Fashion

Kumis, Sebuah Trend Yang Tak pernah Habis?

trend kumis

Tak seperti rambut, janggut dan bulu-bulu lainnya, pamor kumis memang bisa dikatakan naik turun.

Tak seperti rambut, janggut dan bulu-bulu lainnya, pamor kumis memang bisa dikatakan naik turun. Ada kala ia bisa diterima baik bahkan punya tempat terhormat. Namun ada kalanya pula ia dilecehkan. Parahnya tak jarang ia mendapat julukan penghinaan semacam saringan teh atau alisnya mulut.

Padahal menurut Dr Moeslan Saradhawarni, SpOG MARS yang pakar seksolog itu, kumis merupakan perkembangan alamiah sekunder pria dewasa. Pertumbuhan kumis sama normalnya seperti halnya perubahan suara dan perkembangan jakun.

Direktur Klinik Harmoni Keluarga di RS. Kartika Pulomas ini juga menyebut kumis sebagai hal yang sangat laki-laki. Karena tingkat kelebatannya diukur dari tinggi rendahnya hormon Androgen milik pria. Sebagai catatan hormon ini pula yang mengatur tinggi rendahnya libido seorang pria. Berarti pria yang kumisnya lebat, libidonya?

(Baca juga: Cara Menumbuhkan Kumis Yang Benar)

kumis tora sudiro

Selain secara biologis, ditilik dari kacamata sejarah, kumis juga punya perjalanan panjang. Gambar pertama pria berkumis ditemukan di Iran. Artefak pria berkumis yang sedang menaiki kuda itu ditaksir berasal dari 300 tahun sebelum masehi.

Secara ekonomi, kumis melahirkan industri baru. Kesadaran akan pentingnya mengatur letak kumis mendorong munculnya produk alat cukur. King Gillete lah yang pertama kali menjual pisau cukur pada tahun 1901. Dari sejak saat itu hingga tahun 2014 tercatat  1,1 miliar dollar dihabiskan untuk pembelian alat cukur kumis per tahunnya.

(Baca juga: Movember: Saatnya Pria Berkumis Perduli)

Bagaimana di Indonesia? Kondisinya kurang lebih serupa. Kumis sempat punya masa jaya di era tahun 70-an hingga 80-an. Penyebabnya karena aktor masa lalu muncul dengan kumis yang mentereng. Mulai dari Roy Marten dengan kumis tipisnya hingga pemilik kumis tebal macam Slamet Rahardjo, Shopan shopian, Benyamin dan lainnya. Terakhir sosok gagah berani Brama Kumbara yang muncul di film Saur Sepuh membuat pamor kumis makin menanjak.

Namun kepopuleran kumis memudar memasuki dekade 90-an. Hanya guru-guru killer yang tetap mempertahankan penggunaan kumis. Aksi Rano Karno berkumis tebal yang berhasil menggaet sejumlah wanita di sinetron laris Si Doel Anak Sekolahan tak berhasil mengangkat citra pria berkumis.

Untungnya kumis mendapatkan kembali momentumnya di akhir 2013 yang lalu. Gaya 70-an cenderung hipies dianggap kembali keren. Aktor berkumis macam John Lenonn dijadikan acuan. Selebriti Hollywood yang masuk daftar pria terseksi seperti Jhonny Depp dan Adam Levine memilih tampil dengan bulu di atas bibir. Kumis pun kembali mendapat tempat.

(Baca juga: Para Nona Manis Bilang: “Cukup Kumis Tipis Saja!”)

Johnny depp kumis

Di Indonesia kepopuleran ini didorong dari keberanian sejumlah aktor untuk mencoba gaya tersebut. Tora Sudiro tercatat sebagai salah satu yang paling berani. Ia bahkan pernah muncul dengan kumis bergaya handle bar yang meruncing di ujungnya. Tak cuma itu, aktor-aktor yang sebelumnya tampil klimis mulai berani memelihara kumis, sebut lah Giring Nidji, Darius Sinatria hingga Chico Jericho.

Karena itu buat sobat Yomamen yang ingin mencoba memelihara kumis ini adalah momentum yang tepat. Silahkan mencoba berbagai gaya tanpa perlu khawatir di bully dengan sebutan Gubernur Banten Rano Karno atau Mas Adam Inul. Salam berkumis!

1 Comment

1 Comment

  1. Liza

    October 27, 2014 at 7:21 pm

    Jadi inga kumis suami saya…heheh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?

Berhubung membeli mobil tak semudah membayar makanan di angkringan, pastinya banyak hal yang jadi pertimbangan. Apalagi membeli mobil membutuhkan komitmen yang tidak sebentar. Tak mungkin juga, bulan ini beli lalu bulan berikutnya sudah harus dijual lagi. Nah jadi sebetulnya, kapan waktu yang tepat untuk membeli mobil baru?

Ketika Kebutuhan Tak Bisa Lagi Diakomodir Si Kuda Besi

Mungkin selama ini Kita begitu menikmati menunggang si kuda besi alias motor. Sedari muda, moda transportasi roda dua ini jadi pilihan dalam situasi apa pun. Namun toh nyatanya hidup mengalami perubahan. Ada beberapa kegiatan yang ada saat ini sudah tak mungkin lagi dilakukan dengan mengendarai motor.

Misalnya, dulu mungkin tak begitu masalah naik motor ketika masih membujang tanpa ada yang menemani. Ketika sudah berpasangan apalagi berstatus keluarga muda dengan anak yang masih kecil-kecil tentu jadi berbeda kasus. Tak mungkin lagi membonceng si kecil di motor dan membawanya dalam perjalanan jauh.
Ini salah satu momen yang pas untuk mulai berpikir mengambil mobil untuk kendaraan cadangan. Bukan berarti meninggalkan tunggangan setia, tapi memang ada kebutuhan yang mau tak mau harus menggunakan roda empat.

Ketika Mobil Sudah Punya, Tapi Usianya Sudah Lanjut

 

Tak salah memang terhanyut dalam romansa dan memori dengan mobil yang selama ini telah menemani. Tapi kita juga harus realistis, bahwa mobil juga punya usia sebaik apapun kita merawatnya. Mungkin bukan berarti kita menjual yang lama tapi tidak lagi menggunakannya untuk kendaraan sehari-hari adalah langkah yang bijak.

Kondisi paling ideal mobil itu berada pada usia tiga tahun pertama. Lima tahun berikutnya masih bisa dijadikan andalan namun sudah akan mulai ditemui beberapa masalah. Sementara durasi pemakaian mobil untuk harian, yakni sekitar 8 hingga 10 tahun atau jika sudah menempuh jarak lebih dari 200 ribu kilometer.

Sama halnya dengan manusia yang telah lanjut usia, mobil juga sama. Walau suku cadang tersedia, ketika batas pemakaian tersebut sudah dilewati, maka kondisi mesin dan sasis sudah masuk pada level tak layak pakai.

Tak hanya kekhawatiran untuk mogok dan tiba-tiba rusak dijalan saja, menunggangi mobil-mobil yang sudah tak lagi diproduksi juga jadi sebuah resiko yang tinggi. Ketika kita masih berusaha merawat dan mencintainya, bisa jadi perusahaan yang ada disana sudah tak lagi memproduksi spare part yang mobil tersebut miliki. Sementara mobil sudah melulu minta ‘jajan’ karena suku cadang yang rusak. Walhasil selain biaya perawatan tinggi, bisa jadi mobil hanya teronggok tak bisa digunakan karena menunggu suku cadang tersedia.

Ketika Fitur dan Fungsi yang Ditawarkan Mobil Baru Begitu Menggoda Dan Sesuai Kebutuhan Saat Ini

Dulu mungkin kita merasa sah-sah saja dengan fasilitas yang ada di kendaraan roda empat yang kita miliki. Namun teknologi tak hanya diam di tempat. Kalau masih terus berkutat di mobil lama, kita tak akan paham sudah ada inovasi yang akan memudahkan kita dalam berkendara.

Coba tengok misalnya Renault KWID. Di bagian interiornya yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil yang juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D.

Sementara untuk fitur sisi keamanan Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock. Nah untuk kenyamanan Renault KWID juga memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Fitur macam ini belum dimiliki mobil terdahulumu bukan?

Ketika Model Baru Yang Ditawarkan Unik Dan Modern

Secara teknis mungkin kendaraan lama belum bermasalah. Tapi bisa jadi kitanya yang sudah dilanda jenuh dengan kendaraan yang itu-itu saja. Jangan anggap remeh karena efek bosan ini bisa melanda kemana-mana. Bayangkan mood yang tak bagus karena waktu di jalan tak dapat sensasi asiknya mengendarai mobil.

Kala itu terjadi maka saatnya untuk melirik kendaraan yang baru. Supaya tak dilanda bosan, cobalah sesuatu yang benar-benar unik. Contoh, misalnya kamu ingin punya mobil yang ramah jalanan perkotaan tapi masih gagah dari sisi penampilan.

Paduan macam itu tentu tak akan bikin kita lekas bosan. Seperti Renault KWID yang jika menilik dari dimensinya mobil yang mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder ini memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain apik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Ketika Garansi Dan Asuransi Mobil Baru Memudahkan Untuk Beraktivitas

Sama halnya dengan usia yang telah tua, batas garansi pada perawatan mobil jadi pertimbangan pelik lain. Mobil baru seperti contohnya Renault KWID tadi dilengkapi dengan garansi minimal 3 tahun untuk mesin atau telah menempuh jarak 100 ribu Km. Dengan kata lain, memiliki mobil baru akan memangkas biaya perawatan mobil yang mungkin akan kita keluarkan jika terus bertahan dengan mobil yang sudah uzur.

Tak percaya? Coba tengok layanan purna jual “Renault Peace of Mind”. Ada Silver Package for Renault Kwid & Renault Koleos, tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraan Anda sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Kemudian ada Gold Package for Renault Kwid, Renault Duster 4×2, Renault Duster 4×4 & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 60.000 km dengan masa jaminan garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Terakhir ada Platinum Package for Renault Kwid & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 100.000 km dengan tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraanmu sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Tapi memboyong mobil baru bergaransi saja tidak cukup. Karena untuk apa dilengkapi garansi kalau bengkel ternyata sulit ditemui. Kalau kita melirik Renault misalnya, hati tentu akan lebih tentram. Karena pabrikan asal Perancis tersebut sudah bekerja sama dengan group Nissan.

Jadi layanan bengkel dan purna jualnya selain dari renault juga bisa dikerjakan di bengkel Nissan. Hal ini dimungkinkan karena berbekal kekuatan aliansi Renault – Nissan dimana untuk distribusi, pemasaran dan layanan purna jual merek Renault pun ditangani oleh Indomobil Group yang juga menangani Nissan.

Di samping garansi, masalah perlindungan asuransi kehilangan dan kerusakan juga harus jadi pertimbangan. Mobil dengan usia muda akan lebih mudah disetujui oleh pihak asuransi. Sementara mobil yang sudah tua akan sulit mendapatkan perusahaan asuransi yang mau melindungi. Kalaupun disetujui, biasanya akan membutuhkan uang premi yang tidak sedikit.

Jadi ingat, terikat romansa dengan kendaraan lama boleh saja, tapi terus menutup mata dengan kehadiran yang baru tentunya bukan langkah yang bijak.

1 Comment

1 Comment

  1. Liza

    October 27, 2014 at 7:21 pm

    Jadi inga kumis suami saya…heheh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top