Sponsored Content

Karena Sesungguhnya Hidup itu Harus dibawa Santai Seperti di Pantai

Gelora hidup santai itu sebenarnya sudah dikumandangkan di mana-mana. Kalau bung tak percaya coba saja tengok belahan bumi Eropa seperti Swedia atau bergeser ke Amerika. Negara tersebut telah mempraktikkan slow life  alias pola hidup melambat. Yang merupakan cara dan respons atas rutinitas yang cepat, serba teratur dan penuh kesibukan.  Mereka yang menerapkan slow life rata-rata menjalani hidup secara seimbang dan tidak berlebihan.

Melambat berarti menjalani hidup lebih santai, tidak terpacu meskipun dikatakan sekarang zaman serba cepat. Apakah bung tahu  imbas dari kehidupan serba cepat adalah mengorbankan. Seperti mengorbankan waktu terbuang untuk kerja, mengorbankan kesehatan, tak punya waktu bercengkramah sosial, yang paling parahnya lagi kenikmatan menjalani hidup yang berkurang. Maka dari itu sesungguhnya hidup tak usah terburu-buru seolah dikejar waktu, lebih baik santai apabila tidak terburu-buru.

Terburu-Buru Dalam Pekerjaan Tidak Akan Membuatmu Selesai Baik Tepat Waktu

Pekerjaan yang terburu-terburu dilakukan tidak akan pernah menghasilkan hasil yang memuaskan. Terburu-buru dalam bekerja pasti ada satu dua hal yang terlupa atau terlewati. Ujung-ujungnya atasan atau klien minta revisi, maka dari itu santai lah dalam bekerja. Deadline memang ada dan terus mengejar, tapi dikejar deadline bukan berarti mesti terburu-buru dan tidak santai dalam menyelesaikan. Toh yang bung inginkan adalah selesai dengan hasil baik, kan?

Selalu Ada Kemudahan di Setiap Kesulitan yang Datang

Masalah yang menimpa mungkin berat sehingga membuat bung jadi depresi. Kemudian menjalani sehari-hari dengan kondisi stres, merasa tidak ada solusi. Eitss, santai dulu bung, tidak mungkin hal itu terjadi kepadamu. Setiap masalah yang datang pasti ada solusi. Tetapi solusi tidak datang satu paket dengan cobaan, kan? pasti ada proses di mana seseorang harus mengakses masalah yang datang, ada proses tempa untuk membuat orang tersebut jadi lebih baik. Sesudah itu dalam proses berfikir dan coba menyelesaikan masalah, timbullah solusi.

Menjalani Hidup Terburu-buru Tidak Akan Membuat Hidup Bung Bahagia

Berbicara hidup bahagia itu seperti apa, yang jelas tidak dengan terburu-buru. Menjalani hidup terburu-buru itu tidak membawa kebahagiaan, apalagi kesenangan. Jika bung ingin hidup bahagia dari sekarang coba ubah pola fikir, terutama harus bisa menangani setiap masalah yang ada secara baik dan tidak tergesa-gesa. Maka dari itu coba biasakan diri untuk tidak panik. Karena yang membuat orang kerap terburu-buru adalah rasa panik di dalam diri.

Dibanding Terburu-buru, Santai Meningkatkan Produktivitas Menjalani Hidup

Jika bung berujar kalau hidup tidak ada waktu untuk santai, justru bung termasuk salah seorang yang merasa rugi, karena santai itu memiliki banyak mafaat. Santai adalah hal penting terutama untuk mencapai kinerja optimal dan kesehatan. Selain itu santai dapat meningkatkan produktivitas dalam menjalani hidup. Jika tidak santai, apapun yang bung lakukan terasa berat dan penuh perjuangan. Maka dari itu relaksasi semacam santai menyediakan integrasi pikiran tubuh yang diperlukan untuk kinerja yang optimal.

Orang Santai Paling Cocok Menggunakan Suzuki Suzuki GSX-S150

Suzuki GSX-S150 memang menjadi rujukan yang tepat bagi orang santai. Karena motor ini dikhususkan kepada pengendara yang tampil dengan styling lebih santai dan menyenangkan setiap hari. Nah,Motor bertipe street sport ini memang dirancang dengan  gaya jalanan yang terbuka. Body fairing yang tidak ditampilkan secara full membuat motor yang satu ini nampak elegan nan garang. Bagian bawah mesin disematkan undercowl yang bukan hanya sebagai pemanis desain tapi berfungsi sebagai pelindung mesin. Lalu di bagian tangki diaplikasikan fairing mini shroud yang berfungsi untuk membelah angin.

Suzuki GSX-S150 menggunakan rangka single cradle, membuatnya terlihat kekar. Karena memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi mencapai 1.070 mm. Sementara untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm. Dengan ukuran seperti ini, Suzuki GSX-S150 ini terlihat besar untuk motor kelas 150cc. Tapi tak usah khawatir, sebab tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia. Jadi, Anda tak perlu jinjit saat posisi motor dalam keadaan berhenti.

Mesin yang mumpuni juga membuat GSX-S150 nyaman dikendalikan di tengah kemacetan. arena dapur pacu yang disematkan pada GSX-S150 ini serupa dengan tipe R yang justru mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya (62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm). Tapi sifat asli over bore mulai kelihatan pada putaran menengah dan atas dimulai dari 7000 RPM. Apalagi putaran mesinnya bisa berteriak hingga 13.000 RPM. Tenaga maksimalnya berada di 18,9 dk dengan torsi 14NM.

Bagaimana, mulai bersikap santai dan melirik Suzuki GSX-S150 belom bung?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top