Sponsored Content

Kiprah Menarik Suzuki di MotoGP 2019 yang Perlu Bung Ketahui

Dunia balap bergengsi roda dua yakni MotoGP nampaknya masih menjadi minat Suzuki. Kiprahnya di MotoGP terlihat serius dengan membentuk Suzuki Racing Company yang dibentuk secara khusus menyambut musim ini bung. Tidak hanya sampai di situ, Suzuki pun banyak melakukan perubahan terutama dari segi penunggang dan tunggangan. Alhasil ini makin memperkuat kalau Suzuki ingin bertaji dalam dunia pacu kecepatan roda dua.

Suzuki sempat melempem dalam dunia balap MotoGp seperti tak meminati. Pada akhir tahun 2011 saja, Suzuki sempat vakum dari MotoGP lho, membuat aura kecepatan ‘Si biru’ lewat GSX-RR tak muncul di beberapa sirkuit kenamaan. Akhirnya, Suzuki memutuskan untuk kembali empat tahun lalu. Sayang di musim debutnya tersebut GSX-RR yang memiliki performa garang tampak terbantahkan. Bahkan pengembangannya saja mengalami stagnansi.

Namun di musim balap tahun 2019, Suzuki membawa aroma perubahan dengan melakukan perombakan di beberapa sektor balap. Dan ini wajib bung ketahui bagaimana kiprahnya yang menarik untuk diikuti.

Alex Rins Dari yang Kedua Kini Menjadi yang Utama

Kedatangan ke tim Suzuki Ecstar pada mulanya menjadi pendamping dari Andrea Iannone di tahun 2017. Setelah kontrak co-patriotnya tersebut tidak diperpanjang tim Suzuki, Alex Rins pun dirpomosikan menjadi pembalap nomor satu ‘Si Biru’. Davide Brivio selaku bos Tim Suzuki juga membawa aura optimis kalau Alex Rins dinyatakan siap untuk menjadi nomor satu di timnnya.

Bukan sekedar retorika basi bahwa Alex Rins dinyatakan “siap” menjadi yang utama. Terbukti, tahun lalu ia mampu menorehkan catatan emas dengan lima kali naik podium dan menduduki peringkat lima klasemen. Kekuatan pebalap berusa 23 tahun, pasti akan merepotkan para bintang besar di lintasan.

Menjadi Tandem Baru, Joan Mir Diharapkan Menjadi Penerus Schwantz

Sumber : Bola.net

Setelah Andrea Iannone pindah ke Aprillia, Otomatis Alex Rins membutuhkan satu tandem untuk membantunya berjibaku demi memawa nama tim Suzuki Ecstar. Nama Joan Mir yang berusia 21 tahun pun didapuk sebagai tandem balap dari Rins di musim ini. Nampaknya Suzuki kecanduan memakai talenta muda seperti saat ia membesarkan nama Kevin Schwantz yang merupakan juara dunia GP500 1993, dan menjadi salah satu ikon yang tak lekang oleh waktu bung. Suzuki berharap bahwa Joan Mir mampu menjadi pembeda di tim Suzuki.

Rins dan Joan Jadi Dua Pebalap Termuda di MotoGp 2019

Rins baru mencicipi MotoGp di tahun 2017 sedangkan Joan yang usianya dua tahun lebih muda dari Rins, baru genap setahun di Moto2 usai menjuarai Moto3 2017. Kedua pebalap ini tentu masih sedikit jam terbang. Banyak yang menilai seharusnya Rins membutuhkan tandem yang lebih dewasa guna mendampinginya seperti saat ia bersama Iannone. Namun Suzuki justru menggaet pebalap yang lebih muda, Joan Mir.

Bagi Davide Brivio, alasan ia membawa Joan Mir sebagai rencana proyek jangka panjang Suzuki. Dengan mengharapkan stabilitas performa sampai beberapa tahun mendatang. Bahkan, sang manajer atau bos tim Suzuki Ecstar ini merasa baik Rins maupun Joan mampu menjadi ujung tombak pengembangan GSX-RR.

Musim Berganti, Motor Balap Suzuki Berevolusi

Menyambut musim baru sudah sepantasnya tim besar macam Suzuki melakukan evolusi pada tunggangan. Hal itu dijawab lewat digital melalui kanal Youtube Suzuki. Awal bulan Februari 2019 mereka meluncurkan GSX-RR 2019 yang akan dipakai pada MotoGp 2019. Perbedaan paling mencolok terlihat dari bagian fairing depan yang telah disematkan fairing internal yang menjorok ke depan. Dengan berubahnya bagian depan, membuat GSX-RR 2019 terlihat makin garang sekaligus aerodinamis. Untuk livery Suzuki tetap mempertahankan warna biru khasnya dengan goresan tulisan Suzuki di bodynya.

Departemen Balap Suzuki Tanda Serius ‘Si Biru’ Ingin Lebih Bertaji di MotoGp

Sumber : MotorSport

Seperti sudah kita bahas di paragraf pembuka bung, pembentukan Suzuki Racing Company (SRC) secara khusus menandakan ‘Si Biru’ serius tidak hana di MotoGp tapi dunia balap! Nantinya, tim-tim balap Suzuki di berbagai kejuaraan akan menjadi divisi yang independen dan memiliki biaya balap yang lebih tertata. Nantinya SRC akan mengurus organisasi balap mereka di kejuaraan lain semacam FIM Endurance World Championship (EWC) dan kejuaraan superbike nasional Amerika Serikat, dan MotoAmerica.

Di musim ini Suzuki nyaris saja menurunkan tim satelit alias tim independen seperti keinginan SRC. Sayang hasil negosiasi dengan Marc VDS Racing terkendala masalah internal hingga harus mundur dari kelas tertinggi. Satu-satunya harapan Suzuki adalah Avintia Racing yang menjadi tim satelit kedua Ducati Corse. Brivio berharap di tahun 2020 mereka sudah bisa menurunkan tim satelit.

Meskipun Bukan Pebalap, Bung Dapat Merasakan Aura MotoGp Lewat GSX-R150

Bukan Suzuki namanya kalau tidak bisa memuaskan hasrat para pelanggannya. Menelisik GSX-RR yang diturunkan khusus untuk MotoGp otomatis membuat bung yang pecandu adrenalin ingin menikmati. Alhasil, aura motor balap tersebut dapat bung nikmati lewat GSX-R150!

Dengan harga Rp 29 juta bung mendapatkan tampilan garang khas GSX, sampai fitur canggih seperti keyless ignition system, full digital speedometer, sampai mesin yang responsif yang dibekali untuk GSX-R150 yakni  DOHC 4-Valve 150cc.

Mesin overbore Suzuki Suzuki GSX-R150 ini, mengadopsi DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, motor ini menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Tak cuma mesin gahar dan fitur, tampilannya pun sangat khas motogp dengan desain yang agresif. Apalagi terdapat grafis khas tim Suzuki. Karena itu motor ini cocok untuk Bung penggemar sejati MotoGP

Jadi gimana bung, siap merasakan aura MotoGp?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top