Health & Personality

Bolehkah Laki-laki Menangis?

Jadi anak cowok gak boleh nangis!

Dari kecil istilah itu sudah lekat disematkan pada kita laki-laki. Sejak bocah kita sudah dituntut kuat, dan dilarang meneteskan air mata. Namun sesungguhnya pria juga sama seperti wanita yang boleh saja menangis untuk menunjukan ekspresi tulusnya.

Masalahnya sterotype bahwa hanya pria lemah lah yang menangis menyeruak lebih kuat di kebudayaan timur macam Indonesia. Di masyarakat Amerika serikat atau Eropa yang lebih terbuka, fenomena pria menangis lebih bisa diterima. Tetesan air mata dari seorang pria dianggap sebagai sebuah refleksi kejujuran dan ketelusan.

Sejarah bahkan mencatat, Presiden Amerika Serikat yang fenomenal Abraham Lincoln sering menangis untuk mempertegas isi pidatonya. Dan dari sana ia dianggap sebagai salah satu orang yang punya teknik persuasi tinggi. Di masa sekarang, Barack Obama juga kerap kali terlihat meneteskan air mata ketika ia berbicara haru. Tapi kita semua sepakat, tangisan ini tidak membuat presiden Amerika kulit hitam pertama itu terlihat lemah khan?

Lalu kita pun sering menyaksikan atlit profesional yang menangis sedih ketika mereka gagal dan menangis haru ketika mereka berhasil. Menurut jurnal penelitian Psychology of Men & Masculinity, di awal tahun 2012 yang lalu menyebutkan bahwa atlit yang memiliki kepercayaan diri tinggi justru tidak canggung untuk menunjukan ekspresinya lewat tangisan di lapangan. Bahkan sebaliknya mereka yang menganggap menangis di lapangan tabu adalah barisan atlit yang kurang berhasil dan punya percaya diri yang rendah.

Okay, bagaimana jika dilihat dari segi kesehatan? Ahli Biokimia William H. Frey melalui studinya menyebutkan, bahwa air mata yang menetes akibat emosi tenyata juga membawa serta racun di dalam tubuh. Bukan cuma racun, ketika menangis tubuh juga secara otomatis memproduksi hormon endorphine. Ini adalah zat yang mirip dengan heroin namun diproduksi secaa ilmiah oleh tubuh.

Wajar jika dengan menangis ketegangan akibat stress bisa cepat mengendur. Dalam penelitian ini juga ditemukan fakta bahwa menangis punya daya sembuh luka psikologis yang lebih hebat dibandingkan tertawa.

Tapi bagaimana dengan pandangan perempuan? Apakah kita tidak akan dianggap lemah? Nah, disinilah ditemukan fenomena menarik lainnya. Karena ternyata sebagian besar wanita juga menganggap istimewa pria yang sentimentil.

pria menangis

Perempuan memang mendambakan sosok yang kuat dan gagah. Tapi ketika laki-laki idamannya menunjukan sisi manusiawi dengan menangis, mereka justru akan langsung menaruh simpati. Karena ini menunjukan adanya sisi kelemah lembutan dibalik sosok yang kuat tersebut.

Para wanita juga dilengkapi naluri keibuan yang tinggi. Jangan heran jika mereka ingin menyayangi pasangannya yang sedang dalam keadaan lemah ketika menangis. Ini serupa dengan pelukan hangat ibu kepada anak laki-lakinya yang menangis karena jatuh dari sepeda.

Tangisan juga membuat pria terkesan membuka diri. Sosok pria yang dingin dan misterius memang menarik untuk membuat wanita penasaran. Namun jika sosok dingin ini menangis di depan mereka, justru akan menambah rasa penasaran. Karena ibarat buku yang baru terbuka, wanita ingin segera membacanya sampai habis.

Lalu apa berarti kita bisa menangis kapan saja? Nah, walau bagaimana pun seperti disebutkan di atas norma di masayarakat Indonesia masih sediki tabu untuk melihat pria menangis. Karena itu cobalah untuk tetap mengontrol emosi.

Kita sebagai pria tidak dilarang untuk menangis, berempati, sedih dan perasaan lainnya. Tapi jangan juga terlalu sering mengumbar emosi yang tidak perlu. Jangankan pria, wanita yang terlalu mellow pun tidak akan mendapat tempat yang baik di mata orang lain bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?

Berhubung membeli mobil tak semudah membayar makanan di angkringan, pastinya banyak hal yang jadi pertimbangan. Apalagi membeli mobil membutuhkan komitmen yang tidak sebentar. Tak mungkin juga, bulan ini beli lalu bulan berikutnya sudah harus dijual lagi. Nah jadi sebetulnya, kapan waktu yang tepat untuk membeli mobil baru?

Ketika Kebutuhan Tak Bisa Lagi Diakomodir Si Kuda Besi

Mungkin selama ini Kita begitu menikmati menunggang si kuda besi alias motor. Sedari muda, moda transportasi roda dua ini jadi pilihan dalam situasi apa pun. Namun toh nyatanya hidup mengalami perubahan. Ada beberapa kegiatan yang ada saat ini sudah tak mungkin lagi dilakukan dengan mengendarai motor.

Misalnya, dulu mungkin tak begitu masalah naik motor ketika masih membujang tanpa ada yang menemani. Ketika sudah berpasangan apalagi berstatus keluarga muda dengan anak yang masih kecil-kecil tentu jadi berbeda kasus. Tak mungkin lagi membonceng si kecil di motor dan membawanya dalam perjalanan jauh.
Ini salah satu momen yang pas untuk mulai berpikir mengambil mobil untuk kendaraan cadangan. Bukan berarti meninggalkan tunggangan setia, tapi memang ada kebutuhan yang mau tak mau harus menggunakan roda empat.

Ketika Mobil Sudah Punya, Tapi Usianya Sudah Lanjut

 

Tak salah memang terhanyut dalam romansa dan memori dengan mobil yang selama ini telah menemani. Tapi kita juga harus realistis, bahwa mobil juga punya usia sebaik apapun kita merawatnya. Mungkin bukan berarti kita menjual yang lama tapi tidak lagi menggunakannya untuk kendaraan sehari-hari adalah langkah yang bijak.

Kondisi paling ideal mobil itu berada pada usia tiga tahun pertama. Lima tahun berikutnya masih bisa dijadikan andalan namun sudah akan mulai ditemui beberapa masalah. Sementara durasi pemakaian mobil untuk harian, yakni sekitar 8 hingga 10 tahun atau jika sudah menempuh jarak lebih dari 200 ribu kilometer.

Sama halnya dengan manusia yang telah lanjut usia, mobil juga sama. Walau suku cadang tersedia, ketika batas pemakaian tersebut sudah dilewati, maka kondisi mesin dan sasis sudah masuk pada level tak layak pakai.

Tak hanya kekhawatiran untuk mogok dan tiba-tiba rusak dijalan saja, menunggangi mobil-mobil yang sudah tak lagi diproduksi juga jadi sebuah resiko yang tinggi. Ketika kita masih berusaha merawat dan mencintainya, bisa jadi perusahaan yang ada disana sudah tak lagi memproduksi spare part yang mobil tersebut miliki. Sementara mobil sudah melulu minta ‘jajan’ karena suku cadang yang rusak. Walhasil selain biaya perawatan tinggi, bisa jadi mobil hanya teronggok tak bisa digunakan karena menunggu suku cadang tersedia.

Ketika Fitur dan Fungsi yang Ditawarkan Mobil Baru Begitu Menggoda Dan Sesuai Kebutuhan Saat Ini

Dulu mungkin kita merasa sah-sah saja dengan fasilitas yang ada di kendaraan roda empat yang kita miliki. Namun teknologi tak hanya diam di tempat. Kalau masih terus berkutat di mobil lama, kita tak akan paham sudah ada inovasi yang akan memudahkan kita dalam berkendara.

Coba tengok misalnya Renault KWID. Di bagian interiornya yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil yang juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D.

Sementara untuk fitur sisi keamanan Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock. Nah untuk kenyamanan Renault KWID juga memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Fitur macam ini belum dimiliki mobil terdahulumu bukan?

Ketika Model Baru Yang Ditawarkan Unik Dan Modern

Secara teknis mungkin kendaraan lama belum bermasalah. Tapi bisa jadi kitanya yang sudah dilanda jenuh dengan kendaraan yang itu-itu saja. Jangan anggap remeh karena efek bosan ini bisa melanda kemana-mana. Bayangkan mood yang tak bagus karena waktu di jalan tak dapat sensasi asiknya mengendarai mobil.

Kala itu terjadi maka saatnya untuk melirik kendaraan yang baru. Supaya tak dilanda bosan, cobalah sesuatu yang benar-benar unik. Contoh, misalnya kamu ingin punya mobil yang ramah jalanan perkotaan tapi masih gagah dari sisi penampilan.

Paduan macam itu tentu tak akan bikin kita lekas bosan. Seperti Renault KWID yang jika menilik dari dimensinya mobil yang mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder ini memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain apik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Ketika Garansi Dan Asuransi Mobil Baru Memudahkan Untuk Beraktivitas

Sama halnya dengan usia yang telah tua, batas garansi pada perawatan mobil jadi pertimbangan pelik lain. Mobil baru seperti contohnya Renault KWID tadi dilengkapi dengan garansi minimal 3 tahun untuk mesin atau telah menempuh jarak 100 ribu Km. Dengan kata lain, memiliki mobil baru akan memangkas biaya perawatan mobil yang mungkin akan kita keluarkan jika terus bertahan dengan mobil yang sudah uzur.

Tak percaya? Coba tengok layanan purna jual “Renault Peace of Mind”. Ada Silver Package for Renault Kwid & Renault Koleos, tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraan Anda sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Kemudian ada Gold Package for Renault Kwid, Renault Duster 4×2, Renault Duster 4×4 & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 60.000 km dengan masa jaminan garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Terakhir ada Platinum Package for Renault Kwid & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 100.000 km dengan tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraanmu sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Tapi memboyong mobil baru bergaransi saja tidak cukup. Karena untuk apa dilengkapi garansi kalau bengkel ternyata sulit ditemui. Kalau kita melirik Renault misalnya, hati tentu akan lebih tentram. Karena pabrikan asal Perancis tersebut sudah bekerja sama dengan group Nissan.

Jadi layanan bengkel dan purna jualnya selain dari renault juga bisa dikerjakan di bengkel Nissan. Hal ini dimungkinkan karena berbekal kekuatan aliansi Renault – Nissan dimana untuk distribusi, pemasaran dan layanan purna jual merek Renault pun ditangani oleh Indomobil Group yang juga menangani Nissan.

Di samping garansi, masalah perlindungan asuransi kehilangan dan kerusakan juga harus jadi pertimbangan. Mobil dengan usia muda akan lebih mudah disetujui oleh pihak asuransi. Sementara mobil yang sudah tua akan sulit mendapatkan perusahaan asuransi yang mau melindungi. Kalaupun disetujui, biasanya akan membutuhkan uang premi yang tidak sedikit.

Jadi ingat, terikat romansa dengan kendaraan lama boleh saja, tapi terus menutup mata dengan kehadiran yang baru tentunya bukan langkah yang bijak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Entertainment

Berakhir Pekan dengan Kopi Tradisional

Pergi menikmati jamuan kopi, nampaknya jadi sesuatu yang sulit kita hindari. Apa lagi jika Bung memang salah satu penggila kopi yang terbilang expert. Menjadi bagian dari diri, beberapa teman mengaku lebih memilih tak makan nasi asal minum kopi.

Minuman hitam dengan rasa yang cenderung pahit ini memang bak candu, bahkan sering membuat rindu. Beberapa tahun terakhir kopi memang banyak digilai, tak perlu kami sebutkan satu per satu, Bung yang pecinta kopi tentu lebih paham.

Lupakan dulu kopi-kopi kekinian yang digandrungi para milenial, kali ini kami ingin mengajak Bung menikmati romansa kopi tradisional. Dan salah satu tempat kopi yang patut dilirik, ada di pinggiran barat Jakarta. Terpaku pada pusat kota, barangkali Bung juga belum tahu jika bagian barat Jakarta punya beberapa tempat yang bisa menemani diri menghabiskan akhir pekan. Dan salah satunya adalah Kong Djie Kopi di Citra Garden City 6, Jakarta Barat.

Tapi kenapa harus Kong Djie Kopi Citra 6?

Jauh dari Hiruk Pikuk Kota, Bung Bisa Lebih Menikmati Rasanya

Lupakan dulu deretan kedai dan kafe yang menyediakan kopi dengan berbagai macam rasa di tengah-tengah kota. Kali ini kami memang ingin mengajak Bung menikmati kopi dengan suasana berbeda.

Terletak di deretan ruko di dalam perumahan Citra Garden City 6, hanya butuh 10-15 menit dari Cengkareng. Terletak sedikit nyempil, Bung yang pernah ke Belitung tentu sudah khatam dengan yang namanya Kong Djie.

Disebut-sebut sebagai Starbucknya Belitung, Kong Djie Kopi jadi salah satu tempat yang masih mempertahankan keotentikan cita rasa dan suasana ngopi sejak tahun 1943. Siang itu sehabis hujan mengguyur pada pagi harinya, saya masuk dan langsung disapa dengan suasana menyenangkan.

Meski dengan Harga yang Terbilang Cukup Murah, Bung Tak Perlu Ragu Soal Rasa

Di dalam komplek? Pasti Mahal!

Jadi ekspektasi pertama saya ketika memutuskan untuk membuka pintu tempat ini. Namun setelah mencoba berkenalan dan ngobrol-ngobrol sebentar dengan sang pemilik, saya  merasa bersalah. Sebab ternyata harganya terbilang cukup murah.

Untuk jenis kopi hitam biasa Kong Djie hanya mematok harga 12 ribu rupiah, kopi susu 15 ribu dan beberapa varian lain yang bersahabat denga saku.

Dari beberapa tempat ngopi yang pernah saya datangi, ini jadi kedai kopi pertama yang terasa cukup murah. Lalu bagaimana soal rasa? Tentu akan sulit untuk dijelaskan. Karena Bung sendiri tentu paham, lidah dan penilaian setiap orang tentu tak sama.

Satu hal yang bisa saya tangkap dari rasa kopi di sini adalah cita rasa khasnya yang cukup berbeda, lengkap dengan cara penyajian yang juga bak daerah asalnya. Dibuat dari campuran biji kopi Arabica dan Robusta, jadi perpaduan yang pas untuk rasanya. Ada pahit dengan manis yang menyeimbangkan rasa. Bahkan untuk Bung yang mungkin jadi pemula, kopi-kopi di sini bisa jadi solusinya.

Dan Tak Perlu Jauh-jauh Ke Belitung, Sebab di Seputar Jakarta Sudah Ada Beberapa Cabangnya

“Nggak usah jauh-jauh ke Belitunglah sekarang, tinggal datang kesini saja. Kopi dan beberapa makanannya juga datang langsung dari sana,” ujar Pak Wandi disela-sela obrolan. Sekedar informasi, Pak Wandi adalah pemilik kedai yang saya kunjungi ini. Beliau menuturkan, jika kedainya yang ada di seputaran Jakarta memang telah menjadi waralaba, termasuk yang sedang saya datangi.

“Kalau yang udah pernah ke Belitung, pasti sudah tahu Kong Djie. Jadi nggak perlu dijelasin kalau udah tahu rasa pasti ia berusaha untuk cari.” katanya menambahkan.

Siang itu, saya memang hanya mencoba kopi susu dan Mie Atep Belitung yang konon juga menjadi makanan khas dari sana. Untuk kopi saya sengaja memilih kopi susu. Karena dari beberapa review, menu ini yang mendapat rating tinggi. Dan benar memang, rasa manis dan pahit yang tersaji jadi perpaduan baik untuk dinikmati.

Ciri Khas yang Masih Terbilang Tradisional Jadi Pengalaman Lain yang Bisa Bung Dapatkan

Untuk Bung yang berniat datang kesini, di bagian depan kedai Bung akan disambut dengan jajaran termos almunium putih berbagai ukuran yang juga jadi landmark Kopi Kong Djie.

Dan di tempat asalnya, pada salah satu wawancara, Ishak anak kedua dari marga Ho pendiri kedai Kopi Kong Djie pernah berkata, jika dulu ceret-ceret tersebut tadinya terbuat dari baja, yang juga jadi ciri khas tempat kopi zaman dulu.

Bahkan untuk air panasnya, mereka mengaku masih menggunakan tungku arang namun tetap dibantu dengan tenaga gas, agar aroma dan rasanya tetap keluar. Dan rahasia lain dari cara pembuatan kopi Kong Djie adalah air yang benar-benar mendidih.

Kesan Tradisional Memang Dekat dengan Para Orang tua, Tapi di Kong Djie Siapa Saja Bisa Minum Kopi dengan Suka-suka

Dari nama kedainya, Bung mungkin akan berpikir jika mayoritas peminum kopi yang datang kesini adalah para orang tua yang mungkin sudah lanjut usia. Saya pun tadinya berpikir sama.

Namun ketika masuk kedalam, ternyata pikiran saya salah. Seakan menguatkan pemikiran saya yang salah, Pak Wandi yang dengan suka hati menjawab semua pertanyaan saya berujar, “Di sini nggak cuma orang tua sih, kalau pagi mungkin iya. Itu mereka yang habis olahraga singgah, agak siangan sedikit ada beberapa orang yang bahkan ibu-ibu. Pada nungguin anaknya pulang sekolah, ke malam sekitar diatas jam tujuan mungkin bapak-bapak atau anak muda juga yang seusia 23 sampai 26 tahun lah,”

Sependapat dengan sang empunya kedai, akhirnya saya pun setuju jika Kong Djie jadi salah satu tempat yang tak terbatas untuk siapa saja. Bahkan mereka yang sudah memang tahu rasanya, konon bisa datang 1 hingga 3 kali dalam sehari.

“Bayangin aja nih, kita ada beberapa orang pelanggan yang bisa dalam sehari datang tiga kali. Udah kaya candu gitu. Dan itu bukan cuma laki-laki saja, perempuan juga ada. Jadi jika satu kali aja beliau ngerasa ada yang tak seperti biasa, dia bakalan buru-buru protes. Ada yang kurang nih,” ungkap Pak Wandi.

Terlepas dari saya yang memang sedang ingin tahu seputar kedai kopi miliknya, saya rasa tempat dan pemiliknya memang jadi kombinasi yang pas untuk menikmati akhir pekan yang istimewa. Mereka dekat dengan pelanggan, pun sangat terbuka untuk mendengarkan beberapa komentar.

Bahkan salah satu pelanggan setianya, yang mengaku sudah pernah menikmati kopi di berbagai daerah di Indonesia mengakui jika rasa dari Kong Djie memang beda.

“Bukan berarti kopi di daerah atau kedai lain nggak enak, tapi feedback dari beberapa customer Kong Djie memang punya nilai dan nyawa sendiri. Tapi kami percaya sih, kalau setiap daerah di Indonesia memang punya kopi-kopi yang luar biasa.” ujar beliau menutup obrolan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Money & Power

Bagi Bung Pekerjaan Ini Kurang Memikat, Tapi Bagi Orangtua Ini Hakikat

Ada beberapa ranah pekerjaan yang langsung saklek di mata orangtua pasangan. Pekerjaan tersebut biasanya dilihat dari bebet dan bobotnya Bung. Orangtua biasanya punya pandangan tersendiri soal pekerjaan yang bonafid di mata mereka. Dalam imajinasinya, mereka juga membayangkan kalau anak perempuannya akan hidup makmur apabila membangun mahligai rumah tangga dengan calon yang diminatinya (dari segi pekerjaan).

Hasil riset yang dirilis Smart Asset di Amerika, menempatkan ahli statistik sebagai pekerjaan yang paling diminati generasi milenial sebesar 45%,  pengembang web sebesar 38%, analisa riset pasar dan spesialis pemasaran 37%. Hidup sebagai generasi yang digital native alias tidak gagap teknologi membuat pekerjaan dibidang tekonologi menjadi sangat digemari. Tetapi apa yang digemari generasi milenial jelas berbeda Bung dengan generasi X dan Baby Boomers. Kira-Kira apa saja ya Bung pekerjaan yang diminati oleh orangtua si nona?

Menolong Orang Lain Ketika Sakit Adalah Pekerjaan Mulia. Tak Hanya Di Mata Mereka Tapi Juga Di Mata Mertua

Dokter adalah pekerjaan yang masih dipandang tinggi oleh orangtua pasangan. Pekerjaan mulia mengobati orang ini, juga tidak main-main dalam hal pendidikannya yang memang terkenal merogoh kocek dalam-dalam. Maka tak heran, jika jarang ada yang memandang rendah pekerjaan dokter.

Terlebih lagi penghasilan sebagai dokter spesialis saja bisa mencapai 50 juta rupiah. Jelas itu bukan angka yang kecil. Orangtua mana yang tak tergiur melihatnya. Bukan mendiskreditkan orangtua sebagai pihak yang matrealistis ya Bung. Namun rasanya wajar apabila orangtua rela menitipkan anaknya kelak kepada Bung yang berprofesi sebagai dokter.

Fisik Yang Kuat Dan Gagah Dapat Menjadi Daya Tarik. Tapi Semangat Juangnya Buat Negara Mungkin Juga Menarik Ya!

Profesi TNI atau tentara adalah garda terdepan Indonesia dalam menghadapi ancaman dari luar. Siapa saja yang ingin memporak-porandakan kedaulatan, pasti tentara tak tinggal diam. Angkatan bersenjata memiliki kesan gagah dan kuat. Porsi latihan fisik yang dilakukan memang sengaja untuk menumbuhkan jiwa nasionalis Bung. Fisik seorang tentara pun pasti kuat dan terjaga.

Di era orde baru, pekerjaan TNI tak dapat dipandang remeh. Para orangtua pasti mengangkat topi atau hormat pada pekerjaan tentara. Orangtua pun bakal turut bangga apabila Bung memiliki profesi sebagai tentara dan berpangkat panglima. Karena menjaga kedaulatan negara saja bisa, apa lagi kedaulatan rumah tangga. Bukan begitu Bung?

Kerja Di Lapangan Panas-Panasan Tapi Di Rumah Mertua Disanjung-Sanjung. Bung Mau Seperti Itu?

Kerja di lapangan mungkin kurang menyenangkan dibanding kerja di gedung dengan dinginnya AC yang kadang  membuat menggigil. Memiliki kesan panas dan berdebu, sudah identik sekali dengan pekerjaan lapangan, salah satunya pertambangan.

Terbakarnya kulit oleh matahari memang membuat kondisi badan terasa gersang.  Namun kalau berbicara gaji, sepertinya dapat membuat perasaan senang Bung. Pekerjaan ini memang beresiko. Tingkat kesulitan pun juga tinggi. Jadi tak ayal, fresh graduate yang bekerja di bidang ini saja sudah diganjar gaji tinggi. Bisa 2x lipat dari UMR saat ini. Ketika Bung datang ke rumah perempuan kemudian memperkenalkan diri sebagai orang yang bekerja di pertambangan, rasanya jalan lapang untuk meminang pun telah terpampang di depan mata.

Profesi Ini Mungkin Kurang Memikat, Tapi Kalau Orangtua Si Nona Tahu Bisa Jadi Seperti Sahabat Dekat

PNS (Pegawai Negeri Sipil) untuk generasi milenial mungkin kurang terlalu memikat, tapi lingkungan kerja dan besarnya pendapatan menjadikan profesi ini jadi incaran. Data jumlah pendaftar CPNS tahun ini saja tembus sampai angka 1 juta orang. Semua saling bersaing untuk masuk di beberapa kementerian dan lembaga. Kalau dari kacamata orangtua, pekerjaan ini tentu jadi idaman.

Karena dapat menjamin kehidupan dengan adanya tunjangan dan uang pensiunan. Di mata masyarakat, PNS memiliki prestis yang tinggi. Toh orangtua pasangan pasti turut senang apabila sang anak dinikahi oleh PNS, selain bisa menjamin kehidupan, juga dapat meningkatkan kehormatan.

Kalau Berbicara Nasib Memang Sulit Ditebak, Terkadang Profesi Bisa Kalah Dengan Nama Besar Perusahaan

Selain prestisnya profesi sebagai PNS, menjadi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga tak kalah mentereng. Terlebih lagi BUMN membawahi semua perusahaan besar di Indonesia seperti Pertamina, PLN, Pelindo dan perusahaan maskapai, Garuda Indonesia. Usut punya usut, profesi pegawai di BUMN bakal makmur sejahtera nasibnya.

Orangtua biasanya tidak hanya terkesan oleh besar kisaran gaji yang didapat Bung. Tapi terkesima juga dengan perusahaan tempat bekerja. Apa pun perusahaannya, kalau Bung bekerja di perusahaan BUMN pasti tak terlalu rumit untuk menggapai si nona.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Bekerja Keras dalam Diam, Biarkan Sukses yang Membuktikan

Jadi manusia yang berhasil pada setiap garis kehidupan, sudah pasti jadi impian semua orang. Caranya pun beragam, mulai dari bekerja keras tanpa mengenal lelah hingga rancangan besar yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Tapi Bung, sukses bukanlah panggung orasi, Bung tak perlu berteriak untuk dilihat. Jadilah beda dengan cara yang tak biasa. Menciptakan sesuatu yang mengejutkan, walau selama ini dianggap selalu diam.

Sebagian kawan lain mungkin gemar berbicara untuk semua mimpi-mimpinya. Tapi Bung tak perlu begitu. Sebaliknya, mari mulai bekerja tanpa harus banyak berkata hingga nanti semua pencapaian Bung akan jadi bukti nyata.

Ini Jelas Tidak Mudah, Sebab Bung Tentu Kerap Dianggap Tak Punya Masa Depan Cerah

Dalam pergaulan, Bung yang memang kebetulan tak banyak bicara kerap diasingkan bak manusia yang tak layak diperhitungkan. Sebab masyarakat kita percaya bahwa dia yang tidak bisa berbicara di hadapan khalayak ramai tak akan memiliki gambaran masa depan. Wajar memang, sebab sebagai seorang laki-laki sudah seharusnya Bung berani.

Namun dalam perjalanan untuk upaya menuju mimpi yang diinginkan, ini bukan poin utamanya. Bung butuh rasa tenang untuk bisa berpikir lebih dalam. Menimbang semua keputusan hingga membuat rencana lain dengan matang.

Masa ini akan lebih baik jika digunakan untuk lebih memahami diri sendiri. Apa yang sebenarnya Bung ingini, hingga bagaimana jalan meraih mimpi.

Lagi pula Mimpi yang Bung Punya Tak Harus Dibagikan Pada Semua Orang

Satu dua orang mungkin masih bisa dipastikan senang, tatkala Bung membagikan cita-cita kepada mereka. Dan selebihnya? Bung tentu tak bisa membatasinya. Mulai dari yang tak suka, hingga mereka yang akhirnya menjiplak rancangan karya yang akan Bung realisasikan.

Tanpa bermaksud untuk meminta Bung jadi manusia sombong yang merasa agung atas mimpi, Bung harusnya paham jika Bung hidup dengan tingkat persaingan tinggi. Salah satu langkah saja, bisa-bisa Bung sudah didahului orang lain yang sudah mengetahuinya.

Sebab Bercerita Pada Publik Hanya Jadi Bayang-bayang yang Tak Akan Berpengaruh Apa-apa

Yap, bercerita memang membuat Bung banyak dikenal dan secara tidak langsung akan menggambarkan bagimana Bung nanti. Tapi disinilah bahayanya, pengakuan dari orang lain justru sering membuat Bung merasa puas lebih dulu. Walau sebenarnya belum berbuat apa-apa, Bung kerap akan berpikir telah berhasil sebab orang lain saja sudah mengakuinya.

Efeknya, usaha yang tadinya bisa lebih keras berangsur melemah, jika dibandingkan dengan mereka yang menceritakan mimpinya pada diri sendiri saja. Tanpa harus kami beri tahu, Bung tentu sudah paham bagaimana kerasnya perjuangan di lapangan.

Dia yang tak bekerja keras untuk mewujudkan, tentu tidak akan menang.

Bung Hanya Butuh Fokus Pada Tujuan, Tanpa Terpengaruh Ekspektasi Orang

Selain mendapat masukan, bercerita pada orang kadang kala hanya menganggu fokus pikiran. Kalau tak percaya Bung bisa mencoba mengamati mereka yang ada di sekitar. Pada beberapa kasus, mereka yang gagal sering disebabkan oleh pihak lain di luar diri. Padahal satu-satunya pihak yang berhak untuk menentukan mimpi Bung adalah diri Bung sendiri.

Mari tutup telinga untuk semua ekspektasi mereka, tanggung jawab Bung hanya berupaya mewujudkan mimpi menjadi nyata. Bukan memenuhi perkiraan-perkiraan lain yang mereka katakan. Lagi pula tak ada aturan yang mengharuskan Bung untuk menyesuaikan mimpi dengan ekspetasi orang lain. Bung tidak perlu risau atau tak enak hati, sebab cerita ini adalah milik Bung seutuhnya.

Namun Jika Memang Butuh Berbagi, Bung Bisa Cari Kawan yang Tepat Untuk Mendengarkan

Ini jadi babak penting yang perlu diperhatikan Bung perhatikan. Jika ternyata bercerita memang perlu, cobalah cari mereka yang memang bisa menyuntikkan semangat. Menjadi bagian yang menguatkan dan memberi masukan. Dan pada fase ini, Bung memang harus pintar dalam hal memilah-milah. Mana dia yang sesungguhnya membantu dan tidak.

Tak perlu sungkan, mintalah tolong jika memang diinginkan. Tapi Bung juga berhak untuk berkata tidak untuk mereka yang terlihat tak sejalan.

Simpan semua cerita dengan mimpi-mimpi besar Bung, sebab tak semua orang butuh itu. Jika memang bernasib baik, kelak semua pencapaian dan keberhasilan yang Bung telah dapatkan jadi bukti nyata yang bersuara tanpa harus repot berkata-kata.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top