money

Utang Pemerintah Jokowi Mencapai Rekor Baru, Haruskah Disambut Rasa Haru?

 Jumlah utang pemerintah Jokowi tembus hingga Rp 4.363,2 triliun atau 30,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai Rp 14.395,07 per tanggal 31 Agustus 2018. Tetapi hal ini tak perlu Bung takutkan akan berpengaruh ke ekonomi negara. Karena pemerintah memastikan penggunaan utang secara efisien sekaligus memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan dan masyarakat Indonesia.

Berdasarkan dokumen APBN KiTa, ada beberapa faktor eksternal yang menjadi alasan kenapa utang pemerintah meningkat salah satunya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat (AS). Larisnya opsi penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai instrumen pembiayaan proyek bagi Kementerian/ Lembaga (K/L).

Selain itu ada pula pengaruh dari strategi front loading pemerintah yakni dengan menarik pembiayaan di awal pada saat suku bunga di pasar masih rendah. Hal ini dijalankan pemerintah sebelum bank sentral AS, The Federal Reserve menggencarkan kenaikan tingkat suku bunga acuannya dengan tujuan beban utang dapat diminalkan karena tingkat bunga masih rendah.

Di sisi lain, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menilai secara nomimal dan rasio, jumlah utang pemerintah memang meningkat. Namun ia bisa memastikan pemerintah akan terus berupaya agar rasio utang dapat dijaga dikisaran yang tidak melewati batas rasio utang.

“Kami akan tetap menjaga di sekitaran itu, kalau ada dinamika nilai tukar yang mengubah nilai nominal, terutama dari luar negeri, nanti kami akan adjust (sesuaikan),” ujarnya di Kementerian Keuangan dikutip dari CNNindonesia.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Lika Liku Pinjam Meminjam Duit Online yang Memilukan

Pilu memang kalau mengetahui apa yang terjadi dalam seluk beluk meminjam duit di pinjaman online. Sudah dikenakan bunga tinggi, plafond pinjaman juga kecil. Namun bagi mereka yang sangat membutuhkan, pinjaman online seolah menjadi malaikat di tengah kegelapan. Kenapa? karena tidak ada jaminan seperti saat bung meminjam uang di bank, yang mana jaminan sangat diperhitungkan sehingga bung tak bisa asal meminjam.

Di geliat dunia fintech yang semakin menjamur. Tak berarti kemajuan dari teknologi dapat diiringi sebagai suatu solusi. Ternyata ada saja beberapa hal yang tidak dapat diterima oleh masyarakat. Bahkan hal yang tidak dapat diterima ini sifatnya sangat meresahkan. Alhasil lika liku pinjam meminjam duit online ini menjadi hal yang sangat memilukan.

Risiko yang Diterima Tak Sepadan Dengan Uang yang Dipinjam

Meminjam uang lewat pinjaman online mungkin dapat membantu dalam beberapa hal atau kondisi yang sifatnya dadakan. Namun tak banyak orang yang berfikir panjang pasalnya kalau dicermati mereka akan melihat pola yang tidak beres dari beberapa perusahaan pinjaman online.

Seperti suku bunga dan biaya pinjol nyatanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan KTA (Kredit Tanpa Angunan). Akumulasi biaya dalam meminjam pinjol juga sangat besar. Apalagi banyak pinjol yang belum terdaftar di OJK alias investasi bodong terus menghantui semua orang. Di lihat dari pola dan beberapa hal tersebut menandakan kalau terdapat risiko yang cukup genting dalam pinjol.

Rentetan Kasus Penagih Utang Online Membuat Orang Mulai Berfikir Untuk Pinjam Online

Beberapa kasus pinjol menjadi bahan pergunjingan netizen, mereka ramai-ramai membeberkan hal yang menimpa mereka. Apalagi setelah mengetahui kalau kerabat dari nasabah yang memiliki hutang tersebut mendapat tekanan dari penagih hutang. Dan dikatakan sebagai nomor darurat, yang nyatanya tidak demikian. Kasus ini membuat aplikasi kredit online mulai minim dipercaya.

Penagihan Hutang Dilakukan Dengan Cara yang Kasar

Permintaan aplikasi atau Permission Apps yang jarang dibaca dengan teliti, ternyata ada beberapa permintaan yang bahaya apabila disetujui. Seperti membaca SMS, melihat kontak, sampai melihat panggilan yang masuk.

Hal ini diminta sebagai jaminan, yang nyatanya dilakukan aplikasi untuk melakukan kontak ke beberapa kontak bung untuk memberikan peringatan bahwa bung belum membayar. Banyak yang stres akan hal ini, dari yang mulai kehilangan pekerjaan, bunuh diri, sampai menjual ginjalnya di Facebook. Lantaran penagih hutang memberikan ancaman ke tempat kerja nasabah, keluarga bahkan rekan-rekannya.

Bahkan Mereka yang Terlilit Hutang Mengatakan Pinjol Sebagai Jebakan Setan

Kematian akibat terlilit hutang bukan lagi sesuatu yang baru. Namun kematian seorang supir Taksi di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan adalah hal memilukan. Dalam surat wasiatnya ia mengatakan kalau pinjaman online adalah jebakan setan. Tak ada hal yang jelas apa alasan ia mengatakan ini semua, namun banyak yang berasumsi bahwasanya bunga yang tinggi membuat ia tak kuasa, apalagi penagih hutang akan terus meneror dirinya lewat verbal.

Maka Dari Itu, Mulailah Perhatikan Permission Apps dari Aplikasi yang Bung Unduh

Menyepelekan sesuatu akan membuahkan bencana. Mungkin itu salah satu hal yang dapat kita petik dari kasus pinjaman online. Di mana, permintaan aplikasi bertujuan mengubek-ngubek privasi. Tidak hanya dalam sektor finance technology seperti pinjaman online saja, mulai dari mengunduh aplikasi untuk game, media sosial dan semacamnya bung harus mulai memperhatikan semuanya. Karena bisa saja ada beberapa permission yang dapat menyebabkan hal serupa untuk ke depannya. Karena aplikasi tak bisa melakukan itu semua, apabila sang pengunduh tidak mengizinkannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Penagihan Pinjaman Online Membuat Orang Geram, Apakah Salah?

Di tahun 2018 marak pinjaman online kan bung? pernah terbesitkah untuk meminjam? apa bung takut setelah mengetahui rentetan kasus miring yang menerpa? sebenarnya bung, wajar saja kalau merasakan takut untuk meminjam setelah kasus penagihan dengan cara yang tidak lazim seperti itu. Tapi kalau bung menyalahkan pihak perusahaan sebaiknya coba cermati terlebih dahulu, karena ada beberapa hal yang mungkin tidak bung ketahui soal ini.

Kemajuan teknologi berbasis aplikasi membuat segala bentuk bidang jasa fokus beralih ke digital. Dahulu kala  pinjam meminjam, otomatis pergi ke bank, kini dapat dilakukan dengan bermodalkan smartphone di tangan. Mungkin karena berbasis teknologi, proses penagihan pun harus lewat jalur teknologi juga.

Praktek collection di fintech biasanya menagih lewat WhatsApp, dan tidak hanya bung yang dapat pesan. Tetapi beberapa orang yang bung kenal akan dimintai menagih oleh pihak collection dengan alih-alih rekan atau keluarga bung dijadikan sebagai nomor darurat yang nyatanya tidak.

Maka dari itu banyak orang yang geram akan cara pinjol dalam menagih dan sebaiknya bung harus mengetahui tentang penagihan pinjaman online.

Permission Apps Tak Dibaca, Sama Saja Memperbolehkan Mereka Mengakses Kontak Anda

Sumber :  @alialsanjani

Cara tak lazim seperti yang dilakukan pinjaman online pastinya tidak akan menimpa bung, apabila bung membaca terlebih dahulu syarat dan ketentuan atau ‘Permission’ di aplikasi Pinjaman Online. Karena ada keterangan di ketentuan tersebut yang menyatakan kalau si aplikasi ini meminta izin untuk membaca seluruh daftar kontak pada ponsel peminjam uang sampai riwayat panggilan telepon peminjam.

Kenapa? karena ini sebagai jaminan bagi aplikasi pinjaman online. Toh, saat bung meminjam itu tak ada jaminan yang diberikan, bukan? untuk itu mereka meminta kontak sebagai jaminan.

Jadi ketika bung tidak membayar, mereka akan mengontak seluruh kontak yang ada di ponsel bung dengan mengatakan bung menjadikan mereka sebagai nomor darurat. Banyak kejadian yang tidak mengenakkan akan hal ini. Bahkan sampai ada yang kehilangan pekerjaan.

Pekerjaan Hilang Lantaran Teror Debt Collector Online

Dilansir dari Kumparan.com cerita miris saat seorang guru taman kanak-kanak harus kehilangan pekerjaanya saat para penagih utang meneror rekan-rekannya di sekolah. Mereka pun ketakukan, karena para penagih berjanji akan mendatangi sekolah. Mendapat ancaman tersebut mereka pun mengadukan ke sekolah, alhasil ia pun dipecat dari pekerjaanya sebagai guru. Kejadian miris ini imbas dari berhutang dengan pinjaman online.

“Mereka (debt collector) mengancam datang ke sekolah. Orang sekolah takut kenapa-kenapa sama anak kecil di sana. Saya disuruh tidak bekerja lagi, dibilang pakai nama (rekan) sebagai penjamin utang,” kata Sundari (nama yang disamarkan) dikutip dari laman yang sama.

Sebelumnya Sundari telah membela diri dengan mengatakan kalau tidak pernah memberikan nomor rekan-rekannya di sekolah pada siapapun. Tapi itu tak membuat ia balik mendapat pekerjaanya. Mirisnya lagi ia berhutang demi mengobati infeksi rahim yang diderita. Tidak hanya mendapat ancaman, sundari dan sang suami pun mendapat makian yang mengandung kata-kata kasar.

Mendapat Hujatan Sampai Si Nona Diminta ‘Telanjang’

Bukan hanya Sundari saja yang mengalami nasib malang harus menghadapi penagih utang online yang bermulut pedas dengan ancaman yang beringas. Masih di laman yang sama, salah seorang perempuan dengan nama yang disamarkan yakni Fatmawati juga menanggung malu.

Karena masuk dalam jeratan hutang pinjaman online alhasil ia menambal hutangnya dengan meminjam. Gali lubang tutup lubang pun dilakukan. Saat ia telat membayar makian tak senonoh sampai suruhan telanjang pun diutarakan sang penagih hutang.
“Gini deh, lu gua beli aja deh. Harga lu berapa, sih? Lu telanjang, joget-joget, nanti videonya kirim ke gue. Utang lu semua gue bayarin, gue langsung anggap lunas,” bunyi rekaman suara debt collector itu dikutip Kumparan.com

Keberingasan para penagih hutang online ini tidak hanya berhenti sampai di situ bung. Parahnya lagi, salah seorang penagih menelpon ke kantor dan berkata kalau Fatmawati adalah maling. Tak pelak ia jadi bahan perbincangan di kantor sampai mendapat teguran dari atasan.  Ia pun mengaku tertekan dan menyesal memberikan akses kontak kepada pinjaman online.

“Saya izinkan untuk mengakses kontak dan galeri. Kalau nggak klik yes, nggak masuk ke rekening uangnya. Jadi terpaksa harus di-accept,” ujarnya.

Melego Ginjal, Asalkan Utang Dengan Pinjol Selesai

Sundari dan Fatmati mungkin sudah membuat bung geram dengan aksi pinjaman online dengan para penagihnya. Namun yang paling parahnya lagi hal yang menimpa Larasati. Ia hampir bunuh diri dengan menenggak minyak tanah karena putus asa, alasannya karena sang penagih hutang menelpon sang majikan.

Larasati yang bekerja sebagai asisten rumah tangga merasa malu karena keluarga dan kerabat juga mendapat makian debt collector. Saat maut menjauh darinya, akhir Agustus lalu ia malah melakukan hal yang tak sama parahnya yakni melego ginjal di Facebook demi melunasi utang. Dengan berasumsi kalau hutangnya terbayar, hidupnya akan kembali normal.

“Biarlah aku terbaring di kasur selamanya. Pokoknya utang dan urusan dengan pinjol ini selesai,” kata dia.

 Lantas Apakah Salah yang Dilakukan Oleh Para Penagih Hutang?

Salah atau tidak ? pasti bung memiliki jawaban tersendiri, bukan? namun dari sisi para penagih hutang memang tidak dapat dibenarkan. Karena segala macam bentuk ancaman verbal sampai penggunaan kata-kata yang tidak semestinya dapat membuat orang tersebut terjerat pidana.

Kepala Divisi Advokasi Bidang Perkotaan Masyarakat Urban LBH Jakarta, Jeanny Silvia Sari Sirait, menganggap aksi debt collector menabar teror kepada nasabah adalah tindak pidana. Karena penagihan perbankan dilarang menggunakan kekesaran fisik atau verbal.

Penggunaan kata-kata kasar sampai menagih kepada pihak lain adalah tindakan yang tidak dibenarkan bung. Jadi apa yang dilakukan oleh pinjaman online dengan menebar ancaman sampai meminta pihak-pihak tidak terkait untuk menagih adalah hal yang salah.

Pasalnya soal aturan dan tata cara penagihan pun sudah memiliki SOP atau standar operasional prosedur (SOP) atau Bank Indonesia. Di dalam regulasi tersebut memuat larangan penagihan kepada pihak selain dari si pemegang kredit dan larangan penagihan menggunakan sarana komunikasi yang mengganggu.

“Aturan ada, tapi sistemnya nggak mumpuni. Pengawasan nggak baik, jadi tentu bersoal kan?” kata Jeanny di kantornya, LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat.

Di sisi lain ketidakcekatan dari seorang calon nasabah juga menjadi jurang permasalahan ini. Seharusnya para pengguna smartphone lebih cekatan lagi dalam melihat ‘Permission’ setiap aplikasi dalam jenis apapun, sampai game sekalipun. Karena memberikan keleluasaan untuk mengakses membaca SMS, melihat kontak sampai panggilan menurut kami adalah ranah privasi bung.

Karena para penggagas aplikasi macam pinjol pun tak akan mendapatkan akses apabila tidak diberikan. Namun kami paham, Permission Apps adalah hal yang suka dianggap remeh dan dilewatkan saja. Tetapi setelah ada kejadian ini, seharusnya bung lebih teliti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Pinjam Online Memberikan Beban Bagi Peminjam dengan Risiko Ancaman

Saat kepepet, perihal pinjam meminjam jadi hal yang diwajarkan, ya kan bung? Tidak terpatok pinjam uang di bank saja, tetapi lewat pinjol atau Pinjaman Online jadi suatu hal baru di era teknologi zaman sekarang. Di mana ada kesulitan, di situ selalu ada jalan, munculnya pinjol sebagai fenomena baru dalam dunia perbankan.

Persyaratan mudah dan tanpa jaminan menjadi hal yang menggoda seseorang untuk meminjam walaupun bunga dan biaya tinggi. Tatkala itu semua menjadi perkara, karena kesulitan untuk mengembalikan dana (plus bunga) kepada yang meminjamkan.

Maraknya pinjol menjadi tanda tanya. Apakah bung tidak melihat kalau ada pola yang tidak beres dari itu semua. Cermati lebih dalam, suku bunga dan biaya pinjol yang ditawarkan fintech (lembaga keuangan non bank) nyatanya jauh lebuh tinggi dibandingkan dengan bunga KTA (Kredit Tanpa Angunan).

Hanya saja durasi waktu yang diberikan dalam jangka pendek, kebanyakan debitur ternyata tidak menyadari. Jika akumulasi biaya serta bunga dalam meminjam dengan pinjol sangat besar. Beberapa fintech pinjol bahkan mematok sampai 30% per bulan. Yang mana tidak ditawarkan oleh bank sekalipun.

Meskipun begitu, beragam alasan dimiliki peminjam seperti tidak memiliki biaya untuk berobat saat orang tua sakit sampai membayar utang menjadi praktik gali lubang tutup lubang yang selalu dilakukan. Sisi enaknya, tidak ada jaminan dalam meminjam membuat seseorang kerap menyepelekan masalah ini. Padahal sudah banyak risiko yang menimpa, tetapi beberapa orang masih percaya diri untuk meminjam.

Berikut ini beberapa hal yang menjadi risiko apabila kerap meminjam uang dari fintech yang dirangkum dari berbagai sumber.

Plafond Pinjaman Kecil

Kalau bung ingin meminjam uang dengan jumlah banyak, tentu tidak bisa kepada pinjol. Karena pinjol kerap menawarkan pinjaman yang cukup kecil dengan rata-rata di bawah Rp 5 juta per pinjaman. Plafond tanpa agunan yang tidak besar menjadi salah satu resiko yang harus bung ketahui tentang pinjol. Apalagi, ada beberapa pinjaman online yang mulai dari Rp 1 juta dan baru bisa meminta kenaikkan plafond setelah mengambil pinjaman beberapa kali.

Bung harus tetap berlari ke bank untuk meminjam dalam jumlah besar. Selain itu, sifat pinjaman online yang cepat dan mudah ternyata memiliki imbas pada jumlah plafond yang ditawarkan. Bung bisa tidak mengambil untuk pinjaman dalam jumlah yang cukup besar.

Persetujuan yang Memakan Waktu

Coba lihat komentar-komentar di Playstore pinjol bung, yang mengeluhkan layanan pinjaman online karena lama pencairan. Sampai tidak adanya respon tentang disetujui atau tidak atas pengajuan pinjaman online. Padahal, terdapat harapan yang tinggi ketika seseorang mengajukan pinjol adalah uang pinjaman cepat cair. Tetapi kenyataanya sungguh terbalik, padahal meminjam uang berbasis teknologi seharusnya dapat lebih cepat prosesnya, bukan begitu bung?

Butuh waktu berhar-hari untuk mendapatkan perseujuan, kondisi semacam ini harus disadari oleh para calon nasabah. Di mana harus cermat dan memandang realitas di lapangan tentang apa yang terjadi.

Terdapat Biaya Administrasi Penagihan

Sumber : duwitmu.com

Sepatutnya mengetahui tentang beberapa hal sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman online. Saat nasabah menunggak, resiko yang diterima tidak hanya soal penagihan. Namun juga biaya tambahan karena perusahaan pinjaman online akan meminta biaya tas keterlambatan pembayaran.

Proses penagihan yang membutuhkan extra sumber daya manusia, beberapa perusahaan pinjaman online pun membebankan biaya penagihan ke nasabah yang menunggak.

Jumlah biaya penagihan pun cukup besar dan tidak sebanding dengan plafond pinjaman. Yang menjadi masalah adalah ketentuan soal berapa biaya yang harus dibayar apabila nasabah menunggak, tidak secara jelas dicantumkan dalam situs perusahaan pinjol bung.

Seolah-olah tidak ada kewajiban tambahan apabila nasabah telat bayar meskipun kenyataanya tidak demikian. Maka dari itu nasabah harus aktif dan membaca perjanjian kredit dengan meneliti soal kewajiban apabila nasabah terlamabt dalam membayar tunggakan pinjaman.

Bahkan Beberapa Pinjol Belum atau Tidak Terdaftar di OJK

Layanan penawaran pinjaman online seolah menjadi surga bagi mereka yang membutuhkan. Tetapi para calon nasabah biasanya asal sruduk saja dalam meminjam tanpa fikir panjang, semisal bertanya apakan pinjol tersebut terdaftar di OJK? dan mana pinjaman online yang terpercaya? yang harus diketahui adalah tidak semua terdaftar di OJK, padahal ketentuannya adalah setiap lembaga yang menawarkan pinjaman online wajib mendaftar dan mendapatkan lisensi dari OJK.

Nah, untuk menemukan beberapa perusahaan yang terdaftar di OJK sungguh muda. Bung tinggal mengakses situs otoritas jasa keuangan (ojk) dan dapat menemukan beberapa daftar perusahaan fintech yang telah terdaftar. Alhasil bung bisa memilah-milah mana perusahaan pinjol yang terpercaya.

Menjamurnya Investasi Bodong

Investasi bodong makin merajalela seiring kondisi ekonomi yang naik turun. Ini menjadi kenyataan yang harus bung terima, bahwa investasi bodong sangat merugikan nasabah. Meskipun investasi bodong ditujukan kepada mereka yang sebagai investor, tetapi penting pula untuk para peminjam memastikan bahwa tempat mengambil pinjaman yang mereka akses adalah perusahaan resmi.

Jika tidak termasuk ke dalam daftar investasi bodong, bisa disimpulkan itu adalah pinjaman online yang terpercaya. Cara memastikannya bung bisa mengeces perusahaan investasi yang terdaftar di OJK, dan bung bisa pula melihat daftar investasi bodong tersebut menurut OJK. Karena badan tersebut terdapat bagian khusus yang mengawasi soal daftar investasi online terpercaya, yakni Satgas Waspada Investasi.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top