racing Yellow!

Dan layaknyaa pemain bola profesional, motor satu ini tak hanya tampilannya yang sporty, karena Yamaha Aerox 155VVA didukung mesin 155cc generasi terbaru dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA) yang diklaim membuat tarikan mesin lebih bertenaga. Semua tipe Aerox 155VVA sudah dilengkapi teknologi Blue Core sehingga performa mesin kian maksimal namun tetap irit bahan bakar.

Aerox pun didukung Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Nah, berbeda dengan versi standar, Yamaha Areox R Version ini sudah menganut sistem subtank berwarna emas untuk shock breaker belakangnya.

Ditambah lagi R Version ini dilengkapi cakram depan berbentuk gelombang dengan ukuran 230mm. Kombinasi ini tentunya akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih stabil dan maksimal. Masih penasaran sama motor yang satu ini, Yuk tengok detailnya di halaman ini!

Jadi yuk kita nobar, kamu mau ajak siapa?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top