Lifestyle

Akuilah Kamu Juga Ingin Tampil Menarik Di Foto, Ini Caranya!

Kalau ditanya secara langsung, tak banyak laki-laki yang mau mengakui kalau mereka ingin terlihat menarik di foto. Alasannya sederhana, laki-laki tak seharusnya begitu perduli sama hal-hal macam itu. Pria seharusnya lebih cuek soal penampilannya.

Tapi bro, cobalah jujur, ketika melihat foto bersama kawan-kawan siapa yang pertama kamu lihat? Yup, pasti foto sendiri bukan? Karena itu sudahlah, terima kenyataan bahwa kita juga ingin tampil menarik di foto. Apalagi kini foto bisa muncul di lini masa atau di dalam group chat. Siapa tahu si dia yang menjadi incaran juga memperhatikan foto tersebut. Belum lagi kamu harus taruh foto profil di setiap sosial media bukan?

Karena itu jangan patah arang dulu kalau sobat Yomamen belum bisa mendapatkan hasil potret yang fotogenik. Sobat Yomamen juga bisa kok menciptakan hasil foto yang fotogenik. Mitos bahwa fotogenik hanya bisa dihasilkan dari bakat sejak lahir tak sepenuhnya benar.

Lakukan eksperimen untuk mendapatkan angle foto terbaik demi hasil yang maksimal!

Okay laki-laki memang tak bisa seekspresif perempuan ketika berfoto. Tapi bukan berarti kita menggunakan pose foto yang itu-itu saja. Jika saat ini belum terlihat menarik, bobalah melakukan foto dengan angle yang berbeda. Amati hasilnya! Setiap angle foto yang berbeda akan menghasilkan foto yang berbeda pula.

Teruslah melakukan eskperiment hingga kamu menperoleh angle foto terbaik. Nah, sebaliknya jika sudah menemukan angle terbaik, coba diingat-ingat dan gunakan pose itu jika diminta foto.

Coba perhatikan foto di atas. Diambil di momen yang berbeda dengan detail yang berbeda, namun dengan angle yang kurang lebih sama, karena itulah pose terbaik sang model. Setiap orang memiliki angle foto masing-masing.

Coba Ingat Momen Lucu, Supaya Senyum Terlihat Lebih Natural

Tersenyumlah saat berfoto. Tunjukkan wajah cerahmu. Begitu tipsnya. Tapi masalahnya tak mudah mendapatkan senyum yang natural. Hanya bermodalkan kata “cheeseee” kalau mau difoto cuma akan membuatmu terlihat sangat kaku.

Supaya lebih terlihat natural, selalu simpan momen-momen yang membuatmu tersenyum entah itu kejadian nyata, adegan film atau lainnya. Ketika ingin difoto, segera putar momen tersebut di dalam kepala, tujuannya adalah untuk mendapatkan senyum yang lebih natural.

Atau cara mudah lainnya adalah dengan sedikit memicingkan mata dan kemudian mengatakan “jaheee” di dalam hati. Iya, kata jahe terbukti lebih menciptakan senyum natural dibandingkan dengan menyebut cheesee.

Percaya diri akan membuatmu terlihat menarik. Tunjukkan kalau kamu memang laki-laki yang mampu tampil confident!

 

Tampil confident akan membuat orang terlihat menarik. Tunjukkan rasa percaya dirimu. Tampilan kamu pun akan terlihat keren. Tunjukkan bahwa kamu adalah laki-laki sejati yang memiliki rasa percaya diri.

Masalahnya jika kita di foto tidak percaya diri maka postur dan ekspresi wajah akan menunjukan hal tersebut. Badan akan membungkuk dan membuat perut jadi terlihat bulat. Belum lagi bahu yang turun ke bawah akan membuat badan menjadi menutup seperti orang sudah berusia.

Cobalah membangun percaya diri. Kemudian tegakan tulang belakangmu, tarik bahumu lebih tinggi. Dan ekspresikan rasa percaya diri itu.

Jangan Menghadap Kamera Tegak Lurus

Ini mungkin salah satu kesalahan yang sering kita lakukan. Jangan pernah menghadap kamera tegak lurus arah depan. Kenapa? Karena hanya sedikit manusia di dunia ini yang wajahnya benar-benar sempurna seimbang antara kanan dan kiri. Sementara makin seimbang muka seseorang maka semakin bagus pula terlihatnya.

Karena itu kecuali kamu macam model atau pemain-pemain film yang punya wajah benar-benar sempurna seimbang kiri dan kanan, lebih baik mengakalinya dengan berfoto miring. Sehingga ketidak seimbangan tadi tak akan jelas terlihat.

Angkat Dagu, Supaya Jangan Terlihat Punya Lemak Berlebih

Mimpi buruk pria kalau difoto adalah ketika lemak di bawah dagunya terlihat. Yup, dari beberapa hasil survey, perempuan masih bisa bertoleransi terhadap lemak di perut dan tempat lainnya. Tapi tidak ketika dagumu terlihat double.

Untuk itu jangan mengambil gambar dengan pose menunduk dan menjepit dagu. Sebab pose macam ini yang paling mungkin membuat dagu terlihat lebih double.

1,2,3…Yaah Merem!!

Seberapa sering mengalami ini? Sudah sedemikian berusaha tampil oke, pas kamera dijepret malah matamu justru terpejam. Hasilnya tak mungkin baik.

Kalau sedang foto sendiri mungkin tak masalah. Namun kalau dalam momen bersama-sama tentunya tidak akan bisa diulang. Karena itu kita harus selalu siap agar tak difoto saat mata terpejam.

Caranya adalah dengan terlebih dahulu memejamkan mata. Jika foto diambil dengan cara menghitung, maka pejamkan mata di hitungan pertama dan kedua, kemudian buka mata (dengan sedikit memicing) ketika menuju hitungan ketiga. Niscaya problem mata terpejam tak akan terjadi lagi.

Padu padan fashion yang tepat membuat tampilanmu kian ciamik!

Untuk mendapatkan hasil foto yang fotogenik kamu bisa memadupadankan fashion agar sesuai dengan tone kulit kamu. Sesuaikan juga motif pakain yang akan dikenakan dengan bentuk tubuh kamu. Kalau kamu bisa memadupadankan pakaian, hasil jepretan yang fotogenik pun tak lagi mustahil kami peroleh

Kalau Masih Merasa Kurang Oke, Coba Foto Dengan Orang Lain

Ini salah satu trik yang paling mudah. Untuk tampil lebih menarik adalah dengan foto bersama-sama. Karena ada teori yang disebut dengan Cheerleader Effect. Dimana Orang akan terlihat lebih menarik jika muncul satu frame bersama orang lain.

Coba simak penelitian Drew Walker dan Edward Vul dari University of California, San Diego tentang hal ini. Mereka melakukan penelitian sejumlah foto orang. Beberapa disajikan sendiri (selfie) dan sebagian disajikan bersama-sama (group selfie).

Hasilnya? Dalam percobaan manapun dan melibatkan individu yang manapun semua menghasilkan kesimpulan yang sama. Mereka-mereka yang muncul di foto bersama orang lain, cenderung dinilai lebih menarik oleh para responden. Bahkan tidak harus benar-benar foto bersama, karena gabungan dari foto-foto selfie yang ditampilkan secara bersama-sama pun punya efek yang sama menariknya.

Kenapa bisa begitu? Menurut Drew Walker, sistem otak manusia akan membuat indra pengelihatannya menilai penampilan seseorang secara rata-rata jika melihat foto bersama-sama. Nah, menariknya lagi secara sosial manusia lebih mudah menerima sesuatu yang rata-rata dibandingkan sesuatu yang terlihat “sangat jelek” atau “sangat menarik”.

3 Comments

3 Comments

  1. Rizki Maulida

    June 8, 2017 at 2:28 pm

    waah wajib dicoba nih tips n tricknya, paling kesel kalau pas difoto ternyata merem. Kalau jadi cowo harus 3C yaitu Cool, Calm and Confident hahaha

  2. Abdul Malik

    June 8, 2017 at 2:31 pm

    Asik nemu cara supaya penampilan lebih cool, coba ah nanti pas malem mingguan sama pacar, pasti makin lengket hahaha. Mantap bro infonya, makasih yow

  3. Saat Santai

    June 8, 2017 at 2:32 pm

    ini nih yang saya cari-cari gimana caranya tampil elegan tapi tetep natural. Harus pede lah kalau jadi cowo, pas udah nyobain tips diatas pasti berhasil deh dijamin. Thx infonya dude…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?

Berhubung membeli mobil tak semudah membayar makanan di angkringan, pastinya banyak hal yang jadi pertimbangan. Apalagi membeli mobil membutuhkan komitmen yang tidak sebentar. Tak mungkin juga, bulan ini beli lalu bulan berikutnya sudah harus dijual lagi. Nah jadi sebetulnya, kapan waktu yang tepat untuk membeli mobil baru?

Ketika Kebutuhan Tak Bisa Lagi Diakomodir Si Kuda Besi

Mungkin selama ini Kita begitu menikmati menunggang si kuda besi alias motor. Sedari muda, moda transportasi roda dua ini jadi pilihan dalam situasi apa pun. Namun toh nyatanya hidup mengalami perubahan. Ada beberapa kegiatan yang ada saat ini sudah tak mungkin lagi dilakukan dengan mengendarai motor.

Misalnya, dulu mungkin tak begitu masalah naik motor ketika masih membujang tanpa ada yang menemani. Ketika sudah berpasangan apalagi berstatus keluarga muda dengan anak yang masih kecil-kecil tentu jadi berbeda kasus. Tak mungkin lagi membonceng si kecil di motor dan membawanya dalam perjalanan jauh.
Ini salah satu momen yang pas untuk mulai berpikir mengambil mobil untuk kendaraan cadangan. Bukan berarti meninggalkan tunggangan setia, tapi memang ada kebutuhan yang mau tak mau harus menggunakan roda empat.

Ketika Mobil Sudah Punya, Tapi Usianya Sudah Lanjut

 

Tak salah memang terhanyut dalam romansa dan memori dengan mobil yang selama ini telah menemani. Tapi kita juga harus realistis, bahwa mobil juga punya usia sebaik apapun kita merawatnya. Mungkin bukan berarti kita menjual yang lama tapi tidak lagi menggunakannya untuk kendaraan sehari-hari adalah langkah yang bijak.

Kondisi paling ideal mobil itu berada pada usia tiga tahun pertama. Lima tahun berikutnya masih bisa dijadikan andalan namun sudah akan mulai ditemui beberapa masalah. Sementara durasi pemakaian mobil untuk harian, yakni sekitar 8 hingga 10 tahun atau jika sudah menempuh jarak lebih dari 200 ribu kilometer.

Sama halnya dengan manusia yang telah lanjut usia, mobil juga sama. Walau suku cadang tersedia, ketika batas pemakaian tersebut sudah dilewati, maka kondisi mesin dan sasis sudah masuk pada level tak layak pakai.

Tak hanya kekhawatiran untuk mogok dan tiba-tiba rusak dijalan saja, menunggangi mobil-mobil yang sudah tak lagi diproduksi juga jadi sebuah resiko yang tinggi. Ketika kita masih berusaha merawat dan mencintainya, bisa jadi perusahaan yang ada disana sudah tak lagi memproduksi spare part yang mobil tersebut miliki. Sementara mobil sudah melulu minta ‘jajan’ karena suku cadang yang rusak. Walhasil selain biaya perawatan tinggi, bisa jadi mobil hanya teronggok tak bisa digunakan karena menunggu suku cadang tersedia.

Ketika Fitur dan Fungsi yang Ditawarkan Mobil Baru Begitu Menggoda Dan Sesuai Kebutuhan Saat Ini

Dulu mungkin kita merasa sah-sah saja dengan fasilitas yang ada di kendaraan roda empat yang kita miliki. Namun teknologi tak hanya diam di tempat. Kalau masih terus berkutat di mobil lama, kita tak akan paham sudah ada inovasi yang akan memudahkan kita dalam berkendara.

Coba tengok misalnya Renault KWID. Di bagian interiornya yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil yang juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D.

Sementara untuk fitur sisi keamanan Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock. Nah untuk kenyamanan Renault KWID juga memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Fitur macam ini belum dimiliki mobil terdahulumu bukan?

Ketika Model Baru Yang Ditawarkan Unik Dan Modern

Secara teknis mungkin kendaraan lama belum bermasalah. Tapi bisa jadi kitanya yang sudah dilanda jenuh dengan kendaraan yang itu-itu saja. Jangan anggap remeh karena efek bosan ini bisa melanda kemana-mana. Bayangkan mood yang tak bagus karena waktu di jalan tak dapat sensasi asiknya mengendarai mobil.

Kala itu terjadi maka saatnya untuk melirik kendaraan yang baru. Supaya tak dilanda bosan, cobalah sesuatu yang benar-benar unik. Contoh, misalnya kamu ingin punya mobil yang ramah jalanan perkotaan tapi masih gagah dari sisi penampilan.

Paduan macam itu tentu tak akan bikin kita lekas bosan. Seperti Renault KWID yang jika menilik dari dimensinya mobil yang mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder ini memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain apik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Ketika Garansi Dan Asuransi Mobil Baru Memudahkan Untuk Beraktivitas

Sama halnya dengan usia yang telah tua, batas garansi pada perawatan mobil jadi pertimbangan pelik lain. Mobil baru seperti contohnya Renault KWID tadi dilengkapi dengan garansi minimal 3 tahun untuk mesin atau telah menempuh jarak 100 ribu Km. Dengan kata lain, memiliki mobil baru akan memangkas biaya perawatan mobil yang mungkin akan kita keluarkan jika terus bertahan dengan mobil yang sudah uzur.

Tak percaya? Coba tengok layanan purna jual “Renault Peace of Mind”. Ada Silver Package for Renault Kwid & Renault Koleos, tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraan Anda sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Kemudian ada Gold Package for Renault Kwid, Renault Duster 4×2, Renault Duster 4×4 & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 60.000 km dengan masa jaminan garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Terakhir ada Platinum Package for Renault Kwid & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 100.000 km dengan tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraanmu sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Tapi memboyong mobil baru bergaransi saja tidak cukup. Karena untuk apa dilengkapi garansi kalau bengkel ternyata sulit ditemui. Kalau kita melirik Renault misalnya, hati tentu akan lebih tentram. Karena pabrikan asal Perancis tersebut sudah bekerja sama dengan group Nissan.

Jadi layanan bengkel dan purna jualnya selain dari renault juga bisa dikerjakan di bengkel Nissan. Hal ini dimungkinkan karena berbekal kekuatan aliansi Renault – Nissan dimana untuk distribusi, pemasaran dan layanan purna jual merek Renault pun ditangani oleh Indomobil Group yang juga menangani Nissan.

Di samping garansi, masalah perlindungan asuransi kehilangan dan kerusakan juga harus jadi pertimbangan. Mobil dengan usia muda akan lebih mudah disetujui oleh pihak asuransi. Sementara mobil yang sudah tua akan sulit mendapatkan perusahaan asuransi yang mau melindungi. Kalaupun disetujui, biasanya akan membutuhkan uang premi yang tidak sedikit.

Jadi ingat, terikat romansa dengan kendaraan lama boleh saja, tapi terus menutup mata dengan kehadiran yang baru tentunya bukan langkah yang bijak.

3 Comments

3 Comments

  1. Rizki Maulida

    June 8, 2017 at 2:28 pm

    waah wajib dicoba nih tips n tricknya, paling kesel kalau pas difoto ternyata merem. Kalau jadi cowo harus 3C yaitu Cool, Calm and Confident hahaha

  2. Abdul Malik

    June 8, 2017 at 2:31 pm

    Asik nemu cara supaya penampilan lebih cool, coba ah nanti pas malem mingguan sama pacar, pasti makin lengket hahaha. Mantap bro infonya, makasih yow

  3. Saat Santai

    June 8, 2017 at 2:32 pm

    ini nih yang saya cari-cari gimana caranya tampil elegan tapi tetep natural. Harus pede lah kalau jadi cowo, pas udah nyobain tips diatas pasti berhasil deh dijamin. Thx infonya dude…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Tak Tampil Slebor Meski Memilih Naik Motor

Meski mobil menawarkan kenyamanan lebih, namun sebagian pria tetap memilih motor sebagai kendaraannya. Alasannya beragam, mulai dari sesederhana menghindari jalanan macet atau memang hobby menggunakan motor.

Masalahnya banyak yang terkesan ala kadarnya dalam berpenampilan ketika menggunakan motor. Malah sering ada yang salah kaprah menyamakan kegiatan berkendara menggunakan mobil dengan motor. Padahal beberapa hal harus diperhatikan jika kita memilih untuk menggunakan motor.

Naik motor pakai baju apa?

Nah, untuk menjawab pertanyaan ini kita harus menjawab pertanyaan sebelumnya. Kita naik motor untuk apa? Sekedar hobby di weekend atau kendaraan rutin untuk menemani kerja? Karena banyak yang salah kaprah memilih pakaian untuk naik motor.

Referensi yang digunakan adalah pengguna motor di luar negeri. Sayangnya tidak semua fashion cocok diaplikasikan di Indonesia. Apalagi jika kita menggunakan motor untuk beraktivitas sehari-hari.

Di negara-negara sub tropis banyak pengendara motor tidak menggunakan jaket. Mereka hanya berbalut kaos oblong dan jeans. Atau misalnya untuk para scooteris italia yang berpakaian rapi kemudian hanya menyematkan rompi minim di luar pakaiannya.

Masalahnya situasi dan kondisi jauh berbeda di Indonesia. Sebagai negara tropis kita punya suhu mencapai kisaran 37 derajat celcius. Sangat konyol jika kita naik motor di udara terbuka hanya bermodalkan kaos lengan pendek.

Situasinya bertambah rumit ketika di daerah perkotaan. Meski gesit, tak jarang pengendara motor juga tetap harus berjibaku dengan kemacetan. Pertarungan ini masih diperparah dengan tingkat polusi yang gila-gilaan. Maklum saja bus umum dan angkot yang tidak terawat masih bebas berkeliaran membuang asap hitam knalpotnya.

Karena itu jaket adalah asesoris wajib jika memilih untuk naik motor. Setidaknya kulit tidak akan gosong dan perih terbakar matahari. Selain itu Jaket juga berfungsi untuk melindungi pakaian kita dari bau asap knalpot yang menyengat. Boleh saja motor oke, dandanan pun asik tanpa dihiasi jaket, tapi apa gunanya ketika bertemu klien baju kita ternyata bau knalpot?

Helm keren itu yang seperti apa?

Helm bukan lagi sekedar pelindung kepala. Ia sudah menjelma menjadi salah satu aksesoris fashion di kalangan pengguna motor. Tapi dengan alasan yang sama seperti di atas kita harus cermat dalam memilih helm.

Mungkin tidak masalah jika rooling thunder menggunakan motor kesayangan di weekend kita menggunakan helm half face tanpa penutup. Tapi jangan coba-coba menggunakan helm favorit biker cafe racer ini anda gunakan beraktivitas sehari-hari.

Sekali lagi, ini negara tropis banyak debu dan asap knalpot. Dijamin muka langsung menghitam jika berjibaku langsung tanpa penghalang kaca di helm. Lagi pula dengan kondisi mayoritas jalanan Indonesia yang masih belum terawat, menggunakan helm tanpa penutup bisa mengundang bahaya. Tak terbayang batu krikil terlontar langsung ke muka kita dalam kecepatan tinggi.

Hal penting lainnya adalah siapkan minimal dua helm untuk dipakai bergantian setiap hari. Keringat dari kepala yang bersarang di helm bisa menimbulkan bau yang kurang sedap. Karena itu kita harus punya jadwal harian untuk menjemur bagian dalam helm diterik matahari. Jika anda pengguna motor harian, langkah ini hanya mungkin dilakukan jika anda punya dua helm kan?

Pilih motor sesuai fisik

Tidak akan terlihat perbedaanya ketika kita menyetir mobil ferarri yang super pendek dengan mobil off road yang jangkung. Maklum saja kita berada dalam kerangkeng body mobil. Paling banter orang hanya bisa mengintip dari balik jendela.

Beda cerita dengan motor. Semua fisik kita akan dengan bebas dipertontonkan di jalanan. Sayangnya banyak pria yang tidak sadar diri dengan kondisi fisik. Akan aneh terlihatnya jika fisik mungil tapi memaksakan naik motor bongsor.

Tapi sebaliknya, banyak juga pria berfisik besar yang terkesan memaksakan menggunakan motor matic yang diperuntukan bagi konsumen wanita. Hal ini diperparah dengan pilihan warna atau grafis yang terlalu manis untuk fisik sang pengendara.

Karena itu pilihlah kendaraan yang sesuai dengan fisik kita. Salah satu yang pantas dilirik adalah All New Satria F150. Modelnya yang hyperunderbone terlihat ramping namun tanpa meninggalkan kesan laki-laki.

Gaharnya tampilan ini ditunjang juga dengan tampilan mesin tegak berpendingin air. Dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 1150 cc DOHC 4 valve. Semburan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3.

Apalagi All New Satria F150, tampil dengan grafis tampilan baru. Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Untuk Bung yang mungkin senang terlihat berkelas dan bersih, Brillian White yang tampilan warna putihnya kini lebih mendominasi dari seri sebelumnya, mungkin bisa dijadikan pilihan. Sedangkan yang senang menjadi pusat perhatian Stronger Red dengan warnanya yang lebih menyala mungkin tentu layak jadi tunggangan. Mereka yang gemar elegan bisa memilih Titan Black.

Ditambah lagi ada dua warna spesial, yang juga tak kalah hebatnya. Bagaimana tidak, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue, identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Sehingga membantumu menunjukkan sisi kejantanan yang ingin Bung tunjukkan.

Jas Hujan Itu Harus

Selain panas matahari, kendala yang harus dihadapi pengendara motor di Indonesia adalah hujan. Dan seiring berjalannya waktu keadaan cuaca agak sulit untuk diprediksi. Karena itu menyediakan rain coat atau jas hujan adalah sebuah keharusan.

Jangan sampai kita terlambat tiba ditujuan hanya karena harus berteduh dari hujan. Atau untuk mengejar waktu kita memaksakan menembus hujan dan tampil basah kuyup dilokasi aktivitas.

Hal penting yang patut diperhatikan adalah jangan membeli dan menggunakan jas hujan yang hanya berbentuk ponco. Pertama, jenis ini tidak melindungi kita sepenuhnya dari terpaan air hujan. Kita masih bisa basah terutama untuk di bagian kaki. Kedua, jas hujan jenis ini sudah banyak memakan korban jiwa. Bentuknya yang memanjang dan menjulur ke bawah riskan untuk terlilit di roda motor.

Sedikit informasi, di beberapa minimarket dijual jas hujan berbahan plastik. Bentuknya tidak lebih tebal dari buku tulis anak sekolah dasar. Sangat cocok untuk diselipkan dibagasi motor.

Potong rambut pendek, gunakan deodoran

Sekedar saran, jika sehari-hari beraktivitas menggunakan motor maka sebaiknya rambut tdak dibiarkan panjang. Apalagi jika harus dirapikan menggunakan Gel. Karena pastinya repot harus bolak-balik membalurkan gel rambut setelah melepas helm.

Lalu untuk tetap menjaga kesegaran tubuh, usahakan menggunakan deodoran. Hal ini untuk mencegah keringat berlebih. Tentunya kita tidak mau kan muncul dengan baju yang basah oleh keringat.

3 Comments

3 Comments

  1. Rizki Maulida

    June 8, 2017 at 2:28 pm

    waah wajib dicoba nih tips n tricknya, paling kesel kalau pas difoto ternyata merem. Kalau jadi cowo harus 3C yaitu Cool, Calm and Confident hahaha

  2. Abdul Malik

    June 8, 2017 at 2:31 pm

    Asik nemu cara supaya penampilan lebih cool, coba ah nanti pas malem mingguan sama pacar, pasti makin lengket hahaha. Mantap bro infonya, makasih yow

  3. Saat Santai

    June 8, 2017 at 2:32 pm

    ini nih yang saya cari-cari gimana caranya tampil elegan tapi tetep natural. Harus pede lah kalau jadi cowo, pas udah nyobain tips diatas pasti berhasil deh dijamin. Thx infonya dude…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Kalau Tak Ingin Dicap Om-om, Jangan Buka Kancing Kemeja Cuma Buat Pamer Bulu Dada

Kecuali Bung memang sudah siap dipanggil ‘Om’ oleh sekumpulan cewek-cewek yang ada di sekitar Bung, ya tidak apa-apa kalau Bung mau bertingkah bak om-om parlente. Tapi sebentar, di mata cewek itu biasanya om adalah sosok pria yang memang seumuran dengan ayah mereka. Memangnya Bung sudah setua itu? Belum kan?

Dipanggil ‘om’ oleh keponakan yang masih balita mungkin sah-sah saja. Tapi coba bayangkan kalau si nona atau mungkin anak millenials di sekitarmu malah merasa penampilan Bung memang seperti om-om. Bung perlu tahu, karakteristik pria yang dikategorikan om-om itu jelas sekali terlihat. Bukan hanya dari penampilan, tapi juga tingkah lakunya. Duh, sepertinya ada yang perlu dirombak nih.

Bung Masih Suka Pakai Kemeja dengan Kancing Terbuka? Sekarang Sudah Bukan Zamannya Pamer Bulu Dada Bung!

Bung, coba rombak dulu bacaan atau referensi soal fesyen. Barangkali memang ada yang perlu dikoreksi dari situ. Walau sehari-hari Bung mungkin bekerja dengan setelan rapi, lebih baik biarkan apa adanya. Jangan sekali-kali melepas dua hingga tiga kancing kemeja sampai bulu dada Bung menyembul. Mungkin di benak Bung, hal itu bisa mendompleng tingkat kekerenan. Duh, tidak sama sekali. Justru yang ada cuma bikin ilfeel cewek-cewek.

Rapi Itu Bukan Berarti Culun, Masa Iya Pakai Polo Shirt dengan Gaya Pakai Kemeja

Apa yang paling terlihat dari style om-om? Gaya fesyennya yang kurang up-to-date dan cenderung kaku. Misalnya, ada cowok pakai Polo Shirt tapi ujung kaosnya dimasukkan ke celana. Bung seperti ini? Wah, bukan apa-apa, tapi style yang satu ini kelewat old-fashioned banget Bung. Pantas saja Bung dikira om-om.  Kalau mau pakai Polo Shirt ya yang normal-normal saja ya Bung. Yang penting, Polo Shirt itu harus rapi dan disetrika. Supaya lipatan-lipatan di permukaan kaos (mungkin efek digiling di mesin cuci) jadi lenyap dan kaos pun terlihat rapi.

Boleh Saja Pakai Cincin, Asal Jangan yang Berukuran Besar Atau Cincin Batu Akik Bung

Lagi pula, memangnya masih zaman ya cincin batu akik? Coba tanya si nona, kira-kira dia risih atau tidak kalau Bung pakai cincin tersebut? Kalau si nona bilang tak masalah, Bung boleh bersyukur. Sayangnya, cewek seperti itu mungkin skalanya 1:1000. Bung ini masih muda, masih bisa bereksplorasi dengan gaya fesyen yang lain. Tak perlu batu akik atau cincin berukuran besar juga. Kalau memang suka dan ingin pakai cincin, yang lazim-lazim saja. Bergayalah sesuai umurmu Bung!

Kalau Ada Kalung Emas Panjang nan Menjuntai di Leher Bung, Sudahlah, Bung Memang Berjiwa Om-om

Jadi, sekali lagi, selain batu akik, Bung juga harus lebih hati-hati dalam mix-and-match aksesoris. Jangan sampai kalung emas berukuran besar yang hits di era ayah Bung (mungkin), justru Bung pakai demi terlihat necis. Alih-alih terlihat demikian, yang ada si nona malah memicingkan mata atau mungkin menahan tawa.

Simpan Saja Gawai di Kantongmu, Tak Perlu Sampai Memasang Tempat HP Kulit Khas Bapak-bapak

Bung boleh cinta dengan ayah Bung, tapi soal gaya, coba agak visioner. Sadarilah Bung dengan ayah Bung lahir di zaman yang berbeda. Cara tampil dan menjaga penampilan pun berbeda. Sudah bukan zamannya lagi membeli tempat gawai berbahan kulit dan memasangnya di gesper bung. Itu namanya Bung sedang membuat diri Bung jauh lebih tua dua dekade. Coba bayangkan kalau sedang berdiri di tempat umum dan ada si nona yang Bung incar. Bisa jadi si nona malah takut dengan Bung karena mengira Bung ini semacam om-om yang hobi menggoda perempuan muda.

3 Comments

3 Comments

  1. Rizki Maulida

    June 8, 2017 at 2:28 pm

    waah wajib dicoba nih tips n tricknya, paling kesel kalau pas difoto ternyata merem. Kalau jadi cowo harus 3C yaitu Cool, Calm and Confident hahaha

  2. Abdul Malik

    June 8, 2017 at 2:31 pm

    Asik nemu cara supaya penampilan lebih cool, coba ah nanti pas malem mingguan sama pacar, pasti makin lengket hahaha. Mantap bro infonya, makasih yow

  3. Saat Santai

    June 8, 2017 at 2:32 pm

    ini nih yang saya cari-cari gimana caranya tampil elegan tapi tetep natural. Harus pede lah kalau jadi cowo, pas udah nyobain tips diatas pasti berhasil deh dijamin. Thx infonya dude…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Punya Sepatu Itu Tak Perlu Banyak-banyak, yang Penting Multifungsi dan Mudah Dicuci

Coba tengok rak sepatu Bung, kira-kira ada berapa pasang sepatu yang Bung simpan sekarang? Kecuali Bung memang kolektor sepatu, tak masalah kalau ingin punya koleksi sepatu hingga puluhan pasang. Tapi biasanya laki-laki hanya punya sepatu ‘secukupnya’. Dalam artian, laki-laki lebih memandang fungsi sepatu tersebut. Bukan karena sedang hype atau karena modelnya yang terbilang unik.

Fakta ini berbeda dengan perempuan. Berdasarkan sebuah penelitian, perempuan cenderung punya koleksi sepatu sebanyak 19 pasang. Tapi yang dipakai hanya 7 pasang. Kalau Bung tipe orang yang praktis, sejatinya laki-laki itu hanya perlu empat macam jenis sepatu untuk menunjang segala aktivitas.

Sneaker Mungkin Semacam Must-Have Item, Apa Lagi Sepatu Ini Memang Fleksibel Bung Pakai Untuk Beragam Fungsi

Soal harga, sneakers menawarkan harga yang variatif, tergantung merk dan kualitas juga tentunya. Tapi tak perlu merogoh kocek hingga jutaan rupiah, di beberapa toko sepatu masih banyak ditemukan sneakers yang harganya tak lebih dari lima ratus ribu. Dibanding Bung kemana-mana cuma pakai sandal jepit atau sepatu sandal, sneakers ini cukup menolong agar terlihat lebih formal. Bung bisa pakai sneakers tak cuma untuk olahraga, bahkan ke rumah si nona pun tentu tak masalah kalau Bung maunya demikian.

Supaya Lebih Variatif, Simpan Sepasang Moccasin yang Siap Mendongkrak Style Bung

Terkadang di situasi tertentu, Bung ingin sekali bergaya mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Hal ini lumrah kok. Apa lagi kalau Bung memang ingin melakukannya karena sedang ada yang diincar. Kencan pertama misalnya. Satu hal yang tak boleh Bung lewatkan: urusan sepatu.

Meski Bung menampik sudah ada sneakers yang kasual, tapi apa iya ketika bertemu si nona pun, Bung tetap pakai sepatu yang itu-itu saja? Coba deh Bung, sekali ini saja, sisihkan budget dari tabungan yang Bung punya untuk membeli sepasang sepatu moccasin. Dijamin, sepatu ini akan meningkatkan kadar kekerenan Bung! Terlebih dalam situasi yang menuntut Bung bergaya lebih rapi.

Sepatu Oxford Memang Tak Lekang oleh Zaman, Tampilannya yang Klasik Cocok Dipakai ke Acara Istimewa Bung

Bung jangan kira sepatu pantofel hanya satu jenis saja. Diantara sekian banyak model pantofel, sepatu Oxford mungkin salah satu yang paling populer. Untuk acara super formal, Bung sangat dianjurkan memakai sepatu jenis ini. Mungkin secara harga sepatu ini memang lebih mahal. Namun untuk kualitas dan pengaruhnya terhadap style Bung, jelas sangat worth it. Misalnya saat sahabat dekat meminta Bung sebagai best man di acara pernikahannya, tak mungkin Bung hanya pakai setelan kemeja dengan sneakers bukan? Maka dari itu, setidaknya simpan sepasang sepatu Oxford di rak sepatu milik Bung.

Sepatu Pantofel Nan Kasual Sebagai Ganti Sneakers Bung Kalau Sedang Dicuci

Sepatu pantofel tak melulu harus mahal. Bung bisa beli yang harganya lumayan terjangkau untuk dipakai bergantian dengan sneakers. Sepatu jenis ini biasanya dikenal dengan nama loafers. Umumnya terbuat dari kulit dan biasanya jauh lebih praktis dipakai dibanding jenis Oxford. Karenanya, buat Bung yang mau pakai pantofel saat ke kantor, mungkin sepatu ini bisa jadi pilihannya.

Empat jenis sepatu yang disebutkan itu sekadar saran. Apa lagi mengoleksi sepatu itu memang hak masing-masing. Terserah Bung mau beli dua hingga belasan sneakers, atau empat pasang Oxford dan dua loafers, asal Bung bisa merawatnya. Tapi kalau dari budget nyatanya Bung masih terbatas, paling tidak miliki empat jenis sepatu ini.

3 Comments

3 Comments

  1. Rizki Maulida

    June 8, 2017 at 2:28 pm

    waah wajib dicoba nih tips n tricknya, paling kesel kalau pas difoto ternyata merem. Kalau jadi cowo harus 3C yaitu Cool, Calm and Confident hahaha

  2. Abdul Malik

    June 8, 2017 at 2:31 pm

    Asik nemu cara supaya penampilan lebih cool, coba ah nanti pas malem mingguan sama pacar, pasti makin lengket hahaha. Mantap bro infonya, makasih yow

  3. Saat Santai

    June 8, 2017 at 2:32 pm

    ini nih yang saya cari-cari gimana caranya tampil elegan tapi tetep natural. Harus pede lah kalau jadi cowo, pas udah nyobain tips diatas pasti berhasil deh dijamin. Thx infonya dude…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top