Teknologi

Malu Lah Bung Kalau Masih Pakai Bajakan, Kenapa Tak Coba Alternatif Microsoft Office Gratis Nan Legal

Menulis dokumen, membuat tabel perhitungan serta merancang presentasi, menggunakan komputer. Apa yang kemudian terbesit di kepala ketika mendengar kalimat tadi? Bisa jadi jawabannya Microsoft Office.

Dugaanmu tak salah memang. Karena software besutan perusahaan milik Bill Gates itu memang jadi yang paling populer saat ini. Apalagi di generasi sistem operassi windows saat ini, program office biasanya sudah ikut pre-installed alias sudah termasuk dalam instalasi.

Problemnya, Office 365 begitu nama office besutan microsoft itu menerapkan sistem trial. Alias hanya gratis untuk satu bulan percobaan saja. Sisanya kita diharuskan berlangganan per bulan atau per tahun. Memang sistem ini lebih mudah karena bisa dibayar perblan, kalau dibanding pendahulunya macam Office 2010 atau Office 2016 yang harus dibeli lepas. Kendati demikian harga “sewa” yang berkisar di angka 800 ribu hingga 2 juta rupiah per tahunnya itu tak dapat dikatakan murah.

Lantas bagaimana? Pakai bajakan? Wah, kamu sudah sangat ketinggalan jaman kalau masih terpikir soal menggunakan produk bajakan. Karena menggunakan produk ilegal macam itu, lebih mendatangkan susah dari pada kemudahan. Mulai dari software yang sering berisi virus, hingga laptop yang tak bisa lolos pemeriksaan bandara jika softwarenya bajakan.

Nah, supaya perasaan aman namun kantong tetap tentram, mungkin ada baiknya kamu melirik software alternatif untuk aktivitas office kamu. Meski gratis aplikasi-aplikasi ini juga tergolong sangat baik dan kompatibel dengan Microsoft Office yang umum digunakan banyak orang.

WPS Office: Paling Mirip Milik Microsoft, Tapi Ada Iklannya

Kalau dilihat beberapa tahun ke belakang, program yang satu ini memang tak sepopuler yang lain. Namun belakangan orang mulai mengenal WPS Office. Salah satu keunggulannya adalah tampilannya yang sangat mirip dengan Office milik microsoft. Baik itu untuk menulis dokumen (word), spreadsheetnya (Excel) sampai ke urusan presentasi (power point) semua mirip.

Jadi pengguna baru WPS Office tak perlu lagi penyesuaian ketika pertama kali menggunakannya. Cukup nyalakan dan langsung gunakan. Layaknya juga Office 365, WPS Office menyediakan beragam template ketika memulai dokumen file baru. Sehingga beragam aktivitas bisa segera dilakukan di sotware ini.

Namun jangan kaget jika di awal atau di tengah bekerja, tiba-tiba muncul iklan di layar komputer. Yup, untuk WPS Office free ini, memang tersematkan iklan yang sewaktu-waktu muncul. Kendati begitu tak perlu khawatir durasi iklan ini tak lebih dari satu dua kali setiap membuka dokumen. Jadi masih taraf wajar dan tak mengganggu kok.

LibreOffice: Punya Fitur Paling Canggih Dan Sering Disebut Pesaing Microsoft

Soal kecanggihan bisa dibilang LibreOffice ini salah satu aplikasi office gratisan yang paling unggul. Fiturnya paling lengkap dan sangat mendekati Office milik Microsoft. Dan tak tanggung-tangung fitur LibreOffice ini mampu menyaingi fitur Office 365 yang paling premium.

Namun, tak seperti WPS Office yang punya banyak pilihan template, LibreOffice ini agak sedikit terbatas. Dan Itu pun kita harus menginstallnya terlebih dahulu. Jadi untuk kamu yang sekiranya membutuhkan template macam undangan, surat keluar masuk, invoice, presentasi dan lainnya mungkin harus secara manual membuatnya sendiri.

Apache OpenOffice: Paling Sering Update Dan Minim Bug

Bisa dibilang ini adalah bapaknya LibreOffice. Karena Libre dikembangkan dengan basis Apache OpenOffice ini. Tak heran jika fitur program yang satu ini tak kalah keren dari Libre.

Salah satu keunggulannya adalah sifatnya yang open source. Alias semua orang bisa membuka kode programnya dan mengupdatenya. Dengan begitu perkembangan OpenOffice ini tergolong sangat cepat dan cenderung bebas bug. Karena sedikit saja ditemukan bug, komunitasnya akan segera memperbaikinya.

Namun, kamu mungkin bisa sedikit tertipu dengan penampilannya. Ya, karena OpenOffice ini punya tampilan muka yang lebih klasik. Bukan seperti WPS Office yang menyerupai Office keluaran terbaru, program ini lebih mirip program office era-era 90-an. Walhasil, kalau kamu sebelumnya terbiasa menggunakan produk keluaran Office 2010, 2016 atau Office 365, kamu mungkin akan perlu sedikit penyesuaian.

GoogleDocs: Untuk Kamu Yang Kerap Berkolaborasi Dalam Bekerja

Buat kamu yang gemar bekerja “di awan” alias cloud, Googledocs sangat cocok buatmu. Semua bisa diakses menggunakan browser internet tanpa harus menginstal aplikasi apa pun terlebih dahulu. Jadi buat mereka yang kapasitas penyimpannya terbatas, GoogleDocs jadi solusi paling mujarab. Serunya lagi, karena sifatnya yang di cloud, dokumen yang sedang dikerjakan bisa langsung dipantau dan di edit bersama-sama oleh banyak orang meski dari tempat yang berjauhan.

Namun kelebihannya tersebut sekaligus juga menjadi kekurangannya untuk kita-kita yang tinggal di negara miskin quota. Maklum karena pekerjaan dilakukan di browser internet, ya tentunya dibutuhkan koneksi internet untuk membukanya.

Selain itu, demi kecepatan tidak semua fitur GoogleDocs dibuka begitu saja ketika kita mengaksesnya. Kamu perlu lebih jeli mencari-cari fitur yang kamu inginkan, yang seringnya terbenam di dalam struktur menu yang sedikit membingungkan.

iWork: Untuk Khusus Pengguna Produk Apple

Nah, yang satu ini diperuntukan buat kamu pengguna Apple Mac. Di tengah banyaknya pengguna windows kadang kamu perlu untuk mengerjakan file yang bisa melintas antar platform. iWork adalah jawaban untuk itu.

Namun iWork memang sejatinya tidak didesain untuk menyerupai Microsoft Office. Jadi walaupun bisa membuka file milik microsoft, tampilannya bisa dibilang sangat jauh berbeda. Kemudian layaknya produk apple yang lain, iWork juga didesain untuk erat digunakan dengan iCloud. Jadi kalau kamu jarang menggunakan iCloud, bisa jadi bekerja dan berbagi file menggunakan iWork butuh ekstra langkah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top