Sponsored Content

Walau Diri Semakin Tua, Bukan Berarti Waktu Main Bung Kan Tiada

Bung pasti sering dengar, kata main-main selalu diidentikan dengan orang-orang yang masih remaja. Seolah-olah, kita yang sudah beranjak dewasa atau tua. Tak lagi pantas untuk pergi jalan-jalan, menekuni hobby masa kecil, atau untuk sekedar ngobrol basa-basi dengan kawan.

Padahal nih bung, dari informasi yang dimuat di TimeofIndia, bertemu dan berkumpul dengan teman di dunia nyata memiliki banyak manfaat untuk kehidupan. Karena itu, pergi menonton atau sekedar bermain dengan teman sebenarnya jadi sebuah penguat emosional dalam jangka panjang pada setiap orang. Tak terkecuali, kita laki-laki  dewasa.

Menjadi tua memang sebuah keharusan, tapi dewasa bukan berarti tak bisa bersenang-senang kan bung?

Usia Bertambah Tak Bisa Dihindari, Tapi Hobby di Masa SMA Tetap Bisa Dinikmati

Seorang kawan yang kini berusia 30 tahun, selalu mengisi akhir pekan dengan main skateboard dengan teman-temanya yang memang kebanyakan berusia dibawah 20 tahun. Satu kali, saat bertemu dengan kawan lain yang katanya sudah dewasa. Ia diolok, “Sudah tua, kok masih main kayak anak SMA”.

Bukannya marah, kawan yang tadi saya ceritakan justru tertawa. Sembari berucap bahwa ia main skateboard karena suka, dan tentu tak mau seperti kawan yang tadi mengoloknnya. Iya, tak bahagia lalu mengurusi hobby kawannya, begitu katanya.

Begini bung, berbagai macam istilah tentang “Jangan kaya anak SMA”, mungkin sering kita dengar. Dilontarkan untuk menanggapi apa yang kita lakukan, hingga jadi senjata yang mungkin meremehkan sebuah kesukaan. Tapi, daripada memikirkan kata orang. Kita tetap bisa menikmati hidup dengan hal-hal yang menjadi kesukaan. Termaksud hobby lama yang memang dicinta. Itu jelas hak bung sendiri, tak perlu risau atas cibiran orang-orang yang tak mampu tetap menjalani hobinya ketika sudah dewasa.

Main Game Tak Berarti Bocah, Toh dari Game Juga Bisa Kaya

Nah, bung pasti sering dengar kan? kalau dewasa katanya jangan main-main saja. Disebut sebagai sesuatu yang tak berguna oleh mereka yang tak suka. Sampai katanya, cuma buang-buang waktu saja. Tak bisa disalahkan memang, jika aktivitas “main game” merenggut waktu yang tadinya bisa kita manfaatkan dengan baik.

Mungkin benar, jika aktivitas kita ini hanya jadi parasit yang menyusahkan. Namun disisi lain, kita pun tak boleh menutup mata. Bahwa ada hal baik yang bisa terjadi dari aktivitas yang hanya sekedar bermain saja.

Yap, bung pasti tahu kan. Diluar sana banyak tukang main game yang justru kaya raya hanya dengan duduk di depan layar komputer dan bermain sepuasnya. Jadi, kedewasaan tak ada hubungannya dengan aktivitas yang dilakukan. Bung tetap bisa memainkan apa yang disukai. Tanpa takut dicap bocah, hanya karena sesuatu yang jadi opini sebagian orang saja.

Lagipula, Setiap Orang Punya Cara Beda untuk Mengartikan Dewasa Bung!

Konon, kedewasaan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu menghargai orang tak sekata. Merayakan perbedaan untuk setuju dengan ketidaksetujuan. Maka jika ada kawan yang masih doyan main, macam bocah sekolahan. Tak perlu diprotes ya bung. Biarkan saja ia bahagia dengan cara dan pilihannya.

Toh, serupa dengan kita ia pun tentu punya hak untuk menentukan apa yang ia suka bung. Tak lagi suka nongkrong di cafe dengan kawan-kawan, tak berarti anda lebih dewasa. Dan kawan yang masih suka main kesana-kesini pun, tak bisa bung dibilang tak dewasa. Semua orang punya ukuran, cara yang berbeda untuk senang, maka tak ada yang berhak untuk menentukan bagaimana ukuran kedewasaan.

Pergi ke Tempat-tempat Baru, Buat Hidup Bung Makin Seru

Demi isi kepala yang tak semakin tegang, sebenarnya bung masih tetap bisa bepergian seperti zaman SMA atau kuliah dulu. Tinggal atur waktu, dan buat janji dengan kawan-kawan. Pun kalau bung ingin pergi sendiri, tentu tak apa. Hanya saja, bung perlu mempersiapkan segala kebutuhan. Dan transportasi untuk ke tempat tujuan jadi sesuatu yang paling penting untuk dipikirkan.

Nah, bicara soal transportasi atau kendaraan. Bung bisa menjadikan Suzuki Adress Playful sebagai kawan bepergian. Bagaimana tidak, roda dua besutan perusahaan otomotif asal Jepang ini, punya solusi untuk menjawab kekhawatiran anda dalam hal memilih kendaraan.

Hadir dengan mesin berteknologi SOHC dengan kapasitas diangka 113 cc. Mantapnya lagi nih bung, penampilanmu bisa kian menarik dengan varian warna yang bisa dipilih sesuai selera. Mulai dari Aura Yellow, Stronger Red, Fresh Green, Macho Bright Blue, Dark Grey, Brilliant White, Luminous Orange, Ice Silver, Majestic Gold hingga Hyper Pink.

Jangan puas dulu, karena selain yang tadi sudah dijelaskan. Suzuki Adress Playfull juga mengadopsi teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1. Maka bepergian yang kata banyak orang hanya buang-buang waktu dan uang, bisa disangkal bung. Karena nyatanya, ada Suzuki Adress Playfull yang bisa menekan pengeluaran selama jalan-jalan.

Waktu Main Tetap Bisa Jalan, Asal Kamu Tahu Aturan

Katanya nih, semakin dewasa kita semakin sedikit pula waktu untuk menyenangkan diri. Momen kumpul dan gila-gilaan bersama teman, mulai jadi sesuatu yang terlupakan. Diganti dengan hal lain yang katanya lebih serius, demi hidup masa depan. Belajar hal-hal lain yang belum diketahui, mengadopsi hidup sehat dan tak lagi makan junk food, atau mulai gabung komunitas-komunitas yang lebih serius macam grup-grup belajar tanam saham.

Tak apa sih bung, kalau memang anda mau jalani hidup dengan hal-hal yang serius. Tapi untuk bung, para tim santai tapi pasti. Jangan pernah merasa rendah diri bung, karena meski sudah sedewasa ini masih suka nongkrong dengan kawan terkasih. Liburan ramai-ramai demi menguatkan hubungan dengan kawan, hingga mencintai semua hobi tanpa batasan umur yang kian bertambah.

Dengan catatan, bung bisa membedakan. Mana hal yang harus diutamakan dengan jam main yang memang bisa dikesampingkan. Ini hanya perkara kemampuan mengatur waktu dan menyelaraskan keinginan bung. Bukan tentang sudah tua dan masih bocah. Wajar atau tidaknya, tetap kita yang tentukan, jangan peduli kata orang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top