Otomotif

Tak Mau Urus Hal Ini, Jelas Akan Bikin Bensin Motor Boros

Berapa banyak biaya yang kita keluarkan dalam sebulan untuk keperluan mengisi bensin pada motor? tentu jawaban dari masing-masing kita akan berbeda-beda. Tentunya bergantung pada jenis motor yang digunakan dan banyaknya perjalanan yang ditempuh di setiap bulannya.

Memang benar demikian. Namun sesungguhnya tiap jenis motor itu punya konsumsi bahan bakar yang optimal. Sejumlah perawatan dan hal kecil lainnya akan mempengaruhi, dekat tidaknya kita pada kondisi optimal tersebut. Sayangnya, banyak dari kita yang menganggap remeh hal-hal tersebut dan menganggap wajar jika budget bensin kita melonjak.

Tak Cuma Untuk Melumasi Mesin, Oli Juga Sangat Berpengaruh

Pelumas oli yang baik dan sesuai standar pasti akan lebih baik dalam mempengaruhi kemampuan mesin dalam bekerja. Membuat gesekan yang terjadi pada dapur pacu motor akan lebih halus dan mengurangi suhu panas pada mesin. Tentnya ini akan memacu lari motor lebih cepat karena ringan dan tentunya yang akan berujung pada berkurangnya konsumsi bensin. Dan sebaliknya pemilihan pelumas oli yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan akan mempengaruhi performa mesin. Jangan heran jika kemudian bensin menjadi boros karena pemilihan oli yang keliru.

Hal lain yang perlu untuk diperhatikan adalah jangka waktu untuk penggantian oli mesin. Sebaiknya dilakukan ketika jarak tempuh sudah mencapai 2.000 – 2.500 km. Lewat dari waktu tersebut juga bisa mempengaruhi cara kerja mesin pada motor. Karena oli yang usianya terlalu lama akan bersifat encer dan tak akan melumasi mesin dengan baik.

Tekanan Udara Pada Ban Motor Bukan Hanya Semata Soal Kenyamanan

Mungkin terdengar sepele tapi nyatanya tekanan udara yang kurang berpengaruh pada performa mesin dan konsumsi bahan bakar. Kurangnya tekanan udara pada ban akan membuat lari motor lebih berat. Nyatanya tekanan udara pada ban yang kurang mampu membuat pemakaian bensin lebih boros hingga 10% – 15%.

Sehingga bensin yang tadinya kita perkirakan akan bertahan untuk seminggu tiba-tiba sudah habis dalam waktu 3 hari hanya karena ban motor yang kurang udara. Untuk itu menjaga tekanan udara pada ban adalah hal yang perlu kita perhatikan agar pemakaian bensin lebih hemat lagi. Selalu pastikan ban dalam keadaan optimal dan tidak kurang udara.

Ganti Serta Bersihkan Busi Pada Rentang Waktu Yang Dianjurkan

Ini adalah salah satu komponen paling penting yang mampu menentukan hemat atau tidaknya konsumsi bensin pada motor. Mesin bisa bekerja karena adanya pembakaran yang dipicu oleh percikan api dari busi. Nah, pemakaian busi yang sudah melebihi waktu yang dianjurkan akan membuat pembakaran tak sempurna, hingga menuntut pemakaian bensin yang lebih banyak.

Maka dari itu perhatikan waktu penggantian busi ketika motor sudah mencapai jarak tempuh antara 6.000 – 7.000 km. Karena jika sudah lebih dari itu dapat dipastikan bahwa ini akan mempengaruhi performa mesin dan pemakaian bensin. Selain itu perhatikan pula kebersihan busi yang kita pakai. Sebab bila elektroda busi sampai diselimuti kerak, bisa menurunkan kualitas percikan busi. Serta jangan lupa pula untuk mengatur kerenggangan elektroda busi sesuai spesifikasi yang dianjurkan oleh pabrik.

Perhatikan Kondisi Pelek dan Pengaturan Kopling

Hal lain yang sering mempengaruhi beratnya laju motor adalah kondisi pelek pada motor, untuk itu kita perlu melakukan pengecekan pada pelek motor secara bertahap sesuai waktu yang kita tentukan. Perhatikan kebersihan roda serta kemampuan berputarnya, laju motor yang berat biasanya dikarenakan bearing roda yang sudah aus.

Selain itu pilihan cara untuk pengaturan kopling pada motor (yang mungkin memakai kopling) juga berpengaruh pada konsumsi pemakaian bensin. Penyetelan kopling stel pada motor jangan terlalu sensitif, artinya saat tuas kopling ditekan, gigitan kampas kopling jadi cepat ngelos. Dimana hal ini akan membuat kopling mudah selip saat gas dipelintir serta kondisi motor yang jadi tertahan tapi putaran mesin malah meninggi. Kita harus memastikan bahwa kondisi kampas kompling masih bisa berfungsi dengan baik jika ternyata sudah mulai tidak baik segeralah untuk menggantinya dengan yang baru.

Hindari Bobot Serta Aksesoris Yang Berlebihan Pada Motor

Rasanya ini adalah sesuatu yang wajar karena biar bagaimanapun setiap motor telah dirancang dengan beban maksimal yang memang sanggup untuk beban bawaan tertentu. Jika ternyata motor kita sering mengangkut beban bawaan yang melebihi kapasitas jangan heran jika konsumsi bensinnya juga akan lebih boros.

Karena beban yang berat akan memaksa motor untuk mengeluarkan tenaga dan laju yang juga lebih berat lagi, disamping itu kita juga patut untuk memerhatikan pemasangan aksesoris pada body motor yang kita gunakan. Hadir dengan desain dan komponen yang telah ditentukan oleh pabrik sudah membuat motor tersebut layak untuk dipakai sehingga seharusnya kita tidak perlu lagi untuk menukar dan menambah modifikasi pada motor demi menjaga beban bawaannya.

Sesekali Gunakan Bahan Bakar Beroktan Tinggi

Meski terdengar aneh karena harganya justru lebih mahal tapi pilihan ini dipercaya mampu mengurangi pemakaian bensin yang lebih sedikit. Karena penggunaan bensin setingkat Pertamax atau Pertamax turbo dipercaya lebih irit daripada penggunaan bensin premium biasa.

Ini tak lain karena penggunaan pertamax mampu membuat pembakaran lebih besar daripada menggunakan premium bensin biasa. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah penggunaan pertamax juga akan membuat tarikan lebih enteng dan mesin menjadi selalu pada keadaan prima daripada menggunakan premium. Dengan laju yang ringan dan enteng tentu akan membantu mesin lebih hemat dalam pemakaain bahan bakar.

Dan Yang Terakhir Adalah Mengubah Cara Kita Berkendara

Point paling penting dari semua hal diatas adalah bagaimana cara kita dalam berkendara, karena semuanya hanya akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan cara berkendara yang tepat. Beberapa diantaranya adalah kebut-kebutan dijalan, menarik gas mendadak setelah motor berhenti dan menarik rem mendadak saat laju motor masih cukup kencang.

Sebaliknya jika kita jalankan motor dengan tenang dan beraturan, mengurut gas perlahan-lahan waktu berakselerasi, memposisikan perseneling pada kondisi kecepatan dan putaran mesin yang pas akan lebih membantu kita untuk menghemat bensin yang akan dipakai oleh motor.

Karena intinya semuanya telah diatur dengan standar yang sesuai dari pabrik, pakailah motor sesuai dengan aturan yang memang dianjurkan untuk pemakaian yang lebih hemat tentunya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Mimpi Punya Honda Supercub, Apa Daya Mampunya SM Classic

Memiliki motor hobi seperti C-series keluaran Honda bagi pecinta roda dua adalah menggali kesenangan. Apalagi kalau memiliki kisah dengan motor tersebut, semisal sang ayah dulu bekerja menggunakan itu atau bung semsasa sekolah kerap memakai C-series untuk berjalan-jalan. Penggalian memori tersebut terasa lengkap ketika memiliki dan menunggangi. Honda sempat membawa nuansa klasik itu kembali dengan merilis Honda Super Cub C125 tahun lalu.

Kemunculannya yang mengundang selera ternyata tak sebanding dengan harga. Respon para pecinta yang tertarik pun mulai berubah setelah mengetahui Honda Super Cub C125 dibanderol cukup melejit di angka Rp 57,1 juta. Harga yang terjangkau bagi pehobi tapi tidak dengan konsumen yang ingin merasakan sensasi. Kini demi mengobati dahaga, salah satu kompetitor brand asal tiongkok SM Sport mengeluarkan produk yang tak jauh berbeda, SM Sport Cub Classic 110 yang dibanderol lebih murah yakni sekitar Rp 18,8 juta.

Nuansa Klasik Lebih Nyata Bersama SM Sport Cub Classic

Sumber : Theworldnews.net

Berbicara soal nuansa mungkin lebih nyata bersama SM Sport Cub Classic dibanding dengan Honda Super Cub C125. Pasalnya SM Sport Cub Classic didukung mesin 110 cc, silinder tunggal, 4-silinder, air cooling dengan sistem pengkabutan karburator. Dengan tenaga yang dimuntahkan mencapai 5,1 kW pada 7.500 rpm dan toris 8.0 Nm pada 5.500 rpm.

Beda dengan Honda Super Cub yang terlalu modern untuk dikatakan sebagai motor klasik. Motor bebek retro ini sudah dilengkapi sistem pencahayaan LED dan pelek jari-jari. Dengan ditanamkan mesin 125 cc SOHC dan sudah irpm.njeksi, bertenaga 9,7 PS pada . 7.500 rpm dan torsi 10 Nm pada 5.000 rpm.

SM Cub Classic Makin Jadul Dengan Rem Tromol

Sistem pengereman SM Classic 110 ternyata mempertahankan sisi jadul karena dibekali tromol. Sampai untuk konfigurasi tempat duduk, Cub Classic memilki jok belakang apabila pengendara ingin berboncengan. Menariknya, jok belakang juga dapat dilepas apabila memang berkendara sendiri. Karena motor ini hanya dibekali 110 CC maka motor ini memliki kecepatan maksimal 85 kilometer per-jam, yang memakai transmisi manual empat-percepatan untuk pengoperasian dan tanpa kopling.

SM Classic Merupakan Motor Tiongkok Rakitan Lokal

Sumber : ridechris.com

SM Sport perusahaan asal Tiongkok yang menelurkan SM Cub Classic 110 memiliki pusat pengembangan dan penelitian di negara tetangga Malaysia, kemudian dibawa oleh distributor PT MForce Indonesia (MFI) yang selama ini dkenal sebagai distributor brand motor SYM. Motor rakitan lokal ini memiliki desain batok lampu, sayap dan belakang yang mirip dengan pesaing. Namun dari sisi pelek masih beda, SM Classic membawa nuansa lawas karena mengusung jari-jari rapat. Perbedaan harga yang tak lepas karena SM Sport Cub Classic sudah diproduksi CKD (Completely Knock Down) di Bogor.

Angsuran Ditawarkan Bagi Para Peminat Roda Dua

Sumber : Ridechris.com

Mungkin angka Rp 18,8 juta masih terlalu tinggi untuk ditebus secara kontan. PT MForce Indonesia pun tak ingin mematikan hasrat para pembeli yang sudah ‘gatel’ ingin mencoba, maka selaku agen penjualan produk SM Sport di tanah air mengatakan kalau motor ini bisa dibeli dengan skema kredit. SM Classic ada tiga pilihan uang muka, Rp 5 juta, Rp 7,5 juta dan Rp 8,8 juta dengan tenor mulai dari 12 sampai 36 bulan. Untuk cicilan termurah ada di angka Rp 438 ribu perbulan dengan uang muka Rp 8,8 juta dibayar sebanyak 36 kali. Sedangkan yang termahal peminat mengangsur Rp 1,13 juta tiap bulan dibayar 12 kali dengan uang muka Rp 5 juta.

Penasaran Dengan Wujudnya? Kunjugi Jakarta Fair Saja!

Motor klasik memang menggiurkan sebagai tunggangan, namun jangan sampai salah kaprah dalam membeli kendaraan. Dan bagi bung yang serius atau berminat lebih kepada motor klasik ini. Mungkin bisa langsung menyambangin Jakarta Fair Kemayoran 2019, karena motor ini dipajang di sana tepat di booth MForce – SYM.

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Kebijakan Pembatasan Moge, Membuat 40 Unit Kawasaki Z900 Sudah Dipesan Tak Kunjung Datang

Kebijakan pemerintah memperketat impor ternyata berdampak terhadap penjualan motor gede alias moge bung. Dampaknya bakal terasa pada waktu inden motor yang semakin lama. Michael Tandhi head and sales promotion PT KMI, mengatakan kondisinya saat ini banyak permintaan namun stok unitnya justru tidak tersedia. Salah satunya adalah motor Kawasaki Z900.

Kalau moge kami ikut pemerintah saja. Namun saat ini, yang masih cukup ramai ya, Z900 saja pemesanannya sudah 40 unit. Dan sampai kini belum datang motornya, masih inden,” kata Michael Tanadhi.

Pembatasan impor ini apabila tetap berlaku maka akan berdampak terhadap model baru yang dikeluarkan oleh produsen motor. Jadi saat di luar mulai memunculkan motor dengan tipe-tipe yahud akan sulit didatangkan. Untunngnya, Kawasaki sudah ada beberapa model yang berhasil didatangkan diantaranya adalah ZX-6R 636 dan Z900RS.

Kebijakan soal pembatasan impor mulai mencuat pada akhir tahun 2018. Setelah pemerintah Indonesia resmi melakukan penyesuaian terhadap PPh (Pajang Penghasilan) pasal 22, atas 1.147 pos tarif barang konsumsi diimpor. Produk otomotif seperti mobil mewah yang didatangkan seara utuh atau Completely Built-Up (CBU) dari luar negeri, juga moge.

Ini menjadi strategi untuk menahan pertumbuhan impor sebesar 24,5 persen di Januari-Juli 2018 karena ekspor hanya naik 11,4 persen. Menyebabkan defisit neraca transaksi berjalan pada semester pertama di tahun 2018 sebesar 2,6 persen dolar Amerika Serikat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Kenalkan, Ini Pesaing CBR 250 dan R25 dari Suzuki

Melihat Honda CBR 250RR dan Yamaha R25 di India yang saling bersaing. Nampaknya membuat Suzuki tak ingin absen dalam persaingan motor cc besar ini, akhirnya diluncurkanlah Suzuki Gixxer SF 250 di India dengan harga 170.655 rupee atau sekitar Rp 35 juta. Motor ini menggunakan mesin 249 cc, satu silinder, 4 katup, SOHC dengan mesin injeksi yang menghasilkan tenaga 26,5 ps dan torsi 22,6 Nm.

Dilansir indianautosblog, konon mesin itu dikawinkan dengan transmisi 6 percepatan. Memakai Lampu LED untuk lampu utama dan lampu ekornya. Ada juga instrumen digital serta knalpot berlubang ganda yang kekar. Sedangkan tangki dari Suzuki Gixxer sanggup diisi BBM sebanyak 12 liter.

Dari fitur pengereman, Suzuki Gixxer sudah dikaruniai rem cakram pada kedua roda plus tambahan fitur ABS atau antilock brake system.  Memakai suspensi teleskopik dan monoschock di belakang, dan menggunakan roda berukuran 110/70R-17M/C dan 150/60R-17M/C pada bagian depan dan belakang.

Meningkatkan sisi kemewahan, Suzuki pun menggunakan pelek dual tone, hitam dan perak. Tapi sayang motor ini belum disiapkan untuk mengaspal di tanah air. Padahal kami yakin banyak pecinta roda dua tanah air yang ingin kedatangan Suzuki Gixxer. Namun dalam beberapa kesempatan Suzuki mengatakan ingin fokus dulu ke motor yang pasar bermarket besar.

Motor 250cc, saat ini kita belum masukkan. Nanti ada kok saatnya kita masuk. Sekarang, kita ingin fokus pada market yang besar dahulu agar masuknya motor 250cc lebih enak. Sebab kita pasti selalu menghitung segala sesuatu yang kita produksi atau datangkan,” kata 2W Marketing and Business Development Head Suzuki Indomobil Sales (SIS) Yohan Yahya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top