Sosial

Lawakan Stand Up Dianggap Menyindir, Pandji Mendapat Somasi dari Jubir Jokowi

Belum lama ini, Pandji Pragiwaksono mendadak viral di media sosial akibat materi lawakannya yang berkomentar soal penyalahgunaan toa masjid. Belum tuntas masalah tersebut, ia malah berurusan dengan juru bicara Jokowi dalam kasus yang berbeda lagi, namun masih satu ruang lingkup yaitu stand up comedy. Farhat Abbas selaku jubir Jokowi mengamuk di sosial media Instagram, dengan mengunggah foto Pandji, disertai peringatan yang ditujukan kepada komika tersebut.

“Somasi 1 wanted! Pelawak2 kurang ajar dan bermulut/ kepribadian buruk spt Ini! Harus Gue Beri Pelajaran! Biar Mimpi buruk dan dalam Nyata Dia Di hukum karena kata2 dan penghinaannya!” tulis Farhat Abbas lewat unggahan Insta Stories.

Sebenarnya ini bukan kasus yang terbilang baru dalam dunia stand up comedy. Sebelumnya, Joshua Suherman juga terseret kasus penistaan agama. Namun, Joshua beruntung karena kasusnya itu tidak membesar.

Berbeda dengan mantan suami Nia Daniaty yang sampai menyebut Pandji sebagai pelawak kurang ajar. Bahkan somasi pun dilayangkan 2×24 jam agar ia meminta maaf dan bertobat. Lantas apa yang membuat Farhat Abbas begitu marah? Konon katanya Bung Farhat Abbas tidak terima apabila namanya dijadikan sebuah jokes.

Dalam video tersebut terlihat Pandji membandingkan antara pandangan tafsir Quraish Shihab yang menurutnya patut dipercaya, dibanding dengan sosok kontroversial macam Farhat Abbas. Terkesan ada nada meremehkan untuk Farhat, sehingga ia pun membawa hal ini ke arah yang serius.

“Yang ngomong Quraish Shihab, masa gue enggak percaya? Kecuali yang ngomong Farhat Abbas tuh, baru gue ‘Eh, apaan sih lu, nyet?’ ‘Ape luh, Dih’. ‘Sotoy Lu’,” kata Pandji Pragiwaksono dalam video yang beredar.

Lawakan itu membuat Farhat Abbas naik pitam. Sikapnya itu merupakan reaksi atas lawakan yang dilontarkan Pandj. Perlu Bung ketahui, secara psikologis, Richard G. Warga dalam bukunya Personal Awareness: A Psychology of Adjustment membagi manusia dalam lima emosi dasar, yaitu senang, sedih, cinta, takut, dan marah.

Marah pun terbagi ke dalam dua tipe yakni marah implisit (anger in) dan marah eksplisit (anger out). Farhat Abas tersebut masuk dalam kategori anger out, bentuk marah yang ditujukan kepada orang lain, karena Pandji dinyatakan menjadi penyebabnya.

“Iya soal itu (sebut nama Farhat), dan ada soal lain yang tentang agama (toa masjid). Itu kan lawakan, seandainya dia sebut bapaknya, kakaknya atau siapa, pasti orang-orang juga ketawa,” kata Farhat Abbas dilansir dari Liputan 6.

“Atau harusnya dia bisa contohkan dirinya sendiri kalau buat lucu-lucuan. Kan enggak ada yang komplain, tapi dia enggak ada penjelasan,” imbuhnya.

Selain itu hal yang ditakuti oleh Farhat Abbas adalah namanya bakal tercoreng apabila audience, mengonsumsi matang-matang lawakan dari Pandji, yang menurutnya orang bisa saja jadi tak percaya lagi kepadanya, Bung.

“Nanti bisa ada opini publik. Orang melawak nama Farhat, seakan-akan Farhat itu tidak bisa dipercaya omongannya, ya kan?” terang Farhat Abbas dari laman yang sama.

Nah, menurut Bung apakah wajar Farhat Abbas marah atau dirinya terlalu berlebihan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top