Otomotif

Yamaha XMAX Bertemu Honda Forza, Kira-kira Siapa Pemenangnya?

Memang belum ada kepastian tentang kehadiran Honda Forza 300 ke Indonesia, padahal skutik bongsor ini sudah mampir terlebih dahulu di negara tetangga, Thailand. Sebelumnya,  Honda Forza juga telah beredar di kawasan Eropa, tepatnya di negara Italia. Perihal negara tetangga yang sudah memamerkan Honda Forza 300 dalam ajang Bangkok International Motor Show 2018, apakah PT Astra Honda Motor (AHM) Indonesia bakal menghadirkannya juga?

Jawabannya adalah belum bisa dipastikan. Dijelaskan Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran PT AHM bahwa pihaknya saat ini belum tertarik mendatangkan Honda Forza 300, dan masih fokus terhadap penjualan PCX 150. Padahal kalau dilihat dari segi pasar saja, Yamaha cukup sukses dengan penjualan XMAX yang memiliki lari hingga 250 cc. Namun, PT AHM nampaknya belum ingin memanaskan persaingan. Sedangkan kalau disandingkan, siapakah yang bakal keluar menjadi pemenang ya Bung?

Macet Tidak Jadi Halangan Bagi Forza Meskipun Berbodi Besar

Jalanan macet sudah menjadi hal akrab yang bakal ditemui di ibu kota seperti Jakarta. Menaiki roda dua, menjadi satu alasan agar dapat menempuh perjalanan lebih cepat karena motor dapat menyelinap. Kalau untuk skutik bongsor, bagaimana ya? Jika membandingkan antara Honda Forza dan Yamaha Xmax, jelas Forza lebih unggul karena motor ini memiliki dimensi yang lebih kecil dibandingkan Xmax. Honda Forza memiliki panjang 2.138 mm, adapun Yamaha Xmax mencapai 2.185 mm. Tinggi jok Honda Forza sendiri lebih kecil yakni 779 mm, sedangkan Yamaha Xmax mempunyai tinggi jok 795 mm.

Perkara Tenaga Ternyata Yamaha Xmax Masih Mengungguli Honda Forza

Tenaga yang dihasilkan oleh Honda ternyata belum mampu membuat Yamaha bertekuk lutut. Lantaran Forza hanya memiliki mesin dengan kapasitas murni 279 cc yang dapat menghasilkan tenaga 24.8 hp pada angka 7.000 rpm dan torsi 20.1 lb-ft pada 5.750 rpm. Sedangkan Xmax memiliki kapasitas cc yang lebih besar yakni 292 cc yang mempu mengeluarkan tenaga 27.6 hp @ 7.250 rpm dan torsi 29,0 Nm @ 5.750 rpm. Tipe kedua mesin yang tersemat dalam skutik bongsor ini sama, yang membedakannya Honda Forza memiliki beberapa mode.

Honda Memiliki Fitur Terbaru Untuk Anti Selip

Demi menjaga keselamatan dalam berkendara, Honda terus memajukan fitur yang dapat menopang pengendara agar tetap aman di jalan. Honda Selectable Torque Control (HSTC) adalah fitur canggih keluaran Honda, semacam traction control guna mencegah roda belakang selip karena kelebihan tenaga. HSTC sendiri tersedia di Honda Forza, sehingga untuk segi keselamatan berkendara fitur Honda Forza lebih unggul dari Yamaha Xmax.

Kalau Soal Tampilan Tergantung pada Pilihan Penunggang, Mau Tampil Garang atau Agresif?

Tampilan motor jadi faktor bagi calon pembeli seperti Bung, karena ada bayangan apabila Bung menaiki motor A atau motor B bakal terlihat seperti apa. Banyak orang memilih motor Harley karena ingin tampil garang sekaligus elegan, sedangkan sebagian lainnya banyak yang memilih motor Ducati dan Aprilia karena ingin tampil sporty. Relatif kalau berbicara soal tampilan, sama halnya ketika ingin memilih Honda Forza atau Yamaha Xmax. Secara desain Yamaha Xmax tampil garang, sedangkan Honda Forza lebih agresif dan juga tajam.

Fitur Honda Forza Lebih Menarik Tak Terusik

Tampilan kedua motor memang sama, mesin yang dipakai pun sama, yakni satu silinder, 4-langkah, pendingin cairan, SOHC, dan 4-katup. Walaupun cc yang tersemat di Yamaha Xmax lebih besar dari Honda Forza, untuk urusan fitur, nampaknya Honda lebih unggul dari Yamaha. Keduanya sama-sama menggunakan lampu LED, soket charger, instrumen di panel meter lengkap, hingga bagasi luas yang dapat menampung dua helm berbeda. Nah, satu kelebihan Honda Forza ada pada windshield-nya yang dapat diatur secara elektrik Bung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

R U Tough Enough Asia : Ajang Mencari yang Terkuat Dari yang Paling Kuat

Pagelaran mencari orang paling tangguh di Asia hadir kembali lewat program bertajuk ‘R U Tough Enough Southeast Asia’ 2019, yang tahun ini akan menyeleksi finalis-finalis dari tujuh negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Singapura, Thailand dan HongKong. Bakal dicari 4 pemenang dari Indonesia lewat public audition yang digelar di Main Attrium, Lotte Shopping Avenue pada tanggal 21 Juli 2019.

Proses seleksi dilakukan dengan cara memberikan berbagai tantangan fisik dan mental. Beragam jenis tantangan mampu menguras keringat dan konsentrasi. Mulai dari burpees, alternate ViPR, berlari zigzag, melewati traffic cone, hingga berayun di hanging board. Proses ini tidak mudah seperti kelihatan-nya, tanpa latihan yang rutin para peserta akan kewalahan.

Persiapan latihan fisik yang stabil, tidak terlalu memaksa sesuaikan kemampuan dan rutin dilakukan tiap hari. Memang kita sebelum ada event, sudah selalu latihan tapi latihan sewajarnya saja,” ungkap salah seorang peserta asal Malang, Hendro Utomo.

Hendro utomo merupakan peserta yang sudah siap untuk menanti pertarugan di R U Tough Enough. Segala macam program latihan sudah dijalankan. Bahkan untuk mengatasi rintangan yang disajikan panitia, ia melakukan pelatihan khusus dengan menguatkan cengkraman tangan.

Latihan kekuatangan tangan, dengan mencengkram batu atau kendi yang beratnya bisa 10 sampai 20 kg. Dengan menahan cengkraman selama satu menit kurang. Efeknya saat rintangan terakhir (hanging board) saya melewatinya lebih ringan,” imbuhnya.

Perjuangan untuk menjadi perwakilan orang terkuat itu sendiri membutuhkan fase. Terlebih banyak peserta yang bagus-bagus memiliki determinasi tinggi untuk mewakili Indonesia di ‘R U Tough Enough Southeast Asia’ Final Showdown. 

Untuk regional akan dipilih 20 peserta terbaik dan diinterview oleh juri. Kemudian diakhir kompetisi akan dipilih 4 finalis untuk melautkan ke kompetisi kancah internasional dengan grand lrize sebesar USD 15.000 dan mendapat gelat Southeast Asia’s Toughest.

Kami mencari orang-orang tangguh di Asia Tenggara yang nantinya akan kami nobatkan sebagai Southeast Asia’s Toughest dan kami ingin mengajak semua orang yang merasa tangguh untuk berpartisipasi! Ini bukan hanya sebuah kompetisi fisik, tetapi juga mental, dan kami berharap semua peserta tangguh dapat menunjukkan potensi terbaik mereka!,” ujar Betty Tsui, Vice President, Programming of KIX.

KIX, saluran tayangan action entertainment unggulan di Asia, kembali menggelar program ‘R U Tough Enough Southeast Asia’ 2019 untuk mencari orang paling tangguh di Asia. Program ‘R U Tough Enough Southeast Asia’ yang juga didukung oleh MNC Vision, pionir TV berlangganan terkemuka di Indonesia.

Program KIX ‘R U Tough Enough’ pertama kali diluncurkan pada tahun 2014 di Malaysia. Setelah itu, program tersebut diluncurkan di Filipina, Thailand, Singapura dan Indonesia. Di tahun 2018, ‘R U Tough Enough’ menggelar kompetisi regional untuk pertama kalinya di Malaysia dan di tahun 2019 menggelar 4 on-ground events; pertama di Jakarta, Indonesia, kemudian diikuti oleh Bangkok, Thailand pada bulan Agustus, Manila, Filipina pada bulan September dan Final Showdown di Kuala Lumpur, Malaysia pada bulan November ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Usia Rossi di Yamaha Tak Lama Lagi

Nama Valentino Rossi di dunia balap sudah tidak diragukan. Pebalap kelahiran Italia ini dikenal sangat mahir ketika berada di tikungan. Tak heran, kalau orang sepertinya pernah jadi juara dunia balap motor sebanyak empat kali! Seiring usia berlanjut,  Rossi tak dianggap lagi sebagai senjata Yamaha dalam meraih kemenangan di MotoGP. Menurut kabar, ia tidak akan lama lagi berada di sana.

Performa Rossi tidak konsisten, jadi salah satu faktor kenapa ia akan dikeluarkan dari Yamaha. Belum lagi melihat penampilannya menjelang libur paruh musim kemarin. Semua orang bisa menyaksikan secara jelas kalau Rossi telihat kedodoran. Di seri terakhir MotoGP kemarin tepatnya di seri MotoGP Jerman, tak ada kemajuan yang diperlihatkan.

Lin Jarvis, Direktur Motor Sport Yamaha mengungkapkan keberedaan Rossi. Seolah apa yang diutarakannya  adalah sinyal atau kode bahwa sang legenda tak lama lagi berpisah dengan Yamaha. Meskipun terjalinnya hubungan antara Rossi dengan Yamaha berlangsung sejak 2004.

Pengganti Valentino Rossi sudah ada. Kami tidak akan mempertahankan Valentino Rossi untuk selanjutnya,” kata Lin Jarvis yang dikutip dari Marca.com.

Rossi pernah satu kali berlabuh ke tim lain, Ducati di musim MotoGP 2011-2012. Performa Rossi saat berseragam Ducati sangat buruk, bahkan tidak bersinar. Akhirnya di tahun 2013 memutuskan kembali bersama Yamaha. Kini persaingan berjalan ketat banyak nama muda ingin melampaui sang legenda. Kembali ke Yamaha tak membuat energi gahar-nya kembali sedia kala.

Persaingan dengan pembalap muda. Tapi, bukan berarti Rossi sudah tidak penting untuk kami. Rossi sudah memberikan banyak juara. Bisa saja Rossi akan jadi brand ambasador,” jelas Lin.

Maverick Vinales dan Fabio Quartararo adalah dua pebalap muda andalan Yamaha. Maverick lelbih baik dibanding Rossi di dua seri terakhir. Sedangkan Quartararo tampil mengejutkan di beberapa seri sebelum dan menyikat pole position di babak kualifikasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Keunggulan Honda ADV 150 Ekstrak dari Pendahulu X-ADV

Honda ADV 150 menarik perhatian saat dirilis di GIIAS, pecinta roda dua membicarakan kehadiran motor dari perusahaan berlambang ‘H’ ini. Setelah ditelusuri, banyak keunggulan yang dimiliki ADV 150. Sebelum membahas keunggulan, motor satu ini ternyata merupakan turunan dari versi gahar-nya Honda X-ADV 750. Terbukti dari segi desain. Sosoknya jangkung, visor tinggi, jok berudak memperlihatkan kesamaan dengan pendahulunya.

Lantas apa yang membuat ADV 150 tidak tersirat huruf X ? karena kode ‘X’ adalah kode sebagai motor off-road. Mutsuo Usui, Direktur Pemasaran Astra Honda Motor menjelaskan karena motor ADV 150 memang bukan untuk off-road, tapi bisa dipakai di medan jalan yang berat. Nah, kira-kira apalagi keunggulan dari ADV 150? simak di bawah ini ya bung.

Suspensi Membantu Melintasi Jalan Berbagai Kondisi

Suspensi dari ADV 150 memiliki jarak terendah dari tanah. Yakni sekitar 165 mm, membuat ADV 150 mudah untuk melintasi jalanan di berbagai kondisi. Suspensi depan teleskopik long travel dipadukan suspensi belakang kembar dengan tambahan sub tank besutan Show!

Semakin gagah karena jarak suspensi belakang sekitar 40 cm. Bagi pengereman ADV didiukung cakram dengan gelombang doameter 240 mm pada roda depan dan 220 mm pada roda belakang. Khusus tipe ABS-ISS sudah bekali ABS satu channel di bagian depan.

Ban Depan dan Belakang Berbeda Agar Mendapat Traksi Lebih Baik

Honda ADV 150 terbilang berbeda dari kelasan 150 cc lainnya. Karena menggunakan ban tipe semi dual purpose. Ban depan memiliki ukuran 110/80 lingkar 14 inci. Sementara bagian belakang 130/70 lingkar 13 inci. Honda R & D Southeast Asia sekaligus pemimpin proyek ADV 150, Kazuya Minowa menyatakan pemilihan ban belakang supaya ban belakang mendapat traksi lebih baik saat dipakai di kondisi jalan kurang baik.

Memiliki Pencahayaan LED

Untuk penerangan Honda ADV 150 sudah memakai teknologi full LED baik di lampu depan belakang sampai sein. Lampu sein ini mirip dengan CBR 150. Membuat tampilan ADV semakin menarik, daya tarik lain yaitu lampu depan juga dilengkapi lampu DRL atau Daytime Running Light.

Terdapat Pelindung Angin Membuat Berkendara Terhalang Terpaan Angin

Terdapat Windscreen pada Honda ADV 150. Berfungsi untuk melindungi pengendara dari terpaan angin. Pelindung angin ini dapat diatur dua tingat sesuai dengan kenginan pengendara. Namun pola pengoperasiannya masih manual, tidak seperti saudaranya Honda Forza yang sudah elektrikal. Pelopor Adjustable Windscreen ini pertama kali muncul di kelasnya skutik lewat Honda ADV 150.

Mengusung Panelmeter Digital

Teknologi canggih dari Honda ADV 150 lainnya terdapat pada sistem digital panelmeter. Layar instrumen dengan negative display ini dapat menampilkan berbagai informasi yang sangat membantu pengendara. Tidak bahan bakar saja, melainkan indikator aki, indikator suhu luar, konsumsi bahan bakar rata-rata dan instan, indikator penggantian oli mesin, jam tanggal, Trip A dan Trip B.
ADV 150 dibanderol mulai  Rp 33,5 juta sampai Rp 36,5 juta. Motor ini memang sudah dikembangkan sejak 2 tahun lalu atau pararel dengan usia PCX lokal saat ini. Jadi bisa dikatakan kalau motor ini tidak dikembangkan secara mendadak. PT. AHM sendiri menargetkan terjual 100.000 unit setiap tahunnya.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top