Kisah

Apa Rasanya kalau Pemain Bintang Malah Dijual ke Rivalnya?

Sepak bola sepenuhnya besar dengan rasa gengsi, terutama gengsi pada saat laga bertemu rival abadi dan laga derby. Gengsi tersebut harus dibayar mati dengan kemenangan. Jangan sampai pada kedua tipe laga tersebut, tim mengalami kekalahan karena itu lebih memalukan dibanding gagal eksekusi penalti hingga membuat suatu tim tidak juara. Sehingga intensitas suatu laga dengan rival abadi sarat akan gengsi tinggi.

Dibalik rasa gengsi akan tim lain, sepak bola juga memikirkan bagaimana bertahan hidup dari industri yang menjanjikan ini. Salah satu opsi adalah menjual pemain untuk menambal keuangan klub. Meskipun terkadang penjualan sangatlah memilukan karena mengorbankan pemain andalan. Tetapi yang paling memilukan adalah bila pemain andalan dijual ke klub rival. Apakah Bung tahu seperti apa rasanya?

Membuang Cuma-cuma Maestro Lapangan Tengah Adalah Hal Gila!

AC Milan adalah korban dari penjualan pemain andalan ke tim rival, Juventus. Tak tanggung-tanggung yang ia jual adalah maestro lapangan tengah yang menjadi sosok kunci dari kesuksesan Milan di tahun 2000-an, Andrea Pirlo, yang menyumbangkan dua gelar Serie A dan dua gelar Liga Champions. Gilanya yang dilakukan AC Milan adalah melepas Andrea Pirlo secara cuma-cuma ke Juventus.

Setelah dibuang ia memberikan gelar pertama bagi Juventus selama sembilan tahun terakhir, setelah itu Juventus kembali mendominasi Serie A. CEO Milan pun mengakui bahwa melepas Pirlo begitu saja adalah kesalahan terbesarnya di dunia sepak bola. Sabar, Adriano Galliani!

Bisnis Sepak Bola Memang Tak Sejalan dengan Apa yang Terjadi di Lapangan

Bos Newcastle United, Kevin Keegan pernah merasakan apa yang dialami Adriano Galliani. Di tahun 1995 ia mengatakan tak membutuhkan sang striker haus gol Andy Cole yang nyatanya telah mencetak 55 gol dari 70 penampilan bagi The Magpies di Liga. Ketegangan terjadi ketika Cole diposisikan di bangku cadangan. Kemudian Newcastle pun menerima tawaran £6 juta (plus Keit Gillespie) dari Manchester United untuk Andy Cole.

Sang suporter pun geram menuntut jawaban dari Keegan yang direspon secara langsung dengan jawabnya di depan muka mereka. Keegan mengatakan kalau ini hanyalah semata-mata untuk bisnis di sepak bola. Memang benar sangat menguntungkan, tetapi Andy Cole jauh lebih beruntung karena memenangkan lima gelar Liga Inggris bersama Manchester United setelah kejadian itu.

Ajax Tak Lagi Tertawa, Sepatutnya Ia Kecewa Membuang Pemain yang Mengharumkan Namanya

Tak ada yang tak kenal nama Johan Cruyff di era-80an bahkan sampai dengan sekarang. Tapi cara yang dilakukan Ajax tidak menghormati sang legenda hidupnya. Tepat di musim panas 1983, di usia yang telah memasuki 36 tahun ia tidak mendapat kontrak baru meskipun sudah membantu menjuarai kejuaraan domestik. Cruyff sepertinya kesal dan memutuskan bergabung dengan rival bebuyutan, Feyenoord.

Tim yang meraih kesuksesan di 1974 setelah menjuarai liga dan piala UEFA. Ajax seperti tak menganggap itu sebagai ancaman karena dipertemuan terakhir ia mampu menggulung Feyenoord dengan skor 8-2. Namun, kedatangan Cruyff yang dikombinasikan dengan pemain muda bertalenta Ruud Gullit dan striker haus gol, Peter Houtman. Ia mampu membalaskan dendam Feyenoord dengan mengandaskan Ajax 4-1 . Selain itu Cruyff mampu membawa Feyenoord meraih gelar pertama dalam 10 tahun terakhir dan Piala KNVB. Cara balas dendam Cruyff memang menyakitkan.

Robin Van Persie Pergi Karena Kebijakan Transfer Tim London yang Suka Menjual Pemain Andalan

Arsenal memang suka sekali menjual pemain andalan demi menyelamatkan neraca keuangan. Dahulu ia pernah menjual Patrick Vieira, Thierry Henry, sampai Cesc Fabregas. Sebelum Alexis Sanchez, Robin Van Persie adalah pemain yang pernah mencoba berada di Manchester United. Setelah perwakilannya duduk bersama dengan direksi The Gunners, menjelaskan tentang kebijakan transfer mereka, akhirnya disetujui akan menjual RVP. Tawaran pun datang dari Manchester United dengan harga masuk akal ketimbang Juventus yang sempat memperlihatkan ketertarikannya kepada striker asal Belanda itu.

Bagi Arsenal, terasa begitu menguntungkan bisa menjual pemain dengan harga  £24 juta yang memiliki rekam jejak cedera panjang. Apalagi ada sosok pengganti seperti Lukas Podolski dan Oliver Giroud. Kenyataanya berbanding terbaik, di tahun 2012 justru suporter The Gunners sakit hati melihat kehebatan RVP yang sukses membawa Setan Merah meraih gelar ke-20 mereka. Sementara Arsenal hanya berada di empat besar.

Membawa Rival Setan Merah Merasakan Juara Setelah 44 Tahun Lamanya

Lagu sudah ‘Sewindu’ Tulus tidak begitu menyakitkan apabila dikondisikan kepada Manchester City yang belum merasakan juara hampir setengah abad. Carlos Tevez, sosok yang dicintai Manchester United karena membantu merebut dua gelar Liga Inggris dan satu Liga Champions sebagai pemain pinjaman. Tapi ada hal yang membuat Tevez tidak disukai Sir Alex Ferguson saat itu pada 2009 terkait jawaban kepada media tentang masa depannya. Alhasil Tevez bergabung dengan rival sekota Manchester City yang kepindahannya mendapatkan komentar bahwa City tak pantas membeli Tevez dengan harga yang terlalu tinggi.

Beberapa musim dijalankan dengan baik namun di tahun 2011 ia bersitegang dengan Roberto Mancini karena menolak dibangku cadangkan, dan membuat suporter United senang atas kesengsaraannya. Namun setelah perselisihan usai ia mampu menciptakan mimpi buruk buat Manchester United yang gagal juara di menit-menit akhir dan membawa City meraih gelar juara setelah 44 tahun lamanya. Lantas siapa yang pantas tertawa, Bung?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Transfer de Ligt ke Juventus Dikabarkan Karena Uang

Matthijs de Ligt belakangan ini jadi sosok dibicarakan dalam bursa transfer. Remaja berusia 19 tahun berkewarganegaraan Belanda, dikabarkan pindah karena uang. Kabar tersebut langsung ditampik oleh dirinya sendiri. Sebagai pemain berposisi bertahan ia bilang, Italia jadi iklim yang bagus untuk karirnya.

Nama de Ligt masuk dalam radar klub-klub besar Eropa setelah sukses bersama Ajax Amsterdam. Semi-final Liga Champions serta juara Eredivisie Belanda jadi pencapaian. Terlebih di Liga Champions, klub-klub Belanda sudah jarang yang bisa bertahan sampai semi-final. Sampai akhirnya Ajax memberi kejutan setelah menumpaskan Real Madrid dan Juventus.

Tercatat Liverpool, PSG dan Barcelona yang terbuka mengakui tertarik ingin memakai jasa de Ligt. Bahkan klub Catalunya mengklaim sudah mencapai kesepakatan personal namun kecewa setelah ia menunda keputusan tersebut. Sedangkan PSG tak bisa memboyong karena tak bisa memenuhi permintaan gaji. Namun ia meredam kabar negatif tersebut.

Uang tidak pernah berperan dalam keputusan memilih klub baru. Semua yang mengenal saya pasti tahu itu. Uang bukan penentu. Semua orang berhak untuk beropini dan saya menghargainya tetapi beberapa orang terlalu mudah berkomentar.” ujarnya saat diwawancara VI.

Konyol-nya dari sekian kabar beredar adalah tentang dirinya ditolak dari Setan Merah, lantaran memilik ayah terlalu gemuk. Juventus jadi klub mendapatkan de Light dengan mahar €75 juta dan sang pemain diikat kontrak hingga musim panas 2024.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Pujian dan Cacian Singkat Kepada Gabriel Jesus, Membuatnya Heran Kepada Kritikus

Mendapat kritikan memang tidak sepenuhnya baik. Menyikapi kritik harus lebih hati-hati, salah menanggapi bisa jadi boomerang bagi diri sendiri. Namun Gabriel Jesus heran dengan seseorang yang menyebut diri sebagai kritikus. Karena lebih banyak para kritikus menenggelamkan karir pemain. Menurutnya, kritik yang baik adalah kritik membangun.

Kilas balik kebelakang. Gabriel adalah pemain yang dikritik usai kegagalan Brasil di Piala Dunia 2018 lalu. Dianggap skuat Brasil saat itu mampu berbicara banyak namun hanya melangkah semi final. Harapan juga tertuang kepada-nya, karena dianggap striker muda berbahaya yang mendapat kepercayaan penuh pelatih Brasil, Tite.

Sayang seribu sayang, Gabriel gagal membuktikan diri. Ia tidak melahirkan banyak gol, akhirnya berujung kritik pada dirinya. Dan dianggap tidak layak bermain sebagai striker utama Brasil.

Saya tidak menempuh perjalanan bagus (pada Piala Dunia 2018), itu terjadi pada semua pemain. Saya kira, meski kami tereliminasi, jika saya berhasil mencetak gol di laga pertama dan kelima, itu bakal mengubah seluruh pandangan tentang Piala Dunia saya. Sekarang saya mengaku bahwa saya tidak banyak membaca kritik yang ditulis tentang, saya, sebab itu sangat berat,” imbuhnya.

Gabriel pun mengerti kalau sepakbola melibatkan pujian maupun cacian. Sebagai striker yang bermain di Premier League ia paham akan krtikan pedas. Namun ia tak menyangkan kalau pujian maupun cacian sangat cepat diterima. Tampil hebat dalam dua pertandingan, mereka (kritikus sepakbola) menyebut sebagai bintang. Saat satu dua laga bermain buruk ada yang mengatakan ‘kok bisa anda bermain sepak bola?’.

Terkadang itu tampak seperti mereka tidak ingin melihat pemain itu berkembang baik secara pribadi maupun secara profesional,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Andai Griezmann ke Barcelona, Tidak Ada Presentasi Buat Dirinya

Barcelona  mengalami gundah gulana untuk mempresetasikan Grizmann atau tidak. Kemungkinan besar pemain asal Prancis tersebut bakal melanjutkan petualangan di tim Catalan. Meskipun merasa dipermainkan Barca dan Griezmann soal negoisasi, Atletico nampaknya sepakat dengan harga 120 juta euro. Harga tersebut adalah klausul rilis dari sang pemain yang aktif per 1 Juli 2o19.

Griezmann bakal diikat dengan kontrak lima tahun dan menjalani tes medis sebelum bergabung.  Tapi masih belum ada kepastian apakan ia akan dipresentasikan. Karena fans Barca tidak sepenuhnya menyukai Griezmann. Dilansir Marca, justu pihak klub akan memilih memundurkan jadwal presentasi sampai bulan depan, yang bertepatan dengan pengenalan skuad ke publik Camp Nou.

Griezmann mungkin bakal menghadapi beragam reaksi dari fans Barca, tetapi itu tak membuat Carles Puyol cemas. Mantan kapten Barca itu yakin Griezmann akan mendapatkan dukungan penuh jika bisa membuktikan dedikasinya.

Pertama-tama, dia (Griezmann) harus datang, dan jika dia datang, fans bakal mendukung dia sama seperti yang dirasakan semua pemain Barcelona, tetapi dia harus datang terlebih dahulu,” tegas Puyol.

Kehadiran Griezmann jelas bakal membentuk kekuatan Barcelona yang jauh berbeda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top