Lebih Baik

Tidak Menarik Diri Dari Lingkungan, Salah Satu Cara Atasi Kecemasan

Rasa cemas merupakan bentuk emosi yang ditandai perasaan tidak menyenangkan karena mengalami kekacauan batin. Sebagai catatan, cemas dan depresi adalah dua kondisi yang berbeda. Depresi  mengarah kepada kondisi kronis seseorang yang terus menerus merasakan sedih ataupun putus asa. Tetapi orang yang mengalami depresi akan mengalami rasa cemas berlebihan! mulai dari gampang marah, sulit tidur, sulit fokus sampai gelisah.

Apalagi kalau bung merasa mudah lelah akhir-akhir ini, bisa saja itu karena rasa cemas yang dialami. Cemas maupun depresi dua kondisi sama-sama menguras energi. Fatalnya dari rasa cemas, seseorang mampu kehilangan semangat untuk menjalani hidup! menghilangkan rasa cemas memang sulit dan menuntut kalian untuk memutar otak untuk mengatasi perasaan negatif.

Jangan Menyendiri atau Menarik diri dari Lingkungan, Karena itu yang Bung Butuhkan

Dilansir dari aladokter, ada beberapa tahapan atau cara mengatasi rasa cemas. Salah satunya dengan mendapat dukungan sosial  dari orang terdekat. Bisa kerabat, pasangan, keluarga atau orang tua. Sikap menarik diri dari lingkungan adalah cara yang salah, justru akan menenggelamkan kalian dalam kondisi sulit bahkan berbuah depresi.

Tetap menjalin hubungan dengan lingkungan, ungkapkan apa yang dirasakan. Meskipun tak dapat solusi cemerlang namun rasa nyaman hadir saat didengarkan dan bercerita. Meskipun mengawali ini tidak mudah, yang jelas mengisolasi diri bukan jalan keluar.

Tingkatkan Hormon Bahagia untuk Memperbaiki Mood

Dalam tubuh manusia terdapat hormon bahagia bernama serotonin, tingkatkan hormon ini dapat memperbaiki mood sampai menghilangkan rasa cemas dan depresi. Bung tak perlu berpikir keras bagaimana cara untuk meningkatkan hormon serotnonin. Cara paling sederhana adalah bermandikan matahari setidaknya 15 menit. Sinar matahari diketahui dapat tingkatkan kadar hormon tersebut.

Rajin Berolahraga Meskipun Hanya Sebentar Saja

Selain hormon sertonin yang mampu meningkatkan rasa bahagia seseorang, ada hormon endorfin yang memiliki efek mengurangi rasa sakit dan memicu rasa senang, bahagia dan tenang. Aktifitas fisik seperti olahraga dikatakan dapat meningkatkan produksi hormon tersebut. Penelitian mengatakan kalau olahraga teratur dapat menghilangkan gejala cemas dan depresi.

Jadi, rutin lah berolahraga setiap hari, bung tidak perlu melakukan aktifitas olahraga yang berat kalau dirasa memakan waktu karena padat jadwal untuk beraktifitas dan semacamnya. Cukup olahraga ringan seperti lari dan jalan kaki. Lakukan aktifitas tersebut secra rutin tiap hari 10 sampai 30 menit.

Dapatkan Waktu Tidur yang Cukup

Tidak mendapatkan waktu tidur cukup dikatakan alodokter sebagai salah satu gejala cemas. Jauhkan ponsel atau laptop saat ingin berisitrahat, selain karena radiasi tidak baik untuk mata, penggunaan barang elektronik membuat kualitas tidur tidak terjaga. Karena terpaku akan kegiatan yang dilakukan di kedua barang tersebut. Maka, cobalah mengubah pola tidur dengan tidur cukup 7 jam per hari dan singkirkan hal-hal menggangu kualitas tidurmu.

Selalu Berpikir Positif  Tentang Diri Sendiri

Pikiran negatif tentang diri sendiri dan lingkungan membuat rasa cemas dan depresi semakin buruk. Buatlah pembawaan diri dengan berpikir positif, jangan selalu berpikiran yang terburuk akan suatu kejadian.

Pembawaan negatif akan setiap hal membuat hidup dihantui ketakutan, tak heran cemas dan depresi semakin tinggi dalam kondisi. Jika rasa cemas belum hilang atau tak kunjung membaik setelah melakukan beberapa cara ini, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis serta bantuin medis yang tepat untuk kesembuhan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Kerja Sampai Larut Malam dan Alami Sakit Kepala Konstan Dapat Menyebabkan Stroke

Kasih sayang seorang guru kepada murid memang tak terukur. Waktu istirahat digadai untuk bekerja agar murid dapat jadi siswa pintar di masa depan. Diberitakan China Press, Zhang merupakan seorang guru yang tiba-tiba mengalami stroke saat mengajar. Insiden terjadi dua tahu lalu hingga kini, kemampuan bicaranya belum pulih seutuhnya.

Tipikal pekerja keras seperti Zhang, menyesal karena tidak menjaga kesehatan lantaran sibuk mempersiapkan murid-muridnya menghadapi ujian kelulusan. Bermula dari kebiasaan bekerja sampai larut malam, kurang tidur sampai mengalami sakit kepala akut. Merasa ini hal biasa, ia hanya mengonsumsi obat dan istirahat cukup untuk meredakannya.

Sebelum liburan sekolah tiba, Zhang mengalami sakit kepala konsisten. Mengambil obat untuk mengatasi malah terjadi sebaliknya. Dengan mengalami pusing mual, sang istri menyuruhnya untuk berisitrahat tetapi tidak digubris. Kemudian saat mengajar, Zhang jatuh ke lantai dan dilarikan ke rumah sakit. Kemudian di-diagnosa menderita stroke.

Dilansir dari Verywell Health, dokter yang menangani Zhang mengatakan kalau tak bisa mengabaikan gejala yang tak biasa. Seperti sakit kepala konstan selama hampir satu tahun, ditambah rasa pusing dan mual. Karena sakit kepala gejala umum tekanan darah tinggi dan stroke. Apalagi Zhang tidak tahu kalau sakit kepala yang dialami berhubungan dengan stroke, justru ia menganggap ini masalah kecil

Sedangkan menurut dokter, sakit kepala berkepanjangan, pusing dan mual adalah sinyal tak beres yang dikirimkan tubuh. Seorang pengindap harus memperhatikan sinyal tersebut jangan menganggapnya penyakit biasa atau gejala umum.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Ternyata Masih Ada Risiko Komplikasi Akibat Sunat

laki-laki di Indonesia lazim melakukan sunat atau sirkumsisi. Meskipun hal ini tergolong bedah ringan namun pakar menyatakan masih ada risiko komplikasi terjadi akibat sunat meskipun jarang. Dr. Yessi Elidayni Sp. BA, dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menyatakan tindakan operasi kecil bisa menghasilkan infeksi.

“Infeksi luka operasi setelah sirkumsisi sangat jarang, dengan insidensi kurang dari lima persen, namun apabila itu terjadi maka pemberian antibiotika oral dan mandi teratur dapat mengurangi infeksi tersebut,” ujar dr Yessi, dilansir Suara.com

Bedah ringan seperti sunat bisa berimbas pada perdarahan yang terjadi sela-sela jaitan. Meskipun kategorinya perdarahan ringan. Menurut dr. Yessi iu masih dianggap normal. Perdarahan semacam itu cukup dikeringkan dan dioles salep antibiotika topikal untuk membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi.

Namun demikian, segera konsultasikan dengan dokter apabila setelah sirkumsisi ditemukan perdarahan yang tidak wajar dengan jumlah banyak, mengalir tidak berhenti setelah ditekan dengan kain kassa,” tambahnya.

Masalah lain yang dapat terjadi setelah tindakan sirkumsisi adalah meatal stenosis. Meatal stenosis adalah kondisi penyempitan atau perlekatan pada muara saluran berkemih. Keadaan tersebut dapat terjadi pada 11 persen kasus pasien sirkumsisi.

Pada bayi, hal tersebut berhubungan dengan dermatitis yang disebabkan karena kontak dengan popok sekali pakai (diapers), sedangkan pada anak yang lebih besar hal ini berhubungan dengan balanitis xerotica obliterans (BXO).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Sebelum Narsistik, Merasa Diri Lebih Hebat Dikenal dengan Megalomania

Seseorang yang merasa lebih hebat atau merasa tidak akan pernah salah termasuk salah satu bentuk gangguan jiwa menurut pakar piskologi Sigmund Freud. Hal ini dikenal dengan kata Megalomania. Pilpres Amerika Serikat tahun 2016, kembalinya kata ‘Megalomania’ ketika media-media Paman Sam mendeskripsikan tentang Donald Trump. Membuat kata ini kembali dipakai sebelum orang merasa lazim menyebut itu narsis.

Netizen Indonesia pun sedang ramai membicarakan Megalomania, setelah viral pertengkaran Rai dan Rian D’Masiv di panggung. Hingga Rai meninggalkan panggung sesudah adu mulut. Lalu ia mengunggah insta stories, bertuliskan ‘fu*k Megalomania’, yang digadang-gadang netizen untuk sang pentolan band.

Sebagai penyakit gangguan jiwa dikatakan kalau Megalomania adalah  salah satu sifat yang dimiliki para diktator kejam dalam sejarah. Adolf Hitler, Benito Mussolini sampai Idi Amin. Tapi ini hanya asumsi belaka karena belum ada penelitian yang membuktikan.

Tetapi kalau ciri-ciri dari megalomania terlihat dari perbuatan dan ucapan. Pertama mereka sedang membesarkan pencapaian, bahkan sering bohong demi diakui hebat. Kedua mereka berupaya melakukan apa saja seperti berbohong demi merasa hebat dari orang lain. Ketiga, orang dengan megalomania juga terkenal egois. Mereka lebih mengedepankan dirinya sendiri daripada orang lain, mirip dengan sifat anak-anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top