Lebih Tahu

Transmisi Matik Berbeda Bernama e-Clutch Milik Wuling Confero

Sebagai salah satu produk yang meramaikan persaingan dunia roda empat. Wuling  mencuri perhatian publik ketika pertama kali menjajakan diri di Indonesia. Datang dengan inovasi, Wuling hadirkan Confero transmisi e-clutch yang diluncurkan beberapa bulan lalu. Mobil tersebut termasuk jajaran Low MPV yang tak memiliki varian otomatis seperti kompetitor lain Avanza dan Xpander Cs.

Mobil ini disebut Detik sebagai ‘matik’ ala motor bebek. Pasalnya transmisi matik  ditawarkan Wuling pada Confero memang berbeda. Pedal kopling dihilangkan dan sistem pergantian gigi dilakukan tanpa menginjak pedal terlebih dahulu. Maka dari itu dikatakan seperti motor bebek.

Alasan Wuling memiliki sistem transmisi matik berbeda karena tak memiliki girboks transmisi otomatis di negara asalnya. Namun Wuling pede dengan transmisi e-clutch karena menawarkan sesutu berbeda dibandingkan kompetitor lain.

Konsumen akan merasakan sensasi berkendara yang baru dengan sistem transmisi di Confero S ACT ini. Benar-benar berbeda, mobil manual sensasi matik,” sebut Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani beberapa waktu lalu dilansir Detik.

Kemudian bagaiamana strategi Wuling Confero saat menghadapi lawan memliki transmisi otomatis penuh? bersumber data distribusi wholesale Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia transmisi e-clutch kalah laris dengan Wuling Confero bertransmisi manual. Artinya Wuling Confero e-Clutch tidak begitu dilirik peminat.

Di bulan perdana pelucuran, Wulling Confero e-clutch dikirim sebanyak 84 unit. Memasuki bulan kedua langsung menurun drastis menjadi 27 unit. Sementara versi manualnya untuk periode Mei 2019 mencapai 507 unit.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Berpelat ‘Married’, Mobil Mercy Lawas Diberhentikan Polisi

Kendaraan roda empat berkeliaran di jalan memang wajib memakai nomor plat. Tapi apa jadinya kalau nomor plat malah bertuliskan kata ‘Married’? hal tersebut terjadi di kota Bandung. Wakatsatlantas Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo memergoki mobil tersebut saat parkir liar di Jalan Djunjunan (Pasteur) kota Bandung. Ketika ditanya sang pemilik mobil mengaku sengaja memakai pelat tulisan ‘Married’.

Sedangkan pelat aslinya disimpan oleh sang pemilik di bagian belakang bagasi mobil. Surat-surat dari mobil tersebut pun lengkap sesuai dengan pelat nomor asli. Sedangkan alasannya menggati pelat asli karena mobil antik ini secara khusus dipakai mobil pengantin. Namun, alasan tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk tetap menggunakan pelat tersebut. Karena itu termasuk pelanggaran lalu lintas.

Alasannya dia baru selesai antar ke nikahan. Kita pikir berarti selama perjalanan dari rumah atau dari manapun pakai pelat ini. Dia mengiyakan berarti sudah melanggar aturan. Setiap kendaraan tidak boleh merubah pelat nomor bahkan huruf atau angka dimodifikasi saja nggak boleh,” tuturnya dilansir dari detik.

Bayu menghimbau untuk segera mengganti pelat dengan nomor yang sesuai. Dan meminta kejadian seperti ini, jangan sampai diulang.

Kita imbau saja, mungkin biasa disewa karena mobil antik. Kita imbau jangan sampai diulang. Dia juga langsung mengganti dengan pelat nomor asli saat itu juga,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Memutarkan Lagu di Lampu Lalu Lintas Oleh Pemkot Depok Bisa Halau Stres Saat Macet

Kemacetan dan kota Depok sudah menyatu di tengah pembangunan berjalan. Jalan Margonda jadi pusat akses kendaraan lalu lalang, yang menghubungkan daerah Jawa Barat dengan Jakarta. Kemacetan di jalan tersebut membuat pikiran dan emosi berkecamuk. Bahkan isitlah ‘Tua di Margonda’ bukan hiperbola. Jalan besar tersebut jadi biang kemacetan.

Mengetahui keluhan macet yang sangat santer. Pemerintah Kota Depok berencana memutarkan lagu di lampu lalu lintas untuk menghibur pengendara yang terjebak macet. Dilansir dari detik, Instruktur RDL, Andry Berlianto menjelaskan dari sisi keselamatan kalau tidak masalah diputarkan musik di lampu lalu lintas. Menurutnya, sebatas setelah musik dengan audio jernih ditambah lagu menenangkan rasanya bisa mentolelir rasa stres. Sedangkan wali kota Depok berpendapat macet bisa dihalau lewat pemutaran lagu.

Iya itu termasuk bagian dari mengatasi kemacetan, biar menghibur,” kata Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad dikutip dari laman yang sama.

Untuk masa percobaan, lampu lalu lintas dengan musik  baru diterapkan Simpang Ramada. Pemilihan Simpang tersebut karena peralatannya sudah lengkap. Seperti CCTV dan speaker. Sekaligus sudah terkoneksi ke command center. Mudah bagi petugas melakukan pengawasan.

Kita coba dulu di Ramada. Kalau di situ efektif, nanti kita coba di titik lain,” tambah Idris.

Berbicara soal lagu, yang diputar bukanlah lagu Top 40! tetapi Idris menjelaskan kalau lagu yang lebih dipilih adalah lagu sosialisasi keselamatan berkendara.

Lagunya bukan lagu yang gimana, tetapi lagu sosialisasi masalah tertib lalu lintas. Aransemennya sudah ada,” kata Idris.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Hanya di Jepang, Mobil Disewa Bukan Untuk Berkendara

Tempat jasa rental di mobil di Jepang merasa keanehan saat menemuka beberapa mobil disewa bukan untuk kebutuhan tranportasi. Hal ini diketahui setelah melihat jarak tempuh pada mobil bergerak sangat rendah, bahkan ada yang tidak bergerak sama sekali. NTT Domo, Inc, sebuah operator layanan sewa kendaraan terkemuka di Jepang melakukan survei. Mereka menyebutkan satu dari setiap delapan penggunanya menyewa mobil untuk layanan selain transportasi.

Lebih lanjut, Hasil penelitian mengemukakan responden terbesar dalam penyewaan mobil untuk tidur atau beristirahat. Bahkan beberapa responden memiliki alasan lain seperti tempat tenang dan nyaman untuk berbicara di telepon dengan teman, keluarga atau mitra bisnis.

“Biasanya salah satu tempat saya bisa tidur siang saat mengunjungi klien saya adalah cybercafe di depan stasiun. Tetapi menyewa mobil untuk tidur hanya beberapa ratus yen, hampir sama dengan mendatangi cybercafe,” ujar salah satu pria di Tokyo yang menyewa mobil untuk tidur.

Tren yang sedang berkembang di negeri sakura tersebut diperhatikan juga oleh Times24co. Perusahaan sejenis NTT Docomo ini, menyatakan dalam hasil survei, bahwa kendaraan disewa digunakan sebagai ruang kerja. Sedangkan laporan lain menyebut untuk menyimpan tas dan barang-barang karena loker dioperasikan menggunkana koin sudah dipakai semua.

Kira-kira apakah ini juga dirasakan oleh orang Indonesia ya bung?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top