Otomotif

Uniknya KWID, Mobil 119 Jutaan Dari Renault

Sejak kemunculan beberapa waktu lalu, mobil bernama KWID ini memang mengundang rasa penasaran publik otomotif tanah air. Pasalnya dengan mengusung merk Eropa, harga yang ditawarkan termasuk kategori ekonomis. Yup, mobil satu ini bisa diboyong hanya dengan harga Rp.119.600.000,-. Namun tak cuma harga bersaing yang bikin KWID layak dilirik, ada sejumlah hal menarik yang membuat KWID layak untuk dijadikan kendaraan terbaru.

Meski Masuk Kelas City Car, Namun KWID Justru Punya Tampilan SUV

Renault KWID memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm. Jika menilik dari dimensi ini KWID memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain unik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Interiornya Canggih Dengan Rasa Eropa

Masuk ke bagian interior, Renault KWID ini memang tergolong lapang. Renault juga menyajikan ruang bagasi yang cukup luas dengan kapasitas 300 liter. Dengan mengatur konfigurasi kursi kapasitas bagasinya bahkan bisa ditingkatkan hingga 1.115 liter.

Beralih ke dashboard Renault KWID bahkan sudah dibekali dengan digital instrument cluster. Instrument cluster itu menyajikan informasi yang lengkap mulai dari kecepatan (speedometer), odometer, trip meter, rata-rata konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar realtime, hingga kecepatan rata-rata yang telah ditempuh sejak terakhir di-reset.

Ada beberapa sentuhan Eropa pada Renault KWID. Beberapa di antaranya adalah tombol pengatur power window dan pengunci pintu central yang ada di bagian tengah dekat dengan tombol lampu hazard.

Harga Boleh 100 Jutaan, Tapi Fiturnya Sudah Canggih

Interior yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil. Perangkat head unit yang merupakan pertama di kelasnya ini, memiliki fitur lengkap seperti radio, musik menggunakan USB maupun AUX, dan juga telah dilengkapi dengan Bluetooth telephony system.

Perangkat tersebut juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D. Jadi tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.

Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock, lampu sein dengan satu sentuhan untuk berpindah lajur serta lampu kabut. Dan untuk pertama di kelasnya juga, Renault KWID memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Dapur Pacunya Cukup Bertenaga Namun Irit

Renault KWID mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder yang dikawinkan dengan transmisi manual 5 percepatan. Hasilnya mobil ini bisa menyemburkan tenaga maksimal sebesar 68 PS pada putaran 5.500 rpm dan maksimal torsi sebesar 91 Nm pada putaran 4.250 rpm. Tentunya ini bisa membuat KWID lincah meliuk di perkotaan mengingat berat kosongnya yang hanya 670 kg. Selain performa, penggunaan bahan bakar Renault Kwid lebih efisien dengan teknologi mesin berupa Smart Control Efficiency (SCe).

Sisi Kenyamanan Juga Sangat Khas Renault

Produsen mobil asal Perancis ini memang dikenal dengan kenyamanannya. Tak terkecuali juga dengan Renault KWID. Kualitas bantingan suspensi Renault KWID menjadi salah satu keunggulan dibandingkan kompetitor sekelasnya. Penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Twistbeam dengan coil spring turut mendukung kenyamanan ala Eropa.

Sementara untuk handling, Renault KWID ringan untuk dibelokkan karena penggunaan electric power steering. Namun layaknya mobil Eropa lain setirnya terasa mantap dan tidak terlalu ringan sehingga masih enak untuk dikendalikan di dalam kota atau jalur tol bebas hambatan.

Kombinasi keunggulan-keunggulan teknis dan fitur-fitur canggih di atas membuat Renault KWID pantas dipertimbangaan untuk kendaraan pilihan kaum urban. Apalagi harganya yang bersaing jadi penggoda paling utama bukan?

Agar Tak Penasaran Bisa Coba Jajal Langsung KWID

Nah, daripada sekedar baca Bung bisa jajal langsung si Renault KWID ini. Karena saat ini Renault menggandeng Gen FM untuk mengadakan acara test drive Renault KWID untuk yang tinggal di seputaran Jabodetabek. Bung bisa menyambangi acara tersebut sesuai jadwal berikut:

Sabtu, 25 Nov 2017 : Taman Jajan Bintaro
Jumat, 01 Des 2017 : Food Court Teng go Cibubur
Sabtu, 02 Des 2017 : Warung Upnormal Cinere
Jumat, 08 Des 2017 : Plaza Festival Kuningan
Sabtu, 09 Des 2017 : Bebek Kaleyo Harapan Indah (Bekasi)

Pada acara yang berlangsung pukul 17.00 – 22.00 wib ini, mereka yang telah test drive dan berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar Renault KWID berkesempatan untuk mendapatkan hadiah uang tunai dan merchandise dari Renault.

Jadi kapan lagi test drive sambil seru-seruan ikut quiz bukan? Untuk info lebih jelasnya bisa pantau sosial media Renault @Renault_ID

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Regulasi Kendaraan Listrik Indonesia Berharap Orientasi Impor Ditinggalkan

Beberapa tahun ke depan nampaknya kendaraan berbahan bakar bensin akan ditinggalkan. Seiring dengan kuatnya sosialisasi tentang kendaraan listrik. Di tanah air, payung hukum regulasi kendaraan listrik sudah secara resmi berada pada Peraturan Presiden No. 55 tahun 2019. Di dalamnya mengatur soal Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai atau Battery Electric Vehicle untuk transportasi jalan.

Pemerintah mendorong agar kendaraan listrik Indonesia bisa berkembang. Dalam Perpres tersebut, juga membahas tentang tingkat komponen dalam negeri untuk kendaraan listrik.  Sampai menyoal komponen serta kendaraan bermotor listrik wajib mengutamakan penggunaan komponen dalam negeri. Agus Thajajana selaku pengamat otomotif mengamini hal ini. Ia berpendapat lahirnya Perpres kendaraan listrik diharapkan semakin meninggalkan orientasi tentang barang impor.

Menurut saya ke depan akan didorong NEV (New Energy Vehicles) ataupun listrik itu tidak boleh esensinya barang impor, gimana yang terbaik? Harus hitung,” ujar Agus dalam seminar Forum Wartawan Otomotif (Forwot) dilansir Detik.

Meskipun begitu, ia tidak masalah soal impor saat ini. Dikarenakan bertujuan untuk membuka pasar mobil listrik di tanah air. Sebelumnya hal seperti ini juga terjadi sekitar tahun 98. Ketika Internal Combustion Engine (ICE) secara masif masuk ke Indonesia.

Dulu itu kan sebelum tahun 98 hampir dikatakan impor itu tak ada semua diproduksi sendiri. Semua aturan yang menggunakan lokal konten harus dicabut dengan perubahan setiap cc diberikan insentif dari cc 1.500 sampai dengan 3.000, kemudian sedan, 4×2 4×4,” kata Agus.

Perubahan itu dibuat untuk membuka pasar, tapi kita tidak boleh sampai produksinya hilang. Kalau dulu kan orang nggak boleh impor kemudian tiba-tiba dibuka, dan dibuatlah barikade barikade itu,” sambungnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Ganjil Genap Diperluas Membuat Masyarakat Naik Transportasi Umum Atau Nambah Mobil?

Salah satu cara mensiasati penumpukan kendaraan di DKI Jakarta adalah dengan memperluas penerapan ganjil-genap. Di satu sisi hal ini dilakukan untuk menekan emisi gas buang. Tentu, bung tahu tentang kualitas udara di ibu kota kan? itu salah satu alasan lain kenapa ganjil genap diperluas.

Kemudian perluasan ini diharapkan mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum. Nah, yang jadi pertanyaan apakah masyarakat terdorong atau malah nambah mobil baru? Tan Chian Hok selaku Marketing Officer Astra Credit Companies (ACC) mengatakan, ganjil genap diperluas justru membuat orang menambah jumlah mobil pribadi.

Sebenarnya ganjil-genap kan mestinya orang jadi banyak menggunakan transportasi umum. Tapi transportasi umum integrasinya juga belum begitu sempurna. Itu banyak juga akhirnya yang banyak menambah kendaraan,” ujarnya dilansir dari Detik.

Mungkin hal ini berlaku bagi orang kaya. Dengan penghasilan mereka, tentu sangat mungkin untuk menambah mobil satu lagi untuk ‘mengakali’ regulasi ganjil genap ini. Tentu saja nomor pelat mobil baru tersebut akan berbeda dengan mobil pertama. Setali tiga uang, Biyouzmal selaku Operation Manager Auto 2000 wilayah DKI 1 mengamini hal ini. Menurutnya orang-orang dengan kondisi finansial kuat pasti akan mensiasati ganjil-genap.

 “Ya positif dong, karena mungkin ada di beberapa segmen orang akhirnya membeli karena mobilnya satu, beli (bisa melintas) dua supaya ganjil-genap,” ujar Biyouzmal.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Jakarta Akan ‘Kebanjiran’ Tempat Ngecas Kendaraan Listrik

Di masa depan kendaraan listrik diperkirakan akan jadi transportasi yang masif. Sehubungan dengan masuknya beberapa perusahaan, baik mobil atau motor yang memesarkan kendaraan listrik di tanah air. Apabila bung sudah mulai terfikirkan mencari kendaraan non bensin, tak perlu pusing untuk mencari fasilitas pengisian listrik. Pasalnya sejumlah fasilitas SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum) akan dibangun di DKI Jakarta.

SPLU sendiri akan dikelola swasta dan instansi pemerintah. Untuk swasta melalui Agen Pemegang Merek, sedangkan instansi pemerintah akan dikelola BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan PLN (Perusahaan Listrik Negara). Fasilitas charging station PLN akan berlokasi di gedung, namun akan lebih banyak ditempatkan di pinggir guna menjangkau kebutuhan banyak orang. Jumlahnya yang digadang mencapai 1.922 unit, tentu sangat masif, kan bung?

Sedangkan BPPT memiliki dua stasiun pengecasan, yakni di gedung BPPT Thamrin Jakarta dan di B2TKE-BPPT Puspiptek, Tanggerang Selatan.

Kami berencana membangun charging station kendaraan listrik yang didukung teknologi fast charging di 6 titik di wilayah DKI Jakarta. Lokasi saat ini masih dalam tahap analisis. Bisa ditempatkan di halaman parkir hotel, pusat perbelanjaan atau gedung perkantoran,” ujar Senior Manager General Affairs PLN untuk Distribusi Jakarta Raya Tris Yanuarsyah dilansir Detik.

Tujuan dari pembangunan tiap SPLU ini, untuk menyambut era kendaraan ramah lingkungan. Seperti diketahui bung, kondisi kualitas udara Jakarta merupakan terburuk dilansir dari AirVisual. Selain itu, transportasi umum juga memulai dialihkan berbahan bakar listrik seperti e-taxi Blue Bird. PLN UID Jakarta Raya telah bekerja sama dengan Blue Bierd dalam menyuplai ketenagalistrikan.

Selanjutnya, kami berkomitmen untuk mendukung suplai tenaga listrik untuk bus listrik Transjakarta yang akan dioperasikan pada tahun 2020,” jelas Tris

Tak hanya itu, PLN UID Jakarta Raya juga bakal membuat program khusus untuk memotivasi masyarakat dalam menggunakan mobil atau motor listrik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top