Lebih Keren

Sosok Moge Mentereng Harley-Davidson, Tak Akan Buat Bung Terkerangkeng

Memakai Harley-Davidson identik dengan pengusaha sukses yang telah berumur. Lantaran motor ini biasanya di pakai oleh orang tua yang hobi roda dua dan melakoni perjalanan panjang atau touring. Pemakaian Harley-Davidson pun terbilang bukan untuk aktivitas harian, alhasil hanya merujuk satu pekan sekali yang dibawa santai sambil menikmati pemandangan kota, meskipun ada juga yang menungganginya guna menemani aktivitas harian. Lantaran memiliki motor ini sama halnya dengan meningkatkan jiwa sebagai bikers, pihak Harley-Davidson pun mengeluarkan beberapa seri Bung.

Motor yang kerap dipanggil dengan moge ini, memiliki seri yang sangat macho sekaligus menyamakan dengan identitas dari si pengendara. Karena Harley adalah motor yang sangat memiliki identitas yang sangat kental, bahkan di luar pun beberapa geng motor besar memakai Harley sebagai tunggangannya. Inilah Bung beberapa tipe motor Harley 2018.

Harley-Davidson Menyapa Pengendara Muda Lewat Dua Seri Street-nya

Sumber : Harley-Davidson.com

Setelah runtuhnya Mabua Harley-Davidson pada tahun 2016, sudah tidak ada lagi diler resmi motor asal Paman Sam di Indonesia. Namun, kehausan akan melihat Moge kembali terobati di tahun 2017, lewat munculnya Anak Elang Harley-Davidson yang membangun komitmennya memanjakan pengendara Moge. Untuk menyapa pengendara muda di Indonesia, Harley mengeluarkan seri Street 500 dan Street Rod 750.

Kedua seri 500 dan 750 sama-sama menggunakan mesin Revolution X engine. Namun, yang membedakan adalah kapasitas cc-nya. Jika Street 500 menggunakan kapasitas 494 cc ,sedangkan Street Rod 750 memiliki kapasitas 749 cc. Secara cc seri Street lebih kecil dibanding prodak lainnya yang memiliki kapasitas rata-rata 1000 cc ke atas. Sedangkan konsepnya sendiri masih mempertahankan kesan vintage, namun jenis motor Street ditujukan kepada pengendara muda dengan pengalaman otentik yang dibanderol dengan harga 276 juta-417 juta (off the road).

Sisi Agresivitas Bung Sebagai Pengendara Bakal Komprehensif Lewat Seri Sportster

Sumber : Harley-Davidson.com

Moge seri Sportster kalau ditelisik dari segi sejarahnya dikeluarkan ke publik pada tahun 1957. Motor yang memiliki bobot ringan ini menonjolkan sisi agresivitas pengendaranya lewat posisi saat mengendarainya. Selain itu, Sportster adalah seri yang paling bisa diamini bagi Bung yang menyukai custom bike cita rasa sporty.

Terdapat dua seri Sportster yang dihadirkan yakni Dark Custom milik Iron 883, sampai tampilan 1200 Custom. Bahkan, tahun ini terdapat model baru dari tipe 1200 custom dan edisi 115th Anniversary Edition Forty-Eight. Harga yang perlu Bung tebus untuk seri motor ini dimulai dari Rp 501 juta-Rp 638 juta (off the road).

Softail Melancarkan Sisi Macho Dan Garang Lewat Satu Sentuhan

Pada seri terdahulunya, Softail Slim S kuat lewat karakter yang macho dan garang. Apa lagi dibalut dengan warna hijau tentara yang makin menguatkan kesan vintage-nya. Namun, invoasi yang dilakukan Harley-Davidson kini makin terlihat sempurna tidak hanya lewat tampilan yang kuat, Softail di tahun 2018 menonjolkan kesan tangkas dan responsif dilengkapi dengan motor cruiser yang kuat.

Moge seri ini memliki rangka yang kuat dan ringan dipadukan performa canggih lewat suspensi barunya. Adapun beberapa tipenya adalah New Softail Slim, New Breakout, New Breakout 114 (115th Anniversary Breakout 114), New Fat Bob, New Fat Bob 114, dan New Low Rider. Harga yang dibanderol di pasaran pun mulai Rp 643.000.000–Rp 1.058.000.000 off the road.

Harley-Davidson Tak Akan Garing Karena Ada Seri Touring

Sumber : Harley-Davidson.com

Ini mungkin merupakan salah satu seri yang paling legendaris dari Harley-Davidson karena dapat dipakai dalam perjalanan jauh. Seri touring ini memadukan kekuatan mesin dan kenyamanan bagi pengendara. Model ini muncul pertama kali ke publik di tahun 1936 yang dibarengi dengan perkenalan mesinnya saat itu, Knucklehead. Pada tahun 2018, seri touring yang akan keluar adalah New Street Glide Special/115th Anniversary Street Glide Special, Road Glide, New Road Glide Special, dan Road Glide Ultra. Kisaran harga yang Bung tebus apabila rindu touring bareng Harley yang tidak garing sekitar Rp 906.000.000–Rp 1.337.600.000 (off the road).

Kemewahan Dari Harley Lewat Seri CVO

Sumber : Harley-Davidson.com

Motor Harley tidak hanya menonjolkan kecepatan, sisi lawas dan kekuatan saja. Apabila Bung memang menginginkan teknologi dari motor yang bertaji, Harley-Davidson CVO adalah jawabannya. Karena seri ini selalu disebut sebagai masterpiece yang dibentuk oleh Amerika Serikat ini. Untuk produksinya pun terbatas, tahun ini ada empat model yang bakal dipasarkan yakni Harley-Davidson CVO yaitu CVO Street Glide, CVO Road Glide, CVO Limited, dan 115th Anniversary CVO Limited. Karena memadukan teknologi, kecepatan, dan desain, Bung pun harus merogoh kocek lebih dalam, yakni mulai dari Rp 1.549.000.000–Rp 2.093.000.000 (off the road).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Biar Lebaran Di Kampung Terlaksana, Perhatikan Roda Dua Sebelum Berkendara

Menjelang hari lebaran yang terhitung beberapa hari lagi, pasti momen pulang ke kampung halaman atau mudik jadi tradisi yang tidak bakal putus. Segala macam jenis tranportasi dilakoni demi melepas rindu kepada orang tua terkasih sampai kerabat dan saudara di kampung. Salah satunya dengan roda dua.

Roda dua menjadi transportasi yang dinilai fleksibel selain beberapa jenis transportasi umum yang sudah mahal sampai menjulangnya harga tiket. Roda dua jadi kendaraan yang dipakai karena tidak ribet mampu mampi ke mana saja dan istirahat di mana saja. Akan tetapi pemudik tak boleh asal mencekek gas kuda besi apalagi saat perjalanan jauh, maka dari itu cek dulu speksifikasi sebelum memutuskan untuk pergi.

Roda

Ini merupakan salah bagian dari roda dua yang tak boleh luput dari pengecekan. Karena roda akan tergerus dengan jarak berpuluh-puluh KM nantinya. Pastikan kalau bearing , teromol hingga jeruji dapat berputar dengan lancar dan tidak goyang atau retak. Selain itu pastikan juga mur roda terikat dengan sempurna agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Rem

Nah hal yang satu ini sangat vital karena tanpa rem kendaraan tidak dapat dikontrol dengan baik. Apalagi banyak kejadian kendaraan yang mengalami kecelakaan saat mudik karena rem blong. Tandanya memang kendaraan tersebut tidak dicek dengan baik. Apalagi saat padatnya jalanan ketika mudik membuat bung dapat berhenti sewaktu-sewaktu. Jadi jangan lupa mengganti rem saat hendak mudik.

Suspensi

Agar kenyamanan berkendara jarak jauh dapat terjaga makan supensi harus dicek juga. Kemampuan suspensi motor yang baik tentunya tak membuat badan sangat lelah saat berkendara. Kalau bung ingin tahu cara mengeceknya dengan cara ditekan dan posisi motor langsung kembali seperti semula atau tidak.

Setang

Hal yang paling penting lagi saat berkendara adalah setang motor. Tentu ini juga bagian yang vital untuk memposisikan kendara. Salah satu cara mengecek adalah memasang standar tengah sampa roda menggantung. Periksa apakah setang goyang dengan menggunakan rem depan untuk mengunci roda, dorong ke depan dan belokkan ke kiri dan kanan. Apabila goyang lebih baik bawa dibengkel untuk diperbaiki.

Mesin

Bagian yang harus dicek paling terakhir adalah motor penggerak alias mesin. Perika apakah ada kebocoran di sekeliling mesin sampai warna oli dan knalpot. Dan nyalakan motor dan gas dengan kekuatan penuh, apabila asap yang dikeluarkan motor bewarna putih kebiruan maka ada indikasi kebocoran dalam bagian oli.

Namun setelah roda dua telah siap di bawa jalan, bung harus perhatikan kondisi badan dan rute jalanan. Apakah mampu dilalui atau tidak, karena sudah pasti bung membawa banyak barang bawaan kan terutama untuk diberikan kepada sanak saudara dan keluarga di kampung halaman. Saran dari kami hati-hati bung, jangan sampai pulang membawa duka tapi cerita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Harga Suzuki Katana Cukup Bikin Terpana

Suzuki terus berkespansi demi memanjakan para penikmat roda dua di Indonesia, dengan mengeluarkan motor anyarnya tepat di ajang Jakarta Fair Kemayoran 2019. Kuda besi tersebut bernama Katana yang membuat heboh jagat perasapan roda dua yang sudah dipesan dari sekarang. Karena ada kabar kalau roda dua ini hanya dipamerkan saja di sana.

Kepastian disampaikan langsung oleh Yohan Yahya, Head of Marketing Department PT Suzuki Indomobil Sales Divisi Roda dua.

Saat ini kita tidak menjualnya, tetapi kalau mau pesan bisa. Unitnya kemungkinan (datang) akhir tahun atau awal tahun depan,” kata Yohan Yahya dilansir 100KPJ.

Perkara harga belum dapat dipastikan berkaitan dengan pajak dan biaya impor. Namun kisaran harga motor ini nampaknya akan memiliki nilai yang mahal.

“Harga belum kita pastikan, ada kemungkinan di kisaran Rp500-600 juta,” imbuh Yohan.

Edisi terbarunya kini merupakan pembaruan dari model yang pertama kali muncul pada tahun 1980-an. Soal spesifikasi, Katana dibekali mesin basis Inline-4, DOHC 16-Valve, milik GSX-S1000 – yang diklaim sanggup memuntahkan tenaga hingga 156 HP, plus torsi maksimum 104,3 Newton meter, dan sudah teruji keandalannya.

Untuk mendukung penampilan, generasi anyar sportbike tersebut disematkan berbagai fitur canggih, seperti traction control, easy start, low-rpm assist, dan speedometer digital. Di sektor kaki-kaki, Suzuki Katana terbaru sudah mengandalkan suspensi model upside-down di depan dan monoshock di belakang. Rodanya menggunakan pelek cast wheel, yang dikawal dual-disc brake di depan, serta single-disc brake di belakang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Mimpi Punya Honda Supercub, Apa Daya Mampunya SM Classic

Memiliki motor hobi seperti C-series keluaran Honda bagi pecinta roda dua adalah menggali kesenangan. Apalagi kalau memiliki kisah dengan motor tersebut, semisal sang ayah dulu bekerja menggunakan itu atau bung semsasa sekolah kerap memakai C-series untuk berjalan-jalan. Penggalian memori tersebut terasa lengkap ketika memiliki dan menunggangi. Honda sempat membawa nuansa klasik itu kembali dengan merilis Honda Super Cub C125 tahun lalu.

Kemunculannya yang mengundang selera ternyata tak sebanding dengan harga. Respon para pecinta yang tertarik pun mulai berubah setelah mengetahui Honda Super Cub C125 dibanderol cukup melejit di angka Rp 57,1 juta. Harga yang terjangkau bagi pehobi tapi tidak dengan konsumen yang ingin merasakan sensasi. Kini demi mengobati dahaga, salah satu kompetitor brand asal tiongkok SM Sport mengeluarkan produk yang tak jauh berbeda, SM Sport Cub Classic 110 yang dibanderol lebih murah yakni sekitar Rp 18,8 juta.

Nuansa Klasik Lebih Nyata Bersama SM Sport Cub Classic

Sumber : Theworldnews.net

Berbicara soal nuansa mungkin lebih nyata bersama SM Sport Cub Classic dibanding dengan Honda Super Cub C125. Pasalnya SM Sport Cub Classic didukung mesin 110 cc, silinder tunggal,  air cooling dengan sistem pengkabutan karburator. Dengan tenaga yang dimuntahkan mencapai 5,1 kW pada 7.500 rpm dan torsi 8.0 Nm pada 5.500 rpm.

Beda dengan Honda Super Cub yang terlalu modern untuk dikatakan sebagai motor klasik. Motor bebek retro ini sudah dilengkapi sistem pencahayaan LED dan pelek jari-jari. Dengan ditanamkan mesin 125 cc SOHC dan sudah injeksi, bertenaga 9,7 PS pada . 7.500 rpm dan torsi 10 Nm pada 5.000 rpm.

SM Cub Classic Makin Jadul Dengan Rem Tromol

Sistem pengereman SM Classic 110 ternyata mempertahankan sisi jadul karena dibekali tromol. Sampai untuk konfigurasi tempat duduk, Cub Classic memilki jok belakang apabila pengendara ingin berboncengan. Menariknya, jok belakang juga dapat dilepas apabila memang berkendara sendiri. Karena motor ini hanya dibekali 110 CC maka motor ini memliki kecepatan maksimal 85 kilometer per-jam, yang memakai transmisi manual empat-percepatan untuk pengoperasian dan tanpa kopling.

SM Classic Merupakan Motor Tiongkok Rakitan Lokal

Sumber : ridechris.com

SM Sport perusahaan asal Tiongkok yang menelurkan SM Cub Classic 110 memiliki pusat pengembangan dan penelitian di negara tetangga Malaysia, kemudian dibawa oleh distributor PT MForce Indonesia (MFI) yang selama ini dkenal sebagai distributor brand motor SYM. Motor rakitan lokal ini memiliki desain batok lampu, sayap dan belakang yang mirip dengan pesaing. Namun dari sisi pelek masih beda, SM Classic membawa nuansa lawas karena mengusung jari-jari rapat. Perbedaan harga yang tak lepas karena SM Sport Cub Classic sudah diproduksi CKD (Completely Knock Down) di Bogor.

Angsuran Ditawarkan Bagi Para Peminat Roda Dua

Sumber : Ridechris.com

Mungkin angka Rp 21 juta masih terlalu tinggi untuk ditebus secara kontan. PT MForce Indonesia pun tak ingin mematikan hasrat para pembeli yang sudah ‘gatel’ ingin mencoba, maka selaku agen penjualan produk SM Sport di tanah air mengatakan kalau motor ini bisa dibeli dengan skema kredit. SM Classic ada tiga pilihan uang muka, Rp 5 juta, Rp 7,5 juta dan Rp 8,8 juta dengan tenor mulai dari 12 sampai 36 bulan. Untuk cicilan termurah ada di angka Rp 438 ribu perbulan dengan uang muka Rp 8,8 juta dibayar sebanyak 36 kali. Sedangkan yang termahal peminat mengangsur Rp 1,13 juta tiap bulan dibayar 12 kali dengan uang muka Rp 5 juta.

Penasaran Dengan Wujudnya?

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top